Saturday, 3 February 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 167 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Shiro7D
Proof Reader
-


Arc 21: Pertempuran Wanita

Chapter 167: Cinta Pertama yang Mempesona, dan Pertandingan


  [Dan, hal apa yang ingin Anda bahas?] (Touya)

Tuan Putri Hilda dan Raja sebelumnya duduk di sofa ukuran 3 orang di ruangan resepsi istana. Aku duduk di depan mereka dan mendengarkan mereka berdua.

Nampaknya, mereka berdua menyembunyikan status sosial dan pergi ke sini dengan menyamar. Memang, armor yang mereka kenakan saat ini tidak memiliki emblem keluarga Restia.

Raja sebelumnya yang merupakan mantan adventurer sepertinya memiliki koneksi di berbagai tempat. Tampaknya, mereka berhasil datang kemari tanpa ada masalah. Kurasa ia memang bukan orang biasa.

Menurut apa yang kudengar, mereka menyembunyikan status sosial dan sepertinya mereka telah melakukan sejauh apa yang telah Mito-sama lakukan……  seperti [Apa kau tahu siapa orang tampan yang datang ini? Ia lah Galen-sama, Sang Raja sebelumnya!] [Haha~!] itu tidak mungkin, kan? Tidak ada shinobi atau semacamnya yang membawa mainan seperti itu disini, kan?
(TL: https://en.wikipedia.org/wiki/Tokugawa_Mitsukunihttps://en.wikipedia.org/wiki/Mito_K%C5%8Dmon )

Yah, masalah apakah Raja sebelumnya memikirkan masalah tersebut, aku tidak bisa mengomentarinya.

  [Sebenarnya, ini mengenai kehancuran Yuuron beberapa hari yang lalu……] (Hilda)

Tuan Putri Hilda pun membawa subjek pembicaraan. Begitu ya, ternyata tentang hal itu yah…

Pihak-pihak yang terlibat dalam perang tersebut kebetulan adalah orang-orang dari negara asing dan tambah desas-desus dari Yuuron yang tidak konsisten dan tidak beralasan, apa yang sebenarnya terjadi manjadi samakin tidak jelas. Terutama di bagian Timur.

Dan ironisnya bagian Baratlah lebih mengetahui situasi yang terjadi daripada bagian Timur meski kejadian itu terjadi di Timur, tapi mau bagaimana lagi karena kebanyakan Negara yang berpartisipasi dalam perang tersebut berasal dari bagian Barat.

Guild memang telah memberikan informasi yang sebenarnya, tapi tetap saja sulit untuk mempercayai kebenarannya begitu saja. Kebal sihir, punya kemampuan regenerasi, dan muncul dari keretakan langit…… Makhluk seperti itu tidak pernah muncul sampai sekarang.

Aku pun menceritakan kembali peristiwa yang terjadi di Yuuron kepada 2 orang itu secara rinci.

  [Jadi invasi besar Fraze itu memang ada, yah? Apakah aliansi Belfast, Regulus, Misumido, Rifurizu, Ramisshu, Rynie berada disana…….?] (Galen)

  [Mereka adalah lawan yang tidak akan bisa dikalahkan kalau kita tidak bersatu seperti ini. Sebenarnya, Shanghai hancur hanya dengan 1 serangan tipe-atas] (Touya)

  [Itu fakta yang mengerikan ~jano……. Dan, apakah ada kemungkinan peristiwa yang sama akan terjadi lagi?] (Galen)

Kekhawatiran Raja sebelumnya adalah hal wajar karena beberapa Fraze kelas-rendah yang pernah muncul di Restia. Daripada membohongi mereka, mungkin akan lebih baik menjelaskan kebenarannya secara langsung.

  [Saya pikir tidak untuk sementara waktu ini. Namun, invasi besar yang sama mungkin akan terjadi nanti. Oleh karena itu saya berusaha membuat berbagai persiapan untuk mengatasinya] (Touya)

  [Persiapan yah, apakah anda berbicara mengenai prajurit raksasa itu?] (Galen)

Apakah mereka sudah mengetahuinya? Yah, aku memang sudah berpikir kalau informasi itu akan bocor sampai batasan tertentu.

Karena menunjukkannya lebih cepat daripada menjelaskannya, aku pun memindahkan semua orang ke padang rumput sebelah barat istana.

Raja sebelumnya, Tuan Putri Hilda, termasuk para pengawal, sangat terkejut dengan pengalaman pertama mereka. Dan kekagetan mereka bertambah, saat aku memunculkan Black Knight dari Babylon.

  [Ini adalah FrameGear [Black KnightNight Baron]. Salah satu senjata pamungkas kami untuk melawan Fraze] (Touya)

Sepertinya semua orang tidak bisa berkata apa-apa karena kaget. Aku mengeluarkan alat penerima dari [Storage] dan memanggil Monica yang ada didalam kokpitnya.

Tunjukkan beberapa gerakan. Tapi jangan ceroboh(Touya)

Baiklah ~ze, Master(Monica)

Monica menunjukkan beberapa gerakan seperti berjalan, berlari, menarik pedang, menusuk, dan mengayun-ayunkannya ke atas dan ke bawah.

  [Ini…… FrameGear, berapa banyak unit yang digunakan dalam pertempuran di Yuuron kemarin?] (Galen)

  [Sekitar 250 unit termasuk cadangan. Saat itu, jumlah Fraze kira-kira 13,000, jadi situasinya cukup sengit] (Touya)

  [250 unit……. Apa yang ingin Raja Penguasa Brunhild lakukan dengan kekuatan militer sebanyak itu?] (Galen)

Mata Raja sebelumnya menatapku seakan-akan sedang menginterogasiku. Kurasa pemikiran tentang aku memiliki ambisi muncul dalam pikirannya, mau bagaimana lagi.

  [Anda mungkin tidak akan percaya, tapi saya tidak memiliki keinginan menggunakan ini untuk menginvasi Negara lain sama sekali. Dan tidak hanya untuk invasi. Tujuan utama FrameGear adalah untuk melawan Fraze.
Meski itu Negara dari Aliansi Negara-barat, saya tidak akan meminjamkannya jika tidak ada situasi berbahaya] (Touya)

  [Apa yang anda maksud dengan “situasi berbahaya”?] (Galen)

  [Peristiwa seperti penaklukan Behemoth atau penyelamatan korban bencana seperti longsor] (Touya)

Sebenarnya, aku sudah meminjamkannya pada setiap Negara aliansi beberapa kali. Aku tidak keberatan kalau mereka digunakan untuk menyelamatkan nyawa rakyat. Tentu saja, aku tidak mengambil pajak karena tujuannya baik.

Ah, tentu saja aku akan meminta mereka mengganti rugi biaya material jika mereka merusaknya saat melawan Behemoth.

  [Demi kepentingan argumen, bisakah saya meminjamnya jika Restia membentuk aliansi dengan Negara anda?] (Galen)

  [Selama mereka tidak digunakan untuk perang dan hal-hal illegal lainnya, tidak masalah] (Touya)

Apakah teknologinya tidak akan dicuri jika kau meminjamkannya pada Negara lain dan mereka menganalisanya? Aku pernah ditanyai seperti ini, tapi sebaliknya, aku ingin kau menunjukkan apakah kau bisa melakukannya. Bahkan aku dan Rosetta tidak bisa membuat FrameGear dari 0. Jadi kurasa hal itu mustahil dilakukan kecuali seorang jenius abnormal seperti professor bejat itu muncul.

Meskipun mereka membongkarnya, mereka mungkin hanya bisa membuat tangan dan kakinya saja, tapi mustahil untuk bagian tengahnya. terlebih, pasti mustahil untuk mereka membuat cairan Ether yang merupakan bahan bakarnya. Yah, kalau mereka dibongkar sampai pada titik tidak bisa dipasang lagi, aku tidak akan meminjamkan pada meraka lagi.

  [Salah satu maksud kedatangan saya datang kesini adalah untuk membuat hubungan baik dengan Negara anda ~ja. Walaupun saya tidak bisa membuat persetujuan aliansi tanpa izin dari putraku yang merupakan Raja sekarang, tapi kurasa ia pasti tidak akan menolaknya] (Galen)

  [Itu merupakan sebuah kehormatan bagi kami, namun saya juga harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan Negara-negara lainnya] (Touya)

Yah, kurasa tidak akan ada keberatan dari pihak kami. Seperti yang di harapkan dari Restia yang di juluki sebagai Kerajaan Ksatria, sepertinya negara itu adalah Negara dengan tujuan murni, dan rakyat yang setia.

……. Walau sulit untuk mempercayainya jika dilihat dari pak tua ini.

Tapi apakah kami harus mengganti nama [Aliansi Negara-barat] jika Restia bergabung? Restia ada di timur. Hmm. Yah, bukankah tidak apa-apa untuk memikirkannya nanti?

***

  [Seyaaaaaaaaaaa!!] (Yae)

  [Haaaaaaaaaaaaa!!] (Hilda)

Pedang mereka berhenti tepat sebelum terkena tubuh mereka. Pedang kayu Tuan Putri Hilda ada di sebelah Yae. Sedangkan pedang kayu Yae hampir terkena tengkuk Tuan Putri Hilda. Ini adalah seri yang menakjubkan.

  [Sudah cukup!] (Touya)

Suaraku yang bertugas sebagai wasit terdengar di tempat latihan bawah tanah.

Tuan Putri Hilda mengatakan ingin melawan pengguna pedang terbaik Negara ini, jadi aku memasangkannya dengan Yae. Karena jika menyangkut Kenjutsu (Seni berpedang), dia lebih baik daripada Yamagata-ossan.

Dalam 1 tahun ini, kau pikir sudah berapa banyak website dan video Kenjutsu yang telah kutunjukkan pada Yae? Ia telah mempelajari semua itu seperti sponge oranye yang menyerap air dan memperbagusnya. Kupikir gaya kenjutsu-nya telah melenceng dari gaya orang tuanya, [Kokonoe Shinmei Ryu].

Meskipun aku juga berpikir kalau Tuan Putri Hilda juga menakjubkan karena bisa mengimbanginya.

Saat merendahkan pedang masing-masing, mereka menghirup nafas sejenak.

  [Tadi itu pertandingan yang luar biasa. Baginda memang hebat, karena bisa memiliki ksatria yang menakjubkan] (Hilda)

  [Tidak? Saya bukanlah seorang ksatria ~degozaru] (Yae)

  [Eh?] (Hilda)

Setelah pertandingan, Tuan Putri Hilda memiringkan kepalanya sambil bersalaman dengan Yae.

  [Saya adalah calon pasangan Touya-dono ~gozaru] (Yae)

  [Calon pasangan?] (Hilda)

  [Yang bearti tunangan] (Touya)

Saat aku memotong ucapannya, Tuan Putri Hilda berhenti bergerak. Huh? Ada apa?

Lehernya berputar dengan aneh seperti pintu rusak, dan matanya menatapku. Ada apa? Tidak ada cahaya sama sekali di matanya…….

  [Bertunangan, jadi anda sudah bertunangan, ya?] (Hilda)

  [Eh? Huh……. Yah. Itu, apakah anda tidak medengar kabarnya? Seharusnya sudah ada pengumuman besar-besaran tentang pertunangan saya dengan Yumina dan Rue] (Touya)

  [Yumina? Rue?] (Hilda)

Kurasa tuan Putri Hilda ingin bertanya “Siapa mereka?”. Nampaknya ia tidak tahu sama sekali siapa mereka. Yah, mungkin pengumuman itu belum tersebar ke timur.

  [Mereka adalah Tuan Putri Belfast dan Regulus ~degozaru. Mereka berdua adalah tunangan Touya-dono sama seperti saya ~degozaru] (Yae)

  [Apa!? Ti-tiga tunangan!?] (Hilda)

  [Lebih tepatnya, enam~degozaru] (Yae)

  [Enaaaaa…..m!?] (Hilda)

Tuan Putri Hilda pun kehilangan kata-kata. Muu. Apakah itu menarik perhatiannya? Seperti yang diduga, meskipun poligami ada di dunia ini, pedagang kaya atau bangsawan biasanya hanya memiliki dua atau tiga istri dan sepertinya ada beberapa Raja yang memiliki istri yang banyak. Tapi sepertinya, seorang Raja biasanya hanya memiliki lima istri.

Meski jika kita tidak memasukkan pedagang dan bangsawan dengan istri-istrinya, ternyata ada beberapa pasangan atau selir dan itu [Istri] yang sah tidak ada.

Sepertinya setelah menikah dengan istri yang sah pertama, barulah istri sah kedua dan ketiga bermunculan. Dan orang sepertiku yang memiliki banyak tunangan sekaligus itu langka.

  [Aku…… Apa yang harus ku……. Ini diluar dugaan….. tidak, masih belum saatnya…….] (Hilda)

Entah kenapa, Tuan Putri Hilda menggerutu dan mengucapkan sesuatu didepanku saat aku melambai-lambaikan tanganku didepan wajahnya.

Ini buruk. Ia tidak melihatnya.

  [Dan inilah saatnya, Onee-chan muncul ~nanoyo!] (Karen)

  [Uwaa, kau mengagetkanku oi!!] (Touya)

Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari belakang, dan aku pun mundur.

Karen-Onee-san mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan pose yang berani dengan nafas yang gembira.

Apakah orang ini (meskipun aku mengatakan “orang”, ia adalah Dewi) bisa melakukan teleportasi? Ia dengan mudahnya muncul di tempat dan momen tidak terduga hanya karena ia adalah Dewi.

  [Kau yang disana! Jujurlah, pasangan dari cinta bertepuk sebelah tanganmu itu adalah Touya-kun ~nanone!!] (Karen)

  [Fuoaaa!? A-aa-ppa, apa yang kau khatakan!? Tebakan, tebakan apa ini! Ini hanya tebakan!] (Hilda)

Nee-san menunjuk Tuan Putri Hilda, dan wajahnya pun meledak dengan warna merah seakan-akan terbakar. Eh? Ada apa dengan reaksi itu? Maksudmu……
Apa memang seperti itu?

Tidak, tapi……. Kami kan baru bertemu dua kali….. Jangan katakan kalau ia?

Aku pun menarik Nee-san yang menunjuk Tuan Putri Hilda dengan semangat dan berbisik-bisik padanya.

  [Tu-tunggu sebentar. Apakah kau menggunakan semacam kekuatan anehmu? Seperti kekuatan Jatuh Cinta atau semacamnya dari sistem kekuatan guna-gunamu?] (Touya)

  [Kasar sekali kau. Aku tidak menggunakan apapun ~noyo. Dari awal sudah ada bibit cinta pada Touya-kun didalam gadis itu ~noyo. Terlebih lagi, itu adalah cinta pertamanya dan auranya sangat mempesona] (Karen)

Jadi kau sudah mengetahuinya!? Atau aku yang tidak peka?

Cinta pertama. Tapi, apa yang bisa kulakukan, dengannya?

Sementara aku ragu atas apa yang seharusnya kukatakan pada Tuan Putri Hilda yang gelisah, Yae melangkah kedepan. Tunggu, bisakah kau tidak melakukan pertengkaran saat ini!?

  [Apakah Hilda-dono juga mencintai Touya-dono ~degozaru?] (Hilda)

  [Hiee!? Tidak, errrrr! Begini…… Saya tidak tahu kalau beliau sudah memiiki tunangan seperti Yae-san……. Bagaimana ya?……. yah……. maafkan saya…… saya hanya mengganggu, kan…….] (Hilda)

  [Tidak sama sekali. Saya sangat paham perasaanmu karena saya pernah berada dalam situasi yang sama dengan Hilda-dono ~degozaru] (Yae)

Tuan Putri Hilda yang menundukkan kepalanya karena malu akhirnya mengangkat kepalanya karena kata-kata Yae.

  [Saat Touya-dono bertunangan dengan Yumina-dono, saya hanyalah rekannya. Saya mengubur perasaan saya ke lubuk hati terdalam tanpa bisa mengungkapkannya. Akan tetapi, Touya-dono dan Yumina-dono menerima seseorang seperti saya ~degozaru] (Yae)

  [Jadi seperti itu ya……] (Hilda)

  [Oleh karena itu, Hilda-dono juga tidak masalah untuk menjadi tunangan
Touya-dono sama seperti saya ~degozaru] (Yae)

  [[Apa katamu!?]] (Touya & Hilda)

Suaraku dan suara Tuan Putri Hilda menyatu. Tunggu sebentar!? Bagaimana bisa jadi seperti ini!? Meskipun aku telah mengambil Sue beberapa hari yang lalu, bukankah ini masih terlalu cepat untuk orang ke tujuh!?

  [Omong-omong, batas tunangan Touya-dono tinggal tiga lagi. karena sudah diputuskan kalau Touya-dono akan memiliki sembilan tunangan] (Yae)

  [Sembilan!?] (Hilda)

Tuan Putri Hilda berteriak karena terkejut. Kau memberitahunya!? Aku bahkan tidak menyetujuinya!

  [Kau sangat populer seperti biasa ~nanoyo. Onee-chan bangga lho ~noyo] (Karen)

  [Ano-naa!!] (Touya)

Aku pun melototi nee-san bodohku yang mulai bersiul disamping. Ia mungkin berpikir kalau ini adalah situasi yang menyenangkan!
(ED: Aku juga berpikir ini situasi yang menyenangkan lho XD)

   [De-e-dengan kata lain, jumlah orang yang bisa menjadi tunangan Baginda hanya tersisa tiga orang lagi, yah!? Jika saya tidak ingin menjadi selir, maka saya ikut! Saya akan menjadi tunangan ke tujuh!] (Hilda)

  [Kalau begitu, saya akan mengenalkanmu pada yang lain nanti ~degozaru. Saya sangat senang bisa memiliki rekan yang menenangkan ~degozaru] (Yae)

  [Terima kasih, Yae-san!] (Hilda)

Tuan Putri Hilda pun menggenggam tangan Yae dengan kuat. Tunggu sebentar,
ada banyak hal yang kelihatan aneh! Kenapa orang-orang disini (terlebih para gadis!) tidak mendengarkan pendapat pasangan mereka!? Apa maksudmu pendapatku tidak dihitung!?

Ini buruk. Kejadian ini punya aura yang sama seperti saat Yumina dan Rue. Kalau tetap seperti ini……! Huh? Bukankah sudah telat untuk melakukan sesuatu?

Pernikahan dengan orang seperti ini bukan hanya berarti berhubungan dengan orang yang mereka sukai tapi juga berarti memperdalam hubungan antar keluarga. Mungkin karena itulah, banyak orang berpendapat tidak masalah untuk saling mencintai setelah mereka menikah. Ini adalah perbuatan di kalangan masyarakat kelas-atas.

Kalau begitu mungkin motif ini sudah biasa bagi keluarga kerajaan. Tentu saja, mereka tidak akan menikahi pasangan yang tidak mereka sukai.

Aliran permbicaraan ini dengan cepat berkembang didepan mataku. Dan sebelum aku berpikir bagaimana cara menghentikannya, seseorang melangkah kedepan.

  [Aku sudah mendengarkannya! Pernikahan ini, aku tidak akan merestuinya dengan mudah!] (Galen)

  [Ojii-sama!?] (Hilda)

  [Hal menyusahkan lainnya muncul, tapi……] (Touya)

Raja sebelumnya pun muncul entah darimana dengan pose [Tunggu dulu!] sambil mengangkat tangannya. Apakah kau pemain Kabuki?
(TL: Imajinasikan bagaimana cara Jiraiya muncul di Naruto)

Apakah pembicaraan ini punya arus seperti [Jika kau menginginkan cucuku, kau harus melangkahi mayatku dulu!]-!?

Aku tidak berpikir seperti itu sih …….

  [Aku ingin kau menunjukkan kebulatan tekadmu karena seorang Tuan Putri Kerajaan Ksatria memutuskan untuk menikah! Lawan aku!] (Galen)

Bingo~ Apa kau serius…….? Mau bagaimana lagi. Kalau begitu, haruskah aku kalah? Saat ini aku tidak punya keinginan untuk menjadikan Tuan Putri sebagai tunanganku. Meskipun kupikir ia cantik, aku masih belum mengetahui apa-apa tentangnya. Tapi meski begitu, Raja sebelumnya tetaplah seorang adventurer rank-emas, meskipun ia sudah tua.

Apakah ia akan menjadi lawan yang sulit ~?

  [Terimalah cobaan ini dan tunjukkan kalau kau bisa mengalahkanku! Ini adalah pertandingan, Hilda!] (Galen)

  [Baik! Ojii-sama!] (Hilda)


………………Huh?


Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

0 comments:

Post a Comment