Saturday, 12 May 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 225 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal 

Chapter 225: Musim Semi, Earth, Wind, dan Fire




Musim semi.

Negara-negara yang memiliki 4 musim dan yang tidak, tersebar di dunia ini secara kacau-balau.

Jadi, para penduduk tidak terlalu menikmati pergantian musim.

Sebaliknya, itu berarti ada beberapa penduduk juga yang menikmatinya.

Para penduduk dari Ishen-lah yang paling menikmatinya.

Sekitar 70% dari penduduk Brunhild berasal dari Ishen jadi wajar jika sifat tersebut mendarah daging pada penduduk disini.

Terlebih lagi, aku juga bersyukur karena Brunhild memiliki 4 musim.

Dan lagi, jalan dari istana yang menuju ke Kota Istana adalah jalan yang ditanami pepohonan sakura dari Ishen sebagai percobaan.

Saat-saat dimana mereka mekar, meninggalkan 1 hal untuk dilakukan.
Yaitu, untuk piknik.

Secara alami, para adventurer suka festival.

Oleh karena itu, dalam waktu yang singkat, kelompok-kelompok yang minum dan bernyanyi datang di bawah pohon sakura.

Yah, mereka tidak membuat masalah sih, jadi kali ini aku memutuskan untuk menghiraukan keributan kecil ini.

Sepertinya para penduduk kota juga tertarik dengan Festival Bunga Sakura (Hanami) dan menikmatinya.

Tentu saja, aku akan menghukum mereka yang terlalu berlebihan untuk menyesali perbuatan mereka di penjara babi selama sehari.
(TL: Yang dimaksud penjara babi disini mungkin adalah penjara yang dipakai di saat kudeta Regulus, penjara slime busuk tepatnya.)


Lalu, semua tempat yang dipadati orang-orang secara alami akan menyebabkan munculnya beberapa kedai makanan.

Seseorang bisa mengatakan kalau saat ini, Brunhild sedang dalam puncak Festival Bunga Sakura.

Tentu saja, mustahil kami tidak ikut festival itu.

Pepohonan sakura muda yang Julio-san tanam telah tumbuh di halaman dan pepohonan yang aku pindahkan dari Ishen-pun juga telah mekar.

Bunga sakura terus-menerus terhembus ke kanal istana, membuat pemandangannya menjadi sulit untuk digambarkan.

Aku telah mempersiapkan sebuah pidato setelah pertemuan Aliansi Negara Timur-Barat selesai.

Sebenarnya, tidak masalah bagiku untuk mengundang Raja Ferzen dan Lail meski mereka bukan termasuk aliansi kami, tapi seperti yang diduga, sepertinya itu mustahil.

Oleh karena itu, aku tidak mengundang mereka.

Meski begitu, deretan jamuan sudah sangat megah dengan adanya perwakilan dari 9 negara, Brunhild, Belfast, Regulus, Rifurizu, Rynie, Misumido, Ramisshu, Restia, dan Rodomea.

Set meja makan ini memiliki karya terbesar yang dibuat oleh kelompok dapur yang dipimpin oleh Clair-san.

Sebagai delegasi, aku memegang gelas dan memimpin jamuan ini.

Baiklah, mari berdoa untuk perkembangan selanjutnya dan kebahagiaan yang lebih besar untuk semuanya… Kanpai!(Touya)

Kanpai!!!

Sake yang ada di tangan semuanya adalah hadiah yang kuterima dari Ieyasu-san di Ishen.

Walau punyaku hanyalah jus, sih.

Yah, ini terjadi karena aku masih terlalu muda.

Orang-orang dari Orde Ksaria kami juga ikut pesta secara bergantian.

Walau tempat duduk mereka telah dipisahkan dari para pemimpin, sih.

Tentu saja, aku melarang orang yang akan bertugas untuk meminum alkohol.

Beberapa ksatria dari setiap negara, dengan pengecualian mereka yang menjaga pemimpin masing-masing, juga ikut berpesta.

Akan tetapi, aku meminta orang yang minum alkohol untuk melepaskan senjata mereka.

Karena aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi di depan mataku.

Akan tetapi, sulit untuk dipercaya sampai akhir-akhir ini bahwa pemandangan seperti ini terjadi.(Zephirus)

Anda benar. Ksatria Belfast dan Regulus minum bersama.
Demi-human Misumido dan Ksatia Templar Ramisshu makan dari piring yang sama. Ya ampun, terlalu banyak perubahan intens yang terjadi setelah kita bertemu dengan Touya-dono sehingga saya sudah tidak tahu lagi apa yang seharusnya dianggap normal.
(Trystwin)

Tempat dimana Kaisar Regulus dan Raja Belfast berbincang-bincang juga merupakan tempat dimana kedua putri mereka duduk disamping mereka.

Hal ini normal bagi Touya-san, ayah. Tempat lahir, jabatan sosial, ras, ataupun negara tidak berarti apa-apa baginya.(Yumina)

Touya-sama menengahi semuanya, memberikan kebahagiaan bagi mereka. Pokoknya, itulah alasan kenapa kami menjadi tunangannya!(Luu)

Ayah Yumina dan Rue pun tersenyum masam pada apa mereka yang katakan.

Aku malu, jadi kumohon tolonglah berhenti…

Touya-dono! Bisakah Anda mengeluarkan beberapa frame-unit disini? Saya ingin bertanding dengan Raja Ksatria.(Jamca)

Sebagai respon dari permintaan Raja Misumido, aku pun memasang beberapa frame-unit dan monitor besar di halaman untuk kompetisi tersebut.

Semua frame-unit memiliki pengaturan yang sama, jadi menang atau kalah akan ditentukan oleh kemampuan masing-masing.

Yah, senjata yang mereka pilih juga dapat menentukannya.

Turnamen antara ksatria juga telah dimulai dengan cepat dan setiap dari mereka memperlihatkan kemampuannya masing-masing.

Nampaknya, orang-orang dari negara lain juga telah terbiasa untuk mengendalikannya.

Yah, kurasa hal ini sudah pasti setelah mereka dipaksa ikut ke pertempuran ekstrim melawan Fraze.

Orang-orang yang meminta duel bersama Moroha-nee-san saat ia sedang minum, juga muncul.

Orang yang meminta duel adalah para ksatria dari negara lain.

Mereka ingin melawan pengguna pedang terkuat kami sebagai sesama pengguna pedang.

Melihat itu, para ksatria kami tersenyum masam dan melihat-nya dengan simpatik.

Pilar mereka, yang disebut dengan rasa percaya diri, akan hancur.

Kasihan sekali.

Disisi lain, untuk suatu alasan tertentu, para ksatria perempuan meminta saran dengan Karen-neesan.

Aku berani mengatakan kalau itu hal-hal yang berkaitan dengan cinta dan tidak ada yang lain lagi.

Mereka mungkin bergabung dalam konsultasi percintaan, tapi…

Huh?
Bukankah itu Komandan Ksatria Rodomea, Limitt-san?

Ia menunjukkan muka yang sangat serius, dan ia mendengar apa yang Karen-nee-san katakan dengan semangat…
Pasti ada orang yang ia sukai.

Gubernur Utama dan Paus Ramisshu juga tidak minum sake sama sepertiku.
Aku penasaran apakah mereka bukan peminum.

Saya ingin mendengar musik ketika melihat bunga yang indah. Omong-omong, Baginda. Apakah di negara ini tidak ada orkestra?(Audrey)

Gubernur Utama Rodomea bertanya sambil melihat bunga sakura yang berjatuhan.

Tidak ada. Meskipun ada, saya pikir mereka tidak akan sering muncul? Kami tidak terlalu sering mengadakan pesta.(Touya)

Pada dasarnya, kami tidak memiliki konsep ke-bangsawanan atau semacamnya disini.

Tidak seperti Belfast atau Regulus, tidak ada orang yang bisa kupanggil dengan sebutan duke ataupun count.

Kurasa nanti aku harus memikirkannya.
Pokoknya, tidak ada gunanya mempekerjakan orkestra…

Ah, tapi bukankah bisa jika musik?

Aku membuka [Gate] dan meletakkan piano ke halaman.
Gubernur Utama terkejut pada “benda hitam” yang tiba-tiba muncul.

Waah! Apakah Anda akan memainkan sesuatu untuk kami?!(Lindzey)

Oh, aku suka permainan pianonya Touya ~ja! Lagu apa yang akan kau mainkan hari ini ~ja?(Sue)

Lindzey dan Sue belari ke arahku saat aku duduk di kursi piano.

Lalu aku pun memeriksa suaranya dengan menekan papannya sesekali.

Dari penampilannya, sepertinya Gubernur Utama paham bahwa ini adalah instrument musik.

Sue duduk disampingku dan melihatku dengan tenang.

Oh iya… hmm kalau begitu, ada sebuah musik yang akan kumainkan untuk mereka.

Aku pun mulai bermain dengan tenang.

Lalu, tatapan semua orang tertuju padaku saat melodi-nya mengalir seolah-olah menyesuaikannya dengan bunga sakura

[Greeting of Love], dibuat oleh komposer Inggris Edward Elgar, ini adalah lagu yang dianggap dibuat untuk tunangannya.

Tunangannya 8 tahun lebih tua daripada dia sendiri, ia memiliki kepercayaan agama dan kedudukan yang berbeda.

Namun, mereka tetap menikah meski mendapat kecaman besar dari keluarga masing-masing.

Ini adalah lagu yang memiliki kesan seperti itu.

Dikatakan bahwa ialah yang membuat [Pomp and Circumstance March], yang bisa disebut sebagai lagu nasional kedua Inggris.

Kalau aku sendiri sih, aku lebih menyukai [Greeting of Love] daripada mars itu.

Aku menerima tepuk tangan yang meriah dari semua orang saat permainanku berakhir.

Sue pun melompat padaku secara tiba-tiba, tapi aku bisa menangkapnya.

Bahaya oi!!
Apakah ia terhanyut oleh perasaannya?

Ini sangat indah. Permainannya juga bagus, tapi instrumen musik ini hebat… Touya-sama, apa namanya?(Elias)

Benda ini disebut “piano”. Ini adalah instrumen musik yang membuat suara yang berbeda-beda dengan menekan papannya.(Touya)

Aku tersenyum dan menjelaskan kepada Paus Ramisshu yang melihat piano itu.

Begitu ya.
Saat membahas gereja, ada hymne atau sesuatu yang sama, kan?
Aku menurunkan Sue dan bertanya kepada Paus.

Apakah ada sesuatu yang mengiringi himne gereja di Ramisshu?(Touya)

Jika instrumen simpel, ada. Walau mereka tidak bisa membuat suara yang bermacam-macam seperti piano ini.(Elias)

Kalau begitu saya akan memberikan 1 pada Anda. Saya pikir pemain musik disana akan bisa memainkannya dengan mudah.(Touya)

Apakah itu benar?!(Elias)

Yah, aku bisa melakukannya jika aku memberi penguatan sihir setelah menduplikatnya di [Lokakarya].

Maaf, tapi mengajar cara memainkannya sangatlah merepotkan, jadi maafkan aku.

Raja-sama…(Sakura)

Ha? Ada apa, Sakura?(Touya)

Sakura ada disamping Piano sebelum aku menyadarinya.

Kohaku mengikutinya di bawah.

Saya juga akan bernyanyi. Mainkan [Itu].(Sakura)

Eh? [Itu], maksudmu lagu yang kuajarkan padamu kemarin? Akan tetapi, kupikir lagu itu tidak cocok untuk musim ini karena lagu tersebut memiliki arti [September].(Touya)

Tidak masalah, mainkan saja.(Sakura)

Kau cukup memaksa kalau membahas tentang musik!

Lagu ini cukup sulit…
Pokoknya, lagu ini adalah lagu dimana setidaknya aku ingin menambah instrumen brass atau drum, tapi mau bagaimana lagi.
Karena sebenarnya lagu ini adalah musik disko.

Aku pun merapalkan sihir non-atribut [Speaker].
Aku membuat 2 buah, 1 yang besar dan 1 yang kecil.
Yang besar mengapung di udara sedangkan yang kecil, yang diameternya sekitar 10 cm, berada di antara mulut Sakura dan piano.

Aku, yang telah membetulkan posisi dudukku, mulai memainkannya dengan tempo yang lebih tinggi.
Suara dari piano menggema melalui [Speaker], yang sedikit merusak kualitas permainan piano itu sendiri.

Karena ini adalah musik yang mudah, tubuhmu akan bergerak sendiri secara alami, dan kau akan menikmatinya.

Sakura juga mengayunkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.

Sakura menghadap ke formasi sihir kecil dan mulai bernyanyi.


Suara yang ia keluarkan bukanlah suara kecil biasanya karena yang ini sepertinya keluar dari perutnya.

Tubuh semua orang yang mendengarkannya mulai berayun-ayun seolah-olah ditarik oleh sesuatu.

Mereka seharusnya tidak mengerti arti liriknya karena ini lagu Inggris, tapi sepertinya musik tidak mengenal batas bahkan di dunia lain.

Grup banda bernama [Earth, Wind, dan Fire] sepertinya telah datang bersamaku di dunia lain.

Lagunya sangat indah, dan suara nyanyian bagus yang tidak bisa dibayangkan dari Sakura juga menggema.

Ya tuhan, aku juga mulai bersemangat.
Menyenangkan sekali.

Semua orang mulai bernyanyi dengan mengikuti Sakura, yang menyanyikan liriknya, meskipun mereka tidak mengerti artinya.

Tepuk tangan yang se-irama dengan lagu itu juga muncul.
Semua orang bersemangat karena suara Sakura.
Dan semangat semua orang sama seperti panggung live.

Lalu, tepuk tangan dan sorakan yang lebih hebat terdengar saat lagunya berakhir. Sakura terlihat sedikit gembira.

Itu lagu yang sangat indah! Siapa orang ini?(Elias)

Ia adalah penyanyi kami~(Touya)

Saat aku menjawab Paus Ramisshu, Sakura kembali ke wajah tak berekspresinya, menunduk sedikit, dan langsung bersembunyi di belakangku.

Ia malu di depan orang asing, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya ia bisa melakukan sesuatu yang membuatnya mencolok seperti itu.

Aku bisa melihat kalau mukanya sedikit memerah.

Ba-baginda!(Spica)

Hm?
Spica-san dari ksatria kami berlari kemari.
Dia sangat mencolok karena ia adalah dark elf.
Tapi, ia juga adalah wanita yang cantik.

Ada apa?(Touya)

Beliau…! Sakura-sama amnesia, kan?!(Spica)

Iya. Kenapa kau bertanya seperti itu.(Touya)

Sambil melihat Sakura yang bersembunyi dibelakangku, Spica-san mulai berbicara.

Apakah kau Farne-sama…?(Spica)

..?(Sakura)

Spica-san pun menurunkan pundaknya saat ia melihat Sakura diam.

Kenapa?

Siapa Farne-sama?(Touya)

A~ah. Maafkan saya. Beliau adalah orang yang saya layani di
Negara Iblis Zenoasu. Farnese Forneus-sama. Beliau adalah orang yang suka bernyanyi… Suara Sakura-sama tadi persis seperti suara beliau. Oleh karena itu, secara tidak sadar… Maafkan saya. Mustahil… Farne-sama sudah tidak ada lagi di dunia ini… Meskipun wajahnya, dan juga warna rambutnya, berbeda tapi…
(Spica)

Aku tahu kalau perempuan yang bernama Farne itu adalah orang yang sangat berarti bagi Spica-san, yang tertawa dengan nada sepi, karena apa yang ia katakan.

Aku penasaran apakah ada hubungan antara kematian orang itu dan perginya Spica-san dari Zenoasu?

Saya mengingat Farne-sama sambil melihat bunga yang memiliki nama yang sama dengan Sakura-sama. Rambut beliau juga sama-sama merah muda.(Spica)

Mata Spica-san melihat bunga sakura yang menari dengan angin, rindu akan orang yang telah pergi ke tempat yang jauh.

Begitu ya?

Dia salah paham karena ia mendengar suara nyanyian yang sama dengan suara Farne di tempat ini… oi, hmmm?

…Tunggu sebentar. [Merah muda]? Apakah Farne-sama memiliki rambut merah muda?(Touya)

Iya… apakah ada sesuatu yang salah?(Spica)

Tidak, tapi kau baru saja mengatakan kalau Sakura memiliki “warna rambut yang lain”(Touya)

Iya. Entah kenapa saya salah mengira karena rambut hitam Sakura-sama yang indah.(Spica)

Apa yang terjadi?

Apakah rambut Sakura terlihat hitam dimata Spica-san?

Merah muda dan warna sakura, ada perbedaan bagaimana cara mengucapkannya, tapi mereka berdua bisa dikatakan dengan merah muda.

Apakah ada sesuatu disini?

Apakah sihir yang wajah, warna rambut dan sebagainya?

Akan tetapi, sepertinya Sakura tidak menggunakan sihir…

Apa maksudnya semua ini…?(Touya)

… Apa ada yang salah…?(Spica)

Spica-san melihatku dengan ragu.

Aku mengabaikannya dan memanggil Sue yang ada disampingku.

Sue. Katakan, apa warna rambut Sakura?(Touya)

..?? Bukankah rambutnya warna sakura? Warna rambutnya sama dengan bunga ini. Touya menamakannya sakura karena hal itu, kan?(Suu)
(TL: Untuk orang yang kebingungan, Touya melihat warna rambut Sakura pink muda seperti warna bunga sakura, tapi beberapa orang, yang berasal dari Negara Iblis, melihat warna rambutnya hitam. Hal ini membuat Touya berpikir kalau ada sihir disini.)

..?! Ah, mu-mungkin…! Baginda! Bukankah Sakura-sama memiliki medal?!(Spica)

Spica-san bertanya seperti itu.

Apakah ia mengingat sesuatu karena jawaban Sue?

Medal, katamu?

Kalung yang ada di Sakura saat aku menyelamatkannya, kalung silver itu…

…Ini..?(Sakura)

Sakura pun mengeluarkan medal silver yang diameternya sekitar 10 cm menggantung di kalung dari dadanya.

…Itu, bi…bisakah Anda…melepasnya… tolong?…(Spica)

Spica-san berkata demikian pada Sakura dengan suara yang mengharap.

Meskipun Sakura memiringkan kepalanya dan tidak mengerti maksudnya, ia melepas medal itu dari lehernya dengan patuh setelah kuminta.

A-aah…(Spica)

Air mata pun tak henti-hentinya mengalir dari mata Spica-san.

Ia berlutut kepada Sakura dan menggenggam tangannya seolah-olah Sakura orang yang penting baginya, ia menekankannya pada dahinya.


Farne-sama… Tidak salah lagi… Orang ini adalah Farnese Forneus-sama. Hidup… Anda hidup…(Spica)

Farne…?(Sakura)

Spica-san terus menangis didepan Sakura yang terlihat kebingungan seperti biasanya.





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

3 comments: