Sunday, 17 June 2018

Evil God Chapter 43


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 43 :
Dewa Iblis Terlihat Sedang Membuat Senjata (3)


[Se-Seratus ribu?]

Scott ternganga karena terkejut.

[Jangan bercanda. Jika seperti itu, kau tak akan bisa mengolahnya di sini, bengkel ini pasti akan ikut meleleh.]
[Tentu saja, aku akan melindungi bengkel ini dengan sihir.]
[Kami telah melindunginya. Ini adalah salah satu bengkel terbaik di dunia dan bengkel ini dilindungi oleh sihir enchant anti-api tingkat tinggi.]

Menurutku sihir pelindung mereka lemah.
Kemudian aku membuat sebuah formasi sihir besar yang mencakup keseluruhan area bengkel.

[Fire Protection.]

Ini adalah sihir yang membuat sesuatu menjadi anti-api. Tapi sihir ini punya batas waktu.

[Apa-apaan pola yang mengerikan ini?]

Yufilia mengerutkan alisnya.
Sebuah pola tengkorak muncul di seluruh bengkel.

[Dalam sihir pelindung, kita bisa menambah pola seperti ini, tapi sebenarnya itu tidak ada gunanya sama sekali.]

Tiraiza menjelaskan pada mereka.
Ini seperti seorang artis yang menyemprotkan cat ke seluruh dinding.

[Hobi yang sangat buruk. Jika Dewa Cahaya Daguza-sama melihatnya, dia pasti akan marah.]

Mood Iris mulai memburuk.
Yah, Dewa Iblis dan Dewa Cahaya tidak akan pernah saling memuji.

[Dengan begini sudah cukup. Yah, meskipun efeknya hanya akan aktif selama satu hari.]
[Tunggu dulu, bagaimana caramu menghilangkan kotorannya? Apa kau mengetahui cara mengolah orichalcon?]
[Semua zat selain orichalcon akan menguap pada suhu 100.000°C]

Oleh karena itu, semuanya akan menghilang dalam proses membuat batang logam.

[Bagaimana caramu meningkatkan suhunya menjadi 100.000°C?]
[Tentu saja dengan sihir.]

Setelah aku menjawab semua pertanyaan Scott, aku pun berdiri di depan tungku pembakaran.
Tidak butuh terlalu banyak alat untuk membuat sebuah senjata.
Tungku perapian yang kecil saja sudah cukup.

[Ini akan berbahaya, jadi tolong menjauhlah.]

Aku bisa dengan mudah menahan suhu 100.000°C.
Tapi ini masih sangat berbahaya bagi manusia meskipun mereka telah melatih tubuh agar tahan terhadap api.
Oleh sebab itu aku memberi peringatan.

[Fire]

Ini adalah sihir dasar elemen api.
Kekuatan sihir berbeda bagi setiap orang.
Tapi bagiku, hanya dengan sihir dasar ini, aku tetap tidak bisa mencapai 100.000°C
Oleh sebab itu, aku akan melapisinya dengan sihir ‘fire’ di atasnya.

[Fire. Fire. Fire. Fire. Fire]

Sebelum sihir yang pertama habis, aku terus melapisinya dengan yang lain dan perlahan-lahan menaikkan suhunya.
Yang kulakukan ini sama halnya seperti mengaktifkan formasi sihir ganda.
Akan tetapi, formasi sihir ganda memiliki maksud organik, dan kau akan mendapatkan efek yang besar pada formasi sihir dimensi ketiga.
Tapi kali ini tidak perlu melakukan sampai sejauh itu.

Dengan begini, aku bisa menaikkan temperatur hingga 100.000°C.

[Panas yang luar biasa... sihir macam apa itu?]

Di tempat yang agak jauh, Yufilia melindungi wajahnya dengan tangan.

[Waktu aktivasi sihirnya terlalu cepat dan sulit untuk dilihat, tapi kemungkinan dia mengaktifkan beberapa sihir dengan kecepatan tinggi dan meningkatkan temperaturnya melalui efek sinergis.]

Tiraiza tetap terlihat segar.
Itu karena efek penghalang.

[Apa itu mungkin?]
[Kita bahkan bisa menggunakan lebih dari dua sihir pada saat yang bersamaan. Begitulah, ini adalah teknik sihir berkelanjutan.]

Aku lalu menaruh orichalcon yang telah meleleh ke dalam wadah.
Lalu aku meletakkan sebuah tongkat panjang yang terbuat dari baja hitam.
Aku tak mungkin membuat gagangnya dari orichalcon juga.

Sekarang aku hanya perlu memukul batang besi orichalcon dengan palu sambil memanaskannya sehingga tidak menjadi dingin.
Aku juga membawa alat pengolah yang bisa menahan panas.
Alat-alat itu bisa menahan suhu hingga 100.000°C.

[Apa? Prosesnya kelihatan lebih sederhana dari yang kukira.]

Jiemi terlihat baik-baik saja sambil melipat tangannya.
Atribut miliknya adalah api, jadi dia pasti punya kekebalan terhadap api.

[Aw!!]
[Aku tidak bisa bekerja kalau begini.]

Semua pengrajin yang katanya tahan terhadap api menjauh dari tempat itu.
Iris juga terlihat berada sangat jauh.
Dia pasti memiliki atribut air.

[Pekerjaan pandai besi sangat sederhana. Mereka hanya perlu memukul dan menarik logam dan membentuknya menjadi sebuah senjata. Jika kau bosan, kau boleh pulang.
[Tidak, aku akan merasa tidak enak jika meninggalkannya sendiri di sini.]

Jiemi pasti merasa begitu karena ini menyangkut senjata miliknya, jadi dia punya tanggung jawab untuk menyaksikannya.

[Lagian tak ada yang perlu aku lakukan, jadi ini akan menjadi tontonan yang bagus.]

Karena mereka akan mengganggu jika terus memperhatikanku, aku memaksa mereka untuk pergi.
Mereka mengatakan bahwa mereka tak bisa begitu saja membiarkan orang asing di bengkel lalu pulang. Mereka juga punya tanggung jawab untuk mengawasi kami. Scott pun menjadi keras kepala dan akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu di luar.

Yah, lagipula apa yang harus kulakukan sudah jelas... terus memukul dan memukul.
Menarik batang orichalcon sedikit demi sedikit, lalu membentuknya menjadi sebuah kapak.
Mengasah ujungnya lalu mengeraskan bilahnya.
Begitu saja sudah cukup.
Aku tidak akan mendapat masalah dalam mengerjakannya.

Yang menjadi masalah adalah desainnya.
Kira-kira butuh berapa lama untuk membuatnya?

Aku pun terus melanjutkan pekerjaanku sambil memikirkan hal itu.
Tanpa kusadari, pagipun tiba.

***

Aku mendengar suara cuitan burung gereja.

[Kau masih di sini?]

Scott membuka pintu bengkel.
Sepertinya dia tidur di kantornya.

[Bisa menahan suhu 100.000°C saja sudah luar biasa, apalagi menahannya semalaman. Apa-apaan kau ini?]

Manusia bisa saja menahannya jika hanya sebentar.
Tapi mereka tak akan bisa melakukannya untuk waktu yang lama.
Tapi aku tak bisa menjawab pertanyannya.
Lebih tepatnya aku tidak diperbolehkan.

[Yah, itu memang pekerjaan yang sangat sulit.]

Aku menghiraukan pertanyaannya dengan jawaban seperti itu.

Untuk sementara, aku telah menyelesaikan proses pengolahannya.
Saat ini aku sedang menunggu kapak itu mendingin, kurasa sudah tak ada yang perlu kulakukan.

[Coba kulihat... rasanya cukup ringan.]
[Orichalcon mempunyai ciri yang keras dan ringan.]

Scott memegang senjata yang telah jadi itu.

[Apa aku boleh mencobanya?]
[Ya, silakan saja.]

Dia lalu mengayunkan kapak itu pada sebuah tongkat yang terbuat dari baja hitam di depannya.
Lalu tongkat itu pun patah.

[Ah! Tongkatnya patah dengan mudahnya.]
[Soalnya kapak itu terbuat dari orichalcon.]
[Begitu ya... kurasa tak ada pilihan lain selain mempercayainya.]

Tentu saja Scott hanya bisa mengangguk setelah melihat kekuatannya.

[Baiklah, sekarang aku akan menggunakan sihir enchant dan memperkuatnya lagi.]
[Begitu ya... sekarang kapak ini akan menjadi lebih kuat dengan sihir.]

Scott mengangkat bahunya karena pasrah.

[Terima kasih banyak.]
[Ya, aku juga telah melihat sesuatu yang bagus. Jika kau mendapat orichalcon lagi, kau boleh membawanya ke sini.]

Aku lalu bersalaman dengan Scott dan kemudian berpindah ke Kuil Kegelapan.





1 comment:

  1. Medeni njir. Ashtal jangan berbuat terlalu banyak nanti bisa ketahuan.
    Lanjut

    ReplyDelete