Monday, 23 October 2017

Evil God Chapter 4


TranslatorKagami
Editor
Shiro7D
Proof Reader
UDesu


Chapter 4 :
Pergi ke Akademi

Setelah kelompok Pahlawan meninggalkan ruang tahta, aku perlahan mulai bangkit.

[Apa yang Anda ingin saya lakukan?]

Pada saat bersamaan pak tua muncul di ruangan.

[kalau dipikir-pikir, aku tidak dapat mengatasi perempuan di kehidupanku sebeelumnya. Jangankan bertarung, aku bahkan tak bisa berbicara dengan mereka]

[Tak kusangka kalau Dewa Iblis yang terkuat dan tak terkalahkan punya kelemahan seperti ini.]

Pak tua terlihat tercengang.

[Kita anggap saja pertarungan kali ini seimbang.]

[Eh!? Apakah itu seimbang?]

Pak tua tampak ragu.

 [Kedua belah pihak tidak mengalami kerugian. Pihak lain mundur karena kehabisan waktu. Mungkin mereka pikir kalau mereka sudah menang.]

[Be-Begitu, ya?]

Sepertinya pak tua tidak keberatan, karena itu adalah teori yang sempurna.

[Omong-omong, kenapa mereka bisa sampai ke ruang tahta? Dengan level kekuatan seperti itu, mereka tidak mungkin sampai di sini.]

Mereka tidak mungkin memiliki kesempatan menang melawan pelayanku.
Seolah menjawab pertanyaanku, 15 pemimpin divisi pasukan elit datang dan berlutut.
[Saya minta maaf!]

Adrigory meminta maaf. diantara ke-15 divisi, divisi pertama dan ke-13 adalah yang terkuat, mereka bisa dianggap sebagai pemimpin.

Keduanya melirik satu sama lain dan bergumam [Kau yang mengatakannya] [Tidak, kau yang mengatakannya] sambil saling mendorong.

[Nah, mereka adalah pengunjung pertama setelah 1000 tahun, jadi jika kami menghalangi mereka, Asthal-sama akan kecewa.]

[Oh.]

Ketika aku melihat dia dengan tatapan menghina, pemimpin divisi ke-13, jeco, mengalihkan tatapannya.

[Atau begitulah alasan yang kami buat.]

Adrigory sepertinya sudah kehilangan keberaniannya karena tatapan evil eye milikku, dan langsung memberitahukan motif mereka.

[Dasar penghianat!!]


jeco berteriak, tapi Adrigory tetap tenang.


[Jadi, kenapa kalian melakukannya?]

Ketika pak tua bertanya pada mereka dengan nada marah, Adrigory semakin menundukkan kepalannya dan menjawab.

[Ke-ketika aku melihat mereka, jantungku mulai berdebar sangat cepat, dan tubuhku gemetar, kami hanya dapat berdiri sambil menatap mereka.... Karena itu, kami memutuskan menyembunyikan hawa kehadiran kami dan melihat mereka dari belakang.]

[Itulah kenapa kami harus mundur. Jika tidak, kami akan dianggap orang mesum.]

Mereka benar-benar seorang penguntit, itu sesuatu yang tidak pernah aku lakukan di kehidupanku sebelumnya.

Mereka yang tidak terbiasa dengan wanita lebih cenderung melakukanya, apa boleh buat.
[Haha! Kalian harus lebih berhati-hati mulai sekarang.]


setelah mendengar saranku, Adrigory menjawab dengan perasaan kecewa.
[Mhmm...]

Setelah mendengar jawaban Adrigory, pak tua merenung sebentar dan menganguk.
 [Mhm… Mhm].

[Semua anggota keluarga Dewa Iblis kecuali diriku muncul setelah Asthal-sama lahir, ini berarti kalian semua dibesarkan oleh Asthal-sama.]

[Aku tidak ingat pernah melakukan itu.]

Ketika aku menjadi Dewa Iblis, hanya pak tua yang ada di sana.
Setelah itu, mereka semua lahir dengan sendirinya.
Bahkan jika aku mengatakan lahir, mereka keluar dari dalam tubuhku dalam bentuk telur.
Saat aku sadar, hal itu telah terjadi di kuil kegelapan.
Dalam game, mereka disebut POP. (TL: monster muncul tiba-tiba tanpa peringatan)
Namun itu tidak terjadi lagi dalam beberapa ratus tahun belakangan.
Apakah itu sudah mencapai batasnya?

[Sekarang para bahawan Dewa Iblis telah berhenti muncul. Aku tidak begitu mengerti apa yang menyebabkannya, tapi mungkin pemikiran ‘lemah terhadap wanita’ telah terbagi pada setiap orang.]

Jika dugaanku benar, ke-15000 bawahanku memiliki kelemahan yang sama  terhadap wanita.
Bukankah ini berbahaya?

[Bukankah ini masalah serius?] [Apa kita harus terbiasa dengan wanita?] pendapat seperti itu mulai bermunculan.

Tapi aku tak ingin melihat saat 15.000 bawahan Dewa Iblis tiba-tiba keluar untuk berbicara dengan wanita.

[Bagaimana kalau kita mencari cara memusnahkan semua wanita?]

Komentar bodoh datang dari Jeco.
Bukankah si pemimpin batalion 13 ini agak aneh?

[Orang idiot sebaiknya diam saja, bagaimana caranya membunuh wanita sedangkan kau saja tak bisa berbicara pada mereka.]

[Siapa yang kausebut idiot!?]

Dia marah setelah saingannya, Adigory mengomentari idenya.

Pertama, jika wanita dimusnahkan, manusia akan dalam masalah besar. Ide ini terlalu berlebihan.
Ada beberapa pendapat yang diajukan, tapi karena ini semua salahku, aku harus menyelesaikan ini dengan caraku sendiri.

[Dewa memberiku perintah untuk tidak keluar sampai pengunjung pertama datang. Karena aku telah bertemu pahlawan, aku bisa bergerak lebih bebas sekarang.]

Wajah pak tua terlihat sedang memikirkan sesuatu. Aku pun mengangguk padanya.

[Satu satunya cara mengatasi kelemahan pada wanita adalah melalui pengalaman.]

[Aku punya ide bagus.]

[Kalau begitu aku serahkan padamu. Oh iya, apa mereka sudah pergi?]

Pak tua bilang kalau dia punya sebuah ide,  jadi aku mempercayakan hal ini kepadannya.
Jeco menjawab pertanyan kedua dariku.

[Sepertinya mereka sedang berkeliling dan saat ini sedang menuju ke ruang harta.]

[Apa!? Apa mereka berhasil masuk?]

[Tidak, mereka tidak bisa masuk karena golem penjaga fasilitas penting milik kita masih ada di sana.]

Dia memberi laporan kalau golem tersebut berhasil mengalahkan dan mengusir mereka.

[Harta itu sudah ada di sana selama 1000 tahun, jadi aku tidak tahu apakah itu masih layak untuk diambil.]

Pak tua menggelengkan kepalanya dan memberikan pendapatnya.

[Itu memang tidak berguna bagi kita. Tapi orang yang telah menaklukkan dungeon tersulit di dunia, yaitu kuil kegelapan ini, harta tersebut masih layak untuk diambil.]

[Bukankah terlalu mudah menaklukkannya?]

Pak tua pura-pura tidak mendengar perkataanku. Aku juga tidak dapat melihat wajahnya yang berkedut.

[Mereka mungkin telah merasakan teror dari kuil kegelapan melalui golem itu]

Meskipun Jeco mengatakan seperti itu, rasanya dia seperti mengakui kelemahan bawahan Dewa Iblis.
Yah, yang penting mereka masih setia.
Aku akan meningatnya di hatiku

***

[Apa-apaan kuil barusan, bukankah golem itu terlalu kuat?]

Beberapa hari kemudian di Akademi Cantabridge, jiemi mengumpat saat memasuki kelas pagi ini.

[Apa kau masih membicarakannya? Benda itu pasti Dewa Iblis.]

Tiraiza menggunakan jarinya untuk menghitung jumlah umpatan yang keluar dari mulut Jiemi.

[Jangan mengatakan hal seperti itu, apa kau masih bisa menyebut dirimu seorang ahli sihir?!](TL : sage)


ketika jiemi menyindirnya, Tiraiza sedikit marah, namun dia membalasnya dengan senyum kecil.


[Oh... apa perlu sang ahli sihir ini menjelaskan tentang apa yang mungkin terjadi kemarin?]

[Tidak, tunggu sebentar...]

Gawat, masalah ini akan tambah panjang, jiemi berpikir begitu.

Tapi sudah terlambat, dia menuai apa yang dia tabur.

[Tidak, aku tidak bisa menunggu, itu benar.... mungkin itu disebabkan karena mereka sudah melemah setelah 1000 tahun. Bawahannya mungkin sudah mati. Karena itu kuil itu kosong, hanya golem yang merupakan benda sihir yang masih hidup. Tempat itu mungkin ruang harta atau fasilitas khusus.]

Oh, ternyata cukup singkat.

Jiemi merasa lega, tapi itu adalah sebuah kesalahan.

[Kemudian aku membandingkan dengan cerita dari kampung halamam Iris.]

Topik cerita mereka telah berubah dan Jiemi tampak tidak tertarik dan mulai melarikan diri.

[Sepertinya itu cerita yang menarik]

Ketika Yufilia dan Iris sampai di kelas, mereka bergabung dalam percakapan.

[Mhm... dia sudah melemah, bukankah wajar berpikir begitu?]

Yufilia menerima pendapat itu meski sedikit tidak setuju terhadap Tiraiza.

[Tidak masalah bukan? Selain itu golemnya...]

Ketika Jiemi mengatakan golem, Yufilia membuat ekspresi penuh tekad.

[Dia lebih kuat dari raja iblis. Bahkan perbedaannya terlalu luar biasa.]


[Kekuatan golem tergantung kekuatan sihir dan materi yang digunakan, materi yang digunakan misterius dan penciptanya juga pasti jauh lebih kuat]


Sebagai seorang ahli sihir, Tiraiza memiliki banyak pengetahuan tentang teknik sihir dan ilmu sihir.

[Raja iblis kali ini sangat lemah, bahkan semua orang juga bilang begitu.]

Jiemi setuju dengan pendapat Yufilia.

[Yah, kurasa mereka bilang begitu karena dipengaruhi prasangka dan rasa cemburu.]

Jiemi tidak ikut dalam penaklukan raja iblis, hanya Yufilia dan Tiraiza yang ikut serta.
Namun sudah pasti kalau musuh saat itu sangat kuat.
Kekuatan golem itu memberikan dampak yang begitu besar.

[Bagaimanapun juga, raja iblis selanjutnya akan muncul suatu hari nanti. Sampai saat itu tiba, aku akan berlatih dan pasti akan mengalahkannya.]


Yufilia mengatakannya dengan penuh tekad.


Setelah itu, bel pun berbunyi menandakan jam pelajaran dimilai.

[Kembali ke tempat duduk kalian.]

Wali kelas memasuki ruangan dan memberikan pengumuman.

[Hari ini kelas kita kedatangan murid pindahan. Hei, masuklah]

Saat guru memanggilnya, dia memasuki ruangan, tentu saja mengenakan seragam Akedemi Cantabridge.

[Senang bertemu dengan kalian, namaku Asthal.]

Dia adalah Dewa Iblis yang telah dilepaskan dari mantra setelah 1000 tahun.


0 comments:

Post a Comment