Sunday, 25 March 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 179 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Shiro7D
Proof Reader
-


Arc 21: Pertempuran Wanita

Chapter 179: Golem Kayu, dan Fragarach




Golem kayu itu…… Terlalu besar. Apakah mereka berevolusi menjadi Behemoth? Jumlah mereka banyak sekali ……(Touya)

Golem dengan tinggi 20 meter dan badan yang tertutupi kayu itu, menghancurkan pepohonan sambil berjalan kemari. Bentuknya tidak begitu berbeda dengan golem mithril, tapi golem-golem ini lebih besar daripada yang mithril.

Satu, dua, tiga…… ada sepuluh lebih. Apakah pepohonan yang layu tadi itu diserap mereka sebagai nutrisi, yah?

Golem terdepan mencoba untuk melangkah ke Daerah Pohon Suci, tapi terhalang oleh dinding pertahanan hijau, yang menghentikan gerakannya.

Bola seukuran bola kasti yang mengeluarkan cahaya hijau pun muncul di depan mataku.

Touya-sama!(Roh Pohon Suci)

Roh pohon suci?(Touya)

Ya. Saat ini saya, hampir menggunakan semua kekuatan saya untuk membuat dinding ini, jadi tolong maafkan saya karena tidak bisa menunjukan diri! Tapi bisakah saya meminta Touya-sama dan rekan-rekan anda untuk mengevakuasi semua suku yang disini? Sepertinya target mereka adalah saya……. Saya pikir mereka ingin menangkap Roh pohon. Mereka pasti mencoba untuk membawa golem kayu yang bisa meneyrap kekuatan roh(Roh Pohon Suci)

Seumpama golem itu menyerap pohon suci dimana roh pohon tinggal, apakah golem itu akan bisa memanipulasi kekuatan roh? Sepertinya golem-golem kayu dan pepohonan layu itu memang sudah disiapkan dari awal.

Aku berani bertaruh kalau pelakunya adalah suku Rivet. Jika mereka memenangkan [Upacara Pembabatan] ini, mereka pasti akan langsung menyebar racun atau sejenisnya di pohon suci, dan menyerapnya dengan golem kayu saat pohon suci sudah layu. Atau mereka mungkin berencana untuk mengubah pohon suci menjadi golem. Semua itu akan dilakukan sebelum mereka mengumumkan undang-undang baru.

Akan tetapi, kemenangan itu direbut oleh suku Rauri. Jadi apakah ini strategi cadangan mereka? Daripada disebut pantang menyerah, mereka lebih pantas di sebut goblok.

…………Itulah penjelasan Moroha-nee-san yang ada di sisiku. Apa benar seperti itu?

Begitukah? Ah, apakah yang dilakukan suku Rivet yang kulihat tadi malam adalah untuk mempersiapkan ini? Seharusnya kuhancurkan saja mereka saat itu.

Dengan menggunakan [Fly], aku pergi ke arena dan menangkap dua anggota suku Rivet yang tidak mengikuti pertandingan. Secara natural, aku memparalis mereka dengan peluru stun. Karena kekuatan roh sedang digunakan untuk dinding pertahanan, kekuatan sihir bisa digunakan disini.

Jawab pertanyaanku. Apa itu?(Touya)

……Itu adalah golem kayu yang kami bawa saat mereka masih berupa biji. Mereka telah diperkuat sampai-sampai mereka menjadi Behemoth dengan menyerap nyawa pepohonan sekitar(Suku Rivet)

Apa maksudmu “diperkuat” itu?(Touya)

Dengan mencampur berbagai racun, memang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengubah mereka seperti itu. Terlebih, membuat mereka mampu menyerap kekuatan Pohon Suci. Dengan kekuatan ini, suku Rivet kami akan menjadi pemimpin Hutan Besar ini……Kukuuu……(Suku Rivet)

Haa. Bukankah ini sama seperti yang barusan Moroha-neesan katakan? Akan tetapi, jangan pikir rencana kalian akan berjalan dengan mulus, yah~!
Alasan kekalahanmu adalah kami yang ada disini.
(TL: Sungguh MC shounen sejati. Hehe.)

Gate(Touya)

Gerbang terbentuk di langit dan sebuah [Ksatria HitamNight Baron] pun keluar darinya. Ksatria hitam, yang jatuh dari ketinggian 1 meter, membuat getaran kuat yang berbeda dari yang dibuat oleh golem kayu itu dan akhirnya mendarat di Daerah Pohon Suci. FrameGear itu membawa sebuah pedang dan juga perlengkapan baru bernama [Fragarach] di punggungnya.

A-a-aa-apaaan itu!?(Suku Rivet)

Ini adalah waktu yang pas untuk mengetes senjata baru ini. Aku dengan senang hati akan menghancurkan golem-golem yang mewakili harga diri kalian(Touya)

Setelah melirik orang suku Rivet yang membuka matanya karena terkejut, aku mulai berjalan pada FrameGear [Ksatria Hitam] yang kupindahkan, tapi Yumina dan Lindzey datang dari kursi penonton.

Touya-san, biarkan kami menghabisi mereka?(Yumina)

Eh? Kau mau menaiki [Ksatria Hitam]?(Touya)

Iya, alasannya adalah kami tidak bisa melakukan apapun di insiden Yuuron dan pertempuran saat ini(Yumina)

Kalau dipikir-pikir, benar juga yah. Sihir tidak berguna saat insiden Yuuron dan di pertempuran kali ini juga tidak bisa. Jadi itu artinya…

Walaupun kami memang membuat [Fragarach] ini untuk membuat penyerang jarak jauh dan pengguna sihir seperti Yumina dan Lindze juga bisa ikut bertarung melawan Freze. Tapi apakah mereka sudah pernah melakukan latihan khusus untuk itu, yah?

Baiklah. Umm, aku akan membantumu, tapi hati-hati, yah(Touya)

Aku membuka [Gate] lagi dan memindahkan [Ksatria Hitam] lain. Yang satu ini dicat biru jadi namanya adalah [Ksatria Biru]. Ksatria itu juga membawa gada.
Yang satu ini sudah diatur untuk Wakil-komandan Norun-san kami, tapi tidak masalah bagi mereka untuk menggunakannya juga.

Yumina menaiki [Ksatria Hitam], dan Lindzey menaiki [Ksatria Biru]. Setelah menghidupkannya, mereka mengaturnya agar kekuatan sihir bisa digunakan di FrameGear itu.

…Menyetel kekuatan sihir. Slot pertama diluncurkan(Yumina)

Aku juga, slot pertama diluncurkan. [Fragarach] telah selesai. Tidak ada masalah(Lindze)

…Disini juga tidak ada masalah(Yumina)

Aku mengeluarkan penerima sinyal dari [Storage] dan berkomunikasi dengan mereka berdua. Sepertinya tidak ada masalah.

Kalau begitu Yumina akan mengurus musuh di sisi kanan sedangkan Lindzey akan mengurus musuh di sisi kiri. Dengarkan yah, saat kekuatan sihirmu akan habis, serap kekuatan sihir dari cincinmu denganTransfer』』(Touya)

Baik(Yumina)

Roger ~desu(Lindze)

Ksatria Hitam dan Ksatria Biru mulai berlari, sambil membawa senjata. Mereka  berlari ke arah golem-golem kayu yang sedang mencoba menghancurkan dinding pertahanan roh.

Wahai Halilintar, hantam mereka, dengan ratusan tombak, Lighting Javelin(Yumina)

Wahai es, tusuk mereka, dengan duri tajam, Ice Needle(Lindze)

Halilintar putih pun muncul di pedang Ksatria Hitam, dan pecahan es yang jumlahnya tak terhitung muncul dari gada Ksatria Biru. Sihir itu pun pergi ke target golem masing-masing.

Aku paham dengan atribut sihir Yumina, tapi bagi Lindzey untuk tidak menggunakan sihir api favoritnya. Yah, ia mungkin berhati-hati agar api tidak membakar hutan. Walaupun halilintar juga berbahaya, tapi sihir Halilintar tidak membakar seperti halilintar asli.

Dengan dua golem tumbang sebagai permulaan, mereka bedua keluar dari Daerah Pohon Suci saat dinding pertahanan dilepas.

Sekarang tes [Fragarach]. Tapi ingat jangan memaksakan diri, yah(Touya)

Dua orang pergi ke target golem masing-masing dan melawan beberapa sekaligus. Yumina lah yang pertama kali mencoba.

[Fragarach], Luncurkan!(Yumina)

Di punggung Ksatria Hitam, empat pedang kristal yang dibentuk X mulai melayang dan menyebar di depan Ksatria Hitam.

Gooooooooooo!(Yumina)



Bersamaan dengan teriakan Yumina, satu persatu pedang kristal itu meluncur dengan kecepatan supersonik ke golem kayu dan menghancurkannya. Itu adalah pedang yang bahkan bisa membelah kepala Fraze jadi memotong sesuatu seperti golem kayu tidaklah susah.

Empat Fragarach menghancurkan core inti golem kayu dengan mengagumkan dan kembali ke Ksatria Hitam. Fragarach itu lalu mengelilingi FrameGear layaknya satelit untuk melindungi Ksatria Hitam. Kurasa, itu adalah sistem pertahanan karena sistem itu diambil dari sistem satelit.

Umm, seperti yang kuduga, apakah sulit untuk menarget dan menghancurkan empat musuh yang berbeda?(Touya)

Iya. Kupikir tidak mustahil sih tapi, apakah itu karena sensasinya kurang, yah?
Aku percaya kalau hal itu tergantung pengalaman penggunanya
(Yumina)

Seperti yang kuduga. Rosetta juga telah mengatakan sesuatu tentang ritme dan tempo terpisah itu penting. Sepertinya hal itu mirip dengan sensasi memainkan instrument musik. Yah, kurasa sama seperti memainkan piano sambil menggerakkan tangan kanan dan kiri dengan gerakan berbeda.

Omong-omong, aku bisa mengendalikan empat sekaligus dengan nyaman.
Au berterima kasih pada orang tuaku tersayang karena telah menyuruhku untuk les piano saat aku masih kecil. Walau kupikir hal itu tidak akan berguna untuk mengendalikan ini sih.

Kalau dipikir-pikir, aku tidak pernah melihat piano sejak pertama kali datang di dunia ini. Mungkin ide bagus membuat satu piano saja untuk latihan menggendalikan [Fragarach]. Dan aku juga ingin bermain piano setelah lama tidak memainkannya.

[Fragarach], tembak(Lindze)

Dan kali ini, Fragarach Lindze menghancurkan golem kayu dengan dua diantara empat pedang kristal menyerang satu golem yang berbeda.

Lindze bisa menyerang dua target terpisah. Jika dibandingkan dengan menggerakkan keempat pedang sekaligus ke satu musuh sih lebih baik, akan tetapi, sepertinya akurasinya kurang. Apa itu juga tergantung dari latihan, yah?

Mustahil……Apa itu……!(Suku Rivet)

Seseorang dari suku Rivet menunjukkan wajah terkejut saat golem mereka dihancurkan satu persatu.

Oops, Aku harus menangkap teman-teman orang ini. Aku pun menangkap semua anggota suku Rivet dengan bantuan peta dan membuat mereka tidak bisa bergerak dengan [Paralysis]. Hal itu sangat mudah karena penampilan mereka mudah dikenal.

Pada saat yang sama, mereka bedua sudah hampir selesai mengalahkan semua golem. Tapi sungguh sialan. Golem-golem itu pasti berharga jika terbuat dari mithril atau orichalcum. Walaupun mereka hasil perkawinan terpilih, kayu tetaplah kayu. Tidak cukup berharga sebagai material mentah, ya kan? Walau kurasa akan cukup mahal dibanding kayu biasa sih.

Dengan ini, selesai(Lindze)

Setelah Lindze mengalahkan yang terakhir, semua golem pun terdiam. Setelah melihat kejadian itu, semua suku di Daerah Pohon Suci bertepuk tangan, bersorak, dan meneriakkan teriakan kemenangan. Tentu saja, dengan pengecualian suku Rivet.

Akan tetapi, pepohonan sekitar mengalami kerusakan parah. Dari ukuran pohon itu, aku bisa mengatakan kalau pepohonan itu cukup tua.

Roh berwujud bola itu pun datang kemari. Aku penasaran, apakah ia memfokuskan seluruh energinya ke dinding pertahanan barusan dan masih belum bisa kembali ke wujud manusia?

Terima kasih banyak, Touya-sama. Sebagai rasa terima kasih saya. Saya ingin memberi Anda hadiah, tapi apa yang Anda inginkan……?(Roh Pohon Suci)

Tidak usah, sebenarnya maaf karena telah menghancurkan pepohonan sekitar. Saat ini aku sedang berpikir apakah aku bisa melakukannya dengan lebih baik(Touya)

Ah, tolong jangan pikirkan soal itu. Nanti saya akan mengkosentrasikan energi, dan mengembalikan mereka seperti semula(Roh Pohon Suci)

Bisakah kau melakukannya? Haruskah aku bilang “seperti yang diharapkan” dari Roh pohon?

Roh itu pergi ke tempat dimana [Suku Wasit] berada dan berbicara sesuatu pada seseorang dari suku Jaja.

Tak lama kemudian, seseorang yang terlihat seperti ketua [Suku Wasit] pun angkat bicara.

Orang-orang goblok yang telah berencana untuk menguasai Daerah Pohon Suci, dan ambisi mereka telah hancur! Utusan Brunhild, sebuah negeri yang jauh, telah melindungi Pohon suci! Kami, suku-suku Hutan Besar, berterima kasih banyak! Semoga perlindungan surgawi sang roh menyertai mereka!(Suku Jaja)

Semoga perlindungan surgawi sang roh menyertai mereka!!(Seluruh Suku)

Aku memulangkan dua FrameGear pada saat semua orang bersorak dan bertepuk tangan. Karena kami adalah pembantu suku Rauri, sepertinya Yumina dan Lindze telah dianggap sebagai utusan Brunhild. Yah, tidak masalah. Karena mereka berdua lah yang mengalahkan golem-golem kayu itu.

Akhirnya, orang-orang suku Jaja telah menangkap dan menyeret orang-orang suku Rivet. Aku juga telah meminta mereka untuk menangkap orang-orang suku Rivet yang ada di hutan karena seharusnya sebagian dari mereka ada disana.

Dan sekali lagi, suku Rauri dideklarasikan sebagai [Suku Pohon Raja], dan membuat peraturan yang memisahkan pertempuran antara laki-laki dan wanita di [Upacara Pemangkasan].

Walaupun undang-undang itu menyinggung suku lain, undang-undang itu diterima sebagai undang-undang baru di Hutan Besar karena dan tidak ada penolakan dari Roh Pohon Suci.

Jika dipikir-pikir, Itu bukanlah perkembangan buruk. Sepertinya suku-suku yang lain juga telah menyadari situasinya. Itu sama saja dengan memiliki kuota kemenangan lain, dan hal ini akan menguntungkan bagi suku-suku lain. Walaupun tidak ada yang berubah bagi suku Balum karena mereka tidak memiliki anggota perempuan sama sekali.

Akan tetapi, sepertinya mereka telah menerimanya karena telah mengatakan
“Itu bukan hal buruk karena suku Rauri yang merusak pemandangan akan menghilang”.

Seperti itulah [Upacara Pemangkasan] saat ini, yang dibumbuhi dengan sedikit kerusuhan, berakhir dengan kemenangan dari suku Rauri.




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 178 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
-


Arc 21: Pertempuran Wanita

Chapter 178: Pertandingan Tinju, dan Racun yang Ternetralisir




Suara besi yang bertabrakan terdengar secara beruntun di dalam arena.

Tinju, tahan, tinju, tahan, tinju, tahan, tinju…….

Pertandingan ini terlihat seolah-olah petarung meninju secara bergantian.

Kecepatan mereka mulai bertambah, dan tak lama kemudian, tinjuan mereka menjadi serangan beruntun dan dibalas dengan serangan beruntun juga.

Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~!!(Elze)

Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa~!!(Sonia)

Suara hantaman besi itu timbul dari kepalan tangan mereka saat meninjukan tangannya dengan sekuat tenaga.

Lalu mereka berdua berdiri sejenak, sambil tersenyum lalu tertawa.

Seperti yang kubilang, berhentilah seperti itu!

Mereka berdua melompat ke depan secara bersamaan, dan menendang ke atas.

Pelindung kaki besi mereka Greaves berbunyi, dan kemudian suara sarung tangan besi terdengar lagi.

Yaaaaaa~!!(Elze)

Bersamaan dengan teriakannya, Elze menendang secara berputar yang kemudian ditahan Sonia-san.

Tapi ia tidak bisa menghentikan pergerakannya dan akhirnya mundur beberapa langkah.

Lalu Elze maju untuk memberikan serangan terakhir, tapi Sonia-san memutar tubuhnya dengan cepat lalu menyerang dengan ekor beratnya seperti sebuah cambuk.

Tanpa bisa menghindari serangannya, Elze pun mundur beberapa langkah saat menahannya.

Saat melihat hal itu, Sonia-san mengejarnya dan mencoba untuk melakukan dropkick, tapi Elze menahannya dengan menyilangkan kedua tangannya.

Kemudian Sonia-san menendang tangannya, memutar tubuhnya sekali, lalu menjaga jarak dengan Elze.

Pergantian terus-menerus dari menyerang dan bertahan, pertandingan pun terus berlanjut, situasi di sekitar pun juga ikut memanas.

Moroha-chan, bagaimana menurutmu tentang akhir pertandingan ini ~noyo?(Kareen)

Entahlah. Jika ini pertandingan berpedang, aku mungkin bisa mengatakan sesuatu, tapi saat pertandingan tersebut adalah [Tinju], aku tidak terlalu yakin ~ne. Yah, kurasa Elze lebih hebat dalam kecepatan, dan Sonia-san lebih hebat dalam kekuatan, tapi perbedaan antara mereka berdua tidak terlalu besar. Akan tetapi, Sonia juga punya jurus tersembunyi, yah ~nee(Moroha)

Maksudmu [Hakkei]?

Kurasa ia perlu mengeluarkan sebuah gerakan tertentu untuk menggunakannya, jadi Elze tidak boleh lengah.

Pada saat yang sama, Elze juga tidak bisa menggunakan [Boost].

Sama seperti Yae, Elze juga melihat berbagai video bela diri di smartphone-ku, oleh karena itu, ia memperoleh berbagai teknik, tapi bukan hanya itu saja.

Apakah stamina mereka berdua sudah habis?

Gerakan mereka mulai melambat.

Akan tetapi, mereka berdua terus memberikan pukulan tanpa berhenti.

Elze menendang Sonia-san, walaupun terlihat akan terjatuh ke belakang, namun ia menghentikannya menggunakan ekornya untuk menyeimbangkan tubuh.

Ekornya mengagumkan, yah.

Apakah gunanya untuk menjaga keseimbangan seperti dinosaurus?

Sonia-san pun menyerang Elze dengan ekornya.

Tanpa menghindarinya, Elze pun menerima serangan itu dan menghentikannya.

Lalu ia pun menggenggam dengan kedua tangan Sonia-san tanpa dilepas, kemudian melemparnya dengan sekuat tenaga melalui bahunya.

Daaaaaaaa~!!(Sonia)

Guuuuu…!!(Elze)

Elze meninjukan tangannya untuk memberi serangan terakhir pada Sonia-san yang terlempar.

Akan tetapi, Sonia-san menghindarinya dengan berguling ke samping, ia berdiri dengan ‘hop’, lalu menyilangkan tangannya dengan posisi setengah berdirinya.

Ini buruk!

Haaa!!(Elze)

Suara keras terdengar dan Elze pun terhempas.

Sambil terguling di arena, ia akhirnya bisa berhenti sebelum jatuh keluar.
Itu bahaya!

Berguling sedikit lagi dan ia akan berakhir seperti Rue.

Seperti yang diduga, itu curang.

Itu pasti serangan jarak jauh yang tak terlihat.

Walaupun ia tidak menerima serangan itu, kupikir ia kesakitan karena terhempas seperti itu.

Sekarang, Elze berlutut dan terlihat seperti sedang kesakitan.

Dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, Sonia-san memulai serangannya.

Setelah bangun, Elze mulai maju juga, tapi apakah efek serangan itu masih ada?

Ia berada dalam mode bertahan.

Mengingat batas arena sudah ada di belakangnya, ia akan jatuh.

Haaaaaaaaaaaa~!!(Sonia)

Sonia-san meninjukan tangan kanannya, dan Elze menangkapnya dengan tangan kirinya.

Tak mempedulikan tangan kanannya, Sonia-san meninjukan tangan kirinya, tapi Elze menangkapnya juga dengan tangan kanannya.

“Lalu, bagaimana dengan tendangan”, Sonia-san mencoba untuk mengangkat kaki kirinya dan pada saat itulah Elze mencoba untuk melemparnya ke belakang.

Saat meletakkan kakinya pada bagian perut Sonia-san, Elze melemparnya dengan sekuat tenaga.

Gerakan itu terlihat tidak biasa, apakah itu lemparan dari atas kepala?

Walaupun leher Elze ada di luar arena sejak tadi, ia masih aman karena peraturannya tidak berkata kalau kau akan kalah jika bagian tubuhmu keluar arena.

Sh……!(Sonia)

Jika keadaan terus seperti ini, ia akan terlempar dari arena.

Sonia-san memutar badannya di udara, melepaskan diri dari genggaman Elze sambil mengayunkan ekornya, lalu menempatkan titik beratnya ke arena.

Sonia-san bisa melakukan itu, tapi Elze memutarnya dan berada di depannya sebelum ia menyadarinya.

Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!(Elze)

Dengan teriakan, Elze menjontosnya.

Entah itu reflek atau bukan, Sonia-san menahannya dengan sarung tangannya.

Kurasa sedikit sulit baginya yang ada dalam postur itu untuk menghindar.

Akhirnya, Sonia-san terhempaskan ke udara lalu jatuh ke bawah.

Yang artinya pertandingan tersebut telah berakhir.

Pemenangnya adalah, Elze Shiluesuka!(Wasit)

Suara wasit pun terdengar dengan keras, dan penonton pun bersorak.

Sorakan dan tepuk tangan mereka ditujukan pada mereka berdua.

Dia menang! Elzie menang ~ja!(Sue)

Sue meninggikan suaranya dengan semangat.

Walaupun sejujurnya, kurasa itu adalah seri karena luka yang diterima.

Tidak ada yang bisa mengalahkan lawan.

Yah, jika mereka berada dalam pertandingan asli tanpa ada peraturan, aku percaya Elze akan menang.

Elze berjabat tangan dengan Sonia-san yang kembali ke dalam arena dan kami pun bertepuk tangan.

Dengan ini, 1 kemenangan dan 1 kekalahan. Kami akan lolos ke final jika dua diantara Yae, Hilda dan Pam menang.

Aku berpikir kalau kemungkinan kita kalah ada di Pam, tapi itu hanya dugaanku saja.

Ia berpartisipasi dalam pertandingan ke-tiga dan berhasil menyelesaikannya dalam tiga menit.

Dengan tenaga dan kekuatannya, ia menunjukkan gelombang serangan beruntun, lawannya pun jatuh ke luar arena.

Yae maju di pertandingan selanjutnya dan sekali lagi menang dengan mudah.

Suku Rauri yang mendapat tiga kemenangan akhirnya menyusul suku Lulush dan terus melaju ke final.

Apa kita telah mengatasinya?(Touya)

Jika aku dipaksa berkomentar atas pertandingan ini, aku merasa lega karena suku Lulush lebih kuat daripada dua suku lainnya yang mungkin saja akan maju di final.

Aku menunjukkan apresiasiku pada semuanya yang keluar dari Daerah Pohon Suci dan memberikan sihir penyembuhan dan [Refresh] pada mereka agar aman.

Aku memberikan perhatian lebih pada Elze dan Rue.

Setelah itu, aku memberi [Slip] pada Rengetsu-san, yang tidak bisa kulupakan, yang menyebabkannya jatuh dengan sangat mengagumkan.

Saat ia berbicara dengan anggota suku Lulush lainnya, Rengetsu-san jatuh dengan posisi kepala yang terbentur.

Ia pun berdiri tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi dan memeriksa telapak kakinya.

Ia tidak terluka karena ia sedang berdiri di tanah.

Apa yang sedang lakukan……?(Elze)

Tapi tetap saja~ Melihat bagaimana ia memukul Rue, aku sedikit emosi(Touya)

Aku juga kesakitan tahu(Elze)

Aku tidak bisa emosi saat melihat pertandingan kalian. Kau terlihat seakan-akan berada dalam drama remaja(Touya)

Elze pun ngambek sambil mengembungkan pipinya.

Yah, orang-orang biasanya akan terkejut saat melihat dua perempuan tertawa saat meninju satu sama lain.

Aku berpikir kalau se-umpama lawannya adalah pria, aku pasti akan membuatnya penuh dengan lubang.
(TL: Ini menunjukkan betapa pedulinya dia terhadap Elze)

Pokoknya, menang satu kali lagi dan kita selesai. Berjuanglah. Ambil ini(Touya)

Aku memberi botol kecil berisi pil yang terlihat seperti soda lemon pada mereka.

Itu adalah penawar racun yang Flora buat sebelumnya.

Meski jika racun sudah ada di tubuh, racun itu akan segera dinetralkan.

Dan mengenai racun yang tersebar di arena, pakai masker ini sebelum giliranmu tiba dan tahan pilnya di mulut saat pertandingan dimulai. Jika kau menelannya, racun itu tidak akan berefek meski jika kau menerima serangan dari cakar itu. Racun yang tersebar pun juga akan dinetralkan. Saat kau menelannya, pil itu akan efektif selama 10 menit, jadi sebaiknya semua orang menelan 3 pil terlebih dahulu sebelum bertanding

Setelah mereka menerima pil itu, mereka kembali ke Daerah Pohon Suci.

Kemudian, saat kami kembali ke tempat duduk, sorakan meriah terdengar dari sana.

Itu bukanlah sorakan yang biasa.

Saat kami kembali ke tempat suku Rauri, suku Rivet telah memenangkan tiga pertandingan dan akhirnya menang.

Oi-oi, tak peduli dilihat dari mana, bukankah itu terlalu cepat?

Apa yang terjadi?

Suku Lemuna langsung menyerang setelah pertandingan dimulai, tapi kemudian mereka jatuh. Sepertinya suku Rivet menggunakan sesuatu seperti blowgun. Dan juga, dart-nya sangat tipis, sangat sulit untuk melihatnya dengan mata telanjang. Walaupun mereka bertahan dari racun yang tersebar itu, kurasa mereka tidak bisa melakukan apa-apa dengan racun yang ada di tubuh. Terlebih lagi, racunnya adalah racun dengan efek yang cepat. Racun itu mungkin tidak membahayakan nyawa, tapi jika penanganannya lambat, maka……(Moroha)

Saat aku melihat ke bawah sambil mendengarkan komentar Moroha-nee-san yang melihatnya, Elzie mendekati orang-orang suku Lemuna dan memberi beberapa pil pada mereka.

Un, seharusnya mereka akan baik-baik saja dengan itu.

Karena mereka punya banyak pil, tidak masalah untuk memberi beberapa pada yang lain.

Tapi, apa kau baru saja bilang blowgun? Memang sih, mengingat ukurannya yang besar kecuali jika itu disatukan dengan racun, blowgun tidak terlalu cocok sebagai senjata, kan(Touya)

Ukuran pisau lempar dengan dart sangatlah berbeda.

Terlebih lagi, racun dengan efek yang cepat.

Sebuah serangan telak.

Yah, walau tidak mematikan sih.

Memangnya racun apa sih itu?

Mungkin itu adalah neurotoxin jika memberi efek paralis.

Kalau tidak salah, apakah itu seperti tetrodotoxin-nya ikan kembung?

Tapi efek racun itu tidak cepat.

Kekakuannya mulai dari tangan dan kaki, seharusnya itu adalah racun yang efeknya perlahan.

Yah, aku tidak pernah melihat ikan kembung sejak pertama kali datang di dunia ini.

Mungkin ada banyak racun orisinil dunia ini.

Saat aku memikirkannya, aku penasaran betapa mengagumkannya Flora, karena ia bisa membuat obat penetralisir…….

Walaupun racunnya akan ternetralisir jika aku menggunakan [Recovery] sih.

Intinya, kami tidak boleh lengah.

Saat ini, arena terakhir di Daerah Pohon Suci naik secara perlahan-lahan.

Di arena yang sedikit lebih luas daripada sebelumnya, lima peserta suku Rauri dan Rivet menghadap satu sama lain dalam keheningan.

Yae dan semuanya sudah menutupi mulutnya dengan masker.

Kebetulan sekali, sang wasit juga memakai masker.

Dan jika dilihat dengan baik, penampilan semua orang yang memakai masker terlihat sangat aneh.

Pertandingan pun dimulai.

Yae adalah vanguard.
(TL: Barisan depan)

Lawannya adalah lelaki bertubuh bungkuk dengan cakar dari sebelumnya.

Ia punya sesuatu seperti tusuk gigi kecil di dekat mulutnya.

Mungkin itu adalah moncong blowgun-nya.

Karena ia bisa bernafas walau memakai topeng itu, mungkin ia menahan blowgun di mulutnya dan menembakkannya dengan nafasnya.

Yae melepas masker dan menelan pilnya.

Dengan ini, racunnya tidak akan bekerja.

Walaupun orang itu kebingungan melihat aksinya, lelaki itu menyiapkan cakar besinya, dan Yae dengan pelan menarik katananya dari sarung pedangnya.

Mulai!(Wasit)

Yae mencoba untuk menusuk orang itu pada saat pertandingan dimulai dengan kecepatan penuh.

Aku bisa melihat orang itu panik karena aksi Yae dan menembakkan dart dari mulutnya.

Akan tetapi, Yae hanya melindungi matanya dengan tangan kiri, lalu berlari ke orang itu tanpa menghiraukan anak panahnya dan menyerang perutnya.

Oguuuhaaaaaa!!(Petarung 1)

Sambil mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat dimengerti, orang itu pun terhempas keluar arena dengan putaran hebat.

Pemenangnya, Kokonoe Yae!(Wasit)

Instant kill.

Sangat cepat sehingga para penonton terdiam sejenak, tapi mereka langsung bersorak setelahnya.

Ia sudah menduga anak dart tersebut.

Begitu ya, apakah ia mendengarnya dari orang-orang suku Lemuna?

Mustahil……Kenapa racunnya tidak bekerja!?(Petarung 2)

Sambil berkomentar si penyerang dengan tangan panjang dan wajah seperti katak sedang melawan Hilda.

Apakah ia tidak percaya akan kejadian barusan?

Sepertinya ia gemetaran, tapi aku tidak peduli akan hal itu.

Pada saat pertandingan dimulai, Hilda memperpendek jarak sambil menerima dart tanpa menghindarinya dan menghempaskan orang itu sama seperti Yae barusan.

Guuarabaaaa~!!(Petarung 3)

Racunnya tidak bekerja sama sekali.

Sepertinya hal itu mengejutkan lawan.

Sambil bergetar, petarung ketiga tidak dapat bergerak dan terus berdiri di depan Pam yang sedang menyiapkan kapaknya.

Secara alami, mustahil baginya untuk bisa melawan Pam.

Seperti yang diduga, hanya dengan mengetahui kalau racunnya tidak bekerja, ia tidak punya pilihan lain kecuali menerima serangan Pam.

…………t!!(Petarung 3)

Tanpa bisa mengeluarkan suaranya, orang dari suku Rivet pingsan dan terjatuh.

Pemenangnya, Pam! Oleh karena itu, [Suku Raja Pohon] yang sekarang adalah suku Rauri!!(Wasit)

Kemenangan telak tiga orang.

Untuk final, pertandingan tadi sedikit membosankan, tapi tetap saja ada tepuk tangan dan sorakan yang terdengar seperti hujan bagi suku yang memenangkan [Upacara Pemangkasan].

Pam pun berteriak di arena, yang kemudian diikuti oleh teriakan kemenangan dari orang-orang suku Rauri.

Sudah berakhir, yah?

Intinya, semuanya berakhir baik.

Saat aku berpikir seperti itu, aku merasakan pertanda buruk.

Ada apa ini?(Touya)

Zuzuzuzu…….

Ada getaran besar dari tanah, semua pohon di Daerah Pohon Suci mulai layu dan dedaunannya mulai rontok.

Apa-apaan itu!?

Kukuuu…… Kekuatan roh, kami akan mengambilnya……???

Salah satu orang suku Rivet mengatakannya, dan aku mengetahuinya dari monitor sihirku.

Tiba-tiba tanah bergetar kencang.

Tidak hanya satu, ada banyak getaran di tanah.

Banyak dedaunan yang rontok dari pohon.

A-apa itu!????

Saat aku melihat tempat yang ditunjuk seseorang yang berteriak, ada beberapa pohon raksasa, dan aku bisa melihat beberapa dari mereka sedang menuju kemari.

Sepertinya semuanya masih belum berakhir.




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya