Thursday, 23 November 2017

Evil God Chapter 8


TranslatorKagami
Editor
Shiro7D
Proof Reader
UDesu


Chapter 8 :
Hari Pertama Pindah Sekolah (4)


Setelah Tiraiza mengatakan, [Percobaan ini lebih menyenangkan daripada yang kukira], kami pun meninggalkan lab dengan wajah lelah.

Tujuan kami selanjutnya adalah Klub Pertanian. 

Karena Akademi Cantabridge berada di tengah ibu kota Kerajaan Briton, jadi tidak ada lahan untuk melakukan pertanian.

Yufilia memegang tanganku dan menggunakan sihir warp.

Saat berikutnya, pemandangan lahan yang menenangkan terbentang di depan mataku.

Tanah pertanian dengan luas puluhan hektar.
Ada sekitar 30 orang terlihat sedang giat bertani, namun masih tersisa lahan untuk dikerjakan.

[Ah...Yufilia-san.]

Iris menyapa Yufilia, dan berlari ke sini.

Iris mulai memberi penjelasan setelah Yufilia memberitahu alasan kedatangan kami ke sini.

[Ini adalah Klub Pertanian. Kami mengajak orang yang ingin bertani bergabung, namun kami kekurangan anggota.]


Kami berada 50 kilometer dari ibukota kerajaan. jika kau tidak bisa menggunakan Warp, kau juga tidak akan bisa mengimbangkan kegiatan sekolah dengan klubmu.

Itulah sebabnya kami tidak memiliki banyak anggota.

Akademi tidak memiliki lahan yang cukup besar.

Jadi untuk mempersiapkan lahan yang cukup besar, kami harus pergi jauh dari Akademi. 

Yah… jika kau murid Akademi Cantabridge, kau pasti bisa datang dan pergi dengan bebas menggunakan Warp.

Karena bisa menggunakan Warp, jarak tidak menjadi masalah buat mereka.

Oleh sebeb itu, mereka bisa bebas menambah luas lahan.


[Ashtal-san, kau bisa menggunakan Warp-kan?]

[Iya.]

[Kalau begitu, tolong pertimbangkan untuk bergabung dengan klub ini.]


Setelah mendengar penjelasannya, kami kembali ke Akademi Cantabridge.

***

Setelah itu, aku menerima banyak penjelasan tentang klub lainya.

Kami berjalan di lorong menuju tempat selanjutnya.

[Ini yang terakhir.]

Sambil mengatakan itu, Yufilia membuka pintu sebuah klub.

Mereka duduk dan bersantai di dalam.

[Nn? Tempat apa ini?]

Aku merasa sedikit aneh melihat kelompok pahlawan berkumpul.

[Ini adalah klub Dungeon, sebuah klub yang bertujuan menaklukkan dungeon.]

Yufilia menjelaskan sambil tersenyum.

[Sepertinya kamu melakukan jalan memutar yang panjang, tapi tujuan Yufi adalah membawamu ke sini.]

Tiraiza menyesap tehnya.

[Padahal lebih cepat jika kau membawanya langsung ke sini.]

Jiemi terkejut. Kurasa dia baru selesai latihan seperti seorang prajurit.

Dia masih berkeringat.

[Tapi, tidak adil jika kita tidak memperlihatkan klub lain, ‘kan?]

Yufilia menjawab dengan serius.

[Karena ini adalah hal yang bisa dilakukan oleh klub berpedang.]

Iris menenangkan Jiemi.

sepertinya, mereka ingin mengundangku ke klub ini.

[Apa kalian... punya alasan... khusus untuk mengundang... siswa... pindahan?]

Setelah aku perlahan bertanya kepada mereka, Yufilia mengangguk dengan serius.

 [Sejak awal, tidak banyak orang yang tertarik pada dungeon, dan tentu saja, mereka harus cukup kuat untuk tidak menghambat kami.]

Hanya dengan mengatakan bahwa kami membutuhkan seseorang dengan tingkat kekuatan yang sama seperti pahlawan, jumlah kandidat langsung berkurang.

Sebenarnya setelah grup ini terbentuk, ada banyak orang yang ingin bergabung.

Yah… soalnya di sini ada 4 perempuan cantik dengan tipe yang berbeda.

Bagi pria yang di penuhi oleh hasrat seksual, klub ini pasti sangat menarik.

Namun, semua orang gagal saat mengikuti tes. Tentu saja, menjadi rekan pahlawan bukanlah hal yang mudah dilakukan.

[Sebenarnya cukup banyak yang memenuhi syarat jika dilihat dari segi kemampuan. Tapi mereka menolak karena menaklukkan dungeon itu tidak ada gunanya.]

Eluh Jiemi.

Itu reaksi yang normal.

Jadi kenapa kau memilih menaklukan Dungeon, sebagai tujuan?

Ada banyak kasus dimana tidak ada apapun yang didapat dari menaklukkan dungeon.

Selain itu, jika kamu meninggalkannya untuk sementara waktu, monster akan mulai menempatinya kembali.

Kamu hanya sekedar mendapat ucapan terima kasih dari warga sekitar setelah menaklukkan dungeon.

kamu tidak bisa mencari penghasilan dari itu.

Bahkan di dungeon yang belum ditaklukkan, tidak ada jaminan kamu akan mendapatkan sesuatu.

kamu mempertaruhkan nyawamu untuk menaklukkannya, namun hasilnya tidak seberapa.

Sejak awal, dungeon sudah ada jauh sebelum sang pahlawan, dan merupakan hal-hal yang telah dibuat oleh peradaban kuno.

Akibatnya hanya sedikit dungeon yang ditemukan.

Jadi wajar tidak ada orang yang memilih menaklukan dungeon sebagai pekerjaan mereka.

Melatih diri sendiri, menghasilkan uang, atau melakukan petualangan yang menegangkan.

Sayangnya, dungeon di sini tidak diciptakan untuk itu.

Jika kamu ingin melatih diri sendiri, lebih baik bekerja dengan normal.

Jika kamu menginginkan uang, kamu bisa mengambil pekerjaan di guild atau mendapatkan pekerjaan tetap.

Tapi tunggu dulu.

Karena manusia tidak menjelajahi dungeon, tidak ada juga yang datang ke Kuil Kegelapanku.

Jika ada orang yang tertarik untuk menjelajahi dungeon dan memiliki kualifikasi untuk memasuki Dark Temple, mereka akan datang saat mereka mendengar legenda tersebut.

Namun butuh waktu lebih dari 1000 tahun agar orang tersebut muncul.

Ada kemungkinan dengan menambahkan mekanisme dungeon, kami bisa menarik minat manusia.

[Bagaimana? Apakah kamu tertarik dengan dungeon?]

Yufilia bertanya dengan malu-malu. Kurasa itu karena mereka ditolak oleh orang lain. 
Karena itu, aku merasa agak lemah.

[Aku tertarik ...... dengan dungeon.]

Yufilia tersenyum lebar setelah mendengar jawabanku.

[Itu bagus!]

[Walaupun kau memiliki motivasi, percuma saja jika kekuatanmu tidak mencukupi.]

Jiemi memegang kapak miliknya.

[Karena itulah aku sekarang akan menguji kemampuanmu!]

***

Aku beberapa kali menerima serangannya dan membuatku merlumuran darah.

[Bukankah dia tidak berguna?]

Gumam Tiraiza sambil mengemut permen.

[Tunggu sebentar, apa kamu masih hidup?]

Jiemi bertanya dengan cemas.

Aku tidak mungkin terbunuh dengan serangan seperti itu.

Alasanku menerima beberapa serangan adalah untuk menangkan pikiranku.

Hanya saja, aku butuh waktu untuk melakukannya.

Tak kusangka kalau kesempatan untuk membalas kekalahanku akan datang secepat ini.

Diriku yang sekarang berbeda dengan diriku yang sebelumnya!.

Aku bertarung dengan perempuan, jadi tentu saja tubuhku tidak mau bergerak, maka dari itu, rasakan ini!

[UOOOoo!!!]

Aku fokus ke senjata Jiemi, kapaknya.

Kapaknya berbentuk seperti tongkat kayu dengan mata pisau menempel diujungnya.

Aku membidik tongkat kayu itu, memperpendek jarak dengan Jiemi dan memukul bagian pegangannya.

Kapak itu pun hancur saat aku memukulnya

 [Eeeh?! Senjataku....]

Jiemi sangat terkejut sampai membuka mulutnya. Setelah itu, dia terlihat sedih.

[Tidak ada masalah dalam akurasi serangan, kecepatan, dan kekutan]

Yufilia merasa terkejut

[Tapi mengapa kau hanya menyerang sekali? Jika kamu dapat bergerak seperti itu, maka kamu tidak akan mendapatkan banyak serangan sebelumnya.]

Iris memiringkan kepalanya.

[Terkadang kamu akan menemukan seseorang seperti ini. Orang yang akan berbeda saat latihan dan saat bertarung, ataupun orang yang mulai lebih lambat dari musuhnya.]

Tiraiza menganalisa sambil menghela nafas saat melihat kapak yang hancur.

[Hei, Till?]
(Ed : Jiemi manggil Tiraiza dengan sebutan Till. Karena itu nama Klubnya, Klub Till)

[Aku tahu, aku akan memperbaikinya.]

[Terima kasih.]

Jiemi memeluk tiraiza untuk menunjukan rasa terimakasihnya, sepertinya dia juga bertugas membuat dan memperbaiki senjata.

[Kapak itu di perkuat dengan sihir sehingga tidak mudah hancur, tentu saja, pegangannya juga di perkuat sehingga tidak mungkin menghancurkannya dengan tangan kosong]

[Nn? Apakah kau mengatakan sesuatu?]

[Aku tidak mengatakan apapun, dan juga, sudah sering kukatakan kalau ini menyesakkan, jadi berhentilah menempelkan melon besarmu itu di wajahku.]

Tiraiza mendorong Jiemi menjauh.

[Jadi, apa yang akan kita lakukan tentangnya? Meluluskanya?”]

Jiemi menatap Yufilia.

Ketuanya adalah Yufilia, jadi ini adalah keputusannya.

Gerakan pertamaku sangat buruk, jadi aku dalam masalah.

[Kurasa tidak apa-apa kalau menjadi anggota sementara.]

Tiraiza tidak bisa langsung meluluskanku, namun dia masih memberikanku kesempatan.

[Emm, kurasa juga tidak apa-apa.]

Aku menundukkan kepalaku setelah Yufilia mengatakan itu.

[Mohon bantuannya.]

Yufilia menjulurkan tangan kanannya, tanpa sadar aku meraih tangannya dan berjabat tangan dengannya.

Aku berjabat tangan dengan semua orang dan pulang ke rumah.

Aku dapat  merasakan pertumbuhanku.

Dan perasaan puas itu tidak akan bisa didapatkan dari melatih tubuh dan menaikan level.

2 comments: