Monday, 5 February 2018

Evil God Chapter 16


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu
*One man army

Chapter 16 :
Apa yang Tersembunyi Jauh di Dalam Dungeon (2)





Iblis yang tersisa dari bencana iblis ke-empat.
Kata-kata Fumeless membuat semua orang terkejut.

[Bohong! Tidak mungkin kau masih hidup!]

Tiraiza berteriak.
Bukan berarti semua iblis saat itu telah terbunuh.
Tapi jarang ada pimpinan pasukan yang masih hidup.
Dan juga, seharusnya dia tak bisa bersembunyi.

Lagipula, iblis biasanya suka berperang dan jarang ada yang ingin kabur.
Itulah sebabnya, saat Raja Iblis terbunuh, para pemimpin pasukan juga akan mati dalam perang.

Jika mereka kabur, mereka pasti akan masuk dalam daftar buronan.
Jika pimpinan pasukan masih hidup, maka manusia tak akan bisa hidup dengan tenang.

[Aku tidak bohong... Apa harus kutunjukkan kekuatanku pada kalian?]

Tekanan yang diakibatkan oleh maki miliknya semakin meningkat dan membuat semuanya perlahan bergerak untuk mundur dari sana.

[Kita harus lari dari sini]

Aku memberi pendapatku dengan tenang.
Dia akan mencoba mengejar kami, tapi jika kami lari melalui gerbang transfer, maka kami akan bisa kabur dari sini.

Kami memutuskan bahwa kabur adalah pilihan terbaik dan di bawah arahan Yufilia, kami pun meninggalkan benteng tersebut.
Fumeless tidak mencoba mengejar kami.

Saat kami meninggalkan benteng itu, sesuatu muncul dalam penglihatanku.
Itu adalah hal yang ada di luar harapanku.

[Apa?]

Ada banyak iblis di luar sana. Mungkin mereka adalah para pengikut Fumeless ―― yang jumlahnya lebih dari 1000 iblis.

[Mereka terlalu banyak... Ini bukan jumlah yang bisa berada di dalam sebuah dungeon!]

Saat aku mengeluh, Fumeless datang dari arah belakang.

[Kelompok pahlawan sepertinya sangat tidak sabar karena pergi sebelum aku selesai bercerita.]
[Cerita?]

Yufilia melotot pada Fumeless.

[Kau pasti ingin berbicara pada manusia jika telah hidup sendirian selama 400 tahun]
[Apa maksudmu?]
[Bukannya mau sombong, tapi pasukanku berjumlah sekitar 1000 iblis.]
[Apa kau pikir bisa mengalahkan manusia dengan jumlah itu?]

Kata-kata Yufilia bukan sekedar bualan belaka.
Saat Raja Iblis lahir, ada lebih dari berpuluh-puluh kali lipat dari jumlah yang ada di sini.

Umat manusia tak akan terancam hanya dengan jumlah ini.
Yah, meskipun itu hanya dilihat dari segi jumlah.

[Tidak banyak iblis yang berhasil selamat. Aku cukup kesulitan saat merekrut mereka. Apalagi mereka yang hidup dengan bersembunyi]

Para iblis pun mengepung kami.
Kami pun membuat formasi lingkaran.

[Kuh...]

Aku bisa melihat kegelisahan di wajah Yufilia.
Dia, yang merupakan seorang pahlawan dan pemimpin kelompok ini, terlihat kesulitan untuk mencari jalan keluar dari situasi ini.

[Menaklukkan umat manusia dengan hanya 1000 pasukan iblis bukan hal yang gegabah. Jumlah menentukan kekuatan. Itulah sebabnya aku mengumpulkan mereka.]

Seperti menjawab perkataan Fumeless, banyak pasukan keluar dari benteng.

Golem, pasukan tengkorak, dan makhluk mistis lainnya.
Ghoul, zombi naga, dan monster undead lainnya.

[Mereka.... seberapa banyak jumlah mereka?]

Wajah Yufilia terlihat pucat.

[Aku sudah lama berhenti menghitung jumlah mereka.]

Jumlah mereka sekitar sepuluh ribu. Tidak, mungkin lebih dari itu.
Sepertinya dia terus membuat makhluk mistis selama 400 tahun menggunakan sihir enchancement dan pasukan undead menggunakan sihir undead.

Meskipun kami sudah berada dalam kondisi yang berbahaya, tapi tak ada yang bisa kami lakukan karena kami telah dikelilingi oleh lebih dari 10.000 musuh.
Semuanya pasti berpikir begitu.

Iris dan Jiemi terlihat pucat dan gemetar sambil memegang senjata mereka.

Tiraiza mengatakan sesuatu dengan suara pelan.
Tapi aku bisa mendengarnya dengan jelas menggunakan evil ears milikku.

[Jika aku menggunakan seluruh kekuatan sihirku dan melakukan aksi bunuh diri... berapa banyak yang bisa aku kalahkan bersamaku?]

Dia mencoba memberi jalan keluar untuk kami dengan cara mengorbankan dirinya.
Aku pun lalu memegang tangan Tiraiza dengan perlahan.

---- Tenang saja. Serahkan saja padaku.

Aku mengatakannya dengan pelan hingga aku tak yakin apakah dia bisa mendengarnya.
Apa dia bisa mendengarku? Sepertinya dia sudah menyerah, tapi dia menganggukkan kepalanya.

Yufilia melihat ke arah Fumeless.

Dia memegang pedang suci Ridill dan meningkatkan semangatnya.

[Yufi! Hentikan!]

Tanpa mendengar perkataanku, Yufilia menghadapi Fumeless.

Dengan pedang terangkat, Yufilia berlari ke arah Fumeless.

[Muuuuuuuu!]

Fumeless membentuk sebuah penghalang untuk bertahan.
Saat Ridill dan penghalang itu berbenturan, sebuah suara keras bergema, dan penghalang itu terbelah.

[Cih!]

Fumeless pun mengelak ke samping saat menyadari bahwa penghalangnya telah hancur.

[Aku pasti bisa mengalahkannya dengan Ridill!]

Yufilia berlari ke arah Fumeless lagi.
Tapi Ridill terdorong oleh sebuah kekuatan dari bawah lalu terlempar ke udara.
Pedang itu terlempar oleh cakar Fumeless.

Yufilia melihat pedangnya yang telah terlepas dari tangannya.

[Kau masih belum matang.]

Fumeless melancarkan sebuah tendangan ke arah Yufilia.

Aku menangkap Yufilia yang terlempar oleh tendangan itu.

[Gahah!]

Iris menggunakan heal pada Yufilia yang mengeluarkan darah dari mulutnya.

[Melihat pada pedang dan menghiraukan musuhmu adalah fakta bahwa kau masih terobsesi pada pedang itu]

Fumeless mengambil Ridill yang tertancap di tanah.

[Tapi bukannya aku tidak mengerti akan hal itu. Pedang Suci Ridill. Salah satu dari senjata legendaris yang digunakan oleh pahlawan yang mengalahkan Raja Iblis kami. Bahkan gadis kecil sepertimu bisa menghancurkan penghalangku menggunakannya.]
[Ke-Kembalikan!]
[Oh tidak bisa! Ini terlalu berbahaya meski kau yang menggunakannya.]

Di akhir pengobatan yang dilakukan pada Yufilia, aku pun berbicara dengan suara kecil.

[Kita mundur sekarang juga.]
[Bagaimana caranya? Kita sudah terkepung.]
[Kita akan menerobos dalam sebuah barisan.]

Aku pun mengaktifkan sebuah sihir untuk menjawab pertanyaan Yufilia.

[Tornado!]

Sebuah tornado besar muncul di arah jalan keluar dan menerbangkan iblis yang ada di sana.

[Ayo cepat!]
[Tapi kita pasti juga akan terlempar jika berlari ke arah tornado itu!]
[Itu akan segera hilang, ayo!]

Saat aku mengatakan hal itu dengan suara keras, kami berempat pun segera berlari.
Seperti yang kukatakan, tornado itu pun menghilang.
Saat tornado itu menghilang, para iblis kembali mencoba mengejar kami, tapi----

[Tornado!]

Sebuah tornado yang lebih besar pun muncul. Aku membuatnya agar para gadis dan jalan keluar berada di tengah-tengahnya.
Tidak ada angin di tengah tornado itu.
Sekarang mereka pasti bisa kabur.

[Gravity!]

Di saat yang bersamaan, aku pun mengaktifkan sihir selanjutnya.
Sebuah mantra yang bisa memanipulasi gravitasi. Ini membuat tubuhku menjadi ringan.
Aku berada dalam jangkauan angin tornado kedua.

Yah, tidak ada yang akan terjadi padaku meskipun aku terlempar oleh tornado itu. Tapi ini masalah apakah aku terlihat keren atau tidak.

[Hoo...]

Fumeless sepertinya tertarik melihatku.
Iblis tingkat tinggi membuat aliran maki mereka agar tidak terlempar.

Ada sekitar 5 iblis selain Fumeless.
Kurasa mereka semua adalah iblis yang selamat dari bencana iblis ke-empat.

Yufilia dan yang lainnya menyadari bahwa aku tidak mengikuti mereka dan terlihat ragu-ragu.
Mulut Yufilia terlihat bergerak.
Biasanya tidak mungkin mendengar apa yang dia katakan di tengah angin kencang ini.

[Tak mungkin kita bisa meninggalkan Ashtal sendirian di sini!]

Tapi aku bisa mendengar mereka menggunakan evil ears.
Aku menunjuk jalan keluar untuk memberitahu mereka agar segera kabur.

Akhirnya mereka membuat keputusan dan memasuki gerbang transfer..
Ratusan ribu pasukan yang tersisa mengepungku.

[Siapa kau? Di antara kalian berlima, bukan hanya auramu yang paling lemah, aku bahkan tak bisa merasakan apapun darimu. Tapi karena kau bisa menggunakan sihir seperti itu, sudah jelas kalau kau bukan seorang manusia biasa.]

Aku menaruh tanganku di saku dan melihat Fumeless.
Para iblis sepertinya tidak senang dengan sikapku.

[Dan juga sikapmu itu, berbeda dengan yang tadi, sepertinya kau tidak takut sama sekali.]

Sampai tadi aku khawatir soal mereka berempat.
Tapi saat ini tidak ada hal yang perlu kukhawatirkan lagi.
Meskipun dikepung oleh 100.000 musuh, tak ada bedanya dengan saat aku sedang minum kopi bersama pak tua.

[Lagipula kau tak akan membunuh kami.]
[Oh, jadi kau menyadarinya, ya?]

Fumeless membuat wajah terkejut.

[Meskipun dia adalah gadis kecil, namun pahlawan tetaplah pahlawan. Jika aku ingin menutup mulutnya dengan membunuhnya, dungeon ini pasti akan dicurigai. Akhirnya waktu yang kunantikan telah tiba. Aku sudah muak tinggal di dungeon ini.]
[Sepertinya menyenangkan.]
[Ah, iblis terlahir dengan rasa benci terhadap manusia. Terlahir dengan kekuatan untuk bertarung dan niat untuk menghancurkan.]

Itu adalah hukum di dunia ini. Apa itu aturan yang dibuat oleh Dewa, atau malah sudah seperti ini sejak mereka tiba di dunia ini.
Apapun sebabnya, para iblis tak punya pilihan selain mengikutinya.

[Kau harus tetap hidup dan memberitahu manusia tentang betapa mengerikannya kami. Itu akan membuatnya menjadi lebih menarik. Apa kau mengerti?]

Fumeless memberitahu hal itu padaku.
Yah, aku sudah lama memperhatikan para iblis ini.
Bahkan aku lebih mengerti jalan pikiran mereka daripada manusia.

Ada musuh. Segera bunuh mereka. Dan binasakan mereka semua.
Ada musuh. Bebaskan mereka. Dan buat mereka lebih sengsara lagi.

Itu adalah pola yang mereka lakukan.
Raja Iblis generasi ke-empat memilih pola yang kedua.

[Jadi, apa aku sudah boleh pulang?]
[Tidak.]
[Eeeh...]

Kupikir mereka akan membiarkanku pergi.

[Lagipula, kalian tidak perlu pulang semua. Satu saja sudah cukup.]

Iya juga sih. Tapi akan gawat kalau hanya satu yang selamat.

[Kau tidak takut pada kami, dan kami juga tak tahu identitasmu. Jadi sudah sewajarnya jika kami tidak bisa membiarkanmu pergi dan melewatkan kesempatan ini.]
[Begitu, ya? Tapi maaf, aku tak dibolehkan bertarung. Itu sudah aturannya.]

Iblis adalah musuh alami manusia. Tidak baik jika Dewa Iblis ikut campur dalam perselisihan itu.

[Peraturan? Siapa kau sebenarnya?]
[Jika kau ingin tahu, kau harus datang lagi padaku dengan prosedur yang semestinya.]

Tubuhku mulai menipis seiring hawa keberadaanku yang juga mulai menghilang.

[Teknik transisi? Tidak mungkin! Seharusnya itu tidak bisa dilakukan di tempat ini!]

Itu adalah pendapat yang salah. Teknik transisi tidak bisa digunakan di subruang karena tempat itu berbeda dengan dunia asli.
Namun bagi Dewa Iblis yang terlahir di subruang, kami punya teknik yang bisa digunakan di tempat ini.
Sosokku pun mulai menghilang dari subruang ini.

                                                                        ****

Jendral Iblis dari bencana iblis ke-empat masih hidup.
Informasi itu seharusnya sudah tersebar ke Kerajaan Briton dari 4 pahlawan.

Dan umat manusia akan dibuat sadar.
Bahwa bencana iblis ke-empat masih belum berakhir.

Umat manusia akan kembali ingat.
Masa lalu dimana mereka berada dalam keadaan kritis tanpa pernah mencapai apapun.
Rasa malu akibat paksaan untuk tunduk.
Tersiksa oleh pemerintahan yang tirani.
Dan ketakutan terhadap ras iblis.






0 comments:

Post a Comment