Tuesday, 12 December 2017

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 212 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal 

Chapter 212: Dua Model Baru, dan Sebuah Tameng


Ooo…(Yae)
Jadi ini Frame milik kita…(Hilda)
            Yae dan Hilda meninggikan suaranya sambil menatap 2 Framegear yang ada di depan mereka.


Frame yang ada disalah satu sisi adalah frame yang ber-armor ungu.


Frame itu didesain seperti armor jepang yang memiliki dekorasi bulan sabit yang panjang dan kecil di helmnya.
Dekorasi ini mirip seperti helm Date Masamune, Sang Komandan Militer pada periode peperangan.

Frame ini dilengkapi dengan oodachi dan wakizashi di pinggangnya dan juga memiliki pendorong yang dipasang di kakinya untuk menambah mobilitas Frame.
Ada juga sihir [Accel] yang ada di slot sihir-nya, Frame ini bisa langsung bergerak dengan akselerasi super.

Frame ini juga bisa membuat serangan terus-menerus seperti halnya membunuh lawanmu dengan sekali tebasan oleh pedang.
Frame berkecepatan tinggi ini bagus dalam pergerakannya dan mampu membunuh musuh dengan cepat menggunakan pedang kristal tajam meski tidak memiliki pertahanan yang tinggi.
Inilah Framegear pribadi Yae, [Schwertleite].

Disamping Frame itu berdiri Frame oran
ge yang menghadap ke arah kami.
Frame itu, yang dilapisi armor besar, berwarna hitam dan orange sebagai warna utama nya.

Frame itu dilengkapi dengan pedang panjang dan tameng yang cukup besar.

Kemampuan bertahan-nya lebih besar daripada Frame milik Yae.

Bagian tubuh yang terlihat seperti sirip hiu membentang dari punggungnya yang menjadi pedang raksasa setelah ber-transformasi dan berperan untuk melawan Fraze kelas-atas.
Aku juga telah menambahkan [Modelling] pada-nya sehingga pedang itu bisa memanjang 2x lebih panjang dari ukuran asli-nya.

Terlebih lagi, tamengnya juga bisa berubah menjadi kerucut spiral dan bisa menjadi tombak bor setelah digabungkan dengan godam yang ada di punggung Frame yang nantinya akan digunakan sebagai ujung tombak.

Tombak berputar dengan kecepatan tinggi jika diberi kekuatan sihir dan membuatnya bisa menghancurkan lawan menjadi bagian-bagian kecil.
Inilah Framegear pribadi Hilda, [Siegrune].

Kedua gadis itu pun menaiki Framegear-nya masing-masing, mengayunkan pedangnya, berlari-lari dan menyesuaikan pergerakannya sambil terus menungganginya, dan juga mencoba untuk mengoperasikannya.

Kecepatan reaksinya sangatlah hebat berbeda dengan Night Baron… Ini terlihat seolah-olah aku menggerakkan tubuhku sendiri, degozaru~(Yae)
Kekuatannya juga lebih tinggi. Kalau sekarang, meski Fraze kelas-atas yang menjadi lawanku, aku akan sanggup…(Hilda)
Jangan terlalu senang dulu. Lawan kita mungkin memiliki beberapa Fraze kelas-atas yang lebih kuat. Ketidaksiapan adalah musuh terbesar seseorang.(Touya)

Sejujurnya, dengan adanya Frame tipe-baru bukan berarti menjadi kita tak terkalahkan.
Setidaknya, aku ingin memastikan bahwa Frame Yae dan Hilda bisa menahan laser dari Fraze, tapi mungkin itu masih mustahil meski bagi Frame mereka.

Aku bermaksud untuk melengkapi Frame Sue yang saat ini masih dibuat, dengan armor yang bisa menahan serangan itu berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

Setelah kami selesai melakukan tes operasional Schwertleite dan Siegrune, kami kembali ke istana.
Sesampainya disana, aku memanggil Sakura dan Kougyoku dan pergi ke [Silver Moon] yang berada di kota dengan berjalan.

Tadi pagi seorang pegawai [Silver Moon] datang untuk memberitahu kami, bahwa Si Dark Elf onee-san sudah sembuh dan telah siuman.
Sepertinya ia sudah sembuh total, dilihat dari tidak adanya masalah lagi pada tubuhnya, bahkan nafsu makannya yang sudah kembali, tapi kurasa aku akan melihatnya agar lebih yakin.

Setelah mengetuk pintu dan masuk, aku melihat Fleur-san duduk di kursi dan si Dark Elf onee-san mengangkat setengah tubuhnya.
Ia pun langsung melompat, berlutut dan membungkukkan kepalanya saat Fleur-san mengenalkan kami.
Hei! Kau tidak perlu bersujud!

Saya bahkan tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata untuk menunjukkan rasa terima kasih karena telah menyelamatkan hidup saya. Saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan disembuhkan oleh Baginda Raja Brunhild… Spika Frennel ini akan mempertaruhkan nyawanya untuk melayani Baginda.(Spika)

Ini terlalu berlebihan!
Tidak, ini tidak terlalu berlebihan mengingat nyawanya yang diselamatkan, kan?

Mmn, tidak apa-apa jika kau tidak terlalu memikirkannya. Pokoknya, aku senang melihat penyakitmu sudah disembuhkan dan melihatmu sudah sembuh. Jika kau mau, aku bisa mengantarmu ke Kerajaan Iblis Zenoasu dengan sihir transfer, lho?(Touya)

Aku pernah berada di jalan utama Zenoasu, meski dari langit sih. Aku rasa aku bisa membuka [Gate] untuk kesana.

Tidak, saya tidak punya tempat untuk kembali disana, jadi, saya berpikir apakah saya bisa mendapat pekerjaan di negara ini karena hampir mustahil bagi ras Iblis untuk mendapat pekerjaan di negara lain.(Spika )

Spika-san memperlihatkan tawa yang agak masam. Mungkin ini berarti kalau ia juga memiliki alasan untuk tidak kembali kesana?
Meski aku sudah diberitahu semuanya bahwa banyak dari Dark Elf berasal dari keluarga yang berbeda di Negara Iblis.

Meski jika kau mengatkan “pekerjaan”… Kau pasti memiliki semacam keahlian, kan?(Touya)
Saya terdaftar di pasukan dan dipekerjakan sebagai pengawal di Zenoasu. Jika boleh, saya ingin dipekerjakan dalam bidang yang sama disini…(Spika)

Seorang pengawal, ya?
Bukankah itu berarti kalau ia termasuk pasukan elit?
Bahkan, cara bicaranya sama seperti prajurit.
Aku penasaran apa yang terjadi di negara itu sampai-sampai orang seperti dia tidak bisa kembali kesana?
Apakah ia seorang kriminal… tidak, kupikir bukan.

Ou-sama… Tidak bisakah anda melakukan sesuatu terhadap pekerjaannya?(Sakura)
Eh ? Mn…. Yah, bukan berarti ia tidak bisa dipekerjakan di Orde Ksatria sih, tapi…(Touya)

Ini termasuk pemandangan langka untuk melihat Sakura khawatir terhadap orang lain. Itu karena gadis ini melakukan sesuatu seenaknya walaupun hal itu baik atau buruk.
Spika-san juga melirik wajahku.

Sepertinya, ini terlihat seperti sesuatu yang mustahil untuk diminta, ya?(Spika)
Memang, jika kau mengatakannya seperti itu. Akan tetapi, bagaimana kalau kau  menjadi member baru? Gajinya memang akan sedikit sih, tapi… apa kau tidak keberatan?(Touya)
Tidak masalah. Saya pasti akan menjadi kekuatan Baginda Raja.(Spika)

Spika-san pun menolehkan matanya padaku.
Aku merasakan sesuatu, atau bisa dikatakan, ada yang berubah pada pandangan itu.

Kalau begitu, haruskah kita membuatmu untuk ikut tes pendaftaran untuk saat ini? Karena ini bukanlah sebuah keputusan yang bisa kubuat sendiri.(Touya)
Terima kasih banyak!(Spika)

Spika-san sekali lagi menundukkan kepalanya.
Oleh sebab itu aku ingin kau untuk berhenti bersujud…

…Syukurlah, iyakan?(Sakura)
Iya! Terima kasih banyak, Sakura-sama.(Spika)
Tidak perlu menambahkan “-sama”(Sakura)
Eh? Akan tetapi, untuk menghormati tunangan Baginda itu…(Spika)

Tidak-tidak-tidak. Itu berbeda.
Gadis ini bukan salah satu tunanganku meski aku memiliki banyak tunangan.
Spika-san mengangguk tanda mengerti saat aku menjelaskan keadaan Sakura.

Jadi seperti itu, ya? Hilang ingatan… saya yakin itu pasti berat…(Spika)
Tidak sama sekali kok. Sangat menyenangkan melihat berbagai hal yang terjadi di negara ini. Spika-san pasti juga akan suka disini. Aku yakin itu.(Sakura)

Sakura mengatakan itu tanpa ragu seolah-olah itu hal yang sepele.
Setelah mendengarnya, Spika-san kebingungan untuk sesaat, tapi kemudian tersenyum seakan-akan melihat seseorang yang disayanginya.

Saya pernah diberitahu dengan kata-kata yang sama sebelumnya.…Sakura-sama, anda adalah orang yang menakjubkan, bukan ? Rupa anda sama seperti kenalan saya.(Spika)
Tidak perlu berbicara dengan formal.(Sakura)
Tidak, anda juga termasuk orang yang menyelamatkan hidup saya. Saya bisa menodai nama keluarga saya jika saya melupakan hal ini. Meskipun nama keluarga itu sudah jatuh, tetap saja… (Spika)

Spika-san tiba-tiba menutup mulutnya. Ia menutup mulutnya seolah-olah telah mengatakan hal yang buruk.

Ini terlihat seperti ada suatu masalah yang menodai nama keluarganya. Sebenarnya apa yang terjadi di Kerajaan Iblis?
Meski aku tidak akan menelusurinya lebih jauh, sih. Yah, untuk sekarang, mari bawa dia ke tempat Yumina berada karena kondisi tubuhnya sudah baik.

Aku harus memintanya untuk melihat Spika-san dengan mata sihirnya meskipun aku berpikir kalau ini akan baik-baik saja.

Kami pun tiba di halaman istana setelah aku membuka [Gate].
Aku membiarkan Spika-san yang melihat dengan gelisah dan terkejut karena ini merupakan transfer pertamanya dan meminta Kougyoku untuk memanggil Yumina.

Tak lama kemudian, Yumina pun datang.
Kali ini, Spika-san bertekuk lutut dan merendahkan kepalanya dengan penuh rasa hormat pada kemunculan sang tunangan.
Selain menjadi tunanganku, Yumina juga merupakan Tuan Putri Belfast, jadi kurasa apa yang Spika-san lakukan tidak berlebihan.

Berdirilah. Namamu adalah Spika-san, kan?(Yumina)
Benar.(Spika)

Setelah berdiri, Spika-san menatap lurus ke mata Yumina.
Setelah beberapa lama kemudian, Yumina pun tersenyum.

Tidak ada masalah sama sekali. Aku berpikir kalau orang ini memiliki hati yang sesuai untuk menjadi ksatria Brunhild.(Yumina)
Terima kasih banyak…(Spika)

Spika-san terlihat kebingungan dan menunjukkan ekspresi penasaran tentang apa yang tidak ada masalah sama sekali sambil tetap berdiri.
Sepertinya ia telah diakui oleh Yumina.

Kemudian, haruskah aku menyuruhmu untuk memperlihatkan kemampuanmu? Ikuti aku.(Touya)

Setelah meninggalkan halaman, kami pergi menuju lapangan latihan di belakang.
Seperti biasa, hari ini semua orang juga latihan dengan giat.
Para ksastria yang telah lelah karena menggunakan semua tenaganya, sedang beristirahat di sudut lapangan.

Hei, apa-apaan dengan jumlah ini?
Ini terlalu banyak oi!
Ini pasti gara-gara Moroha-nee-san…

Semua orang mencoba untuk berhenti setelah melihat kami datang ke lapangan,  tapi mereka mulai berlatih kembali setelah aku memberi sinyal pada mereka sehingga mereka bisa berlatih tanpa menghiraukanku.

Tapi tetap saja, pandangan mereka tertuju pada kami.

Apakah mereka penasaran dengan Spika-san?
Orang-orang yang menyukai Dark Elf termasuk langka, dan selain itu, ia juga cantik.
Jadi kurasa, mau bagaimana lagi.

Baiklah… sekarang. Ooi, Nicola-san..!!!(Touya)
Ya. Ada yang bisa dibantu, Baginda?(Nicola)

Aku memanggil Wakil Komandan Nicola-san yang sedang latihan halberd di bangku di sudut lapangan.

Aku akan bergantung padanya sehingga ia akan memilih seseorang sebagai lawan atas pilihannya sendiri karena kami akan melakukan tes pendaftaran untuk Spika-san.

Setelah ia memilih seseorang, kami pun pergi ke gudang.
Spika-san memilih sebilah pedang dan sebuah tameng.
Setelah ia mengayunkan pedang tersebut agar terbiasa dengan beratnya, kami kembali ke lapangan latihan.

Setelah itu ia bersiap-siap untuk menghadapi lawan yang Nicola-san pilih, ia dan lawannya mempersiapkan senjata masing-masing setelah menyapa satu sama lain.
Yang akan menjadi lawannya adalah ksatria pengguna tombak.

Pertandingan dimulai dan beberapa tusukan tombak yang diarahkan ke Spika-san saat itu juga.

Ia bertahan dari semua serangan itu dengan tamengnya dan membuat tusukan tajam dengan pedangnya ke arah dada lawan setelah menghindar.
Semua serangan tombak itu tertahan oleh tamengnya dan tidak mengenainya sama sekali.

Spika-san memanfaatkan celah untuk mengayunkan tamengnya dan menendang kaki lawan sementara keseimbangannya hancur dari samping.
Ia pun menancapkan pedangnya didepan lawannya dan meraih kemenangan.

Itu [Shield], degozaru~(Yae)
Ternyata [Shield], ya?(Hilda)

Sebelum aku menyadarinya, Yae dan Hilda telah datang dan berdiri di sampingku sambil mengatakan sesuatu.

Ini mengejutkanku. Apakah mereka sudah ada disini sejak tadi?
Ada apa dengan tamengnya?
Bagiku itu hanya terlihat seperti tameng biasa  …

Itu adalah teknik pertahanan yang digunakan untuk bertahan, daripada itu, mari katakan saja, teknik berpedang yang tujuannya membunuh lawan. Penggunanya menahan serangan lawan dengan menangkis dan tidak membiarkan lawan untuk menyerang lagi. Kurasa ini adalah teknik berpedang yang memilih untuk menyerang di saat-saat terakhir.(Yae)
Yang mengagumkan adalah ia merubah posisinya untuk menahan serangan lawan dengan tamengnya, menangkisnya dan menghancurkan kekuatan lawan sepenuhnya. Itu bahkan mungkin bisa menghancurkan pertahanan lawan yang bahkan bisa merespon. Ini adalah teknik yang sulit.(Hilda)

Itu seperti melawan udara yang artinya sia-sia saja. Seperti itu, ya?

Penggunanya menangkis serangan yang datang dan menuntun lawan sambil menyudutkan lawan pada situasi dimana akan susah untuk membalas menyerang atau bertahan.
Setelah melakukan itu, penggunanya akan mengalahkannya.
Memang, aku merasa jika menggunakan teknik itu, akan mungkin untuk mengalahkan lawan tanpa membunuhnya.
Secara alami, seharusnya itu mungkin juga bisa membunuh lawanmu setelah ia membuat celah.

Bagaimana jika seseorang itu tidak memiliki tameng?(Touya)
Ke-efektifannya berkurang separuh… tidak, akan lebih daripada itu. (Yae)

Seharusnya seseorang juga bisa menangkis dengan pedang, meski sepertinya akan susah untuk menyudutkan lawanmu seperti saat kau menggunakan tameng.
Sebuah teknik berpedang yang menggunakan tameng, yah.
Teknik itu memang tidak biasa.

Tanpa menghiraukannya, teknik berpedang yang menggunakan tameng memang ada. Keluarga yang membanggakan teknik pertahanannya di ras Iblis adalah keluarga gadis ini, Frennel. Keluarga ini adalah salah satu dari 5 keluarga bangsawan yang menasehati Sang Raja Iblis

Sakura mengatakannya pada saat yang sama saat ia melihat bagaimana Spika-san mengalahkan lawan keduanya dengan menggunakan teknik yang sama.
Dia pasti tahu banyak tentang itu.

… atau seperti itulah yang tertulis di buku. Keluarga Frennel itu terkenal. Mungkin, ia juga berasal dari keluarga itu(Sakura)
Begitu ya. Aku penasaran kenapa orang dari keluarga terhormat mau datang kemari…(Touya)

Sepertinya ada alasan dibalik mengapa ia tidak bisa mengatakannya pada orang lain, tapi, mari jangan membongkar alasan tersebut.
Sudah jelas kalau ia bukanlah orang jahat dan terlebih lagi, Yumina telah mengakuinya dan memberi persetujuan.
Jika ia mencoba untuk memulai hidup barunya disini setelah membuat kesalahan besar sampai ia tidak bisa kembali kesana untuk suatu alasan, kurasa itu juga tidak apa-apa.
Lalu aku pun menyetujui pendaftaran Spika-san di Orde Ksatria Brunhild setelah melihat pertandingannya dan setelah melihat Nicola-san yang menilai kemampuannya yang cukup baik.


Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

2 comments: