Sunday, 1 April 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 181 Bahasa Indonesia


TranslatorKagami
Editor
Shiro7D
Proof Reader
-


Arc 22: Jika Musim Dingin Datang, Apakah Musim Semi Masih Jauh Dibelakang Sana?

Chapter 181: Aliansi Timur-Barat, dan Skating




Setelah Kerajaan ksatria restia bergabung dengan aliansi barat, nama [Aliansi Barat] diubah menjadi [aliansi timur-barat]. Dan hari ini, kakak laki-laki Hilda, Reinhardt. Yang merupakan Raja Restia yang baru sedang disambut dalam pertemuan ini.

Saya mungkin belum matang dan tidak berpengalaman, tapi Mohon bimbingannya(Rainhardt)

Yah, tidak usah terlalu kaku. Ini adalah tempat di mana setiap orang berbagi pendapat, berunding dan saling bantu membantu satu sama lain(Paus)

Paus dengan lembut tersenyum pada Raja Ksatria yang membungkuk dengan sopan. Tempat ini entah bagaimana telah menjadi klub kegiatan untuk raja. Yah, aku pikir itu tidak masalah karena mereka masih membahas masalah yang memang perlu ditangani.

Saya juga seorang Raja baru, sama seperti Anda. Jadi mohon bantuannya juga, Raja Restia(Raja Rynie)

Terima kasih banyak, Raja Rynie(Rainhardt)

Raja Rynie dan Raja Restia saling berjabat tangan dengan kuat sebagai sesama Raja baru. Mereka mungkin bisa belajar banyak dari satu sama lain sebagai Raja baru. Walaupun aku juga seorang Raja baru, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku dapat menjadi referensi dalam arti yang berbeda.

Akan tetapi bukan hanya Restia...... saya dengar, Touya-dono juga telah membuat suku-suku Hutan Besar sebagai sekutu Anda juga, bukan? (Raja Misumido)

Saat aku meperhatikan mereka berdua, Yang Mulia Raja Misumido mengatakan sesuatuInformasi itu cepat sekali tersebar, yah….. Yah, karena Misumido adalah negara beastman, jadi sudah wajar jika mereka sering berbagi informasi dengan suku-suku yang ada di Hutan Besar.

Daripada mengatakan aku menjadikan mereka sebagai sekutu, mungkin lebih tepat dikatakan sebagai rasa terima kasih mereka karena aku membantu mereka. Dan aku juga tidak berencana untuk menjadikannya seperti itu (Touya)

Untuk saat ini, aku menceritakan pada mereka apa yang terjadi di Hutan Besar saat itu. Tentu saja aku menceritakan pada mereka secara detail, karena kurasa tidak ada yang perlu disembunyikan.

Setelah itu, pembicaraan dilanjutkan ke situasi para pengungsi yang datang dari Yuuron, Frame Gears yang disewa untuk melewati jalan yang tidak dapat dilewati karena tanah longsor, dan lain-lain.

Kemudian, setelah pembicaraan selesai, semua orang mulai menyeret Raja ksatria, Reinhardt manuju ke stadion. Hari ini sedang diadakan pertandingan persahabatan antara Kekaisaran Rifurisu dan Kerajaan Regulus.

Ketika para prajurit pengawal dari masing-masing negara pergi ke stadion dalam kelompok, tiba tiba aku mendapatkan sebuah ide, dan aku memanggil Yang Mulia Paus Ramisshu. Aku mendekat dan diam-diam berbisik padanya.

Yang mulia...... sebenarnya, ada dua orang dewa [yang menyamar jadi manusia] tinggal di kastil ini. Apakah Anda ingin bertemu dengan mereka? (Touya)

Eh!?(Paus)

Aku membawa Yang Mulia Paus yang terus mengangguk sambil terkejut ke tempat Karen-nee-san dan Moroha-nee-san sedang minum teh. Aku memperkenalkan yang mulia Paus kepada keduanya, dan kemudian aku memperkenalkan keduanya pada Yang Mulia Paus.

Mereka adalah kakak perempuanku...... walaupun aku bilang begitu, sebenarnya mereka adalah Dewi Cinta-sama dan Dewi Pedang-sama(Touya)

Saat Touya-kun memanggil kami dengan “Sama”, entah kenapa terasa menjijikkan~ noyo ...... (Karen)

Benar. Rasanya sangat aneh. Aaah, kau tidak perlu merendahkan diri seperti itu. bawa santai saja, bawa santai (Maroha)

Yang mulia paus, yang mencoba untuk bersujud di lantai, disuruh untuk berdiri dan diajak duduk oleh kakak perempuanku. Setelah itu, mereka semua menikmati obrolan mereka ketika Yang Mulia Paus bertanya banyak pertanyaan tanpa ragu-ragu tentang dewa, dunia para dewa dan seterusnya, dan kakak perempuanku menjawab pertanyaannya sambil dengan ringan mengunyah kue mereka. Seperti yang diharapkan dari para wanita, apakah mereka sudah akrab sekarang?

Namun bukankah ini termasuk ikut campur di dunia manusia? Tetapi merekakan tidak menggunakan [Kekuatan surgawi] mereka, jadi tidak masalah kan? Meskipun situasi ini terlihat aneh, tapi ini juga dapat ditafsirkan sebagai Penerimaan wahyu atau ajaran dewa. Entah kenapa pembicaraan mereka segera berubah menjadi keluhan seperti [Dewa perdagangan terlalu pelit] atau [Dewa Minuman keras bertengkar soal masalah minuman keras].

Yah, aku rasa tidak masalah mempercayakan yang mulia Paus kepada mereka berdua dan pergi ke stadion.

Orang-orang di stadion sangat antusias dengan pertandingan kejuaraan satu bulan sekali ini. Aku dapat melihat cukup banyak orang di sana-sini yang ternyata tidak hanya dari negara kami tetapi juga dari Rifurisu dan Regulus juga. Penjual popcorn dan penjual bir tampak sibuk berjalan di antara kursi penonton. Sepertinya para penonton senang dengan pertandingannya. Namun,. Tak kusangka kalau pertandingan ini sangat diterima oleh mereka)

Di kursi VIP, Raja Ksatria dari Restia telah menjadi maniak bisbol dan menonton pertandingan dengan asiknya. Ah, hal ini juga terjadi waktu Raja Rynie dulu........ omong-omong soal Raja Rynie, dia saat ini sedang ditanyai beberapa hal tentang pertandingan ini oleh Raja Restia yang duduk disampingnya.

Apakah karena keduanya adalah Raja baru, yah? Sepertinya mereka sudah menjadi teman akrab. Jika memungkinkan, aku ingin mereka menjadi teman akrab seperti Raja Belfast dan Raja Rifurisu.

Jika putri pertama Rifurisu melihat skenario ini, dia pasti akan mimisan sambil menulis beberapa buku yang mencurigakan. Kedua Pangeran (Waluapun mereka Raja) yang tampan dengan kuda putih……. Sialan. Meskipun aku punya banyak tunangan, aku masih cemburu pada pria tampan. Errr.

Ketika aku sedang kesal, bunyi keras pemukul bisbol tiba-tiba terdengar dan sorak-soraipun memenuhi stadion. Seorang pemain Regulus telah memukul home run. Sudah kuduga, para penonton pasti menyukai saat ada pemain yang berhasil membuat sebuah home run.

Raja ksatria Restia juga ikut bersemangat dan berdiri. Sebaliknya, Raja Rifurisu dan sahabatnya, Raja Belfast, terlihat terpukul sambil membuat wajah menyesal.

Yah, yang terpenting adalah semua orang tampaknya dapat bergaul dengan baik satu sama lain. Ohh iya, apakah aku harus memberikan perlengkapan bisbol ke raja ksatria sebagai hadiah saat dia pulang ke rumah?

***

Keesokan harinya, aku terbangun dengan rasa dingin yang berlebihan. Dan saat aku melihat keluar jendela, terdapat pemandangan salju yang sangat luas di sana.

Tampaknya sudah banyak salju yang berjatuhan. Yah, walaupun tidak bisa disebut "Salju tebal" tetapi tampaknya salju sudah menumpuk kurang lebih 10 cm.

Pelatihan tidak bisa dilakukan dalam keadaan seperti itu, jadi semua orang dari ksatria mulai menyingkirkan salju dari barak dan tempat latihan. Sesaat aku berpikir untuk mencairkan salju dengan sihir atribut api, tetapi aku diberitahu jika aku melakukan itu, daerah sekitar akan terkena banjir. Yah, itu pasti terjadi.

Ketika aku pergi ke kota untuk pemeriksaan, orang dewasa sedang menyekop salju di depan rumah mereka seperti ksatria, dan anak-anak sedang bermain sesuatu yang mirip dengan perang bola salju.

Karena mereka mengajakku ikut bermain, aku jadi memutuskan untuk membuat kereta luncur sederhana dari kotak dan papan, dan membawanya ke lereng bukit yang ditutupi salju. Saat kami sudah siap, kamipun mulai meluncur di atas kereta luncur.

Ketika aku berpisah dengan anak-anak dan pergi ke jalan raya, aku tidak dapat melihat sama sekali jalan tersebut karena semua tertutup salju. aku bertanya-tanya, apakah semua aktivitas jual beli akan terhenti sementara waktu karena ini? Yah, palingan dua atau tiga hari saljunya akan mencair.

Sambil berpikir apakah yang harus kulakukan dalam keadaan bersalju seperti ini aku berjalan menuju ke arah stadion. Setelah mencapai tempat itu, aku meratakan gundukan salju yang telah menumpuk dan membekukannya untuk membuat sesuatu yang mirip dengan gelanggang es.

Un, kurasa permukaannya sudah cukup halus, kan!?(Touya)

Saat aku mencoba melangkah di arena tersebut, kakiku tergelincir, dan aku jatuh dengan luar biasa. Sial! Apakah ini kutukan karena aku sering menggunakan Slip sampai sekarang!? Ooouch.

Anda sedang apa?(Logan)

Sepertinya mereka datang ke sini untuk menyekop salju di stadion, Logan-san dan sekelompok ksatria lainnya sedang memegang sekop di tangan mereka. Harusnya kalian bilang kalau kalian ada di sini……..

Yah, aku berpikir untuk membuat arena skating(Touya)

Suketo?(Logan)

Heh? Apakah tidak ada yang seperti itu di sini? Bagaimana aku harus menjelaskanya? Emmm… skating itu adalah bentuk berlari diatas es dengan memasang pisau di telapak kaki(Touya)

Ah, apakah itu teknik meluncur? Kalau tidak salah, aku mendengar bahwa di Kerajaan Elfrau di utara, mereka berpergian dengan cara meluncur di kanal beku selama musim dingin (Logan)

Apakah mereka melakukan itu hanya untuk transportasi daripada untuk bersenang-senang? Yah, tentu saja akan lebih cepat jika melakukan perjalanan seperti itu selama musim dingin. Tapi… apakah mereka tidak menikmatinya?

Untuk saat ini, aku  mencoba membuat pisau dan menempelkanya di bawah sepatu. Aku melangkah ke arena skating dan dengan lancar meluncur diatasnya.

Seketika terdengar suara "Ooh ~", tapi ini belum apa-apa........ aku meluncur lebih cepat lalu membuat beberapa putaran. Jangan meremehkanku yang tumbuh di negara bagian utara, oke? Meskipun aku sedikit lemah terhadap dingin karena aku tinggal dekat dengan sisi Samudra Pasifik.

Aku membuat lebih banyak pisau dan menyerahkannya kepada Logan-san dan yang lainnya. Pisau itu bukanlah tipe yang menyatu dengan sepatu, melainkan jenis yang dipasang pada sepatu. Mereka dengan takut-takut masuk ke arena dan jatuh dengan cara yang menarik. Ku-ku-ku. Dengan ini, mereka tidak bisa menertawakanku sekarang yang jatuh sebelumnya.

Namun, semua orang mulai meluncur normal setelah beberapa saat. Apakah mereka sudah terbiasa dengan itu!? bukankah refleks orang-orang di dunia ini terlalu bagus?

Tak lama kemudian, orang-orang dari kota datang dan mulai memperhatikan kami yang sedang meluncur. Menggunakan kesempatan ini, aku membuatkan mata pisau untuk mereka dan membiarkan mereka dengan meluncur bebas. Karena akan merepotkan menyerahkannya satu per satu, jadi aku membuat beberapa dan meletakannya begitu saja. Jadi jika mereka mau memakainya, mereka bisa mengambilnya sendiri.

Muu ...... kenapa malah jadi begini?(Touya)

Aku mengeluh sambil duduk di bangku stadion. Tak lama kemudian, figur-figur yang menarik perhatian adalah beberapa pasangan yang asik meluncur di atas arena. Tempat ini benar-benar menjadi tempat kencan.

Para JONES, entah kenapa meninggalkan arena dan para pasangan yang menerima pisau mereka naik ke arena. Sungguh siklus yang sangat menyedihkan.

Ada juga jiwa-jiwa pemberani di antara para JONES yang tinggal sambil mengasah keterampilan mereka dalam meluncur tanpa menyakiti hati mereka dan mencoba mengundang perempuan.

Entah kenapa tempat ini telah menjadi tempat kencan yang sempurna. Padahal anak-anak juga ikut menikmatinya dan meluncur di sana.

Seorang wanita yang tidak dapat meluncur menunggu di sisi dinding dan seorang pria yang dapat meluncur membantunya. Tak lama, mereka bergandengan tangan dan mulai meluncur, adegan ini telah berulang beberapa kali. Oi-oi, kanapa mereka bermesraan disini?

Atau bagaimana aku harus mengatakan ini? Mungkinkah seperti itu? Dengan alasan mengajari orang bermain skating, kau dapat bergandengan tangan dengan wanita? Jelas, tidak ada orang yang tidak akan menggunakan metode ini.

Apakah para wanita juga mengetahui hal ini? aku melihat orang di sana-sini mulai berpura-pura tidak bisa meluncur. Yah, beberapa hal akan lebih baik dibiarkan tidak terucapkan, bukan?

Saat kupikir ada keributan apa, ternyata memang Touya-san penyebabnya(Yumina)

Aku sedikit khawatir pada bagian "Ternyata" itu, tapi yah, kamu tidak salah(Touya)

Aku menghiraukan kata-kata Yumina yang datang ke sini tanpa kusadari. Meskipun aku tidak berpikir bahwa aku adalah biang keladi yang selalu menyebabkan masalah.

Oh Iya. Aku juga memberi Yumina pisau untuk bermain skating. Dengan ini, aku juga memiliki teman dan dapat melangkah ke arena tanpa ragu.

Maukah kau melucur denganku, putri?(Touya)


...... Apakah ini aman?(Yumina)



Aku memimpin Yumina, yang sedikit takut karena kecemasan meluncur untuk pertama kalinya, dan melangkah ke arena. Kami meluncur sedikit demi sedikit sambil tangan kami bergandengan sehingga dia tidak terjatuh.

Meskipun dia terkejut, apakah dia mulai terbiasa dengan itu? Dia mulai meluncur dengan lancar. Sungguh, orang-orang di dunai ini memiliki refleks yang terlalu bagus, bukan? Tidak, apa mungkin dunia kita yang terlalu nyaman.

Pada saat itu, aku tidak tahu kalau dimasa mendatang skating akan menjadi event kencan pada musim dingin di Brunhild dukedom.




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

9 comments: