Sunday, 17 June 2018

Evil God Chapter 45


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 45 :
Strategi Pendanaan Negara (2)


Kota diselubungi suasana hiruk pikuk.
Terutama di pusat kota. Banyak orang berlarian ke sana kemari.
Kamipun naik ke atas atap sekolah agar bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Di saat bersamaan, aku mengintip apa yang sedang terjadi di kota menggunakan Evil Eyes.

[Apa yang terjadi?]

Yufilia mencondongkan tubuhnya ke depan dan berteriak.

[Ketertiban di negara ini sangat bagus. Biasanya hal seperti ini tak akan terjadi.]

Tiraiza melihat ke seluruh bagian kota untuk mencari sumbernya.

[Benar juga. Ini keadaan yang tidak seperti biasanya.]

Ekspresi Iris terlihat muram.

[Tapi negeri ini memang tidak sedang dalam keadaan normal.]

Semua orang melihat ke arahku.
Sedang ada kegelisahan masalah keuangan yang melanda negeri ini.
Rakyat mulai gelisah apakah negeri ini dapat membayar utangnya atau tidak.
Jika tidak bisa membayar, maka keadaan ekonomi negeri ini akan merosot.

Apa yang akan terjadi jika ekonomi di negeri ini runtuh?
Apakah negeri ini akan menghilang?
Hal itu tidak mungkin terjadi.
Bukan berarti seseorang akan mati saat keadaan ekonomi mulai hancur.

[Jiemi, apa kau memiliki uang?]
[Kenapa kau bertanya begitu? Aku biasanya tidak membawa banyak uang bersamaku.]

Jiemi mengeluarkan dompetnya. Tapi bukan itu maksudku.

[Dimana kau menyimpan uang yang tidak kau bawa?]
[Di serikat petualang. Kita bisa menyimpan uang di sana.]
[Lalu, apa yang terjadi jika mereka kehabisan uang tersebut?]
[Jangan bercanda!]
[Ya. Itulah yang sedang terjadi saat ini.]

Jika dilihat dengan seksama, pusat kericuhan ini adalah bank.
Aku menunjuk ke arah bank tersebut.
Ada beberapa orang yang berkumpul di depan serikat petualang, tapi jumlahnya tidak banyak.

[Bank adalah tempat menyimpan uang. Dan mereka memerlukan kredit.]
[Yah, kau tak akan mau menyimpan uangmu di tempat yang tidak kau percayai.]

Tiraiza menganggukkan kepalanya.

[Tapi bukankah yang sedang berada dalam masalah kali ini adalah pemerintah?]
[Ya. Tapi saat pemerintahan tidak stabil, yang lain juga akan ikut terseret.]

Benda yang disebut uang akan selalu beredar.
Seseorang menyimpan uangnya di bank, dan bank akan meminjamkan uang itu kepada yang lain.
Pemerintah termasuk pihak yang juga meminjam uang tersebut.

Jika pemerintah tidak bisa mengembalikan apa yang mereka pinjam, maka bank tidak akan punya uang untuk dikembalikan kepada depositor.

[Benar juga, tapi belum pasti apakah pemerintah bisa atau tidak mengembalikannya. Jadi kenapa terjadi kericuhan pada saat seperti ini?]
[Karena semua akan terlambat jika hal tersebut sudah pasti. Sebelum terjadi kepanikan, beberapa orang akan berusaha untuk mengambil uang mereka. Mereka yang menyebabkan keributan kali ini adalah mereka yang telat mengambilnya.]

Aku menjawab keraguan Yufilia.
Lagipula, pada saat seperti ini, bank tidak mempunyai cukup uang untuk mengembalikan semua uang mereka.

Bayangkan jika ada 100 orang meninggalkan uang sebanyak 100 keping di bank.
Maka bank akan mendapat 10.000 keping.
Lalu bank akan meminjamkan uang itu pada seseorang.
Lalu bank akan mendapat keuntungan darinya.

Misalkan pada saat itu kau meminjam sebanyak 70% atau sekitar 7000 keping.
Maka hanya ada 3000 keping yang tersisa di bank.

Apa yang terjadi jika ada 50 orang yang ingin menarik uang mereka? (5000 keping)
Tentu saja bank tidak akan bisa mengembalikannya.
Ini adalah masalah yang telah dimiliki oleh bank sejak awal.

[Terlebih lagi, bank menutup pintunya pada saat seperti ini sehingga itu menyebabkan kegelisahan masyarakat meningkat.]
[Dan setelah terjadi kericuhan....]
[Jika saja orang-orang yang ingin menarik kembali uang mereka diperbolehkan menarik berapapun jumlah yang mereka inginkan, maka kericuhan tidak akan terjadi. Yah, itu jika mereka punya cukup uang untuk melakukannya.]

Bank tidak memilikinya, sehingga mereka tidak bisa menarik uang yang mengakibatkan kekacauan ini.
Ekonomi seperti makhluk hidup.
Jika tidak stabil, maka itu akan layu dan mati.

[Selain hal itu, apa yang bisa kita lakukan?]
[Menghentikan mereka dengan kekuatan militer atau semacamnya.]
[Kita tidak bisa melakukan itu, itu hanya akan mencoreng martabat negeri ini.]

Yufilia mengatakan hal itu lalu berlari dengan wajah yang muram.

[Tidak ada gunanya mencoba meyakinkan mereka. Kerumunan orang yang panik tak akan bisa tenang dengan cara itu.]
[Ayo kejar dia.]

Tiraiza berlari mengejar Yufilia.

[Tak perlu khawatir, tak akan ada satupun orang di kerumunan itu yang bisa menyakiti Yufilia.]
[Bukan itu masalahnya.]

Iris menggembungkan pipinya dengan marah.
Aku mengejar mereka sambil berpikir apa boleh buat.

***

[Semuanya, mohon tenang dulu!]

Yufilia tiba di dekat bank dan berteriak dari atas podium yang tinggi.

[Tuan Putri Yufilia!]

Tentu saja kerumunan itu langsung terdiam setelah melihat kehadiran anggota keluarga kerajaan.

[Negeri ini sedang berada di tengah krisis. Namun itu bukan karena iblis atau apapun yang bisa mengancam nyawa kita. Aku yakin kalau kita pasti akan menemukan jalan keluarnya.]

Kata-kata Yufilia mengandung kekuatan, dan ada juga beberapa orang yang menjadi tenang karenanya.
Namun, bukan berarti tidak ada yang menyuarakan keluhannya.

[Jangan percaya! Uang yang telah kita dapatkan dengan keringat kita akan segera hilang. Kita tak bisa hidup tanpa uang!]
[Benar! Semua ini salah pemerintah!]

Salah satu orang melempar batu pada Yufilia.
Tentu saja Yufilia tak akan terluka hanya karena itu.

[Para bangsawan bisa hidup nyaman tanpa masalah meskipun dalam situasi saat ini!]
[Aku jadi iri!]

Terpicu oleh perkataan tersebut, satu demi satu perkataan kasar terdengar.
Yufilia sangat terkejut mendengar semua keluhan yang ditujukan padanya.

Saat suara mereka mulai membesar, kekacauan pun semakin membesar.
Malah, sepertinya lebih besar dari sebelumnya.

Kami lalu membawa Yufilia pergi ke tempat lain.

Yufilia menangis.
Karena dia tidak bisa memenuhi harapan masyarakat.
Karena dia tak bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Tubuhnya tidak tersakiti.
Yang tersakiti adalah hatinya
(TL : T_T membayangkan Yufi menangis... aaaaa....)

[Apa yang harus kita lakukan?]

Tiraiza menatapku.
Aku mengambil selebaran yang berserakan di lantai.
Pada selebaran itu tertulis :
Pemerintah sedang dalam krisis moneter, tapi itu semua tidak ada hubungannya denganku.
Bukankah banyak orang berpikir demikian?

Kalian salah.
Sebenarnya, jika pemerintah tidak bisa mengembalikan uang tersebut, kalian juga akan kehilangan uang yang kalian simpan di bank.

Penyebabnya beserta ilustrasi telah tertulis dengan jelas.
Di situ juga tertulis bahwa sebelum hal itu terjadi, kalian harus mengambil sebanyak mungkin uang dari rekening bank kalian.

Selebaran ini pasti disebarkan dalam jumlah yang banyak.

[Ini...]

Saat Tiraiza mengambil kertas itu dan membacanya, tangannya langsung gemetar.

[Aku tak bisa memaafkan hal ini....]

Wajah Tiraiza memerah karena marah.

[Apa yang akan kau lakukan jika kau tidak bisa memaafkannya? Menembakkan sihir ke arah kerumunan itu?]
[Aku tak mungkin melakukan hal itu!]
[Apa kau akan menyerbu negara yang kau curigai sebagai pihak yang telah menyebarkan selebaran ini? Tanpa adanya bukti?]
[Terus apa yang harus kulakukan----!?]

Tiraiza berpaling kepadaku dan melihatku jalan bolak-balik.

[Wajahmu terlihat menyeramkan.]

Iris menjauh dariku.

[Kekacauan ini akan berlanjut untuk sementara waktu. Saat sudah mencapai batas tertentu, hal ini akan menyebabkan kerusuhan yang parah.]
[Kita harus melakukan sesuatu sebelum hal itu terjadi.]
[Kalian lakukanlah apa yang harus kalian lakukan. Aku juga akan melakukan apa yang aku inginkan.]

Aku mengatakan hal itu, lalu berpindah ke Kuil Kegelapan.
(TL : Sip, ashtal mulai bergerak dan akan membalikkan keadaan :D)


Evil God Chapter 44


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 44 :
Dewa Iblis Terlihat Sedang Membuat Senjata (4)


Pak tua sudah menungguku saat aku kembali ke Kuil Kegelapan.
Kami lalu pindah ke sebuah ruangan kecil dan mulai berdiskusi.

[Membutuhkan waktu yang lebih lama dari perkiraanku, apa Anda mengalami masalah tak terduga saat bekerja sebagai pandai besi?]
[Tidak ada masalah. Hanya saja, desain yang diinginkan oleh klienku sangat luar biasa.]

Aku lalu memberikan kapak itu pada Julius.

[Apa perlu sampai sedetail ini?]

Pak tua tersenyum kecut.

[Yah, karena aku menggunakan orichalcon, tidak masalah jika dia terlalu bersemangat dalam membuat desainnya.]
[Apa Anda akan memberinya kemampuan khusus?]

Aku pun mengangguk pada perkataan pak tua.

Sihir enchant. Kegiatan memberikan efek sihir pada senjada, zirah, dan aksesoris.
Tentu saja bukan hanya itu, sihir ini juga bisa memperkuat baju biasa dan bangunan.

Menambahkan kekuatan serang maupun bertahan.
Menambahkan efek status seperti STR dan DEX.
Kau juga bisa menambahkan berbagai efek seperti meningkatkan kekuatan bertahan terhadap atribut tertentu.
Kau juga bisa menambahkan kemampuan spesial lainnya.
Itulah yang akan kami diskusikan kali ini.

Menambahkan efek yang bisa bertahan selamanya sangat sulit.
Tentu saja sihir yang digunakan adalah enchant, tapi tidak cukup hanya sekali saja.
Saat kau menggunakan sihir yang sama hingga ratusan kali, efeknya akan bertahan untuk selamanya.
Jika kau melakukan itu, kau akan menggunakan energi sihir hingga melewati batas dan harus beristirahat selama beberapa hari.
Dengan terus melakukannya berulang kali, maka karya terbaik akan selesai.

Dengan kata lain, karya terbaik selesai dibuat hingga bertahun-tahun lamanya.
Namun kali ini, aku tak akan menghabiskan waktu selama itu.

[Karena Anda akan memberikannya pada manusia, apakah Anda akan memberi efek yang bagus untuk melawan iblis?]
[Boleh saja sih, tapi sudah banyak senjata yang khusus dibuat untuk melawan iblis.]
[Lalu....]

Akupun mengaktifkan sihir tanpa menjawab pertanyaan dari pak tua.
Hingga efek sihirnya dapat bertahan untuk selamanya.

[Eh... itu...]

Pak tua membuat wajah terkejut.

[Lagipula, tujuan mereka adalah untuk mengalahkan golem. Jika begitu, aku harus memberinya efek ini.]

Meningkatkan efektifitas terhadap benda mati.
Benda yang dibuat oleh sihir. Benda mekanik. Dan juga efektif terhadap bangunan.
Tentu saja ini juga berpengaruh terhadap golem.

[Ini memang bukan kemampuan yang buruk.... tapi, kemampuan ini tidak dihargai oleh manusia.]

Musuh utama umat manusia adalah iblis. Yang mengancam eksistensi manusia adalah iblis.

[Kau tahu, mungkin saja suatu saat akan terjadi. Keadaan dimana mereka harus melawan banyak golem.]

Malahan, kali ini lawan mereka adalah golem.

Jiemi adalah seorang pendekar.
Pendekar pasti akan menerima serangan dari lawan.
Oleh karena itu, aku juga memberikan efek bertahan. Kapak ini akan bertugas untuk menerima serangan dari lawan.

Meningkatkan kemampuan bertahan.
Meningkatkan ketahanan terhadap semua elemen.

Adrigori lalu datang seperti menunggu saat yang tepat.

[Apa kau telah membuat persiapannya?]
[Ya. Aku telah membawanya.]

Aksesoris seperti cincin, gelang, anting, dan kalung diletakkan di atas meja.

[Sepertinya manusia menggunakan sihir enchant pada aksesoris dan berusaha meningkatkan status mereka.]

Adrigori mengambil sebuah cincin.

[Sayangnya, ada batas pada status yang bisa ditingkatkan, dan tidak ada efek sama sekali pada dewa iblis. Bukan hanya itu, item ini tidak sanggup menahan energi dewa iblis dan kemudian akan rusak.]

Aku lalu menggunakan sihir enchant pada aksesoris itu.

[Berapa besar efek peningkatan yang akan Anda berikan? Dua kali lipat? Sepuluh kali lipat?]
[Jangan bercanda, peningkatannya hanya 15%]

Sebelumnya, aku dengar bahwa item terkuat yang beredar di dunia manusia hanya meningkatkan hingga 10%.
Setidaknya, aku akan meningkatkan hingga 1,5x dari jumlah itu.
Ini juga akan memperkuat umat manusia.

Omong-omong, saat aku selesai, ada seseorang yang mengetuk pintu.

[Anda memiliki tamu.]

Jeko membungkuk.
Dia lalu membawa Auretta masuk.

[Umm... tempat ini...]

Auretta terlihat panik.

[Jangan khawatir soal tempat ini.]

Lagipula, dia tak akan tahu dimana tempat ini karena dia dibawa ke sini menggunakan sihir perpindahan.
Kami memanggilnya bukan tanpa alasan.
Dia akan bertugas untuk memeriksa performa aksesoris tadi.

Saat aku membuat aksesoris, ada kemungkinan dimana benda itu akan memiliki efek yang tidak diperlukan.
Tugasnya adalah untuk memastikan bahwa item itu tidak memiliki efek seperti itu.

[Baiklah. Aku mengerti.]
[Maaf karena memanggilmu pagi-pagi sekali.]
[Oh, aku juga ingin memberitahu Anda sesuatu hal yang penting...]
[Ada apa?]
[Apa Anda sedang diselidiki?]
[Ah, sepertinya begitu. Tapi tidak perlu khawatir.]
[Tapi kan....]

Sepertinya Auretta ingin mengatakan sesuatu.
Tapi aku menyela perkataannya.

[Nanti saja. Sekarang, aku ingin kau segera memeriksa item ini.]

Auretta mulai memakai aksesoris itu satu persatu sesuai perintah dariku.
Aksesoris yang buruk memberikan efek pada tubuhnya.

[Ah, yang ini sangat berbahaya.]

Auretta terengah-engah dengan suara yang menggoda.
Tapi semua yang ada di sini adalah dewa iblis.
Mereka hanya menghiraukannya dan melanjutkan pekerjaan mereka.

[Apa tempat ini merupakan perkumpulan para homo?]

Auretta adalah seorang wanita dengan tubuh langsing dan mata yang menawan.
Rambut panjang hitamnya dengan sedikit warna coklat tercampur diantaranya diikat di belakang kepalanya.
Tubuhnya yang tersembunyi di balik pakaiannya juga terlihat sangat menarik.
Dia memiliki tubuh yang sangat disukai oleh para pria.

Dia pasti sangat percaya diri dengan hal itu.
Dan dia merasa aneh karena tidak ada satupun dewa iblis yang bereaksi.
Mungkin dia mengira bahwa kami adalah orang-orang yang punya kelainan seperti itu.

[Tidak. Karena kami tidak akan mati karena tidak memiliki masa hidup, kami tidak perlu berkembang biak. Kami adalah ras yang bisa berkembang kapanpun kami mau, itulah sebabnya kami tidak memiliki hasrat seksual.]

Aku pasti akan segera melarikan diri kalau ini adalah tempat perkumpulan para homo.
Saat kami selesai, jam sudah menunjukkan waktu untuk pergi sekolah dan bekerja.
Aku pun membawa Auretta ke serikat petualang lalu segera pergi ke sekolah.

***

Saat aku sampai di kelas, semuanya telah menungguku.

[Ba-ba-ba-ba-bagaimana hasilnya?]

Sepertinya Jiemi sudah mulai tidak sabar.
Saat dia pergi ke bengkel pagi ini, dia harus segera kembali karena dia mendengar kalau aku telah menyelesaikannya.

[Oh, sudah selesai. Tapi kau harus menunggu hingga sekolah selesai.]

Aku memutuskan untuk memberikannya nanti.

Selama pelajaran, Jiemi kerap kali melihat kearahku sambil terlihat gelisah.
Yah, dia biasanya jarang mendengarkan pelajaran dengan serius, jadi tidak ada bedanya.

Saat sekolah selesai, aku pergi ke ruang klub yang jarang didatangi orang.
Aku lalu pergi ke Kuil Kegelapan dan kembali dengan membawa sebuah kotak besar.
Aku pun membuka kotak itu.

Bentuknya sama persis dengan permintaan Jiemi.
Di dalam kotak itu terdapat sebuah kapak yang digunakan dengan dua tangan.

[Oooooh!]

Jiemi dengan senang hati memegang kapak itu dan membuat sebuah pose bersamanya.

[Kelihatannya luar biasa. Tapi kita tidak akan tahu sebelum melihat ketajamannya.]

Tiraiza melirik kapak itu.

[Meski kau bilang begitu, kita tidak punya benda yang bisa digunakan untuk mengetes ketajamannya. Oi! Jangan arahkan kepadaku!]

Tiraiza mengarahkan kapak itu kepadaku dan mencoba mengayunkannya padaku dengan kekuatan penuh.

[Berarti yang tersisa hanyalah nama untuk kapak ini.]

Yufilia menghiraukan kami.

[Aah... maaf, aku sudah memberinya nama.]

Aku memberitahukan hal itu pada mereka.

[Nama kapak ini adalah Ragnarok.]

Mata mereka berkilauan saat mendengar nama itu.
Yufilia menjawab ‘bukankah itu cukup bagus?’
Iris dan Jiemi juga tidak mempermasalahkannya.

[Lumayan sih, tapi namanya kurang cocok dengan sebuah kapak. Bagaimana kalau kita menggantinya?]
[Tunggu dulu.]

Aku menghentikan Tiraiza.

[Sayangnya kita tidak bisa menggantinya lagi. Aku sudah mengukir nama itu pada kapak ini.]

Jiemi melihat pada kapak itu saat aku mengatakannya.

[Uwaaah.... di sini terukir nama Ragnarok dan Ashtal.]

Dengan begitu, nama kapak ini sudah ditetapkan sebagai Ragnarok.
Aku sudah menetapkan nama itu sejak saat aku membuatnya.

Setelah menerima kapak itu, mereka lalu memutuskan untuk berlatih.
Di saat yang bersamaan, kami menyadari bahwa ada keributan yang terjadi di kota.

[Apa yang terjadi?]

Yufilia melihat ke arah kota.

Seorang siswa yang kelihatannya tahu soal apa yang terjadi berteriak sambil berlari ke arah bangunan sekolah.

[Ada keributan besar di kota, kerusuhan telah terjadi!]


Evil God Chapter 43


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 43 :
Dewa Iblis Terlihat Sedang Membuat Senjata (3)


[Se-Seratus ribu?]

Scott ternganga karena terkejut.

[Jangan bercanda. Jika seperti itu, kau tak akan bisa mengolahnya di sini, bengkel ini pasti akan ikut meleleh.]
[Tentu saja, aku akan melindungi bengkel ini dengan sihir.]
[Kami telah melindunginya. Ini adalah salah satu bengkel terbaik di dunia dan bengkel ini dilindungi oleh sihir enchant anti-api tingkat tinggi.]

Menurutku sihir pelindung mereka lemah.
Kemudian aku membuat sebuah formasi sihir besar yang mencakup keseluruhan area bengkel.

[Fire Protection.]

Ini adalah sihir yang membuat sesuatu menjadi anti-api. Tapi sihir ini punya batas waktu.

[Apa-apaan pola yang mengerikan ini?]

Yufilia mengerutkan alisnya.
Sebuah pola tengkorak muncul di seluruh bengkel.

[Dalam sihir pelindung, kita bisa menambah pola seperti ini, tapi sebenarnya itu tidak ada gunanya sama sekali.]

Tiraiza menjelaskan pada mereka.
Ini seperti seorang artis yang menyemprotkan cat ke seluruh dinding.

[Hobi yang sangat buruk. Jika Dewa Cahaya Daguza-sama melihatnya, dia pasti akan marah.]

Mood Iris mulai memburuk.
Yah, Dewa Iblis dan Dewa Cahaya tidak akan pernah saling memuji.

[Dengan begini sudah cukup. Yah, meskipun efeknya hanya akan aktif selama satu hari.]
[Tunggu dulu, bagaimana caramu menghilangkan kotorannya? Apa kau mengetahui cara mengolah orichalcon?]
[Semua zat selain orichalcon akan menguap pada suhu 100.000°C]

Oleh karena itu, semuanya akan menghilang dalam proses membuat batang logam.

[Bagaimana caramu meningkatkan suhunya menjadi 100.000°C?]
[Tentu saja dengan sihir.]

Setelah aku menjawab semua pertanyaan Scott, aku pun berdiri di depan tungku pembakaran.
Tidak butuh terlalu banyak alat untuk membuat sebuah senjata.
Tungku perapian yang kecil saja sudah cukup.

[Ini akan berbahaya, jadi tolong menjauhlah.]

Aku bisa dengan mudah menahan suhu 100.000°C.
Tapi ini masih sangat berbahaya bagi manusia meskipun mereka telah melatih tubuh agar tahan terhadap api.
Oleh sebab itu aku memberi peringatan.

[Fire]

Ini adalah sihir dasar elemen api.
Kekuatan sihir berbeda bagi setiap orang.
Tapi bagiku, hanya dengan sihir dasar ini, aku tetap tidak bisa mencapai 100.000°C
Oleh sebab itu, aku akan melapisinya dengan sihir ‘fire’ di atasnya.

[Fire. Fire. Fire. Fire. Fire]

Sebelum sihir yang pertama habis, aku terus melapisinya dengan yang lain dan perlahan-lahan menaikkan suhunya.
Yang kulakukan ini sama halnya seperti mengaktifkan formasi sihir ganda.
Akan tetapi, formasi sihir ganda memiliki maksud organik, dan kau akan mendapatkan efek yang besar pada formasi sihir dimensi ketiga.
Tapi kali ini tidak perlu melakukan sampai sejauh itu.

Dengan begini, aku bisa menaikkan temperatur hingga 100.000°C.

[Panas yang luar biasa... sihir macam apa itu?]

Di tempat yang agak jauh, Yufilia melindungi wajahnya dengan tangan.

[Waktu aktivasi sihirnya terlalu cepat dan sulit untuk dilihat, tapi kemungkinan dia mengaktifkan beberapa sihir dengan kecepatan tinggi dan meningkatkan temperaturnya melalui efek sinergis.]

Tiraiza tetap terlihat segar.
Itu karena efek penghalang.

[Apa itu mungkin?]
[Kita bahkan bisa menggunakan lebih dari dua sihir pada saat yang bersamaan. Begitulah, ini adalah teknik sihir berkelanjutan.]

Aku lalu menaruh orichalcon yang telah meleleh ke dalam wadah.
Lalu aku meletakkan sebuah tongkat panjang yang terbuat dari baja hitam.
Aku tak mungkin membuat gagangnya dari orichalcon juga.

Sekarang aku hanya perlu memukul batang besi orichalcon dengan palu sambil memanaskannya sehingga tidak menjadi dingin.
Aku juga membawa alat pengolah yang bisa menahan panas.
Alat-alat itu bisa menahan suhu hingga 100.000°C.

[Apa? Prosesnya kelihatan lebih sederhana dari yang kukira.]

Jiemi terlihat baik-baik saja sambil melipat tangannya.
Atribut miliknya adalah api, jadi dia pasti punya kekebalan terhadap api.

[Aw!!]
[Aku tidak bisa bekerja kalau begini.]

Semua pengrajin yang katanya tahan terhadap api menjauh dari tempat itu.
Iris juga terlihat berada sangat jauh.
Dia pasti memiliki atribut air.

[Pekerjaan pandai besi sangat sederhana. Mereka hanya perlu memukul dan menarik logam dan membentuknya menjadi sebuah senjata. Jika kau bosan, kau boleh pulang.
[Tidak, aku akan merasa tidak enak jika meninggalkannya sendiri di sini.]

Jiemi pasti merasa begitu karena ini menyangkut senjata miliknya, jadi dia punya tanggung jawab untuk menyaksikannya.

[Lagian tak ada yang perlu aku lakukan, jadi ini akan menjadi tontonan yang bagus.]

Karena mereka akan mengganggu jika terus memperhatikanku, aku memaksa mereka untuk pergi.
Mereka mengatakan bahwa mereka tak bisa begitu saja membiarkan orang asing di bengkel lalu pulang. Mereka juga punya tanggung jawab untuk mengawasi kami. Scott pun menjadi keras kepala dan akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu di luar.

Yah, lagipula apa yang harus kulakukan sudah jelas... terus memukul dan memukul.
Menarik batang orichalcon sedikit demi sedikit, lalu membentuknya menjadi sebuah kapak.
Mengasah ujungnya lalu mengeraskan bilahnya.
Begitu saja sudah cukup.
Aku tidak akan mendapat masalah dalam mengerjakannya.

Yang menjadi masalah adalah desainnya.
Kira-kira butuh berapa lama untuk membuatnya?

Aku pun terus melanjutkan pekerjaanku sambil memikirkan hal itu.
Tanpa kusadari, pagipun tiba.

***

Aku mendengar suara cuitan burung gereja.

[Kau masih di sini?]

Scott membuka pintu bengkel.
Sepertinya dia tidur di kantornya.

[Bisa menahan suhu 100.000°C saja sudah luar biasa, apalagi menahannya semalaman. Apa-apaan kau ini?]

Manusia bisa saja menahannya jika hanya sebentar.
Tapi mereka tak akan bisa melakukannya untuk waktu yang lama.
Tapi aku tak bisa menjawab pertanyannya.
Lebih tepatnya aku tidak diperbolehkan.

[Yah, itu memang pekerjaan yang sangat sulit.]

Aku menghiraukan pertanyaannya dengan jawaban seperti itu.

Untuk sementara, aku telah menyelesaikan proses pengolahannya.
Saat ini aku sedang menunggu kapak itu mendingin, kurasa sudah tak ada yang perlu kulakukan.

[Coba kulihat... rasanya cukup ringan.]
[Orichalcon mempunyai ciri yang keras dan ringan.]

Scott memegang senjata yang telah jadi itu.

[Apa aku boleh mencobanya?]
[Ya, silakan saja.]

Dia lalu mengayunkan kapak itu pada sebuah tongkat yang terbuat dari baja hitam di depannya.
Lalu tongkat itu pun patah.

[Ah! Tongkatnya patah dengan mudahnya.]
[Soalnya kapak itu terbuat dari orichalcon.]
[Begitu ya... kurasa tak ada pilihan lain selain mempercayainya.]

Tentu saja Scott hanya bisa mengangguk setelah melihat kekuatannya.

[Baiklah, sekarang aku akan menggunakan sihir enchant dan memperkuatnya lagi.]
[Begitu ya... sekarang kapak ini akan menjadi lebih kuat dengan sihir.]

Scott mengangkat bahunya karena pasrah.

[Terima kasih banyak.]
[Ya, aku juga telah melihat sesuatu yang bagus. Jika kau mendapat orichalcon lagi, kau boleh membawanya ke sini.]

Aku lalu bersalaman dengan Scott dan kemudian berpindah ke Kuil Kegelapan.





Evil God Chapter 42


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 42 :
Dewa Iblis Terlihat Sedang Membuat Senjata (2)


Aku pun kembali setelah membawa peralatan yang kuperlukan.

Kemudian aku pergi ke lab milik Tiraiza yang jarang didatangi orang sambil berpikir apa yang harus kukatakan pada percakapan kami selanjutnya.

Lalu aku mendengar bentuk yang diinginkan oleh Jiemi.

[Aku juga bisa menentukan bentuknya?]

Jiemi dengan ceria menggambar sebuah gambar di atas kertas.
Aku bisa membuat bentuk apa saja karena ini buatanku sendiri.
Hey, tunggu dulu, bukankah gambarnya terlalu sulit?

Tak masalah sih jika bentuknya bilah ganda, tapi yang jadi masalah adalah desain di antara kedua bilahnya.
Ada ujung runcing yang seharusnya tidak diperlukan oleh sebuah senjata.

Ada juga bagian tidak penting yang sangat tipis dan sebuah bagian berlubang di kapak itu.
Entah kenapa ini telah menjadi desain terbagus yang pernah dibuat oleh Jiemi.

[Desain yang kau buat sangat merepotkan.]
[Apa kau bisa membuat bentuk seperti ini?]

Yufilia terlihat tertarik.

[Tak masalah. Mungkin. Yah, aku tidak akan tahu jika tidak mencobanya.]
[Apa kau akan menyewa seorang pandai besi? Biaya desainnya mungkin akan mahal, lagipula, bukankah senjata yang dijual di toko sudah cukup bagus?]

Tiraiza berusaha menghancurkan kreatifitas Jiemi.

[Tak ada romansa dalam senjata-senjata itu.]

Jiemi mengutarakan alasannya.

[Kita tidak bisa melakukan itu soalnya aku akan menggunakan bahan yang tidak ada di pasar.]
[Bahan yang tidak dijual... apa kau akan menggunakan baja hitam?]

Bahan material memiliki tingkatan.
Seng, tembaga, dan besi adalah bahan yang umum ditemukan di dunia lamaku.
Namun di dunia ini, ada bahan yang tingkatannya lebih tinggi lagi.
Ghost ore (bijih roh*) ---- logam pembentuk logam yang sering disebut dengan mithril.
Bijih besi hitam ---- logam pembentuk baja hitam
(*kalau diterjemahkan jadi bijih hantu rasanya kurang enak didengar, jadi aku artikan sebagai bijih roh)

Baja hitam yang disebut oleh Tiraiza tadi adalah logam terkuat dalam sejarah manusia.

[Begitu ya, kapak yang sekarang terbuat dari mithril. Seharusnya sejak awal kita membuatnya menggunakan baja hitam.]
[Yah, soalnya dia memiliki kenangan dengan kapak itu.]

Aku menghiraukan pembicaraan mereka dan membuka sebuah kotak yang kubawa.

[Kali ini, aku akan menggunakan bahan ini.]

Aku mengeluarkan sebuah bijih berwarna putih.

[Apa ini? Ini bukan bijih besi hitam, kan?]
[Itu adalah bijih Orichalcon.]
[Bguh!]

Tiraiza mengeluarkan suara aneh.
Aku puas melihat reaksi terkejutnya.

[Bukankah Orichalcon adalah bijih legendaris? Kudengar kita tak akan bisa menemukannya lagi di dunia ini.]

Jiemi ternganga melihatnya.

[Itu adalah bahan yang sama dengan Ridiru dan senjata legendaris lainnya, kan? Dimana kau menemukan bahan ini?]

Yufilia tertarik saat melihatnya.

[Ini adalah bahan rahasia yang telah diwariskan di dalam keluargaku.]
[Keluarga macam apa itu?]

Iris yang bahkan tidak memperlihatkan keterkejutannya, berkomentar dengan pelan.
Yufilia menyentuh orichalcon itu lalu memeriksanya.

[Apa tidak masalah jika kita menggunakan bahan ini?]
[Yah, lagipula bahan itu sudah tidak digunakan dan hanya akan berdebu di dalam penyimpanan.]

Kurang lebih selama seribut tahun, Dan juga, masih ada bahan lainnya. Jadi tidak masalah.

[Tunggu dulu, kita masih belum tahu apakah ini memang orichalcon atau bukan.]

Tiraiza yang sudah mulai terlihat tenang pun mulai mengutarakan keraguannya.

[Tidak jarang harta warisan yang telah diwariskan dalam beberapa generasi adalah benda palsu.]
[Benar juga sih. Yah, nanti juga akan ketahuan saat kita mengolahnya.]

Akan sulit membuktikan keasliannya pada orang yang tidak tahu seperti apa benda yang asli.
Tapi kau bisa membuktikannya saat melihat senjata yang telah jadi.
Oleh sebab itu, sebaiknya kurangi penjelasan dan segera membuat senjatanya.

[Ini masih dalam bentuk bijih, dimana kau akan mengolahnya?]

Iris bertanya padaku.

[Kita akan mengolahnya di bengkel, jadi, tak ada pilihan lain selain meminta bantuan dari tuan putri.]

Tentu saja aku tak akan bisa mengolahnya di ruangan ini.
Saat aku melihat ke arah Yufilia, dia pun meletakkan tangannya di dagunya dan berpikir.

[Perusahaan Bream memiliki bengkel yang besar.]

Itu adalah salah satu perusahaan yang saat ini sedang berkompetisi memperebutkan posisi pertama di negara ini.
Usaha mereka adalah usaha dalam pembuatan zirah dan aksesoris.
Yufilia juga sering berkunjung ke sana, jadi mereka mempunyai reputasi yang bagus.
Kalau begitu, ayo segera ke sana.

***

Kantor pusat perusahaan Bream berada di pusat kota.
Kantor mereka berupa bangunan sepuluh tingkat dan termasuk gedung kelas atas di kota ini.
Ini adalah sebuah toko perbelanjaan terkemuka yang memiliki slogan bahwa tidak ada barang yang tidak bisa ditemukan di sini.
Saat kami memasuki toko, para pramuniaga segera berlari memanggil seseorang.
Mereka menyadari kedatangan Yufilia dan segera memanggil atasan mereka.

[Tuan putri Yufilia, selamat datang di toko kami.]

Seorang pria paruh baya dengan fisik yang bagus datang sambil menggosokkan kedua telapak tangannya.

[Dia adalah Roger Bream, pimpinan perusahaan ini.]

Yufilia menyapanya lalu memepekenalkannya pada kami.
Tidak, mungkin cuma aku yang tidak mengenalnya.

[Jadi, ada keperluan apa sehingga Anda datang ke sini hari ini? Apa itu menyangkut soal rumor yang belakangan ini tersebar?]
[Ah, bukan soal itu.]

Yufilia memasang senyum kecut.
Mereka pikir kami datang karena masalah uang.

[Aku ingin menggunakan bengkel sebentar saja.]
[Jadi karena itu ya... Kalau begitu, silakan gunakan bengkel kami sesuka Anda, aku akan segera mengaturnya.]

Bream terlihat lega dan menerima permintaan kami dengan senyum di wajahnya.

***

Bengkel mereka berada jauh dari pusat kota.
Tempatnya berada di dekat pelindung di bagian barat daya kota.
Tempat ini biasanya sangat ribut dan terkadang terjadi kecelakaan. Jadi tidak mungkin meletakkannya di wilayah ramai penduduk.

[Oh, akhirnya datang juga. Aku sudah mendengar masalahnya.]

Saat kami memasuki bengkel, seseorang yang membawa palu datang menghampiri kami.
Dia bernama Scott, orang yang paling ahli di sini.
Bengkel ini sangat besar dan terdapat banyak orang yang sedang bekerja di sini.

[Tu-Tunggu dulu! Kenapa nada bicaramu pada tuan putri seperti itu?]

Muridnya terlihat panik.

[Tidak masalah kalau sama putri yang satu ini.]
[Ya, berbicara dengan sopan hanya wajib di istana kerajaan saja.]

Yufilia berbicara sambil tersenyum.
Sepertinya mereka sudah sangat akrab.

[Jadi, apa yang ingin kau gunakan?]
[Umm...]

Saat ditanya oleh Scott, Yufilia menjadi bingung lalu melihat ke arahku.

[Aku ingin mengolah ini dan menggunakannya untuk membuat senjata.]

Aku maju ke depan dan berbicara dengan Scott.
Di saat yang sama, aku menunjukkan orichalcon yang berada di dalam kotak kepadanya.

[Apa ini? Aku belum pernah melihat bahan seperti ini sebelumnya.]

Tidak hanya saat melihatnya, dia juga merasa bingung saat memegangnya.

[Wajar saja sih, yah itu jika benda ini memang asli.]

Tiraiza bergumam.

[Kau terlalu meragukannya.]
[Itu sudah kewajiban seorang ahli sihir.]
[Jadi, benda apa ini?]

Scott menyela diantara percakapanku dengan Tiraiza.

[Orichalcon.]

Saat aku mengatakannya, semua orang di bengkel berhenti bergerak.

[Haa?]
[Awawawawaww!]

Semua orang terlihat terkejut dan mulai menggila.

[Kau bohong, kan? Itu adalah bahan legendaris yang bahkan sudah tidak bisa ditemukan lagi di dunia ini.]
[Kami ingin menggunakan bengkel untuk memeriksa apakah benda ini asli atau tidak.]

Sepertinya Yufilia masih belum sepenuhnya percaya.
Dia melihatku dan orichalcon itu dengan tatapan curiga sambil menjelaskan apa yang sedang terjadi.

[Tidak masalah, tapi bagaimana caramu mengetahuinya? Kalian belum pernah melihat benda aslinya, kan?]
[Memeriksanya terlebih dahulu hanya akan membuang waktu, jadi aku ingin segera mengolahnya. Itu juga bisa membuktikan keaslian benda ini.]
[Kurasa juga begitu, kalau begitu, aku akan segera mencobanya.]

Scott lalu menggulung lengan bajunya.

[Tidak, kalian tak akan bisa melakukannya.]
[Ha? Maksudmu kemampuanku tidak cukup?]

Scott merasa tersinggung karena perkataanku yang terdengar tidak sopan.

[Tidak, ini bukan masalah kemampuanmu. Aku akan menyerahkannya padamu jika memungkinkan.]

Banyak kotoran yang tercambur dalam bijih orichalcon ini.
Pengolahan dimulai dengan memisahkannya terlebih dahulu.
Dengan kata lain, membuat batang logam.

Batang logam adalah kumpulan logam dalam jumlah besar.
Sebuah tiang yang terbuat dari emas juga termasuk batang logam.

Ada banyak cara menghilangkan kotoran pada logam.
Misalnya pada besi, titik leleh besi adalah sekitar 1500°C.
Dengan kata lain, besi akan berubah wujud menjadi cair pada suhu tersebut.
Jika tidak sampai setinggi itu dan dipanaskan hingga suhu tertentu, maka besi hanya akan berubah menjadi lembek dan akan mudah dipisahkan.

Jika menggunakan batu kapur, kotoran akan bereaksi dan tertarik lalu menempel pada batu kapur tersebut.
Setelah itu adalah tahap pengolahan dan kemudian akan terbentuk sebuah batang besi dengan tingkat kemurnian yang sangat tinggi.

[Oh... sepertinya kau memiliki pengetahuan yang cukup.]

Saat aku menjelaskannya, Scott terlihat sedikit terkejut lalu menaikkan alis matanya.

[Bijih besi hitam memiliki titik leleh sekitar 8000°C. Tidak mudah mengolah sesuatu dalam suhu setinggi itu.]
[Itulah sebabnya pandai besi juga harus melatih tubuh mereka hingga mereka memiliki tubuh yang dapat menahan panas dan bisa melindungi tubuh mereka menggunakan ninki.]

Selain itu, pandai besi sangat dianjurkan untuk memiliki atribut api.
Hal itu akan memberi mereka kekebalan terhadap api.
Sebaliknya, orang yang memiliki atribut air tidak cocok menjadi pandai besi.
(TL: menurut pr**bon, kamu lebih cocok kerja di air)

Mereka juga harus mengenakan benda sihir anti-api.
Saat melihat ke arah para pengrajin, mereka menggunakan gelang, anting, kalung, dan sebagainya.

[Fasilitas ini bisa menahan hingga suhu 10.000°C. Apa ada masalah lain?]
Scott bertanya padaku.

[100.000]
[Haa?]
[Titik leleh orichalcon adalah 100.000°C]




Evil God Chapter 41


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 41 :
Dewa Iblis Terlihat Sedang Membuat Senjata (1)


Berita bahwa Kerajaan Scottyard telah menghentikan bantuan dana terhadap Kerajaan Briton masih dirahasiakan dari publik.
Namun, hal itu telah menjadi isu hangat di akademi.
Cepat atau lambat, berita itu pasti akan menyebar ke seluruh penjuru negeri.
Tidak salah lagi, yang menyebarkan berita itu sudah pasti adalah Kerajaan Scottyard.

[Vincent brengsek! Berani sekali dia melakukan cara licik seperti ini. Aku pasti akan menghajarnya jika dia berada di hadapanku.]

Jiemi memukul meja.
Meja itu telah diperkuat, namun muncul sebuah retakan di permukaannya.
Sudah jelas kalau Jiemi sangat kesal.

[Tapi Vincent kelihatannya tidak datang ke sekolah.]

Tiraiza melihat meja Vinvent yang sekarang masih kosong.

Biasanya, saat ini Vincent sedang menunggu bawahannya datang, tapi tidak kali ini.
Sepertinya dia tidak mungkin dengan santai datang ke sekolah setelah negaranya mengambil tindakan itu.

Meskipun biasanya dia memiliki pengawal di sekitarnya, bukan berarti dia bisa aman dari jangkauan warga Briton.
Saat ini, dia pasti sudah pulang ke negaranya.

[Apa yang harus kita lakukan?]

Iris melihat ke arahku dengan ekspresi bingung.

[Meskipun kau bertanya padaku.... tapi ini adalah masalah antar negara.]
[Aku juga sebenarnya tidak peduli akan apa yang terjadi antar negara, tapi kali ini Yufi ikut terlibat.]

Tiraiza menatapku.
Yufilia pun tiba saat kami sedang membicarakan hal itu.

[Begitu ya... ternyata hal itu sudah menjadi bahan pembicaraan.]

Yufilia membuat wajah masam.
Kami semua menunggu apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh Yufilia.

Namun, ini adalah masalah nasional.
Dia tak mungkin bisa mengatakannya meskipun kepada teman-temannya sendiri.

[Intinya, kita membutuhkan uang. Terlebih lagi dalam jumlah yang sangat besar.]
[Uang... pasti tetap tidak cukup meskipun kita mengumpulkan semua uang yang kita miliki.]
[Dan tentu saja, Yufilia pasti akan sulit menerimanya.]

Tiraiza dengan tenang menambahkan perkataan Jiemi.
Tidak mungkin kami memiliki uang sebanyak dana anggaran negara.

[Uang, ya... bagaimana kalau kita memulai sebuah usaha?]

Iris berbicara dengan serius.

[Jika kita bisa memulai bisnis yang memberikan untung sebanyak dana anggaran negara, kita pasti sudah dianggap sebagai orang jenius.]
[Jumlah yang diperlukan sangat besar, jadi kita harus bisa menjadi kaya dalam waktu singkat, bagaimana kalau menjadi petualang?]

Lalu Tiraiza berkata seakan teringat akan sesuatu setelah mendengar perkataan Jiemi.

[Omong-omong, masih ada soal itu.]
[Ada apa?]
[Sebuah dungeon yang sepertinya memiliki banyak harta, Kuil Kegelapan.]
[Eh?]

Akupun kaget mendengarnya.

[Ah iya, Ashtal tidak tahu soal hal itu.]

Tiraiza lalu menjelaskan soal Kuil Kegelapan.
Bahwa ada sebuah dungeon dengan tingkat kesulitan yang sangat sulit yang melebihi istana raja iblis.
Tentang dewa iblis yang lebih kuat dari raja iblis, tentang pasukan dewa iblis yang bisa dengan mudah menghancurkan pasukan raja iblis, dan juga tentang dungeon legendaris mereka.
Namun, entah kenapa tempat itu telah kosong.
Tetapi mereka menemukan seorang pria aneh di sana.
Mereka juga menemukan kotak harta, tapi ada penjaga yang melindunginya yang membuat mereka harus mundur tanpa mendapat apapun.

Ya, aku tahu soal itu.
Lagian, siapa yang kalian sebut pria aneh, hah?

[Kita pasti akan menemukan banyak harta di sana.]

Yah, jumlah harta yang ada di Kuil Kegelapan memang sangat banyak.
Tapi harta tersebut telah disebar dan disimpan dengan aman.
Dan karena sebagian besar harta tersebut diletakkan di area yang tak bisa dijangkau oleh penyusup, mereka tidak akan bisa menemukannya.

Harta dalam kotak harta yang mereka temukan tidak akan cukup.

[Bagus! Ayo kita pergi ke sana!]

Yufilia bangkit dengan semangat.

[Eh? Sekarang?]
[Ada pepatah yang mengatakan bahwa kita harus memukul selagi besinya masih panas.]

Iris juga terlihat sangat antusias.

[Tenang dulu, sebelumnya kalian kalah tanpa bisa berbuat apa-apa, kan?]
[Lebih tepatnya kami merasa seperti itu, jadi kami segera bergegas untuk mundur. Kita tidak akan bisa tahu hasilnya jika tidak mencoba bertarung. Dan juga, semangat bertarung dan tekad akan berpengaruh sangat besar terhadap kemampuan bertarung.]

Umat manusia memiliki musuh bebuyutan.
Sebuah ras yang dikenal sebagai iblis.
Menjelajahi dungeon hanyalah sebagai tambahan.
Tidak seharusnya mereka mempertaruhkan nyawa demi hal itu.
Namun, sekarang situasinya telah berubah.

[Dengan kata lain, kita akan menantangnya dengan nyawa sebagai taruhannya?]
[Ya, kalau bisa, aku ingin meminta bantuanmu.]

Yufilia mengangguk.

Tentu saja, jika dinilai mustahil, kami akan segera mundur.

Namun tingkat bahayanya akan berbeda dengan sebelumnya.
Oleh sebab itu, kali ini berbeda dengan ajakan dari mereka yang biasanya.

Meski begitu....
Itu adalah rumahku.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya membantu menaklukkan rumahku sendiri.
Karena aku terdiam tanpa memberi jawaban, mereka berpikir kalau aku sedang khawatir.

[Kumohon...]

Yufilia menggenggam tanganku dan meminta sambil menatap mataku.

[BewaiklOah, SawrEhkWan SayJa PyAdAuKuwe!][TL : Baiklah, serahkan saja padaku!]

Aku menjadi panik dan menjawabnya dengan sangat cepat.
Tidak, sebenarnya aku tidak berniat menjawabnya.

[Dasar pria gampangan.]
[TLN : aku sengaja mengubah kalimat ini agar sesuai dan lebih mudah dimengerti. Kalimat inggrisnya adalah “this guy is suprisingly easy” yang kalau diartikan adalah “ternyata pria ini mudah sekali (untuk dirayu)”, jadi aku ubah menjadi dasar pria gampangan/murahan agar lebih mudah dimengerti m(_ _)m ]

Evil Ears milikku menangkap apa yang dibisikkan oleh Tiraiza.

***

Meskipun kubilang kalau aku akan membantu, tapi aku tidak akan membantu dalam mengalahkan golem penjaga.
Aku berniat membantu mereka dari segi perlengkapan senjata mereka.
Itulah yang awalnya aku rencanakan.

Akhir-akhir ini umat manusia terlihat semakin lemah berkebalikan dengan jumlah mereka yang semakin berambah.
Mari kesampingkan dulu alasan kenapa hal itu bisa terjadi. Intinya, mereka membutuhkan kekuatan sebagai gantinya.

Aku akan mempersiapkannya untuk mereka, oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menunggu.
Setelah pelajaran berakhir, aku pun segera berbicara kepada Jiemi.

[Sebuah senjata baru untukku?]

Jiemi pun melihat kapak miliknya.
Itu adalah kapak biasa tanpa ukiran apapun.
Meski begitu, kapak itu masih memiliki nama merek yaitu “Kapak perang”

[Ah, kurasa kapak itu sedikit mengecewakan bagi seorang pendekar di kelompok pahlawan.]
[Yah, kapak itu memang berbeda jauh dari senjata legendaris seperti Pedang Suci Ridill.]

Tiraiza adalah orang yang bertanggung jawab dalam memperkuatnya dengan sihir.
Kupikir dia akan marah saat mendengarku mengatakan hal itu. Tapi sepertinya bukan itu masalahnya.
Yang menjadi masalah adalah tidak ada senjata legendaris yang berbentuk kapak.
Soalnya para dewa kuno tidak menyukai kapak.

[Jadi, aku berencana membuat sebuah kapak.]
[Membuat? Bukan memperkuat yang sudah jadi menggunakan sihir?]
[Aku juga bisa melakukannya sih, tapi aku akan membuat yang baru menggunakan kapak yang lama.]
[Apa kau punya keahlian sebagai pandai besi?]

Tiraiza terlihat curiga.

[Pokoknya, aku akan membuatnya, jadi tunggulah.]

Akupun lalu pergi setelah mengatakan hal itu.