Saturday, 16 December 2017

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 216 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Zero
Proof Reader
Mizuki Hashima



Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal 

Chapter 216: Kapal Terbang dan pendekar Oni Perak


Kapal ini benar-benar bisa berjalan cukup cepat.
Iya, ya?

Saat ini, aku sedang menaiki kapal terbang berkecepatan tinggi yang yang ada [Hanggar] dan terbang ke langit. Sekarang, aku ada di langit Regulus. Dan Monica lah yang mengemudikannya.


Inilah Kapal-Terbang-Berkecepatan-Tinggi [Gungnir]. Bentuk lambung kapalnya entah bagaimana ada tonjolan bengkak ditengahnya, benda ini ternyata adalah dedaunan pohon bambu… Itu terlihat seperti sebuah forum yang menyerupai ujung tombak yang memiliki sayap kecil dibelakangnya.
Benda itu tidak terlihat terbang karena efek aerodinamika meskipun sebenarnya benda itu terbang, jadi mungkin benda itu digerakkan oleh suatu kekuatan tertentu.
Seperti yang orang bisa perkirakan dari sebuah kapal yang disebut dengan Kapal-Terbang, kapal ini bisa mendarat di daratan dan di permukaan air. Kapal ini bisa terbang dengan cukup cepat tapi sejujurnya, aku bisa terbang lebih cepat menggunakan [Fly] dengan segenap kemampuanku.


Untuk saat ini, jumlah penumpang yang bisa diangkutnya adalah 12 orang sambil menjaga ketinggiannya.


Awalnya, Cairan-Ether digunakan sebagai bahan bakar untuk mengoperasikannya, namun setelah mengumpulkan ulang dan meningkatkan sistem yang digunakannya, akhirnya kapal ini menggunakan energi yang didapat melalui amplifikasi kekuatan sihir yang diambil dari lingkungan sekitar dan atmosfir sama seperti framegear model baru.
(TL: bingung..? Baca ulang dan teliti~)

Kutebak kapal ini akan bergabung dengan framegear Sue, ya?
Bagian belakangnya lah yang akan melakukannya. Secara otomatis, kapal ini akan ada dalam mode-autopilot saat bergabung, jadi kami tidak akan dibutuhkan.(Monica)

Kapal ini juga bisa dirubah menjadi mode auto-pilot. Jika aku disuruh menjelaskannya secara gamblang, menaikinya dan mengatakan [Antarkan aku ke], maka orang itu      akan diantar ke tempat yang dituju berkat fitur pengenal suara yang telah dipasang. Namun, kapal ini tidak bisa mengurus situasi yang tidak terduga, jadi memasrahkan semuanya pada mode auto-pilot juga bermasalah.

Untuk berjaga-jaga, sebuah barir tidak terlihat juga telah dipasangkan, jadi seharusnya kapal ini tidak terlihat saat terbang. Yah, meskipun suara terbangnya masih bisa terdengar sih.(Monica)
Apakah kapal terbang ini memiliki suatu perlengkapan?(Touya)
Tidak ada sama sekali. Tapi kapal ini memiliki badan yang kuat, jadi kau bahkan bisa mengalahkan seekor fraze  dengan cara membenturkannya.(Monica)

Yah, mungkin masih aman kalau yang ditabrak adalah fraze kelas-rendah, tapi aku ingin agar kau menahan dirimu untuk melakukan serangan bunuh diri atau sejenisnya melawan kelas-atas dengan kapal ini.


Gungnir pun melewati Rodomea, dan sampai di langit Yuuron.

Ternyata, tanah yang hancur dan reruntuhan disini terlalu berlebihan …

Perumahan hancur, pepohon yang tumbang, Tanah yang hancur lebur, hal-hal semacam ini yang telah disebabkan oleh fraze terlihat di mataku.


Diantara semua itu, aku melihat rekonstruksi kota-kota di berbagai tempat. Meski 
kejadian seperti itu telah terjadi, masih ada orang-orang yang memutuskan untuk tinggal disini.


Aku merasa sedikit sedih ketika berpikir kalau aku mungkin saja dinilai sebagai musuh oleh orang-orang ini.

Master.(Kohaku)
Hm? Kohaku?(Touya)

Sementara aku melihat suasana yang ada di bawahku, sebuah telepati dari Kohaku datang. Apa ada sesuatu yang terjadi?

Yae-sama mengatakan kalau ia ingin berbicara dengan lord……Guuue!『Touya-dono! Bisakah kau mendengarku – de gozaruka!!?』』(Kohaku & Yae)
Aku bisa mendengarmu, dan karena aku bisa, sebaiknya kau tidak memperlakukan Kohaku dengan terlalu kasar.(Touya)

Aku bisa mendengar suara Yae bercampur dengan telepati Kohaku. Teriakan sebelumnya pasti dari Kohaku. Kenapa ia panik? Apa yang telah terjadi?

Baru saja, sebuah surat dari ibuku datang dari kaca sihir! Beliau menulis bahwa pasukan Hashiba mulai menginvasi Oedo, bahwa sebuah perang telah dimulai-de gozaru! Pasukan Hashiba memiliki 200,000 personel sementara aliansi Tokugawa memiliki 60,000 personel… Perbedaan potensi perangnya lebih dari 3 kali lipat. Terlebih lagi, Ieyasu-sama terluka pada pertempuran pertama…!(Yae)
Apa katamu!?(Touya)

Apakah itu pasukan Hashiba Hideyoshi yang telah Tsubaki-san sebutkan? Apakah ia ingin menyatukan Ishen sebelum menginvasi Yuuron?

Aku akan menaiki [Schwertleite], dan membubarkan pasukan Hashiba!(Yae)
Yah, bagaimana yah…(Touya)

Aku memiliki masalah dengan membiarkan framegear ke pertempuran antara manusia. Tenanglah, Yae-san. Jangan panik. Yah, kurasa mau bagaimana lagi karena keluarganya dalam masalah.

Monica, ganti tujuan perjalanan kita ke Oedo di Ishen.(Touya)
Roger.(Monica)

Kami menuju ke Oedo secara lurus karena aku tidak tahu dimana pertempurannya berlangsung. 10 Menit dari sekarang, kami akan sampai ke daerah sekitar Oedo.

Pokoknya, aku akan membuka [Gate].(Touya)

Setelah menghadap ke ruang tamu yang jauh dari kokpit, aku pun membuka [Gate]. Lalu, Yae dan Kohaku melompat kemari dari mana mereka berasal barusan, akan tetapi, daripada dikatakan masuk, ini terasa seolah-olah Kohaku ditarik sementara lehernya dicekik.

Touya-dono! …Hei, ini dimana?(Yae)

Yae pun melepaskan Kohaku sambil melihat sekitar dengan gelisah. Kohaku yang jatuh di lantai, mencoba untuk berdiri dengan goyah dan terjatuh lagi.

Guuu…(Kohaku)

Ia pun merintih kecil, matanya berputar-putar dan terlihat kelelahan. Kejamnya.

Kita ada di dalam kapal-terbang. Saat ini, aku sedang berada di tengah-tengah tes penerbangannya. Sekarang kita sedang menuju ke Ishen.(Touya)
Aku bersyukur… Aku diberitahu bahwa ayahanda dan kakakhanda telah pergi ke medan pertempuran, jadi aku…(Yae)

Kejadian seperti ini juga pernah terjadi sebelumnya. Yah, walau lawan saat itu adalah pasukan bertopeng iblis Takeda sih.


Akan tetapi, aku penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi disana. Akan lebih baik jika lawannya adalah Negara aliansi, tapi ini adalah pertempuran saudara. Terlebih lagi, bukankah akan terlihat buruk untuk membantu Ieyasu-san yang hanya merupakan salah satu dari Raja federal? Kurasa memang akan ketahuan jika kami memakai sesuatu seperti framegear.


Mungkin nantinya aka ada beberapa pihak yang menyatakan kalau aku sedang mencoba untuk menjadikan Ishen sebagai pengikutku. Kurasa Yuuron yang akan melakukannya.

Seperti yang sudah kuduga, haruskah kali ini aku menyamar sebagai komandan bertopeng yang secara kebetulan sedang lewat?(Touya)
Bertopeng…?(Yae)

Aku mengeluarkan pecahan mythril [Storage] dan membuat sebuah topeng dengan sedikit memodifikasinya. Topeng ini tidak akan menutupi seluruh wajah, topeng ini hanya menutupi bagian atas wajah. Ini terlihat seolah-olah aku akan menghadiri pesta topeng dengan ini. Haruskah aku juga menambah tanduk atau semacamnya?


Kalau aku tidak salah, seharusnya aku memiliki baju bergaya Ishen yang kuterima dari Zanack-san. Jika aku memakai hakama dan uwagi, tabi di zouri, dan juga jinbaori, aku akan terlihat seperti orang dari Ishen. Menutupi diriku dengan [Mirage] juga tidak apa-apa, tapi hal itu merepotkan jika terjadi sesuatu yang mendesak.


Aku berganti pakaian dengan cepat setelah memasang [Invisible] di sekitar dan menjadi transparan. Aku masih enggan untuk berganti baju di depan Yae meski ia merupakan tunanganku.


Oops, aku lupa katananya. Masih ada prototype yang tersisa saat aku membuat  [Transparent Flower] milik Yae, kan? Aku juga mengeluarkannya setelah mengganti bajuku dan meletakkannya ke dalam obi di pinggangku.


Akhirnya aku memakai topengnya, dan kostum pendekar iblis yang numpang lewat pun sudah selesai. Kupikir aku terlihat agak keren dengan hakama hitam dan Jinbaori.

Bagaimana penampilanku?(Touya)
Bahkan meski kau bertanya padaku… Yah, aku melihatmu seperti orang dari ishen…(Yae)

Yae menatapku seakan-akan tidak tahu apa yang harus dikatakan. Apakah seaneh itu? Tapi kurasa memang tidak mungkin bahwa orang yang memakai topeng bisa dinilai jujur.

Master. Kita sudah berada di langit Ishen.(Monica)

Karena suara Monica yang datang dari kokpit, aku melihat keluar jendela dan melihat warna hijau menyebar di tanah, tidak seperti Yuuron barusan.

Ada tanda-tanda orang-orang berkumpul di barat laut Oedo. Kemungkinan besar pertempurannya ada disana.(Monica)
Pergi ke tempat itu dengan kecepatan penuh!(Touya)
Ok. Kita akan sampai dalam 1 menit.(Monica)

Tak lama kemudian, aku bisa melihat istana tegak di balik bukit yang ada di dataran sekitar. Istana itu terasa seperti istana bergaya Jepang dengan campuran desain barat di berbagai tempat. Beberapa parit ada di sekelilingnya.


Terlebih lagi, ada puluhan ribu prajurit menembakkan panah api untuk mengepungnya. Beberapa prajurit yang berbaris di belakang memegang bendera labu emas. Apakah mereka prajurit Hashiba? Tanpa dihitung pun jumlah mereka lebih 200.000 , tapi apakah mereka mungkin vanguard prajurit barisan depan? Meski begitu, jumlah mereka adalah beberapa ribu.


Diseberang jembatan dan parit, ada beberapa prajurit dengan penuh semangat berlari ke depan lagi dan lagi sambil memegangi batang kayu yang mereka sebut dengan battering ram di depan gerbang. Meski ada panah yang ditembakkan ke arah mereka dari balik gerbang tersebut, angin mulai berhembus dan menyasarkan panah-panah tersebut dari targetnya. Jadi ada penyihir angin ya.


Anginnya bertiup saat batang kayu itu mulai menghancurkan gerbang istana. E~to, ini bukanlah waktu untuk melihatnya. Aku harus cepat-cepat melakukan sesuatu.

Yae, pergilah ke dalam istana. Cari Juubei-san dan Juutarou-san dan beritahu mereka kalau aku telah datang. Jaga rahasia ini dari orang lain. Kohaku dan aku akan mengurus prajurit yang ada di depan gerbang istana.(Touya)
Aku mengerti…katakan, akankah baik-baik saja meski jika aku tidak memakai topeng ini?(Yae)
Seharusnya tidak apa-apa. Berita pertunangan kita masih belum diumumkan dengan secara luas tidak seperti Yumina dan yang lain. Kenapa? Apa kau ingin memakainya?(Touya)
BERHENTILAH BERCANDA!!. Aku akan membuat ayahanda dan kakanda khawatir.(Yae)

Dalam hal apa?


Pokoknya, aku mengirim Yae ke tempat didalam menara istana. Lalu aku bersama Kohaku, yang berubah ke wujud aslinya berpindah ke atas gerbang istana.

Apa~!?(???)
Apa ini…!?(???)

Aku turun ke bawah gerbang istana tanpa mempedulikan kedua pihak meski mereka terkejut akan kehadiran tiba-tiba macan putih dan orang bertopeng perak di depan mereka.

HEI! Kau menghalangi! Minggirlah!!(???)

Seorang komandan yang mengarahkan battering ram memberikan perintah untuk menyerang pada para prajuritnya. Apakah itu artinya ia akan menabrak kami bersama dengan gerbangnya?


Aku mengulurkan tanganku ke arah batang kayu yang mendekatiku setelah diisi ulang.

[Gravity][Power Raise](Touya)

Aku menghentikannya dengan satu tangan, yang membuat suara keras. Setelah memegang batang kayu ini, aku mengangkatnya bersama dengang orang-orang yang berpegang padanya dan melemparnya dengan kuat ke parit istana. Ini adalah sihir non-atribut [Power Raise] yang menambah kekuatan fisik bersama dengan membuat badanku menjadi berat, dan akhirnya, mengehentikan serangan itu.

Ap~, ap-apa !?(???)

Prajurit aliansi Tokugawa yang mengarahkan panahnya ke arahku dari dinding istana, aku membelokkan panah dan mengarahkannya ke arah prajurit Hashiba yang mulai panik. Apakah mereka telah menilai kalau aku bukanlah musuh?
Raungan dahsyat Kohaku melemparkan semua prajurit yang berdiri di atas jembatan bersama dengan beberapa prajurit yang ada di dekat sana.

Aku peringatkan kau. Mundurlah dari sini. Jika tidak…(Touya)
A-atau apa? Apa yang kau katakan!!?(???)

Si komandan, yang mundur dari sisi lain jembatan, bertanya padaku. Aku pun mengeluarkan smartphone dari saku ku dan melihat bahwa Target Lock telah selesai. Sudah jelas bahwa target ini adalah prajurit Hashiba.
(TL: Akhirnya barang yang dibawa dari bumi keluar juga)

[Slip](Touya)
Apa…!?(???)

Setelah itu, getaran kecil seperti gempa bumi bergetar di bawah kakiku. Ooh, seperti yang diharapkan dari jumah orang-orang disini. Jatuhnya mereka secara serempak menjadi pemandangan yang luar biasa.


Sepertinya prajurit yang mengendarai kuda baik-baik saja. Apakah itu karena targetnya adalah [tanah di bawah kaki prajurit Hashiba]? Yah, kurasa itu baik-baik saja. Karena aku tidak bisa melukai kuda.

Apa yang kalian lakukan!? Bangunlah!(???)
Apa kau bercanda!? Kita ada di tengah-tengah pertempuran!(???)

Para atasan yang tidak mengerti keadaan para prajurit berteriak dengan nada marah dari kudanya. Orang seperti itu yang tidak mau melihat apa yang ada di bawahnya. Orang seperti dirinya, yang tidak tahu akan bencana ini, akan segera menemui pengalaman menyakitkan.

Baiklah, haruskah aku bergerak setelah sekian lama?(Touya)

Aku mengeluarkan tombak bergaya Ishen dari [Storage]. Sebelumnya, aku telah melepas pedangnya dan juga memasang [Power Raise], jadi senjata ini adalah senjata yang paling cocok di situasi ini.


Seharusnya tidak apa-apa untuk mereka semua (meski aku mengatakannya, ada juga beberapa yang dilindungi dengan benda-benda seperti jimat) di lumpuhkan dengan [Paralysis], tapi setelah itu, hal itu akan membuat banyak masalah. Jumlah mereka terlalu banyak untuk menjadi tawanan perang, dan hal ini akan meninggalkan kesan yang buruk jika mereka dibunuh oleh prajurit aliansi Tokugawa yang paham kalau mereka tidak bisa bergerak.


Mari biarkan mereka melarikan diri setelah sedikit dihajar disini.


Aku pun menaiki Kohaku dengan cepat.

Apa kau siap, Kohaku? Kita akan melaju lurus ke markas musuh.(Touya)
Sesuai keinginan anda.(Kohaku)

Aku memutar tombak itu dengan menderu dan menempatkannya ke sampingku.

Sang Prajurit Iblis Perak telah datang!!!(Touya)

Aku selalu ingin mengatakannya setidaknya sekali.


Sebelumnya || Daftar Chapter  ||  Selanjutnya

5 comments: