Tuesday, 1 May 2018

A Rank - Prolog


TranslatorKagami
Editor
Eden
Proof Reader
Shiro7D

Prolog :
Megundurkan Diri Sebagai Petualang




Aku adalah Seorang anak yatim piatu biasa. Tanpa mengetahui nama atau wajah orang tuaku, aku ditinggalkan di sebuah gereja sama seperti anak yatim piatu lainnya.

Karena gereja beroperasi dengan anggaran kecil dari sumbangan orang-orang, jadi sulit untuk memberi makan semua anak yatim piatu yang tinggal disana.

Meskipun aku sudah bekerja keras setiap hari disana, aku masih tidak pernah mendapatkan makanan yang bisa dianggap layak. Dalam satu hari dapat makan roti keras dengan sup polos saja sudah dianggap mewah dan jika sedang tidak beruntung, tidak ada yang dapat dimakan pada hari itu.

Karena aku benci hidup seperti itu setiap hari, jadi aku memutuskan untuk menghasilkan uang dengan mempertaruhkan nyawaku.

Awalnya, aku menggunakan tongkat kayu yang ditajamkan dengan batu untuk melawan monster di luar kota.

Sangat mudah bagi monster membunuh seorang anak kecil, tapi kupikir itu masih lebih baik daripada harus bekerja di gereja dalam kemiskinan. Jika kau bisa membunuh seekor monster, kau akan mendapat material yang dapat ditukar dengan uang dan dagingnya dapat kau makan sendiri.

Saat aku mendengar kalau aku dapat menerima quest untuk membunuh berbagai jenis monster dan menghasilkan uang lebih banyak, jika mendaftar di serikat petualang. Aku langsung memutuskan untuk mendaftar ke serikat petualang pada saat itu juga.

Aku meniru dan meminta para petualang veteran untuk mengajariku teknik bertarung yang benar. Mulai dari goblin, aku mulai mengalahkan satu per satu monster sambil terus mengasah kemampuanku.

Petualang lain yang memiliki nasib hampir sama denganku, mulai mengajakku bekerja sama dan memburu monster dengan mempertaruhkan nyawa kami.

Monster dengan kemampuan tinggi dapat ditaklukan dengan lebih efisien jika diserang secara berkelompok.

Terkadang ada beberapa temanku yang meninggal dalam pertarungan. Tapi mau bagaimana lagi, dunia ini memang keras. Jadi sudah sewajarnya jika mereka yang tidak memiliki keberuntungan dan kekuatan akan lebih mudah mati.

Dan kegiatan tersebut terus kuulang sampai aku dewasa, dan pada akhirnya aku menjadi petualang peringkat A yang terkenal di kerajaan ini.

Dalam kehidupan ini, kekuatan adalah segalanya.

Jika kau memiliki kekuatan, kau akan bisa menghasilkan uang dan dapat makan makanan yang enak, dan tidur di kasur yang empuk.

Karena itulah aku terus melatih kemampuanku sambil melakukan penaklukan barsama teman-temanku. Pada usiaku yang 27 tahun, aku berhasil mengalahkan seekor naga yang merupakan monster dari spesies terkuat dan mendapatkan kekayaan dan ketenaran yang luar biasa.

Lalu, tiba-tiba aku tersadar.

Kalau aku sudah tidak kelaparan lagi. Aku sudah sangat kuat dan kaya. Aku juga tidak memiliki masalah lagi dalam menjalani kehidupan.

Jadi bukankah aku tidak perlu berburu monster lagi.

Atau bertarung dengan mempertaruhkan hidupku.

Saat pikiran itu terlintas di kepalaku, aku kehilangan tenagaku dan merasa kehilangan tujuan hidupku.

Meskipun aku merasa tidak ada gunanya lagi bagiku untuk berburu monster sekarang, tapi bukan berarti mereka juga ikut berhenti membuat dunia ini dalam bahaya.

Walaupun aku masih sering dimintai untuk menaklukkan monster-moster berbahaya, tapi aku menolak mereka. Karena tidak mungkin aku bisa bertarung dalam keadaan seperti ini.

Usiaku saat ini sudah macapai 27 tahun. Itu berarti tubuhku ini sudah melewati masa puncaknya, jadi sudah sewajarnya jika Kemampuan dan reaksiku juga sudah mulai menurun. Terlebih lagi saat ini aku sedang kehilangan tujuan hidupku, jadi tidak mungkin aku masih bisa melanjutkan gaya hidup sebagai seorang petualang.

Dan iniah waktu pas bagiku untuk pensiun.

Akan tetapi, bagaimana aku menjalani hidupku mulai sekarang?

Membangun rumah mewah di ibukota dan hidup mewah disana? Tidak, kurasa itu tidak benar.

Menjadi instruktur di serikat petualang dan mengajar generasi muda? Walaupun aku memiliki kemampuan dan teknik sampai batas tertentu, tapi akan aneh jika ada seseorang mengajari cara bertarung melawan moster namun dia tidak ingin melawan monster. Aku akan merasa kasihan pada orang yang diajarnya.

Peguasa di daerah perbatasan yang memiliki banyak monster, ksatria, atau pengawal bangsawan...? Pilihannya memang banyak, namun itu semua adalah pekerjaan yang melibatkan pertarungan.

Aku memang tidak kekurangan uang lagi, namun belakangan ini ada beberapa orang aneh yang sering datang kepadaku sehingga membuatku muak untuk tinggal di ibu kota.

Mulai saat ini aku ingin menjauhkan diriku dari pertempuran hidup mati dan mulai hidup dengan santai di suatu tempat yang normal.

Pada saat itu, sebuah pemandangan tempat yang ideal muncul dalam pikiranku.

Sebuah desa kecil dengan pemandangan bunga warna warni yang berubah sesuai musim.

Disana hanya ada Peternakan dan ladang, sungai yang indah dan dikelilingi oleh pegunungan besar.

Kekayaan alamnya juga melimpah, makanannya sangat lezat. Dan karena Populasinya yang rendah, tempat itu menjadi tempat yang tepat untuk hidup santai dalam kemandirian.

Tempat itu bernama Nordende. Sebelum bertemu dengan teman-temanku, aku pernah pergi ke sana setelah menyelesaikan quest, itu adalah sebuah desa yang berada di negara lain.

Aku memang baru sekali datang ke desa itu. Namun mungkin karena ladang bunga berwarna-warninya yang indah, jadi pemandangan itu terus terukir dalam ingatanku.

kalau tidak salah, waktu itu aku ingin cepat-cepat menyelesaikan quest-ku dan memandangi pemandangan bunga itu sepanjang hari.

.... Mungkin memang lebih baik aku tinggal di Nordende.

Aku mungkin tidak bisa menikah di sana karena aku telah melewati usia menikah. Tapi jika aku bisa tinggal di sebuah rumah kecil, membajak ladang dan berburu, sambil menikmati gaya hidup yang tenang kurasa itu tidak terlalu buruk. Apalagi aku bisa menikmati dataran bunga yang indah itu setiap hari.

Kalau tidak salah, terakhir kali aku kesana juga pada saat musim semi seperti ini. Bunga-bunga dengan warna cerah seperti warna pink, merah, oranye, kuning dan putih pasti sudah mekar dengan penuh disana.

Jantungku mulai berdebar kencang saat aku berpikir kalau aku bisa melihat pemandangan itu sekali lagi. Walaupun kemarin aku tidak memiliki motivasi sejak penaklukan naga, tapi sekarang aku merasa hidup kembali.

Aku ingin pergi ke sana sekarang juga.

Dengan pemikiran itu, aku memanggil anggota kelompok "Black Silver" dan berkumpul di sebuah penginapan.

Akhir-akhir ini, aku mendapatkan banyak reaksi berbeda di dalam guild, jadi aku sama sekali tidak bisa santai disana.

“Hari ini kita akan membubarkan kelompok kita”

"… Aku mengerti "

“Yah, aku sudah menduga hal ini akan terjadi”

Elliot menjawab dengan ekspresi sangat serius di wajahnya, sedangkan Kiel bergumam dengan kedua lengannya terlipat di belakang kepalanya.

Kedua orang ini menatapku seolah-olah mereka mengetahuinya, apa mereka sudah menebak hal ini.

Yah, hal seperti ini pasti akan terjadi, walaupun bukan aku yang menyebabkannya. Karena manusia memang tidak bisa bertarung untuk selamanya.

Anggota lainnya juga sudah mancapai batas umur mereka. Karena mereka sudah bertarung bersamaku selama bertahun-tahun, jadi usia mereka pasti sudah di atas 20 tahunan. Karena sekarang kami sudah memiliki banyak uang, jadi kurasa kami tidak perlu melanjutkan pekerjaan berbahaya yang disebut petualang ini. Dan sudah pasti ada banyak pilihan pekerjaan lain yang cocok untuk orang-orang seperti kami.

“Apakah kita benar-benar akan bubar ?!”

Kurune bangun dengan emosi dan berteriak.

“Yah, pemimpin mengatakan dia ingin berhenti. Kau masih berumur 22 tahun, jadi tidak masalah. Tapi kami saat ini sudah mendekati usia 30-an…
Dan bukankah adalah waktu yang tepat untuk keluar dari pekerjaan tanpa henti yang disebut petualang? Terlebih Elliot sudah memiliki seorang kekasih. Jadi bahkan jika pemimpin tidak mengatakan untuk bubar, kurasa dia akan berhenti dalam waktu dekat”

“Yah, aku memang tidak ingin membuat dia terlalu khawatir”

Mendengar kata-kata Kiel, Elliot membalas sambil melirik ke atas.

Aku juga memikirkan hal itu.

 “Tap―tapi ..”

Kurune menunduk dengan perasaan kuat.

Sangat menyedihkan bagi teman-teman yang telah bersama selama bertahun-tahun untuk berpisah satu sama lain. Jadi aku mengeri apa yang Kurune rasakan.

“Apaan sik? Kitakan belum mati, jadi kita pasti bisa bertemu lagi nanti!”

Dengan kata-kata penyemangat itu, Kiel mencairkan suasana yang menyedihkan tersebut.

"Benar juga yah. Omong-omong, aku akan menjadi seorang kesatria kerajaan, jadi jika kalian datang ke ibukota kerajaan, kalian pasti akan selalu kuterima”

Elliotpun juga ikut berkata dengan ekspresi lembut.

Kiel memang selalu seperti itu. Dia selalu membangun mood dalam kelompok kami, membuat kami merasa nyaman dan terkadang malah mendorong kami untuk terus maju.

“Hmm? Jadi Elliot masih ingin bekerja, ya? Bukankah kamu sudah memiliki cukup banyak uang?”

“Aku merasa resah jika tidak banyak bekerja dan Ayah kekasihku juga seorang pemimpin ksatria jadi aku tidak bisa menolaknya”

Kami semua terkejut saat mendengar gumangan dari Elliot yang menunjukkan senyum pahit.

“Aku tahu kamu punya kekasih, tapi aku tidak menduga kalau dia seorang bangsawan”

Berbicara tentang seorang pemimpin ksatria, sudah pasti dia seorang bangsawan dalam bidang militer. Itu berarti Elliot akan diadopsi oleh keluarga istrinya. Jadi, sudah wajar jika dia tidak bisa menolaknya.

“Jadi setiap orang sudah memilih jalannya masing-masing, huh ..”

Kurune menyeka air mata yang jatuh dari matanya saat ia bergumam.

Sepertinya dia mulai mengerti.

“Enak tuh ~ jika Elliot manjadi seorang bangsawan ~”

Kiel menggoyang-goyangkan kursinya dan membuat suara berderit.

“Bagaimana denganmu, Kiel? “

“Oh, aku? Aku akan bepergian melintasi berbagai negara dengan semua uang  yang kita dapatkan dari menaklukkan naga. Makan makanan lezat dengan bebas, dan main dengan berbagai wanita layaknya seorang Raja”

Apakah dia senang Elliot bertanya? Kiel menunjukkan senyum ramah sambil menjawab pertanya itu.

Apa yang baru saja dikatakan Kiel adalah perilaku manusia yang sangat alami. Meski begitu, aku bahkan belum mempertimbangkan untuk melakukan hal-hal seperti itu. Karena itu memang tidak cocok untukku.

“Ya ampun, kau memang tidak pernah berubah”

“Benar-benar Kiel banget kan? “

"Itu Benar"

Semua orang menertawakan kata-kata Kiel seperti dulu.

“Aku....”

“Apa pun yang kau lakukan tidak akan penting, Kurune”

Saat Kurune mencoba mengatakan sesuatu, Kiel menyela.

"Apa maksudmu itu?!”

Kiel menggoda Kurune dan membuatnya marah. Begitulah percakapan biasanya berlangsung, dan itu membuat senyum di wajahku.

“Aku akan menjadi guru di akademi sihir karena aku diundang ke sana”

“Hehh, seorang guru, ya ...”

Mewakili bagaimana perasaan kami semua, Kiel berkata begitu.

“Eh? Aku menjadi guru di akademi sihir terkenal "Itu" loh? Bukankah kau harusnya menunjukkan sedikit reaksi seperti saat kau mendengar tentang Elliot?”

“Tidak, bahkan jika kau mengatakan itu, aku tidak tahu apapun tentang Akademi sihir para bangsawan”

Kiel menjawab seolah-olah itu adalah sesuatu, sementara Kurune yang menunjukkan ekspresi seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Diapun menatapku dan Elliot.

“Maaf, aku seorang pemula dalam kasus ini”

“Aku juga tidak tahu apa-apa selain pedang”

“Hah ........”

Kurasa aku tidak perlu ditanya lagi. Karena tidak mungkin bagi seorang yatim piatu yang mengambil pedang dan menjadi petualang mengetahui tentang Akademi sihir yang dimasuki oleh para bangsawan.

“Jadi bagaimana denganmu, pemimpin? Apa yang akan kamu lakukan?”

Kurune, yang baru saja menghela nafas, menatap arahku dan bertanya.

Kiel dan Elliot juga ikut memusatkan pandangan mereka padaku seolah-olah mereka juga bertanya akan hal itu.

“Aku akan tinggal di Nordende”

"" "... Nordende?!" ""






2 comments: