Thursday, 19 April 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 194 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Zero
Proof Reader
UDesu


Arc 22: Jika Musim Dingin Datang, Apakah Musim Semi Masih Jauh Dibelakang Sana?

Chapter 194:  Adventurer Palsu, dan Perdagang Budak




Kami tiba di lantai kedua dungeon saat bocah bertombak terlempar di depan kami. Bocah berpanah dan mage perempuan mereka telah pingsan sedangkan bocah berpedang dan bertombak masih bisa bertahan.
Oi, jangan terlalu berlebihan kepada mereka. Karena mereka akan kita jual nanti.

Aku sudah tahu itu. Disamping itu, aku harus melawan mereka karena kau lupa dengan racun pelumpuhnya!

Lupakan hal itu! ayo selesaikan ini dengan cepat. Kalau makhluk sihir datang kemari, kita juga harus melawannya-!?

Aku menendang orang gendut yang lengah sampai ia terbang ke sisi ruangan. Wah, orang ini terbang seperti bola karet dan jatuh tepat di depan temannya.

Ap- Siapa kau?

Itu yang ingin kutanyakan. Siapa kalian?(Touya)

Satu buncit, satu kurus-kering, dan satunya lagi botak.

Ya ampun, kelompok ini terdiri dari orang-orang yang jelek.

Sambil mengusap hidungnya yang mimisan, si buncit mencoba berdiri. Dia cukup tangguh juga, ya? Sepertinya perutnya bisa menyerap seranganku.

Ara, kelihatannya kita tepat waktu.(Rin)

Rin juga datang menyusulku bersama Pola, Ekspresi mereka mulai terlihat mesum setelah melihat Rin. Si kurus-kering mencoba menyerang kami. Kedua kawannya juga ikut menyusul di belakangnya.

Mereka mungkin berpikir bahwa aku lemah karena aku hanya memegang sebuah belati (Brynhildr). Ekspresi mereka yang mesum membuatku jijik.

Hihi, kau cukup cantik, ya? Sepertinya kita beruntung hari ini. Hey kau, jika kau masih ingin hidup, tinggalkan gadis ini dan pergilah dari sini. (Si kurus)

Hah? (Touya)

Apa kau tidak dengar? Pergilah dan serahkan gadis ini! Kau mau mati, ya? (Lanky)

Aku dengan santai berjalan ke arah si kurus, menginjak kakinya dan menghancurkan tulangnya.

GYAAAAaaaa-!?

Si kurus berteriak kesakitan sambil memegangi kakinya, ia menggelinding kesana-kemari dengan sangat berisik. Sudah cukup!!! aku menendang dadanya agar ia diam.

UGOEeeeEE!!

Kenapa aku harus memberikan Rin pada orang sepertimu? Jangan macam-macam, dasar adventurer cacat. Aku pasti akan membunuhmu!!!.
(TL : Rage mode activated)

Ba-Bajingan! Apa yang kau lakukan pada rekan kami, hah!? (Si buncit)

Kami adventurer peringkat biru! Apa kau pikir bisa menang dari kami?! (Si botak)

Menyedihkan. Aku berani bertaruh kalau kalian bisa menjadi adventurer peringkat biru dengan mencuri barang-barang dan material adventurer lain, kan? Tidak mungkin adventurer peringkat biru selemah ini. Jangan remehkan aku bangsat!(Touya)

Aku menendang dan menghancurkan lutut si buncit dari depan. Karena ia tidak bisa berdiri lagi, si buncit jatuh sambil merintih kesakitan.

GUGAAAaaa!? Lututku, Lutuutttku!!

Hi... hii-!

Si botak mencoba melarikan diri dariku. Aku mengeluarkan Brynhildr, membidik tubuhnya, dan menembaknya tanpa basa-basi lagi.

GEHA-!?

Si botak langsung terjatuh setelah kutembak dengan peluru-paralisis. Pengecut sekali dia. Mana ada adventure peringkat biru yang lari meninggalkan temannya.

Kau terlalu berlebihan, tahu?  Tak kusangka kau bisa menggila seperti ini. (Rin)

Rin mengatakannya sambil melihat mereka berdua yang terbaring di bawah.

Ah- Maaf. Entah kenapa aku selalu merasa kesal jika seseorang mengatakan hal seperti itu kepada orang yang kusayangi.(Touya)

Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku menggila. Kurasa terakhir kali aku menggila seperti ini adalah saat pange- bukan, kodok bodoh itu mengatakan hal serupa di Rynie. Kupikir aku sudah menjadi sedikit lebih sabar daripada waktu itu tapi sepertinya aku masih terlalu emosional.

Hmm, Tapi aku senang kau marah demi aku.(Rin)

Rin tersenyum tersipu malu. Ku- ini sedikit memalukan. Rasanya wajahku memerah jadi aku membalikkan badan dan menghadap ke pemula-pemula ini.

Apa kalian baik-baik saja? (Touya)

Ah, iya! Kami berdua baik-baik saja. tapi Clauss dan Ion pingsan….. (Bocah Bertombak)

Bocah bertombak menunjuk pada kedua kawannya yang pingsan. Mereka hanya pingsan. Lalu aku mengobati mereka dengan [Cure Heal] dan [Refresh] untuk mengobati lukanya. Beberapa menit kemudian, mereka berdua siuman.

Mereka berempat berterima kasih secara berlebihan kepadaku setelah mereka tenang, lalu aku meminta mereka untuk menceritakan apa yang telah terjadi.

Menurut cerita mereka: Trio bangsat itu berkata bahwa mereka akan menunjukkan tempat yang bagus untuk berburu. jadi, mereka mengikuti trio itu. mereka benar-benar pemula ya.

Setelah digiring kemari, mereka berempat diserang dari belakang. Sepertinya 2 bocah yang pingsan tadi menjadi sasaran mereka karena mereka bukan seorang vanguard.

Menurut cerita kalian, pada dasarnya mereka adalah penculik, ya? Metodenya sederhana. Mereka menculik orang-orang dan memberi bercak darah di berbagai tempat dan meninggalkan kartunya, jadi mereka akan aman karena mereka dianggap mati dimakan makhluk sihir dan tidak akan ada penyelidikan dari guild.(Touya)

Ya. Dan mereka akan menjual kami ke pedagang budak. (gadis berpedang)

Gadis berpedang dengan rambut ponytail itu menjelaskannya dengan sangat baik. Dia punya potensi.

Dijual ke pedagang budak … mungkin ini….

Aku berjongkok menghadap ke si kurus dan menodongkan Brynhildr tepat ke kepalanya.

jawab dengan “iya” atau “tidak”. Apa kalian bertiga yang telah menculik adventurer yang diduga tewas?(Touya)

Si kurus mengangguk sambil ketakutan. Seperti yang sudah kuduga, kan?

Rin memiringkan kepalanya setelah melihat si kurus.

Tapi tidak masuk akal, mereka tidak akan bisa membawa mereka ke gerbang transisi, kan? Lalu bagaimana cara mereka….(Rin)

Sederhana. Mereka pasti datang ke pulau ini menggunakan kapal, lebih tepatnya kapal budak. Betul kan?(Touya)

Si kurus mengangguk lagi. Sudah kuduga.

Kepulauan ini terletak di sebelah selatan Kerajaan Sandora, dan Sandora masih menerapkan sistem perbudakan sampai saat ini.

Sandora adalah kerajaan yang menggunakan [Kalung Perbudakan] untuk mengambil kebebasan dari pemakai kalung itu dan memperlakukan mereka seperti barang. Jadi artinya, adventurer yang ditangkap oleh mereka dijual ke sana.

Jadi, apakah adventurer yang kalian culik sudah dikirim ke Sandora? (Touya)

Si kurus menggeleng kali ini. Jadi mereka belum dikirim, ya? Hmm, bukankah ini berarti kami masih bisa menolong mereka?

Kapal budak itu mungkin tersembunyi di sekitar pantai ini. Para bangsat itu membuat mereka seolah-olah sudah mati setelah mereka menculiknya dan mengirim mereka ke kapal, lalu dikirim lagi ke Sandora.

Aku menemukan sebuah kapal berukuran sedang di pulau kecil yang ada di utara pulau dungeon [Amaterasu] ini ketika aku mencari kapal menggunakan aplikasi peta pada Smartphone-ku. Apa ini kapalnya?

Aku sudah mengerti situasinya. Mereka sudah tidak berguna jadi aku melumpuhkan mereka dengan [Paralyze].

Jadi, apa yang akan kau lakukan? Kalau kau ingin menghubungi orde ksatria di kerajaan aku akan ikut bersamamu, tapi….

Gadis berpedang bertanya padaku sementara 3 yang lain diam. Mereka seharusnya mengerti situasi saat ini, tapi untuk suatu alasan, aku bisa merasakan aura gembira dan gelisah dari mereka berempat.

Tidak apa-apa, serahkan pada kami. Kami yang akan menghubungi mereka. Oh, aku lupa, kita masih belum berkenalan, kan? Perkenalkan! Gadis ini adalah Rin, beruang kecil ini Pola, dan aku adalah Mochizuki Touya. Raja dari kerajaan ini.

「「「「Ra-Raj----RAJA!?」」」」

Mereka berempat langsung panik. Mereka lalu bersujud dalam keadaan dogeza. Sungguh kaku sekali mereka ini….

Oh ayolah, berdiri, berdirilah kalian semua. Aku tidak peduli tentang formalitas atau apapun itu. Kalian sudah tahu kalau aku mantan adventurer, kan? Oh tidak, aku masih seorang adventurer sampai sekarang.

Aku menunjukkan kartu emasku pada mereka sambil mengatakan hal itu. Para pemula ini sudah tertipu sekali, jadi aku tidak tahu apakah mereka akan percaya pada omonganku atau tidak.

Wuiiihhhhhh, kartu emas coy....
… luar biasa!
Ooooiiiii. Dia telah mengalahkan naga, golem, dan iblis yang kuat!
Astaga Dragon!!!  Kita bisa menceritakan ini pada ayah kita, tahu…
(ED : Sungguh anak-anak yang polos :v)

Kelihatannya mereka percaya padaku. Pemula ini pada dasarnya baik hati dan lembut. Mereka akan mudah ditipu jika mereka tetap seperti ini. Huh, bukankah mereka sudah ditipu, ya?

Setelah itu, mereka memperkenalkan diri mereka sendiri dengan tegang. Ternyata mereka semua dari desa Pyuton yang ada di Regulus dan datang ke sini setelah mendengar tentang tentang dungeon.

Bocah bertombak dan berarmor sisik adalah Ropp
(TL:ロップ Roppu).

Gadis berpedang dan berarmor kulit adalah Fran
(TL:フラン Furan).

Bocah yang menggunakan panah dan juga berarmor kulit adalah Claus
(TL:クラウス Kurausu).

Gadis mage yang memakai sebuah jubah adalah Ion
(TL:イオン Ion).

Kesanku terhadap mereka adalah, Ropp patuh, Fran enerjik, Claus sebagai ketua geng, dan Ion terasa seperti orang kikuk. Party yang mengkhawatirkan.

Lalu apa yang akan kita lakukan? Tentu saja, kita akan membantu para adventurer yang diculik, kan?

Itu benar. Aku juga telah mengetahui lokasi mereka. Haruskah kita pergi ke sana dan menghajar mereka?

Maaf! Apa ada sesuatu yang bisa kami bantu dengan rencana ini!?

Oi, Fran!

Fran, bocah berpedang, memberi sinyal pada Claus.

Hmm, kurasa bagus jika mereka termotivasi. Tapi..sejujurnya, aku penasaran, apakah mereka yang pemula ini bisa berguna?

Aku ingin mereka mendapatkan pengalaman dan berlatih agar kuat, tapi, apa yang harus kulakukan?

Lawan kita adalah pedagang budak. Mereka mungkin punya budak tipe petarung di sana. Apa yang ingin kukatakan adalah, apakah kalian pikir kalian bisa menangani mereka semua dengan kemampuan kalian saat ini?
Kemungkinan terburuknya adalah, kalian akan ditangkap dan dijadikan budak. (Touya)

Uuu…… (Fran)

Fran langsung diam. Mereka lebih tua daripada Yumina dan Rue tapi lebih muda daripada saudari kembar Elze dan Linze. Dengan kata lain, secara umur…mereka tidak terlalu jauh denganku.

Meski masih muda,…kami yakin bisa melakukannya karena kami sudah berpengalaman melawan Fraze, naga, melawan sebuah kudeta dan seterusnya. Kami yakin karena kami sudah terbiasa melakukannya. Yah, meskipun akulah yang seharusnya disalahkan karena akulah yang menyeret mereka semua ke dalam masalah-masalah itu.

Meskipun mereka tidak bisa bertarung, mereka bisa menjadi mata-mata kita, kan? (Rin)

Mata-mata? (Touya)        

Aku mengangkat alisku saat mendengar pernyataan Rin. Menjadi mata-mata kau bilang? Itu juga beresiko tahu. Mereka mungkin akan mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan jika ketahuan …

 Meskipun aku mengatakan mata-mata, maksudku adalah mereka berpura-pura menjadi adventurer yang diculik dan masuk ke dalam kapal. Jika mereka berhasil masuk, mereka bisa memahami situasi di sana dan bisa memberitahu para adventurer yang lain nantinya, kan? (Rin)

Memang betul sih … tapi … apa mereka mau bekerjasama dengan ide gilamu ini?(Touya)

Aku mengalihkan pandanganku pada trio bangsat yang kulumpuhkan tadi. Mereka mungkin mau bekerjasama jika aku mengancam mereka, tapi mereka pasti akan  memberontak, dan rencana kami akan terbongkar nantinya, kan?

Bukankah kau bisa mengubah penampilanmu dengan [Mirage]? (Rin)

Ah, jadi itu maksudmu ya. (Touya)

Ya. Jika aku menggunakannya, aku bisa memasukkan mereka semua ke dalam kapal tanpa ketahuan. Dan mereka akan mencari adventurer lain dan kabur bersama mereka semua.

Akan jadi masalah jika adventurer yang ditahan menjadi sandera. Aku tidak berpikir ini strategi yang buruk, tapi....…….

Sejujurnya, aku bisa menghapus hawa keberadaanku dengan [Invisible] dan masuk ke sana sendirian. Dan akan lebih cepat pula jika kami mau menyelamatkan para tahanan, tapi....

Ketika aku melihat keempat pemula itu, mereka menatapku dengan mata yang berkilauan dan memasang ekspresi gembira. Umm. Apa-apaan tatapan mereka itu? apa mereka ada di umur dimana mereka ingin berpetualang? Selain dianggap dan diperlakukan sebagai budak, aku tidak berpikir mereka akan dirawat dengan buruk karena mereka adalah barang dagangan.

Jadi, haruskah kita mencoba strategi ini?

「「「「Iya!!!」」」」

Mereka senang dengan keputusan yang kuambil. Apa ini akan baik-baik saja?





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

4 comments: