Saturday, 12 May 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 226 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal 

Chapter 226: Farnedan Orang yang Sangat Bodoh




Jadi, Sakura adalah Farnese Forneus, ya?(Touya)

Tidak salah lagi, dia adalah Farne-sama. Mustahil bagi saya untuk salah, karena saya telah merawatnya dari kecil.(Spica)

Di aula istana, aku dan Spica-san sedang duduk berhadapan saat ia menegaskan pernyataanku.

Dia, yang barusan mengatakan mustahil baginya untuk salah, malah baru mengenalinya saat ini.

Itu karena [Transformation Eye] ini. Ini adalah artifak yang memalsukan identitas seseorang, dan nampaknya ras-iblis lah yang dapat menggunakannya. Mungkin, ras-iblis yang lain juga melihat rambut Farne-sama hitam.(Spica)

Ia mengatakannya saat melihat medal di meja yang tadi Sakura pakai.

Begitu ya…

Jadi, karena medal ini para ras-iblis tidak mengenali Sakura, yah?

Kami bisa melihat dengan normal, kok.

Sakura, bagaimana? Apakah nama “Farnese” terasa familiar?(Touya)

Sakura, yang duduk disampingku, menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat.

Tidak, saya tidak ingat apa-apa semenjak datang ke negara ini. Bahkan tentang Spica. Saya yakin itu.(Sakura)

Mustahil… Tidak, saya rasa ini adalah sebuah keberuntungan bagi Anda untuk bisa hidup.(Spica)

Spica-san depresi.

Yep, ia pasti akan seperti itu.

Kalau dipikir-pikir, kemarin Spica-san mengatakan bahwa ia menjadi penjaga Farne hampir sepanjang hidupnya, tapi… Huh?

Tunggu sebentar. Kalau tidak salah, Keluarga Spica-san adalah keluarga yang menjadi penjaga keluarga Kerajaan Zenoasu secara turun-temurun, kan? Lalu dengan kata lain, apakah itu artinya Sakura adalah Tuan Putri Zenoasu?(Touya)

Spica-san pun menghidari kontak mata denganku sambil memasang wajah yang seakan-akan berteriak “sial”.

Apakah salah untuk menanyakannya?

Apakah itu sesuatu yang seharusnya tetap dirahasiakan?

Tak lama kemudian, Ia menarik nafas panjang dan mulai berbicara.

…Begitulah. Saya bukan rakyat Zenoasu lagi, dan karena keadaan saat ini, saya rasa tidak masalah untuk mengatakannya. Memang benar, Farne-sama adalah anak haram Sang Raja Iblis, Zelgadi Fon Zenoasu-sama.(Spica)

Sakura, seperti biasa, melihatku dan memiringkan wajahnya.

Tak bisakah ia mengerti satu hal saja mengenai dirinya sendiri?

Apa maksdumu tentang “anak haram”, apakah itu artinya ia bukan anak dari istri yang sah? Tapi apakah ini sesuatu yang harus disembunyikan?(Touya)

Meskipun kupikir tidak ada masalah dengan fakta bahwa ia adalah anak dari selir.

Yah, jika dia adalah anak yang kau “buat” secara diam-diam dengan orang lain yang bahkan bukan selirmu, akankah kau menyembunyikannya dari istrimu?

Kurasa mungkin saja jika sang istrinya adalah orang yang sangat-sangat mengerikan.

Hanya ada sedikit orang yang mengetahui keberadaan Farne-sama. Itu karena Farne-sama tidak memiliki Tanduk Raja yang merupakan tanda bahwa ia berasal dari keluarga Raja Iblis. Oleh karena itu, keberadaannya dirahasiakan.(Spica)

Tanduk Raja?(Touya)

Keturunan Raja Iblis lahir dengan tanduk, tak peduli jenis kelamin mereka. Akan tetapi, Farne-sama tidak memilikinya. Meski memang betul beliau adalah anak Raja Iblis berdasarkan jumlah kekuatan sihirnya, beliau adalah anak terkutuk yang tidak memiliki bukti sebagai keluarga kerajaan. Keberadaan Farne-sama telah dihapuskan dari catatan keluarga kerajaan, yang membuatnya seolah-olah ia tidak pernah ada.(Spica)

Apa-apaan itu!?

Bukankah ia tetap anak Raja Iblis tak peduli ia memiliki tanduk ataupun tidak.

Tidakkah ini kejam untuk menghapus keberadaannya?

Saat aku jengkel, Spica-san pun menambahkan.

Apakah ia menebak isi pikiranku?

Raja Iblis-sama mengira inilah yang terbaik bagi Farne-sama dan ibunya, Fiana-sama. Karena keluarga kerajaan yang tidak memiliki tanduk hanya akan dianggap sebagai orang yang hina… Daripada dilihat dengan tatapan aneh, beliau mungkin mengira ia akan hidup lebih bahagia sebagai manusia biasa daripada keluarga kerajaan.(Spica)

Manusia? Apakah ibu Sakura… Fiana adalah manusia?(Touya)

Iya. Biasanya, seorang anak yang lahir dari pasangan Iblis dan orang dari ras apapun akan menjadi iblis. Oleh karena itu, entah bagaimana caranya Farne-sama menjadi manusia sama seperti ibunya karena tidak memiliki tanduk. Darah ibunya mungkin menjadi dominan karena suatu mutasi tertentu. Akan tetapi…(Spica)

Spica-san menatap Sakura dan ragu untuk mengatakannya.

Setelah itu, sesuatu pasti terjadi.

Menurut Spica-san, ibu Sakura menolak untuk menjadi selir.

Sepertinya ia akan berpisah dengan Sakura jika ia menjadi seorang selir.

Sejak saat itu, Sakura dan ibunya hidup bersama Spica-san selama beberapa tahun.

Di depan umum, mereka adalah tamu Keluarga Frenel.

Aku telah diberitahu kalau mereka hidup dengan tenang tanpa ada gangguan apapun.

Akan tetapi, ada suatu perubahan saat Sakura berumur 10 tahun.

Tanduk Raja yang seharusnya tidak ada mulai tumbuh.

Hal ini membuat Keluaga Frenel dan Raja Iblis terkejut.

Mereka tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi, tapi semakin panjang tanduk Sakura tumbuh, maka semakin bertambah pula kekuatan sihirnya.

Diantara keluarga Kerajaan Zenoasu, orang dengan kekuatan sihir terbanyak akan menjadi Raja Iblis selanjutnya tak peduli jenis kelaminnya.

Dan kemudian, Sakura memiliki kekuatan sihir yang lebih banyak daripada Pangeran Mahkota.

Ibu Sakura tidak ingin Sakura menjadi penerus Raja Iblis, tapi para bangsawan tidak berpikir demikian.

Terlebih lagi, orang-orang dari keluarga ibu para pangeran memiliki keraguan terhadap kenyataan tersebut.

Mereka bertanya, “Akankah kau mengabaikan pangeran kami dan mengambil alih jabatan Raja Iblis?”

Pangeran pertama dan kedua kehilangan ibu mereka karena penyakit, jadi keluarga ibu mereka menyebarkan pengaruh mereka dengan menunjukkan dukungan kepada para pangeran.

Keberadaan Sakura hanyalah pengganggu bagi mereka.

Agar Sakura bisa melindungi dirinya sendiri, Sang Raja Iblis memberikan [Transformation Eye] kepadanya.

Itu adalah artifak yang menyerap kekuatan sihir dan memperlihatkan penampilan palsu bagi mereka yang berada di sekitar penggunanya.

Sepertinya itulah rencananya sampai pada titik dimana Sakura bisa mengecilkan Tanduk Raja semaunya.

Akan tetapi, pada suatu hari Sakura dan Spica-san — saat mereka berdua pergi belanja—tiba-tiba mereka diserang oleh beberapa orang bertopeng.

Musuhnya adalah orang-orang handal yang menggunakan senjata, dan pada saat itu, meski Spica-san membawa pedang, tetapi ia tidak mengenakan tamengnya.

Lalu, ia menjadikan dirinya sebagai tameng hidup dan membiarkan Sakura lari.

Akan tetapi, ia terkena bom bunuh diri musuh, yang membuatnya tidak sadarkan diri.

Jangan bilang kalau para penyerang itu adalah…(Touya)

Saya mengetahuinya setelah kejadian tersebut. Rupanya mereka adalah pembunuh bayaran Yuuron. Saya tidak tahu apakah ini perintah Yuuron, atau perintah orang lain.(Spica)

Seperti yang kuduga.

Jika dipikir-pikir, Sakura membantuku saat aku diserang oleh mereka.

Aku penasaran apakah ini ada hubungannya dengan ingatan saat ia diserang.

Kalau begitu, semua ingatan Sakura mungkin bisa dipulihkan dalam sehari.

Sejak saat itu, saya diberitahu tentang kematian Farne-sama oleh ayahanda setelah sadarkan diri. Beberapa bagian tubuh Farne-sama tergeletak di halaman rumah. Saya tidak bisa melupakan keputus-asaan saya saat melihat kaki kanan dan tangan kanan beliau sampai sekarang.(Spica)

Setelah kejadian itu, Spica-san pun meninggalkan rumahnya, sambil memikul penyesalan karena tidak bisa melindungi orang yang seharusnya ia lindungi.

Ini semua bukan kesalahan Keluarga Frenel.

Dari awal, tidak ada alasan untuk menghina nama keluarga dengan kejadian itu walau seorang tuan putri Kerajaan Iblis, yang tidak diakui, mati.

Akan tetapi, Spica-san tidak bisa melupakannya, dan diatas semua itu, ia tidak bisa memaafkan dirinnya sendiri.

Oleh karena itu, ia meninggalkan rumahnya.

Tentu saja, Spica-san mengejar orang yang membunuh tuannya.

Ia mengatakan tidak butuh waktu lama untuk mengetahui bahwa orang yang menggunakan topeng itu adalah pembunuh dari Yuuron.

Lalu, saat dia mencoba untuk mendekati ibukota mereka, invasi besar fraze terjadi.

Hasilnya, Yuuron hancur sepenuhnya, dan semuanya tewas tanpa ia tahu siapa dalangnya.

Lalu ia pun mengembara, ia bertanya pada dirinya sendiri tentang apa yang sebaiknya ia lakukan saat ia terkena Penyakit Kekakuan-Iblis yang ia anggap sebagai hukuman.

Rupanya ia sampai kesini saat ia mencari tempat untuk mati.

Umm, setelah mendengar ini, aku punya beberapa pertanyaan.(Touya)

Apa… maksud Anda?(Spica)

Pertama, tempat dimana aku menyelamatkan Sakura yang sekarat, bukanlah Zenoasu tapi Ishen. Jika kita berasumsi kalau para pembunuh itu berasal dari Yuuron, apa ada suatu alasan bagi Yuuron untuk membunuh Sakura? Terlebih lagi, Sakura tidak memiliki tanduk saat aku menemukannya…(Touya)

Umm, Raja-sama, Anda tahu… Saya… bisa mengeluarkan tanduk saya.(Sakura)

..Ha..?(Touya)

Sakura, yang duduk disampingku, mulai berbicara dengan gelisah.

Ia menutup matanya dan sepasang tanduk silver pun mulai tumbuh diatas telinganya.

Apakah itu “Tanduk Raja”?

Seperti yang diduga. Apakah Anda menyembunyikannya..?(Spica)

Sepertinya Spica-san sudah mengetahuinya.

Kenapa selama ini kau diam saja?(Touya)

Awalnya… Saya takut karena berbeda dengan yang lain. Kemudian, saya mengetahui kalau negara ini tidak mendiskriminasi orang walaupun itu ras-iblis, tapi tidak ada kesempatan sama sekali bagi saya untuk mengatakannya…(Sakura)

Apakah kau membantu Spica-san yang sekarat karena ia juga merupakan ras-iblis?(Touya)

Sakura mengangguk.

Dengan kemungkinan ia juga akan terjangkit penyakit Penyakit Kekakuan-Iblis, syukurlah kalau ia… tunggu sebentar, Sakura mungkin tidak bertemu dengannya saat itu.

Sepertinya seorang pegawai [Silver Moon] lah yang membawanya.

Setelah semua yang kudengar, tidak salah lagi.

Seperti yang Spica-san katakan.

Kurasa Sakura adalah Farnese Forneus dari Kerajaan Iblis Zenoasu.

Setelah mengetahui semua ini, Sakura… tidak, Farne, yah? Apa yang akan kau lakukan mulai sekarang?(Touya)

Sakura juga tidak apa-apa. Ini adalah nama pemberian Raja-sama. Saya menyukainya.(Sakura)

Kalau ia berkata demikian.

Nama “Sakura” tidak masalah baginya, mungkin?

Nama itu lebih baik jika ia ada di negara kami.

Ingatan saya belum pulih, jadi saya tidak terlalu merasakan apapun dari nama saya yang dulu. Saya pikir saya tidak mau kembali ke Zenoasu, dan saya juga tidak berniat untuk balas dendam kepada orang yang mencoba membunuh saya. Namun…(Sakura)

Namun?(Touya)

Ibunda… saya ingin menemuinya.(Sakura)

Sakura berkata demikian, sambil menatapku tanpa bergerak sedikitpun.

Bagaimana dengan ayahmu, Sang Raja Iblis?(Touya)

Saya tidak terlalu mengenalnya, jadi tidak masalah.(Sakura)

Tega sekali!

Umm, yah, aku paham mengenai hal tersebut karena mereka jarang bertemu.

Kurasa Sakura berpikir seperti itu karena ia amnesia.

Walau kupikir ia bukanlah orang jahat…

Dimana ibu Sakura sekarang?(Touya)

Saya rasa beliau mungkin berada di rumah kami. Berita kematian Farne-sama terlalu berat baginya, dan beliau pun langsung jatuh sakit…(Spica)

Pastinya, ya?

Kalau begitu, Sakura harus bertemu dengannya dan memberitahu kalau ia sehat wal’afiat.

Meskipun ia amnesia…

Jika saja ada sihir yang dapat memulihkan ingatan. Bahkan [Recovery] tidak bisa melakukannya. Kurasa kau mungkin akan mengingat masa lalumu jika pergi ke Zenoasu.(Touya)

Berjalan-jalan di ibukota tempat ia dilahirkan atau bertemu dengan ibunya mungkin bisa memulihkan ingatannya.

Hm, kalau begitu aku akan meminta izin untuk melihat ingatan Spica-san dengan [Recall] dan, kami akan langsung pergi ke rumah keluara Frenel… dengan [Gate]…

Eee… Haaa…

Aah?!(Touya)

Ra-raja-sama…?!(Sakura)

A-ada apa?!(Spica)

Mereka berdua terkejut mendengar suaraku.

Mereka melihatku dengan khawatir, tapi bukan itu masalahnya.

Apa-apaan ini…?

Bagaimana bisa… ya ampun, Betapa gobloknya diriku! Bukankah ada sihir yang bisa memulihkan ingatan! Bukankah selama ini aku selalu menggunakannya? Gobloknya diriku!!?(Touya)

Aku pun menghantamkan kepalaku ke meja dengan suara “BAN!”.

Aku ingin mati.

Aku ingin mati karena kegoblokanku yang hakiki ini.

Untuk seorang lelaki, Aku benar-benar orang yang sangat bodoh Sihir pemulih ingatan, [Recall].

Ini adalah sihir yang dapat membaca ingatan lawan.

Aku bahkan bisa membuka [Gate] di tempat dimana aku belum kesana dengan ingatan yang kuterima.

Dan pada saat yang sama, sihir ini juga memulihkan ingatan yang mungkin terlupakan lawan, tak peduli sekecil apapun ingatan itu.

Contohnya, aku tidak akan bisa mengingat menu makanan 1 minggu yang lalu meskipun aku disuruh untuk mengingatnya.

Dengan menggunakan sihir ini, aku akan dapat melihat ingatan tersebut.

Dan juga, [Recall] juga berarti [Bring back] disamping [Retrieval].

Aku terlalu bodoh untuk tidak mengetahui arti kata-kata itu.

Tolong pukul aku, sampai gigiku rusak.

…Maaf. Sakura, maafkan aku.(Touya)

Saya tidak keberatan kok. Tolong jangan pikirkan hal itu.(Sakura)

Tidak, meskipun ia tidak keberatan…

Jiwaku terisi perasaan penyesalan yang mendalam.

Haaa~…

Kuharap aku bisa menghilang…





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

17 comments: