Sunday, 17 June 2018

Evil God Chapter 41


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 41 :
Dewa Iblis Terlihat Sedang Membuat Senjata (1)


Berita bahwa Kerajaan Scottyard telah menghentikan bantuan dana terhadap Kerajaan Briton masih dirahasiakan dari publik.
Namun, hal itu telah menjadi isu hangat di akademi.
Cepat atau lambat, berita itu pasti akan menyebar ke seluruh penjuru negeri.
Tidak salah lagi, yang menyebarkan berita itu sudah pasti adalah Kerajaan Scottyard.

[Vincent brengsek! Berani sekali dia melakukan cara licik seperti ini. Aku pasti akan menghajarnya jika dia berada di hadapanku.]

Jiemi memukul meja.
Meja itu telah diperkuat, namun muncul sebuah retakan di permukaannya.
Sudah jelas kalau Jiemi sangat kesal.

[Tapi Vincent kelihatannya tidak datang ke sekolah.]

Tiraiza melihat meja Vinvent yang sekarang masih kosong.

Biasanya, saat ini Vincent sedang menunggu bawahannya datang, tapi tidak kali ini.
Sepertinya dia tidak mungkin dengan santai datang ke sekolah setelah negaranya mengambil tindakan itu.

Meskipun biasanya dia memiliki pengawal di sekitarnya, bukan berarti dia bisa aman dari jangkauan warga Briton.
Saat ini, dia pasti sudah pulang ke negaranya.

[Apa yang harus kita lakukan?]

Iris melihat ke arahku dengan ekspresi bingung.

[Meskipun kau bertanya padaku.... tapi ini adalah masalah antar negara.]
[Aku juga sebenarnya tidak peduli akan apa yang terjadi antar negara, tapi kali ini Yufi ikut terlibat.]

Tiraiza menatapku.
Yufilia pun tiba saat kami sedang membicarakan hal itu.

[Begitu ya... ternyata hal itu sudah menjadi bahan pembicaraan.]

Yufilia membuat wajah masam.
Kami semua menunggu apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh Yufilia.

Namun, ini adalah masalah nasional.
Dia tak mungkin bisa mengatakannya meskipun kepada teman-temannya sendiri.

[Intinya, kita membutuhkan uang. Terlebih lagi dalam jumlah yang sangat besar.]
[Uang... pasti tetap tidak cukup meskipun kita mengumpulkan semua uang yang kita miliki.]
[Dan tentu saja, Yufilia pasti akan sulit menerimanya.]

Tiraiza dengan tenang menambahkan perkataan Jiemi.
Tidak mungkin kami memiliki uang sebanyak dana anggaran negara.

[Uang, ya... bagaimana kalau kita memulai sebuah usaha?]

Iris berbicara dengan serius.

[Jika kita bisa memulai bisnis yang memberikan untung sebanyak dana anggaran negara, kita pasti sudah dianggap sebagai orang jenius.]
[Jumlah yang diperlukan sangat besar, jadi kita harus bisa menjadi kaya dalam waktu singkat, bagaimana kalau menjadi petualang?]

Lalu Tiraiza berkata seakan teringat akan sesuatu setelah mendengar perkataan Jiemi.

[Omong-omong, masih ada soal itu.]
[Ada apa?]
[Sebuah dungeon yang sepertinya memiliki banyak harta, Kuil Kegelapan.]
[Eh?]

Akupun kaget mendengarnya.

[Ah iya, Ashtal tidak tahu soal hal itu.]

Tiraiza lalu menjelaskan soal Kuil Kegelapan.
Bahwa ada sebuah dungeon dengan tingkat kesulitan yang sangat sulit yang melebihi istana raja iblis.
Tentang dewa iblis yang lebih kuat dari raja iblis, tentang pasukan dewa iblis yang bisa dengan mudah menghancurkan pasukan raja iblis, dan juga tentang dungeon legendaris mereka.
Namun, entah kenapa tempat itu telah kosong.
Tetapi mereka menemukan seorang pria aneh di sana.
Mereka juga menemukan kotak harta, tapi ada penjaga yang melindunginya yang membuat mereka harus mundur tanpa mendapat apapun.

Ya, aku tahu soal itu.
Lagian, siapa yang kalian sebut pria aneh, hah?

[Kita pasti akan menemukan banyak harta di sana.]

Yah, jumlah harta yang ada di Kuil Kegelapan memang sangat banyak.
Tapi harta tersebut telah disebar dan disimpan dengan aman.
Dan karena sebagian besar harta tersebut diletakkan di area yang tak bisa dijangkau oleh penyusup, mereka tidak akan bisa menemukannya.

Harta dalam kotak harta yang mereka temukan tidak akan cukup.

[Bagus! Ayo kita pergi ke sana!]

Yufilia bangkit dengan semangat.

[Eh? Sekarang?]
[Ada pepatah yang mengatakan bahwa kita harus memukul selagi besinya masih panas.]

Iris juga terlihat sangat antusias.

[Tenang dulu, sebelumnya kalian kalah tanpa bisa berbuat apa-apa, kan?]
[Lebih tepatnya kami merasa seperti itu, jadi kami segera bergegas untuk mundur. Kita tidak akan bisa tahu hasilnya jika tidak mencoba bertarung. Dan juga, semangat bertarung dan tekad akan berpengaruh sangat besar terhadap kemampuan bertarung.]

Umat manusia memiliki musuh bebuyutan.
Sebuah ras yang dikenal sebagai iblis.
Menjelajahi dungeon hanyalah sebagai tambahan.
Tidak seharusnya mereka mempertaruhkan nyawa demi hal itu.
Namun, sekarang situasinya telah berubah.

[Dengan kata lain, kita akan menantangnya dengan nyawa sebagai taruhannya?]
[Ya, kalau bisa, aku ingin meminta bantuanmu.]

Yufilia mengangguk.

Tentu saja, jika dinilai mustahil, kami akan segera mundur.

Namun tingkat bahayanya akan berbeda dengan sebelumnya.
Oleh sebab itu, kali ini berbeda dengan ajakan dari mereka yang biasanya.

Meski begitu....
Itu adalah rumahku.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya membantu menaklukkan rumahku sendiri.
Karena aku terdiam tanpa memberi jawaban, mereka berpikir kalau aku sedang khawatir.

[Kumohon...]

Yufilia menggenggam tanganku dan meminta sambil menatap mataku.

[BewaiklOah, SawrEhkWan SayJa PyAdAuKuwe!][TL : Baiklah, serahkan saja padaku!]

Aku menjadi panik dan menjawabnya dengan sangat cepat.
Tidak, sebenarnya aku tidak berniat menjawabnya.

[Dasar pria gampangan.]
[TLN : aku sengaja mengubah kalimat ini agar sesuai dan lebih mudah dimengerti. Kalimat inggrisnya adalah “this guy is suprisingly easy” yang kalau diartikan adalah “ternyata pria ini mudah sekali (untuk dirayu)”, jadi aku ubah menjadi dasar pria gampangan/murahan agar lebih mudah dimengerti m(_ _)m ]

Evil Ears milikku menangkap apa yang dibisikkan oleh Tiraiza.

***

Meskipun kubilang kalau aku akan membantu, tapi aku tidak akan membantu dalam mengalahkan golem penjaga.
Aku berniat membantu mereka dari segi perlengkapan senjata mereka.
Itulah yang awalnya aku rencanakan.

Akhir-akhir ini umat manusia terlihat semakin lemah berkebalikan dengan jumlah mereka yang semakin berambah.
Mari kesampingkan dulu alasan kenapa hal itu bisa terjadi. Intinya, mereka membutuhkan kekuatan sebagai gantinya.

Aku akan mempersiapkannya untuk mereka, oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menunggu.
Setelah pelajaran berakhir, aku pun segera berbicara kepada Jiemi.

[Sebuah senjata baru untukku?]

Jiemi pun melihat kapak miliknya.
Itu adalah kapak biasa tanpa ukiran apapun.
Meski begitu, kapak itu masih memiliki nama merek yaitu “Kapak perang”

[Ah, kurasa kapak itu sedikit mengecewakan bagi seorang pendekar di kelompok pahlawan.]
[Yah, kapak itu memang berbeda jauh dari senjata legendaris seperti Pedang Suci Ridill.]

Tiraiza adalah orang yang bertanggung jawab dalam memperkuatnya dengan sihir.
Kupikir dia akan marah saat mendengarku mengatakan hal itu. Tapi sepertinya bukan itu masalahnya.
Yang menjadi masalah adalah tidak ada senjata legendaris yang berbentuk kapak.
Soalnya para dewa kuno tidak menyukai kapak.

[Jadi, aku berencana membuat sebuah kapak.]
[Membuat? Bukan memperkuat yang sudah jadi menggunakan sihir?]
[Aku juga bisa melakukannya sih, tapi aku akan membuat yang baru menggunakan kapak yang lama.]
[Apa kau punya keahlian sebagai pandai besi?]

Tiraiza terlihat curiga.

[Pokoknya, aku akan membuatnya, jadi tunggulah.]

Akupun lalu pergi setelah mengatakan hal itu.



1 comment: