Saturday, 5 May 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 221 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal 

Chapter 221: Ferzen, dan 
Jembatan



Maafkan saya karena meminta yang tidak-tidak.(Touya)

Ti-tidak apa-apa, tolong jangan terlalu dipikirkan.(Reinhardt)

Raja Kerajaan Ksatria Restia melambaikan tangannya sambil tersenyum.

Dia tetap menjadi orang baik dengan penampilan yang bagus.

Seperti yang diharapkan dari kakak ipar, Reindhardt.

Yah, walau aku masih belum menikahi Hilda, sih.

Saat ini, kami sedang menaiki kereta kuda milik Negara Ksatria Restia, menuju ke Ibukota Ferzen.

Raja Ksatria Restia telah membuat janji pertemuan dengan Raja Ferzen.

Aku telah memindahkan kereta kuda ini bersama dengan para pengawal di dekat kota karena aku tidak bisa masuk ke pusat kota secara tiba-tiba dengan [Gate].
Kami pun sampai bersama dengan Raja Ksatria Reinhardt dengan suara clip-clop yang dari kuda-kuda penarik kereta.

Aku telah menunjukkan hasil dari pelacakan pencurian yang terjadi pada Raja Ksatria Restia dan memberitahu bahwa Ferzen-lah pelakunya. Raja Restia menyilangkan tangannya dan berpikir keras, saat dia menanyakan alasannya.

Bagaimana cara mengatakannya, yah?… Saya penasaran, apakah Raja Ferzen benar-benar melakukan hal seperti itu?(Reinhardt)

Restia dan Ferzen adalah negara yang bertetangga.

Hanya ada Ferzen dan Kerajaan Lail di sebelah utara Restia, dan negara ini tidak memiliki perbatasan yang lain kecuali dengan dua negara tersebut.

Oleh karena itu, ikatan Negara Restia dengan para tetangganya sangat erat.

Jika dilihat dari sejarah mereka yang panjang, sepertinya mereka bermusuhan satu sama lain, namun saat ini mereka secara moderat melanjutkan relasinya sebagai tetangga yang baik.

Menurut Raja Ksatria Restia, Raja Ferzen memiliki pemikiran yang luas (broadminded), sangat terampil, tidak memikirkan hal-hal kecil, dan memiliki kepribadian yang berbeda dari seorang penyihir.

Beliau adalah orang hebat, karena banyak orang yang mengatakan kalau berlatih adalah hobinya.

Menurut kabar, Raja sebelumnya terlalu menyibukkan diri dengan penelitian sihir, hingga ia tewas karena suatu kecelakaan dalam penelitian itu.

Lalu, orang yang mewarisi takhtanya adalah adik laki-lakinya sendiri yang menjadi raja yang sekarang.

Raja Ferzen yang sekarang, Boulange Frost Ferzen berbeda dari kakaknya sejak masih kecil.

Perbedaannya adalah, ia lebih menyukai bela diri daripada sihir, dan sepertinya hal itu tidak berubah bahkan setelah ia menjabat sebagai raja.

Alasan kunjungan kami kali ini mengenai pulau kecil bernama Einlash yang ada di tengah-tengah Rodomea, Ferzen, Lail, dan Restia yang berada di laut Rondo dan terus melaju sampai ke Sungai Besar Gau.

Untuk sementara, pulau ini dianggap sebagai daerah Restia, dan sepertinya ada banyak makhluk sihir disana dan tidak ada sumber daya alam yang bisa diperoleh disana.

Tanahnya tidak subur sampai-sampai tumbuhan pun tidak tumbuh, dan ada juga makhluk sihir di dekat sungai yang menyerang kapal yang lewat.

Sejujurnya, ini adalah pulau yang tidak berguna.

Akan tetapi, aku telah melihat lokasinya dan mengusulkan ide yang ada di kepalaku pada Raja Ksatria Restia.

Yah, singkat cerita, aku mengusulkan pada mereka untuk membangun sebuah jembatan yang menghubungkan keempat negara dan menjadikan pulau ini sebagai pusatnya.

Jembatan-jembatan ini akan sangat panjang, tapi bukan tidak mungkin untuk membangunnya.

Jika jembatan-jembatan tersebut dibangun, jalur perdagangan akan mempermudah Restia, Rodomea, Lail, dan Ferzen dalam urusan perdagangan.

Yah, jika kegiatan jual-beli di pulau ini dapat dijalankan, pulau tersebut mungkin bisa berkembang menjadi tempat perdagangan.

Biasanya, beberapa aturan dan semacamnya akan diterapkan oleh setiap negara, dan mereka akan bisa melakukan kegiatan jual-beli.

Aku akan membangun jembatan-jembatan tersebut dari pulau Einlash ke tiap negara, dan aku berharap untuk mendapatkan sebagian uang tol jika aku bisa menghabisi makhluk sihir yang ada.

Aku telah menerima izin dari ketiga negara, lalu sisanya adalah mendapatkan izin dari Ferzen.

Jika aku tidak mendapatkan izin dari Ferzen, aku bermaksud untuk membuat jembatan hanya untuk tiga negara saja, tetapi di situasi ini, kupikir mereka tidak akan membuat rugi negara mereka.

Saya telah mendengar kalau Ferzen sedang mengembangkan teknologi sihir.(Touya)

Itu benar. Mereka juga sedang meneliti ilmu sihir kuno seperti artifak, penelitian sihir kuno, sihir pengukiran, sihir penguat, seni azimat, ninjutsu, dan sihir kepercayaan makhluk buas.(Reinhardt)

Pada dasarnya, apa yang dinamakan [Sihir] hanya memiliki 7 atribut, tapi selain itu, [Seni] yang menggunakan kekuatan sihir karena perkembangan zaman, juga ada.

Agar lebih mudah untuk memahaminya, itu sama dengan ninjutsu yang Tsubaki-san gunakan.

Tidak seperti sihir, hal Ini tidak dipengaruhi sesuatu dari atribut sihir, jadi ini adalah sesuatu yang bisa dipelajari semua orang.

Akan tetapi, latihan yang sangat keras akan dibutuhkan untuk bisa melakukannya.

Jika ada orang yang memakan waktu lima tahun untuk mendapatkan pengetahuan itu, pastinya ada juga orang yang tidak bisa mendapat apa-apa kecuali dasarnya saja meski telah belajar selama 1 dekade.

Pernyataan ini bisa berarti bahwa [Seni] dan ninjutsu adalah sesuatu yang lebih mementingkan bakat daripada sihir.

Selain itu, sulit juga untuk mempelajari semua [Seni] tersebut karena beberapa [Seni] hanya diajarkan pada beberapa keluarga saja di beberapa tempat.

Kalau tidak salah, seni azimat adalah skill yang digunakan oleh orang bernama Daoshi, di Yuuron.

Meski Touya-dono juga memilikinya, namun hanya sekitar 60% dari senjata-senjata dan armor-armor yang diperkuat dengan sihir buatan Ferzen. Angka kesuksesan mereka tidak 100% seperti [Enchant] milik Touya-dono, jadi mereka mungkin tidak bisa melakukan produksi massal yang stabil.(Reinhardt)

Apakah maksud Anda mereka memiliki banyak produk gagal? Tapi berapa banyak angka kemungkinannya?(Touya)

Sepertinya bagus kalau mereka bisa membuat 1 dari 10 kali percobaan(Reinhardt)

Jadi dibawah 10% ya…

Yah, pantas saja kalau harganya mahal.

Sepertinya cara untuk meningkatkan angka sukses dari sihir penguat atau semacamnya ada di [Perpustakaan].

Tidak, mungkin tidak ada jika sebuah sistem itu dikembangkan secara individual.

Kenyataannya, ninjutsu lahir di Ishen, tapi sepertinya tidak ada orang yang hidup disana 5000 tahun yang lalu…

Sementara aku memikirkan hal ini, kereta kami melewati Kota Istana, dan memasuki Istana Kerajaan Ferzen.

Istana Ferzen entah dari mananya berbeda dari istana bergaya Prancis dan lebih terlihat seperti Benteng Inggris.

Istana itu terlihat bagus, atau mungkin lebih tepat jika aku bilang bahwa aku bisa mengetahui sejarahnya.

Istana yang berdiri di sebuah bukit, gambaran ini terasa seperti Istana Penyihir di masa lampau.

Kami sampai di depan pintu istana, dan aku turun bersama sang Raja Ksatria.

Lalu, kami melihat seorang laki-laki berdiri di jalan masuk ke aula.

Ia memiliki umur sekitar 40 tahunan.

Ia juga cukup tinggi dan mengenakan armor berkilauan dan gemercikan.

Ia terlihat seperti seorang pemain football Amerika atau seorang pegulat.

Janggutnya menutupi sebagian besar bagian bawah wajahnya, dan rambut yang ditata ke belakang, bercampur dengan sedikit uban dan disisir dengan tidak beraturan.

Sulaman emas terjahit di mantel pendek putih miliknya, dan tangannya memegang sebuah tongkat platinum.

Lebih dari itu, apa yang menarik perhatianku adalah bekas luka cakar besar di pipinya.

Apa-apaan itu?

Apakah ia melawan seekor macan?

Selamat datang di Ferzen, Raja Ksatria Restia dan Raja Muda Penguasa Brunhild.(Boulange)

Sambil berkata demikian, Sang Raksa───Raja Kerajaan Ferzen, Boulange Frost Ferzen, tersenyum dengan lebar.

***

Jadi begitu, jembatan ke Einlash, ya? Memang, keuntungan yang diterima masing-masing negara akan cukup besar jika jembatan itu dibuat. Akan tetapi…(Boulange)

Sang Raja Ferzen menarik-narik janggutnya sambil mendengarkan ucapan kami.

Apakah ada masalah?(Touya)

Meski jembatan itu selesai dibuat, Einlash adalah wilayah Restia. Kalau seperti itu, bukankah mungkin bagi Restia untuk menghentikan perdagangan negara-negara lain tergantung dari keinginan mereka?(Boulnage)

Anda tidak perlu khawatir akan hal itu. Pulau itu akan dibagi menjadi empat bagian dan kepemilikannya akan diberikan pada masing-masing negara setelah penyelesaian jembatan tersebut selesai. Masing-masing negara akan membayar 10% dari uang hasil tol pada Brunhild sebagai bayaran karena telah membuat jembatan kepada negara mereka.(Reinhardt)

Sang Raja Ksatria Restia pun menjawab tentang kekhawatiran Raja Ferzen.

Sejujurnya, membuat jembatan secara gratis itu tidak apa-apa, tapi aku sebaiknya  mengambil uang tol itu atau masalah mungkin akan terjadi di masa mendatang seperti yang telah Gubernur Utama Rodomea katakan.

Oleh karena itu, aku telah memutuskan untuk mengambilnya.

Bayarannya cukup murah, tapi itu tetap saja uang yang cukup banyak karena aku akan membuat jembatan yang cukup panjang.

Nantinya 10% dari uang tersebut akan dibayarkan padaku.

Aku juga telah memutuskan untuk tidak mengambil uang lebih banyak lagi setelah menerima pembayaran tersebut.

Jika semuanya berjalan dengan mulus, mereka akan bisa membayarnya paling lambat 10 tahun.

Tentu saja, aku tidak keberatan mereka membayar semuanya langsung kalau mereka bisa melakukannya.

Sebenarnya, aku berniat untuk membuat Gerbang-Pemindahan, tapi hanya aku yang bisa memperbaikinya jika gerbang-gerbang itu rusak.

Jika mempertimbangkan masa depan, jembatan akan jauh lebih baik.

Akan tetapi Raja Penguasa Brunhild, totalnya jembatannya adalah empat, 1 jembatan untuk tiap negara. Apakah Anda benar-benar bisa membuatnya?(Amond)

Orang yang mengatakannya adalah orang tua yang duduk di meja bundar sama seperti kami.

Ialah Perdana Menteri Ferzen yang berambut kastanye dan bermata biru dengan ekspersi layaknya elang di wajahnya.

Apakah namanya Amond, yah?

Jika materialnya ada, saya bisa melakukannya dalam 3 hari. Saya tidak akan membuat jembatan kompleks.(Touya)

Tak peduli bagaimana caranya, tidak kah Anda terlalu yakin dengan mengatakan kalau pengerjaan jembatan-jembatan itu hanya akan memakan waktu 3 hari? Meski jika Raja Penguasa menggunakan raksasa bernama framegear itu, Anda mungkin tetap tidak akan bisa menyelesaikannya dalam waktu 3 hari, kan?(Amond)

Amond tidak terlalu terang-terangan tapi ia melihatku dengan mata keraguan.

Yah, mau bagaimana lagi kalau ia tidak percaya, kan?

Disamping itu, aku tidak akan menggunakan framegear untuk membangunnya.

Karena aku akan menggunakan [Lokakarya] untuk membangunnya dengan cara yang sama seperti yang telah kami lakukan dengan Istana Brunhild.

Pekerjaan kali ini lebih sulit, tapi sekarang [Lokakarya] ditenagai oleh [Menara].

Oleh karena itu, [Lokakarya] bisa digunakan untuk menyelesaikannya.

Saya tidak akan menggunakan framegear untuk membangunnya. Ada sesuatu yang bisa mengambil material-material dan memindahkannya ke tempat yang dituju. Dengan kata lain, sesuatu itu bisa membuat kembali batu-batu dalam bentuk jembatan.(Touya)

…Apakah sesuatu itu artifak?(Rudou)

Saya rasa, mirip seperti itu. Meski hanya saya yang bisa memakainya.(Touya)

Orang yang menyela dari samping barusan adalah orang kurus dan murung yang aku tidak pahami apa yang ia pikirkan.

Sekarang, matanya bersinar terang meskipun barusan matanya terlihat seperti ikan mati.

Ialah penyihir Kerajaan Ferzen.

Apakah namanya Rudou, yah?

Kenapa hanya Raja Penguasa yang bisa menggunakannya?(Rudou)

Satu-satunya jawaban yang bisa saya katakan, artifak itu memang seperti itu. Masalah ini adalah Rahasia-Nomer-Satu bahkan di negara kami, jadi tolong maafkan saya.(Touya)

Begitu ya?… Sayang sekali.(Rudou)

Sambil sedikit mengeluh, mata Rudou sekali lagi terlihat seperti ikan mati.

Sepertinya ia acuh tak acuh sepenuhnya pada hal yang tidak menarik baginya.

Raja Ferzen pun menatapku dengan senyuman pahit.

Maafkan saya. Penelitian orang ini terlalu melelahkan dan membuatnya lelah.(Rudou)

Ahh, tidak apa-apa. Saya tidak keberatan.(Touya)

Aku sudah terbiasa melihat reaksi seperti itu terhadap sihir yang tidak diketahui sama seperti Charlotte-san dari Belfast ataupun gurunya, Rin.

Di tempat ini hanya ada aku, Raja Ksatria Restia, Raja Ferzen, Perdana Menteri Amondo, Penyihir Kerajaan Rudou, dan satu orang lagi.

Sang Raja Penguasa tidak hanya memiliki prajurit raksasa namun juga memiliki alat-alat dan artifak yang mengagumkan. Seperti yang diharapkan, apakah Anda menemukannya di reruntuhan?(Lizes)

…Kebanyakan, namun tidak semuanya. Ada juga beberapa hal yang aku buat secara pribadi.(Touya)

Ah, begitu ya. Selain memiliki [Enchant], Sang Raja Penguasa juga menguasai semua atribut sihir. Sungguh membuat iri.(Lizes)

Lizes, ketua guild [Dewan Perdagangan dan Industri Mistis] yang mengurusi semua penyihir, ahli dan pedagang Ferzen mengatakannya dan tertawa.

Rambutnya beruban dan ia memakai kacamata hitam.

Aku tidak tahu kalau kacamata hitam ada di dunia ini…

Terlebih lagi, kacamata itu memiliki kekuatan sihir.

Pasti sebuah penguatan enchant telah diaplikasikan padanya.

Mencurigakan.

Yah, aku tidak bisa langsung menyimpulkan kalau ia benar-benar mencurigakan hanya karena ia memakai kacamata hitam, sih.

Sejujurnya, setelah bertemu dengan Raja Ferzen, aku tidak berpikir kalau ia dalang dari pencurian bagian-bagian framegear, sama seperti yang telah Raja Ksatria ucapkan.

Ini hanya intuisiku, tapi ia mungkin menyembunyikan jati dirinya dengan sangat baik.

Perdana Menteri Amond, Penyihir Kerajaan Rudou, dan Presiden Perusahaan Lizes.

Satu diantara tiga orang ini mungkin dalangnya.

Dalangnya mungkin bekerja sendiri tanpa izin dari Raja Ferzen.

Ketiga-tiganya mungkin memiliki kekuatan untuk melakukannya.

Sangat buruk.

Aku mulai meragukan semua orang disini.

Baiklah, saya menerima permasalahan mengenai jembatan ini. Sama seperti tiga negara lainnya, kami akan membayar sebagian uang tol kepada Brunhild, yang akan diambil sebagai pembayaran atas ongkos konstruksi, setelah pembangunanya selesai.(Boulange)

Yang Mulia, apakah ini baik-baik saja?(Amond)

Perdana Menteri Amond pun menanyakannya sebagai konfirmasi Raja.

Jika hanya negara kita yang tidak berpartisipasi, maka kita mungkin rugi besar. Terlalu rumit untuk berpikir bahwa ketiga negara lain itu akan bersekongkol dan menginvasi kerajaan kita. Raja Penguasa Brunhild-lah yang menjadi penengah, jadi daerah bangsawan mungkin akan menolong jika sesuatu terjadi, kan?(Boulange)

Jika akhirnya seperti itu, maka kami akan menolong.(Touya)

Saat ini kau boleh mengatakan kalau ke-4 negara tersebut memiliki persahabatan.

Akan tetapi, aku tidak tahu kapan situasinya akan berkembang pada suatu titik dimana perang terjadi atas suatu motif tertentu.

Bahkan, ada kemungkinan kalau jembatan tersebut akan digunakan sebagai rute invasi.

Oleh karena itu, untuk berjaga-jaga, aku bermaksud untuk membuat barir pertahanan dan beberapa dinding sebagai persiapan balasan atas itu.

Baiklah, sekarang ada sesuatu yang saya ingin tunjukkan pada Raja Penguasa Brunhild, se umpama masalah jembatan itu cocok dengan ini, tapi, apakah anda berkenan?(Boulange)

Sang Raja Ferzen pun menunjukkan senyum tak gentar sambil menatapku.

Kenapa, yah?





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

1 comment: