Thursday, 26 October 2017

Evil God Chapter 6


TranslatorKagami
Editor
Shiro7D
Proof Reader
UDesu


Chapter 6 :
Hari Pertama Pindah Sekolah (2)



Setelah jam pelajaran berakhir, siswa bebas memutuskan kegiatan masing-masing.
Beberapa melatih tubuh mereka, sedangkan yang lainnya memilih berlatih menggunakan senjata atau sihir.

Jalan menjadi petualang sangatlah luas.
Jadi,  jarang bagi semua orang di kelas untuk melakukan hal yang sama.

Tentu saja, jika kamu ingin bolos atau tidak masuk sama sekali, kamu bebas melakukanya.
Soalnya di sekolah ini tidak memiliki sistem absen.

Meski begitu, hanya sedikit murid yang bolos dari kelas mereka.
Itu kerena di dunia ini, raja iblis muncul secara berkala, jadi ketidakdisiplinan akan membuatmu dalam masalah.

Ini memang tempat dimana mereka yang berencana menjadi petualang berkumpul.
aku baru saja pindah sekolah hari ini.

Untuk saat ini, aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan.
Sambil bertanya-tanya apa yang harus aku lakukan, aku mendengar suara dari depanku.

[Ashtal-kun, apakah kamu punya rencana setelah ini?]

Yufilia bertanya padaku.

[KraHmu bRisyaT meRmaInGgilkru AhSyuhtRal.](Tl: kamu bisa memanggilku Ashtal)

[kalau begitu, kamu juga bisa memanggilku Yufilia atau Yufi saja.]

Yufilia bisa dengan sempurna memahami bahasa misterius yang bahkan tidak kumengerti.
Aku bertanya-tanya apakah ini juga kekuatan sang pahlawan?

[MRm,  RaxKryu tReidHak pRunTya rEynchWaaEna.] (Tl:Mm, aku tidak punya rencana.)

[Jika kamu mau, bagaimana kalau aku mengajakmu berkeliling melihat kegiatan klub?]

[MoUhaOn BiMBriangnya] (TL :Mohon bimbingannya)

Aku menjawab sambil menundukkan kepala.

[Apakah ini bisad isebut sebuah percakapan?]

Iris memiringkan kepalanya.

[Entahlah… tapi sekarang aku sudah mengerti sebagian besar perkataannya.]

Tiraiza berkata penuh kemenangan.
Dia mengerti karena melihatku menundukkan kepalaku.
Sepertinya ada yang halus dilakukan Yufilia, jadi kami berjanji untuk bertemu lagi nanti dan kemudian berpisah.

***

Setelah itu, seorang pria yang melihat dari jauh menghampiriku.

[Hei, ikut aku!]

Dengan sikap agresif, dia membawaku ke tempat lain.

Aku tidak ingat pernah bertemu orang ini.
Pria itu membawaku ke tempat yang sepertinya tidak populer.

Tempat itu adalah belakang gedung olahraga.

Dengan perasaan panik aku mencoba mengingat kenangan hidup masa laluku.
Yah…walaupun itu sudah lebih dari 1000 tahun yang lalu.

Menurut ingatanku, ini tidak akan menjadi sesuatu yang baik.
Sudah ada sejumlah pria yang berkumpul di sini.

[Bukankah kau terlalu sombong meski ini hari pertamamu di sini?]

Salah satu dari mereka berbicara sambil memelototiku.

[Maaf, tapi aku tidak tahu apa yang kau bicarakan.]

Aku sudah memberitahu apa adanya pada mereka.
Orang seperti merka ini biasanya tidak tahu bagaimana caranya masuk ke inti percakapan.

[Aku mengatakan bahwa kau terlalu dekat dengan Yufilia-sama, putri kedua dan idola sekolah ini!]
 
Pria seperti preman itu memukul tanganannya ke dinding.
Namun, dinding yang diperkuat dengan sihir bahkan tidak tergores sedikitpun.

[3 gadis lainnya juga cukup populer sampai memiliki fansclub mereka sendiri, jadi jangan terlalu akrab dengan mereka!]

Aku dikelilingi oleh mereka dengan dinding di belakang punggungku.

[Aku memberitahumu karena kau sepertinya salah paham. Aku tidak pernah memulai percakapan dengan mereka. Mereka kebetulan mendekatiku karena tempat duduk kami berdekatan.]

Mereka menjadi marah karena perkataanku.

[Apa menurutmu kami akan menerima alasan seperti itu? Hah!]

[Sepertinya kau ingin merasakan sakit, ya?]

Dalam situasi yang menegangkan ini, aku mendengar suara dari kejauhan.

[Berhenti!]

Seorang pria datang mendekati kami.
Dia adalah teman sekelasku. Dia mengenakan banyakaksesorisseperticincin, gelang, dantindik. Semua yang dikenakannya terlihat sangat mahal.

Semua itu adalah Magic Item. Kau bisa tahu kalau dia sangat kaya.

Saat  ini dia sedang mengenakan seragam sekolah, tapi pakaiannya yang lain pasti sangat mencolok.
Sambil menyisir rambutnya dengan tangannya, pria berambut pirang itu berbicara dengan nada ringan.

[Aku minta maaf, karena bawahanku sangat antusias, mereka jadi sedikit berlebihan.]

[Apa kau bos mereka?]

Ketika aku melihat pria itu, dia menjawab dengan sikap angkuh.

[Namaku Vincent Everton, bahkan orang kampung pun tahu tentang diriku!]

[aku tidak mengenalmu.]

Jawabku segera. 

Selain orang-orang yang telah mempengaruhi sejarah, aku tidak perlu mengenal anak nakal yang menyebalkan.

[Apa kau tidak tahu Kerajaan Scottyard !?]

Pengikutnya terkejut.

[Aku tahu.]

aku memiliki hobi pengamatan bukan karena tanpa alasan.

Salah satu dari tiga kekuatan utama di utara dari negara ini.
Bangsa dengan populasi terbesar di dunia, dan negara yang kuat.

Raja iblis selalu muncul di ujung selatan benua ini.
Singkatnya, negara bagian paling utara adalah yang paling aman.

Selama bencana yang disebabkan oleh raja iblis, telah terjadi banyak kasus dimana negara tersebut tidak mengalami kerusakan.
Dengan demikian, orang berkumpul di sana dan menjadi bangsa yang paling maju.

[Vincent-sama adalah pangeran pertama dari negara itu. Seorang penguasa akan memperlakukanmu dengan baik jika kau menjadi pengikutnya.]

[Oh…]

Merasa bahwa aku tertarik, pengikut itu berbicara lagi.

[Masih banyak yang ingin aku tanyakan. Tapi yang paling penting, berhentilah berbicara dengan Putri Yufilia. Tentu saja, tidak masalah jika kau memberi tahu dia tentang betapa menabjubkanya Vincent-sama.
Vincent-sama dan putri Yufilia sedang menjalin hubungan yang akan berujung pada pertunangan nantinya. Akan bermasalah jika ada rumor yang salah tentangnya.]

Aku sedang mendengarkan penjelasan mereka.

Yang membuatku tertarik adalah jika orang ini menjadi raja Kerajaan Scotyard, sepertinya masyarakatnya akan mendapatkan banyak masalah.

Mengamati konflik antar manusia sangat menyenangkan. aku selalu menantikan drama sejarah.
Itu adalah saat dimana kondisinya akan lebih buruk daripada konflik antara iblis dengan manusia.

Tentu saja, terlibat sebagai pihak yang terkait memang menyebalkan.

Sambil memikirkan itu, aku berdiri dengan tanganku di kantong celana seragamku.

[Hei! Dengarkan aku!]

Pengikutnya merasa terganggu oleh sikapku.

Tentu saja aku mendengarnya, tapi hal itu tidak penting bagi Dewa Iblis yang telah kehilangan hasrat seksualnya.

Ya, aku adalah Dewa Iblis.
Dalam kehidupan sebelumnya, aku harus bersujud dan meminta maaf.

Sambil memikirkan bagaimana cara menghadapi mereka, aku mendengar langkah kaki dari belakang.
Dengan Evil ear-ku, mudah untuk mengidentifikasi jejak kaki siapa itu.
Mengingat keadaan saat ini, lelucon ini pasti akan berakhir jika dia datang.
.
[Apa yang sedang kalian lakukan?]

Saat Yufilia berteriak, para pengikutnya berbalik dan lari
 
[Yu-Yufilia-dono. Ha-Hari ini cerah sekali, ya?]

Dengan tergesa-gesa, Vincent mencoba menyelamatkan dirinya.
Yufilia melihat Vincent tanpa sedikitpun cinta di matanya.

[Berhenti menjahilinya.]

[Kamu salah paham, aku hanya sedang berbicara dengannya.]

Bahkan dalam situasi ini Vincent mempertahankan sikap berkelasnya.
Dia masih berakting.

[Apa membawa senjata dan mengelilingi seseorang dengan banyak anggota masih bisa disebut berbicara?]

Pengikut Vincent membawa senjata seperti pedang panjang, pedang besar dan tombak di tangan mereka sesuka hati mereka.

[Kami adalah orang-orang yang bertujuan untuk menjadi petualang dan selalu menempatkan hati kami di medan perang ….]

Para pengikut Vincent beralasan bahwa membawa senjata adalah hal yang wajar..
Yufilia tidak mendengarkan kata-katanya.

[Aku mau meminjamnya untuk menemaniku sekarang.]

[Baiklah, aku tidak keberatan. Kami akan menyelesaikan urusan kami di lain waktu.]

Sambil tersenyum, Vincent dan para pengikutnya dengan cepat pergi.
Saat melihat itu, Yufilia melepaskan ketegangannya menghela napas.

[Fuuuh…]

[Situasi tadi berbahaya sekali.]

Tidak ada yang berbahaya, tapi aku tetap berterima kasih padanya.
Aku jadi sedikit panik saat mendengarnya karena aku dibawa ke tempat sepi seperti ini.

[TwuiYmah KraHshie YurFilRia.](TL : Terima kasih Yufilia)

Tentu saja, aku tidak bisa mengatakannya dengan baik, tapi itu benar-benar tersampaikan.
[Tidak apa-apa.]

Yufilia menanggapinya sambil tersenyum. (UD: hem… flag pertama telah berkibar~)

[Baik dia dan negaranya selalu seperti itu, sebaiknya kamu tetap waspada terhadapnya.]

Bahkan tidak ada yang bisa mengeluh jika Vincent berjalan di sekolah seolah-olah dia yang memilikinya.
Kerajaan Scottyard juga merupakan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Tidak ada negara yang bisa melawannya. Tentu sekolah ini juga mendapat banyak bantuan darinya.

[Omong-omong, apakah dia mengatakan sesuatu yang aneh padamu?]

[Hwanya ,'JhWangeAn BawreAnhri MAendhekratRui TrunAnGeanKrut.] (Tl: Hanya 'Jangan berani mendekati tunanganku.)

Saat aku menjawabnya, wajah Yufilia jadi memerah.

[Ha !? Aku bukan tunangannya! Dia terus mengatakan itu! Aku sudah berkali-kali menolaknya!]

Wajahnya merah karena marah dan bukannya malu.
Aku tahu dari besar suaranya.




3 comments:

  1. Hebat si yufi dia emang heroine sejati. Bisa mengetahui ocehan gak jelas milik ashtal.

    ReplyDelete
  2. Masih saia pantau,
    Klo kedepanya masih Pelo ngomongnya, gw salto si devil god

    ReplyDelete
  3. belum sembuh ya penyakitnya
    hadeh evil god anti wanita :v

    ReplyDelete