Friday, 16 March 2018

Evil God Chapter 20


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu
Chapter 20 :
Konferensi Anti Iblis (1)




(Note : Pedang suci Ridiru di ubah jadi Pedang suci Ridill)


Wakil dari berbagai negara berkumpul di istana Kerajaan Briton.
Mereka akan membicarakan tentang bagaimana cara mengalahkan Jendral Iblis dari bencana iblis ke-4 yang ditemukan beberapa hari yang lalu.

――― Konferensi anti-iblis

Setelah berulang kali berseteru dengan para iblis, umat manusia akhirnya bekerjasama dan membentuk kesepakatan untuk bersatu dan melawan para iblis.
Pertemuan ini dimaksud untuk membahas persoalan itu.

Karena mendesak, anggota keluarga kerajaan dan utusan setiap negara pun datang menggunakan sihir warp.

[Iblis terkuat kedua pada bencana iblis ke-4 dan pasukannya terdiri dari 1000 iblis, dan 100.000 undead.]

Yang berbicara untuk memperjelas kembali jumlah musuh adalah raja dari Kerajaan Scottyard, Raja George III.
Anaknya, Vincent, duduk di sebelahnya.

[Ini adalah masalah yang serius bagi umat manusia. Ini tidak kalah dari saat Raja Iblis kembali muncul.]

Raja Richard II dari Kerajaan Briton berbicara dengan serius.

Benua Britonia adalah Benua terbesar di dunia. Selain benua itu, hanya ada beberapa pulau dan kepulauan.
Britonia merupakan sebuah benua Pangea*.
(TL : Pangea berasal dari bahasa yunani yang berarti “semua daratan” ini berarti Britonia merupakan sebuah benua raksasa dan satu-satunya benua yang ada di dunia itu)

Mayoritas dari umat manusia tinggal di benua ini.

Di utara benua ini terdapat Kerajaan Scottyard.
Di barat terdapat Kerajaan Islando.
Kerajaan Briton terletak di tengah-tengah benua.

Ketiga negara ini disebut sebagai tiga kekuatan besar dunia.
Di bagian timur terdapat sebuah area pegunungan yang memiliki lebih dari 10 negara kecil.
Ada juga wilayah yang dikuasai oleh ras naga.

Tidak ada manusia yang hidup di wilayah bagian selatan benua Britonia.
Hal ini disebabkan karena tidak ada manusia yang berani hidup di tempat munculnya Raja Iblis.
Banyak pasukan diutus oleh setiap negara dan membuat sebuah benteng untuk mengawasi wilayah tersebut.

[Memang begitu kalau kita berbicara soal jumlah. Tapi sebagian besar dari pasukannya bukanlah iblis. Bahkan tidak ada Raja Iblis di antara mereka.]
[Fumeless lebih kuat daripada Raja Iblis biasa.]
[Ya, dia bahkan membuat pahlawan yang mengalahkan Raja Iblis tahun lalu melarikan diri.]

George III melihat Yufilia dan mencemoohnya.
Yufilia mengikuti konferensi ini karena dia adalah seorang pahlawan.
Pahlawan yang mengalahkan Raja Iblis 4 tahun lalu duduk di sebelahnya.

Fiona Spencer. 19 tahun. Pahlawan yang mengalahkan Raja Iblis Lemelept 4 tahun yang lalu.
Rambutnya yang berwarna pink menjulur hingga ke pinggangnya.
Matanya yang berwarna ungu menatap Scottyard dengan galak.
Dada dan pantatnya sangat besar, namun dia terlihat seperti model karena pinggangnya yang langsing.

Setelah mengalahkan Raja Iblis, dia bekerja sebagai petualang dan pengajar paruh waktu di Akademi Cantabridge.
Tentu saja dia belum pernah mengunjungi Kuil Kegelapan, dan sepertinya dia tidak terlalu aktif sejak mengalahkan Raja Iblis.
Itulah sebabnya Ashtal jarang mengawasinya.

[Jangan terpancing oleh provokasinya.]

Fiona menyuruh Yufilia untuk menahan diri. Yufilia pun mengangguk padanya.

[Kita harus membentuk pasukan gabungan berdasarkan perjanjian Magna Carta, apa kalian setuju?]

Richard II melihat seluruh ruangan. Sebagian setuju dan sebagian lagi menolak.
Kenjian, dungeon dimana Fumeless ditemukan terletak di tenggara Kerajaan Briton.
Raja dari kerajaan yang kecil di timur terlihat agresif menyetujuinya.

[Tapi... di Magna Carta tertulis bahwa ‘umat manusia harus bersatu saat Raja Iblis muncul.’]
[Benar!]
[Dengan kata lain, itu berbeda dengan situasi saat ini.]
[Apa kau bermaksud untuk membiarkan Kerajaan Briton bertempur sendirian?]
[Tidak, tidak, aku cuma berpikir apakah kita harus sepanik ini saat menghadapi kejadian ini? Mereka telah bersembunyi selama 400 tahun. Kemungkinan mereka akan bergerak sangat kecil.]
[Dia bilang kalau dia sudah bosan hidup di dungeon dan mengatakan kalau ini adalah kesempatan yang bagus!]

Yufilia menentang perkataan George III.

[Bukankah itu karena kau yang memancingnya?]
[Kuh!]

Yufilia tidak bisa menentang lagi saat dia mengatakan itu.
Saat George III memastikan bahwa Yufilia tidak bisa menentang lagi, dia pun bangkit dan mulai berbicara dengan sikap yang berlebihan.

[Jendral Iblis memang membuat kita khawatir, tapi ayo kita ingat kembali bencana iblis ke-4. Manusia telah mengalahkan para iblis selama berabad-abad yang lalu. Para pahlawan yang membawa perdamaian ---- The Seven Stars. Bagaimana cara mereka mengalahkan Raja Iblis? Ya, dengan menggunakan kekuatan dari senjata legendaris. Pedang Suci Claiomh Solais, Tombak Dewa Gungnir, Pedang Suci Ridill. Umat manusia telah diberkahi oleh senjata-senjata itu, dan akhirnya kita bisa mengalahkan para iblis.]

George III melirik Yufilia.

[Oh iya, sepertinya Yufilia tidak membawa Ridill bersamanya hari ini.]
[Itu adalah harta milik kerajaan, aku tidak bisa selalu membawanya.]
[Jika memang begitu, sepertinya tidak ada masalah. Yah, pedang itu tidak jatuh ke tangan Fumeless, kan?]

Dia bertanya pertanyaan yang sudah jelas jawabannya.
Yufila terdiam terpaku karena kaget mendengarnya.

Itu adalah informasi yang hanya diketahui oleh segelintir orang di Kerajaan Briton.
Itu berarti bahwa ada seseorang yang memberitahukan hal itu pada Scottyard.

[Itu....]

Yufilia tidak bisa berkata apapun.

[Puteri Yufilia yang terkenal jujur, polos, dan baik hati tidak mungkin berbohong pada pertemuan yang sangat penting ini, kan?]

Mendengar pertanyaan George III, Yufilia menyentuh bibirnya dan menjawab.

[Pedang itu... telah dicur...]

Semua orang menjadi ribut setelah mendengar pengakuan itu.

[Pedang Suci telah jatuh ke tangan Jendral Iblis?]
[Itu masalah besar!]

Pedang yang telah mengalahkan Raja Iblis terkuat kali ini telah jatuh ke pihak iblis.
Itu membuat ancaman yang mereka sebabkan menjadi semakin berbahaya.
Negara yang selama pertemuan ini diam pun mulai menyerang Yufilia.

[Tunggu dulu!]

Yang berdiri dan menghentikan keributan itu adalah Vincent, pangeran pertama Kerajaan Scottyard.

[Vincent, kau tidak berhak berbicara di tempat ini.]

George III memarahi anaknya.

[Tidak, aku akan berbicara. Pedang Suci memiliki efek kuat untuk melawan iblis, jadi pedang itu tak akan menjadi ancaman jika digunakan oleh mereka. Bahkan, mungkin tidak ada di antara mereka yang bisa menggunakannya.]

Vicent melihat semua orang di ruangan itu.

[Lagipula, jika pedang itu dicuri, kita hanya perlu mencurinya kembali.]

Vincent kembali duduk setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan.

[Maaf atas kelancangan yang diperbuat oleh anakku.]

George III menundukkan kepalanya.

[Yufilia adalah wanita yang akan menjadi tunanganku, jadi aku tak bisa tinggal diam.]
[Oh, iya, aku juga ingin mendengar jawaban soal permasalahan itu.]

George III berlagak seolah baru ingat soal hal itu.

[Kita tidak seharusnya membahas masalah itu di pertemuan ini.]

Richard II menjawab sambil menahan amarahnya.

[Benar juga, karena kita sudah hampir menyelesaikan pertemuan ini, jadi aku tidak sengaja mengatakan itu.]
[Kita belum selesai! Kita bahkan belum memutuskan apapun!]
[Yah... keputusannya adalah ‘kita tak akan melakukan apapun soal hal ini’]
[Yang benar saja! Apa yang harus kita lakukan jika mereka mulai bergerak?]
[Kita bisa membicarakannya jika saat itu tiba. Aku juga ingin mendengar hasil pembicaraan kita tadi pada saat itu tiba.]

Dengan kata lain, jika ingin mendapatkan bantuan, maka proposal pernikahan itu harus disetujui.

[Tentu saja, silakan jika kalian ingin menyerang mereka duluan. Jika kalian membutuhkan dana perang, dengan senang hati aku akan membantu.]

George III pun mengakhiri pertemuan itu.
Yufilia terduduk sambil mengepalkan tangannya saat satu persatu utusan dari berbagai negara meninggalkan pertemuan itu.



0 comments:

Post a Comment