Thursday, 19 April 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 195 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Zero
Proof Reader
UDesu


Arc 22: Jika Musim Dingin Datang, Apakah Musim Semi Masih Jauh Dibelakang Sana?

Chapter 195:  Sebuah Kutukan, dan Kapal Budak




Setelah itu, kami meninggalkan dungeon. Lalu Aku memindahkan trio penculik itu ke penjara istana kami sendirian.

Akan terlihat mencolok jika aku membawa mereka melalui gerbang transisi. Jika rekan mereka si pedagang budak melihat mereka ditahan, mereka pasti akan lari dengan kapal masing-masing, dan itu sangat menyusahkan.

Aku juga menghubungi Rerisha-san dan memberitahunya secara detail. Tentu saja, mereka bertiga akan dipecat dari guild. Mulai dari sekarang, mereka tidak akan bisa mendaftar lagi meskipun mereka memakai nama palsu. Mereka sudah keluar dari bisnis adventure selamanya

Hukuman dari guild berakhir di sini. Dan sisanya, mereka akan dihukum oleh Negara.

Mereka menjebak adventurer pemula yang tidak tahu apa-apa, mengambil semua barang-barangnya dan menjual mereka ke pedagang budak. Hal ini termasuk tindakan kriminal yang serius. Omong-omong, hukuman bagi orang seperti ini adalah hukum mati jika kami memakai hukum yang ada di Regulus.

Akan tetapi tidak ada hukum mati seperti itu di Brunhild. Daripada disebut tidak ada, lebih tepat jika disebut belum ada karena aku belum membuatnya. Sekarang, Saat aku berpikir hukuman apa yang pantas bagi mereka, aku teringat dengan sihir kuno yang kubaca di [Perpustakaan].

Saat ini sihir atribut kegelapan dianggap hanya memiliki 1 jenis sihir…yakni sihir pemanggilan, tapi dimasa lalu, ada berbagai jenis sihir di sihir atribut kegelapan.

Sihir itu meliputi sihir kematian yang mengambil nyawa dari orang lain yang merupakan kebalikan dari atribut cahaya.

Tentu saja, tidak mudah untuk membuat lawan langsung mati. Sihir ini membutuhkan tekad yang kuat, kuantitas mana, dan skill dari penggunanya. Sejujurnya, kupikir aku bisa menggunakannya, hanya saja aku tidak terlalu senang untuk menggunakannya terlalu sering.

Aku tidak akan menggunakan sihir ini ke trio itu. Aku akan menggunakan jenis yang lain.

Seperti [Life Absorption], [Disease Outbreak], [Fear Conferment], dan [Mental Confusion ] ……semacam itulah.

Sihir ini adalah sebuah [kutukan]. Tidak, menyebutnya sebagai  [Kutukan] terlalu berlebihan, daripada disebut dengan itu, sihir ini seperti sebuah [Janji].

Sihir ini seperti sebuah janji seperti [~ kau tidak boleh melakukan hal itu] atau [kau harus melakukan ini~]. Sebuah hukuman akan diberikan jika mereka melanggar apa yang telah dijanjikan. Inilah sihir [kutukan]. Jadi pada dasarnya sihir ini adalah sihir yang seolah-olah mengatakan [ayo buat sebuah janji denganku dan jika kau melanggarnya maka kau harus memakan ribuan jarum].

Oh Kegelapan. Ikatlah dan berikanlah sebuah hukuman pada orang yang berdosa ini, Guilty Curse.

Aku mangaktifkan sihir ini pada trio penculik di penjara. Janji yang kubuat sangat sederhana. [Jangan menyakiti orang lain]. Setiap kali mereka melanggar Janji yang kubuat ini, meskipun hanya sedikit, jari-jari mereka akan lumpuh satu persatu. Lalu kedua tangan, yang dilanjutkan dengan kedua kaki mereka. Bahkan mereka akan kehilangan 5 indera mereka jika masih melanggar Janji itu. Dan yang terakhir jantung mereka sehingga mereka akan mati. Tapi jika mereka membuat kejahatan yang besar, .maka mereka akan langsung mati.

Yang mengejutkan dari sihir ini adalah, sihir ini mirip seperti [Enchant], tapi yang satu ini memberi efek pada manusia dan efeknya tidak akan hilang meskipun aku mati. Dengan kata lain, Kutukan ini tidak dapat dihilangkan dan bersifat permanen.

Aku memberi tahu trio penculik itu tentang perjanjian yang kubuat. [Menyakiti orang lain] bukan hanya secara fisik, tapi juga secara verbal. Hal yang sama juga akan terjadi jika mereka mencuri barang orang dan orang itu merasa tersakiti. Menolak pernyataan cinta dari seorang wanita juga akan mengaktifkan sihir itu jika wanita itu merasa tersakiti. Tidak ada kelonggaran sama sekali pada sihir kutukan ini  .

Kuputuskan untuk memberikan hukuman ini meskipun seharusnya mereka mendapat hukuman mati. Mereka harus menjadi orang yang baik seutuhnya.

Kupikir mustahil hidup tanpa menyakiti orang lain. Kecuali jika mereka hidup di tempat terpencil. Tujuanku hanya satu, yakni agar mereka berpikir ‘Syukurlah Negara ini tidak sekejam Regulus’ dan akan bertobat seutuhnya.

Wajah mereka setelah mendengar perjanjian itu langsung menjadi biru pucat dan lemas. Tanda bahwa sihir ini aktif muncul di kepala mereka.

Si buncit langsung membentak Si kurus ….[Kita menderita seperti ini karenamu bodoh!]. A~ah, apakah mereka tidak mendengarkanku barusan?

Uah!? Uah!? Jariku membeku! Jariku!?

Si buncit langsung menangis setelah jarinya membeku. Sudah jelas. Dia menyakiti perasaan Si kurus dengan membentaknya seperti itu, dan efeknya pun aktif~.
(TL: Wow, hal ini lebih buruk dari yang kupikirkan)
(ED: Aku tak menyangka bahwa Touya sekejam ini)

Okelah, sekarang waktunya untuk memindahkan mereka ke luar negeri. Oh iya, haruskah kukirim mereka ke Yuuron? Kukira mereka akan menerima simpati dari sana karena penduduk Yuuron membenciku.

Setelah itu aku mengirim mereka ke tempat yang cocok dengan [Gate].

Ok! Dengan ini, satu masalah terselesaikan. Ups, Tapi masih belum berakhir, ya? Sekarang aku harus berurusan dengan pedagang budak.

***

Aku pergi ke hutan di dekat dungeon sambil menunggu malam tiba. Aku meninggalkan mereka berlima di sini sejak pagi. Jika mereka berempat, yang seharusnya tertangkap, malah berjalan-jalan dan ditemukan pedagang itu, rencana kami pasti akan langsung terbongkar.

Untuk berjaga-jaga, aku juga meninggalkan Rin bersama mereka, jadi mereka tidak akan diserang oleh makhluk sihir.

Setelah berkumpul, kami pergi ke pulau dimana kapal itu berada. Para pemula itu terkejut saat mereka berpindah untuk pertama kalinya.

Oke, dengarkan aku. Untuk sekarang, serahkan senjata-senjata kalian padaku. Akan terlihat aneh jika yang tertangkap masih membawa senjata, kan?




Mereka langsung memberikannya. Untuk sementara aku menyimpannya di [Storage] lalu mengeluarkan tali dan sumbatan mulut. Lalu kuikat mereka. Tentu saja, aku mengikat mereka dengan kendor agar mereka bisa membebaskan diri dengan mudah nantinya.

Setelah itu, aku mengeluarkan makhluk sihir yang kelihatan seperti tikus kecil dan menaruhnya di saku Ropp. Aku juga akan tahu situasi di sana melalui tikus ini.

Sebagai sentuhan akhir…aku menggunakan [Mirage] dan merubah diriku menjadi si kurus. Karena si kurus itu…(aku benci mengakuinya) .memiliki fisik yang hampir sama denganku.

Bagaimana penampilanku?

Sempurna. Seperti yang diharapkan dari raja, Anda sangat hebat.

Ropp memuji kemampuanku. Aku juga membuat si botak dan si buncit dengan [Mirage].

Mereka berempat sudah terikat, dan aku membuat proyeksi 2 penculik membawa pedang dan berjalan di samping mereka. Dengan ini sempurna.

Bagaimana denganmu, Rin? Apa kau juga ingin bersama mereka?

Aku menolak. Aku akan memantau kapal itu.

Pola mengangkat tangannya tanda ia setuju. Baiklah, ayo berangkat! Kapal itu tersembunyi di pantai utara pulau ini.

Kulihat ada 2 kapal di pantai. Di samping kapal itu ada 4 orang yang sedang memanggang ikan. 3 dari 4 orang itu adalah budak .

Mereka bertiga mungkin tipe petarung. Dan satunya lagi memiliki gigi taring yang menonjol keluar. Ia mirip dengan performer dari Kansai. Kami mendatangi mereka sedangkan Rin dan Pola menunggu di hutan.

Ooh. Kerja bagus!!! Empat sekaligus hari ini, ya?

Orang dengan gigi keluar itu memasang senyum yang menjijikkan.
Lalu ia memutari kami sambil menilai pemula yang terikat itu.

2 koin emas untuk yang laki-laki, dan 5 koin emas untuk yang perempuan. Setuju?

Ok. Berikan kami uangnya.

Huh? Kau tidak mau menawarnya kali ini, ya?

Kami sedikit terburu-buru kali ini.

Rencana kami akan terbongkar jika aku bicara terlalu banyak. Akan tetapi, dia berkata harganya hanya 2 dan 5 koin emas? itu sama dengan 200,000 dan 500,000. Mereka membeli nyawa dengan harga semurah ini? Bajingan.

Dan nanti mereka akan menjual mereka pada orang kaya dengan harga yang lebih mahal. Aku menerima uang koin darinya yang memasang senyum menjijikkan. Lalu, aku meninggalkan tempat itu.
Alasannya adalah karena aku kesal dan akan memukulnya jika aku terlalu lama di sana.

Aku kembali ke hutan dan bertemu kembali dengan Rin.

Lalu aku mengaktifkan [Long Sense], melihat mereka berempat dari kejauhan, menggiring para pemula itu ke kapal, dan mulai berlayar.

Bisa dikatakan, rencana penyusupan kita sudah berhasil

Kuharap mereka bisa bertemu dengan adventurer yang lain. Oh aku lupa, ada berapa banyak adventurer yang dianggap mati oleh guild?

Rerisha-san mengatakan ada 10 orang. Mereka yang menghilang dan hanya menyisakan kartu yang berlumuran darah telah dianggap mati. Umm, kurasa 4 laki-laki dan 6 perempuan.

Kenapa perempuannya lebih banyak?

Karena mereka lebih gampang untuk ditangkap dan harganya pun lebih mahal. Dan semuanya pemula yang berkartu hitam.

Menurut kabar, ada banyak sekali penindasan terhadap para pemula di guild. Adventurer senior memaksa para pemula untuk ikut dalam party mereka dan menggunakannya sebagai umpan makhluk sihir. Mereka bahkan mengambil setengah dari upah para pemula sebagai upeti. Tentu saja, para pemula akhirnya kesal, meninggalkan guild dan akhirnya berpetualang sendirian untuk menghindari penindasan itu. Cerita yang memuakkan.

Di dunia manapun, pasti ada orang yang merendahkan pemula meski ia sendiri juga pemula pada awalnya.

Kuharap mereka semua aman. Mereka tidak akan dibunuh karena merekalah yang menjadi barang dagangannya, kan? Tapi aku harus cepat-cepat menyelamatkan mereka.

Aku menghubungkan inderaku dengan tikus yang ada di salah satu pemula. Kulihat mereka ada di dalam kapal sekarang. Mhhmmm.

Terlebih lagi, pendengaranku juga terhubung dan aku bisa mendengar apa yang tikus itu dengar. Omong-omong, aku hanya memasang menghubungkan dua inderaku saja. Aku pernah mencoba untuk indera perasaku untuk mencoba makanan hewan tapi itu sangat menjijikkan. Aku tidak ingin makan serangga lagi.

Javel-sama. Aku membawa 4 orang hari ini.

Hooho? Bagus sekali. Mereka semua masih muda. Pasti terjual mahal.

Akhirnya, mereka sampai di dalam dan digiring ke orang gemuk yang ada di sana. Sepertinya orang inilah pedagangnya.

Dia gendut, memakai jaket wol, memakai sabuk dan memiliki pisau emas di pingganggnya, sepasang sepatu melekuk ke depan dan turban yang agak miring. Dia terlihat seperti Sinbad si pelaut, tapi versi gendutnya.

Javel, ya? Menurut kabar, dia adalah pedagang budak terkenal dari Sandora. Dan ia juga seorang kriminal kelas berat.

Sandora melarang untuk menculik orang dan menjadikan mereka menjadi budak. Budak yang resmi di sana adalah orang yang telah melakukan kejahatan besar dan juga orang yang menjual dirinya sendiri. Akan tetapi, itu hanya versi resminya saja. Ada banyak cara lain agar menjadikan orang lain menjadi budak. Seperti menjeratnya dengan utang dan bahkan ada yang menculik orang lain secara paksa.

Omongan atau pembelaan dari orang yang telah menjadi budak tidak akan digubris oleh pemerintah Sandora Meskipun mereka tahu bahwa mereka dijebak. Mereka tidak akan bebas dan akan menjadi budak selamanya.

Ayo, cepatlah! Jangan lamban!

Orang itu menarik tali Ropp dan menuju ke dalam kapal.

Keempat pemula itu ditaruh di lambung kapal. Di sana ada dua penjara, 1 untuk laki-laki dan 1 untuk perempuan. Di sana ada 4 laki-laki dan 6 perempuan. Pasti itu adventurer yang diculik kemarin. Akhirnya mereka berempat dibagi dan dimasukkan ke penjara masing-masing.

Setelah masuk ke penjara…Ropp, Clause, Fran dan Ion menanyakan nama para adventurer yang ada di sana.

Akhirnya aku merasa lega setelah tahu mereka semua selamat.

Beberapa dari mereka tidak terlalu sehat karena kekurangan makanan, tapi sepertinya mereka tidak mendapat perlakuan yang kejam selama di sana.

Kelihatannya semua adventurer baik-baik saja. Oke, aku akan menyelesaikan ini semua menggunakan [Gate]! (Touya)

Jangan! Kau juga harus memberikan mereka pengalaman! (Rin)

Pengalaman, ya? Meskipun aku hanya memindahkan mereka?(Touya)

Ara, pengalaman di situasi seperti ini agar bisa bersembunyi, melindungi, dan beraksi setelah memahami situasi itu sangatlah penting, tahu? (Rin)

Rin tersenyum sambil mengatakannya.

Yah, dia memang benar.

Party Ropp mulai bersiap-siap untuk kabur dari sana. Sebelumnya aku sudah memberikan 2 item kepada mereka semua.

Yang pertama adalah pisau lipat kecil berukuran 5 cm. Sebenarnya, Pisau itu bukan pisau biasa. Pisau itu terbuat dari kristal Fraze yang bisa memotong apapun. Pisau itu pasti akan memudahkan mereka untuk kabur.

Yang kedua adalah Pita ukur sepanjang 1 meter. Jika mereka menariknya, mereka bisa menggunakannya sebagai cambuk yang bisa melumpuhkan musuh setelah kuberikan [Enchant].

Ada beberapa budak petarung di kapal itu. Dan tidak mungkin bagi mereka untuk menang melawan mereka meski bersama adventurer lain. Terlebih lagi, mungkin budak petarung itu dipaksa untuk bertarung .

Ropp dkk langsung memotong penjara itu menjadi 2 dan menyelinap keluar secara perlahan dan tenang.

Baiklah, sekarang adalah bagianku untuk beraksi, kan? Aku akan memberikan bantuan agar mereka bisa kabur dengan mudah.

Bersenang-senanglah!

Aku melompat setelah melepas sinkronisasi dengan tikus itu. Kemudian, Aku menyiapkan Brynhildr sambil mendarat di atas kapal mereka, mengisi peluru [Explosion] dan menembak mereka (explosion versi lemah).

Sip!! Ayo kita mulai!

Aku membidik tiang kapal itu, lalu menarik pelatuk Brynhildr.
(Tl: dum dum dum dum.... putar lagu background perang)





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

1 comment: