Sunday, 13 May 2018

Evil God Chapter 36


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 36 :
Manajemen Dungeon (2)


Topik kali ini adalah soal kenapa tidak ada yang datang ke Kuil Kegelapan.


Kuil Kegelapan diam-diam muncul setelah Raja Iblis telah dikalahkan.

Lebih tepatnya, gua yang merupakan jalan masuknya akan muncul.

Saat Raja Iblis masih hidup, jalan itu tidak akan terbuka.
Oleh sebab itu, tak akan ada yang bisa masuk.
Yah, semua dewa iblis mempunyai teknik transisi sehingga mereka bisa keluar masuk dari Kuil Kegelapan.

Bukan berarti kami terkurung di sana, kami telah bebas.
Tapi, kami tidak bisa begitu saja mengatakan. “Terima kasih telah membebaskan kami, sekarang waktunya umat manusia untuk binasa”. Seperti apa yang biasanya dikatakan oleh bos terakhir.
Tapi bukankah ceritanya lebih baik begitu? Aku ingin mengusulkannya pada Dewa.

Informasi mengenai Dewa Iblis hanya ada di sebuah desa kecil yang ada di sebuah gunung.
Jika ada “Orang yang pantas” datang ke sana, maka cerita itu akan disampaikan pada mereka.
Penduduk disana bertugas untuk menceritakannya.

Yang kumaksud dengan “orang yang pantas” adalah orang yang telah mengalahkan Raja Iblis.
Tapi biasanya, orang seperti itu tak akan datang ke desa terpencil untuk mencari informasi.

Informasi ini bahkan tidak ditulis di buku panduan, dan mereka juga tak mungkin bisa mencari informasi dengan membaca situs panduan.
Itulah kenapa tidak ada yang datang ke sini.

[Apa kalian mengerti sampai di situ? Kita harus memikirkan cara untuk memecahkan permasalahan ini.]

Saat pak tua bertanya, semua orang mengangguk.

[Kita tak bisa mengubah metode yang digunakan oleh desa itu. Dan kita juga dilarang untuk mempromosikan diri kita. Ini adalah aturan yang telah dibuat oleh Dewa.]
[Apa yang terjadi jika kita melanggarnya?]

Pemimpin divisi pertama pasukan dewa iblis, Adrigori, bertanya pada pak tua.

[Kau akan merasakan penderitaan yang menyakitkan.]

Peimimpin divisi ke-8, Morgan, menjawab pertanyaan itu.

[Aku pernah sedikit melanggarnya, dan aku merasa sakit selama sebulan. Saat itu begitu menyakitkan.]

Aku mengingat kembali saat itu.
Rasanya seperti terkena kutukan yang mengerikan.
Rasanya benar-benar sakit.

Sebenarnya, aku tidak melanggar aturan yang baru saja kami bicarakan.
Aku hanya melanggar aturan yang kubuat sendiri.
Aku berjanji pada Dewa kalau aku tak akan meninggalkan Kuil Kegelapan sebelum Pahlawan datang ke sana.
Tapi sebagai gantinya, aku diperbolehkan menggunakan sihir pada dunia manusia dari Kuil Kegelapan.
Akupun melakukan sebuah percobaan.

Kuil Kegelapan memiliki fungsi untuk menghubungkan subruang ini dengan dunia manusia kekuatan untuk menghubungkan dimensi.
Aku lalu menghubungkan keduanya dan menembakkan sihirku.
Kupikir ini baik-baik saja. Tapi ternyata tidak.
Setelah itu, aku merasakan penderitaan.

[Bukankah itu hal yang sepele?]

Morgan merasa bingung.
Tapi hal itu bukan hal sepele bagiku.

***

[Apa itu Kuil Kegelapan?]

Tiba-tiba aku ditanya tentang hal itu.

[Sebuah rumah? Tidak, sebuah istana? Kurasa sebuah istana yang disebut kuil]

Adrigori menjawab dengan serius.

[Bukan itu yang ingin kutanyakan. Kuil Kegelapan adalah sebuah  dungeon. Dan umat manusia tidak tertarik pada dungeon.]

Jika ditanya kenapa, jawabannya sangat mudah.
Tidak ada untungnya.

Di sebuah game offline, kau hanya bisa menaklukkan sebuah dungeon sendirian, maka harta yang ada di sana adalah milikmu seorang.
Tapi dalam game online, ada sebuah sistem yang membuat monster dan harta muncul kembali setelah beberapa saat. Jadi kau akan bersaing untuk mendapatkannya.
Ada juga sistem yang menyebabkan banyak dungeon terbuat secara tiba-tiba. Hal ini tidak bisa dilakukan dalam kenyataan.
Jika kita bicara tentang apa yang terjadi dalam kenyataan, maka tidak ada yang pernah menemukan harta setelah mereka menaklukkan sebuah dungeon.
Yah, ada juga kemungkinan bahwa mereka melewatkan harta tersembunyi. Tapi kemungkinan itu sangat kecil.
Itulah sebabnya tidak ada orang yang mau menjelajahi berbagai dungeon.

[Berarti, jika manusia tertarik pada dungeon, kita bisa meningkatkan kemungkinan seseorang datang ke Kuil Kegelapan.]
[Begitu ya... Mereka akan datang karena ini adalah dungeon tingkat tinggi, dan punya tingkat kesulitan paling sulit di dunia.]

Pemimpin pasukan ke-13, Jeko, juga sependapat.

[Tapi bagaimana cara kita melakukannya?]

Yang diinginkan setiap orang adalah keuntungan.
Jadi, ayo kita tinggalkan kotak harta di sana.
Akan lebih baik jika kita letakkan bos monster untuk menjaganya.

[Selama ada untung, orang-orang akan mengunjungi dungeon, dan suatu saat mereka akan tiba di Kuil Kegelapan.]
[Aku mengerti maksud Anda, tapi siapa yang akan melakukannya? Dan bagaimana caranya?]

Adrigori bertanya padaku.

[Kalian yang akan melakukannya.]

Saat aku mengatakannya, semua pemimpin pasukan saling melihat satu sama lain.

[Apa Anda ingin kami, dewa iblis, meletakkan harta di sana?]

Jeko terkejut mendengar jawabanku.

[Ya.]
[Kalau begitu, kami juga akan bertindak sebagai bos di sana. Sepertinya cukup menyenangkan. Ayo kita putuskan kalimat apa yang akan kita katakan saat ada musuh yang datang.]
[Tidak, jika pemimpin pasukan bertarung melawan mereka, maka umat manusia tak akan punya kesempatan untuk menang, monster terlemah milik kita juga tidak boleh.]

Lagipula, tak mungkin mengutus dewa iblis yang menggunakan jaki mereka.
Akhirnya aku memutuskan untuk membuat aturan dungeon.
Kotak harta akan muncul di tempat yang acak dalam waktu yang telah ditentukan. Sepertinya setiap seminggu atau sebulan sekali sudah bagus.
Agar kami tidak ketahuan, kami akan menyembunyikan jaki kami.
Kami juga akan menempatkan monster lemah di sana.
Kami akan membawa mereka dari tempat lain.

Monster yang digunakan untuk bos terakhir akan ditempatkan jauh di dalam dungeon.
Untuk bos yang ada di tengah, kami akan menggunakan monster panggilan.
Mereka bahkan cukup berbahaya bagi manusia.

Aku juga ingin membuat jebakan dan sebagainya, tapi itu untuk nanti saja.

Ayo lakukan hal ini pada 5 buah dungeon saja.
Karena kami baru memulai hal ini, mengurus banyak dungeon sekaligus akan sangat sulit.
Kami akan menambah jumlahnya di masa depan.

[Omong-omong, apa yang akan kita gunakan sebagai hartanya?]

Pemimpin divisi ke-5, Gareth, bertanya padaku.

[Bukankah ada banyak harta tak terpakai di Kuil?]
[Benar juga.]

Kami akan menyingkirkan sebagian harta di Kuil Kegelapan.
Lagipula, kotak harta tidak harus berisi banyak harta.
Kami punya cukup harta untuk digunakan selama satu tahun.
Jika dana kami mulai habis, kami akan mendiskusikannya lagi pada saat itu.

[Jangan taruh pedang atau item sihir yang terlalu kuat.]
[Baiklah. Aku tak akan meletakkan Pedang Suci dan sejenisnya.]
[Pedang itu bahkan tidak ada di sini.]
[Iya juga, ya?]

Gareth menepuk keningnya.
Setelah itu, kami membahas operasi yang akan kami lakukan dan menyelesaikan pertemuan pada hari itu.                                                                                                                          

3 comments: