Thursday, 14 June 2018

A Rank Chapter 6


TranslatorKagami
Editor
Eden
Proof Reader
Shiro7D

Chapter 6 :
Pot-au-fue yang Enak






Ohh, hari ini kita akan berpesta.

Ergys-san tampak senang saat dia melihat piring di atas meja.

Di depan mata kami ada *pot-au-feu yang penuh dengan bahan-bahan seperti kentang, wortel, sosis, kubis, dan brokoli. Tumisan yang dibuat dengan sayuran dan jamur yang ditambah mentega, ayam goreng berbumbu, dan roti yang dipotong-potong kecil serta keju krim di sampingnya.
(*Pot-au-feu adalah masakan khas Perancis, cukup populer di Jepang)

Mungkin tidak berlebihan jika menyebut menu ini sebagai menu untuk pesta. Hanya melihatnya saja sudah membuatku tersenyum.

Karena hari ini, kita kedatangan penduduk baru. Jadi wajar jika kita akan merayakannya.”

Ya. Karena kita akan merayakannya malam ini. Jadi izinkan aku membuka anggur berusia sepuluh tahun ini.”

"Terima kasih"

Aku perlahan-lahan menundukkan kepalaku dan berterima kasih kepada mereka setelah mendengarkan kata-kata yang hangat dari mereka.

Aku sudah menemukan orang-orang baik seperti mereka dengan cepat. Aku sangat terharu sampai air mataku hampir keluar.

Ergys-san berdiri dari kursinya dengan terburu-buru dan meninggalkan ruangan, dan tak lama kemudian, dia kembali dengan sebotol anggur di tangannya. Karena memiliki penampilan yang menyenangkan di wajahnya, aku benar-benar mengerti bahwa dia menyimpan anggur terbaiknya untuk yang terakhir.

… Nordende?

Aku tidak sengaja menggumamkan merek anggur itu.

Anggur ini dibuat di tempat Aisha-chan.”

Ah benar. Aisha adalah seorang petani anggur, jadi dia menggunakan nama tempat produksi sebagai merek anggurnya.

Saat Ergys-san sedang membuka sumbat anggurnya, Fiona-san mengeluarkan empat gelas anggur tanpa berkata apapun.

Anggur Aisha-chan sangat lembut dan mudah diminum. Bahkan Flora kami yang tidak begitu suka anggur, masih menyukai anggur yang dibuat Aisha-chan.”

Flora dengan lembut menyentuh pundak Fiona-san dengan tangannya sambil melihat ke bawah, tampaknya dia malu.

Hehh, aku sudah menantikan hal ini.

Jadi, Aisha yang “Selalu Berterus terang” adalah orang yang membuat anggur ini ... Yah, walaupun kepribadian dengan anggur buatannya tidak ada memiliki hubungan dengan sama sekali.

Suara “plup” bergema di ruangan itu, kemudian masing-masing gelas anggur diisi sampai penuh dengan anggur merah. Aroma kaya dari anggur tersebut menyebar di udara.

Baiklah, bersulang untuk merayakan penduduk baru di desa kita, Aldo-san!”

Setelah mendengar kata-kata Ergys-san, kami berempat dengan ringan mendentingkan gelas anggur bersama.

Suara nada tinggi yang unik dari gelas anggur berdenting bersamaan menggema di seluruh ruangan, dan semua orang kemudian meminum anggurnya.

Hoh, ini memang sangat mudah diminum. Rasanya memang sangat lembut”

Seperti yang diharapkan dari anggur berusia sepuluh tahun, rasanya manis dan ringan.

Astringensinya tepat. Jika seperti ini, bahkan orang-orang yang tidak menyukai rasa anggur merah akan menyukainya.

Apakah rasanya sesuai dengan seleramu?”

Ya.”

Rasanya aku ingin minum ini setiap hari.

Keju ini juga buatan desa ini. Dan ini benar-benar cocok jika dimakan bersamaan dengan anggur.”

Ergys-san mungkin menyadari kalau aku menyukai anggur ini, jadi dengan ekspresi bahagia, dia merekomendasikan untuk memakan keju bersamaan dengan anggur.

Aku mengambil beberapa keju setelah meminum anggur merah, akan sia-sia jika tidak mencoba keju bersamaan dengannya seperti yang Ergys-san katakan.

Kemudian, aku mengoles keju krim ke sepotong roti kecil.

Saat aku telah mengoles keju krim ke seluruh permukaan roti, aku memasukkannya ke mulutku.

Rasa keju yang tebal langsung menyebar di mulutku.

Kemudian, saat aku menikmati rasa keju dengan mengunyahnya perlahan, aku juga meminum anggur bersamaan.

Anggur yang kaya rasa dan keju, dengan aroma dan rasa yang tepat, memiliki perpaduan rasa yang sempurna satu sama lain.

ini benar-benar enak!”

benar kan!?”

Ergys-san menjawabku dengan senyuman saat dia mengoles keju di atas sepotong roti dan menikmatinya dengan anggur lagi.

Flora dan Fiona-san, yang duduk di depanku, memakan anggur dan keju dengan sopan santun.

Perpaduan keju dan anggur mengingatkanku pada sesuatu yang pernah Kiel katakana dulu. Dia bilang kalau rasa berbeda dari anggur dan keju sangat pas, dan tidak akan tumpang tindih. Mengingat kata-katanya, aku merasa seperti perpaduan antara anggur dan keju ini berjalan dengan sangat baik sehingga itu seperti pernikahan.
(ED: Senikmat itukah rasanya?)
(PR: Mana gw tau, nyoba aja belum)

Saat itu aku tidak tertarik dengan anggur, jadi aku tidak ingat apa lagi yang dia katakan. Namun, kurasa aku dapat minum bergelas-gelas dengan kombinasi rasa ini.

Aku terus mencicipi kombinasinya sebelum keju mendingin, karena rasanya tidak akan enak lagi jika kejunya sudah mendingin.

Saat sedang makan, aku melihat ada keju yang menetes dari mulut Flora karena terlalu lembut, tapi aku tidak menatapnya secara langsung. Maksudku, aku paham bahwa dia malu karena wajahnya sudah memerah.

Setelah menikmati banyak keju, aku lanjut dengan sepanci besar pot-au-feu  yang ada di depanku.

Aku memotong kentang besar menjadi dua bagian lalu memasukkannya ke mulutku.

Supnya dibumbui dengan garam, merica, dan herbal. ditampah kentang yang dicelupkan kedalamnya adalah hal yang terbaik. Ini membuat kentang panas biasa mengepul, dan menambah citarasanya.

Itu sangat berbeda dari pot-au-feu biasa yang disajikan di penginapan.

Aku tidak bisa berhenti memakannya.

Pot-au-fu ini sangat lezat. Aku yakin kau bisa membuka sebuah restoran dengan ini.”

Ara, syukurlah Flora. Pot-au-feu buatanmu dipuji dengan hebat.”

T, Terima kasih banyak.”

Flora melirikku dengan tatapan ke atas saat dia berbicara.

Wajah dan telinganya merah murni seolah-olah dia benar-benar malu. Penampilannya mirip dengan Fiona-san tapi di dalamnya ia lebih seperti Ergys-san yang pemalu.

Pada saat yang bersamaan, aku juga merasakan wortel, kubis, dan brokoli.

Ergys-san bilang, semua sayuran ini juga ditanam di desa ini. Dan mungkin karena brokoli dan wortel ini ditanam olehnya secara langsung. Jadi rasanya menjadi lebih manis daripada brokoli dan wortel lain yang pernah kumakan sebelumnya, dan rasanya memiliki kerenyahan yang kuat.

Jadi ini rasa sayuran yang baru dipetik, ya.

Karena aku sudah tahu seperti apa rasanya sayuran segar, aku jadi ingin lebih banyak menanam.

Kemudian, aku merasakan rasa sosis lembut dan roti yang dicelupkan ke dalam sup.

Aku merasa Flora melirikku saat aku makan pot-au-feu, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa kepadaku.

Aku tidak begitu memikirkannya karena dia mungkin hanya mengamatiku karena aku memuji makanan masakannya.

Aku juga bertugas memasak di hari-hari saat aku menjadi petualang, jadi aku benar-benar tahu bagaimana rasanya. Ini adalah perasaan bahagia ketika kau melihat orang lain menikmati makanan yang masakanmu.

Ergys-san dan Fiona-san sedang melihat Flora dengan tatapan hangat saat mereka memperhatikan keadaannya. Meskipun ada keheningan, itu adalah keheningan yang menyenangkan tanpa sedikit kejanggalan.

Setelah menghabiskan pot-au-feu, aku lanjut ke ayam goreng dengan rempah-rempah dan jamur tumis & sayuran, aku melihat Flora gelisah.

Meskipun dia memegang garpu di tangan kanannya, tangan itu tidak bergerak sama sekali dan hanya melihat piring kosong pot-au-feu dan wajahku.

Seperti yang kuduga, aku tidak tahu apa yang diinginkannya.

Karena perutku belum penuh, kurasa aku harus bertanya sebentar. Itu adalah pot-au-feu yang lezat sehingga aku ingin tambah.

Ketika aku membuka mulut untuk meminta, Flora berbicara kepadaku.

“Um, apakah Kamu ingin tambah pot-au-feunya?”

“…Ya tentu saja.”

“Baiklah!”

Flora, yang bertanya dengan malu-malu, menunjukkan senyuman cerah seperti bunga mekar saat aku menyerahkan piring padanya.

Dia menyingkirkan garpu di tangannya, lalu dia menerima piring dengan kedua tangannya dan dengan senang hati berjalan ke dapur.

Setelah itu, dia kembali dengan sepiring penuh pot-au-feu untukku.

ini dia.”

“Terima kasih.”

Melihatnya begitu bahagia juga membawa senyum lebar ke wajahku, lalu dia membalas dengan senyum malu.

Mungkin dia sudah sedikit terbiasa denganku. Kami tersenyum satu sama lain saat kami berbicara, dan dia juga menanyakan beberapa pertanyaan padaku.

Rasanya seperti jarak antara kami telah menjadi cukup dekat dengan makan malam bersama. Aku yakin dia tidak akan melarikan diri saat kami bertemu lagi.

Setelah itu, aku tambah 2 piring pot-au-feu lagi.






Sebelumnya || Daftar Chapter  ||  Selanjutnya

1 comment: