Saturday, 2 June 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 231 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal

Chapter 231: Teaterdan Pernyataan Cinta di Bawah Langit Berbintang




Uwaa-a-a

Aku sedang menggendong Pangeran Yamato yang mengulurkan tangannya dan mengatakan kata-kata yang ambigu.

Beratnya sudah bertambah, yah?(Touya)

Begitulah, itu karena sebentar lagi dia akan berumur setahun. Setelah itu, dia akan tumbuh lebih cepat.(Trystwin)

Raja Belfast tersenyum lebar saat melihat putranya tertawa di pelukanku. Melihat itu, Ratu Yuel yang duduk di sebelah Raja juga ikut tersenyum.

Ia memang terlihat menawan saat aku mengendongnya seperti ini. Belakangan ini, ada banyak orang yang menjadi kakak ipar karena pertunanganku, tapi diantara mereka semua, Yamato lah satu-satunya saudara yang lebih muda.

Ada juga anak-anak kecil di tempat Elzie dan Lindzey, tapi kalau dipikir-pikir, anak-anak kecil itu adalah sepupu mereka berdua.

Ia sangat menawan~. Aku jadi ingin punya adik juga.(Sue)

Sue, mengatakannya sambil melihat Yamato yang ada di sebelah Raja,tapi orang tuanya, Duke Ortlinde dan Ellen-san, malah mengalihkan matanya dengan aneh. Mereka berkata: ‘kepolosan itu terkadang kejam, yah.’

Aku memberikan Yamato kepada Yumina, yang sepertinya sudah tidak tahan menunggu. Setelah menerima adiknya, Yumina mengayun-ayun dan mengemongnya.

Yamato~. Ini aku lho, Onee-san mu~(Yumina)

Sepertinya ia khawatir kalau sang adik akan melupakannya karena kami jarang berkunjung ke Belfast, tapi ternyata hal itu tidak perlu ditakutkan. Ia terlihat lebih senang bersama Yumina daripada saat bersamaku.

Aku penasaran apakah dalam beberapa tahun lagi Yumina akan mengemong anaknya seperti ini, yah.(Trystwin)

Jadi, nanti Yamato akan menjadi paman, yah? Yah, saya sangat mengharapkannya.(Yuel)

Iya, yah~(Touya)

Aku menghindari perbincangan pasangan kerajaan itu sambil memasang senyuman masam.

Kalau saja mereka memikirkan apa yang mereka ucapkan.

Yumina juga pura-pura tidak dengar dan memalingkan wajahnya ke arah lain, tapi aku tahu kalau ia mukanya memerah sampai ke telinga.

Aku juga akan melahirkan anak Touya! Kalau nantinya dia perempuan, tidak masalah baginya untuk menikahi Yamato!(Sue)

Sue pun memelukku sambil menyatakan pernyataan beraninya seperti biasa.

Tunggu, apa yang kau katakan? Kau tidak bisa memutuskan pasangan orang yang bahkan masih belum lahir, tahu!

…Hmmm. Tidak buruk. Itu artinya keturunan Touya-dono akan menyatu dengan Belfast, yah.(Trystwin)

Sang Raja mengatakannya dengan gaya seolah-olah mempertimbangkannya.

Eh? Kau berkata itu tidak masalah?!

Kalau begitu, aku penasaran bagaimana jadinya hubungan mereka nanti. Yamato adalah sepupu Sue. Jadi, apakah itu artinya Yamato akan menikahi anak sepupunya? Pernikahan antara sepupu memang ada sih, tapi apakah hal itu tidak aneh?

Aku akan menganggapnya sebagai pernikahan antara anakku dengan adik sepupuku, sementara Raja akan menganggapnya sebagai pernikahan antara putranya dengan cucu adik laki-lakinya. Rumit sekali…
(Ramune: Jangan bingung seakan-akan sedang baca judul sinetron alay di indos**r, lho ya..?)

Ada perjanjian kalau aku akan menikah saat berumur 18 tahun, tapi aku masih berpikir mengenai Sue. Menerima pasangan berumur 12 tahun itu agak… Yah,
aku masih tetap akan melakukannya karena telah berjanji akan menikahinya, walau hal itu akan diundur beberapa tahun, sih.

(Ramune: pemikiran Ossan + Tarou pasti seperti ini: menerima pasangan berumur 12 tahun itu sangat… SUBARASHII~)
(Shiro7D : JONES, ngaca dulu sana -_-)

Akan tetapi, meninggalkan seorang saja untuk tidak dinikahi itu juga agak…

Masih ada 4 - 5 tahun bagi Sue agar bisa melahirkan. Perbedaan umur segitu tidak akan masalah, bukan…? Hmmm..?(Trystwin)

Sayang, bagaimana kalau kamu menghentikannya? Tidak akan ada gunanya membahasnya sekarang, tidakkah kau setuju? (Yuel)

Maaf, ha-ha-ha. Itu hanya guyonan, hanya guyonan.(Trystwin)

Setelah ditegur Ratu Yuel, Sang Raja pun tertawa seolah-olah mencoba mencairkan suasana.

Bukan, itu pasti bukan guyonan, kan? Ia pasti serius. Pasti...

Fuaaaa, fuuu…(Yamato)

Ara? Aku berpikir kalau Yamato mengantuk… Ibu…(Yumina)

Mari kita lihat… aah, sepertinya benar. Baiklah, ayo kita tidur~(Yuel)

Setelah menerima putranya dari Yumina, Ratu-sama pun mengantarnya ke tempat tidur yang ada di ruangan lain. Selain itu, Yumina, Ellen-san, dan Sue juga mengikutinya.  

Akhirnya, di ruangan yang hanya berisi kaum adam ini, Duke mengecilkan suaranya dan memanggilku.

Baiklah, Touya-dono. Bagaimana dengan benda yang telah disebutkan itu?(Alfred)

Untuk berjaga-jaga, keamanannya telah terjamin, jadi tidak akan ada masalah. Anda hanya boleh meminum 1 pil sehari karena itu saja sudah cukup kuat, ok? Dan juga, ke-efektifan pil itu tidak akan berubah meskipun Anda meminum banyak pil sekaligus. Hal itu hanya akan menyebabkan energi sihir Anda terserap dan keesokan harinya Anda akan mengalami kelelahan yang mengerikan. Apa Anda paham?(Touya)

Aku memberikan botol kecil berisi banyak pil pada Duke sambil memperingatkannya. Aku masih tidak setuju kalau ia mengandalkan sesuatu seperti ini sih, tapi ia menjawab dengan “anak muda memang kuat, yah” saat aku mengatakannya. Apa maksudnya itu, yah?

Apa itu?(Trystwin)

Karena bingung melihat aksi kami berdua, Sang Raja pun menanyai kami. Ini bukanlah pembicaraan yang harus kami sembunyikan karena kami adalah sesama kaum adam, tapi sejujurnya aku enggan untuk membicarakannya.

Aah, ini adalah sesuatu yang disebut dengan… obat kesehatan… yah, pada dasarnya, ini adalah pil penambah tenaga.(Touya)

APAAA?!(Trystwin)

Shh-h-h! Kakak, kau terlalu keras!(Alfred)

Duke menutupi mulut Raja. Itu sudah pasti. Ia akan malu jika hal ini diketahui kaum hawa, terlebih lagi saat anak perempuannya sendiri juga ada disana.

Kemarin, Duke berkata kalau ia ingin obat ini tak peduli apapun yang terjadi setelah saya memberitahunya. Oleh karena itu, saya meminta Flora dari pihak kami untuk membuatnya. Kami memberi beberapa ke tempat pelacuran sebagai percobaan, dan sepertinya pil itu memberi efek yang luar biasa saat mereka meminta pelanggan tempat itu untuk menggunakannya. Kami diberitahu kalau mereka masih bisa bertahan setelah melalui beberapa ronde walaupun sudah…(Touya)

O-o-ooh, begitu yah…? TUNGGU! BERIKAN AKU JUGA!(Trystwin)

Kakak tidak memerlukannya, kan?! Aku melakukannya hanya untuk anak yang akan melanjutkan Keluarga Ortlinde!(Alfred)

Tenanglah!  Te-nang-lah! Masih ada Sebotol lagi! (Touya)

「「「「BERISIK !!」」」」(Kaum Hawa)

Teriakan penuh kemarahan pun terdengar dari ruangan sebelah.

Kan..akhirnya kita dimarahi, bukan?

Akan tetapi, kedua orang itu masih tersenyum setelah menerima botol itu dengan gugup.

Sedangkan aku sendiri, masih tidak memahami mereka berdua.

***

Sudah lama sekali sejak terakhir kali kita berkunjung ke Ibukota Belfast, yah..?(Yumina)

Aku berjalan-jalan bersama Yumina di ibukota. Kehidupan kami di sini tidak sampai setahun, tapi aku masih punya hubungan erat dengan tempat ini. Terlebih lagi, aku membeli jubah tahan semua element ini di sini.

Yumina yang berpakaian biasa, berjalan disampingku. Atau mungkin aku harus mengatakan, kalau ia menggunakan baju adventurer nya. Baju itu lebih nyaman daripada baju biasa, dan ia sendiri juga sudah terbiasa menggunakannya karena ia tidak sering memakai pakaian mewah di Brunhild.

Tidak ada hal seperti bangsawan sama sekali di tempat kami. Walaupun aku disebut sebagai Raja, sih. Tapi aku sendiri merasa kalau aku adalah
Ketua-Asosiasi-Tetangga daripada seorang raja.

(Shiro7D : Asosiasi Tetangga mana yang kayak… Engak, kayaknya eluh benar. Touya memang Ketua Asosiasi Tetangga… Bersekala Dunia. Sampai masalah di dunia tetangga juga dia yang ngurusnya -_-)

Dan juga sudah lama sekali sejak terakhir kali saya bisa berjalan-jalan dengan Touya-san.(Yumina)

Ah, masak? Yah… itu karena akhir-akhir ini aku sangat sibuk.(Touya)

Aku sedikit malu karena bergandengan tangan dengan Yumina, kami pun terus menelusuri ibukota.

Sepertinya aku bisa mengatakan kalau akhir-akhir ini aku sibuk dengan pergi ke Ishen dan mengalahkan Dewa bawahan, pergi ke Ferzen dan membangun jembatan, dan yang terakhir adalah, pergi ke Zenoasu dan terlibat dengan Raja Iblis.

Bisa pergi kemana-mana itu, mungkin hanya Touya-san saja lah yang bisa melakukannya. Walaupun saya sedikit kesepian sih…(Yumina)
(Ramune: Kode keras, bung!)

Maaf yah. Aku juga ingin bersama kalian sebisa mungkin kok.(Touya)

Saya paham. Oleh karena itu, saya akan mendominasimu walaupun sebenarnya itu curang dengan yang lain.(Yumina)

Setelah mengatakan itu, masih ada satu hal yang harus kulakukan setelah ini.

Aku melihat beberapa orang menaiki sepeda saat kami berjalan.

Sepertinya sepeda telah menyebar di ibukota. Akan tetapi, harganya sedikit mahal sehingga hanya segelintir orang kaya yang bisa membelinya.

Kami tiba di tempat tujuan. Cafe membaca [Tsukuyomi] yang berada di ujung jalan. Suara Wendy, salah satu pelayan, memanggilku saat kami masuk.

Selamat data… Ah, owner! Lama tak berjumpa!(Wendy)

He-hei, Wendy! Bukan “owner”. Perasaan aku sudah memberitahumu untuk memanggilnya Raja Penguasa-sama, kan?!(Sylvie)

Sylvie sang manager memang betul, tapi aku tidak keberatan dipanggil “owner” jadi aku mengizinkannya. Di samping itu, dipanggil dengan Raja Penguasa di tempat seperti ini akan berakibat buruk.

Aku telah menyerahkan pengiriman buku-buku baru pada perusahaan Alba-san, apakah ada masalah?(Touya)

Semua itu hanya akan memakan beberapa waktu sampai buku-buku tersebut sampai, dan..tidak ada masalah. Saya hanya akan memberikan buku-buku itu penguatan anti-curi [Paralyze].(Sylvie)

Sylvie-san mengatakannya dan menunjuk sesuatu yang terlihat seperti mesin fotocopy di balik konter. Mesin itu telah diberikan penguatan [Paralyze] dengan [Program] untuk memberikan efek tersebut pada buku-buku yang ditaruh di atasnya.

Penjualan berjalan dengan baik, dan makanannya pun juga telah memiliki reputasi yang baik.(Wendy)

Ucap Wendy. Sepertinya [Tsukuyomi] sangat populer. Sejujurnya, aku tidak keberatan walaupun penjualannya tidak berjalan dengan baik karena sebagian dari pekerjaan ini adalah hobiku sendiri, tapi aku tetap senang kalau toko ini ramai.

Ooo iya, ini buku barunya. Aku telah memilih beberapa cerita terkenal dari Ferzen, Rodomea, Restia, dan Lail. Kalau buku-buku yang seperti ini, pasti akan sulit untuk didapatkan.(Touya)

Waah! Terima kasih banyak!(Sylvie)

Aku menata buku-buku yang kuambil dari [Storage] satu persatu ke konter. Seperti biasa, ada banyak buku [berorientasi kewanitaan] yang kusiapkan.

Setelah itu, aku menyapa semuanya, merapikan bangku-bangku di toko, lalu meninggalkan [Tsukuyomi].

Untuk sekarang, pekerjaanku telah selesai, dan sekarang berjalan-jalan tanpa tujuan bersama Yumina.

Kota ini memang lebih besar jika dibandingkan dengan Brunhild, yah.(Touya)

Mau bagaimana lagi... tapi kalau saat ini kota di Brunhild bertambah besar, akan ada banyak tempat yang tidak bisa dilihat yang nantinya yang akan menjadi masalah tersendiri.(Yumina)

Memang sih. Di tempat yang tidak bisa diawasi penjaga, angka kriminal dan bahaya juga akan bertambah. Oleh karena itu, haruskah aku menambah jumlah Orde Ksatria negara kami… Ha..?!

Ada apa?(Yumina)

Yumina memanggilku yang terhenti di depan bangunan tertentu. Di depanku, ada poster yang ditempelkan pada jendela bangunan itu.

「「Sebuah pertunjukan Cinta dan Petualangan. Seorang Hero bernama Tooya yang menantang naga hitam untuk menyelamatkan Tuan Putri Yuina… akan dimainkan dengan skala besar-besaran, Mahakarya Rifurizu akhirnya telah sampai ke Belfast…? Touya-san, apakah itu memang…(Yumina)

Poster itu sendiri sih hanya poster iklan untuk pertunjukan drama biasa. Aku berpikir kalau itu hanya imajinasiku saja, tapi akhirnya aku menemukan nama lengkap penulisnya di sana, yang membuatku yakin kalau itu bukan hanya imajinasiku saja.

Yumina, coba lihat ini.(Touya)

Apa itu? Naskahnya dibuat oleh penulis [Orde Ksatria Mawar] , Lil Refles…Ah!(Yumina)

Yumina pun tak bisa berkata apa-apa. Lil Refles. Identitas sebenarnya penulis dengan nama pena itu adalah Tuan Putri pertama kekaisaran Rifurizu, Liliel Reem Reefrees, Sang Tuan Putri busuk (fujoshi).

Sialan… membuat cerita dari kehidupan orang lain tanpa izin…(Touya)

Katakan, apa ini tentang saya dan Touya-san? Dari apa yang saya lihat, cerita ini sepertinya cukup normal kok…(Yumina)

Entahlah. Itu meragukan. Tidakkah akan ada ksatria cantik atau Duke tampan nanti? Mungkin kami harus melihatnya untuk mengkonfirmasinya. Mungkin aku harus membatalkan pertunjukan itu jika ada penampilan seperti itu di dalamnya.

Mari kita lihat. Sepertinya, pertunjukannya akan di mulai dalam 20 menit lagi di tempat teater, yah?

Baiklah, mari melihatnya.(Touya)

Tentu. Kenapa tidak? Pertunjukannya mungkin sedikit aneh, tapi terlihat menarik.(Yumina)

Yah, tentu saja menarik karena Yumina termasuk pemain utamanya. Sedangkan aku sendiri, selama aku (di pertunjukan) tidak diberikan perlakuan menjijikkan, aku tidak peduli apakah cerita itu menarik atau membosankan.

Setelah itu, aku melihatnya bersama Yumina di tempat teater yang berakhir dalam dua jam, dan ternyata tidak ada hal yang harus dikhawatirkan. Pertunjukan itu menunjukkan cerita yang persis dengan genre kerajaan. Tentu saja, cerita itu sangat berbeda dari apa yang sebenarnya terjadi.

Aku tidak melawan naga hitam sendirian, dan saat itu, Yumina dievakuasi ke istana Belfast. Daripada menyebut pertunjukan itu dengan dramatisasi, itu lebih dekat ke cerita yang dikarang. Itu mungkin bisa disebut sebagai cerita seorang Hero lain yang tidak ada hubungannya denganku. Aktor yang memainkan Tooya sangatlah tampan. Aktor yang memainkan Yuina juga terlihat cantik, tapi Yumina jelas lebih cantik.

Pertunjukan itu layak dilihat karena cerita yang mendebarkan hati dan petualangan yang menggetarkan. Para penonton bertepuk tangan dan bersorak saat pertunjukannya berakhir. Mungkin sebenarnya Tuan Putri busuk itu benar-benar bisa membuat cerita normal. Tak disangka-sangka. Aku akan mengatakannya sekali lagi. Sangat mengejutkan.

Area sekitar telah menjadi gelap dengan bintang yang berkelip-kelip di langit saat kami meninggalkan teater itu.

Barusan itu sangat menarik~! Saya sangat tersentuh dengan adegan saat dia (Tooya) mengakui cintanya pada Tuan Putri (Yuina) sebelum melawan naga hitam!(Yumina)

Karena Yumina telah mengatakan hal seperti itu, aku pun berlutut di depannya dan menarik tangan kecilnya, meniru pahlawan dari pertunjukan barusan. Yumina terlihat terkejut atas aksi mendadakku ini.

「『Tak peduli kapanpun itu, aku akan selalu melindungimu, menjadi pedang dan pelindungmu. Oleh karena itu, tersenyumlah. Jika engkau tersenyum di sampingku, tidak ada kebahagiaan yang lebih hebat daripada itu. aku mencintaimu. Sampai sekarang, mulai dari sekarang dan selamanya.』」(Touya)

Aku mengatakan dialog Hero itu (Tooya). Mungkin ada yang berbeda, tapi kalau tidak salah, yang dikatakan pahlawan tadi itu, persis dengan yang kukatakan barusan.

Tiba-tiba, aku melihat Yumina menangis. H-huh!? Apakah aku telah melakukan hal yang buruk!?

Setelah melihatnya seperti itu, aku panik dan langsung berdiri untuk meminta maaf, tapi ia menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengusap air matanya.

Bukan marah kok. Saya sangat bahagia saat Touya-san mengatakan itu…(Yumina)

A-aaa…begitu ya. Leganya... hampir saja aku jadi gila.

Tapi tetap saja, membuatnya bahagia dengan meniru dialog sebuah drama sangatlah menyedihkan. Aku harus menyatakan perasaanku dengan baik.

…Itu mungkin dialog sebuah drama, tapi itu juga perasaanku yang sesungguhnya. Aku ingin Yumina selalu tersenyum. Awalnya, aku memang tidak yakin akan perasaan ini, tapi sekarang aku yakin dan bisa mengatakannya dengan jelas… bahwa aku tahu kalau aku mencintai Yumina. Aku ingin kita bersama selamanya. Aku ingin kita bisa terus tersenyum. Aku benar-benar berpikir kalau aku bahagia bertemu denganmu. Terima kasih banyak…(Touya)

Touya-san…(Yumina)

Yumina pun memelukku. Aku memeluk tubuh mungilnya dan merasa bahagia. Gadis-gadis ini adalah hartaku yang paling berharga. Aku tidak akan membiarkan siapapun melukai mereka. Aku akan melindungi mereka.

Setelah berpelukan selama beberapa waktu, kami berciuman, lalu sekali lagi tersenyum…

Mau pulang?(Touya)

Iya..(Yumina)

Dan, mulai berjalan perlahan-lahan di bawah langit malam sambil berpegangan tangan…






Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

13 comments:

  1. penulisan nama putri Refurizu tumben pake yang tulisan latin nya, bukan versi penulisan huruf jepang nya,

    Ririeru = Liliel

    Katanya mau menyesuaikan yang raw nya πŸ˜… seperti Lucia yang jadi Rushia...

    ReplyDelete
  2. si touya masa gx tau sih klo kebanyakan laki2 cuma kuat satu sampai dua ronde doang wkwkwkwk. apa jangan2 si touya gx pernah fap fap lagi wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hush..positif thinking aja, barangkali dia gak pernah fap

      Delete
  3. Itu adegan terakhir, bayanginnya buat saya iri!

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. TL Good Job...hahhahah seru abis minπŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete