Thursday, 19 April 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 196 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Zero
Proof Reader
UDesu


Arc 22: Jika Musim Dingin Datang, Apakah Musim Semi Masih Jauh Dibelakang Sana?

Chapter 196:  Pedagang Budak, dan Pulang ke Rumah di Pagi Hari




Pondasi dari tiang itu langsung meledak dan membuat asap yang membumbung tinggi. Awalnya tiang itu retak dengan natural lalu jatuh dengan sempurna. Mereka yang berdiri di dek kapal terkejut dan panik saat melihatnya. Respon mereka sudah kuperkirakan seperti itu karena mereka melihat tiang kapal roboh secara tiba-tiba.

Ap-Apa yang terjadi barusan!?

Entahlah! Tiba-tiba tiang itu meledak begitu saja!

Si gendut Javel langsung keluar dari ruangannya. Melihat itu aku turun dengan anggun dan memperlihatkan wujudku di bawah cahaya rembulan.
(TL : over-acting!!!)

Si-Siapa kau?!

Aku adalah raja dari kerajaan yang memimpin daerah ini… Raja Brunhild, Mochizuki Touya.

Mereka yang ada di dek terkejut sesaat. Javel juga terkejut dan kebingungan..

Kelihatannya ia tahu kalau dirinya berbuat salah.
Kepulauan ini merupakan daerah kekuasaan Brunhild. Aku datang ke sini untuk memintamu agar menghentikan perdaganganmu ini.

Perdagangan?!

Jangan berpura-pura bodoh. Aku tahu kau menculik adventurer pemula dari dungeon dan akan menjual mereka sebagai budak.

Wajahnya langsung memucat. Dan ia mulai bertingkah aneh.

Sebenarnya, negara kami ini masih kecil dan belum membuat undang-undang seperti hukuman dan lainnya. Kami tidak membutuhkannya karena kami tidak memiliki rakyat yang jahat. Dan yang paling sering berbuat kejahatan adalah, traveler yang datang dari negara lain. Itulah kenapa aku datang kemari.

Ropp dan yang lainnya akan menjadi budak jika aku tidak pergi ke Dungeon bersama Rin pada waktu itu. Dan akan ada banyak korban yang berjatuhan nantinya. Dan yang lebih parah lagi, kami mungkin tidak mengetahuinya sama sekali.

Aku paham kalau hukuman adalah alat agar kejahatan tidak terjadi, tapi apakah ini terjadi karena aku sudah terlalu lunak? Aku tidak bisa menyangkal kalau aku masih berpikir [aku tidak akan menghukum mereka separah itu]. Hal ini tejadi karena kami punya mata sihir Yumina dan rakyat kami tidak ada yang melakukan kejahatan sama sekali.

Akan tetapi, kejahatan tetaplah kejahatan dan itu harus dihukum.

Kurasa sebaiknya aku harus memperketat undang-undang di negara kami. Untuk sekarang, Haruskah kubuat hukuman itu setelah aku mengecek undang-undang yang ada di Belfast nanti?

Bermacam-macam orang mulai dari baik dan buruk telah datang ke negara kami. Bahkan ada banyak peristiwa yang terjadi setelah penemuan dungeon. Apa aku tidak punya pilihan lain selain membuatnya? Tapi sebelum itu, aku harus menyelesaikan apa yang terjadi di depan mataku ini.

Hmm? Aku bisa melihat 4 perahu kecil menjauh dari kapal ini. Apakah Ropp dan yang lainnya sudah kabur? Kurasa aku tak perlu menahan diri lagi.

Kuu, Raja Brunhild tak mungkin berada di tempat seperti ini! Kalian semua, habisi dia!

3 budak petarung mengeluarkan pedang mereka dan menyerangku saat javel menyuruhnya.

Slip.

Ketiga-tiganya langsung jatuh dengan sempurna. Dan pedang-pedangnya pun menancap di dek kapal.

Mereka mencoba untuk berdiri, tapi terjatuh lagi. Mmn? Aku heran, apakah efek [Slip] menjadi lebih lama? Kurasa dulu efeknya sangat pendek…  apa mungkin ini efek dari kekuatan surgawiku, ya?

Ap-Apa yang kalian lakukan!? Berhentilah bermain-main dan cepat habisi dia!

Para budak itu langung memegangi kepala masing-masing setelah Javel mengatakannya. Dia menyakiti mereka dengan [Kalung perbudakan].

Karena kesal, aku menembakkan Brynhildr ke kaki Javel. Kakinya meledak setelah tertembak dengan peluru [Explosion versi mini].

Bueeeee!?」

Si gendut Javel terpental ke dek dan hidungnya berdarah.

Am-Ampuni saya! Saya khilaf!

Jadi kau, dengan “kekhilafan”mu, yang telah menjadikan orang tak berdosa menjadi budak hanya untuk keuntunganmu sendiri, apa kau kira aku akan mengampunimu? 

Tolong aku….

Apa kau pikir orang-orang yang kau jadikan budak akan menolongmu, bangsat?

Aku tak tahu apa profesinya sebelum menjadi pedagang budak tapi sepertinya ia sudah jahat dari dulu.

Kelihatannya sia-sia saja aku memikirkannya, ya? Aku mengganti peluru Brynhildr menjadi peluru paralisis dan menembaknya sekali lagi. Akhirnya ia berhenti bergerak.

Aku juga menembak para budak. Mungkin mereka hanya dipaksa, tapi kurasa aku juga harus menghentikan mereka. Karena efek kalung itu, mereka lebih menyusahkan daripada Javel. Aku akan membiarkan mereka sekarang karena aku masih belum tahu apakah mereka juga korban penculikan atau memang benar-benar budak kriminal.

Para pelaut yang lain diam ketakutan setelah melihat apa yang aku lakukan terhadap bos mereka.

Search. Apakah masih ada orang di dalam kapal? 

Searching… pencarian selesai. Ada 3 orang di sana. Sisanya telah lumpuh dan pingsan

Umu!. Mereka pasti dikalahkan oleh Ropp dkk saat mereka kabur. Jika memang benar, dengan ini sudah semuanya, kan? 20 orang. Sepertinya setengahnya merupakan budak.

Are? Hal ini mengingatkanku, Kemana perginya orang yang membawa Ropp dkk kemari?

Fugyaaa !

Aku mendengar teriakan dari pantai. Akupun melihat arah datangnya teriakan itu dengan [Long Sense]. Di sana, aku melihat orang itu jatuh sambil mengeluarkan asap, dan Rin ada disampingnya. Hahahaha! Orang itu mencoba untuk kabur rupanya. Meski ia sudah dikalahkan oleh Rin.

Ropp dkk sudah mendarat dengan selamat dan berlari menuju Rin. Sekarang, haruskah kuselesaikan masalah ini?

Aku memindahkan semua orang ke pantai sambil melihat orde ksatria kami datang dari hutan.

Aku menyerahkan Javel, anak buahnya, para pelaut, dan para budaknya ke ksatria kami. Untuk sekarang, sebaiknya kami menaruh mereka di penjara bawah tanah. Aku harus mengkonsultasikan masalah mereka dengan Kousaka-san nanti.

Sepertinya sudah selesai, ya?

Meskipun melelahkan sih.

Aku menjawab Rin sambil mendarat ke pantai dan melihat kapal mereka. Ohh iya, apa yang harus kulakukan dengan kapal itu? Apakah kami boleh menyitanya sebagai ganti rugi? Meskipun sepertinya kapal itu tidak akan laku karena aku sudah menghancurkannya.

A-Anu, Baginda! Para adventurer lainnya baik-baik saja!

Ropp melapor padaku, tapi sebenarnya aku sudah tahu semuanya melalui tikus itu. aku mengaktifkan [Recovery] pada mereka karena mereka sangat kelelahan, memindahkan mereka ke [Silver Moon], dan merawat mereka untuk sementara waktu.

Aku memberikan Ropp dkk 10 potion sebagai tanda terima kasih karena telah membantu. Sebagai adventurer, mereka pasti sangat membutuhkannya.

Lalu aku berpamitan dengan mereka dan memutuskan untuk menanyakan detailnya di lain hari.

Setelah itu, aku pergi ke guild, dan membicarakan masalah ini dengan Rerisha-san, dan juga memintanya untuk mengurusi kartu adventurer yang telah diculik itu.

Kami, sebagai anggota guild, sangat menyesali kejadian ini. Guild hanya bisa menjadi mediator antara klien dan kami tidak bisa menghukum adventurer. Kami tidak bisa melakukan apapun secara resmi kecuali memberhentikan mereka.

Secara resmi? Apa maksudmu ?」

Hanya antara kita berdua. Sebenarnya, unit rahasia yang tergabung di guild sudah bergerak. Mereka mungkin sedang dalam perjalanan menuju kemari jika Anda tidak menyelesaikan masalah ini.

Unit rahasia guild, ya? Oioi… jangan bilang kalau mereka seperti pembunuh handal. Aku telah mendengar sesuatu yang mengerikan. Guild adalah organisasi yang ada di seluruh dunia. Di tiap-tiap bagian, ada yang namanya guild master seperti Rerisha-san, tapi salah satu dari mereka adalah ketua yang sesungguhnya. Tapi orang itu tidak terlalu ingin ikut campur dengan masalah adventurer.

Aku dan Rin kemudian pergi meninggalkan guild setelah menyerahkan semuanya pada Rerisha-san.

Ternyata sudah malam, ya? Aku mengeluarkan smartphone-ku, menghidupkannya dan melihat jam. Uwaa, bukankah ini sudah terlalu malam?

Sekarang aku merasa lapar. Tapi tidak mungkin aku membangunkan Clare-san dan memintanya untuk memasak. Sip! Kalau begitu aku akan makan di luar saja. Aku sudah punya sate dan semacamnya di [Storage], tapi makanan sedikit itu tidak akan mengenyangkan perutku. Lagipula, bar guild juga ada di sebelah.

Bagaimana denganmu Rin? Aku akan mentraktirmu kalau kau mau.

Baiklah, aku akan menerima tawaranmu. Lagipula sudah lama aku tidak makan di luar.

Aku masuk ke bar guild bersama Rin dan Pola. Aku memakai tudung kepala karena mungkin ada yang mengenaliku di sini.

Ruangan di sana menjadi sangat luas sejak direnovasi olehku kemarin.
Di pojok ruangan ada meja dan kursi kosong, jadi kami duduk di sana.

Aku memesan 1 set ayam goreng rempah herbal dan jus buah karena aku tidak bisa minum alkohol. Sedangkan Rin, memesan, mie pasta, salad buah dan sebotol anggur merah.

5 menit kemudian, Pelayan bar  membawa pesanan kami, dan kami memakannya dengan lahap karena kami sudah kelaparan sejak tadi. Makanannya sangat enak untuk sebuah bar, aku sudah makan makanan yang enak di [Silver Moon], tapi makanan di bar ini juga sangat enak.

Adventurer yang makan di sini tertawa, membuat keributan, mabuk-mabukan, dan menikmati hidup. Sepertinya bar ini berbeda dari warung yang lain dan sangat menjadi sangat laris karena ada dungeon di sini. Suasananya lumayan  menyenangkan, meskipun orang yang mabuk terkadang sering berkelahi.

Setelah kenyang, kami meninggalkan bar dan pulang ke istana.
AAhhhh… sekarang sudah jam 2 malam. Kebanyakan toko sudah tutup. Di kerajaan kami, masih belum ada tempat untuk bersenang-senang saat malam hari. Jadi malam di sini sangat tenang dan damai.

Ada pendapat bahwa kami harus membuat tempat untuk bersenang-senang seperti tempat pelacuran dan kasino di rapat kemarin. Pendapat ini berasal dari Naito-ossan dan juga beberapa pendapat lainnya dari para pedagang, aku menyerahkan hal itu padanya untuk saat ini. Secara pribadi, aku merasa negara ini akan baik-baik saja meski tanpa tempat seperti itu. Dan Tempat-tempat itu tidak akan dibangun jika malah membuat masalah di sini.

Secara harfiah, kami harus memperketat penjagaan jika kami mau membangun tempat seperti itu agar tidak ada kejahatan seperti penyelundupan dll. Dan aku tidak mau Brunhild menjadi sarang kejahatan para kriminal.

Kemarin aku diberitahu bahwa ada beberapa tempat dimana para budak dipaksa untuk menjadi pelacur di Sandora …

Apakah mustahil bagi kita untuk menghapus sistem perbudakan?

Kau tahu, kupikir perbudakan akan menghilang jika kau menghancurkan Sandora, atau setidaknya itulah pikiranku.

Tidak, aku tidak akan melakukannya.
(TL : kau tahu touya? Ini adalah sebuah flag XD)

Apa dia sudah gila?. Ahh... dia sedikit mabuk ternyata. Wajahnya terlihat merah.

Memang benar kalau perbudakan akan dihapus jika aku menghancurkan mereka. Ada beberapa negara seperti Sandora dan Yuuron yang memberlakukan sistem perbudakan, jadi perbudakan akan menghilang jika negara itu hancur.

Berbeda dengan Sandora, Yuuron tidak memakai [Kalung perbudakan]. Dan budak di Yuuron tidak diperlakukan dengan kejam karena ada undang-undang tentang perbudakan di sana.

Apa kau tahu? Pada awalnya Kerajaan Sandora dibuat oleh ketua suku dari suku kecil yang terdiri dari budak yang mengalahkan suku lain di padang pasir dan raja pertama mereka lalu disebut sebagai [Sang raja budak].

Raja budak, ya? Apa dia juga seorang budak? Jika memang benar, akan lebih baik jika ia menghapus sistem perbudakan saat kerajaan Sandora terbentuk. Kupikir menghapus sistem itu akan sanga sulit karena sistem itu sudah mendarah daging bagi penduduk Sandora.

Kami memilih berjalan daripada langsung berpindah karena ia bilang ia ingin merasakan udara malam dan berjalan-jalan. Ketika kami sampai di gerbang, ada 4 ksatria sedang menjaga gerbang istana. Mereka mengarahkan senjata mereka pada kami dan menyuruh kami untuk memberitahu identitas kami, tapi mereka merasa lega setelah aku membuka tudung kepalaku.

Kami memasuki gerbang setelah memuji tindakan berani mereka berempat. Ripple, yang notabenenya adalah sebuah “artifak yang hidup” dan yang bertugas sebagai kamera atau CCTV di istana, keluar dari lukisan saat kami masuk ke istana.

Tuan! Gawat! Ada bahaya datang kemari! Cepat pergi-… ahh…aku terlambat… 

Ada apa?
Ripple memasang wajah yang ketakutan dan wajahnyapun menjadi pucat saat aku menanyakannya dan ia mengatakan banyak hal yang tak kumengerti. Lalu dia masuk kembali ke lukisannya setelah mengatakan [Semoga Dewi keberuntungan menyertai Anda di perang ini]. Apa maksudnya itu? kenapa ia sampai sepanik ini?

Selamat datang, Touya-san!. Sepertinya kau pulang malam sekali hari ini, ya?

Aah, Yumina. Aku pulaa….ng?

Suaraku semakin mengecil setelah aku melihat ke atas.

Yumina, Rue, Elze, Linze, Yae, dan Hilda sedang berdiri di atas dan menatap kami. Kurasa, tunanganku akan lengkap jika Suu bersama dengan mereka.

Mereka semua terlihat tersenyum, tapi mata mereka tidak.

Eh? Kenapa mereka terlihat marah?




Uh, umm, ada apa semuanya? (Touya)

Kami punya sedikit masalah yang harus didiskusikan. Tolong kemarilah. Ah, Rin-san juga harus ikut ya! (Yumina)

Eh? Ah, oke(Rin)

Rin menjawab meskipun ia tak tahu apa-apa. Lalu Yae dan Hilda turun dari tangga dan memegangiku dengan erat dari kedua sisi. Hei? Apa-apaan ini? Bukankah perlakuan ini tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan?!

Permisi, Touya-sama. Kami terpaksa melakukan ini karena perbuatanmu. (Hilda)

Wah, wah, wah, Touya-dono. Menyerahlah dan ikut dengan kami! (Yae)

Tidak, tidak, tidak! memangnya ada masalah apa sih?! (Touya)

Ada banyak tanda Tanya [?!?!?!?!] yang muncul di kepalaku saat aku diseret ke dalam oleh mereka berdua.

Ah-anu… Hei, memangnya apa salahku sampai diperlakukan seperti ini? 
(ED : Malang sekali nasibmu, Touya.)





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

6 comments: