Sunday, 17 June 2018

Evil God Chapter 44


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 44 :
Dewa Iblis Terlihat Sedang Membuat Senjata (4)


Pak tua sudah menungguku saat aku kembali ke Kuil Kegelapan.
Kami lalu pindah ke sebuah ruangan kecil dan mulai berdiskusi.

[Membutuhkan waktu yang lebih lama dari perkiraanku, apa Anda mengalami masalah tak terduga saat bekerja sebagai pandai besi?]
[Tidak ada masalah. Hanya saja, desain yang diinginkan oleh klienku sangat luar biasa.]

Aku lalu memberikan kapak itu pada Julius.

[Apa perlu sampai sedetail ini?]

Pak tua tersenyum kecut.

[Yah, karena aku menggunakan orichalcon, tidak masalah jika dia terlalu bersemangat dalam membuat desainnya.]
[Apa Anda akan memberinya kemampuan khusus?]

Aku pun mengangguk pada perkataan pak tua.

Sihir enchant. Kegiatan memberikan efek sihir pada senjada, zirah, dan aksesoris.
Tentu saja bukan hanya itu, sihir ini juga bisa memperkuat baju biasa dan bangunan.

Menambahkan kekuatan serang maupun bertahan.
Menambahkan efek status seperti STR dan DEX.
Kau juga bisa menambahkan berbagai efek seperti meningkatkan kekuatan bertahan terhadap atribut tertentu.
Kau juga bisa menambahkan kemampuan spesial lainnya.
Itulah yang akan kami diskusikan kali ini.

Menambahkan efek yang bisa bertahan selamanya sangat sulit.
Tentu saja sihir yang digunakan adalah enchant, tapi tidak cukup hanya sekali saja.
Saat kau menggunakan sihir yang sama hingga ratusan kali, efeknya akan bertahan untuk selamanya.
Jika kau melakukan itu, kau akan menggunakan energi sihir hingga melewati batas dan harus beristirahat selama beberapa hari.
Dengan terus melakukannya berulang kali, maka karya terbaik akan selesai.

Dengan kata lain, karya terbaik selesai dibuat hingga bertahun-tahun lamanya.
Namun kali ini, aku tak akan menghabiskan waktu selama itu.

[Karena Anda akan memberikannya pada manusia, apakah Anda akan memberi efek yang bagus untuk melawan iblis?]
[Boleh saja sih, tapi sudah banyak senjata yang khusus dibuat untuk melawan iblis.]
[Lalu....]

Akupun mengaktifkan sihir tanpa menjawab pertanyaan dari pak tua.
Hingga efek sihirnya dapat bertahan untuk selamanya.

[Eh... itu...]

Pak tua membuat wajah terkejut.

[Lagipula, tujuan mereka adalah untuk mengalahkan golem. Jika begitu, aku harus memberinya efek ini.]

Meningkatkan efektifitas terhadap benda mati.
Benda yang dibuat oleh sihir. Benda mekanik. Dan juga efektif terhadap bangunan.
Tentu saja ini juga berpengaruh terhadap golem.

[Ini memang bukan kemampuan yang buruk.... tapi, kemampuan ini tidak dihargai oleh manusia.]

Musuh utama umat manusia adalah iblis. Yang mengancam eksistensi manusia adalah iblis.

[Kau tahu, mungkin saja suatu saat akan terjadi. Keadaan dimana mereka harus melawan banyak golem.]

Malahan, kali ini lawan mereka adalah golem.

Jiemi adalah seorang pendekar.
Pendekar pasti akan menerima serangan dari lawan.
Oleh karena itu, aku juga memberikan efek bertahan. Kapak ini akan bertugas untuk menerima serangan dari lawan.

Meningkatkan kemampuan bertahan.
Meningkatkan ketahanan terhadap semua elemen.

Adrigori lalu datang seperti menunggu saat yang tepat.

[Apa kau telah membuat persiapannya?]
[Ya. Aku telah membawanya.]

Aksesoris seperti cincin, gelang, anting, dan kalung diletakkan di atas meja.

[Sepertinya manusia menggunakan sihir enchant pada aksesoris dan berusaha meningkatkan status mereka.]

Adrigori mengambil sebuah cincin.

[Sayangnya, ada batas pada status yang bisa ditingkatkan, dan tidak ada efek sama sekali pada dewa iblis. Bukan hanya itu, item ini tidak sanggup menahan energi dewa iblis dan kemudian akan rusak.]

Aku lalu menggunakan sihir enchant pada aksesoris itu.

[Berapa besar efek peningkatan yang akan Anda berikan? Dua kali lipat? Sepuluh kali lipat?]
[Jangan bercanda, peningkatannya hanya 15%]

Sebelumnya, aku dengar bahwa item terkuat yang beredar di dunia manusia hanya meningkatkan hingga 10%.
Setidaknya, aku akan meningkatkan hingga 1,5x dari jumlah itu.
Ini juga akan memperkuat umat manusia.

Omong-omong, saat aku selesai, ada seseorang yang mengetuk pintu.

[Anda memiliki tamu.]

Jeko membungkuk.
Dia lalu membawa Auretta masuk.

[Umm... tempat ini...]

Auretta terlihat panik.

[Jangan khawatir soal tempat ini.]

Lagipula, dia tak akan tahu dimana tempat ini karena dia dibawa ke sini menggunakan sihir perpindahan.
Kami memanggilnya bukan tanpa alasan.
Dia akan bertugas untuk memeriksa performa aksesoris tadi.

Saat aku membuat aksesoris, ada kemungkinan dimana benda itu akan memiliki efek yang tidak diperlukan.
Tugasnya adalah untuk memastikan bahwa item itu tidak memiliki efek seperti itu.

[Baiklah. Aku mengerti.]
[Maaf karena memanggilmu pagi-pagi sekali.]
[Oh, aku juga ingin memberitahu Anda sesuatu hal yang penting...]
[Ada apa?]
[Apa Anda sedang diselidiki?]
[Ah, sepertinya begitu. Tapi tidak perlu khawatir.]
[Tapi kan....]

Sepertinya Auretta ingin mengatakan sesuatu.
Tapi aku menyela perkataannya.

[Nanti saja. Sekarang, aku ingin kau segera memeriksa item ini.]

Auretta mulai memakai aksesoris itu satu persatu sesuai perintah dariku.
Aksesoris yang buruk memberikan efek pada tubuhnya.

[Ah, yang ini sangat berbahaya.]

Auretta terengah-engah dengan suara yang menggoda.
Tapi semua yang ada di sini adalah dewa iblis.
Mereka hanya menghiraukannya dan melanjutkan pekerjaan mereka.

[Apa tempat ini merupakan perkumpulan para homo?]

Auretta adalah seorang wanita dengan tubuh langsing dan mata yang menawan.
Rambut panjang hitamnya dengan sedikit warna coklat tercampur diantaranya diikat di belakang kepalanya.
Tubuhnya yang tersembunyi di balik pakaiannya juga terlihat sangat menarik.
Dia memiliki tubuh yang sangat disukai oleh para pria.

Dia pasti sangat percaya diri dengan hal itu.
Dan dia merasa aneh karena tidak ada satupun dewa iblis yang bereaksi.
Mungkin dia mengira bahwa kami adalah orang-orang yang punya kelainan seperti itu.

[Tidak. Karena kami tidak akan mati karena tidak memiliki masa hidup, kami tidak perlu berkembang biak. Kami adalah ras yang bisa berkembang kapanpun kami mau, itulah sebabnya kami tidak memiliki hasrat seksual.]

Aku pasti akan segera melarikan diri kalau ini adalah tempat perkumpulan para homo.
Saat kami selesai, jam sudah menunjukkan waktu untuk pergi sekolah dan bekerja.
Aku pun membawa Auretta ke serikat petualang lalu segera pergi ke sekolah.

***

Saat aku sampai di kelas, semuanya telah menungguku.

[Ba-ba-ba-ba-bagaimana hasilnya?]

Sepertinya Jiemi sudah mulai tidak sabar.
Saat dia pergi ke bengkel pagi ini, dia harus segera kembali karena dia mendengar kalau aku telah menyelesaikannya.

[Oh, sudah selesai. Tapi kau harus menunggu hingga sekolah selesai.]

Aku memutuskan untuk memberikannya nanti.

Selama pelajaran, Jiemi kerap kali melihat kearahku sambil terlihat gelisah.
Yah, dia biasanya jarang mendengarkan pelajaran dengan serius, jadi tidak ada bedanya.

Saat sekolah selesai, aku pergi ke ruang klub yang jarang didatangi orang.
Aku lalu pergi ke Kuil Kegelapan dan kembali dengan membawa sebuah kotak besar.
Aku pun membuka kotak itu.

Bentuknya sama persis dengan permintaan Jiemi.
Di dalam kotak itu terdapat sebuah kapak yang digunakan dengan dua tangan.

[Oooooh!]

Jiemi dengan senang hati memegang kapak itu dan membuat sebuah pose bersamanya.

[Kelihatannya luar biasa. Tapi kita tidak akan tahu sebelum melihat ketajamannya.]

Tiraiza melirik kapak itu.

[Meski kau bilang begitu, kita tidak punya benda yang bisa digunakan untuk mengetes ketajamannya. Oi! Jangan arahkan kepadaku!]

Tiraiza mengarahkan kapak itu kepadaku dan mencoba mengayunkannya padaku dengan kekuatan penuh.

[Berarti yang tersisa hanyalah nama untuk kapak ini.]

Yufilia menghiraukan kami.

[Aah... maaf, aku sudah memberinya nama.]

Aku memberitahukan hal itu pada mereka.

[Nama kapak ini adalah Ragnarok.]

Mata mereka berkilauan saat mendengar nama itu.
Yufilia menjawab ‘bukankah itu cukup bagus?’
Iris dan Jiemi juga tidak mempermasalahkannya.

[Lumayan sih, tapi namanya kurang cocok dengan sebuah kapak. Bagaimana kalau kita menggantinya?]
[Tunggu dulu.]

Aku menghentikan Tiraiza.

[Sayangnya kita tidak bisa menggantinya lagi. Aku sudah mengukir nama itu pada kapak ini.]

Jiemi melihat pada kapak itu saat aku mengatakannya.

[Uwaaah.... di sini terukir nama Ragnarok dan Ashtal.]

Dengan begitu, nama kapak ini sudah ditetapkan sebagai Ragnarok.
Aku sudah menetapkan nama itu sejak saat aku membuatnya.

Setelah menerima kapak itu, mereka lalu memutuskan untuk berlatih.
Di saat yang bersamaan, kami menyadari bahwa ada keributan yang terjadi di kota.

[Apa yang terjadi?]

Yufilia melihat ke arah kota.

Seorang siswa yang kelihatannya tahu soal apa yang terjadi berteriak sambil berlari ke arah bangunan sekolah.

[Ada keributan besar di kota, kerusuhan telah terjadi!]


1 comment: