Saturday, 26 May 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 229 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal

Chapter 229: Sang Raja Iblisdan Orangtua Pemanja




Farnese!(Zelgadi)

Pintu terbuka, lalu Baginda Raja Kerajaan Iblis Zenoasu, Zelgadi Von Zenoasu berteriak gembira setelah melihat Sakura yang duduk disamping Fiana-san di ruangan Keluarga Frenel.

Meskipun ia merentangkan tangan untuk memeluk Sakura, tetapi Sakura menghindarinya dengan sekuat tenaga, dan kepalanya pun menabrak sofa.

Kenapa…!?(Zelgadi)

Menakutkan… Dan kotor!(Sakura)

Ah~ Kurasa, ia tidak mau dipeluk oleh orang yang wajahnya penuh dengan air mata dan ingus. Sakura seolah-olah kabur dari ayahnya dan bersembunyi di belakangku dengan cepat.

Raja Penguasa Brunhild, aku sungguh berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan Farnese. Tapi, aku tidak terima jika kau “bermain-main” di depan orang tuanya!(Zelgadi)

Kami tidak “bermain-main”.(Touya)


Sejujurnya, aku muak melihatnya yang berbicara sambil mengangkat jarinya itu.

Apa-apaan dengan orang tua pemanja ini?

Ia memiliki [Tanduk Raja] yang tumbuh dari bawah rambutnya, berkulit pucat, dan bertelinga lancip, serta mengenakan mantel hitam yang disulam dari benang emas. Orang ini adalah ayah Sakura sekaligus Baginda Raja Iblis Kerajaan Zenoasu.
(TL: Kembali ke beberapa waktu yg lalu) ──>

Setelah pertarungan dengan Fraze Kelas-Penguasa, Gira, aku dan Raja Iblis bertemu untuk menjelaskan situasi saat ini serta membicarakan masalah mengenai Sakura. Aku juga bertemu dengan Kepala Keluarga Frenel, Sirius-san yang tidak lain adalah ayahnya Spica-san.

Saat aku selesai membicarakan masalah mengenai Sakura dan menjelaskan situasinya, Raja Iblis langsung secepatnya pergi dari Pandemonium.

Apa-apaan kecepatannya itu?

Aku kesulitan mengejarnya. Seperti yang sudah kuduga, aku tidak bisa menghentikannya jika tidak menggunakan [Boost] atau [Accel]. Selain itu, aku pun tahu kemana tujuannya.

Dan, itulah bagaimana caranya ia bisa sampai ke kediaman Frenel. Spica-san dan Swella-san terkejut melihat Raja Iblis yang tiba-tiba masuk.

Tenanglah, Raja-sama!(Sirius)

Muu,… apakah  kau berpihak kepada Raja Penguasa?(Zelgadi)

Bukan kepada Raja Penguasa, lebih tepatnya kepada Farnese-sama.(Sirius)

Dark elf muda datang dari belakangku. Dia adalah ayah Spica-san, Sirius. Ia memiliki kulit cokelat dan berambut silver panjang yang diikat. Seperti yang kuduga dari ras ini, ia terlihat muda.

Yah, bahkan Raja Iblis pun terlihat seperti orang berumur 20 tahunan. Apakah keturunan Raja Iblis juga memiliki umur yang panjang? Lalu, apakah artinya pertumbuhan Sakura akan terhenti dalam batasan tertentu?

Selain itu, Raja Penguasa tidak hanya menyelamatkan Farnese-sama, tetapi juga telah menyelamatkan putriku dan negara kita. Tidakkah Anda menyadarinya?(Sirius)

Uguuuu!!(Zelgadi)

Raja Iblis pun menunjukkan muka masam dan terdiam. Apakah tidak apa-apa ia menjadi seorang raja? Negara ini, bagaimana yah…

Fiana-san berjalan menuju Raja Iblis, lalu berlutut dan mulai berbicara.

Saya ingin mengatakan sesuatu. Farnese sudah dewasa, ia bisa memilih hidupnya sendiri. Putri kita ingin bisa tinggal di Brunhild, dan saja juga ingin ikut bersamanya. Saya berterima kasih atas kebaikan Anda selama ini, namun saya mohon kabulkanlah permintaan kami.(Fiana)

Raja Iblis pun membuka mulutnya dan berhenti bergerak karena pernyataan Fiana-san. Akan tetapi, wajahnya pun bergetar dan tak lama kemudian, kesadarannya kembali.

Tu-tu-tunggu sebentar!! Apakah ini artinya kalian berdua akan pindah ke Brunhild? Tidak boleh! Aku tidak akan mengizinkannya!(Zelgadi)

Namun demikian, Raja. Saya bukanlah istri Anda. Jadi, saya bebas menentukan pilihan saya.(Fiana)

Itu… Aku sudah tau itu, tapi…(Zelgadi)

Raja Iblis bimbang pada pernyataan dingin Fiana-san. Uoo… Menakutkan!! Perkataannya membuatku teringat kepada ibuku. Meski penampilan Fiana-san lebih tua disini.

K-kalau begitu, aku akan menjadikanmu sebagai ratuku! Ratu pertama dan kedua sudah meninggal, jadi kau bisa jadi istri yang sah.(Zelgadi)

Saya menolaknya!!(Fiana)

Hah!! Langsung dijawab!!(Zelgadi)

Ia benar-benar menolak Raja Iblis dengan senyuman yang manis. Mengerikan!! Kenapa dia se kerad ini!! Bukankah caranya terlalu greget terhadap seorang raja?

Kurasa tidak akan ada yang bisa menentangnya jika ia menjadi guru di sekolah kami (guru killer cok :v). Dalam artian tertentu, aku mungkin sudah menemukan orang yang tepat.

Jika saya menikah dengan Anda, Farnese akan menjadi Raja Iblis selanjutnya. Kami tidak ingin itu terjadi.(Fiana)

Guu… Tapi, itu tidak mengubah kenyataan bahwa dia adalah putriku!!(Zelgadi)

Iya, memang benar. Oleh karena itu, jika kau ingin menemuinya datanglah ke Brunhild.(Fiana)

Nu-gu…(Zelgadi)

Raja Iblis ditolak mentah-mentah oleh Fiana-san sambil tersenyum. Tak lama kemudian, ia menghirup napas dalam-dalam, lalu berputar, kemudian ia menuju ketempat aku berdiri dan menunduk. Kurasa ia telah sakit hati karena perkataan Fiana-san.

Tolong jaga putriku!!(Zelgadi)

Sekarang, ia bukan berperan sebagai raja, tapi seorang ayah yang mengkhawatirkan putrinya. Jadi, aku harus menjawabnya.

Saya mengerti, serahkan mereka berdua kepada saya.(Touya)

Aku akan mengatakan “mohon”, tapi Raja Iblis yang telah menaikkan kepalanya, langsung memegang erat bahuku dan menatapku. Ia menatap dengan tatapan seakan-akan ingin membunuh. Menakutkan!!

Aku tidak akan mengampunimu jika kau tidak membahagiakan putriku. PAHAAAAAM!!(Zelgadi)

Eh…. Apa ini? Apa aku sedang diancam?

Sakura, yang berada dibelakangku, langsung menuju Raja Iblis dan mulai berbicara.

Aku akan bahagia jika bersama Raja-sama. Aku telah mendapatkan izin dari Lindzey dan yang lainnya, jadi aku akan menjadi istri Raja-sama bersama dengan yang lainnya. Dan juga, kau sangat menjengkelkan!!(Sakura)

Ueeee!!?(Zelgadi)

Wah, wah. Aku tidak sabar melihat wajah cucuku(Fiana)

TUNGGU SEBENTAR!? KENAPA HAL INI TERJADI LAGI!? ATAU DARIPADA ITU, APA MAKSUDNYA IA TELAH MENDAPAT IZIN DARI YANG LAINNYA!? OEEEY ALIANSI TUNANGAN! TIDAKKAH PERSIAPAN KALIAN TERLALU CEPAT!?

Raja Iblis pun berlutut kepada Fiana-san yang tersenyum bahagia.

Men-menjengkelkan? Farnese berkata “menjengkelkan”.(Zelgadi)

Apakah serangan batin yang ia terima sekuat itu?

Sambil mengabaikan Raja Iblis yang sudah tidak berguna, aku pun menghadap ke ayah Spica-san, Sirius-san.

Sebenarnya, Spica-san telah masuk ke Orde Ksatria negara saya…(Touya)

Saat aku mengatakannya, Spica-san pun mulai berbicara kepada Sirius-san.

Ayah, aku akan pindah ke Brunhild dan aku benar-benar akan melindungi Farnese-sama kali ini. Aku bersumpah atas kehormatan Keluarga Frenel dan Tameng ini…(Spica)

Aku mengerti. Kau bebas memilih jalan hidupmu. Kami akan selalu mendoakanmu tak peduli seberapa jauh dirimu pergi.(Sirius)

Ayah…(Spica)

Sirius-san pun memeluk putrinya yang menangis sejadi-jadinya. Jika dilihat dari luar, mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang memeluk satu sama lain karena mereka terlihat seumuran.

Nampaknya, ia adalah ayah yang perngertian. Di sisi yang lain… Aku menatap ke “ayah lain” yang jiwanya masih belum kembali ke tubuhnya.

…Menjengkelkan? Aku tidak menjengkelkan, kan? Karena setelah semua yang terjadi disini, apakah aku bukan ayahmu? Sudah biasa bagi ayah untuk khawatir. Normal. Yup, ini normal!!(Zelgadi)

Aku pun memutuskan untuk tidak melihat Raja Iblis yang mulai berkomat-kamit, dan juga meyakinkan diriku sendiri agar tidak menjadi sepertinya.

***

Lalu, apakah Anda bisa menemukan siapa orang yang mencoba membunuh Sakura── maksudku Farne?(Touya)

Tidak. Sungguh menjengkelkan untuk mengakuinya, tapi kami tidak bisa melacaknya. Aku akan menghancurkannya jika dia ditemukan.(Zelgadi)

Saat Sakura memeluk tanganku, Raja Iblis membalas pertanyaanku sambil menggigit bibirnya.

Dengan hormat, saya rasa ini adalah aksi yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka jika Sakura─ maksudku Farne menjadi Raja Iblis selanjutnya…(Touya)

Saya paham dengan apa yang Anda ingin katakan. Saya rasa Anda mungkin mencurigai bahwa salah satu dari putra saya lah pelakunya, tapi hal itu tidak benar.(Zelgadi)

Kenapa bisa seperti itu?(Touya)

Raja Iblis membetulkan posisi duduknya dan menyilangkan tangannya di atas sofa. Meskipun tubuhnya menghadap ke arahku, terkadang pandangannya tertuju pada Sakura.

Pertama, tentang Pangeran Pertama, Falon, anak ini memiliki kepribadian yang tunggal, jika saya menjelaskan sisi bagusnya. Disisi lain, ia tidak pintar, jika saya menjelaskan sisi buruknya. Dengan segala kemungkinan, sebuah pemikiran tentang pembunuhan tidak akan ia pikirkan karena kepribadiannya yang membenci ketidak-adilan. Meskipun seseorang memaksanya, ia pasti akan menolaknya.(Zelgadi)

Bagaimana dengan Pangeran Kedua?(Touya)

Pangeran Kedua, Fares, terlalu pengecut. Ia adalah orang yang akan berpikir tidak apa-apa untuk tidak menjadi raja daripada melakukan trik kotor seperti pembunuhan. Hanya ada buku, buku, buku dan buku saja di pikirannya. Ia memiliki kepribadian yang menghindari hal-hal merepotkan sebisa mungkin.(Zelgadi)

Sungguh penilaian yang tajam untuk putranya. Sangat berbeda dengan Sakura. Aku telah menanyakan alasannya, dan aku menerima jawaban terang-terangan bahwa “Aku tidak bisa memanjakan putraku meskipun itu menyenangkan.
Putriku lah yang lebih manis”.

Raja Iblis sendiri mungkin ingin memberitakan secara resmi bahwa Sakura lah Raja Iblis selanjutnya saat [Tanduk Raja]nya tumbuh, tapi Fiana-san tidak mengizinkannya.

Sejak awal, Sakura tidak memiliki tujuan seperti itu, dan tidak bisa dihindari lagi karena sudah jelas kalau itu akan merepotkan.

Yah, walau situasinya sudah merepotkan sih…

Jadi, siapa pelakunya?(Touya)

Mungkin ia adalah keluarga dari Ratu Pertama yang telah meninggal, yakni Keluarga Ribuck, atau mungkin keluarga Ratu Kedua yang juga sudah meninggal, Keluarga Arnos. Tentu saja, ada kemungkinan kalau aksi ini perbuatan bangsawan yang bekerja sama dengan kedua keluarga tersebut.(Zelgadi)

Jika pangeran yang mereka dukung menjadi raja, hal itu akan menguntungkan mereka dalam berbagai aspek. Mereka memang mencurigakan!

Lalu, pangeran mana yang lebih dekat dengan posisi Raja Iblis?(Touya)

Saya tidak tahu. Mereka berdua memiliki kekuatan sihir yang sama. Keadaan ini naik-turun setiap harinya. (Zelgadi)

Hmmm, hal ini menjadi semakin merepotkan.

Keluarga pangeran mana yang Anda pikir telah berhubungan dengan Yuuron?(Touya)

Saya juga tidak mengetahuinya. Tim sukses Pangeran Pertama, yakni Keluarga Ribuck, adalah keluarga perbatasan yang melindungi perbatasan negara kami dengan Yuuron. Mungkin tidak mustahil bagi mereka untuk mencoba membuat hubungan. Tim sukses Pangeran Kedua, Keluarga Arnos, adalah keluarga yang terdiri dari pedagang terkemuka. Negara kami memang tidak berdagang dengan negara lain, tapi bukan berarti kami tidak memiliki penengah. Rasanya mungkin untuk melakukannya jika hubungan antar sesama pedagang digunakan.(Zelgadi)

Berarti, mereka berdua sama-sama mencurigakan. Merepotkan sekali. Tidakkah ini akan lebih mudah jika aku membawa Paus kesini dan menanyakan mereka didepan mata sihirnya yang bisa mengetahui semua kebohongan?

Kurasa ini ide yang baik, tapi membawa pemimpin negara untuk hal seperti ini agak kurang sopan dan aku juga tidak bisa membawa semua orang yang mencurigakan ke Ramisshu.

Aku penasaran apakah ada pendeteksi kebohongan atau semacamnya di [Gudang]. Walau itu tidak akan bisa menjadi bukti meskipun ada sih…

Jika dilihat dari ingatan Sakura yang telah kulihat, mereka benar-benar pembunuh dari Yuuron. Akan tetapi, Yuuron sudah hancur berkeping-keping, dan kemungkinan aku tidak akan bisa melacak mereka.

Apakah mereka akan diam jika kami mengumumkan kalau Sakura tidak akan menjadi Raja Iblis selanjutnya? Tidak, mereka tidak akan berhenti.

Mereka mungkin akan menghancurkan pangeran, dan mungkin akan terbentuk tim sukses ketiga, yakni [Tim sukses Farnese], kecuali jika kami melakukannya dengan baik.

Akan lebih berbahaya untuk Sakura jika hal itu terjadi. Aku ingin kembali ke Brunhild setelah menghilangkan kekhawatiran ini… Nah, sekarang, apa yang bisa kulakukan dengan ini?





Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

3 comments: