Wednesday, 27 December 2017

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 218 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu&Zero
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal 

Chapter 218: Gentong Emas, dan

Kebangkitan Kekuatan


Date… Masamune? Lalu, orang ini adalah…(Touya)
Pengikutku, Katakura Kojuurou Kagetsuna.(Masamune)
Senang bertemu dengan anda.(Kojuurou)

Orang muda bermata sipit itu merendahkan kepalanya.

Seperti yang kuduga.

Ketika membahas Date Masamune, orang itu pastilah Katakura Kojuurou Kagetsuna.

Karena mereka adalah kombo yang tidak dapat dipisahkan.

Kesampingkan hal tersebut, ada sesuatu yang lebih penting daripada itu.

Maksud dari “ikut”… Apakah yang anda maksud adalah ke Istana Osaka?(Touya)
Benar. Karena saya ingin pergi dan melihat orang yang bernama Hideyoshi itu, setidaknya untuk sekali saja. Saya juga tertarik dengan “Gentong Emas” miliknya.(Masamune)

Masamune pun menunjukkan senyum keberanian.

Untuk seorang anak muda, senyuman itu agak sedikit mencurigakan.

Ia pasti merencanakan sesuatu…

Ieyasu-san yang melihat kejadian ini pun berkata penuh takjub bercampur keluhan.

Masamune-dono. Anda mungkin sedang berpikir untuk mendapatkan Gentong Emas itu dan menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri, tapi sebaiknya anda mengurungkannya.(Ieyasu)
Nuh?! Kenapa anda tahu apa yang saya pikirkan?!(Masamune)
Masamune-sama, pikiran anda telah terlihat jelas di wajah anda.(Kojuurou)

Kojuurou-san yang mendadak gagap, memberi peringatan pada Masamune dari belakang.

Apakah ini yang mereka sebut dengan “Membiarkan kucing keluar dari tas”?

Saya akan mengatakannya terlebih dahulu, bahwa saya akan menghancurkan Gentong 
Emas itu tergantung situasi. Benda itu terlihat seperti artifak yang sangat berbahaya.(Touya)
Muu… Mau bagaimana lagi. Persis seperti yang telah diucapkan Shirogane-dono. Kurasa saya harus setuju dengan keputusan itu.(Masamune)

Masamune mengatakan itu, namun ia mulai menyeringai.

Ia adalah orang yang memperlihatkan semua hal di wajahnya.

… Anda pasti sedang berpikir untuk mengambilnya sebelum ia menghancurkannya atau yang lain, benarkan?(Ieyasu)
Nuh?! Kenapa anda bisa tahu apa yang ada di pikiran saya?!(Masamune)
Oleh karena itu saya memperingatkan anda, Masamune-sama. Pikiran anda terlihat jelas di wajah anda!!(Kojuurou)

Master dan pelayan ini melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.

Walapun aku tidak berpikir kalau mereka orang jahat, sih.

Kalau tidak salah, telah dikatakan bahwa Date Masamune di duniaku sebelumnya adalah orang yang suka menyusun strategi.

Meski poin dimana strategi itu diketahui dengan jelas, sangat berbeda.

Akan tetapi, apakah tidak masalah untuk membawa seorang Raja Feudal ke markas musuh?(Touya)
Anda tahu, kenyataan bahwa beliau ingin ikut bersama anda sekarang adalah masalah keluarga Date dan tidak ada hubungannya lagi dengan kami.(Ieyasu)

Meski mereka ber-aliansi, jika menyangkut keluarganya, Ieyasu-san tidak berencana untuk terlalu ikut campur, tapi aku penasaran apakah aliansi mereka dengan Date tidak akan dibatalkan kalau nantinya Masamune tewas.

Karena itu, saya juga ingin ikut ke Istana Osaka. Saya bukanlah orang tidak tahu malu yang congkak dan mempercayakan pertempuran ini sepenuhnya pada tamu kami.(Ieyasu)
Muu. Memang sih, aku tidak bisa mengurus semua ini sendirian.
Kalau begitu, bolehkah saya meminta anda untuk mengepung Istana Osaka dan menarik perhatian para pasukan untuk saya? Saat ada celah, saya akan melakukan sesuatu, lalu menyerahkan sisanya kepada Ieyasu-san dan kalian. Rencana saya kurang lebih seperti ini.(Touya)
Saya tidak keberatan, tapi… jarak dari tempat ini ke Istana Osaka cukup jauh dan… Aah, To… Shirogane-dono, saya telah mendengar kalau anda dapat menggunakan sihir transfer….(Ieyasu)

Membiarkan istana ini kosong merupakan ide buruk jadi, kami telah memutuskan untuk membuat pasukan yang terdiri dari 30,000 prajurit gabungan dari pihak Tokugawa dan Date.

Ini akan menjadi serangan pengepungan, jadi jumlah ini lebih dari cukup.

Akan tetapi, akankah perang saudara ini berhenti jika kita menghentikan Hideyoshi dengan suatu cara atau yang lain?(Touya)
Mulanya, situasi saat ini terjadi karena Hashiba mengambil alih perselisihan yang Oda mulai. Saya merasa bahwa pertempuran ini entah bagaimana caranya akan berakhir jika kita mengalahkan Hashiba…(Ieyasu)
Akan tetapi, Sang Kaisar tidak memiliki kekuatan untuk memerintah negara ini. Nah, sekarang di tangan siapakah supremasi ini akan runtuh?(Masamune)

Masamune mengepalkan tangannya dan mengatakan itu.

Oi, wajahmu mulai mengerikan.

Itu adalah wajah yang mengatakan bahwa ia memang merencanakan sesuatu.

Dengan wajah seperti itu, kau tidak akan bisa mengelabuhi orang seperti Ieyasu-san.

Nah, sekarang jika aku mengalahkan Hashiba yang telah menyerang Oda, Ieyasu-san akan menjadi Raja Feudal terkuat jika ia bertindak secara tepat.

Hm? Huh?

Lalu apakah ini berarti bahwa pertempuran yang akan dimulai adalah Pertempuran 
Sekigahara?

Akan tetapi, apakah namanya akan menjadi “Pertempuran Musim Panas Osaka” karena lokasinya ada di Istana Osaka?

Tidak, itu terjadi setelah Hideyoshi tewas, dan sekarang musim dingin. Meski sebentar lagi musim semi, sih.

Yah, tidak ada gunanya memikirkan hal ini.

Yang terpenting, akan merepotkan jika nantinya Hideyoshi menginvasi Yuuron setelah ia menyatukan negara ini.

***

Apakah itu Istana Osaka…?(Touya)

Apa-apaan itu!?

Bukankah istana itu berkilau emas?

Tembok, ubin, atap, semuanya berkilauan emas.

Bukankah itu membuatnya menjadi Kinkaku-ji?

Bentuknya juga berbeda dengan Istana Osaka di ingatanku.

Berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk membuatnya?

Cahaya matahari berkelap-kelip di mataku saat aku terus melihatnya.

Apakah Hideyoshi ada disana?

Hanya untuk berjaga-jaga, aku telah mencoba untuk mencarinya, tapi seperti yang sudah diduga tidak ada yang muncul.

Apakah tidak ada pilihan lain kecuali masuk dan mencarinya?

Untuk sekarang, mari pindahkan semuanya kemari.

Para pasukan gabungan Aliansi Tokugawa dan Date pun muncul dari segala arah yang lebih jauh di luar parit dan di tembok istana yang mengelilingi istana.

Tak lama kemudian, aku mendengar suara trompet kerang dan tabuhan drum perang yang menggema dari suatu tempat.

Para prajurit dari segala arah maju pada saat yang sama dan langsung menembakkan panahnya.

Pihak Osaka sepertinya tidak memiliki persiapan khusus terhadap serangan kejutan.

Baiklah, haruskah kita menginvasi istana sekarang juga?(Touya)
Heey… Istana Osaka memiliki barir, dan kau tidak bisa masuk dengan Gate, kan? Kalau begitu, bagaimana… jangan katakan kalau kau…(Yae)
Tentu saja, aku akan masuk dengan terbang.(Touya)

Yae pun menunjukkan wajah tidak enak terhadap apa yang kuucapkan.

Apa dia sangat membenci terbang?

Monica, yang berada di [Gungnir], sekarang sedang standby di atas langit, tapi kupikir lebih cepat untuk terbang ke istana secara langsung meski kita tidak bisa langsung masuk.
(TLC: RAW nya mengatakan “Rosetta”, tapi seharusnya adalah “Monica”. Mungkin ini kesalahan author.)

Kalau kau mau, tidak apa-apa menunggu disini kok…(Touya)
Tidak, aku juga akan pergi. Sebagai istri masa depanmu, ini adalah hasratku untuk berbagi nasib yang sama dengan suamiku.(Yae)

Istri masa depanku?

 Ia mengepalkan kedua tangannya di depan dadanya, lalu memotivasi dirinya sendiri.

Aku senang, tapi aku berharap agar kau berhenti bicara seolah-olah kita akan mati.

Lalu haruskah kita pergi? Apakah kau mau menunggangi Kohaku?(Touya)
Seperti ini?(Yae)

Aku memberi [Levitation] ke Yae yang menunggangi Kohaku dan mengangkatnya.
Sementara membawa Yae dan Kohaku yang melayang, aku mulai terbang ke Istana Osaka dengan [Fly] tanpa berhenti.

Tentu saja, aku menyembunyikan tubuh kami dengan [Invisible] agar kami juga tidak ditembaki dengan panah.

Kami pun memasuki menara istana yang menuntun kami ke ruangan luas dengan lantai kayu.
Apa-apaan ini?

Bagian dalamnya juga berkilauan emas…

Mulai dari atap, tembok, bahkan tiangnya bersinar dan mengkilap.

Selera yang buruk…(Yae)
Aku setuju …(Touya)

Telah dikatakan kalau manusia yang suka emas bernafsu untuk sukses di dunia, tapi sedikit berlebihan jika sampai seperti ini.

Sepertinya, Hideyoshi tidak ada disini.

Jadi, mari menuruni tangga dan mulai bergerak.

Di bawah juga tidak ada orang.

Akan tetapi, aku merasakan aura aneh di koridor kayu.

Auranya samar-samar, tapi itu memang aura yang kurasakan.

Sepertinya Yae dan Kohaku tidak merasakannya, tapi aku benar-benar merasakannya.

Dengan hati-hati kami terus menuju ke sumber aura itu dan membuka pintu satu-persatu, kami semakin dekat ke sumbernya.

Eh?(Touya)
Ada apa?(Yae)

Akulah yang mengatakan kalau sebaiknya kami memeriksa situasi dan membuka pintu untuk melihat kedalam, tapi aku langsung menutupnya.

Kenapa sekarang!?

Ketika kupikir mataku salah lihat, aku menggosok-gosoknya dan sedikit membuka pintu sekali lagi.

Ada orang yang berbaring dan berguling-guling di tempat yang lebih tinggi dari kami di aula resepsi besar.

Pakaian sutranya diwarnai dengan warna merah dan ungu yang mencolok, dan ia dengan mencoloknya memakai hakama emas untuk laki-laki, dan menggaruk-garuk punggungnya dengan suara yang garing.

Gentong Emas dengan volume sekitar 2 liter botol pet menempel di belakangnya.
Jangan katakan, kalau ia Hideyoshi!?

Yae, yang melihatnya disampingku yang juga kehabisan kata-kata, lalu mengatakan dalam kesunyian…

Seekor monyet…(Yae)
Ah, seperti yang kuduga, mataku tidak salah.(Touya)

Dalam benakku, entah kenapa aku merasa lega karena kata-kata Yae.

Itu berarti bahwa mataku tidak menjadi aneh.

Tak peduli dari manapun kulihat, itu adalah seekor monyet yang sedang bersantai di aula resepsi.

Bukan berarti bahwa ia adalah [Manusia Berwajah Monyet].

Ia memang seekor monyet asli.

Ia sedikit lebih pendek daripada Yae dan ia bahkan terlihat seperti macaque Jepang.

Ia juga terlihat seperti orangutan.

Macaque besar Jepang tidak ada sih.

Apakah ia mungkin makhluk sihir?

Apa maksudnya ini? Apakah ia hewan peliharaan milik Hideyoshi?(Touya)
Apa ada seseorang disana?(Monyet)
Ia bicara!!?

Monyet itu barusan bicara.

Ia menatap kemari dan menepuk kipas di tangannya.

Mau bagaimana lagi kalau kami ketahuan seperti ini.

Kami pun membuka pintu dan bertemu monyet itu.

Huu. Iblis, seorang wanita, dan [Byakko], ya? Ini merupakan tamu yang tidak biasa. Apa kalian teman mereka yang membuat keributan di luar sana?(Monyet)
…Jangan katakan, apa kau benar-benar Hideyoshi?(Touya)
Kakaka, Ya, aku adalah Hashiba Chikuzen no Kami Hideyoshi.




Aku bisa mendengar suaranya, tapi pada saat yang sama aku juga bisa mendengar suara monyet.

Keanehan macam apa ini?

Ini terasa seperti melihat film jelek tentang talenta yang sudah di dub.

Sungguh bagus kalian bisa sampai disini. Aku memujimu dan oleh karena itu, aku akan membuatmu menjadi anak buahku sebagai balasannya.(Hideyoshi)
Aku beterima kasih untuk pujiannya, tapi aku akan menolaknya.(Touya)
Kalian tidak punya hak untuk menolak!(Hideyoshi)

Mata Hideyoshi bersinar merah sebentar.

Pada saat itu, aku tidak mengabaikan apa yang keluar dari gentong yang ada di belakangnya.
Yae dan Kohaku, yang berada di sampingku tiba-tiba kaku dan jatuh ke dalam keadaan dimana mata mereka tidak bisa fokus sama sekali.

Ini seolah-olah kesadaran mereka diambil pada saat dihipnotis.

…Kau, apa yang kau lakukan? Tidak, yang lebih penting…(Touya)
Nuh!? Kenapa kau masih sadar, sialan!?(Hideyoshi)

Monyet itu pun berdiri seakan-akan ia tersentak.

Matanya bersinar lagi, dan itu sekali lagi keluar dari Gentong Emas.

Seperti yang sudah kuduga, monyet ini….

Kenapa!? Kenapa ini tidak bekerja!?(Hideyoshi)
Kau! Seperti yang sudah diduga. Kau bukan monyet biasa, kan? Dan tubuh aslimu adalah gentong itu… Ayo, tunjukkan tubuh aslimu, Dewa Bawahan.(Touya)
BajinganSiapa kaaaa---uuu!!?(Hideyoshi)

Mata monyet itu bersinar merah terang.

Apa yang keluar dari gentong itu pasti aura dewa.

Itu adalah energi yang hanya berasal dari dunia para dewa, tapi aku bisa merasakan auranya keruh tidak seperti milik Kami-sama dan kakak-kakakku.

Kalau tidak salah, Dewa Bawahan adalah dewa yang lebih rendah daripada dewa-rendah, kan?

Meski ia adalah bawahan, dewa tetaplah dewa.

Ia bisa melakukan sesuatu seperti memanipulasi manusia.

Aku bisa menahannya karena aku memiliki kekuatan dewa.

Mungkin Kohaku tidak bisa menahannya karena ia ada karena kekuatan sihirku.

Ruli, bisakah kau mendengarku?(Touya)
Yes, Lord. Apa yang bisa kulakukan untukmu?(Ruli)
Cari Karen-nee-san atau Moroha-nee-san sekarang juga dan katakan kalau Dewa Bawahan-
nya telah ditemukan. Mereka pasti akan paham maksudku.
Sesuai permintaan anda.(Ruli)

Kakak-kakakku telah mengatakan bahwa mereka akan langsung tahu dari mana aura dewa digunakan kapanpun itu digunakan, tapi aku berani mengatakan kalau selama ini monyet itu menggunakannya dibawah standar yang bisa dirasakan.

Oleh karena itu, kekuatan dewa-nya hanya keluar sebentar ketika dipancarkan.

Omong-omong tentang kekuatan dewa, kekuatanku sepertinya juga keluar, tapi apakah 
monyet ini belum menyadarinya?

Atau apakah sekarang aku bisa mengendalikannya sampai batas tertentu?

Haruskah aku mencobanya?

Aku menutup mataku, lalu membuat kesadaranku didalam tubuhku.

…Ah, aku memang bisa merasakan sesuatu selain kekuatan sihir di dalam tubuhku.

Jika aku harus menjelaskannya, ini seperti aku bisa memahami dengan jelas perbedaan di udara.

Sekarang, untuk mengeluarkannya daripada kekuatan sihir───

Setelah itu, cahaya menyilaukan keluar dari tubuhku, dan pusaran cahaya menutupiku.

Sebuah cahaya menyilaukan menari di semua bagian ruangan.

Uh…(Touya)

Kupikir pusarannya telah berhenti, tapi sebelum aku menyadarinya, sebuah cahaya samar keluar dari tubuhku.

Aku terkejut saat mencoba untuk melihat tanganku, dan sesuatu yang halus melayang dari bahuku.

Eh? Rambut?

Aku menaruh tanganku di kepala membuatku tahu bahwa rambutku telah tumbuh sampai ke pinggang.

Apa-apaan ini…

Bahkan warnanya emas.

Atau daripada itu, apakah ini platinum?

Apakah ini sesuatu seperti warna!?

B-bajingan!! Aura d-dewa itu!! Apakah kau utusan dari dunia para dewa!?(Hideyoshi)




Monyet itu pun mundur seakan-akan ia ketakutan.

Gentong itu berguling dari belakangnya, dan berubah menjadi seseorang sambil memancarkan cahaya emas yang kotor.

Sepasang mata kebencian pun menatapku saat orang tua kurus dengan jenggot tipis berdiri di depanku.

Sebelumnya || Daftar Chapter  ||  Selanjutnya

4 comments: