Wednesday, 3 January 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 220 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Zero
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal 

Chapter 220: Perawatan, dan

Kekuatan Surgawi


Saat kami kembali, kobaran api terjadi di istana Osaka. Sepertinya, hasilnya telah dapat dipastikan, teriakan kemenangan terdengar dimana-mana. Ini merupakan kemenangan telak bagi aliansi Tokugawa-Date.

Sepertinya pasukan Hashiba kelalapan karena serangan mendadak ini.

Sebelum aku kembali ke markas Ieyasu-san, aku menghentikan KeDewaanku dan kembali ke penampilan biasaku. Warna rambutku kembali seperti semula, tapi panjangnya tidak berubah. Aku penasaran, akankah rambutku memanjang setiap kali aku mengeluarkan Kekuatan Surgawiku? Tidakkah rambutnya akan lelah jika ini terus berlanjut …?

Aku pun kembali ke tempat Ieyasu-san sambil cemas akan hal itu, dan akhirnya bertemu dengan Yae dan Kohaku.

Apa yang terjadi dengan rambutmu?!(Yae)
Banyak hal yang terjadi. Ah, aku telah mengalahkan Hideyoshi kok.(Touya)

Ieyasu-san, yang mendengar laporanku, berteriak gembira karena kemenangan mereka telah ditentukan dengan laporan ini. Yah, bukannya aku tidak paham perasaannya sih.

Kekuatan Hashiba kemungkinan besar akan hancur dengan insiden ini, dan keluarga Ieyasu-san yakni Tokugawa akan memerintah hampir semua wilayah Ishen. Hal ini akan sama dengan sejarah jika dipikir, atau daripada dikatakan seperti itu, mungkin lebih tepat jika aku mengatakan kalau ini sangat berbeda.

Setelah menyembuhkan prajurit yang terluka dengan sihir penyembuhan, kami pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Mulai sekarang, Ishen yang akan mengurusnya. Raja feudal yang dikendalikan oleh Hideyoshi seharusnya akan kembali seperti semula.

Untuk berjaga-jaga, aku memberi nasihat kepada Ieyasu-san untuk berhati-hati pada orang bernama Ishida Mitsunari, tapi ia malah bertanya siapa orang itu. Entah mengapa, sepertinya Mitsunari-san tidak ada di dunia ini, yang aku tidak mengerti.

Kelompok kami, termasuk kakak-kakakku, menaiki Gungnir yang dikendarai oleh Monica dan kembali ke Brunhild.

Setelah kejadian itu, aku merasa sangat lelah, jadi aku melapor sampai batasan tertentu dengan cepat dan langsung tidur. Aku juga ditanyakan oleh beberapa orang kenapa rambutku bisa tumbuh sepanjang itu.

Keesokan harinya, kondisi fisikku sangat buruk. Aku demam, pandanganku kabur, dan aku tidak bisa mengumpulkan kekuatan sama sekali. Nafsu makan pun juga tidak ada, dan tubuhku terasa berat. Untuk berjaga-jaga, aku telah mencoba memakai sihir seperti [Recovery] dan [Refresh], tapi hasilnya tetap saja.

Kau memiliki gejala demam biasa namun entah mengapa sepertinya berbeda. Suhumu tidak berubah sama sekali meski tampaknya kau terlihat seperti orang yang demam.(Flora)

Flora yang memakai baju suster melihat thermometer dan memiringkan lehernya dengan bingung. Aku pun hanya bisa melihatnya dengan kabur sementara aku berbaring di Kasur.

Aku penasaran, pe-penyakit macam apa ini?! A-apa yang harus…!(Yumina)

Yumina tidak seperti biasanya kebingunan dan disampingku. Haha. Jadi gadis ini juga bisa panik, ya.

Disamping kasurku ada semua tunanganku yang terdiri dari: Yumina, Elzie, Lindzey, Yae, Rue, Sue, Hilda, dan Rin; Perdana Menteri kami, Kousaka-san; Ketua Pelayan kami, Raim-san; Komandan Orde Ksatria, Rain-san; para pelayan, Lapis-san dan Rene; Para manager Babylon, Shesca dan Flora; kakakku, Karen-nee-san; Makhluk Surgawi: Kohaku, Ruli, Kougyoku, Kokuyou, dan Sango; dan si boneka beruang, Pola. Semuanya telah berkumpul disini, tapi terlalu banyak.

Walau aku senang kalian berkumpul karena mencemaskanku sih.

Baiklah semuanya, Touya-kun baik-baik saja, jadi sebaiknya kalian semua kembali melakukan tugas masing-masing ~noyo. Tidak ada masalah karena ia hanya kelelahan dari kejadian kemarin~noyo. Aku berharap kalian mau menyerahkan semuanya padaku ~noyo.(Karen)

Karen-nee-san menepuk tangannya dan mengusir semua orang untuk keluar. Aku mendengar ia mengatakan kalau mereka seharusnya membiarkan orang sakit untuk mengurus segala sesuatu perlahan dan terlalu banyak orang di satu ruangan jadi malah mengganggu, aku ingin menyelanya, tapi aku merasa sangat berat dan tidak bisa berdiri.

Pintu pun terbuka, dan hanya Karen-neesan yang masuk dan duduk di kursi samping kasur, sambil melihat kemari.

Bisakah kau mendengarku? Penyakit ini mungkin disebabkan oleh aktivasi Kekuatan Surgawi-mu untuk pertama kalinya ~nanoyo. Badanmu akan terbiasa jika kau tidur untuk satu hari, jadi kau harus menurut dan tidur hari ini ~noyo.(Karen)

Ah, karena Kekuatan Surgawi, yah? Sejak tadi, aku telah menduga apakah itu memang betul. Kurasa ini masih lebih baik karena aku tidak merasa kesakitan, tapi… bagaimana cara menjelaskannya ya? Ini sulit sampai-sampai kau tidak bisa mengeluarkan kekuatan sama sekali dan aku merasa malas. Kepalaku juga terasa ringan seakan-akan berada dalam kondisi melamun.

Yah, seperti yang sudah Karen-nee-san ucapkan barusan, sebaiknya aku tidur saja, ya? Aku berpikir demikian saat rasa kantuk menyerangku dan aku pun tertidur.

***

Ha…

Saat aku bangun, aku masih merasa berat dan tidak bisa mengeluarkan kekuatan sama sekali. Aku membuka kelopak mataku dan melihat interior ruangan dengan samar-samar. Ini langit-langit kamar yang sudah terbiasa kulihat.

Ah, apa kau sudah bangun?(Lindzey)

Lindzey, yang duduk di kursi samping kasur dan sedang membaca buku, mendongakkan kepalanya dan melihatku? Buku yang sedang ia baca, buku itu memiliki judul yang “bermawar”.

Ia menuangkan air dari kendi yang ada di meja samping ke gelas dan memberikannya padaku. Aku sedikit menaikkan tubuhku, meminumnya pelan-pelan, dan menyelipkan badanku lagi ke futon.

Ah~, beratnyaaaaa…



Kau tidak demam, tapi… apa kau benar-benar baik-baik saja?…(Linzie)
Ah~…Aku tidak apa-apa, sehat kok… Kau tahu? Aku akan sembuh kalau aku tidur.(Touya)
Meski kuat, ternyata ada saat-saat dimana Touya-san berada di kasur. Aku lega.(Linzie)

Apa aku terlihat seperti… monster…? Sebaiknya aku cepat-cepat menjelaskannya nanti

Ini misterius. Pertama kali aku bertemu Touya-san adalah di gang di Leaflet, dan karena kau terus berusaha keras. Sekarang, kau adalah Raja suatu Negara, dan terkadang aku merasa kalau kau menjadi semakin jauh. Oleh karena  itu, aku merasa kalau kau semakin dekat dan melihat Touya-san yang lemah membuatku lega meski ini terdengar kurang sopan bagiku untuk mengatakannya.(Linzie)
…Aku tidak berubah sama sekali kok. aku selalu ada didekat Lindzey dan yang lainnya. Oleh karena itu, aku ingin agar kau ada disampingku selamanya. Jika kalian semua berada di sampingku, Aku akan bisa menjadi semakin kuat… Pasti… aku akan membuat kau bahagia, jadi…(Touya)

Ummum… Aku ngantuk lagi… Dan didalam kesadaran samarku ini, aku merasakan ada ciuman di pipiku saat aku tertidur lagi.

***

Keesokan paginya, aku bangun dan merasakan kalau tubuhku sangat ringan seakan-akan terlahir kembali. Aku benar-benar sembuh setelah tidur sehari.

Aku berpikir untuk meminta tolong kepada Rue agar ia memotong rambutku yang menjengkelkan sekarang juga, tapi aku memutuskan untuk menundanya karena kupikir rambutku akan tumbuh lagi jika aku mengeluarkan Kekuatan Surgawi.

Ah! Apa kau sudah benar-benar baik-baik saja? Touya-nii-chan.(Rene)
Rene, yang melihatku keluar di koridor, berlari kemari meski sedang membawa keranjang cucian. Ia juga bekerja dengan keras pagi ini.
Iya, sudah tidak ada yang sakit lagi. Terima kasih karena telah khawatir ya.(Touya)

Setelah mengusap kepala Rene, aku pun meninggalkan koridor. Aku benar-benar membuat banyak orang khawatir ya.

Pertama-tama, aku harus mendengar seluk beluk tentang Kekuatan Surgawi. Ummm, Karen-nee-san sedang… tidur, pastinya. Kalau begitu, bagaimana dengan Moroha-nee-san? Seharusnya jam segini ia berada di lapangan latihan.

Aku pun memanggil Moroha-nee-san, yang sedang bekerja keras melatih para ksatria sejak pagi ini, ke tempat dimana tidak ada orang, dan menanyakan tentang Kekuatan Surgawi.

Meski kau menanyakan bagaimana cara menggunakan Kekuatan Surgawi-mu, setiap Dewaper-orangmemiliki cara masing-masing ~mengerti.(Moroha)
Moroha-nee-san memiringkan kepalanya seperti kebingungan.
Kalau Moroha-nee-san, bagaimana caramu menggunakannya?(Touya)
Aku? Kalau aku ya, aku hanya menebas lawanku dengannya dan juga menggunakannya sebagai pengekangan, tapi cara terbaik bagiku untuk menggunakannya adalah dengan membuat senjata dengannya ~kurasa.(Moroha)

Setelah mengatakan itu, Moroha-nee-san menarik sebuah belati dari pinggangnya, dan melapisinya dengan Kekuatan Surgawi-nya dalam sekejap mata, yang menghasilkan pedang cahaya. Pedang cahaya itu memanjang melebihi panjang belati itu. Oooo! Apakah itu pedang beam!?

Pada dasarnya, tidak ada cara tertentu untuk menggunakannya. Itu adalah Kekuatan Dewa, yang kau akan terbiasa dengannya dengan satu cara atau yang lainnya. Akan tetapi, aku tidak merekomendasikanmu untuk menggunakannya terlalu sering.(Moroha)
Lah, kenapa?(Touya)
Pertama-tama, itu adalah kekuatan yang tidak boleh digunakan di dunia bawah. Kau tidak akan menggunakan kekuatan sihir jadi nanti akan ketahuan kalau itu bukanlah sihir. Yang kedua, karena kekuatan itu akan memberatkan tubuhmu. Kau akan terbiasa nantinya, tapi sebaiknya jangan menggunakannya terlalu berlebihan. Yang terakhir, kau tidak perlu untuk cepat-cepat datang ke sisi DEWA dengan cepat, kan?(Moroha)

Aku paham apa yang Moroha-neesan ucapkan. Aku bahkan dinasehati hal yang sama oleh Lindzey. Kesimpulannya, Kekuatan Dewa tidak dibutuhkan.

Meskipun begitu, aku akan membenci diriku kalau tidak memiliki kekuatan disaat-saat yang penting. Oleh karena itu, aku ingin melakukan apapun yang bisa kulakukan untuk menguasainya terlebih dahulu.

Aku membagi kekuatan sihir dan Kekuatan Surgawi di tubuhku, menggunakan hanya Kekuatan Surgawi, dan menyebarkannya ke seluruh tubuhku.

Cahaya Kekuatan Surgawi yang menyilaukan pun keluar dari tubuhku, dan warna rambutku menjadi pirang platinum lagi. Atau daripada dikatakan demikian, ternyata rambutnya memanjang lagi… sampai lututku. O~to, aku melemparkan rambut beratku ke belakang.

Apakah ada suatu cara untuk mengatasinya?(Touya)
Hmmm, jika kau merawatnya, rambutmu mungkin akan rontok setiap kali kau menggunakan Kekuatan Surgawi-mu…(Moroha)
Sudah cukup, seperti ini tidak apa-apa .(Touya)

Aku tidak punya niatan untuk menjadi seorang botak. Mari suruh Rue untuk memotongnya.

Kau tahu, pada akhirnya kau juga menggunakan [Wibawa Dewa] kapanpun kau berubah. Hewan-hewan kecil yang tidak memiliki kekuatan untuk menahannya mungkin akan pingsan…(Moroha)
Kedengarannya merepotkan.(Touya)

Setelah itu, aku mengumpulkan Kekuatan Surgawi di tangan yang memegang belati dan mencoba untuk meniru Moroha-nee-san. Nununu… Ini lebih sulit daripada mengalirkan kekuatan sihir.

Meski demikian, entah bagaimana caranya aku berhasil memanjangkannya menjadi Pedang Surgawi. Butuh waktu yang cukup lama jika dibandingkan dengan Moroha-nee-san yang membuatnya sekejap mata.

Kurasa aku tidak akan bisa menggunakan Kekuatan Surgawi tanpa berlatih lagi dan lagi.

Kau akan bisa menggunakannya nanti kalau kau sudah terbiasa menggunakannya.(Moroha)
Oh iya, kalau dipikir-pikir, dalam mode ini, aku bisa menggunakan sihir tanpa perlu merapalkannya. Apa biasanya seperti itu?(Touya)
Tidak tahu ya. Karena kami tidak menggunakan sesuatu seperti sihir.(Moroha)

Ini buruk. Mereka tidak bisa dijadikan referensi sama sekali. Dengan kata lain, apakah aku tidak memiliki pilihan lain kecuali mencobanya sendiri?

Aku mencoba menembakkan [Fire Arrow] ke langit dan pillar api dengan ketebalan yang hebat pun membumbung tinggi ke atas langit.

Uoi. Akankah seseorang baik-baik saja setelah menerima sesuatu seperti itu?
Ha? Kekuatan Surgawi-nya berkurang banyak … Kekuatan Surgawi-nya juga tidak bertambah secepat  kekuatan sihir. Apakah ini karena aku masih belum terbiasa dengannya? Apakah seperti itu? aku kesulitan memikirkannya…

Untuk sekarang, aku melepaskan mode Divinification dan kembali ke mode biasanya. Yup, Aku benar-benar merasa sedikit letih, tapi tidak separah seperti sebelumnya.

Setelah kembali ke lapangan latihan bersama Moroha-nee-san, aku telah memutuskan untuk memanggil Rue, yang datang untuk latihan paginya dan memintanya untuk memotong rambutku di bangku di pojok tempat ini.
Aku mengeluarkan sepasang gunting dari [Storage] dan menyerahkannya ke Rue.
(TL: Aku heran, sepasang..? gimana Rue motongnya..? Dual-gunting..?)

Kurasa kemarin lebih pendek, kenapa hari ini jadi lebih panjang!?(Rue)
Iya ya. Aku juga ingin tahu.(Touya)




Rue, mulai memotong rambutku dengan handal. Tidak apa-apa meski jika kau memotongnya sembarangan tanpa memperhatikan secara detail. Kemungkinan terburuknya, aku akan bisa menumbuhkannya kembali meski rambutku terpotong.

Aku hanya khawatir tentang menjadi botak… Aku berharap akar rambutku tidak mati jika kesehatan rambutnya rusak. Seharusnya ada obat penguat rambut di  [Bangunan Alkemi] milik Flora, kan…?

Apa ada sesuatu yang salah?(Rue)
Tidak ada kok, aku hanya berharap aku tidak akan menjadi botak…(Touya)
Saya tidak keberatan, lho? Meski jika kamu menjadi botak atau gendut, Touya-sama tetaplah Touya-sama.(Rue)

Rue memang mengatakan demikian, tapi menjadi botak dan gendut adalah hal terburuk bagiku… Mungkin aku tidak bisa melakukan apa-apa tentang menjadi botak, tapi setidaknya aku akan melakukan apapun yang kubisa untuk tidak menjadi gendut…

Oh iya! Touya-sama, kemarin kamu menginvestigasi Kerajaan Ferzen ya. Apakah ada sesuatu yang terjadi disana?(Rue)
Ah, iya. Hanya ada sedikit kok. Apa kamu khawatir tentang sesuatu?(Touya)
Iya. Soalnya saya khawatir. Ferzen adalah tempat dimana kakakku belajar dan akan lebih baik baginya untuk kembali kerumah jika ada tanda-tanda kalau ada sesuatu yang mungkin terjadi.(Rue)

Ha? Ah, sungguhan? Kami memang masih belum bertemu, tapi ia adalah tuan putri kedua dari Kekaisaran Regulus… Jadi Kerajaan Ferzen adalah tempat dimana Kakak kandung Rue belajar, yah?

Ia belajar keluar negeri ke Ferzen, yang dikenal sebagai Kerajaan Sihir, jadi tuan putri kedua itu seharusnya memiliki potensi di sihir.

Akan tetapi, kalau begini situasinya, aku sedikit cemas… Aku masih belum memutuskan kalau Negara itu buruk, tapi hampir benar kalau Negara itulah tempat dimana orang-orang yang mencuri bagian framegear bersembunyi. Walau aku percaya kalau tidak akan ada apapun pun yang akan terjadi pada tuan putri Regulus sih…

Huh? Lalu, apakah ini artinya kalau hubungan Regulus dan Ferzen cukup baik?(Touya)

Biasanya, keluarga kerajaan tidak mengirimkan anaknya untuk belajar ke Negara yang memiliki hubungan buruk dengannya.

Kurasa iya. Hubungan mereka memang baik… Atau daripada dikatakan demikian, sebaiknya saya mengatakan kalau mereka membantu satu sama lain dan akhirnya dibantu. Mereka memiliki alat sihir dan teknik sihir sementara kami memiliki material besi, senjata, armor, batu sihir yang berharga dan seterusnya dan seterusnya. Yah, setidaknya kami berdagang dengan mereka.(Rue)
Apakah Rue pernah bertemu dengan Raja Ferzen?(Touya)
Pernah, hanya sekali, saat kami diundang ke upacara disana. Bagaiamana ya cara menjelaskannya…? Beliau tidak terlihat seperti seorang penyihir sama sekali. Kalau saya harus menjelaskannya, ia terlihat seperti prajurit bayaran yang kuat.(Rue)

Prajurit bayaran!? Ia juga seorang Raja, jadi aku tidak begitu paham…

Hmmm. Kalau tidak salah, sepertinya Ferzen sedang berdagang dengan Restia. Karena kami memiliki penengah, haruskah kami memasuki Negara itu dari sana?

Karena setelah dipikir-pikir, kita tidak bisa memancing ikan kalau tidak ada umpannya.


Sebelumnya || Daftar Chapter  ||  Selanjutnya

17 comments:

  1. LaNjuT, semangat nge-terjemahinnya :D

    ReplyDelete
  2. Arc 1 sampai 22 nya dimana min ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lihat dini gan, tapi cuma sampe arc. 20

      http://uebu-novel.blogspot.co.id/p/in-different-world-with-smartphone.html?m=1

      Delete
  3. Update chapter lanjutanya kapan..??

    ReplyDelete
  4. Lanjutkan min ditunggu hahah

    ReplyDelete
  5. loh sejak kapan rambutnya touya jadi panjang gitu?

    ReplyDelete
  6. Lanjuykan min, sudah mei ini

    ReplyDelete
  7. Ooo!!! touya kau menjadi onee-san yang berhati lembut

    ReplyDelete