Saturday, 12 May 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 224 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal 

Chapter 224: Penyelesaian Jembatan, dan Nasi Kari




Putra dari Ketua Asosiasi Emas (Gordian) sebelumnya… Tidak aneh baginya untuk mengikuti ayahnya, dan bahkan membuat organisasi baru…

Apakah tujuan mereka adalah untuk membangkitkan sihit tabu dan artifak?

Untuk suatu alasan tertentu, kurasa itu cukup aneh.

Asosiasi sebelumnya mungkin memiliki ide bagus dan bergerak secara berhubungan.

Akan tetapi, Asosiasi Emas yang baru (sementara) rasanya bekerja untuk tujuan yang berbeda…

Yah, ini hanyalah tebakanku saja, sih.

Aku mulai kerepotan, jadi Kaisar Regulus mulai berbicara.

Tidak ada yang bisa kita lakukan meski jika kita membahas sesuatu yang tidak jelas. Namun, saya percaya untuk berpikir bahwa orang seperti itu mungkin ada.(Zephirus)

Anda benar. Ferzen akan terus memantaunya. Saya akan memberitahu Anda jika saya menemukan sesuatu.(Boulange)

Kemudian, aku memberi sekitar 3 cermin sihir kepada Raja Ferzen untuk komunikasi urgen.

Dia akan dapat mengirim pesan ke Brunhild, Regulus, dan juga Restia.

Tentu saja, aku juga memberikan cermin sihir kepada Kaisar Regulus dan Raja Ksatria Restia agar dapat memberi pesan ke Ferzen.

Saat itu Tuan Putri Elisha-lah yang secara tidak terduga, kagum terhadap cermin sihir tersebut.

Ia mengirim surat terus-menerus dengan matanya yang berkilauan.

Apa yang kakak iparku lakukan, sih?

Yah, ia datang kemari untuk belajar teknik sihir karena ia tertarik pada bidang tersebut.

Baiklah~ Karena saya sudah mendapat izin dari ke-4 negara, haruskah saya membuatnya dengan cepat?(Touya)

Saat aku menyampaikan pemikiranku, Raja Ferzen pun melihatku dengan ragu dan mulai berbicara.

Mungkin sudah terlambat untuk membicarakannya, tapi apakah Anda benar-benar bisa membangun jembatan-jembatan itu? Beberapa saat yang lalu Anda mengatakan kalau pembangunannya akan memakan 3 hari…(Boulange)

Ara?
Ternyata ia benar-benar tidak mempercayaiku.

Ada banyak monster di laut Rondo dimana pulau Einlas berada, tapi ombak disana cukup lemah.

Aku berencana untuk menaikkan jurang di beberapa tempat dari bawah laut, menjadikannya sebagai pondasi, mengirim bagian-bagian jembatan dari Babylon dan menyambungkannya.
(TL: Membangun jembatan bagi Touya hanya seperti menyambung LEGO)



Jembatan-jembatan ini cukup panjang.

Jadi, sebaiknya aku juga menyiapkan beberapa tempat seluas plaza sebagai tempat istirahat di perjalanan seperti halnya area service di jalan raya.

Jika setiap Ksatria Negara menjaga tempat tersebut, seharusnya mereka bisa menjaga ketertiban dan menjaganya sampai beberapa waktu.

Ah, haruskah aku juga membuat toilet dan WC atau semacamnya?

Sejujurnya, aku juga ingin memasang kereta, tapi ide itu mungkin masih terlalu cepat untuk dilakukan.

Meski aku berencana untuk membiarkan jembatan itu lebar agar menjadi antisipasi untuk kedepannya.

Untuk hari ini, haruskah aku membuat pondasinya dulu?

Aku juga harus melakukan sesuatu dengan makhluk sihir di pulau, sementara [Lokakarya] membangun jembatannya.

Kurasa aku tidak bisa menghabisi mereka semua seperti saat aku membangun Brunhild.

Jumlah mereka juga banyak.

Haruskah aku mengirim mereka ke dungeon kami dan mengirim sisanya ke sarang para naga di pulau Drachen?

Para naga kelihatannya kesusahan dengan makanan.

Menambah jumlah makhluk sihir di pulau itu akan mencegah mereka untuk mencari makanan di negara terdekat.

Lebih dari setengah ras naga dibantai oleh orde ksatria kami, jadi mereka mungkin tidak akan kesusahan lagi.

Baiklah, haruskah aku melakukannya seperti itu?

***

3 Hari Kemudian

Bagaimana bisa…?

Tak dapat dipercaya…

Para pemimpin Ferzen, Lail, Rodomea, dan Restia yang telah berkumpul sedang melihat jembatan dengan terkejut.

Mereka melihat ke arah laut dengan mata dan mulut yang terbuka.

Ini hari ke-3 setelah pertemuan tersebut, dan aku telah menyelesaikan jembatan-jembatan tersebut, sesuai dengan rencana kami.

Semua orang telah berkumpul di jembatan yang ada di Negara Restia untuk debutnya.

Mengenai material mentahnya, saya telah memperkuatnya dengan apa yang setiap negara berikan dan menggunakannya. Mereka cukup kuat, jadi saya yakin kalau jembatan-jembatan ini akan tahan terhadap bencana alam dan kerusakan untuk beberapa waktu yang lama.(Touya)

Sampai berapa lama jembatan ini bisa bertahan?(Audrey)

Saya tidak terlalu tahu, namun seharusnya jembatan ini bisa bertahan sekitar 1000 tahun atau lebih.(Touya)

Seri-…!(Audrey)

Gubernur Utama Rodomea pun terkejut setelah menanyakannya.

Jika dilihat dari penampilannya, jembatan yang terbuat dari batu ini sederhana, tapi kekokohan dan kekuatannya terjamin.

Aku yakin kalau jembatan ini tidak akan rusak bahkan jika para penyihir di negara ini menggunakan [Explosions].

Karena aku telah memperkuatnya secara keseluruhan.

Selanjutnya, aku membawa semuanya pindah ke tempat istirahat.

Disana, aku telah membuat tempat luas yang lebarnya melebihi jembatan itu sendiri dan membangun bangunan lain seperti rumah kecil, tempat istirahat, WC, dan juga tempat duduk.

Tempat istirahat seperti ini telah dibuat setiap beberapa kilometer. Tidak masalah untuk menjual makanan, minuman, dan barang-barang lainnya disini. Jika kalian membuat pangkalan penjaga, para wisatawan dan orang-orang yang melintasi jembatan ini juga akan bisa rileks dan dapat beristirahat.(Touya)

Itu benar. Para pelancong dan pedagang akan membayar uang tol untuk melintasinya, dan tidak mungkin bagi pencuri untuk masuk. Namun demikian, para pelancong dan pedagang tersebut mungkin akan bertengkar satu sama lain.(Boulange)

Raja Ferzen mengangguk.

Semua orang membawa penjaga masing-masing dan berjalan-jalan di sekitar tempat ini.

Aku telah menaruh tanah di tempat ini dan telah menanam bunga dan rerumputan walau dalam jumah yang sedikit.

Karena setelah dipikir-pikir, tumbuhan memanglah dibutuhkan.

Lalu, aku memindahkan semua orang ke pulau Einlash.

Semuanya, tolong lihat ke bawah. Kalian semua melihat batu yang ditanam itu, kan? Itu adalah tanda perbatasan. Tempat yang ada diantara batu itu menandakan perbatasan nasional. Pulau ini, yang awalnya milik Restia, telah dipecah menjadi 4 wilayah yang sama. Dan semuanya menjadi seperti ini setelah dibagi secara adil.(Touya)

Aku pun memproyeksikan peta di langit dan menunjukkan gambar seluruh pulau ini.

Mereka bebas membuat kota dan desa di wilayahnya masing-masing, dan mereka bebas untuk memutuskan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Atau daripada itu, aku tidak akan ikut campur lebih dari ini.

Mereka mau membuat kota terpisah atau mereka berempat membuat kota yang besar pun tak masalah.

Tempat itu mungkin akan menjadi tempat perdagangan bebas.

Meski demikian, saya telah mendengar kabar bahwa ada banyak makhluk sihir  ganas di pulau Einlash…(Raja Lail)

Sang Raja Kerajaan Lail bertanya demikian sambil terlihat cemas dan melihat daerah sekitar.

Ia adalah orang tua gendut yang memiliki janggut putih panjang.

Ia pasti keturunan dwarf.

Berbicara mengenai dwarf, mereka memiliki sifat keras kepala, nafsu makan besar, peminum handal, dan terampil dengan jari-jarinya, tapi aku merasa orang ini berbeda dengan sifat dwarf yang kukatakan barusan.

Dengan kata lain, sifatnya halus, lembut, tidak bisa minum, dan canggung.

Aku belum pernah bertemu dengan dwarf, tapi sepertinya ada beberapa dari mereka yang hidup di Kerajaan Lail.

Rupanya, sifat mereka hampir semuanya persis dengan yang kukatakan barusan.

Aku ingin bertemu dengan mereka setidaknya sekali.

Saya telah melenyapkan hampir semua makhluk sihir di Einlash. Sisanya adalah yang tidak berbahaya.(Touya)

Melenyapkan… Anda bilang, bagaimana caranya…(Raja Lail)

Saya telah memindahkan mereka ke pulau para naga secara paksa. Mungkin sekarang ini mereka telah menjadi makanan yang lezat.(Touya)

Raja Lail pun menjadi diam karena perkataanku.

Mungkin nanti akan ada beberapa masalah mengenai ekosistem karena sekarang makhluk sihir telah menghilang, tapi hal ini lebih baik daripada penduduk yang terancam.

Omong-omong, aku juga telah memanggil seekor Kraken di laut Rondo, dan ia-lah yang menghabisi makhluk sihir berbahaya di laut.

Fumu. Baiklah, pada kesempatan kali ini, kita memiliki perwakilan dari ke-4 negara. Jadi, haruskah kita juga memutuskan hal-hal seperti uang tol dan peraturan kecil sekarang? Hal ini tidak akan lama.(Audrey)

Ah! Kalau begitu, saya akan mengeluarkan meja dan kursi lalu saya akan pergi karena saya adalah orang luar.(Touya)

Saya minta maaf karena telah membuat Anda kerepotan.(Audrey)

Aku pun mengambil meja dan kursi dari [Storage] sambil memberitahu Gubernur Utama yang menundukkan dirinya agar tidak menghiraukannya.

Mereka berempat duduk dan mulai berbicara mengenai kesepakatan mereka tentang uang tol dan membuat kota bersama-sama.

Baiklah, aku punya sedikit waktu luang, tapi aku tidak mungkin meninggalkan semuanya dan pulang ke rumah meski aku memiliki waktu luang.

Oh, iya.

Kalau tidak salah, aku memiliki daging naga, diantara barang-barang lain di [Storage].

Sekarang hampir waktunya makan siang, jadi mari mempersiapkan makanan untuk semuanya.

Aku pun mengeluarkan peralatan memasak, bahan-bahan, dan meja yang akan digunakan untuk memanggang.

Ini sih standar, tapi haruskah aku memanggangnya?

Aku memotong daging naga yang telah kukeluarkan menjadi ukuran kecil dan menusuknya secara bergantian dengan sayur-sayuran.

Aku membumbuinya dengan garam, merica, dan menatanya di piring.

Untuk memanggang dagingnya, aku mengeluarkan pemanggang BBQ, kumasukkan arang kayu dan kuhidupkan.

Aku menaruh kawat di atasnya dan selesailah persiapan memanggangnya!!

Setelah itu, aku mengeluarkan makanan lain, seperti kariyang merupakan kari spesial Misumido, dan juga mempersiapkannya.

Aku senang ketua pembantu keluarga kami, Clair-san, membuatnya.

Sebulan yang lalu, aku meminta untuk memasaknya, tapi ini masih tetap panas karena sebelumnya, aku menaruh masakan itu di [Storage].

Selain itu, bukankah mereka mengatakan kalau kari akan menjadi lebih lezat jika menginapkannya selama sehari?

Yah, pokoknya, ini adalah kolaborasi dari Ishen dan Misumido.

Aku juga telah mempersiapkan rasa manis dan pedas level sedang karena kari Misumido cukup pedas.

Lalu, aku mempersiapkan kendi air dan jus buah…

Apakah persiapan ini sudah bagus?

 Akan lebih enak jika ada acar disini.

Touya-dono, Touya-dono.(Reinhardt)

Aku pun menoleh dan melihat semuanya sedang melihatku, dimulai dari Raja Ksatria.

Sepertinya Anda membuat sesuatu yang lezat, namun apa itu?(Reinhardt)

Saya berpikir untuk membuat makan siang untuk semuanya. Ini adalah daging naga panggang dengan nasi kari. Apakah Anda semua sudah menyelesaikan kesepakatannya?(Touya)

Daripada dikatakan kami telah ‘menyelesaikan kesepakatan’ tersebut, ini lebih kepada kami telah sepakat untuk tertarik pada apa yang sedang Anda lakukan. Yah, hanya bagian kasarnya, sih. Akan tetapi, saya tidak pernah mendengar makanan bernama “nasi kari”(Reinhardt)

Ini adalah makanan yang saya buat dari nasi Ishen dan kari dari Misumido. Makanan ini memiliki rasa yang pas, jadi saya rasa orang yang tidak cocok dengan makanan pedas bisa memakannya.(Touya)

Setelah mengatakannya, aku menaruh kari manis di atas nasi.

Lalu aku memberi porsi pertama tersebut kepada Penjaga Gubernur Utama Rodomea, Komandan Ksatria Perempuan Limitt-san yang datang kemari.

Aku tidak langsung memberikan pada mereka karena aku mendengar Limitt-san juga menjadi tester racun.

Makanan memang dibuat oleh raja negara lain, tapi ia tetap harus mengikuti aturan yang ada.

Limitt-san pun memakannya dengan sendok dan langsung tersenyum.

UENAK! Saya telah memakan kari Misumido sebelumnya, namun yang satu ini tidak sepedas itu, dan ini mudah untuk dimakan. Saya menyukai nasi kari ini!!(Limitt)

Semuanya… saya mohon, ada banyak makanan disini, jadi sebaiknya para penjaga juga ikut makan juga.(Touya)

Aku pun mengeluarkan banyak meja dan kursi dari [Storage], lalu menatanya.

Semua orang memilih kari dengan pilihan mereka sendiri, sementara aku terus memanggang sate daging naga yang telah kutaruh di atas kawat panggangan.

Muu! UENAK OI!(Boulange)

Benar. Nasi kari ini memiliki kepedas yang pas~(Raja Lail)

Umumu… saya ingin memakannya di negara kami.(Audrey)

Touya-dono, apa resep untuk membuat masakan ini?(Reinhardt)

Tidak sulit kok, tapi untuk sekarang ini, nasinya hanya bisa didapat dari Ishen. Saya bermaksud untuk memproduksinya di negara kami mulai tahun ini.(Touya)

Sepertinya para pemimpin juga menyukai nasi kare.

Aku menerima nasi yang cukup banyak dari Ieyasu-san sebagai tanda terima kasih atas bantuan pertempuran kemarin.

Tapi, aku tetap ingin mulai menanam beras di Brunhild secepatnya.

Semua orang juga ingin memakan nasi kari itu dengan level kepedasan yang berbeda, jadi semuanya dengan semangat menambah seporsi lagi.

Hal itu tidak masalah karena jumlahnya lebih dari cukup.

Terlebih dari itu, sepertinya mereka senang dengan sate panggangnya.

Yah, aku hanya menyate, membumbuinya, dan lalu memanggangnya.

Umm, bukan aku yang membuat kari-nya, lho.

Aku pun memberi resep nasi kari tersebut dan membagikan bahan-bahannya seperti nasi dan rempah-rempah kepada setiap negara karena mereka berkata ingin memberi nasi kari kepada keluarga masing-masing sebagai oleh-oleh.

Mereka cukup senang, dan hal ini seharusnya menambah permintaan beras dan rempah-rempah dari Ishen dan Misumido.

Kari memang menakutkan.




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

1 comment: