Sunday, 14 January 2018

Evil God Chapter 13


TranslatorKagami
Editor
Shiro7D
Proof Reader
UDesu

Chapter 13 :
Dungeon Pertama (1)


Tujuan kami hari ini adalah dungeon bernama Kenjian, letaknya sekitar 300 kilometer dari Rhoden.

Tentu saja, kami pergi menggunakan warp ke sana.
Kami menggunakan akhir pekan kami untuk menaklukan dungeon.
Ini mirip seperti saat pergi ke kamp pelatihan.

[Jadi, apakah dungeon ini pernah ditaklukan sebelumnya?]

Aku bertanya pada mereka.
Kali ini, semua orang ikut berpartisipasi. Yufilia, Iris, Tiraiza, dan Jiemi.
Aku berbicara sedikit pelan, tapi aku sudah mulai terbiasa.

Ini adalah tantangan pertamaku.
Akan membosankan jika hanya berakhir dengan tamasya di dungeon yang sudah ditaklukan dan tidak ada yang terjadi.

[Yah, kupikir akan sulit menemukan dungeon yang belum di taklukan saat ini.]

Jiemi mengatakan kalau itu bukan hal yang mudah.

[Tapi aku rasa dungeon ini masih memiliki kemungkinan soal itu.]

Kata Tiraiza

Dungeon ini terletak di bawah tanah, petualang yang pertama kali menemukannya mengatakan kepada petugas guild kalau tidak ada apapun di sini.
Sejak saat itu, ada beberapa orang yang tertarik datang ke sini, namun pada akhirnya tidak ada apapun di sini.

[Tapi aneh sekali, bukan?]

Pertama, dungeon ini ditemukan baru-baru ini.
Dan alasan kenapa dungeon ini tidak ditemukan lebih awal adalah, karena dungeon ini sangat tersembunyi.

Kasus seperti ini sudah biasa terjadi.
Dalam kasus seperti ini, kemungkinan besar ada makhluk yang sangat cerdas tinggal di sini.

Contohnya vampir, naga, dan sejenisnya. Namun yang paling menyebalkan adalah iblis.
Karena kita sudah sering berperang dengan  raja iblis.
Bahkan ketika manusia menang, bukan berarti mereka membunuh semua iblis.

Iblis yang bertahan, menyembunyikan diri dan terus hidup.
Dan dungeon yang jarang dikunjungi adalah rumah yang sempurna bagi mereka.
Namun saat dungeon ini diperiksa, tidak ada mahluk cerdas yang ditemukan.

Itu salah satu titik mencurigakan dari dungeon ini.
Ada kemungkinan besar dungeon ini telah ditinggalkan, dan mahluk yang biasa menghuninya telah muncul kembali.
Mahluk tersebut itu adalah makhluk dengan kecerdasan rendah seperti goblin, Orc, dan binatang iblis liar lainnya.

[Namun, tidak ada yang seperti itu di sini.]
[Artinya, seseorang selain petualang telah membersihkannya.]
[Iya, sepertinya memang ada makhluk cerdas di sini. Mungkin ada daerah yang belum pernah di jelajahi sebelumnya.]

Ketika selesai berbicara, Tiraiza membasahi tenggorokannya dengan air minum.

[Jika begitu, bukankah lebih baik kita membawa seseorang dengan kemampuan eksplorasi yang tinggi?]

Kalau disimpulkan dari pembicaraan tadi, tampaknya tujuan utama hari ini adalah mencari pintu, lorong, ruangan, atau tempat tersembunyi lainnya.

kelompok kami terdiri dari seorang pahlawan (hero), seorang pendekar (warrior), seorang pendeta (priest), seorang ahli sihir (sage), dan seorang dewa iblis (evil god). Tapi yang kami butuhkan saat ini adalah seseorang yang memiliki class pencuri (thieft).

[Banyak pencuri menjadi mata-mata untuk berbagai negara. Bahkan jika mereka memilih menjadi petualang, mereka selalu diminati dan memiliki banyak permintaan. Jadi tidak mungkin mereka mau datang ke dungeon.]

Iris jatuh berlutut.

[Bagaimana menurutmu?]

Jiemi bertanya padaku.

[Yah, tidak mungkin mereka mau datang ke sini.]

Aku membuat diriku sebagai pendekar sihir (magic warrior).
Aku membawa pedang yang aku beli seharga 100 pound hari ini.
Yah… Dewa Iblis tidak memiliki konsep class, tapi itu tidak masalah karena kami juga bisa menggunakan senjata.

***

Tentu saja, bagian dalam dungeon gelap gulita.

[Lighting.]

Masing-masing dari kami merapal sihir. Ini adalah jenis sihir dasar yang bisa dengan mudah digunakan.
Namun, karena pendekar kami tidak bisa menggunakan sihir, dia hanya bisa berdiri di dekat Tiraiza

Meski dilapisi dengan kotoran, dinding ini bukan dinding tanah kosong biasa, sepertinya ini adalah dinding sebuah bangunan yang dibangun dengan rapi.

Dungeon dapat diklarifikasi menjadi dua jenis.
Gua sederhana yang bisa digali, atau bangunan yang dibuat sangat rumit.

Gua yang digali biasanya digali oleh monster besar, seperti naga bumi.
Namun ada juga yang terbuat dari bekas pertambangan milik manusia.

Yang terakhir adalah relik dari zaman prasejarah, juga disebut zaman mitos.
Sejarah di dunia ini berawal dari 1000 tahun yang lalu.
Tentu saja, ada orang yang hidup sebelum itu, tapi mereka menjalani kehidupan primitif, jadi mereka tidak memiliki catatan.

Beberapa ribu tahun yang lalu. Saat zaman mitos, atau zaman dimana para Dewa hidup,
dunia pada saat itu sangat makmur di bawah perlindungan Dewa.

Banyak hal hebat ditemukan pada era itu.
Tatapi, ketika perang antar Dewa terjadi, semua hal hebat itu hancur tak tersisa.

Dan dengan demikian, tidak ada peninggalan peradaban yang tertinggal.
Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah dungeon.

***

Sepertinya era mitos tersebut lebih kuno daripada dunia lamaku.
Dungeon Inilah yang membuatku berpikir begitu.
Yah… Sains dan teknologi dunia lamaku mungkin lebih baik.

Teknologi di dunia ini lebih berbasis sihir ilmu magis.
Teknologi itu juga digunakan dalam arsitektur dungeon ini, dan bahkan setelah beribu-ribu tahun kemudian, tidak ada tanda-tanda kerusakannya.

Aku pun memukul dinding dungeon.
Ini terbuat dari bahan logam gabungan, seperti yang digunakan pada kehidupan masa laluku.
Dan ini juga diperkuat dengan sihir.

Bagi orang-orang di dunia ini, itu akan menjadi logam yang tidak dikenal.

[Zaman prasejarah memang penuh dengan misteri, ya Kitapun tidak tahu dinding ini terbuat dari apa...]

Iris mengatakan itu dengan suara riang.

[Sebagai ahli sihir, aku sangat ingin menelitinya, tapi itu tidak mungkin, kan?]

Lagipula, ini sangat keras, dan akan sangat sulit bagi manusia untuk menghancurkannya.
Dan seolah melepaskan semua kerusakan yang terakumulasi, dinding ini pun alam hancur menjadi bentuk yang membuat bahan pembentuknya tidak bisa diteliti lagi.

[Kalau begitu, ayo berpisah dan mencari ruang tersembunyi atau tangga.]

Yufilia mulai mengetuk dinding sambil mengatakan hal itu.

[Kamu juga bantu dong! Jangan diam saja!]

Dia menegurku.

[BwaIek, ArwHPa YAErhang kaeaHImhu LANGkeHUKhan?] (TL : Baik... Apa yang kamu lakukan?) "

Aku sedikit gemetar, dan kata-kataku menjadi aneh. Namun, sepertinya maknanya masih tersampaikan.

[Suara pada dinding akan berubah jika dindingnya kosong.]

Iris menunjukkan padaku.

[Inilah suara yang muncul saat ada sesuatu di baliknya. Mungkin dinding ini disangga oleh sebuah pilar. Dan inilah suara jika ada ruang di baliknya. Suaranya sedikit lebih tinggi.]

Iris memberitahuku dengan ekspresi yakin di wajahnya.
Tempat yang berongga itu mungkin memiliki celah tersembunyi di belakangnya.

[Jarang sekali Iris menjelaskan hal seperti ini.]
[Soalnya ini hal yang mudah dimengerti bahkan oleh Iris sekalipun.]

Ahli sihir kita ini pasti sangat senang karena bisa mengomentari hal ini.

[Apakah kita akan memeriksa keseluruhan dungeon ini?]

Dungeon ini sangat lebar.
Aku bahkan tidak bisa membayangkan kapan ini semua akan berakhir.
Selain itu, dengan metode ini, kemungkinan menemukan ruangan tersembunyi tidak terlalu tinggi.

[Ya. Pasti akan lebih mudah jika kita membagi tugas. Lagipula, tidak ada monster di sini.]
[Hanya memastikan saja, apakah kita punya peta untuk dungeon ini?]
[Aku tidak suka membuat peta dungeon.]
[Baiklah, tapi aku akan melakukannya dengan caraku sendiri.]
Aku pun pergi ke bagian terdalam dungeon.
Kudengar Jiemi memanggilku egois, tapi aku mengabaikannya.

***

Butuh waktu sekitar satu jam untuk melihat-lihat semua bagian dalam dungeon termasuk setiap ruangannya.
Lalu aku mengambil kertas dan pena sihir, untuk menuliskan semua informasi itu.

Ketika kembali ke lantai satu, semua orang sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu.

[Apa yang sedang kalian lakukan?]

Yufilia membuat wajah kesulitan saat aku bertanya.

[Kami hanya merasa bahwa ini sangat sulit.]

Mereka mencari tempat yang terdengar kosong.
Memeriksa semua tempat yang terdengar kosong dan melihat apakah ada pintu tersembunyi itu sangat membuang-buang waktu.

Kamu tidak bisa melewati dinding, jadi kamu tidak akan menemukan apapun.
Ke tempat misterius dimana kamu tidak bisa pergi kemanapun.
Jika ini adalah bangunan biasa, itu akan disebut sebagai ruang mati.

[Memeriksa sisi lain dari dinding itu sulit sekali...... kamu berusaha memutarinya dan mengambil jalan memutar, dan kamu jadi mudah tersesat.]
[Yah, memang benar.]

Tiraiza mengatakan dengan sedih saat mendengarku.

[Tapi tidak ada jalan lain. Apa menurutmu mudah menemukan ruang atau lorong tersembunyi? ]
[Ah, aku sudah menemukannya.]
[Ha!?]

Semua orang terkejut dengan kata-kataku.

[Kamu ngomong apa sih? Bukannya kamu cuma berkeliling secara acak?]
Aku mengambil dua lembar kertas setelah mendengar pertanyaan Jiemi.

[Lihat di sini.]
[Eh, apakah ini peta dungeon ini?]

Yufilia membuka matanya dengan lebar.

[Ya, kita bisa melihat tempat-tempat yang mencurigakan dengan mudah jika menggunakan peta.]

Tentu saja, ada lebih dari 10 tempat seperti itu. Tapi hanya ada 3 tempat yang terlihat sangat mencurigakan.

[Kamu bisa membuat peta yang tepat hanya dalam waktu satu jam?]

Tiraiza melirik dan menatapku.

[Ya, soalnya aku bisa membuat peta di kepalaku hanya dengan berjalan-jalan.]

Ini disebut kemampuan untuk memahami ruang.
Orang yang bisa menghafal jalan hanya dengan berjalan sekali biasanya memiliki kemampuan  menangkap yang tinggi.
Di sisi lain, mereka yang sering tersesat memiliki kemampuan menangkap yang rendah.
Ini seperti dibuat terkejut saat melihat peta jalan yang  biasa dilalui.

Namun, kemampuanku ada di tingkatan yang berbeda dengan manusia.
Seperti grafis dalam komputer, di kepalaku ada tampilan 3D dari dungeon ini.
Aku hanya harus menggambarnya di atas kertas.

[Menakjubkan sekali... Jika seperti ini, kita bisa langsung tahu dimana ruang tersembunyi berada.]

Yufilia memujiku.

[Kurasa aku sebaliknya...... sampai sekarang aku masih sering tersesat dalam perjalanan menuju kerajaan.]

Bukannya aku tidak mengerti perasaan Iris. Di kehidupanku yang dulu, aku juga merupakan orang yang sering tersesat.
Tapi begitu aku mendapat tubuh ini, aku mulai secara alami memahami informasi sambil berjalan.
Bagi Dewa Iblos, ini adalah kemampuan yang tidak ditampilkan di dalam status.

[Jika kamu memiliki kemampuan khusus seperti ini, kurasa tidak masalah jika menjadikanmu sebagai anggota tetap.]


Dari saran Tiraiza, aku dapat dengan cepat mengganti jabatanku sebagai anggota sementara.

1 comment: