Sunday, 20 May 2018

Evil God Chapter 38


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 38 :
Lapisan yang Terbuka (2)



Sang Pahlawan Fiona Spencer sedang khawatir.
Dia mengkhawatirkan soal kejadian yang terjadi saat pertarungan di Rhodan sebelumnya.
Ini tentang saat dia diserang oleh seorang pria misterius.
Pria itu memakai pakaian kerja biasa.
Namun pada pakaian itu terdapat lambang Akademi Cantabridge.

Dengan kata lain, kemungkinan besar dia adalah petugas kebersihan di Akademi Cantabridge.
Fiona juga seorang pengajar paruh waktu di sekolah. Setidaknya dia ingat wajah setiap petugas kebersihan.
Namun dia tak bisa mengingat wajah pria misterius itu.
Dia pikir penyebabnya karena waktu itu sudah sore dan keadaan sudah mulai gelap.

Sebenarnya itu adalah efek jaki. Tapi Fiona tidak tahu soal hal itu.

Dia memeriksa informasi setiap pekerja, dan mengetahui bahwa ada satu petugas kebersihan baru yang baru saja dipekerjakan di sana.
Saat dia memeriksa latar belakang orang itu, dia tak menemukan keanehan.
Daripada tidak ada yang keanehan, lebih tepat kalau disebut hampir tidak ada informasi yang bisa ditemukan.
Biasanya orang seperti itu tidak akan dipekerjakan.
Tapi orang ini mendapat rekomendasi dari kepala sekolah Serina.

Demi mendapat informasi, dia pun mengundang salah satu sekertaris kepala sekolah, Orion, untuk makan malam.
Di saat yang bersamaan, dia juga mengundang salah satu temannya dari serikat petualang, seorang resepsionis bernama Auretta.

***

[Akhir-akhir ini, sesuatu yang luar biasa telah terjadi.]

Awalnya Orion sangat tenang, tapi saat dia meminum sake, dia mulai banyak bicara.

[Kepala sekolah sangat tergila-gila pada pria ini, dan aku sangat terkejut melihatnya.]

Fiona dan Auretta pun terkejut.

[Kudengar kepala sekolah sudah hidup selama 70 tahun. Tapi bukankah tidak pernah ada desas-desus soal hubungan asmaranya?]

Orion mengangguk mendengar perkataan Fiona.

[Ya, aku jadi berpikir bahwa mungkin semua itu dikarenakan beliau selalu memikirkan pria ini.]
[Teknik rahasia milik kepala sekolah membuatnya tetap awet muda seperti berumur 20 tahun, apa mungkin pria ini sudah tua?]
[Pria itu... terlihat seperti orang ganteng berusia 20 tahunan.]
(Shiro7D : Ikemen)
[Kalau begitu, bukankah mereka baru saja bertemu akhir-akhir ini?]

Mendengar informasi yang tidak masuk akal ini, Fiona berpikir kalau Orion sudah terlalu mabuk.

[Tapi ada banyak hal yang membuatku yakin tentang hubungan diantara mereka berdua memang seperti itu. Hal pertama yang dia katakan padaku adalah untuk menyampaikan “Meskipun kubilang bahwa kita tak akan bertemu lagi, maafkan aku karena sekali lagi aku telah berbohong” kepada kepala sekolah.]

Orion pun menenggak bir di depan Fiona.

[Aku menolak dan mengatakan bahwa aku tidak bisa menyampaikan pesan itu pada kepala sekolah, tapi dia meminta dengan sikap yang sangat baik dan akhirnya akupun setuju. Dan saat aku menyampaikan hal itu pada kepala sekolah, beliau sangat terkejut. Kemudian beliau berlari menuju pria itu, lalu memeluknya.]
[Kyaaa----]

Jika dilihat dari jauh, percakapan mereka seperti sebuah pertemuan para gadis yang membicarakan soal cinta.

[Setelah itu, beliau memutuskan untuk memberinya dan si idiot sebuah perkerjaan.]
[Si idiot?]
[Ya. Dia sangat bodoh. Aku menghabiskan banyak waktu untuk mengajarinya. Dia seperti orang yang memiliki gangguan mental. Lalu pria tampan itu menjadi seorang pengajar, dan si idiot menjadi petugas kebersihan.]

Fiona pun sontak berdiri mendengar hal itu.
Itu adalah informasi yang dicarinya.

[Ada apa?]

Auretta bertanya dengan ekspresi bingung.

[Tidak ada. Petugas kebersihan baru itu orangnya seperti apa?]
[Hmm. Aku tidak pernah bertemu dengannya lagi selain saat pelatihan pegawai baru... Yah, sepertinya dia bekerja dengan serius, dan reputasinya juga tidak buruk.]
[Apa ada yang lain? Apa saja yang bisa kau beritahu.]

Fiona mencondongkan tubuhnya ke depan dan terlihat sangat tertarik.
Orion salah paham dengan alasan kenapa Fiona tertarik akan hal itu.

[Eh? Kau tertarik padanya? Sebaiknya jangan! Jangan mengejar pria seperti dia!]
[Tidak, bukan itu maksudku.]
[Fiona pasti bisa memilih pria mana saja yang kau inginkan.]
[Tidak, aku tidak punya perasaan seperti itu padanya...]

Fiona merasa lelah.

[Mencari pria yang cocok untukmu sangat sulit.]
[Itu sebuah kesalahpahaman. Bukankah para bangsawan sering membicarakan tentang pernikahan?]

Auretta memotong pembicaraan mereka.
Soalnya dia sering mendengar keluhan Fiona.

[Pokoknya aku tidak menginginkan hal itu!]

Fiona mengutarakan keluhannya dengan nada keras.

[Pokoknya, jangan pernah mengejar seorang pria yang bernama Jeko itu.]
[Jeko?]

Kali ini giliran Auretta yang terkejut. Soalnya akhir-akhir ini dia baru saja mendengar nama itu.

[Itu nama yang sangat umum, kan?]
[Ya, soalnya nama itu merupakan nama orang yang pernah muncul dalam sejarah. Apa dia mempunyai rambut merah?]
[Ya.]

Auretta menjadi yakin setelah mendengar jawaban itu.
Dia adalah bawahan Ashtal yang beberapa hari lalu ditemuinya.

Jika memang begitu, apa mungkin Fiona sedang menyelidiki mereka?
Auretta meningkatkan kewaspadaannya.

Fiona adalah salah satu temannya. Tapi Ashtal adalah tuannya.
Tentu saja Auretta tahu siapa yang harus dia pilih.
Tapi pasti ada jalur dimana mereka berdua tidak bertentangan satu sama lain.

[Ada satu orang lagi. Seorang anak laki-laki yang dimasukkan ke kelas A jurusan petualang. Mereka bertiga sepertinya saling kenal.]
[Bukankah kau sudah terlalu banyak memberitahu kami? Apa kau boleh memberitahu informasi ini?]

Auretta dengan cepat menghentikan pembicaraan itu.

[Kalau yang bertanya adalah pahlawan, aku pasti akan memberitahukannya. Ah, Auretta, tolong rahasiakan soal pembicaraan ini.]

Orang mabuk tak ada malunya.
Setelah itu, dia mendengar berbagai macam cerita, tapi Fiona tidak mendapatkan informasi lain yang berguna.

***

Beberapa saat kemudian.
Fiona bertemu secara rahasia dengan Raja Kerajaan Briton, Richard II.

[Begitu... Sepertinya ada banyak kejanggalan.]

Ini soal perang beberapa hari yang lalu.
Dan soal Penyihir Agung Serina-sama.
Dan juga soal tiga dewa iblis.

[Tapi di saat bersamaan, semua ini merupakan cerita yang tidak masuk akal.]

Richard II membuat wajah kesulitan.
Tidak banyak hal yang mereka ketahui.

[Semua pasti selesai jika Serina mau berbicara soal hal ini.]
[Beliau telah menyembunyikan hal ini sendirian selama lima puluh tahun.]
[Lima puluh tahun yang lalu... Aku tidak ingin menerima semua hal yang dikatakannya, tapi tak ada gunanya juga untuk menginterogasinya pada saat itu.]

Ada kebohongan dalam perkataannya.
Tapi, apa perlu mengungkapkan kebenaran soal hal itu?
Richard II tidak tahu.

[Apa kau... bisa mengalahkan mereka?]
[Aku tak akan tahu jika tidak mencobanya.]

Itu adalah jawaban terbaik yang bisa diberikan Fiona yang merupakan bagian dari militer.

[Setidaknya, tidak diragukan lagi jika mereka lebih kuat dari Raja Iblis Lamelept yang pernah kulawan.]
[Aneh sekali bahwa makhluk seperti mereka terus bersembunyi. Terlebih, mereka bukan ras manusia maupun ras iblis.]
[Ya, mereka memiliki aura yang berbeda.]

Dewa Iblis. Ras yang mengeluarkan jaki.
Ras yang tidak diketahui oleh manusia.

[Apakah aku harus melanjutkan penyelidikan ini atau tidak, kupikir akan lebih baik jika aku bertanya keputusan Yang Mulia terlebih dahulu.]
[Bagus sekali. Karena kamu seorang pahlawan, aku tak akan menyalahkanmu jika kau ingin bergerak dengan keputusanmu sendiri.]
[Masalah ini terlalu berbahaya untuk kuselidiki seorang diri. Dan juga, anggap saja ini sebagai persiapan jika sesuatu terjadi padaku.]

Dengan kata lain, jika dia menyelidiki permasalahan ini, ada kemungkinan Fiona akan terbunuh.
Jika dia tidak memberitahu siapapun, maka informasi ini tidak akan pernah diketahui.
Kejadian itu harus dihindari.

[Mereka tidak berbahaya bagi manusia.]
[Ya, sepertinya memang begitu untuk saat ini.]
[Karena mereka bersembunyi, sepertinya mereka tidak ingin diselidiki.]
[Ya.]
[Meskipun aku merasakan ada keberadaan yang berbahaya, sepertinya tidak ada untungnya menyelidiki mereka dengan tergesa-gesa.]

Richard II membuat kesimpulan sendiri.
Bukankah tidak ada gunanya memasuki sarang harimau?
Dia pun kembali melihat laporan sembari memikirkan hal itu.

[Hmm. Mereka berada di Akademi Cantabridge. Satu orang guru, satu orang petugas kebersihan, dan satu orang siswa?]
[Ya. Dia telah menjadi teman kelima tuan putri Yufilia di sekolah.]
(Tl: Tiraiza, iris, Jiemi, Fiona. Kelima Ashtal)
[Apa kau bilang?]
[Mereka sering terlihat dan melakukan aktivitas klub bersama.]
[Apa?]

Raut wajah Richard II berubah.

[Yufilia memang pernah mengatakan kalau anggota kelompoknya bertambah. Tapi aku tak menyangka kalau itu adalah dia...]
[Begitulah.]
[Cepat selidiki dengan kekuatan penuh!]
[Eh? Tapi....]

Fiona terkejut melihat sikapnya yang berubah 180 derajat dari sebelumnya.

[Tidak, bagaimana kalau memberitahu Yufilia dan menyuruhnya untuk menjauhinya?]
[Kurasa itu akan lebih berbahaya. Yufilia tak akan bisa bertindak seolah dia tak tahu apa-apa, itu akan membuat anak laki-laki itu curiga.]
[Benar juga. Itu adalah hal yang bodoh.]
[Lebih baik kita merahasiakannya untuk saat ini.]

Richard II mulai tenang setelah membicarakannya.
Namun keputusannya masih belum berubah.

[Tidak perlu melakukan hal yang mustahil dalam penyelidikan. Tapi kita tak boleh tidak mengetahui apapun.]
[Baiklah.]
[Jika kau butuh sesuatu, cepat beritahu aku.]
[Baiklah, aku ingin meminjam sekertaris bendahara Eldred untuk membantu penyelidikanku.]

Richard II mengerutkan keningnya setelah mendengar hal itu.

[Sekertaris bendahara? Apa kau berencana untuk menggunakan banyak dana?]
[Tidak juga. Tapi selama aku dibantu oleh sekertaris bendahara, aku bisa dengan mudah melakukan banyak hal.]
[Baiklah. Aku akan berbicara dengannya.]
[Terima kasih.]

Richard II tidak menyadari bahwa Fiona menyeringai untuk sesaat.





 Sebelumnya || Daftar Chapter  ||  Selanjutnya

6 comments: