Sunday, 25 March 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 177 Bahasa Indonesia


TranslatorTempesta
Editor
Shiro7D
Proof Reader
-


Arc 21: Pertempuran Wanita

Chapter 177: Pengguna Bojutsu, dan Pengguna Dual Sword




Hari ketiga [Upacara Pemangkasan]. Pertarungan yang berkepanjangan akhirnya akan berakhir hari ini. Kedelapan suku yang menang akan berhadapan, hingga [Suku Pohon Raja] diputuskan.

Sepertinya Pam berbicara tentang proposal kemarin dengan semua orang, dan membujuk mereka, sehingga mereka menjadi sangat termotivasi. Meski aku masih khawatir apakah aku melakukan sesuatu yang tidak perlu. Yah, apapun yang terjadi, terjadilah.

Sepertinya format hari ini akan seperti ini: hanya 4 pertandingan pertama yang akan digelar bersamaan, mereka akan menentukan empat suku terbaik. Setelah itu, akan ada dua pertandingan yang diadakan satu persatu yang akan menentukan dua suku terbaik, di antara dua suku tersebut final akan diadakan.

Berdiri di atas empat panggung besar yang dibawa oleh Wilayah Pohon Dewa, suku-suku yang saling berhadapan saling bertatap mata.

Namun, ini masih sebuah misteri mengapa panggung tersebut tumbuh dalam bentuk tunggul....... dan setelah pertandingan itu berakhir tunggul itu juga menghilang Apakah itu juga kekuatan roh? Yah, kurasa aku harus membiarkannya saja, karena hal itu tidak penting untukku.

Lawan pertama ...... adalah suku yang aneh(Touya)

Mereka dihiasi dengan sayap burung dari kepala sampai kaki, mengenakan mantel yang terlihat seperti sayap besar, dan hiasan kepala yang pasti terbuat dari tengkorak burung raksasa. Pakaian itu ...... aku rasa mereka menggunakan sesuatu yang mirip dengan seni ninja ilmiah.
(TL : 科学 kagaku ninpo)

Begitu pertandingan dimulai, suku burung mulai berlari dengan kecepatan yang mengerikan di atas panggung. Dia
sangat cepat! Sedangkan Elze yang menjadi lawannya hanya tidak bergerak.

Suku burung itupun berkeliling mengelilingi Elsie,  saat aku pikir dia akan menyerang dari depan ternyata di hanya mengunakan tipuan dengan cara melompat ke samping Elsie. Tapi bahkan disaat seperti itu, Elze masih tidak bergerak.

Kemudian, suku burung
itu tiba-tiba meningkat kecepatannya dan dia berbalik menatap Elze menggunakan momentum itu. Pada saat itu kupikir belati itu akan menembus punggung Elze, tapi ternyata Elze menghindarinya dengan sidestep* dan melepaskan pukulan backhand yang benar-benar menghancurkan wajah dan tengkorak suku burung itu. Ouch, itu pasti sudah menyakitkan.
(ED : untuk backhand gw rasa gak perlu dijelasin, untuk Sidestep simplenya menghidar ke arah samping, untuk lebih jelas kurang lebih kayak gambar ini http://farm1.static.flickr.com/253/460295283_323f131e30.jpg )

Suku burung itu tetap terjatuh tanpa bisa berdiri. Kemungkinan dia tidak akan mati karena ada perlindungan roh. Tapi untuk mengakhirnya dengan satu pukulan itu cukup......

Setelah  Elsie selesai, baik Yae maupun Hilda telah berhasil meraih kemenangan dengan mudah. Suku Rauri menjadi suku pertama yang maju ke empat besar.

Ini terlalu mudah begi mereka  ~ noyo. Itu adalah kemenangan mutlak ~ nanoyo (Karen)

Jika lawan mereka adalah suku yang fokus pada kekuatan saja, mungkin mereka bisa menang dengan mengunakan serangan tipuan yang dan kecepatan itu. Tapi sayangnya, level itu bukanlah tandingan bagi Elsie dan gadis lainnya (Maroha)

Persis seperti yang dikatakan Karen-nee-san dan Moroha-nee-san, mereka bukanlah tandingan bagi Elze dan yang lainnya. Sepertinya kekuatan mereka semakin berkembang setelah datang ke sini.......

........ Jangan bilang kalau mereka juga telah menjadi dependents Moroha-nee-san, tidak hanya Karen-nee-san. Yae dan Hilda secara berlebihan mendekati Moroha-nee-san kemarin....... Mungkin saja mereka telah menjadi seperti itu.

Uun,
aku tidak ingin membicarakan itu. Aku hanya merasa canggung karena sepertinya mereka ikut manjadi seperti aku.

Ah, Touya-san. Lihat itu(Lindze)

Eh?(Touya)

Lindze menunjuk ke depan di tempat di mana Rengetsu-san, pengguna boujutsu yang ku kenal kemarin, menjatuhkan lawannya. Tampaknya suku Lulush juga berhasil meraih kemenangan secara berturut-turut.

Dan akhirnya, empat suku terbaik telah diputuskan. Salah satunya adalah suku Rivet  yang menggunakan racun.

Untuk berjaga-jaga, aku sudah menyiapkan masker untuk Yae dan
para gadis sebagai penangkal racunnya.

Sisa suku adalah sebagai berikut:

- Suku Rauri yang didominasi perempuan;
- Suku Rivet yang menggunakan racun;
- Master bela diri dari suku Lulush;
- Suku Lemuna yang memiliki tangan kuat.

Dengan ini, RaRiLuLe selesai dengan sempurna. Walaupun Tidak ada "Ro".

Haruskah kita mewaspadai suku Rivet? (Lindze)

Umm, kurasa suku Lulush juga harus di waspadai. Karena mungkin  pertarungan jarak dekat antara Sonia-san dan Elze akan menjadi sangat sengit (Touya)

Untuk suku Lemuna kurasa tidak ada masalah karena suku tersebut hanya memiliki kekuatan saja. Walaupun, akan sangat berbahaya jika mereka menangkapmu. Karena sepertinya mereka memiliki kekuatan yang dapat dengan mudah mematahkan leher beruang. Jadi mereka tetap tidak boleh lengah sedikit pun. Yah, untung saja gaya bertarung suku itu sederhana.


Baiklah, sepertinya pertandingan pertama akan di mulai sekarang~ ja. Oh? (Sue)

Aku melihat ke panggung setelah mendengar suara S
eu. Cabang-cabang dan daun berdesir dan mulai bergerak, dan sinar matahari menyinari dua suku. Mereka adalah suku Rauri dan suku Lulush.

Mereka melawan kelompok Sonia-san, yah? ~ Umm, kurasa ini akan menjadi pertarungan yang sulit(Touya)

Sejujurnya, aku tidak berpikir kalau Rue atau Pam bisa menang jika melawan mereka berdua. Sedangkan Yae dan Hilda mungkin bisa menang melawan Sonia-san, namun untuk Elze mungkin akan kalah jika lawannya adalah Rengetsu-san karena kompatibilitasnya buruk. Dan tentu saja jika, Pam dan Elze dikalahkan oleh mereka berdua, lalu Rue dikalahkan oleh kontestan lain dari suku Lulush, maka kekalahan kita sudah jelas.

Nah, jika saya berbicara tentang probabilitasnya, aku pikir kita
masih memiliki kesempatan untuk menang.

Kedua belah pihak berkeliling ke sisi berlawanan dari tunggul, memutuskan urutan perserta yang maju. Dari kursi penonton terlihat jelas urutan dari perserta yang akan maju, namun para peserta tidak akan tahu siapa lawan mereka sebelum pertandingan di mulai*.
(ED : Hmmm… mungkin kayak proyektor besar yang hanya bisa di liat penonton, sedangkan pesertanya tidak)

Sebuah situasi yang sulit ......(Touya)

Urutannya adalah Rue vs Rengetsu-san, dan Elze vs Sonia-san. Kalaupun keduanya kalah, kami masih bisa maju ke final jika Yae, Hilda dan Pam menang. Namun jika Pam kalah?

Sebaliknya, ini akan menjadi kemenangan yang pasti bagi suku Rauri jika salah satu dari Rue atau Elze menang.

Elze mungkin memiliki peluang menang terbaik, karena ini akan menjadi pertarungan di antara pertarung jarak dekat. Jujur saja, aku tidak tahu siapa yang akan menang atau kalah. Elze mungkin akan memiliki keuntungan lebih besar jika ia bisa menggunakan [Boost].

Pertandingan pertama. Rue dan Rengetsu-san melangkah maju ke tengah panggung. Ada terlalu banyak perbedaan tinggi di antara mereka. Rengetsu-san jelas memiliki tinggi lebih dari 180cm melawan Rue yang bahkan tidak sampai 145cm. Ini terlihat seperti pertarungan antara orang dewasa vs anak kecil....... bahkan jika Rengetsu-san menang, kurasa tidak aka nada yang protes bukan?

Dengan sinyal dari wasit, pertandinganpun dimulai. Rue mengambil sikap menyerang dengan pedang kembarnya, dan Rengetsu-san mempersiapkan tongkatnya. Tongkat Rengetsu-san terbuat dari logam yang dilapisi warna perak,  dan emas di kedua ujungnya. Apakah itu Mithril dan Orichalcum? Pantas saja itu terlihat sangat ringan.
 
Rue
pun menyerang. Menanggapi hal itu, Rengetsu-san menekan dengan tongkatnya. Apakah dia membacanya? Rue membelokkan tongkat itu ke bawah dengan pedang kanannya dan mencoba melompat ke dadanya menggunakan momentum itu. Tapi Rengetsu-san menekan tongkatnya bawah dan dengan tangkas melompati di atas Rue.

Mmmm, kurasa Rengetsu-san memang selangkah lebih tinggi dari Rue. Dia bisa dengan sempurna menghidari serangan itu.

Apakah Rue-san akan baik-baik saja ......?(Lindze)

Apa yang kamu katakan? Anak ini tidak akan mengakhirinya hanya dengan itu, lihat (Touya)

Rue memegang pedang kembarnya kearah bawah dan menuju Rengetsu-san sekali lagi. Dia berulang kali mengirimkan gelombang serangan dengan pedang kanan dan pedang kirinya. Dan terus-menerus menyerang dengan pergerakan yang ringan. Gerakan itu ......

Hee ~ Gerakan itu adalah gerakan pertarung jarak dekat, kan. Apakah Elsie mengajarinya? (Maroha)

Seperti yang diharapkan dari Moroha-nee-san. Apakah dia melihat
nya juga? Gerakan itu pasti mirip gerak kaki Elsie. Tampaknya Rue meminta Elsie untuk mengajarinya bagaimana cara melakukan itu.

Sial(Rengetsu)

Rengetsu-san tidak bisa membiarkan serangan Rue mengenainya dan hanya bertahan dengan tongkatnya. Karena itulah saat ini, Rue lebih unggul. Namun tak lama kemudian, Rengetsu-san mengangkat tongkatnya dan menyapukannya ke samping sambil mundur beberapa langkah sehingga menciptakan jarak.

Rue mengejarnya tanpa membiarkannya pergi. Namun, Rengetsu-san tidak melarikan diri melainkan maju menyerang juga. Dia berlari maju dan melemparkan tongkatnya ke kaki Rue. Di saat Rue kehilangan keseimbangan dia memanjangkan telapak tangannya ke dada Rue dan membantingnya.

Uguu ...!(Rue)

Rue memulihkan postur tubuhnya
sambil berguling dan mengambil jarak dari Rengetsu-san. Itu pasti menyakitkan.

kurang ajar kau! Rengetsu! Apa yang kau lakukan pada tunanganku hah?!! Aku akan mengutukmu, kau sialan botak..... Ahh, pikiranku menjadi liar untuk sesaat.

Tidak bagus, tidak bagus. Ini semua hanya pertandingan. Tenanglah Touya, tenang. Dia akan mendapatkan balas dendam nanti jadi biarkan saja dia untuk sementara.

Kali ini, Rengetsu melancarkan serangan terus menerus dengan tongkatnya dan menekan Rue. Disaat tongkat itu hampir mengenainya, Rue tidak menangkisnya melainkan membiarkannya saja dan menjatuhkan pedang di tangan kirinya. Rue menangkap tongkat tersebut menggukankan bagian bawah ketiak kirinya dan menghentikan gerakannya. Namun pada saat Rue mencoba menyerang dari sisi luar, Rengetsu-san melepaskan tongkat tersebut.

Eh? Waaa !? (Rue)

Haaaaaaa!(Rengetsu)

Rue kehilangan keseimbangan karena
Rengetsu-san tiba-tiba melepaskan senjatanya. Rengetsu-san memanjangkan telapak tangannya sambil berteriak. Pada saat itu, Rue tertiup ke belakang seakan ada sesuatu yang menekannya.

Apakah itu serangan [Hakkei] yang sama yang digunakan Sonia-san? Ah,
tentu saja tidak aneh baginya untuk bisa menggunakan itu karena mereka kawan seperjuangan.

Rue yang terlempar di udara lalu berguling dengan hebat sampai keluar batas. [Out-of-bound], yaitu.

Pemenang, Rengetsu!(Wasit)

saat wasit mengumumkan pemenangnya. Segera, tepuk tangan meriah dan sorak sorai meraung dari tempat itu.

Rue kalah
karena dia di luar batas. Tempat di mana dia terlempar adalah sangat buruk. Mungkin, jika dia terlempar kira-kira satu meter lebih dekat ke pusat, kurasa dia masih bisa kembali bertanding.

Rue ...... Akhirnya kalah, yah.(Sue)

Ini adalah hal wajar, karena ini sebuah pertandingan. Rue juga pasti mengerti akan hal itu (Touya)

Sambil menepuk kepala Sue yang merajuk karena kecewa, aku menatap Rue yang telah kembali ke panggung untuk mengumpulkan pedangnya dan berjabat tangan dengan Rengetsu-san. Aku dapat merasakan dari wajahnya bahwa dia kecewa dan dia ingin melanjutkannya. Kamu telah melakukannya dengan baik, Rue.

Baiklah, karena sudah seperti ini, kuharap kita menang di pertandingan berikutnya tapi......(Touya)

Aku menatap Elsie dan Sonia-san yang maju ke puncak panggung.

Keduanya adalah pejuang jarak dekat dan keduanya telah mengeraskan tinju mereka
dengan memakaikan sarung tangan mereka.

Mereka mengambil sikap
menyerang dan menatap lurus ke arah lawan mereka masing-masing. Wasit perlahan mengangkat tangan kanannya sambil melihat ke mereka dan mengayunkannya ke bawah.

Mulai! (Wasit)

Bakitsuuuuuuuuuuuu !!

Keduanya menyerang satu sama lain dengan kekuatan penuh mereka secara bersamaan. Tinju mereka
beradu dengan wajah mereka satu sama lain. Ini adalah counter cross yang indah....... Cross counter? Siapa!?

Tuuuuunnnnnggguuuuuuuu !! Ini terlalu mendadak! Selanjutnya, mengapa mereka berdua nyengir saat mereka saling memukul !?

Kamu tidak buruk juga(Sonia)

Sama denganmu(Elze)

Ayolah! Apakah kalian berdua
adalah pemimpin para remaja yang saling berhadapan di tepi sungai saat matahari terbenam ?!

Mereka mengambil jarak sekali lagi dan mulai menukar tinju lagi. Elsie melepaskan
pukulan kanan lurus, dan Sonia-san menahannya dengan sarung tinjunya. Sebaliknya, Sonia-san mengirim pukulan hook kirinya, dan dengan cara yang sama, Elsie menagkisnya dengan sarung tinju.

Suaranya sangat brutal.


Gotsu! Gan! Gaintsu! Gakyatsu! Suara logam bertabrakan satu sama lain bergema di atas panggung. Ini benar-benar menakutkan!

Ini b
ertambah menakutkan karena mereka berdua tertawa. Ya, mereka tertawa sambil saling memukul. Menakutkan ~ Ini sungguh sangat mengerikan.

Kemudian semua orang, aku akan berjumpa kalian di lain kali. Selamat tinggal, selamat tinggal, Selamat tinggal.

...... sepertinya aku kerasukan sesuatu.




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

0 comments:

Post a Comment