Saturday, 23 December 2017

Evil God Chapter 10


TranslatorKagami
Editor
Shiro7D
Proof Reader
UDesu

Chapter 10 :
Serikat Petualang (2)


Saat aku pergi ke sekolah keesokan paginya, Yufilia datang menghampiriku dan mengajakku bicara.

[Selamat pagi.]

Ketika aku menyapa, empat pasang mata menatapku dengan curiga.

Eh? Ada apa?

[Kudengar kemarin ada keributan di serikat petualang...]

Suara Yufilia terdengar dingin.
Hubungan antara sekolah dan serikat petualang sangat dalam.
Namun tak kusangka kalau kejadian kemarin akan menyebar secepat ini.

[ArpHa maXksRudmHiu?] (TL : apa maksudmu?)

Aku gagal berbicara dengan tenang karena merasa gelisah.

[Kurasa ada seseorang yang pergi ke Serikat Petualang kemarin.]

Jiemi melihatku dengan tatapan curiga.

[DuiSAna MueMAUang UAWDDAa sUediKIT KUEribUTAn, NamUen aKKo tINdAK tWau aPO yEng teIrjaNdi.] (Tl : Di sana memang ada sedikit keributan, namun aku tidak tahu apa yang terjadi)

Yufilia menerjemahkan bahasa misteriusku….

[Aku tidak tahu secara rinci, tapi sepertinya resepsionis Auretta telah dipermalukan atau semacamnya.]

Tiraiza menatap mataku.
Tentu saja, pemandangan kemarin tidak seharusnya diperlihatkan.
Apalagi wanita itu cantik.

[Sepertinya jumlah wanita yang tidak bisa menikah bertambah lagi.]
[Lagi?]

Iris memasang wajah aneh saat mendengar kata-kata Tiraiza.
Sedangakan Yufilia memegangi pipinya karena malu.

Sudah kubilang, aku tidak melakukan apapun. Dan kalaupun iya, bukan aku yang memulainya.

[KUaHli INni AKkuE tUIidak MOElAKUkAn aPAPAun!] (T:aku tidak melakukan apapun)
[Kau melakukannya!]

Jiemi mencekikku.

[Apakah kamu mengerti apa yang baru saja dia katakan?]

Iris memiringkan kepalanya.

[Karena tidak mungkin mengerti apa yang dia katakan, jadi aku memutuskan untuk melakukan tindakan ini.]

Tiraiza menjelaskan
Apa itu berarti apapun yang aku katakan, hasilnya akan tetap sama?
Tidak adil.

***

Sambil bersikeras mengatakan bahwa aku tidak melakukan apapun, bel pun berbunyi.
Guru yang mengajar akan masuk ke kelas

Nn? Tidak... ini orang lain.
Langkahnya berbeda.
Aku rasa ini adalah orang yang berbeda.
Aku mengenali langkah kaki dan hawa kehadiran ini.

Aku duduk di tempat dudukku sambil memasang wajah terkejut.

Saat pintu kelas terbuka, kelas pun menjadi ribut seolah melanjutkan keterkejutanku.

[Siapa itu?]

Aku mendengar seseorang mengatakan itu.
Yang baru masuk ke dalam kelas adalah seorang pemuda dengan penampilan di pertengahan 20 tahun.
Dia memiliki tubuh yang tinggi dan langsing, wajahnya yang tampan membuat para gadis bersorak.
Dengan mengenakan setelan sederhana, pria itu berdiri tegak dan membungkuk.

[Senang bertemu dengan kalian, nama saya Julius. Saya seharusnya menjadi asisten guru kalian, tapi beliau memiliki bisnis yang mendesak dan harus segera pergi. Jadi untuk sementara, saya yang akan menjadi wali kelas kalian. Mohon kerjasamanya.]

Julius menyapa mereka dengan senyuman yang menyegarkan.

Aku terjatuh dari mejaku.
Apa yang kalian lihat?
Dia adalah pelayanku. Dia adalah orang nomor 2 di pasukan Dewa Iblis.
Jadi kenapa dia mulai mengajar di sekolah ini?

Nah, jika kau bertanya kepadaku mengapa Dewa Iblis menjadi murid, maka aku juga tidak akan bisa membantahnya.

Para murid yang agresif terus menyerang dan menanyakan berbagai pertanyaan kepadanya.

"Apakah Anda adalah seorang alumni?" "Apakah Anda pindah ke pekerjaan baru?" "Apa makanan favorit Anda?"
Pertanyaan terakhir datang terutama dari anak perempuan.

Dengan lembut dia menjawab semua pertanyaan mereka.
Karena pak tua tidak lemah pada wanita.

Bahkan setelah jam wali kelas selesai, gadis-gadis agresif itu berkumpul di sekitar Julius dan menanyainya.

Tiraiza menatap mereka tanpa ekspresi.
Karena dari awal tidak tertarik pada pria, jadi dia juga tidak peduli walaupun itu adalah pria yang tampan.

Sementara itu, Jiemi meletakkan kepalanya di tangannya dan bergumam pelan.

[Apakah kau tidak menyukainya?]

Tiraiza bertanya pada Jiemi.

[Sepertinya dia agak mencurigakan. Tidak masalah jika dia pindah ke pekerjaan baru. Tapi kenapa kita tiba-tiba mendapat guru baru?]

Aku juga berpikir itu aneh. Sebenarnya bagaimana dia masuk ke akademi?
Jiemi sepertinya mencurigai pak tua.

[Kecurigaan Jiemi tidak masuk akal. Ini adalah sekolah terbaik di dunia. Jadi tidak mungkin orang mencurigakan atau musuh manusia bisa masuk ke sini dengan mudah.]

Yufilia membujuk Jiemi.
Tapi maaf. kami bisa masuk dengan mudah.

***

Setelah pelajaran selesai, aku berjalan melalui sekolah sambil berpikir  apa yang akan aku lakukan hari ini.

[Petugas kebersihan, bisa tolong bantu saya sebentar?]

Tampaknya mereka sedang mengerjakan sesuatu.
Aku melirik sedikit dan mencoba melewatinya.

Namun

[Terima kasih Jeko-san.]

Mendengar kata-kata itu, aku terkejut dan melihat petugas kebersihan bernama Jeko.
Yah, orang bernama Jeko di dunia ini pasti tidak hanya ada satu.
Ya. Tidak mungkin kepala divisi ke-13 tentara Dewa Iblis menjadi petugas kebersihan.

Petugas kebersihan mengatakan, "Tidak masalah", dan menjawab sambil tersenyum.
Dan senyum itu pun membeku saat dia melihatku..

Aku membawa Jeko dan pindah ke kelas kosong.
aku membuat penghalang kedap suara.

[Apa yang kau lakukan?]

Tentu saja, aku memukul dan menendangnya sebagai hukuman.

[Tunggu! Aku tidak melepaskan jaki milikku, jika Ashtal-sama menendangku dengan kekuatan penuh sekarang, aku pasti akan mati!]

Jeko memohon padaku. Jeko memakai cincin sepertiku.
Jaki --- kekuatan yang tidak diketahui manusia.
Jika kekuatannya menyebar, umat manusia pasti akan menjadi gempar dibuatnya.
Jadi, kami memakai cincin ini untuk menyembunyikannya.

Tidak hanya terbatas pada Jaki, Ryuuki dan Ninki juga memiliki efek besar pada kekuatan pertahanan dan kekuatan seranganmu.
Karena itu, saat ini Jeko sangat lemah.

[Jangan khawatir, aku juga tidak menggunakan Jaki!]
[Guhaaaaaaaaaaaaa!]

Jangan khawatir, aku tidak melepaskan Jaki sama sekali saat menyerangnya, jadi dia tidak akan mati dengan mudah. Namun, itu pasti sangat menyakitkan mengingat perbedaan kekuatan fisik kami.

[Kurasa aku akan mengampunimu kali ini.]

Pak tua masuk ke ruangan pada waktu yang tepat.

[Julius-sama! Ashtal-sama tidak tahu rencananya. Bukankah Anda seharusnya sudah menjelaskan rencana kita kepadanya?]
[Rencanaku memang begitu, tapi jumlah orang yang mengelilingiku lebih dari yang aku duga, jadi aku tidak sempat memberi penjelasan kepada Ashtal-sama.]

Julius dengan mudah menjawab keluhan Jeko.

[Pertama, kenapa kalian ada di sekolah ini?]
[Ya, saya mencari Anda untuk menjelaskan hal itu.]

Pak tua itu dengan anggun membungkuk dan mulai berbicara.

[Ashtal-sama, Anda sendirian di sini, dan Saya pikir Anda pasti akan kerepotan jika terjadi sesuatu yang merepotkan. Jadi, saya memutuskan untuk datang juga ke akademi ini.]

Pak tua ini seharusnya bisa dengan mudah lulus sebagai guru, jadi masalahnya hanyalah yang satu ini.
Ketika aku melihat Jeko, pak tua menebak apa yang aku pikirkan dan menjelaskan padaku.

[Ketika saya memberi tahu semua kepala divisi di Kuil Kegelapan, mereka mengatakan bahwa mereka juga ingin ikut. Saya pikir akan buruk jika saya membawa semuanya, jadi saya mengizinkan seseorang untuk ikut dengan saya.]
[Karena aku yang menang, jadi aku yang ikut.]
[Yah kau hanya menang dalam undian.]
[Kemenangan adalah kemenangan. Divisi ke-13 adalah yang paling kuat. 13 adalah nomor terbaik kami.]

Adrigori pasti sangat frustrasi karena Jeko yang menang.

[Bagaimana cara kita bisa masuk akademi ini? Apakah pemeriksaan sekolah ini begitu longgar?]

Aku langsung bertanya hal yang membuatku sangat penasaran.

[Tidak mungkin kita bisa masuk secara normal. Pemeriksaan identitas mereka sangat ketat, dan Anda harus lulus ujian untuk mendapatkan izin masuk sekolah. Jika identitasnya tidak diketahui, Anda memerlukan wali untuk masuk.]

Dunia ini berbeda dengan masa laluku. Tidak semua warga memiliki daftar keluarga.
Hampir tidak ada yang memilikinya di daerah pedesaan.

[Apakah kau waliku?]
[Tidak mungkin, saya juga seseorang yang identitasnya tidak dikenal.]

Pak tua bercanda. Namun, ia segera kembali ke ekspresi normal lalu menjelaskannya padaku.

[Walinya adalah kepala sekolah di sini, Sang Penyihir Agung Serina-dono. Serina-dono adalah pahlawan dari bencana iblis generasi ke-6. Jika dia mengizinkannya, Anda bisa melakukan hampir semua hal.]

Ada banyak pahlawan yang telah mengalahkan raja iblis. Yufilia adalah salah satunya.
Dan sejarah tentang mereka sudah sangat banyak.

Namun, raja iblis yang sudah memulai bencana iblis itu sangat berbeda.
Kekuatan raja iblis bersama tentara mereka berada di tingkat yang benar benar berbeda.
Yah… Jika mereka lemah, bencana iblis juga tidak mungkin akan terjadi.

Level kekuatan raja iblis biasanya muncul secara acak. Jika kamu tidak beruntung dan bertemu raja iblis yang kuat, maka terjadilah bencana iblis.

Pada saat itu, ukuran pencapaian saat mengalahkan bencana iblis bukan lagi menjadi hal yang sepele. Mengalahkan raja iblis dalam situasi di mana kau hanya bisa mengatakan [Menurutku, umat manusia akan segera hancur, serius, seseorang lakukan sesuatu!] Membuat rasa terima kasih meningkat secara drastis.

Jika prestasi Yufilia memiliki nilai 10, maka prestasi Serina akan berbeda darinya, sekitar 100 atau 1000.
Hal itu memang sangat luar biasa.
Perintah dari orang seperti itu biasanya akan langsung disetujui kecuali hal itu sangat merepotkan.

[Jadi begitu...]
[Ya, saya hanya meminta padanya dan dia langsung menyetujuinya.]

Jeko menyela percakapan kami.

[Mengapa Serina menerima permintaanmu dengan begitu mudah?]
[Pak tua pernah bertemu dengan Serina 50 tahun yang lalu, dan itu hanya sekali.]
[Sebenarnya dua kali, pada saat itu dia berutang budi pada saya, jadi saya bisa mendapat persetujuannya dengan mudah.]

Jeko memiringkan kepalanya dan mengangguk.
Aku tidak terlalu mengerti tapi aku pura-pura mengerti.
Tapi Jeko itu bodoh, jadi dia pasti tidak mengerti sama sekali.

[Ah, saya baru saja mendapat kontak darinya. Dia bilang kalau dia ingin Anda datang ke serikat petualang.]

Aku diberitahu oleh pak tua dan kali ini aku memiringkan kepalaku.

[Ada urusan apa Serikat denganku?]
[Karena kejadian kemarin, Anda belum menyelesaikan pendaftaran Anda. Dan mereka akan menceritakan detailnya di sana. Tapi bukan berarti Anda harus datang hari ini juga.]
[Hmm.]

Padahal kupikir pendaftarannya sudah selesai......
Saat itu, aku langsung pulang karena terjadi keributan, jadi mungkin ada yang kurang.
Atau mungkin mereka hanya menggunakan ini sebagai alasan untuk memanggilku karena ada hal yang perlu mereka beritahukan padaku.
Kurasa mereka tidak menyadari bahwa aku yang memulai keributan itu, tapi aku akan segera  ke sana dan menyelesaikan urusanku.


0 comments:

Post a Comment