Friday, 16 February 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 170 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Shiro7D
Proof Reader
-


Arc 21: Pertempuran Wanita

Chapter 170: Cabang Guild, dan Gadis Berkulit Coklat


Perlahan-lahan mulai mendingin, yah(Touya)

Saat ini Brunhild mulai memasuki Musim Dingin. Meskipun tidak separah Kerajaan Elfrau yang kemarin kukunjungi, tapi nampaknya disini akan mendingin sampai titik tertentu dan sepertinya salju juga akan turun.

Apakah tidak ada masalah dengan penanganan cuaca dingin?(Touya)

Saya rasa tidak akan ada masalah karena setiap rumah di Negara ini memiliki perapian, dan kayu bakar pun sudah terkumpul cukup banyak. Namun kita harus tetap berhati-hati agar tidak terjadi kebakaran(Kousaka)

Tentu saja, Pasukan pemadam kebakaran telah dibentuk untuk berjaga-jaga kalau hal tersebut terjadi dan alat seperti pompa pemadam juga telah ada. Begitulah Kousaka-san, dia tidak pernah melewatkan apapun. Sepertinya air yang mengalir di kanal kota juga akan digunakan saat memadamkan kebakaran. Nah haruskah aku memerintah mereka berpatroli sambil membawa sesuatu seperti clappersI sekarang?
(TL: Ini guyonan, para pemadam kebakaran jepang kuno dulu memakainya)

Setelah menyelesaikan dokumen-dokumen, aku pergi ke tempat latihan dan melihat Hilda dan Rebecca-san sedang berlatih.

Sejak Hilda menjadi tunanganku, ia mulai hidup di istana seperti yang lainnya. Mungkin sudah terlambat untuk mengatakan hal ini, tapi kemarin aku berpikir kami akan berpisah sampai saat kami menikah nanti. Karena meskipun dia tunanganku, ia juga seorang Tuan Putri dari Negara lain.

Hal ini mengingatkanku perasaan pada saat pertama kali bertemu Yumina, namun saat ini Hilda dan Rue yang melakukannya. Tidak seperti yang lainnya, Sue tidak tinggal disini, namun ia tetap menginap disini 2 kali seminggu.
(ED : ini bukan saat Yumina melakukan “Ji….” Pada Touya, tapi pada saat Yumina bilang kalau dia mau tinggal di Silver Moon sama Touya)

Tentu saja, ia tidak tidur denganku melainkan tidur bersama Yumina. Meskipun akhir-akhir ini ia juga tidur bersama Rene. Sebenarnya aku tidak keberatan ia datang dan menginap disini, tapi aku berharap ia berhenti mendatangi kamarku di pagi hari hanya untuk membangunkanku.

Bangun karena ditabrak 2 kali seminggu itu mengerikan.

Aku menghela nafas panjang saat mengingat hal itu, lalu terlihat Hilda berlari ke arahku setelah menyelesaikan latihannya bersama Rebecca-san.

Touya-sama!(Hilda)

Kerja bagus, Hilda(Touya)

Aku merapalkan [Refresh] dan merilekskan keletihan Hilda. Ia sering berlatih disini kapanpun ia memiliki waktu kosong. Seperti yang diharapkan dari Tuan Putri Kerajaan Ksatria.

Hilda tidak lagi memakai armor Restia yang ia gunakan saat pertama kali kami bertemu, akan tetapi saati ini ia menggunakan armor ringan Brunhild. Meskipun ia seorang ksatria, tapi ia bukanlah anggota dari orde ksatria kami. Orangnya sendiri berkata kalau ia bukanlah ksatria Negara ini melainkan ksatria pribadiku. Yah, jika seorang yang sangat dekat denganku berada di orde ksatia, Rain-san sebagai Komandannya pasti akan merasa canggung.

Apa anda mau keluar?(Hilda)

Yah, aku ingin pergi ke guild sebentar. karena aku dengar cabang Guild untuk Brunhild sudah selesai jadi aku ingin pergi dan memeriksanya(Touya)

Anooo, bolehkah saya ikut bersamamu……?(Hilda)

Boleh kok. Ayo(Touya)

Walapun aku rasa tidak akan ada yang menarik disana, tapi tidak buruk juga mengajaknya pergi melihat-lihat kota. Terlebih aku juga ingin ia cepat terbiasa dengan Negara ini.

kami pun pergi dan berjalan lurus dari istana. Tak lama kemudian terlihat anak-anak kecil berlarian tampa mempedulikan cuaca yang dingin.

Ra~ja~, halo~!(Anak A)

Halo, Ra~ja!(Anak B)

Ah, halo. Jangan pergi main terlalu jauh, ya(Touya)

「「Iya~!(Gak tau anak siapa ini :p)

Anak-anak yang menyapa dengan gembira itu pun berlarian di tanah lapang. Aku sudah memikirkannya sejak kemarin, tapi haruskah aku membuat sekolah? Akan lebih baik jika mereka bisa membaca dan menulis, merekapun dapat belajar berbagai hal yang bermanfaat bagi mereka nanti. Yah, walaupun saat ini kami tidak memiliki guru sih.

Kekurangan stock orang bertalenta kami masih tetap sama.

Senang melihat anak-anak terlihat bahagia.(Hilda)

Yah, entah bagaimana kami berhasil melakukan sesuatu tanpa harus membuat anak-anak bekerja(Touya)

Brunhild bisa dibilang Negara yang cukup makmur. Tidak ada kelaparan dan tidak ada pengangguran. Akan tetapi, tidak ada industri tetap disini. Mungkin, hanya ada sepeda? Namun saat ini aku sedang mencoba berbagai hal seperti Pertanian, Perindustrian, dan Perdagangan.

Untuk Pertanian, aku sudah meminta Flora untuk mengembangkan sebuah spesies tumbuhan baru, jadi kurasa lebih baik kami memulainya dari situ. Namun karena Negara kami tidak memiliki lahan yang luas, mungkin hal tersebut sedikit sulit.

Saat aku memikirkan hal itu, tanpa kusadari kami sudah tiba di depan cabang guild. Cabang guild Brunhild sepertinya sudah mulai beroperasi dan memperlihatkan kesibukannya sendiri.

Untuk berjaga-jaga aku memakai tudung kepala dan masuk kedalam. Akupun bisa mendengar obrolan orang-orang di bar, dan Sekumpulan orang yang berdiri di depan papan permintaan seperti biasnya. Entah kanapa aku sedikit rindu dengan suasana ini.

Apakah Hilda pertama kali memasuki guild? Ia melirik kesana kemari dengan gelisah.

Selamat datang. Apakah anda ingin mendaftar?(Nekomimi Onee-san)

Ah, tidak. Aku datang untuk berkunjung. Apakah kepala cabang ada didalam?(Touya)

Aku menjawab Onee-san bertelinga kucing di tempat resepsionis dan menunjukkan kartu guild-ku. Di benua ini hanya ada 2 orang yang mempunyai kartu guild rank-emas.

Goo…… Wawawa…… Tu, tunggu sebentar ya!(Nekomimi Onee-san)

Onee-san bertelinga kucing pun panik dan berlarian naik ke atas sedangkan rekan kerjanya yang lain melihat kesini dengan tatapan kosong. Untuk sesaat, aku menarik perhatian beberapa orang di dalam guild, tapi beberapa saat kemudian mereka kembali ke urusannya mereka masing-masing. Namun masih ada beberapa orang yang tetap menatap ke arah Hilda. Yah, kurasa itu adalah hal yang wajar, Karena ia memang sangat menonjol disini.
(TL: Kecantikannya)

Tak lama kemudian, Nekomimi-san datang dan membisikkan sesuatu padaku.

Saya akan me-memandu anda ke ruangan kepala guild. Baginda Ra-raja Penguasa!(Nekomimi Onee-san)

Setelah dipandu oleh Nekomimi-san, aku naik ke atas dan memasuki ruangan paling belakang guild. Disana terlihat seorang yang sangat kukenal.

Huh? Jadi Rerisha-san kepala guild disini?(Touya)

Seorang kepala guild berbangsa elf tersenyum sambil tetap berdiri. Kalau tidak salah, Rerisha-san adalah master guild di bagian Barat. Apakah pangkatnya diturunkan?

Tidak, bukan seperti itu kok. Setiap master guild bisa bebas memilih cabang mana yang ingin mereka urus, tapi sampai saat ini saya masih belum memutuskannya. Nah, setelah saya meminta membuat cabang disini, saya memilih Brunhild dengan senang hati(Rerisha)

Ah, begitu ya……(Touya)

Aku membuka kerudung kepalaku dan duduk di kursi. Interior ruangan ini telah diselesaikan dengan sangat bagus dengan berbagai dokumen berbeda ditata rapi di rak. Ada berbagai peralatan dengan penguatan sihir di sini. Apakah ini yang disebut sebagai ruangan master guild?

Ngomong-ngomong Raja Penguasa, saya dengar kalau anda telah bertunangan dengan Tuan Putri Restia yang ada disini. Jadi pertama-tama saya ingin ucapkan selamat atas pertunangannya!(Rerisha)

Ahhh……. Terima kasih banyak(Touya)

Ah~ terima kasih baanyaaak~!(Hilda)

Hilda, suaramu terlalu keras. Ia menggeliat-geliat malu tanpa tahu maksud dari lirikanku.

Akan tetapi, kejadian di Yuuron itu benar-benar suatu masalah. Guild di Negara itu hampir seluruhnya hancur, dan orang-orang yang masih bertahan hidup terluka dengan parah. Tapi meski begitu, membangun ulang guild disana masih harus diprioritaskan karena adventurer sangat dibutuhkan disana. Meski hal ini akan memakan waktu yang cukup lama(Rerisha)

Ya karena peristiwa itu memang sangat mengerikan. Meskipun informasi tentang Fraze sudah disebarkan ke master guild lainnya, tapi informasi itu tidak sampai kepada para staff bawahan. Mereka mungkin bisa menyelamatkan diri pada saat itu, jika informasinya telah sampai pada mereka.

Apakah ada informasi mengenai kemunculan Fraze setelah kejadian itu?(Touya)

Sampai saat ini tidak ada laporan dari cabang lainnya. Akan tetapi Baginda, Apakah Baginda yakin kalau kejadian seperti ini akan terulang lagi?(Rerisha)

Saya tidak berkata kalau dengan ini sudah selesai. Namun entah itu besok? tahun depan? Ataupun 10 tahun mendatang saya tidak tahu?(Touya)

Rerisha-san pun menutup matanya dan memegangi dagunya seakan-akan ia sedang memikirkan sesuatu.

Yah, saat ini kami hanya bisa menyebarkan sebuah peringatan. Akan tetapi, saya akan sangat bersyukur kalau kejadian itu tidak akan terulang lagi setelah kami menyelesaikan pembuatan ulang guild di Yuuron(Rerisha)

Rerisha-san tertawa seakan-akan itu lelucon. Tapi sebenarnya, kemungkinan itu masih ada dan aku sedang memantau hal tersebut. Saat ini sudah dipastikan kalau retakan di langit Yuuron telah terbentuk, dan tidak ada jaminan kalau retakan tersebut telah tertutup.

Fraze pada umumnya hanya menyerang mahluk-mahluk berkecerdasan tinggi seperti manusia, demi-human, ras-iblis dan sejenisnya. Oleh karena itu, kerusakan yang terjadi pada kota tersebut tidaklah terlalu parah, tapi aku tidak berpikir kalau ada orang yang mau tinggal di suatu kota yang pernah mengalami ‘genosida’.

Saat ini, rakyat yuuron telah menjadi pengungsi dan menyelamatkan diri mereka ke Negara tetangga, bahkan di antara mereka ada juga yang menjadi pencuri ataupun bandit. Ada juga para adventurer mengumpulkan uang dengan cara mengalahkan mereka. Kehidupan semua orang telah berubah sejak kejadian itu.

Bahkan sampai sekarang, masih ada beberapa orang Yuuron yang bersikeras mengatakan kalau invasi besar tersebut adalah perbuatan Baginda. Akan tetapi, Negara-negara tetangga tidak mempercayainya, karena mereka sudah di beritahukan kebenarannya oleh orang yang lebih terpercaya di negara mereka. Karena semakin banyak orang yang menyebarkan kebenaran tentang kejadian itu, samakin sedikit pula orang yang memepercayai Yuuron(Rerisha)

Yah, biarkan saja mereka berkata sesuka hati. Aku juga sudah tidak peduli dengan Yuuron(Touya)

Mereka mengatakan sesuatu seperti [Jangan ampuni Brunhild!] untuk mengumpulkan support orang-orang dan mereka mungkin akan melakukan sesuatu, tahu?(Rerisha)

Kalau begitu aku akan menghancurkan pemimpin mereka. Aku bukanlah orang suci yang akan tetap diam saat diganggu. Aku akan membalas kebaikan dengan kebaikan, dan membalas kekerasan dengan kekerasan juga(Touya)

Aku tidak punya pilihan lain selain melakukan itu. Memang aku bersimpati pada Yuuron, tapi ini dan itu adalah hal yang berbeda. Maaf saja, aku tidak ingin terlibat dalam kebohongan yang disertai alasan palsu.

Untuk berjaga-jaga kami juga akan menyebarkan rumor yang mengatakan [Meskipun Raja Penguasa Brunhild dermawan, ia tidak akan mengampuni siapapun yang mengusik Negaranya](Rerisha)

Kurasa itu cukup. Walaupun ada yang sedikit dilebih-lebihkan. Yah, aku tidak bisa mengatakan apa-apa setelah semua kejadian yang terjadi tapi……. tidak, mari ganti topik pembicaraannya.

Bagaimana dengan managemen guild?(Touya)

Yah, saya rasa berjalan sedikit demi sedikit. Para staff telah menyelesaikan berbagai macam kategori komisi dengan lancar dan orang yang melakukan permintaan juga datang dari Belfast dan Regulus. Namun satu-satunya masalah adalah tidak adanya permintaan untuk adventurer kelas menengah keatas. Meski itu bearti wilayah ini adalah wilayah yang aman(Rerisha)

Memang tidak ada makhluk sihir, pencuri ataupun bandit disekitar sini, dan Hal itu menyebabkan ke tidak puasan bagi mereka yang ingin mendapatkan uang dalam 1 kali menyelesaikan permintaan.

Tiba-tiba aku mendengar suara pertengkaran di bawah. Kenapa lagi ini?

Saat aku bertanya pada Rerisha-san. Ia berkata kalau ini adalah kegiatan sehari-hari disini, bahkan kejadian seperti ini pernah terjadi beberapa kali dalam 1 hari.

Kalau dipikir-pikir, aku juga pernah beberapa kali terlibat dalam pertengkaran seperti itu.

Oi, bocah. Ini bukan tempat yang bisa kau masuki, tahu?
Oi bung, apa kau tidak terlalu sombong karena ditemani oleh para gadis, Ah?
Gue yang hebat ini bakal ngelatih elu buat jadi adventurer sejati. Biaya pelatihannya adalah seluruh uang yang ada di dompet elu

…………Dan pada akhirnya, tidak ada hal baik yang terjadi.

Biasanya, guild tidak ikut campur dalam urusan pertengkaran adventurer. Selama mereka tidak merusak barang-barang yang ada di guild.

Yah, sudah di indikasikan kalau ada orang yang ingin mengamuk, mereka harus melakukannya di luar. Sebenarnya, karena telah mengetahui hal itu, guild ini dibangun dengan halaman depan yang luas.

Sekarang, terdengar suara langkah kaki seperti sedang keluar. Apakah Staff guild mengusir mereka?

Oya, sepertinya mereka melanjutkannya diluar(Rerisha)

Rerisha-san mengatakannya sambil melihat halaman depan melalui jendela.

Ah, Aku juga pernah dikatai Ayo gelud diluar!. Kurasa tujuan mereka adalah mempermalukanku di depan umum daripada membuat keributan di guild. Dan tentu saja, pada akhirnya mereka lah yang mempermalukan dirinya sendiri.

Muu. Apa mereka tidak malu mengeroyok 1 orang? Terlebih lagi, musuhnya adalah seorang perempuan?(Hilda)

Apakah ia tertarik? Hilda juga ikut melihat mereka dari samping Rerisha-san.

Akan tetapi, jika dilihat dari kemampuannya, perempuan itu sepertinya lebih kaut daripada mereka. Lihat, ia sudah mengalahkan salah satu dari mereka(Rerisha)

Benar juga. Sepertinya ia tidak akan menggunakan kapak yang ada di pinggangnya, ia pasti akan sangat kuat jika ia menggunakan itu. Pergerakannya juga bagus, dan daripada menyebut gerakan itu berasal dari hasil latihan, lebih pantas menyebutnya pergerakan didapatkan secara alami. Akan tetapi, perempuan itu memakai pakaian yang cukup aneh yah..(Hilda)

Kalau tidak salah, itu adalah baju tradisional dari suku Rauri, salah satu suku yang hidup di Hutan besar. Tapi saya tidak menyangka akan melihat mereka di tempat seperti ini(Rerisha)

Eh? Aku sedikit gelisah dengan apa yang mereka katakan tadi, tapi……. Huh? Suku Rauri, kalau tidak salah……

Saat melirik di jendela, aku melihat 4 laki-laki menggeliat di tanah dan sesosok perempuan berkulit coklat sedang berduel dengan orang ke lima.

Tung! Anak itu!?

Touya-sama?(Hilda)

Sambil mendengarkan suara Hilda, aku berlari keluar ruangan, melewati tempat resepsionis dan langsung keluar gedung. Tepat pada saat yang sama, perempuan itu menendang sisi wajah pria kelima.

‘Oooo~’. Suara sorakan pun terdengar dari para penonton. Si perempuan pun menatap kelima orang itu, dan mengakhirnya dengan menghela nafas sekali.

Lalu ia melihat aku yang baru keluar dari guild. Ah, ternyata benar dia. Perempuan ini adalah cucu dari pemimpin suku Rauri dan ia juga lah yang menggigitku pada saat kejadian di Hutan Besar…… Kalau tidak salah, namanya Pam, yah?

……Ketemu(Pam)

Eh? Huh? Apa barusan ia bicara? Bukannya perempuan ini tidak bisa menggunakan Bahasa manusia?

*Daam! Pam tiba-tiba berlari dan memelukku. Meski kami terjatuh ke tanah karena momentum itu, ia tetap menggosok-gosokkan pipinya dengan pipiku.



Tu-tunggu! Walaupun perempuan ini memakai sesuatu yang mirip mantel, tapi dibaliknya hanya ada penutup dada dan cawat! Berbagai hal menyentuh tubuhku! Itunya sangat besar!

A-a-a-a-apa yang kau lakukan!?(Hilda)

Aku pun melihat ke pintu guild saat aku masih dibawah, disana telihat Hilda yang memerah sambil gemetaran. Ah, entah kenapa suasananya menjadi berbahaya. Un, aku paham kok, karena aku sudah sering mengalami hal ini.

Hey, kau! Minggir dari Touya-sama!(Hilda)

Apa yang kamu katakan? Dia ini milik Pam. Pam akan melahirkan anak dari orang ini(Pam)
(ED : disini Pam ngomong “dari orang ini” bukan “dengan Orang ini”, bearti dia cuman butuh anaknya touya, bukan touya-nya)

Na-nan-an-a-a-n-a!?(Hilda)

Hilda pun semakin memerah dan gemetaran.

Perkembangannya terlalu cepat oi, aku tidak paham sama sekali.
Aku menuntut penjelasan disini!



0 comments:

Post a Comment