Friday, 1 June 2018

A Rank Chapter 3


TranslatorKagami
Editor
Eden
Proof Reader
Shiro7D

Chapter 3 :
Ketenangan Teh Apple Mint






Saat kami berjalan menyusuri lorong di dalam rumah kepala desa, Aisha menoleh ke Fiona-san dan berkata,

“Fiona-san. Flora tidak ada di sini?”

“Ya, dia saat ini sedang mencari buah-buahan. Kurasa dia akan kembali sebelum matahari terbenam”

Begitu yah… kalau begitu, tolong katakan padanya kalau aku menunggunya di kebun anggur

"Tentu"

Aisha tiba-tiba berdiri setelah mendengar balasan Fiona-san.

“Baiklah, aku akan kembali karena aku harus bekerja”

“Ah. Terima kasih telah mengantarku sampai sini”

Awalnya aku berpikir kalau dia hanya ingin membawaku ke rumah kepala desa, tetapi dari percakapan yang barusan, sepertinya dia ingin bertemu seseorang bernama Flora itu.

Namun karena Flora tidak ada di sini, tentu saja dia akan kembali setelah mengantarku. Itu adalah alasan sederhana yang bahkan dapat kupahami dengan mudahnya.

Aisha dengan cepat berbalik dan keluar.

Sebenarnya aku ingin mengajakmu minum teh bersamaku. Tapi karena kau sedang ada pekerjaan, jadi apa boleh buat

Fiona-san bergumam sambil memasang ekspresi suram. Itu adalah ekspresi seseorang ibu yang melihat anaknya yang baru pulang ke rumah, lalu pergi lagi.

Kemudian, Fiona-san mengalihkan pandangannya dari pintu dan berkata “Ayo Masuk” kepadaku.

“Ini adalah ruang kepala desa”

"Baiklah"

* tokk ** tokk*, Fiona-san mulai mengetuk pintu setelah mendengar jawabanku.

"Kepala desa. Ada tamu yang ingin bertemu denganmu. Aisha yang membawanya kemari

"…Aku mengerti. Masuklah"

Setelah mendengar respon suara pria yang berasal dari dalam ruangan, Fiona-san membuka pintu.

Aku memasuki ruangan setelah melihat Fiona-san mengisyaratkanku untuk masuk dengan matanya. Kemudian, aku melihat seorang pria keren dan rapi berdiri di sana dengan senyum yang menyenangkan di wajahnya. Umurnya mungkin di akhir tiga puluhan.

Dia mengenakan jaket merah dengan lengan panjang berwarna putih, dan celana panjang kecoklatan. Namun, sepertinya pakaiannya terbuat dari kain yang sedikit lebih baik dari pakaian penduduk desa.

Aku ingin tahu apakah kau setidaknya harus berpakaian seperti itu ketika kau menjadi seorang kepala desa.

Di ruangannya, ada rak buku dan lemari yang terbuat dari kayu sederhana, dan sofa yang dipasang di samping. Ada juga sebuah meja kerja yang mungkin biasa digunakannya untuk melakukan pekerjaan administrasi dan semacamnya.

Orang ini ingin pindah ke desa ini”

“Hoh ~ itu sesuatu yang jarang terjadi. Sudah lama tidak ada orang dari luar desa yang mengunjungiku. Silakan, silakan duduk”

Kepala desa mempersilakanku duduk sambil tersenyum setelah diberitahu oleh Fiona-san.

Ah, permisi”

Aku akan membuatkan teh untukmu”

Fiona-san meninggalkan ruangan saat aku mengambil tempat dudukku.

Ngomong-ngomong, aku sangat senang akan hal itu karena aku benar-benar haus sekarang.

Aku Ergys, kepala desa Nordende”

“Aldo. Aku datang untuk tinggal di desa ini, aku datang dari kerajaan Abalonia”

Aku berpikir untuk memberinya nama palsu, tetapi setelah memikirkannya, aku memutuskan untuk tidak melakukannya. Karena kurasa sudah cukup jika aku hanya menggunakan nama pendekku saja.

Nama Aldred dan Aldo sebenarnya cukup umum. Di gereja tempat aku tinggal dulu, ada orang lain dengan rambut hitam bernama Aldred, dan ada juga orang bernama Arnold dan Alto. Bahkan selama menjadi petualang aku juga sering bertemu dengan Aldo lainnya.

Jadi, jika seseorang di desa ini telah mendengar tentang seorang pembunuh naga bernama Aldred, orang itu sendiri pasti tidak akan berpikir kalau "Aldred" si pembunuh naga itu adalah orang yang sedang tinggal di desanya.

Tidak ada kantor cabang serikat petualang di sini, dan bahkan jika ada, aku tidak berpikir mereka akan tahu persis bagaimana penampilanku. Karena rumor tentang pahlawan yang membunuh naga telah dibesar-besarkan, sampai di beberapa daerah ada yang mengatakan bahwa pemimpin mereka adalah seorang pangeran dari negara yang hancur atau dia adalah seorang bishounen dengan rambut pirang dan mata biru.

Itu adalah tempat sangat jauh. Bolehkah aku mengetahui alasanmu ingin tinggal di sini?”

Butuh waktu sekitar satu setengah bulan untuk sampai ke sini. Itupun karena aku pergi sendirian tanpa khawatir akan serangan monster ke desa ini. Namun jika itu orang biasa, itu mungkin akan membutuhkan sekitar dua bulan untuk sampai ke sini. Tentu saja, dia akan bertanya-tanya mengapa seseorang dari tempat yang sangat jauh ingin datang ke sini.

“Itu karena sembilan tahun yang lalu aku datang kesini dan melihat pemandangan ladang bunga yang indah, dan tidak bisa aku lupakan sampai saat ini ...”

“Ah, jadi itu alasannya. Ladang bunga itu memang kebanggaan desa kami. Bahkan aku sendiri tidak pernah bosan melihat bunga-bunga indah yang berubah warna sesuai musim itu…

Ergys-san mengangguk seolah-olah aku telah membuatnya yakin.

“Para pelancong dan penduduk desa dari desa-desa tetangga juga ingin bermigrasi ke sini karena alasan yang sama sebelumnya, tetapi ini pertama kalinya kami kedatangan seseorang dari kerajaan Abalonia. Kamu pasti sangat menyukai pemandangan disana…

Ergys-san pun menunjukkan senyuman samar yang jauh lebih lembut daripada senyum yang dia miliki sebelumnya.

Dari perkataannya barusan aku mengerti bahwa Ergys-san benar-benar menyukai bunga. Setelah aku menetap disini, mungkin tidak buruk jika aku mengajaknya berbincang-bincang sambil melihat bunga yang bermekaran.

Ketika aku mulai memikirkan hal-hal seperti itu, Fiona-san kembali mengetuk pintu.

Dari uap putih yang keluar dari cangkir teh di atas nampan, tercium aroma manis yang meyegarkan.

Aromanya enak”

Tanpa sadar aku menarik nafas dalam-dalam dan menghirup aroma yang manis itu.

“Ini teh Apple mint yang baru dipetik, baunya enak, kan? Aku juga telah menambahkan madu, jika itu sesuai dengan seleramu”

“kamu akan merasa lebih tenang jika meminumnya”

Aku meraih secangkir teh di atas meja setelah didesak oleh Ergys-san dan Fiona-san untuk mencobanya.

Ketika aku menghirup aroma tehnya, aku dapat mencium aroma apel hijau yang manis dan segar. Secara perlahan aku memiringkan cangkir untuk meminumnya sambil menikmati aroma yang menyenangkan secara bersamaan.

Rasa manis apel mint yang menyegarkan menembus hidungku, dan menyebar di mulut ketika minuman itu mengalir di tenggorokanku.

Teh secara perlahan menghangatkan tubuhku, dan membuat rasa letih di tubuhku menghilang.

“Hahhh.... rasanya sangat nikmat”

Saat aku menghela nafas lega, Ergys-san dan Fiona-san tertawa kecil.

“Akhirnya, kamu jadi sedikit lebih tenang

Iya, Aldo-san dari tadi sangat tegang. Sampai-sampai membuatku ikut tegang juga

setelah dikatakan begitu, aku mulai menyadarinya.

Keteganganku sepertinya belum hilang karena aku telah waspada sepanjang waktu selama perjalananku kesini.

Saat ini aku sudah tiba di Nordende. Disini tidak ada staf guild, bangsawan, ataupun pejabat. Jadi bukankah sudah tidak jika aku sedikit bersantai….

“Maaf, itu karena aku bepergian sendiri”

Karena aku berbicara dengan orang yang lebih tua dariku, jadi aku masih menggunakan logat yang sopan. Tapi, saat ini aku bisa merasakan bahwa aku sedang tersenyum secara alami sekarang.

Itu apa boleh buat, karena kamu datang dari tempat yang sangat jauh. Tapi mulai sekarang tinggalah disini dan hiduplah dengan santai…

“Apakah itu berarti ... aku diperbolehkan tinggal di desa ini?”

“Ya, orang-orang di sini juga tak akan menganggapnya masalah”

Aku sangat senang setelah mendengar aku mendapat izin dari kepala desa.

Aku berhasil! Aku akhirnya bisa tinggal di Nordende.

“Aisha bukanlah seseorang yang akan membawa orang jahat kesini. Dia mungkin orang yang terbuka, tetapi dia memiliki mata yang tajam untuk menilai orang, kau tahu?”

Karena harus melewati kebun anggur untuk memasuki Nordende, Aisha pasti secara alami mengembangkan persepsi untuk melihat sifat dari berbagai jenis orang ketika mereka lewat.

Walaupun awalnya, aku agak takut padanya.

“Tidak ada rumah kosong di dekat bagian tengah kota sekarang. Tapi, ada tempat yang bisa kamu tinggali tidak terlalu jauh dari sini, apa kamu ingin melihatnya?”

"Ya, tentu saja"

“Tapi, kau pasti masih kelelahan sekarang, tinggallah malam ini disini. Besok baru kita mencari tempat untukmu tinggal

Aku sangat berterima kasih atas tawarannya. Karena selama ini aku telah mengendarai kereta kuda, dan hanya bisa beristirahat di tempat yang tidak nyaman selama ini.

Kau akan merasa nyaman jika bisa tidur nyenyak tanpa harus tetap waspada sepanjang malam.

Terima kasih atas bantuannya

Ya, biarkan kami membantumu

Aku berterima kasih padanya sambil menundukkan kepalaku dan Fiona-san menjawab sambil tersenyum.

Itu adalah percakapan yang tidak istimewa, tetapi itu memberiku perasaan hangat.

Aku ingin tahu apakah ini rasanya jika aku memiliki orang tua. Ini adalah perasaan yang sangat menyenangkan.

“Ngomong-ngomong, Aldo-san. Apakah kamu punya sesuatu yang sangat kamu kuasai? Atau ada sesuatu yang khusus ingin kamu lakukan? Jika ada, aku dapat memperkenalkanmu kepada orang yang tepat. Karena pria di masa prima mereka sangat disambut di semua jenis pekerjaan.”

... Sesuatu yang sangat aku kuasai, huh.

Keahlian terbesarku adalah menaklukkan monster, tetapi bukan itu yang ingin aku lakukan di sini.

Dari apa yang aku lihat, ada beberapa monster yang muncul di sini, tetapi aku rasa tidak perlu melakukan sesuatu tentang itu.

Jika bisa, aku ingin menggunakan keterampilan yang aku kembangkan dari menjadi seorang petualang untuk berburu, atau mungkin membajak ladang kecil.

Membajak ladang sendiri, dan memakan hasil panenku sendiri ... kurasa aku ingin hidup dengan gaya hidup mandiri seperti itu.

Untuk berburu, aku sudah sering melakukannya untuk menyimpan makanan selama hari-hari petualangku. Meskipun aku tidak begitu mahir menggunakan alat seperti jerat untuk berburu, tapi aku cukup ahli dalam teknik memanah.

Tapi, untuk pertanian, aku membutuhkan seseorang untuk mengajariku karena aku belum pernah melakukan hal seperti itu. Namun, seharusnya tidak masalah jika aku berburu dan bertani dengan terpisah.

"Hmm… Aku cukup yakin dengan keterampilan berburuku, dan aku rasa aku juga ingin mencoba mengembangkan sebuah ladang kecil”

“Ohh, orang-orang disini pasti sangat senang mendengarnya, karena di desa ini hanya memiliki beberapa pemburu. Aku akan memperkenalkanmu kepada para pemburu desa ini setelah kamu menetap. Tolong ajari mereka tentang bahan dan hewan yang bisa diambil dari gunung. Untuk ladangnya, itu tergantung pada apa yang ingin kamu tanam dan aku akan memperkanalkan orang yang sesuai dengan itu, jadi tolong berikan gambaran tentang apa yang ingin kamu tanam nantinya

Sekali lagi terima kasih atas seluruh bantuannya

Karena mereka telah banyak membantuku, kurasa aku harus melakukan yang terbaik dalam berburu. Aku ingin melakukan sesuatu sebagai imbalan untuk mereka, dengan cara apapun.

“Tidak, tidak, Aldo-san saat ini sudah menjadi anggota desa kami. Terlebih aku membantumu saat ini, tidak hanya sebagai kepala desa, tetapi juga sebagai individu”

Ergys-san tertawa sambil merasa agak malu.

Terlepas dari penampilannya, dia mungkin orang yang pemalu.

“Aldo-san, apa yang ingin kamu lakukan untuk saat ini? Masih terlalu cepat untuk makan siang, tetapi apakah kamu ingin makan?”

Pastinya, aku sedikit lapar, tetapi ada sesuatu yang ingin aku lihat sebelum makan.

Aku masih memiliki beberapa makanan yang diawetkan, jadi aku bisa memakannya untuk makan siang.

“Tidak, kurasa aku ingin pergi melihat ladang bunga sekarang

Ergys-san menunjukkanku senyum cerah setelah aku menjawabnya sambil berdiri.






Sebelumnya || Daftar Chapter  ||  Selanjutnya

5 comments: