Thursday, 19 April 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 193 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Shiro7D
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 22: Jika Musim Dingin Datang, Apakah Musim Semi Masih Jauh Dibelakang Sana?

Chapter 193:  Keuntungan yang Banyak, dan Sekelompok Adventurer Pemula




Jadi, ini uang yang kujanjikan untuk mayat naga-naga itu. (Rerisha)

Aku membuka kantong besar yang diberikan Rerisha-san, dan menghitung jumlahnya. Kira-kira ada 100 koin emas raja di setiap kantong, dan aku menerima 12 kantong… jadi totalnya ada 1200 koin emas raja. Tidak mungkin aku membandingkan koin-koin ini dengan uang yang ada di duniaku… dari pengalamanku selama ini… aku bisa memperhitungkan bahwa 1 koin emas raja kira-kira sama dengan 10 juta yen……. Dan totalnya adalah 12 miliar yen.
Uhha.. banyaknya…

Karena nilainya yang tinggi, koin emas raja jarang digunakan, kecuali jika ada urusan seperti transaksi antar negara atau perdagangan yang besar, karena koin ini amat sangat berharga sekali, dan bukan lelucon jika kita menghilangkan 1 koin saja.

Terlebih lagi, 1200 koin adalah hanyalah harga dari sebagian naga yang menyerang Brunhild kemarin. Sedangkan 350 naga lainnya (yang kami kalahkan di pulau Drachen) kusimpan di [Storage].

Aku menahan diri agar tidak menjual semua material itu meski kami akan kaya raya jika kami menjualnya, alasannya sangat sederhana, jika aku menjual semuanya… masalah lain akan muncul. Guild juga tidak akan bisa menjual ini dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, mari jual material-material itu sedikit demi sedikit.

Ngomong-ngomong, berita kejadian kemarin itu sudah tersebar diberbagai negara lo Disebutkan bahwa orde ksatria Brunhild beserta Rajanya berhasil mengalahkan segerombolan naga dengan mudahnya. (Rerisha)

Bukankah itu berita yang sulit dipercaya jika kita hanya mendengarnya tanpa melihatnya? (Touya)

Iya… aku sendiri pun tidak bisa mempercayainya meski aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Tapi, Sudah tidak diragukan lagi bahwa kekuatan orde ksatria Brunhild sangat kuat. Dengan begini tidakkah negara lain yang ingin macam-macam dengan Brunhild akan berkurang secara derastis? (Rerisha)

Yah, aku akan sangat bersyukur jika memang seperti itu. Aku sudah muak berurusan dengan negara lain seperti Yuuron bangsat itu. Sampai saat ini masih ada saja orang yang mengatakan bahwa kehancuran Yuuron disebabkan oleh Brunhild. Orang-orang tolol itu berteriak kesana kemari mengatakan [Brunhild harus mengakui kesalahannya dan mengganti rugi kerusakan yang kami terima] dan meminta ganti rugi kepada kami. Dan tentu saja aku tidak akan membayarnya karena sudah jelas itu bukan salahku.

Dan untuk alasan tertentu… aku telah dicap sebagai pembunuh raja baru Yuuron. Keadaan Yuuron saat ini benar-benar kacau balau, sampai-sampai banyak orang Yuuron yang mengatakan bahwa [Aku adalah anak haram dari Raja Yuuron sebelumnya]. Negara terkutuk itu akhirnya hancur sendiri dan tidak lagi berfungsi sebagai suatu negara.

Dalam keadaan yang seperti ini, biasanya Negara-negara lain akan membantu menenangkan keadaan, tapi tidak ada satupun Negara yang sudi membantu mereka karena mereka selalu licik dalam berdiplomasi. Ya ampun… seburuk apa kerajaan itu… yah, mereka menuai apa yang mereka tanam, jadi aku tidak peduli.

Aku menyimpan uang itu dengan [Storage], dan meninggalkan guild. Dengan ini aku bisa menepati janjiku untuk memberikan bonus kepada mereka semua. Berapa yah yang harus kuberi untuk tiap orang? Karena uang ini sangat banyak… jadi ayo beri mereka uang yang banyak agar mereka tetap bersemangat menjalankan tugasnya.

Saat aku memikirkan hal itu… secara tidak sadar aku sampai di depan gerbang transisi. Lalu… aku memanggil salah satu anak buah Tsubaki-san… Toppa-san Mata-mata yang berjaga disana.
(TL : Toppa adalah kata kuno untuk ninja)

Hai. (Touya)

Oh. Pembeli-san, kemarilah… aku punya barang bagus untukmu (Akting). (Toppa)

Oh? Apa ada sesuatu yang terjadi? Akhirnya aku mendengarkan ceritanya sambil  pura-pura melihat barang yang ia jual.

Ada beberapa adventurer yang tewas di dungeon. (Toppa)

… Benarkah? Yah, hal itu sudah biasa di kalangan adventurer, jadi apa mereka dibunuh oleh makhluk sihir? (Touya)

Kemungkinan seperti itu. Mereka tidak kembali dari dungeon. Saya berpendapat bahwa mereka terlalu gegabah dan tidak memperhitungkan batas kekuatan mereka sendiri dan akhirnya terbunuh. (Toppa)

Apa mereka terlalu bersemangat dan turun ke lantai yang lebih dalam? Sebenarnya lebih baik jika mereka kembali saat mereka kelelahan dan langsung keluar untuk istirahat karena nyawa mereka adalah yang terpenting.

Akan tetapi, ada 1 hal yang aneh. Adventurers itu memang dipastikan tewas… tapi barang bawaan mereka hilang kecuali… kartu guild.(Toppa)

Barang bawaan? Biasanya slimes hanya memakan daging bangkainya saja sih… tapi apa mungkin mereka juga memakan barang bawaannya? (Touya)

Yah, itulah keanehannya tapi ada juga kemungkinan untuk adventurer kanibal… (Toppa)
(ED : PK (Penjahat Kelamin))

Apa itu sebutan bagi mereka yang mengambil semua barang dari orang yang sudah meninggal? Kelakuan mereka memang tidak baik, tapi jika dilihat dari sudut pandang bertahan hidup... hal ini tidak terlalu buruk dan bahkan menguntungkan.

Di dunia ini ada yang namanya etika para adventurer untuk mengembalikan barang barang adventurer yang telah mati ke kawan atau keluarga mendiang… namun jika benda itu ditemukan. Karena hal itu tidaklah diwajibkan untuk diikuti dan hanyalah etika belaka.

Ada sebuah cerita dimana seoarang adventurer tertentu membeli armor mahal yang ia sukai tapi tidak cocok untuknya. Adventurer itu sagat senang sampai-sampai ia selalu memakainya dimanapun ia bisa. Beberapa hari kemudian, mayatnya ditemukan… tapi tanpa armor kesayangannya itu.

Ada 2 teori yang bisa kupikirkan tentang kejadian itu… Apakah barangnya diambil setelah ia dibunuh di dungeon?… Atau apakah ia yang dibunuh oleh adventurer lain yang menginginkan armornya? Hal ini masih menjadi misteri sampai sekarang.

Yah… kejadian ini, kelihatannya mereka tidak dibunuh oleh adventurer lain karena mereka tidak membawa benda-benda mahal.

Ada berapa adventurer yang mati? (Touya)

Jika 1 kartu guild 1 orang… maka ada 10 yang telah mati. (Toppa)

Apa itu artinya 10 orang? Sebagai Raja… rasanya tidak enak jika aku membiarkan masalah ini terus berlanjut. Kurasa hal ini akan terhenti jika aku membuat “zona aman” yang tidak bisa diserang oleh monster atau membuat gerbang yang menuju ke atas secara instan.

Aku berpamitan dengan Toppa-san Mata-mata, dan menuju ke gerbang transisi.

Disana kulihat beberapa anak muda membayar uang masuk 1 koin perunggu ke penjaga di gerbang yang menuju [Amaterasu]. Tidakkah mereka terlau muda…. kurasa mereka 12 atau 13 tahun… Mereka membuat party berisi 4 orang… 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.

1 laki-laki membawa tombak pendek dan memakai armor sisik sedangkan yang satunya membawa panah kecil dan memakai armor kulit.

Perlengkapan gadis-gadis cilik itu adalah pedang besi dan armor kulit… dan tongkat sihir pemula dan sebuah jubah. Mereka benar-benar pemula yah… walaupun mereka lebih baik daripada aku yang dulu, karena aku hanya membawa 1 katana tanpa armor…

4 bocah itu memasuki gerbang dengan riang gembira.

Entah kenapa aku sedikit khawatir kepada mereka karena cerita yang kudengar barusan.

… Haruskah aku mengikuti mereka? Tidak-tidak… itu tidak baik Touya.  Jika saja ada sekolah khusus untuk adventurer, kami bisa mengajari mereka beberapa hal yang berguna saat berpetualang seperti skill dan lainnya.

… Mhhmmm, mungkin ini ide yang bagus. Aku bisa menyewa adventurer yang pensiun sebagai guru disana…

Pertanyaannya, bisakah aku mengurus sekolah ini? Aku tidak begitu yakin apakah aku harus menarik biaya. Atau apakah aku harus menyuruh mereka membayar setelah mereka lulus? Setidaknya, aku akan tahu request apa yang mereka ambil dan berapa banyak uang yang mereka dapat via kartu guild jika kami bekerjasama dengan guild.

Haruskah kubicarakan hal ini dengan Rerisha-san? Mungkin ia akan menerima proposalku.

Huh? Touya? (Rin)

Rin, yang membawa Pola disampingnya, memanggilku dari belakang. Seperti biasa… ia membawa payung hitam dan memakai baju gothic loli.

Rin? Kenapa kau ada di sini? (Touya)

Aku hanya ingin jalan-jalan sambil berbelanja. Karena kupikir aku akan menemukan barang bagus jika aku mencarinya… Dan… kau… apa yang kau lakukan disini? (Rin)

Ah… tidak ada… Aku hanya berpikir untuk sedikit merenovasi dungeon. Aku berpikir bahwa akan sangat praktis jika dungeon memiliki “zona aman” dimana para adventurer bisa beristirahat tanpa takut diserang monster.(Touya)

Hee~ Kedengarannya menarik. Apa aku boleh ikut? (Rin)

Rin langsung menggandeng tanganku sebelum aku sempat menjawabnya. Mu-u. Rin mulai agresif semenjak kejadian ITU. Apa ia benar-benar serius ingin menikah denganku?

Hal ini sangat membuatku malu karena secara fisik dan penampilan, ia sama dengan Yumina dan yang lain, oleh karena itu, kami kelihatan seperti kakak beradik jika dilihat dari sudut pandang orang lain.

Kami dengan cepat langsung berjalan menuju loket karcis gerbang transisi yang menuju ke [Amaterasu]. Rin mengeluarkan I koin perunggu dari dompetnya,  memberikannya pada penjaga gerbang dan menulis namanya di sebuah buku note yang sudah disediakan.

Seseorang yang bukan adventurer, dengan kata lain penduduk biasa dan sebagainya, bisa pergi ke pulau ini dengan membayar 1 koin perunggu dan menulis namanya di buku note. Mereka wajib menulis nama masing-masing agar kami mengetahui siapa saja yang masuk dan keluar dari gerbang ini. Dan tentu saja, seorang adventurer tinggal membayar dan masuk tanpa menulis namanya karena ini hanya berlaku untuk penduduk biasa.

Akan tetapi saat ini, aku menuliskan namaku dan membayar 1 koin perunggu. Kartu guild-ku saat ini adalah gold, dan itu terlalu mencolok… aku menulis namaku dengan [Takeda Shingen] karena aturannya tidak harus memakai nama asli. Dan aku akan terus memakai nama [Takeda Shingen] sebagai nama samaranku.

Saat kami melewati gerbang itu, cahaya hangat langsung bersinar cerah di pantai pulau ini. Cuaca saat ini cukup hangat dibandingkan dengan Brunhild yang dingin, karena masih memasuki pertengahan musim dingin.

Aku langsung melihat-lihat sekitar, tapi aku tidak bisa menemukan adventurer pemula yang kulihat tadi. Kurasa mereka sudah memasuki dungeon

Kami memasuki dungeon bersama Pola yang memaksa ikut. Ketika kami berada di dalam, Rin menggulung payungnya dan mengaktifkan sihir cahaya [Light].

Bagaimana kalau kita langsung menuju lantai 3 sekarang? (Touya)

kalau tidak salah kudengar, dungeon [Amaterasu] sudah dipetakan sampai lantai 6. 

Yah… hal itu tidak berlaku untukku… Karena aku bisa membuka peta dengan aplikasi maps dan langsung menuju tangga ke lantai selanjutnya.

… Touya, kenapa kau bisa tahu semua peta yang ada di dungeon ini?(Rin)

Walaupun kau bertanya begitu… Aku hanya bisa menjawab “aku mengetahuinya begitu saja”. (Touya)

Rin bertanya dengan heran saat melihat peta yang kuproyeksikan melalui Smartphone-ku. Jika ditanya bagaimana caranya… aku juga keheranan dan tidak tahu sama sekali cara kerjanya.

Kami langsung sampai ke tangga lantai selanjutnya. Dan aku menghabisi semua makhluk sihir yang kami temui, setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami ke lantai selanjutnya dengan cara yang sama. Meskipun kami tahu jalannya, berjalan seperti ini ternyata memakan waktu yang cukup lama.

Aku ingin membuat zona aman di dungeon ini sehingga para adventurer bisa beristirahat dengan tenang.  Jadi… dimana tempat yang enak untuk zona itu ya? (Touya)

Kami mencari tempat yang cocok untuk beristirahat dengan melihat peta proyeksi. Untuk berjaga-jaga… aku juga memproyeksikan para adventurer yang ada di dungeon. Mungkin kami bisa membantu mereka jika mereka tersesat.

Bukankah disini cukup bagus? Jaraknya juga cukup dekat dengan tangga, kurasa tempat ini sangat cocok untuk zona aman itu. (Rin)

Tempat yang Rin tunjuk merupakan sebuah ruangan luas dimana beberapa party adventurer bisa berada disana dalam waktu yang bersamaan. Tempat ini juga dekat dengan jalan pulang dan jalan yang memutar… dan juga tempat yang agak jauh dari makhluk sihir. Kurasa tempat ini cocok.

Kami terus bergerak di dalam dungeon sambil menghabisi makhluk sihir (sebenarnya aku yang menghabisi mereka, sedangkan Rin hanya menonton saja). Makhluk sihir yang ada disini sangat menjengkelkan sampai-sampai aku menginginkan sebuah item game “holy water” yang bisa menjauhkan musuh.

Akhirnya kami sampai ke tempat itu dan aku mencari keberadaan musuh… Kelihatannya tidak ada musuh atau jebakan sama sekali disini.

Aku menggunakan [Program] dan [Enchant] untuk membuat tempat ini tidak bisa dimasuki oleh makhluk sihir. Sebagai tambahan, aku akan membuat pengumuman disini. Aku hanya menulis kalimat biasa seperti ‘tenanglah dan beristirahatlah disini karena tempat ini sudah dilindungi dan tidak akan bisa dimasuki oleh makhluk sihir’.

Untuk berjaga-jaga… Aku menandatanganinya dengan namaku sendiri karena mungkin para adventurer akan menganggap ini sebagai sebuah jebakan.

Raja dari Brunhild Dukedom, Mochizuki Touya… dan selesai. (Touya)

Kuharap tempat ini akan berguna nantinya. Ah.. aku lupa sesuatu, kami tidak bertemu dengan para pemula itu sama sekali. Oh yaaa. Mereka kan pemula… Apakah mereka berada di lantai pertama?

Aku mengingat wajah-wajah mereka, haruskah aku membantu mereka sebentar? Ummm, tunjukkan para adventurer dengan panel biru sementara adventurer yang tadi kulihat depan gerbang transisi dengan panel hijau …

Oya. Mengejutkan sekali. Mereka ada di lantai kedua…. Apakah mereka sekuat itu sampai-sampai mereka bisa berada di lantai 2? 

Terlebih lagi, tidak hanya 4 orang. Disana juga ada 3 adventurer lainnya. Apakah mereka bertiga membantu mereka sampai ke lantai kedua?

Huh? Aneh… pergerakan mereka mencurigakan… apa mereka sedang bertarung?

Apa mereka separah itu sampai-sampai lama meski hanya melawan 1 makhluk sihir dengan 7 orang? (Rin)

Setidaknya 4 orang tadi benar-benar pemula. Mereka sepertinya hanya bocah yang datang dari perbatasan untuk bertamasya. (Touya)

Mungkin mereka tidak lemah atau ada banyak makhluk sihir yang mereka lawan, kurasa? Bahkan makhluk sihir lemah seperti Kobolds atau Goblins akan berbahaya jika mereka menyerang secara bersamaan.

Mari kita lihat… tunjukkan makhluk sihir dan para monster … dan… Huh?
Tidak ada? Tidak… Para monster memang ditunjukkan…tapi jauh dari mereka. Kalau begitu…ini artinya…

Rin… apa pendapatmu tentang situasi ini? (Touya)

… 4 pemula itu diserang oleh 3 adventurer itu… setidaknya itulah pendapatku. (Rin)

Yare-Yare… situasi macam apa ini…



1 comment: