Saturday, 28 April 2018

Evil God Chapter 33


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu
Chapter 33 :
Latihan Gabungan (2)




Lawanku lalu mengepungku setelah mendengar aba-aba dimulainya pertandingan.

[Aku sudah memperingatkanmu agar sadar akan posisimu waktu itu.]
[Ini adalah hukuman karena kau menghiraukannya.]

Mereka pun tertawa.
Mereka pasti menyangka kalau mereka lebih hebat.

[Oh, apa yang terjadi kalau aku tidak sadar?]
[Inilah yang akan terjadi!]

Salah satu pria menebasku dengan pedangnya dari depan setelah mendengar perkataanku tadi.
Ada juga yang mencoba menusukku menggunakan tombak dari belakang.
Tapi aku menghindari tombak itu tepat sebelum menusukku dan tombak itu akhirnya menyerang perut orang di depanku.

[Guh!]

Karena dia terkena serangan temannya, dia pun terpaku. Kemudian aku menyerangnya.
Aku meraih orang yang menggunakan tombak tadi, lalu melemparnya ke arah tim medis.

Mereka lalu segera menanganinya.

[Apa dia punya mata di belakang kepalanya? Kenapa dia bisa menghindarinya dengan sempurnya?]

Aku mendengarnya dari arah bangku penonton.
Evil Vision. Rasanya seperti menggerakkan kamera yang bisa melihat ke arah manapun.
Aku menggunakannya untuk melihat arah belakang.

[Jangan senang dulu karena telah mengalahkan class C! Ayo serang dia!]

Mereka semua bergegas menyerangku.
Yah, ini baru saja dimulai.

[Haaaa!!]

Aku melepaskan jaki milikku.
Tentu saja semua orang merasakannya sebagai ninki.

[Apa? Apa-apaan aura ini?]
[Monster!]

Eh? Apa aku mengeluarkan terlalu banyak?
Ini bukan karena cincin ini tidak berfungsi dan mereka merasakan jaki milikku, kan?
Kalau begitu, maka ini pasti akan menjadi sebuah kesalahan besar.

[Guwaaa!!!!]
[Guhaaah!]
[Guuuuh!!!]

Lagipula, aku punya batasan waktu.
Meskipun khawatir, aku tetap harus menyelesaikan hal ini.

Aku membuat yang lemah terlempar menggunakan sentilan di dahi.
Aku meninju dan menendang mereka agar mereka tidak bisa bertarung lagi.

[Cih!!]

Mereka mengambil jarak lalu menggunakan sihir.

[Fireball!]
[Thunder!]
[Wind Cutter!]

Berbagai macam sihir ditembakkan ke arahku. Tapi aku tidak menghindarinya.
Aku juga tidak mengaktifkan penghalang milikku.
Sihir mereka lenyap saat bersentuhan dengan jaki milikku.

[Keras sekali!]
[Aku tidak bisa menembus pertahanan ki miliknya.]

Aku lalu mengalahkan mereka satu persatu karena mereka terdiam dan tidak mencoba menyerangku lagi.
Aku lalu menahan jaki milikku saat hanya tersisa 3 orang.
Ini adalah batas waktu penggunaan cincin itu.

[Luar biasa ....]

Yufilia terlihat kagum.

[Aku tahu kalau dia menyembunyikan kekuatannya, tapi tak kusangka sampai seperti ini ....]

Tiraiza tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

[Kenapa dia menyembunyikannya?]
[Pasti ada alasan pribadi.... Terkadang ada juga yang tidak mau kekuatannya diketahui oleh orang lain.]

Iris menjawab keraguan Jiemi.

3 orang yang tersisa sudah tak punya semangat bertarung lagi.
Saat kupikir kalau aku tak perlu melakukan apapun lagi, aku mendengar teriakan dari jauh.

[Jangan membuatku malu! Cepat lanjutkan!]

Vincent berteriak sambil menggertakkan giginya.
Bagi mereka, Vincent pasti lebih menyeramkan daripada dihajar olehku.
Mereka lalu membulatkan tekad mereka dan berlari ke arahku.

Tapi---

Apa kalian pikir dia lebih menyeramkan dariku?
Aku tak bisa memaafkan mereka.
Lalu aku memberi sebuah pukulan yang sangat kuat.

Tubuhnya terlipat tak beraturan.
Dia terlempar hingga pagar batas di kejauhan lalu berhenti bergerak.
Karena dia adalah seorang dari class A, kurasa dia tak akan mati.
Dia lumayan kuat juga.

Wajah dua orang lainnya terlihat pucat.
Mereka terlihat panik dan seakan ingin mengatakan sesuatu.

Namun aku bergerak sebelum mereka sempat mengatakan apapun.
Aku menendang mereka berdua.
Mereka melambung 10 meter ke udara.

Dan sesaat sebelum kecepatan mereka berhenti di udara, aku mempersiapkan sihirku---

[Hentikan, Ashtal! Hentikan!]

Guru menghentikanku sebelum aku sempat menembakkan sihirku.
Aku lalu menggunakan sihir Levitation, dan mencegah mereka jatuh.

Mereka bertiga terluka parah.
Anggota tim medis lalu segera mengeluarkan tandu.

[Luar biasa.... dia sungguh luar biasa!]

Aku mendengar teriakan dari arah penonton.

[Anggota kelompok pahlawan memang luar biasa!]
[Jadi begitu rupanya, tak heran kalau kau mendapat rekomendasi dari Serina-sama.]

Aku mendengar sanjungan mereka.
Jadi aku bisa masuk ke sini karena rekomendasi itu, ya?

[Jangan bercanda! Aku tak bisa menerima ini!]

Vincent terlihat gemetar.
Rencananya menggunakan 20 orang pengikutnya untuk menghajarku dan membuatku masuk rumah sakit malah berbalik menyerangnya.
Karena vincent bukan orang yang kuat, dia adalah tipe orang yang menggunakan orang lain untuk bertarung menggantikannya.
Harga diri Vincent tidak akan terima melihat bawahannya dikalahkan seperti ini.

[Jadi, apa kau selanjutnya?]

Vincent pergi dengan wajah masam setelah mendengar tantangan dariku.
4 orang temanku pun lalu mendatangiku.                  

[Kenapa semua orang terlihat bersemangat?]
[Mungkin itu karena sifat Vincent.]

Tiraiza berbicara dengan acuh.

Sekolah ini dipenuhi oleh bawahannya.
Bahkan para guru hanya bisa diam dan membiarkan keegoisannya.
Karena tadi dia hanya bisa menggonggong, maka semua orang pasti berpikir ‘rasakan, kau!’.

[Akademi ini terdiri dari siswa dari berbagai negara, jadi tidak banyak dari mereka yang menyukai Kerajaan Scottyard.]

Aku mengangguk.
Seseorang yang sangat penting dari salah satu kekuatan besar biasanya tidak disukai.
Tapi sayangnya tidak ada yang berani mengatakannya langsung.
Oleh karena itu, mereka semua hanya bisa diam dari balik bayang-bayang.

[Omong-omong, soal pertarunganku tadi....]

Keadaan lebih gaduh dari dugaanku.
Akan sangat berbahaya jika ada yang merasakan jaki milikku.

[Aah... ninki milikmu sangat luar biasa.]

Jiemi memujiku.

Dia menyebutnya sebagai ninki.
Sepertinya cincin itu bekerja dengan baik.
Aku menenangkan hatiku karena merasa lega.

[Bukankah kau setingkat dengan kakakku?]
(TL : maksudnya senpai, ane-deshi (kakak seperguruan/kakak sepekerjaan) bukan kakak aslinya Yufilia)

Yang disebutnya kakak tadi adalah pahlawan yang mengalahkan Raja Iblis Lamelept pada bencana iblis 4 tahun yang lalu, Fiona Spencer.

[Apakah dia sekuat itu?]
[Ya, mungkin kita bisa mengalahkannya jika berempat. Ah, tapi itu jika tanpa Pedang Suci, ya. Pedang itu terlalu kuat jika dipakai untuk latih tanding.]

Yufilia menjawab setelah memikirkannya terlebih dahulu.
Jangankan manusia, Pedang Suci adalah senjata yang seharusnya digunakan oleh orang yang lebih kuat daripada Raja Iblis.
Meskipun manusia bertahan dengan sekuat tenaga mereka, pedang itu akan dengan mudah menembus pertahanan itu.

[Tapi bagaimana ya... Aura milikmu sangat sulit dipahami. Rasanya sedikit berbeda dengan aura milik orang lain....]

Yufilia memiringkan kepalanya.
Yah, kurasa cincin ini tidak bisa menyembunyikannya dengan sempurna.

[Pokoknya, kita tak akan tahu siapa yang lebih kuat diantara kau dan kakakku sebelum kita mencobanya.]

[Sepertinya menarik.]

Seorang wanita dengan rambut merah muda tiba-tiba menyela percakapan kami.
Wanita itu bernama Fiona Spencer.
Meskipun dia bilang menarik, tapi wajahnya sama sekali tidak menunjukkan senyuman dan matanya terlihat waspada terhadapku.





Evil God Chapter 32


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu
Chapter 32 :
Latihan Gabungan (1)



Aku mendaftar di kursus pelatihan petualang Akademi Cantabridge.
Sebenarnya ini bukan pilihanku, tapi yang lainnya mengikuti kursus ini agar menjadi lebih kuat.

Para petualang.
Mereka adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan yang diberikan oleh serikat petualang.

Memberantas monster, mengumpulkan barang material, mengawal, dan menjelajahi dungeon adalah beberapa pekerjaan yang mereka lakukan.
Terkadang mereka juga ikut serta dalam perang dan juga menerima berbagai pekerjaan kecil.
Bisa dikatakan kalau mereka pekerja serba bisa.

Petualang manusia memiliki hal yang disebut sebagai class.
Berdasarkan class, senjata dan sihir yang mereka gunakan akan berbeda.
Jadi, saat ada latihan, mereka akan terbagi dan melakukan apa yang ingin mereka lakukan.

Berlatih menggunakan berbagai macam senjata, berlatih sihir, atau melakukan penelitian.
Jadi, tidak banyak kesempatan yang bisa digunakan untuk melakukan latihan atau bertarung bersama.

Hari ini adalah salah satu kesempatan langka itu.
Semua orang berkumpul di tempat yang sama dan memamerkan hasil latihan mereka menggunakan sebuah latih tanding.
Kegiatan ini disebut latihan gabungan.

Latihan ini tidak hanya untuk class A saja, petualang dari class lain juga ada di sini.
Tempat kami berkumpul mirip seperti sebuah arena yang dilengkapi dengan bangku penonton.

[Apa yang akan Ashtal lakukan?]

Yufilia mendekatiku.

[Aku tidak punya rencana apapun. Apa aku boleh hanya melihat saja?]
[Hmm... ada juga orang yang memilih begitu sih, tapi ini pertama kalinya kau ikut serta sejak pindah ke sini, kan? Semua orang ingin melihat kemampuanmu.]
[Bahkan saat perang kemarin tidak ada yang tahu di mana dan apa yang sedang kau lakukan.]

Jiemi berjalan ke arahku sambil membawa kapaknya.

[Aku sedang ada urusan di suatu tempat.]

Dia menyipitkan matanya saat mendengar alasanku.

[Ah, iya. Saat itu aku juga menganggapmu sebagai potensi perang, tapi aku jadi mengalami banyak kesulitan karena aku tidak bisa menemukanmu.]
[Maaf.]

Saat kami sedang berbicara, Vincent berjalan ke arahku dengan langkah yang elegan.

[Ashtal-kun, apa kau punya waktu sebentar?]
[Ada apa?]
[Aku ingin tahu apakah kau mau latihan tanding.]
[Denganmu?]
[Ah, tidak. Maksudku dengan para pengikutku.]

Vincent mengangkat kedua tangannya dan menunjukkan reaksi yang luar biasa.

[Hmm... aku tidak keberatan.]
[Kalau begitu, tolong tanda tangani ini dulu.]

Aku mencoba menandatangani kertas yang diberikan Vincent.

[Tu-Tunggu dulu! Jangan tanda tangani tanpa melihat isinya! Soalnya ada banyak tipe latih tanding!]

Yufilia mencoba merebut kertas itu.

[Hai, Yufilia, cuaca hari ini cerah sekali, ya?]
[Aku tidak butuh basa-basimu. Itu tak diperlukan bagi seorang petualang.]

Yufilia membalasnya dengan ketus. Lalu ia membaca kertas itu dan menjadi gemetar.

[Satu melawan dua puluh? Apa-apaan ini?]
[Dia kan anggota kelompok pahlawan. Jadi kurasa jumlah sudah pas.]

Vincent mengangkat bahunya

[Di antara mereka ada banyak yang berasal dari class A. Mana mungkin jumlah ini pas!]
[Bukan berarti mereka akan saling membunuh, kan? Jika ada bahaya, wasit pasti akan segera menghentikannya.]
[Kita tak tahu apa yang akan terjadi karena penggunaan senjata diperbolehkan.]

Aku memegang bahu Yufilia yang mulai merasa kesal lalu menghentikannya.

[Yufilia, tenang saja. Aku akan menggunakan tangan kosong dan aku juga akan menahan diri.]

Yufilia jadi gemetar setelah mendengar perkataanku.

[Tidak. Dia gemetar karena khawatir kalau kau akan disiksa hingga mati oleh 20 orang itu.]

Tiraiza menjelaskan padaku sambil tercengang.

[Oh. Jadi karena itu, ya?]

Aku tersenyum kecut.
Selama ini tak ada yang pernah khawatir padaku.
Jadi aku tidak terbiasa dengan hal ini.

[Pokoknya, kalian tak perlu cemas. Aku akan baik-baik saja.]
[Hahaha... perilaku yang bagus! Kalau begitu sampai jumpa.]

Vincent pergi sambil menunjukkan senyum yang mencurigakan.

***

Yufilia menjelaskan padaku soal latih tanding.
Ada banyak sekali tipenya. Tapi untuk kali ini, senjata, sihir, dan semuanya bebas.

Tentu saja, dilarang membunuh lawan, tapi jika kau terpancing emosi, kau tak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Guru akan bertindak sebagai wasit, dan jika ada bahaya, mereka berhak menghentikan pertandingan.
Tapi tak ada jaminan kalau mereka bisa menghentikannya tepat waktu.

[Apa kau akan baik-baik saja?]

Yufilia terus bertanya padaku.

[Dia pernah merasakan kapak besar yang kuat ini sebelumnya. Dia tak akan mati.]

Jiemi berkata sambil memegang kapaknya.

[Kapak itu tidak terlalu kuat, kan? Aku jadi kewalahan karena harus terus memperbaikinya.]
[Tidak, tidak, itu karena dinding dungeon terlalu keras.]

Beberapa hari yang lalu, kapak itu pernah hancur. Jiemi jadi lemas setelah mendengar ceramah dari Tiraiza yang telah memperbaikinya.
Aku jadi teringat kejadian kemarin saat melihat kejadian itu.

***

Malam sebelum pelatihan.
Di sebuah ruang di Kuil Kegelapan.
Aku memasuki ruangan itu setelah dipanggil oleh pak tua.

[Cincin apa ini?]

Aku melihat cincin baru yang diberikan oleh pak tua.

[Efek untuk menahan jaki milikmu masih sama dengan yang sebelumnya, tapi cincin ini juga punya kemampuan untuk menyamarkan jaki milikmu sebagai ninki hingga batas tertentu.]

Saat bertarung, manusia akan mengeluarkan ninki, iblis akan mengeluarkan maki, dan naga akan mengeluarkan ryuuki.
Orang lain akan bisa mengukur kekuatan atau ras seseorang dari ki yang mereka keluarkan.

Dewa iblis akan mengeluarkan jaki.
Jaki adalah kekuatan yang tidak diketahui oleh manusia.

Tentu saja, jaki akan menyebabkan orang lain menjadi dalam kondisi ketakutan.
Lalu mereka akan bertanya, ‘Kau itu apa?’.
Jadi, biasanya aku menahan jaki milikku pada kondisi 0 dengan menggunakan cincin.
Karena ki milikku adalah 0, dan dengan penampilanku, orang lain akan berpikir, ‘Yah, dia pasti manusia’.
Terlebih lagi, mereka akan berpikir, ‘Orang ini kelihatan sangat lemah’.
Tapi apa boleh buat karena aku tak bisa melepaskan jaki milikku.

[Hingga saat ini, manusia tidak bisa menyadarinya untuk sesaat saja. Tapi akan sangat sulit untuk hidup sebagai manusia dengan keadaan itu, jadi kami secara diam-diam menciptakan benda ini.]

Pak tua berbicara dengan santai.

[Anda harus menggunakan cincin ini jika ingin melepaskannya untuk sesaat dengan jumlah yang sangat kecil.]
[Jumlah yang sangat kecil?]
[Kami tidak tahu kekuatan penuh Ashtal-sama, jadi Anda harus menggunakan sekitar 3-5% saja.]
[Apa kalian tidak bisa mengatasi kelemahan itu?]

Melepaskan kekuatan dengan jumlah yang sangat kecil sangat sulit.

[1% saja juga tak masalah. Intinya adalah Anda harus melepaskan ninki (jaki) agar mereka berpikir kalau Anda adalah seorang manusia.]
[Begitu ya... aku akan mencobanya besok.]
[Ya, syukurlah aku bisa menyelesaikannya tepat sebelum pelatihan.]
Akupun memakai cincin itu lalu keluar dari ruangan.

***

Aku melihat cincin itu.                                   
Ini adalah kesempatan bagus untuk menunjukkan ninki milikku.

[Apa Ashtal ada di sini?]

Guru yang bertugas di pelatihan ini memanggilku.
Sepertinya ini adalah giliranku.

Saat aku memasuki arena, keadaan sekitar menjadi ribut.

[Ada apa ini? Apa dia berencana melawan 20 orang sendirian?]
[Apa dia akan baik-baik saja?]

Aku mendengar komentar seperti itu dari arah penonton.

[Ashtal, apa kau yakin?]
[Ya. Tidak masalah.]
[Bagaimana dengan senjata dan armormu?]
[Tidak perlu.]
[Begitu, ya... Jika kau begitu yakin, ayo kita mulai pertandingan ini.]

Guru itu memastikan hal itu padaku lalu memberi aba-aba untuk memulai pertarungan.

[Mulai!!]

Sebelumnya || Daftar Chapter  ||  Selanjutnya

Sunday, 22 April 2018

Evil God Chapter 31


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu
Chapter 31 :
Lapisan yang Terbuka (1)


Jiemi dan Tiraiza dari kelompok pahlawan.
Sepertinya mereka berjanji untuk bertemu dengan yang lainnya. Tak berapa lama, Yufilia dan Iris pun datang.

[Oh, kalian saling kenal?]

Adrigori terlihat panik. Apa kau lupa dengan wajah kelompok pahlawan?

[Ah, mereka berempat adalah teman sekelasku di akademi.]

Aku menjelaskan bahwa Adrigori adalah kenalanku dari desa.
Aku tak menjelaskan lebih dari itu agar tidak dicurigai oleh mereka.

Pertama, tenang dulu.
Aku tidak melakukan hal yang salah.
Aku cuma sedang berlatih.
Yufilia dan Iris mendengar apa yang terjadi lalu mereka berempat melihatku.

[Dasar mesum.]
[Dasar cabul.]
[Brengsek.]
[Nafsuan.]

[KwaLeIHan sAlRah PaWhAim!][TL: Kalian salah paham!]

Aku mencoba menjelaskan pada mereka.

[Apanya yang salah paham? Terus apa yang kamu lakukan di sini?]

Hanya Yufilia yang mengerti bahasa misteriusku.
[Tl: best heroine confirm!!]

[Sudah jelas kalau kau bersalah karena kau menggunakan bahasa misteriusmu!]
[Ya! Soalnya kau tak akan begitu disaat tenang.]

Tiraiza dan Iris menambahkan komentar mereka.
Aku menghiraukan mereka.

[Ini adalah latihan!]
[Oh, latihan, ya?]

Sepertinya Tiraiza sama sekali tidak percaya padaku.

[Apa menggoda wanita itu termasuk latihan? Apa kau bisa bertambah kuat hanya dengan melakukannya? Aku jadi iri.]

Jiemi mengangkat tangannya dan bersandiwara.

[Harusnya kalian sudah mengerti. Aku sedang berlatih untuk berbicara pada wanita yang tak kukenal. Memangnya kalian sebut apa ini kalau bukan sebuah latihan?]

Mereka berempat saling pandang lalu berbicara dengan mata menyipit.
[Tl: -_-]

[[[[Menggoda wanita.]]]]

Sudah kuduga.

***

Saat aku dan Adrigori kembali, Jeko langsung bertanya.

[Bagaimana hasilnya?]
[Yah, ada yang berhasil, ada juga yang gagal....]

Aku membuat ekspresi galau.

[Yah, sudah pasti Adrigori tidak bisa melakukannya.]
[Aku tak mau mendengarnya darimu!]

Aku membiarkan mereka berdua berkelahi.

[Siapa yang akan Anda bawa selanjutnya?]
[Tidak, sekolah akan dimulai kembali besok, jadi aku akan menyudahinya sampai di sini.]

Dalam rangka memperbaiki kota setelah perang, maka sekolah ditutup untuk sementara waktu.
Sekarang sudah seminggu sejak saat itu.

Aku mulai merasa lelah karena kejadian hari ini.
Yah, anggap saja itu adalah bukti perkembanganku.

***

[Apa kau pikir aku akan puas dengan cerita itu?]

Salah satu dari 3 kekuatan besar, Kerajaan Scottyard.
Di kantornya, Raja George III melempar  lembar laporan ke lantai.
Meskipun ibukota Kerajaan Britonia, Rhodan, mengalami kerusakan parah, tapi mereka berhasil mengalahkan pasukan jendral iblis.

Semua iblis termasuk Jendral Iblis Fumeless telah mati.
Hampir semua makhluk sihir telah dikalahkan. Beberapa dari mereka telah berhenti dan berhasil ditangkap.

[Orang yang menulis laporan ini bisa dipercaya, Ayahanda.]

Pangeran pertama Vincent mengambil laporan itu dan meletakkannya di meja.
George III menenangkan diri dan melotot pada Vincent.

[Ini bukan cerita dimana putri yang kau cintai itu diselamatkan lalu semua orang hidup bahagia selamanya!]
[Aku mengerti. Yang membuatku tertarik adalah hal yang luar biasa itu.]

Sebuah senjata misterius muncul di langit, menghujani tanah dengan panah cahaya.
Oleh karena itu, banyak iblis yang mati, dan setengah makhluk sihir tidak bisa bergerak dan menghentikan serangan mereka.
Kejadian itu telah membalikkan situasi.

[Siapa yang melakukannya? Dan bagaimana caranya?]
[bukankah sudah tertulis di situ? Itu adalah perbuatan pahlawan dari bencana iblis keenam, Serina-sama. Orangnya sendiri telah mengakuinya, dan ada juga fakta bahwa dia telah melakukan hal yang lebih luar biasa lagi di masa lalu. Itu bukan hal yang aneh.]

Di situ juga tertulis bahwa Serina juga menyerang markas musuh dan menghancurkannya, Dia juga telah membunuh Fumeless.

[Wanita itu telah mengatakan sebelumnya bahwa efek penggunaan sihir besar pada bencana iblis keenam telah membuatnya tidak bisa bertarung lagi.]
[Itu pasti bohong. Dia tidak ingin terlibat dalam masalah politik setelah perang itu. Dia pasti sadar akan pengaruh yang dibawanya. Orang itu memang luar biasa.]

George III mendecakkan lidahnya setelah mendengar pemikiran naif Vincent.
Apa ini karena dia telah belajar di Akademi itu?

[Kenyataan tak pernah berakhir seperti cerita yang bahagia. Apapun itu, sihir itu telah menunjukkan kekuatan di luar batas kemampuan manusia. Selama dia bisa melakukannya, maka dia akan menjadi sebuah ancaman. Terutama bagi Kerajaan Scottyard kita.]

Kerajaan Scottyard tidak berencana menyatukan benua menggunakan kekuatan militer.
Tapi tanpa kekuatan militer, mereka akan langsung kalah oleh negara lain.
Maka dari itu, sedikit kekuatan sangat diperlukan.
Sebenarnya mereka punya kekuatan yang lebih dari cukup.
Mereka memiliki kekuatan yang patut masuk dalam golongan 3 kekuatan besar.

Meskipun mereka berencana melawan dan menekan negara lain, tapi tak ada alasan bagi mereka untuk marah dan memulai perang.
Tapi sekarang sudah berbeda, situasinya telah berubah.
Jika penyihir agung Serina memiliki kemampuan seperti ini, maka pasukan Scottyard tak akan bisa menandinginya.
Jika dia tidak suka akan sesuatu lalu memberi tekanan, maka Kerajaan Scottyard tak punya pilihan selain menurutinya.
Itu bukan hal yang bisa dibiarkan oleh pemimpin umat manusia seperti George III.

[Tapi hingga saat ini, dia sama sekali tidak pernah ikut campur dalam masalah nasional.]
[Aku sangat senang jika dia terus begitu hingga akhir hayatnya, tapi sepertinya dia telah berbohong soal itu. Kekuatan itu sangat misterius, begitu pula jalan pikirannya. Ini adalah sebuah masalah bagi kita.]

Jika mereka tidak memahaminya, maka mustahil mereka bisa membuat rencana untuk melawannya.
Dengan begitu, mereka tak punya pilihan lain selain menyelidikinya.

[Vincent, aku akan memberimu sebuah misi. Mata-matailah Serina.]
[Aku mengerti, tapi apa yang harus aku cari tahu?]
[Cari tahu apapun yang bisa kau dapatkan. Tentu saja, divisi intelijen juga akan bergerak. Kau bebas bergerak di Akademi Cantabridge, jadi carilah informasi yang hanya kau yang bisa mendapatkannya.]
[Baiklah.]

Vincent lalu membungkuk.

[Jika kau berhasil, mungkin aku akan memberimu izin untuk melakukan hal itu.]
[Akhirnya aku bisa bertunangan dengan Yufilia.]
[Jika kau berhasil.]

George III mengingatkan Vincent yang terlihat senang.

Di lain pihak, bisa saja kekuatan itu bukan milik Serina.
Saat zaman mitos dulu, ada sebuah keberadaan yang memiliki kekuatan jauh melampaui manusia saat ini.

Tergantung situasinya, bisa saja suatu saat kekuatan itu menjadi milik Kerajaan Scottyard.
Jika tidak....
George III memikirkan hal itu sambil melihat laporan lainnya.


Evil God Chapter 30


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu
Chapter 30 :
Latihan Khusus (2)


Keesokan harinya.
Pada akhirnya aku pergi ke ibukota Kerajaan Briton, Rhodan, bersama Adrigori.
Langitnya terlihat biasa saja dan berawan.
Lalu kami mengunjungi kafe yang sama untuk melakukan rapat strategi.

[Apa Anda mengerti? Target kita adalah wanita yang sedang senggang. Tidak ada gunanya jika kita mengajak bicara wanita yang sedang sibuk. Nanti mereka malah jadi kesal.]

Aku mengangguk pada Adrigori.
Soalnya aku sudah mengalaminya semalam.
Tapi dia lebih baik dari yang kusangka karena mengetahui hal itu.
Sepertinya aku mulai bisa mengharapkannya.

[Dan satu hal lagi, target kita... coba lihat wanita yang di sana.]

Karena kami akan ketahuan jika menunjuk padanya, Adrigori hanya mengarahkan pandangannya pada wanita itu.

[Dia cantik sekali.]
[Itu tidak bagus.]
[Tidak bagus? Kenapa?]
[Wanita yang cantik sudah terbiasa digoda. Terlebih lagi oleh pria yang sudah berpengalaman. Dia akan dengan mudah mengatasi pemula seperti kita.]

Aku sedikit paham tentang apa yang dikatakannya.

[Kalau begitu-]
[Tapi wanita yang jelek juga tidak bagus. Mereka tidak bisa diajak kerjasama. Dan saat kita memanggil mereka, mereka akan berpikir ‘kau pasti sedang melakukan permainan hukuman, ‘kan?’ atau semacamnya. Tentu saja kita bisa menyelesaikan kesalahpahaman itu, tapi tak mungkin kita melakukan sampai sejauh itu hanya demi wanita yang jelek.]
[O-Oh...]

Adrigori berkata seperti dia telah membaca pikiranku.
Dia jago sekali dalam hal ini.

[Dengan begitu, target kita adalah wanita seperti yang di sana itu.]
Di ujung area penglihatan Adrigori, ada seorang wanita biasa saja yang sepertinya sedang senggang.
[Yang itu?]
[Ya, soalnya dia terlihat sedikit di bawah rata-rata seperti Ashtal-sama.]
[Siapa yang kau bilang di bawah rata-rata? Aku ini termasuk rata-rata.]
[Begitukah? Wanita itu juga akan berpikir begitu. Bahwa dia tidak jelek. Bahwa dia termasuk rata-rata. Tentu saja jika kita membaginya dalam 3 skala, maka dia termasuk yang di tengah. Tapi jika kita membagi kategorinya lagi, maka dia akan berada di bagian bawah. Semua orang di sekitarnya pasti akan berpikir begitu.]

Perkataannya cukup menyakitkan.

[Oleh sebab itu, dia akan merasa aneh karena tidak ada yang menggodanya. Mungkin dia berpikir ‘Kenapa ya? Para pria pasti tak punya mata yang bagus’, lalu dia akan dengan mudah diajak berbicara oleh Anda.]

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan setelah itu.
Bagiku sudah cukup hanya jika bisa berbicara dengannya.

[Kalau begitu, silakan Anda coba]

Aku pun memanggil wanita itu.

[Hai, apa kau punya waktu?]

Aku memanggilnya setelah diberi saran oleh Adrigori. Sepertinya menggunakan ‘Umm...’ atau ‘Maaf’ sangat buruk untuk membuka percakapan.

[Ah... ya. Temanku baru saja pergi, jadi sekarang aku sedang senggang.]

Wanita itu membalas dengan senyuman. Luar biasa! Aku mendapat respon yang bagus.
Adrigori ternyata memang hebat!

.... Nah, semuanya dimulai sekarang.

Jadi, apa yang harus aku bicarakan?
Pada saat seperti ini, aku hanya bisa mengandalkan bantuan.
Ayo bantu aku, Adrigori-san!

  1. Hari ini tidak terlalu panas, ya?
  2. Hari ini berawan, ya?
  3. Mungkin nanti siang akan turun hujan.

Lagi-lagi... kenapa semua topiknya tentang cuaca?
Mana mungkin wanita akan tertarik membicarakan hal itu.

Aku memutar jari-jari di kedua tanganku. Ini adalah tanda untuk mengganti pilihannya.
Dengan cepat, Adrigori menggantinya dengan kertas catatan yang lain.

  1. Kukumu sangat menawan.
  2. Tasnya bagus sekali!

Kalau tidak ada yang pantas dipuji, puji benda apa saja dan dapatkan poin darinya!

[KhUkYuMwu SangeAt MawnuAn.][TL: Kukumu sangat menawan.]
[Ah! Aku baru ingat kalau aku masih ada urusan yang harus diselesaikan. Sampai jumpa lain waktu ....]

Senyum manisnya tadi telah menghilang, dan dengan wajah kaku, wanita itu pun pergi menjauh.

Yah, karena ini lebih baik daripada Jeko, maka aku tak akan memecatnya.
Kami pun mengadakan rapat strategi lagi.

[Begitu ya, jadi pada saat itu, pikiran Anda jadi kosong kemudian menyebabkan Anda menjadi membeku.]
[Yah, begitulah.]

Meskipun pikiranku tidak menjadi kosong, aku tetap tak tahu apa yang harus dibicarakan.

[Kalau begitu, mungkin lebih baik merencanakan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.]
[Tapi kalau begitu, bukan latihan namanya.]
[Benar juga. Bagaimana kalau aku beri contoh?]
[Boleh juga.]

Sepertinya aku tak punya pilihan lain selain melihat contohnya.
Aku tersenyum kecut karena idenya sama dengan Jeko.

[Silakan dicoba.]
[Baiklah.]

Aku putuskan memberi Adrigori kesempatan untuk mencobanya.

Seperti halnya Jeko, Adrigori mempunyai penampilan seorang pria berumur 20-an.
Dengan rambut pirang dan wajah yang termasuk di atas rata-rata.
Dia pun menunjukkan keseriusan di wajahnya.

Yah, setidaknya dia tak akan ditolak karena wajahnya.
Adrigori memanggil seorang wanita, dan berhasil mengajaknya pergi berbelanja.
Setelah itu, dia membelikan wanita itu pakaian, aksesoris, dan dengan mudah menghabiskan uangnya.

[Bagaimana menurut Anda?]

Adrigori kembali dengan percaya diri.

[Kau terlalu mudah diperdaya.]
[Ha?]

Adrigori menenangkan diri dan berpikir tentang apa yang telah dilakukannya.

[Aku, yang sudah membaca banyak buku panduan dan buku tentang psikologi wanita, telah diperdaya?]

Dia adalah tipe yang berpikir kalau dia bisa melakukan sesuatu karena telah membacanya di buku.
Apa sebelumnya dia adalah orang yang tidak percaya diri akan kemampuannya?
Kenyataan sungguh pahit baginya.

[Terlebih lagi, aku tidak mendapat alamatnya. I-Ini tidak bisa dimaafkan. Sudah kuduga, seharusnya aku menghajar para wanita dan membuat mereka menurutiku.]
[Astaga.] [Tl: -_-]

Hasilnya sama saja dengan Jeko.
Tentu saja, aku juga melarangnya.


***


Seharusnya ini sudah cukup sebagai pengalaman. Tapi Adrigori masih ingin melanjutkannya.

[Bagaimana kalau begini saja, kita panggil 2 orang wanita, dan kita akan mengajak mereka mengobrol berempat.]
[Itu kedengarannya memang lebih mudah daripada berbicara satu lawan satu.]
[Kalau begitu, aku akan pergi mencari 2 orang, Anda tunggu di sini saja.]

[Fuuuh]

Aku berkonsentrasi dan menenangkan hatiku.
Suara Adrigori terdengar saat aku menutup mata.
Aku bisa mendengar suara 2 orang wanita.

[Bagaimana kalau minum teh bersama kami? Kebetulan kami juga berjumlah dua orang.]
[Ah, maaf, tapi kami sedang menunggu seseorang.]
[Ayolah, tempatnya di sana. Lihatlah, aku bahkan sudah memesan tempat duduk dan temanku sedang menunggu di sana.]
[Ah!!!]

Hmm? Sepertinya aku mengenal suara ini.
Aku membuka mataku dan melihat ke sana.
Ada seorang wanita tinggi menggunakan sebuah T-shirt dan celana pendek. Dan juga seorang gadis kecil menggunakan gaun one piece.

Aku kenal dengan mereka.

[Apa yang kau lakukan?]

Tiraiza bertanya padaku dengan mata menyipit.
[Tl : -_-]

Tentu saja, wanita tinggi yang satu lagi itu adalah Jiemi.


Thursday, 19 April 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 199 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Shiro7D
Proof Reader
UDesu


Arc 23: Datangnya Ancaman Baru

Chapter 199:  Frame Baru, dan Ramalan Invasi Baru



Jadi, maksudmu kau bisa membuatnya dengan ini?(Touya)

「Ya… Pertama-tama, kita bisa membuat Ether Liquid agar tidak dibutuhkan lagi. Ah, tapi, bukan berarti tidak dibutuhkan sama sekali, yang kumaksud adalah kita tidak perlu memprosesnya lagi (Rosetta)

Rosetta menjelaskannya sambil melihat cetak biru yang kudapat dari [Gudang] di meja [Bengkel]. Peran dari Ether Liquid adalah untuk menyalurkan kekuatan sihir pilot pengguna ke seluruh tubuh Frame. Sampai sekarang, Frame kami menggunakannya untuk bergerak, tapi sepertinya core dari model baru menyerap kekuatan sihir yang ada di atmosfir untuk menyalurkannya ke seluruh Frame berkat mesin yang baru diinstal. Apa hal ini seperti mengupgrade baterai listrik ke baterai surya?

Akan tetapi, material mentah mesin baru ini terbuat dari Kristal Fraze. Aku penasaran kalau prof. itu juga mengetahui karakteristik special dari Kristal itu dan menggunakannya.

「Model baru ini adalah sebuah konsep tentang bagaimana cara mengkonstruksi dan memasang beberapa bagian frame dengan karakteristik yang berbeda ke core inti dan tulang frame. Pada model yang dulu, kita menggunakannya sebagai sistem utama dan pada model yang baru akan digunakan sebagai kerangka dengan berbagai variasi. Dengan kata lain, frame yang baru tidak memiliki bentuk awal yang serupa. (Rosetta)

Bisa dibuat seperti apapun… tidak, sebaliknya, kita tidak bisa membuatnya sebelum menentukan jenis apa yang mau dibuat, kan? (Touya)

Benar. Kita bisa saja membuatnya dengan "sesuka hati", tapi akhirnya frame itu hanya akan menjadi besi rongsokan yang tak berguna. (Rosetta)

Aku tidak akan membiarkannya. Aku ingin membuat frame model baru yang mudah untuk digunakan, tapi…

Kita harus mempertimbangkan beberapa aspek seperti mobilitas, daya keluar, armor, rasio konversi energi sihir, keakuratan dan perlengkapan. Berdasarkan apa yang kukatakan tadi, jika kita mau membuat armor yang sangat tebal & kuat, tentu saja kita harus mengurangi mobilitas dari frame, jika kita meningkatkan daya keluar, rasio konversi kekuatan sihir akan berkurang. Dan jika kita menyetarakan kuantitas sihir Master yang absubukan, eeh… etto… hehehehe… kuantitas sihir yang mengagumkan, akan mungkin untuk meng-aktifkan beberapa sihir sekaligus. Hasilnya bisa bervariasi tergantung sang pilot (Rosetta)

Ya maaf saja kalau aku punya kuantitas sihir yang absurd. Akan tetapi, apa yang harus kita lakukan? Memang sih, kuantitas sihirku sangat banyak, tapi yang lainnya…. kupikir lebih baik jika semuanya punya frame yang kemampuannya sama dengan  kemampuan spesialis masing-masing. Contohnya, Frame milik Elze hebat dalam kekuatan dan kecepatan mobilitasnya.

Orang lain tidak akan bisa menaiki frame baru ini meskipun jika mereka ingin. Akan tetapi, kita bisa mendorong dan mempercepat waktu reaksi frame dan menyeuaikan dengan aliran sihir penggunanya. Yah, fitur tambahan ini akan menyusahkan bagi orang lain yang ingin menaikinya.

Ok… pertama-tama, kita harus memanggil robot-mini yang ada di [Gudang] dan menyuruh mereka membantu. Kalau tidak begitu, kami berdua (Rosetta & Monica) tidak akan bisa mengurusinya (Rosetta)

Kedengarannya masuk akal. Aku melihat 2 robot pembantu berjalan kesana-kemari di [Bengkel]. Meski Robot-robot ini terlihat biasa saja, mereka sangat mahir dan bisa mengurusi hampir semua hal dengan sempurna jika mereka mengingatnya. Di sisi lain, mereka juga punya kecacatan…. yakni tidak bisa mengurusi dirinya sendiri dan mereka tidak bisa berpikir untuk menjadi lebih baik, tapi, mereka tetap sangat membantu.
 (TL : Ya iyalah touya….mereka robot otomatis)

Produksi masal frame- tipe heavy knights dan yang lainnya akan diberhentikan untuk sementara waktu karena [Bengkel] akan membuat frame-tipe baru. Hal itu tidak akan menjadi masalah karena jumlah frame kami sudah lumayan banyak.

Oh iya… Ayo buat 1 untuk Elze sekarang. Prioritaskan kekuatan dan kecepatan mobilitasnya, oh… dan tambahkan armor di tangan dan kaki frame-nya. Yang kita bahas adalah Elze... jadi kita tak perlu memperhatikan hal-hal yang berbau sihir. Kita akan menyetelnya setelah frame itu selesai (Touya)

Oke… (Rosetta)

Kami akan memulai dengan Elze karena gaya bertarungnya adalah yang termudah diantara kami semua. Serangannya hanya terdiri dari meninju dan menendang musuh sampai hancur. Dan jika dilihat dari cara bertarungnya, aku percaya kami tidak perlu memperhatikan keseimbangan sihir di frame itu. Frame ini bisa disebut dengan “ Model-spesialisasi-tunggal”.

Setelah itu, aku berjalan menuju [Gudang], sambil mempercayakan pengembangan frame ke Rosetta dan monica.

Oya? Tuan, Terima kasih atas kerja-kerasnya~ssu! (Plashie)

Aku memasuki [Gudang], dan di sana… Palshee menyambutku sambil menatap kotak monolit hitam. Kostumnya adalah tipikal pendeta kuil jepang, yang memakai hakama merah di jubah putihnya. Ah… Jika aku tidak salah, bukankah rambut ponytail tidak cocok bagi pendeta kuil?

Oh, iya… ini kan isekai, kurasa logika di bumi tidak cocok dengan logika di sini.
Aku penasaran apakah desain kostum ini termasuk salah satu desain yang telah kuberikan pada Zanakku-san?… Aku sudah lupa. Tapi tetap saja, apa-apaan pilihannya ini? Penjaga kuil yang ceroboh itu agak… Haaah… aku tidak tahu apakah Kami-sama memperbolehkan hal ini.

Aku sudah membuat daftar item yang ada di [Gudang]~ssu. Ada 1093 item di sini ~ssu (Plashie)

Ternyata cukup banyak, ya? (Touya)

Aku melihat daftar yang diberikannya padaku untuk mengantisipasi adanya barang-barang berbahaya buatan Prof. bejat itu. Ada beberapa item yang kupahami kegunaannya… tapi ada juga beberapa yang tidak. Apakah kita bisa mengisolasi item seperti [Pakaian dalam tempur untuk pertempuran], [Baju mandi yang sungguh berbahaya], atau [Armor Bikini] yang dibuat olehnya?

Mn? Apa ini…. mhhmm [Obat pembesar dada]? Astaga…. mungkin Ini akan menjadi pemicu perang antara wanita…

Palshee!, jangan beritahukan daftar ini atau item yang ada di sini kepada siapapun… termasuk calon istriku sendiri tanpa izinku. Aku juga melarangmu untuk memberikan daftar ini pada siapapun juga. PAHAM? (Touya)

? Roger ~ssu (Plashie)

Besar ataupun kecil, semua wanita mempunyainya. Dan hal ini tidak ada hubungannya dengan mana yang lebih besar dan kecil. Contohnya, bukan berarti nasi itu enak sedangkan roti itu tidak. Kedua-duanya tetaplah enak!
(TL:Aku setuju denganmu bang…..kualitas tetaplah yang terbaik!!)

Yah, tidak salah sih jika ada orang yang lebih suka nasi daripada roti. Dan jika aku…… Kupikir aku suka keduanya.

Tapi ayo kembali ke topik awal.

Hal ini mengingatkanku, seharusnya ada Ether Liquid di sini. Tolong kirimkan itu semua ke Monica di [Hangar] dan Rosetta di [Lokakarya] (Touya)

Roger ~ssu (Plashie)

Palshee mengoperasikan monolith hitam itu lalu ada 9 kotak muncul dari lantai. Aku melihat isinya yang ternyata adalah botol-botol tertutup rapat yang mirip dengan botol air mineral 500ml di bumi yang berisi cairan hijau yang mirip dengan minuman soda melon.

Para robot-mini menempatkan 9 kotak itu ke atas kepala mereka dan berjalan keluar dari [Gudang].

Palshee!!, apa maksudnya dengan sobekan di buku ini…(Touya)

Yaaa, itu item yang sudah hilang~ssu (Plashie)

Palshee mengatakannya dengan suara yang kecil sambil dengan bahu yang terlihat lemas. Artifak seperti [Gelang penyerap iblis] dan [Gelang pertahanan] tercatat di sini, tapi [Permata keabadian] tidak.

Oh… jadi namanya [Mata Undead], ya? Orang itu pasti sudah mengubah namanya seenaknya.

kalau tidak salah, kurasa ada tulisan kecil di bagian dalam setiap artifak. Itu pasti nama itemnya.

Dan… kurasa nama asli dari pedang suci Restia adalah [Pedang penyembuh], dan Ripple si CCTV adalah [Lukisan hidup] (Touya)

Masih ada beberapa item hilang yang masih ada meskipun sudah kukurangi dengan artifak yang sudah kutemui. Yah, akan merepotkan untuk mencarinya sekarang . Item-item itu pasti dianggap barang mewah oleh pemiliknya. Dan kurasa mereka tidak akan mau mengembalikannya jika aku memintanya.

Dan kalau dipikir-pikir, mustahil bagiku untuk mencarinya. Meskipun aku tahu namanya, sihir pencariku tidak akan bisa mencari benda yang tidak kuketahui. Sayang sekali, dan item-item ini tidak ada gambarnya sama sekali.

Tuan (Kohaku)

Mn? Kohaku? Ada apa? (Touya)

Tiba-tiba, ada pesan telepati dari Kohaku yang seharusnya ada di istana. Apa ada sesuatu yang terjadi?

Saya ingin melaporkan kalau ada Frame-merah tak dikenal di barat istana(Kohaku)

Frame-merah? (Touya)

Ah, merah, Apakah itu [Dragoon] milik End? Kenapa ia ada di Brunhild?

Aku bergegas ke sana dengan [Gate], setelah tahu lokasinya melalui peta. Dan saat aku sampai, dragon knight berdiri dengan gagah di tengah-tengah tanah kosong, dan End terlihat sedang tidur-tiduran di bahunya.

End!!! (Touya)

Ah, Touya. Lama tak bertemu, ya. Sudah kuduga kau pasti akan datang kemari jika aku menunggu di sini (END)

End Melompat dari bahu [Dragoon] sambil mengibarkan selendang panjangnya. Badannya ringan seperti biasanya…. ia menolak gaya gravitasi.

Apa yang sedang kau lakukan di sini? (Touya)

Yah... lihatlah robot yang kau berikan padaku kemarin…. tiba-tiba ia berhenti bergerak. Kurasa Touya pasti bisa membetulkannya (END)

Berhenti bergerak? Ah, Ether Liquid-nya pasti sudah habis. Yah… soalnya robot ini sangat boros sih. Biasanya Frame akan berhenti bergerak setelah 1 bulan meski tidak dioperasikan sama sekali. Efek dari Ether Liquid (setelah diteliti) dipastikan akan terus berkurang seperti minuman bersoda yang ada di bumi.

Kalau frame ini memang berhenti bergerak, bagaimana caranya ia bisa memindahkannya kemari? Apakah ia menyimpannya dengan kekuatannya? Jika kekuatannya sama dengan [Storage]-ku, waktu juga akan terhenti di sana.

Yah, kurasa aku akan menggunakan kesempatan ini untuk meng-upgradenya agar tidak menggunakan Ether Liquid lagi. Akan sangat merepotkan jika kau selalu datang kemari jika Ether Liquid-nya habis. (Touya)

Aku berterimakasih jika kau mau melakukannya untukku (END)

Kira-kira akan memakan waktu 3 hari untuk meng-upgradenya. Bagaimana? (Touya)

Tidak apa-apa. Aku akan berjalan-jalan di negaramu sambil menunggunya (END)

Aku akan merasa terganggu jika aku membiarkannya berjalan-jalan sesukanya. Tapi bagaimana caranya aku melarangnya…. aku merasa tidak enak. Soalnya dia membantu kami pada saat penyerangan Fraze, dan akupun juga bergantung padanya sebagai rekan seperjuangan…. Di sisi lain aku akan terganggu jika tiba-tiba ia menaklukkan lantai terakhir di ketiga dungeon kami. Yah biarlah, hal itu hanya akan berdampak kecil ke bisnis negaraku.

Aku sangat berterima kasih jika ia bisa dibetulkan dalam tiga hari lagi. Soalnya… melawan Fraze Kelas-lanjut atau Atas dengan tubuhku sendiri akan sangat merepotkan (END)

………………APA?」 (Touya)

Apa yang barusan ia katakan? Kelas-atas? Apa Fraze Kelas-atas akan keluar lagi?

Oi… apa yang kau maksud dengan “Kelas-atas”? (Touya)

Kemarin aku menemukan distorsi dimensi. Dan itu akan membuat lubang antara seminggu atau 10 hari lagi. Dan kupikir, hanya sebagian kecil dari mereka yang akan datang jika dibandingkan dengan kemarin (END)

Bukan-bukan-bukan itu masalahnya! Aku tidak bertanya tentang jumlah mereka! Tadi kau bilang kalau kelas-atas akan keluar kali ini! Monster itu bisa menghancurkan kota dalam sekali serang!

Tu-Tunggu sebentar! Kumohon beritahu aku… dimana kau melihat distorsi itu?! (Touya)

Eh? E~to, di sebelah timur…. Ah, apa kau punya peta? (END)

Aku memproyeksikan peta di udara dengan terburu-buru, dan End menunjuk 1 lokasi tertentu.

Di sini. Mungkin agak sedikit melenceng dari tempat yang kutunjuk, tapi kupikir mereka akan muncul di sekitar sini. Jika kau punya kenalan di daerah itu, aku percaya bahwa sebaiknya kau segera menghubungi mereka dan menyuruh mereka untuk mengungsi dari sana (END)

Untungnya aku tidak punya kenalan sama sekali di daerah yang End tunjuk.

Federasi Rodomea, ya... (Touya)


Sebuah Negara serikat yang terdiri dari 7 provinsi di sebelah timur Kekaisaran Regulus. End menunjuk tempat di dekat ibukota Negara tersebut.

Ini buruk… Meskipun jauh dari ibukota, aku berasumsi bahwa Fraze Kelas-atas yang keluar setidaknya sama kuat dengan Buaya yang kemarin. Kami tidak bisa melakukan apa-apa jika ia tiba-tiba menyerang dengan lasernya ….

Ini sungguh buruk. Kerusakannya pasti akan sangat parah. Jika keadaannya memungkinkan, aku ingin mengalahkan mereka setelah meminimalisir kerusakan dan meminta penduduk agar segera mengungsi, tapi daerah itu adalah daerah negara lain yang tidak mungkin kuterobos begitu saja.

Dan kalaupun sudah kuperingati, aku tidak tahu apakah mereka akan menurut dan mengungsi karena secara teknis aku orang asing bagi mereka. Dan kemungkinan besar, mereka tidak akan percaya dengan omonganku. Meskipun aku ingin agar mereka mempercayaiku jika mereka tidak ingin seperti Yuuron.

Kau yakin kalau mereka akan muncul, kan? (Touya)
Mereka pasti muncul (END)

Aku merasa takut. Sialan… kenapa omongannya selalu menjadi kenyataan yang tak bisa dihindari?

Sekarang, Raja Rodomea, bukan,… negara itu dipimpin oleh seseorang yang disebut dengan “Gubernur Provinsi”, kan? Tapi aku tidak punya pilihan lain selain memaksanya untuk percaya padaku.

Bagaimana kalau aku meminta Kaisar Regulus untuk mengirim pesan? Ah, aku lupa… Rodomea dan Regulus tidak begitu bersahabat, kan?  Jika kuingat-ingat memang seperti itu…

Jika seperti itu… aku tidak punya pilihan lain kecuali meminta seseorang seperti mantan raja Restia atau ketua guild Rerisha-san.

Jika aku memang ingin mengontak mereka, aku harus memulai dengan Rerisha-san dulu. Karena di Rodomea ada guild adventurer juga. Mereka pasti percaya pada guild dan mengungsi sebelum dimusnahkan oleh Fraze seperti Yuuron.

Beberapa adventurers pasti akan memberitahu mereka jika aku menyuruh Rerisha-san untuk menyebarkan berita ini.

Sebaiknya aku segera melakukannya jika memang seperti itu rencananya. Aku mengirim Frame-End ke [Bengkel] dengan [Gate] dan segera menuju guild  dimana Rerisha-san berada.





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya