Sunday, 25 March 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 178 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
-


Arc 21: Pertempuran Wanita

Chapter 178: Pertandingan Tinju, dan Racun yang Ternetralisir




Suara besi yang bertabrakan terdengar secara beruntun di dalam arena.

Tinju, tahan, tinju, tahan, tinju, tahan, tinju…….

Pertandingan ini terlihat seolah-olah petarung meninju secara bergantian.

Kecepatan mereka mulai bertambah, dan tak lama kemudian, tinjuan mereka menjadi serangan beruntun dan dibalas dengan serangan beruntun juga.

Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~!!(Elze)

Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa~!!(Sonia)

Suara hantaman besi itu timbul dari kepalan tangan mereka saat meninjukan tangannya dengan sekuat tenaga.

Lalu mereka berdua berdiri sejenak, sambil tersenyum lalu tertawa.

Seperti yang kubilang, berhentilah seperti itu!

Mereka berdua melompat ke depan secara bersamaan, dan menendang ke atas.

Pelindung kaki besi mereka Greaves berbunyi, dan kemudian suara sarung tangan besi terdengar lagi.

Yaaaaaa~!!(Elze)

Bersamaan dengan teriakannya, Elze menendang secara berputar yang kemudian ditahan Sonia-san.

Tapi ia tidak bisa menghentikan pergerakannya dan akhirnya mundur beberapa langkah.

Lalu Elze maju untuk memberikan serangan terakhir, tapi Sonia-san memutar tubuhnya dengan cepat lalu menyerang dengan ekor beratnya seperti sebuah cambuk.

Tanpa bisa menghindari serangannya, Elze pun mundur beberapa langkah saat menahannya.

Saat melihat hal itu, Sonia-san mengejarnya dan mencoba untuk melakukan dropkick, tapi Elze menahannya dengan menyilangkan kedua tangannya.

Kemudian Sonia-san menendang tangannya, memutar tubuhnya sekali, lalu menjaga jarak dengan Elze.

Pergantian terus-menerus dari menyerang dan bertahan, pertandingan pun terus berlanjut, situasi di sekitar pun juga ikut memanas.

Moroha-chan, bagaimana menurutmu tentang akhir pertandingan ini ~noyo?(Kareen)

Entahlah. Jika ini pertandingan berpedang, aku mungkin bisa mengatakan sesuatu, tapi saat pertandingan tersebut adalah [Tinju], aku tidak terlalu yakin ~ne. Yah, kurasa Elze lebih hebat dalam kecepatan, dan Sonia-san lebih hebat dalam kekuatan, tapi perbedaan antara mereka berdua tidak terlalu besar. Akan tetapi, Sonia juga punya jurus tersembunyi, yah ~nee(Moroha)

Maksudmu [Hakkei]?

Kurasa ia perlu mengeluarkan sebuah gerakan tertentu untuk menggunakannya, jadi Elze tidak boleh lengah.

Pada saat yang sama, Elze juga tidak bisa menggunakan [Boost].

Sama seperti Yae, Elze juga melihat berbagai video bela diri di smartphone-ku, oleh karena itu, ia memperoleh berbagai teknik, tapi bukan hanya itu saja.

Apakah stamina mereka berdua sudah habis?

Gerakan mereka mulai melambat.

Akan tetapi, mereka berdua terus memberikan pukulan tanpa berhenti.

Elze menendang Sonia-san, walaupun terlihat akan terjatuh ke belakang, namun ia menghentikannya menggunakan ekornya untuk menyeimbangkan tubuh.

Ekornya mengagumkan, yah.

Apakah gunanya untuk menjaga keseimbangan seperti dinosaurus?

Sonia-san pun menyerang Elze dengan ekornya.

Tanpa menghindarinya, Elze pun menerima serangan itu dan menghentikannya.

Lalu ia pun menggenggam dengan kedua tangan Sonia-san tanpa dilepas, kemudian melemparnya dengan sekuat tenaga melalui bahunya.

Daaaaaaaa~!!(Sonia)

Guuuuu…!!(Elze)

Elze meninjukan tangannya untuk memberi serangan terakhir pada Sonia-san yang terlempar.

Akan tetapi, Sonia-san menghindarinya dengan berguling ke samping, ia berdiri dengan ‘hop’, lalu menyilangkan tangannya dengan posisi setengah berdirinya.

Ini buruk!

Haaa!!(Elze)

Suara keras terdengar dan Elze pun terhempas.

Sambil terguling di arena, ia akhirnya bisa berhenti sebelum jatuh keluar.
Itu bahaya!

Berguling sedikit lagi dan ia akan berakhir seperti Rue.

Seperti yang diduga, itu curang.

Itu pasti serangan jarak jauh yang tak terlihat.

Walaupun ia tidak menerima serangan itu, kupikir ia kesakitan karena terhempas seperti itu.

Sekarang, Elze berlutut dan terlihat seperti sedang kesakitan.

Dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, Sonia-san memulai serangannya.

Setelah bangun, Elze mulai maju juga, tapi apakah efek serangan itu masih ada?

Ia berada dalam mode bertahan.

Mengingat batas arena sudah ada di belakangnya, ia akan jatuh.

Haaaaaaaaaaaa~!!(Sonia)

Sonia-san meninjukan tangan kanannya, dan Elze menangkapnya dengan tangan kirinya.

Tak mempedulikan tangan kanannya, Sonia-san meninjukan tangan kirinya, tapi Elze menangkapnya juga dengan tangan kanannya.

“Lalu, bagaimana dengan tendangan”, Sonia-san mencoba untuk mengangkat kaki kirinya dan pada saat itulah Elze mencoba untuk melemparnya ke belakang.

Saat meletakkan kakinya pada bagian perut Sonia-san, Elze melemparnya dengan sekuat tenaga.

Gerakan itu terlihat tidak biasa, apakah itu lemparan dari atas kepala?

Walaupun leher Elze ada di luar arena sejak tadi, ia masih aman karena peraturannya tidak berkata kalau kau akan kalah jika bagian tubuhmu keluar arena.

Sh……!(Sonia)

Jika keadaan terus seperti ini, ia akan terlempar dari arena.

Sonia-san memutar badannya di udara, melepaskan diri dari genggaman Elze sambil mengayunkan ekornya, lalu menempatkan titik beratnya ke arena.

Sonia-san bisa melakukan itu, tapi Elze memutarnya dan berada di depannya sebelum ia menyadarinya.

Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!(Elze)

Dengan teriakan, Elze menjontosnya.

Entah itu reflek atau bukan, Sonia-san menahannya dengan sarung tangannya.

Kurasa sedikit sulit baginya yang ada dalam postur itu untuk menghindar.

Akhirnya, Sonia-san terhempaskan ke udara lalu jatuh ke bawah.

Yang artinya pertandingan tersebut telah berakhir.

Pemenangnya adalah, Elze Shiluesuka!(Wasit)

Suara wasit pun terdengar dengan keras, dan penonton pun bersorak.

Sorakan dan tepuk tangan mereka ditujukan pada mereka berdua.

Dia menang! Elzie menang ~ja!(Sue)

Sue meninggikan suaranya dengan semangat.

Walaupun sejujurnya, kurasa itu adalah seri karena luka yang diterima.

Tidak ada yang bisa mengalahkan lawan.

Yah, jika mereka berada dalam pertandingan asli tanpa ada peraturan, aku percaya Elze akan menang.

Elze berjabat tangan dengan Sonia-san yang kembali ke dalam arena dan kami pun bertepuk tangan.

Dengan ini, 1 kemenangan dan 1 kekalahan. Kami akan lolos ke final jika dua diantara Yae, Hilda dan Pam menang.

Aku berpikir kalau kemungkinan kita kalah ada di Pam, tapi itu hanya dugaanku saja.

Ia berpartisipasi dalam pertandingan ke-tiga dan berhasil menyelesaikannya dalam tiga menit.

Dengan tenaga dan kekuatannya, ia menunjukkan gelombang serangan beruntun, lawannya pun jatuh ke luar arena.

Yae maju di pertandingan selanjutnya dan sekali lagi menang dengan mudah.

Suku Rauri yang mendapat tiga kemenangan akhirnya menyusul suku Lulush dan terus melaju ke final.

Apa kita telah mengatasinya?(Touya)

Jika aku dipaksa berkomentar atas pertandingan ini, aku merasa lega karena suku Lulush lebih kuat daripada dua suku lainnya yang mungkin saja akan maju di final.

Aku menunjukkan apresiasiku pada semuanya yang keluar dari Daerah Pohon Suci dan memberikan sihir penyembuhan dan [Refresh] pada mereka agar aman.

Aku memberikan perhatian lebih pada Elze dan Rue.

Setelah itu, aku memberi [Slip] pada Rengetsu-san, yang tidak bisa kulupakan, yang menyebabkannya jatuh dengan sangat mengagumkan.

Saat ia berbicara dengan anggota suku Lulush lainnya, Rengetsu-san jatuh dengan posisi kepala yang terbentur.

Ia pun berdiri tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi dan memeriksa telapak kakinya.

Ia tidak terluka karena ia sedang berdiri di tanah.

Apa yang sedang lakukan……?(Elze)

Tapi tetap saja~ Melihat bagaimana ia memukul Rue, aku sedikit emosi(Touya)

Aku juga kesakitan tahu(Elze)

Aku tidak bisa emosi saat melihat pertandingan kalian. Kau terlihat seakan-akan berada dalam drama remaja(Touya)

Elze pun ngambek sambil mengembungkan pipinya.

Yah, orang-orang biasanya akan terkejut saat melihat dua perempuan tertawa saat meninju satu sama lain.

Aku berpikir kalau se-umpama lawannya adalah pria, aku pasti akan membuatnya penuh dengan lubang.
(TL: Ini menunjukkan betapa pedulinya dia terhadap Elze)

Pokoknya, menang satu kali lagi dan kita selesai. Berjuanglah. Ambil ini(Touya)

Aku memberi botol kecil berisi pil yang terlihat seperti soda lemon pada mereka.

Itu adalah penawar racun yang Flora buat sebelumnya.

Meski jika racun sudah ada di tubuh, racun itu akan segera dinetralkan.

Dan mengenai racun yang tersebar di arena, pakai masker ini sebelum giliranmu tiba dan tahan pilnya di mulut saat pertandingan dimulai. Jika kau menelannya, racun itu tidak akan berefek meski jika kau menerima serangan dari cakar itu. Racun yang tersebar pun juga akan dinetralkan. Saat kau menelannya, pil itu akan efektif selama 10 menit, jadi sebaiknya semua orang menelan 3 pil terlebih dahulu sebelum bertanding

Setelah mereka menerima pil itu, mereka kembali ke Daerah Pohon Suci.

Kemudian, saat kami kembali ke tempat duduk, sorakan meriah terdengar dari sana.

Itu bukanlah sorakan yang biasa.

Saat kami kembali ke tempat suku Rauri, suku Rivet telah memenangkan tiga pertandingan dan akhirnya menang.

Oi-oi, tak peduli dilihat dari mana, bukankah itu terlalu cepat?

Apa yang terjadi?

Suku Lemuna langsung menyerang setelah pertandingan dimulai, tapi kemudian mereka jatuh. Sepertinya suku Rivet menggunakan sesuatu seperti blowgun. Dan juga, dart-nya sangat tipis, sangat sulit untuk melihatnya dengan mata telanjang. Walaupun mereka bertahan dari racun yang tersebar itu, kurasa mereka tidak bisa melakukan apa-apa dengan racun yang ada di tubuh. Terlebih lagi, racunnya adalah racun dengan efek yang cepat. Racun itu mungkin tidak membahayakan nyawa, tapi jika penanganannya lambat, maka……(Moroha)

Saat aku melihat ke bawah sambil mendengarkan komentar Moroha-nee-san yang melihatnya, Elzie mendekati orang-orang suku Lemuna dan memberi beberapa pil pada mereka.

Un, seharusnya mereka akan baik-baik saja dengan itu.

Karena mereka punya banyak pil, tidak masalah untuk memberi beberapa pada yang lain.

Tapi, apa kau baru saja bilang blowgun? Memang sih, mengingat ukurannya yang besar kecuali jika itu disatukan dengan racun, blowgun tidak terlalu cocok sebagai senjata, kan(Touya)

Ukuran pisau lempar dengan dart sangatlah berbeda.

Terlebih lagi, racun dengan efek yang cepat.

Sebuah serangan telak.

Yah, walau tidak mematikan sih.

Memangnya racun apa sih itu?

Mungkin itu adalah neurotoxin jika memberi efek paralis.

Kalau tidak salah, apakah itu seperti tetrodotoxin-nya ikan kembung?

Tapi efek racun itu tidak cepat.

Kekakuannya mulai dari tangan dan kaki, seharusnya itu adalah racun yang efeknya perlahan.

Yah, aku tidak pernah melihat ikan kembung sejak pertama kali datang di dunia ini.

Mungkin ada banyak racun orisinil dunia ini.

Saat aku memikirkannya, aku penasaran betapa mengagumkannya Flora, karena ia bisa membuat obat penetralisir…….

Walaupun racunnya akan ternetralisir jika aku menggunakan [Recovery] sih.

Intinya, kami tidak boleh lengah.

Saat ini, arena terakhir di Daerah Pohon Suci naik secara perlahan-lahan.

Di arena yang sedikit lebih luas daripada sebelumnya, lima peserta suku Rauri dan Rivet menghadap satu sama lain dalam keheningan.

Yae dan semuanya sudah menutupi mulutnya dengan masker.

Kebetulan sekali, sang wasit juga memakai masker.

Dan jika dilihat dengan baik, penampilan semua orang yang memakai masker terlihat sangat aneh.

Pertandingan pun dimulai.

Yae adalah vanguard.
(TL: Barisan depan)

Lawannya adalah lelaki bertubuh bungkuk dengan cakar dari sebelumnya.

Ia punya sesuatu seperti tusuk gigi kecil di dekat mulutnya.

Mungkin itu adalah moncong blowgun-nya.

Karena ia bisa bernafas walau memakai topeng itu, mungkin ia menahan blowgun di mulutnya dan menembakkannya dengan nafasnya.

Yae melepas masker dan menelan pilnya.

Dengan ini, racunnya tidak akan bekerja.

Walaupun orang itu kebingungan melihat aksinya, lelaki itu menyiapkan cakar besinya, dan Yae dengan pelan menarik katananya dari sarung pedangnya.

Mulai!(Wasit)

Yae mencoba untuk menusuk orang itu pada saat pertandingan dimulai dengan kecepatan penuh.

Aku bisa melihat orang itu panik karena aksi Yae dan menembakkan dart dari mulutnya.

Akan tetapi, Yae hanya melindungi matanya dengan tangan kiri, lalu berlari ke orang itu tanpa menghiraukan anak panahnya dan menyerang perutnya.

Oguuuhaaaaaa!!(Petarung 1)

Sambil mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat dimengerti, orang itu pun terhempas keluar arena dengan putaran hebat.

Pemenangnya, Kokonoe Yae!(Wasit)

Instant kill.

Sangat cepat sehingga para penonton terdiam sejenak, tapi mereka langsung bersorak setelahnya.

Ia sudah menduga anak dart tersebut.

Begitu ya, apakah ia mendengarnya dari orang-orang suku Lemuna?

Mustahil……Kenapa racunnya tidak bekerja!?(Petarung 2)

Sambil berkomentar si penyerang dengan tangan panjang dan wajah seperti katak sedang melawan Hilda.

Apakah ia tidak percaya akan kejadian barusan?

Sepertinya ia gemetaran, tapi aku tidak peduli akan hal itu.

Pada saat pertandingan dimulai, Hilda memperpendek jarak sambil menerima dart tanpa menghindarinya dan menghempaskan orang itu sama seperti Yae barusan.

Guuarabaaaa~!!(Petarung 3)

Racunnya tidak bekerja sama sekali.

Sepertinya hal itu mengejutkan lawan.

Sambil bergetar, petarung ketiga tidak dapat bergerak dan terus berdiri di depan Pam yang sedang menyiapkan kapaknya.

Secara alami, mustahil baginya untuk bisa melawan Pam.

Seperti yang diduga, hanya dengan mengetahui kalau racunnya tidak bekerja, ia tidak punya pilihan lain kecuali menerima serangan Pam.

…………t!!(Petarung 3)

Tanpa bisa mengeluarkan suaranya, orang dari suku Rivet pingsan dan terjatuh.

Pemenangnya, Pam! Oleh karena itu, [Suku Raja Pohon] yang sekarang adalah suku Rauri!!(Wasit)

Kemenangan telak tiga orang.

Untuk final, pertandingan tadi sedikit membosankan, tapi tetap saja ada tepuk tangan dan sorakan yang terdengar seperti hujan bagi suku yang memenangkan [Upacara Pemangkasan].

Pam pun berteriak di arena, yang kemudian diikuti oleh teriakan kemenangan dari orang-orang suku Rauri.

Sudah berakhir, yah?

Intinya, semuanya berakhir baik.

Saat aku berpikir seperti itu, aku merasakan pertanda buruk.

Ada apa ini?(Touya)

Zuzuzuzu…….

Ada getaran besar dari tanah, semua pohon di Daerah Pohon Suci mulai layu dan dedaunannya mulai rontok.

Apa-apaan itu!?

Kukuuu…… Kekuatan roh, kami akan mengambilnya……???

Salah satu orang suku Rivet mengatakannya, dan aku mengetahuinya dari monitor sihirku.

Tiba-tiba tanah bergetar kencang.

Tidak hanya satu, ada banyak getaran di tanah.

Banyak dedaunan yang rontok dari pohon.

A-apa itu!????

Saat aku melihat tempat yang ditunjuk seseorang yang berteriak, ada beberapa pohon raksasa, dan aku bisa melihat beberapa dari mereka sedang menuju kemari.

Sepertinya semuanya masih belum berakhir.




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

0 comments:

Post a Comment