Saturday, 2 June 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 232 Bahasa Indonesai


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal

Chapter 232: Pedang Cahayadan Kesatria Kucing




Hee, baru pertama kalinya aku melihat cara penggunaan kekuatan surgawi yang seperti itu.(Moroha)

Saat ini, Moroha-nee-san menyilangkan tangannya dan menatapku dengan penuh kekaguman.

[Otoritas Kekuatan Surgawi] melepaskan kekuatan surgawi yang kemarin pernah menyelubungi tubuhku. Sepertinya para Dewa di dunianya bisa melakukannya seolah-olah sedang bernafas, tapi dalam kasusku, ada beban yang ditanggung.

Oleh karena itu, aku penasaran apakah aku bisa mengeluarkannya sebagian, jadi aku pun mengkonsentrasikannya di tangan kananku mulai dari siku dan pedang cahaya pun terbentuk.

Pada awalnya aku tak bisa melakukannya dengan baik, tapi akhirnya bisa setelah mengetahui triknya.

Aku berlatih di hutan yang jauh dari istana karena tidak ingin dilihat siapapun.

Biasanya, kami tidak menahannya ataupun melakukan hal yang serupa, jadi metode ini tidak pernah ada sama sekali.(Moroha)

Aku melakukan ini karena tidak ingin rambutku memanjang setiap kali menggunakannya.(Touya)

Setelah mengatakan itu, kenyataan kalau aku khawatir akan apa yang akan kulakukan jika nanti ada bulu yang tumbuh di tangan atau akan menjadi orang berjanggut.

Akan tetapi, sulit pula untuk menahan bentuknya kalau tidak konsentrasi, yah…(Touya)

Sebuah benda yang bisa disebut “Pedang Cahaya” memanjang dari tangan kananku, yang kemudian bergetar dan mulai menghilang saat aku kehilangan konsentrasi.

Kupikir akan lebih mudah kalau mengaplikasikannya pada benda yang kau pegang.(Moroha)

Moroha-nee-san pun melemparkan ranting pohon yang ada disekitar sini padaku.

Aku menangkapnya dan mengaplikasikan kekuatan surgawi seakan-akan ranting itu adalah tanganku sendiri. Ah, dia benar! Ini lebih mudah karena aku melakukannya tanpa menahan bentuknya.

Aku pun mengayunkannya dan akhirnya memotong sebuah pohon besardengan mudah. Oi-oi, mungkin ini bisa menghasilkan kekuatan yang lebih kuat daripada pedang kristal…

Setelah melepaskannya, aku menggenggam batu yang ada di sekitar, dan menghancurkannya dengan mudah. Setelah itu aku mencoba dengan tangan kiriku, tapi melakukan dengan tangan yang tidak biasa itu mustahil.

Umu. Bagian mulai dari siku tangan kananku terasa seperti benda lain.

Aku mencoba meninjukan tangan kananku ke pohon besar yang kutebas barusan, dan tanganku pun terbenam di dalamnya tanpa ada rasa sakit sama sekali.

Sepertinya kekuatan surgawi yang menyelubungi tanganku lah yang menghancurkannya.

Tidakkah aku bisa menusuk lebih dalam jika mendorongnya?

Sebenarnya, kekuatan surgawi bukanlah sesuatu yang boleh digunakan di bawah. Oleh karena itu, kakak-kakakku tidak menggunakannya kecuali saat bertarung melawan Dewa Bawahan. Akan tetapi, sepertinya aku adalah pengecualian karena aku bukanlah Dewa.

Tapi, kupikir akan lebih baik bagiku untuk tidak menggunakannya, tapi ada banyak kelas-penguasa selain Gira. Tidak, pasti ada banyak kelas-penguasa sepertinya, jadi akan lebih baik untuk memiliki rencana balasan sebanyak mungkin.

***

Saat aku kembali, Sakura dan Lindzey sedang membahas sesuatu di taman. Hubungan mereka cukup baik. Apa itu karena kepribadian mereka banyak yang sama, yah? Mereka sama-sama pemalu, tapi berbeda karena Lindzey pasif sementara Sakura tidak tertarik.

Apa yang sedang kalian lakukan?(Touya)

Raja-sama…(Sakura)

Ah- Touya-san. Sakura-chan berkata kalau ia ingin belajar sihir, jadi aku pun memeriksa atributnya.(Lindzey)

Ah, apa kau memeriksanya dengan batu sihir? Aku dulu juga seperti itu. Sakura bisa menggunakan [Teleport] (Walaupun sebenarnya, ia masih tidak bisa menguasainya) jadi, seharusnya ia punya bakat di non-atribut.

Jadi, ada berapa bakat yang ia miliki?(Touya)

Non-attribut, air, dan kegelapan.(Lindzey)

Hee. Jadi ia juga punya 3, yah? Tidak buruk. Akan tetapi, pada dasarnya sihir non-atribut adalah sihir pribadi. Biasanya 1 orang hanya bisa memiliki 1 sihir non-atribut. Jadi, apakah itu artinya ia hanya memiliki 2 atribut?

Selain itu, sepertinya ia juga memiliki kuantitas kekuatan sihir yang banyak. Walaupun tidak sebanyak Rin-san, tapi kupikir lebih banyak dariku.(Lindzey)

Yah, dia kan berasal dari suku Raja Iblis yang memerintah semua ras-iblis. Jadi setidaknya ia pasti punya banyak. Selain itu, Rin punya lebih banyak katamu?… Yah, orang itu kan ketua klan peri yang unggul dalam masalah sihir.

Kalau untuk atribut air, aku bisa mengajarimu, tapi untuk yang non-atribut, kau harus belajar sendiri. Kupikir tidak akan ada masalah selama kau paham cara menggunakan kekuatan sihir itu. Dan untuk atribut kegelapan, hanya Yumina atau Touya-san yang bisa mengajarimu…(Lindzey)

Oh iya, Rin kan tidak punya atribut kegelapan, yah.

Kalau begitu, atribut kami semua adalah…

Touya               Semua atribut
Elzie                 Hanya non-atribut (Boost)
Lindzey            Atribut api, air, dan cahaya
Yumina            Atribut angin, tanah, dan kegelapan
Yae                   Tidak ada
Rue                   Tidak ada
Suu                   Hanya atribut cahaya
Hilda                Tidak ada
Sakura             Atribut air, kegelapan, dan non-atribut (Teleport)
Rin                    Atribut api, air, angin, tanah, cahaya, dan non-atribut (Program,        Transfer, Protection)

…seperti itu

Huh? Kalau tidak salah, Rin berkata kalau ia punya 4 sihir non-atribut. Ada satu yang kurang. Aku telah diberitahu kalau semua orang klan peri memiliki sihir non-atributnya masing-masing karena bakat alami mereka terhadap sihir.

Oh, apa yang sedang kalian lakukan sampai berkumpul di sini?(Rin)

Oops, pas sekali.

Orangnya langsung muncul. Seperti biasanya, Pola berjalan dengan goyah di sampingnya. Pola pun mengangkat tangannya seakan-akan mengatakan “Apa kabar! (Ossu!)”.

Ia semangat seperti biasa. Ah tidak. Aku tidak tahu apakah boneka mainan bisa semangat atau tidak.

Rin, kau punya 4 sihir non-atribut, kan? 3 diantaranya adalah [Program], [Transfer] dan [Protection]. Yang satunya lagi apa?(Touya)

Aku secara terang-terangan menanyakan apa yang ada di pikiranku. Seharusnya itu adalah hal yang tidak akan ia sembunyikan.

Ah, jadi aku belum mengatakannya, yah? Itu adalah sihir yang sama dengan [Search] mu. Namanya adalah [Discovery](Rin)

Discovery? Apa kata itu punya arti yang sama dengan [Exploration], yah?

Kau mengimajinasikan benda yang ingin kau cari agar tahu lokasinya. Hasilnya akan samar-samar kalau kau imajinasimu tidak jelas, jadi sihir itu sulit untuk digunakan.(Rin)

Ah, masak? Malah sepertinya itu sangat praktis jika digunakan untuk mencari barang.(Touya)

Misalnya aku sedang mencari apel yang kutinggalkan di atas meja dengan [Discovery]. Aku pasti bisa mencarinya. Tapi itu sia-sia saja kalau ada yang berubah, contohnya jika apel itu tergigit.(Rin)

Eh? Hanya karena ia mengatakannya tidak berguna?

Ketidakcocokan yang berhubungan dengan benda yang dicari adalah sesuatu  yang membuat efek sihir pencariannya tidak ampuh, yah?

Kalau dibahas dengan lebih akurat, apel-apel yang lain mungkin juga akan tercampur dalam hasilnya, jadi tak peduli apapun yang terjadi, akan sangat sulit untuk mencari benda yang kau cari. Aku sendiri sampai tidak pernah menggunakannya kecuali untuk mencari Pola saat ia tersesat.(Rin)

Mencari anak hilang? Ha~, penggunaan sihir itu lumayan susah, yah?

Kalau ini dunia asliku, kami pasti akan menggunakannya untuk mencari benda portabel seperti remot tv, kunci mobil atau bahkan sebuah rumah.

Ya ampun? Tidakkah sihir itu sangat berguna?

Kami kembali membahas latihan sihir Sakura setelah mengetahui sihir Rin itu.

Di zaman sekarang ini, sihir atribut kegelapan yang hanya diketahui orang-orang adalah [Sihir Pemanggilan].

Makhluk-makhluk seperti Lizardmen dan silver wolf bisa dipanggil dari dunia lain menurut situasi dan kondisi setelah mereka membuat kontrak dengan pemanggilnya.

Rupanya, Kohaku dan kawan-kawannya juga dipanggil sekali dalam beberapa lusin tahun dari dunia yang jauh (yang untuk sementara ini aku menamainya “dunia makhluk mistis”) tapi keberhasilan memanggil mereka adalah random. Pemanggilnya juga tidak sanggup untuk membuat kontrak dengan mereka.

Aku telah memikirkan ini dari kemarin, aku penasaran apakah makhluk sihir adalah keturunan dari makhluk yang keluar dari dunia makhluk mistis itu.

Contohnya, jika seekor serigala silver kawin dengan serigala biasa di dunia ini lalu serigala silver itu kembali ke dunianya, yang akan terlahir adalah serigala biasa.

Dengan kata lain, itu lah kelahiran dari seekor makhluk sihir. Kalau memang begitu, hal itu mungkin disebabkan oleh sihir pemanggilan mengingat banyak sekali makhluk sihir yang tersebar di dunia ini, bahkan sampai sekarang.
(Erixsu: Maksud si Touya mungkin, makhluk sihir itu tercipta dari perkawinan antara makhluk biasa dengan makhluk dari [Sihir Pemanggilan])

Yah, mustahil bagiku untuk mengkonfirmasinya, dan kalaupun itu benar, tidak ada yang bisa dilakukan dengannya.

Disamping itu, ada juga beberapa sihir lain dari atribut kegelapan selain sihir pemanggilan.

Sihir yang mempengaruhi akal seseorang seperti [Confusion], [Sleep], [Temptation], atau yang lain juga merupakan sihir atribut kegelapan. Semua itu adalah sihir kuno yang telah hilang, tapi kami bisa mempelajarinya karena ada grimoire-nya di [Perpustakaan]. Untuk informasi tambahan, sistem sihir yang mempengaruhi akal tidak akan bekerja pada orang yang kekuatan sihir lebih tinggi darimu, ok?(Touya)

Sakura menatapku dengan wajah penuh kekecewaan. Apa kau juga berencana menggunakan [Temptation] (Godaan) padaku? Yah, akhir-akhir ini, aku sudah ada dalam situasi dimana rasanya aku diberi sihir tersebut oleh semua orang, tapi mari rahasiakan hal itu. Itu memalukan.

Untuk sekarang, bagaimana kalau melakukan [Sihir Pemanggilan] sebagai percobaan? Ini juga merupakan latihan untuk mengendalikan kekuatan sihir.(Touya)

Hm. Aku juga ingin mencobanya.(Sakura)

Sakura pun sedikit mengangguk. Rin mengajari prosedurnya, sementara Lindzey dan aku menggambar formasi sihirnya di lapangan. Omong-omong, Pola juga ikut membantu kami.

Ia mainan yang baik.

Setelah persiapannya selesai, Sakura mulai berkonsentrasi sambil menyalurkan kekuatan sihirnya atas bimbingan Rin. Kabut hitam pun terbentuk di sekitar formasi sihir, dan mulai berkumpul di tengahnya.

Aku penasaran makhluk apa yang akan keluar.(Lindzey)

Aku juga.(Touya)

Aku berbisik dengan suara kecil pada Lindzey yang sedang memeluk Pola.

Sakura punya bakat di musik, jadi kurasa mungkin Siren, yah? Akan menarik jadinya jika ia bisa membentuk paduan suara.

Tak lama kemudian, kabut itu hitam itu menghilang, dan terlihat sebuah bayangan kecil berdiri dengan semangat, menarik pedang tipisnya lalu menangkatnya ke langit dan mulai berteriak.

Kucing demi kebahagiaan suatu orang! Suatu orang demi kebahagiaan kucing! Surga tahu, Bumi tahu, Kucing pun juga tahu! Kemampuan ksatriaku akan menggemparkan para penonton!  Nya~!

Bersepatu boot panjang, ditambah topi dengan bulu panjang, sepasang kaos tangan, sebuah mantel, rapier, sabuk dengan sarung pedang dan tidak lupa juga seekor kucing hitam. Yang satu ini cukup semangat, yah…



Cait Sidhe. Ia adalah makhluk panggilan tipe kucing.(Rin)

Maaf saja, tapi aku ksatria kucing ~nya. Ini penting lho ~nya.(Cait Sidhe)

Ksatria kucing itu memperjelas pernyataan Rin.

Apa ia benar-benar mengakhiri kalimatnya dengan [Nya]?

Ukurannya sendiri tidak berbeda dari kucing biasa, tapi apakah ia benar-benar bisa bertarung? Yah, makhluk panggilan yang bisa bicara itu cukup langka, sih.

Aku ingin membuat kontrak denganmu. Katakan syaratnya.(Sakura)

Setelah mendengar ucapan Sakura, ksatria kucing itu melepas topinya dengan penuh gaya dan berkata:

Aku tidak butuh~nya syarat apapun ~nya. Membantu wanita lemah~nya adalah tugas seorang ksatria. Aku akan dengan senang jika diperbolehkan untuk mengabdikan pedangku untukmu~nya.(Cait Sidhe)

Bagaimana kalau laki-laki?(Touya)

Aku akan mencakar dan mengusirnya~nya.(Cait Sidhe)

Ksatria kucing itu pun menjawab kata-kataku dengan malas.

Oi, apa ini yang kau sebut dengan sifat ksatria? Ia memasang aura fiminis, tapi apakah ia memang kucing jantan?

Kalau memang begitu, kontraknya akan selesai jika kau memberinya nama.(Rin)

Sebuah nama, yah… Raja-sama, apa kau tahu nama yang bagus?(Sakura)

Sakura memanggilku setelah mendengar penjelasan Rin. Akan tetapi, Cait Sidhe itu melambai-lambaikan jarinya “Chii chii chii” ke samping, membuat Sakura berhenti bicara.

Seluruh tubuhnya melambangkan kesombongan. Hal itu membuatku sedikit jengkel.

Aku tidak mau~nya memiliki nama yang diberikan seorang lelaki~nya. Walaupun aku terlihat seperti ini, harga diriku cukup tinggi. Lelaki misterius dari negeri entah berantah itu…(Cait Sidhe)

…[Gate](Touya)

Aku pun membuka [Gate] di depan mata Cait Sidhe dan memanggil Kohaku.

Saat ia melihat Kohaku yang muncul secara tiba-tiba, ksatria kucing itu, yang menjunjung tinggi badannya, langsung berhenti bergerak. Tak lama kemudian,
badannya mulai bergetar dan giginya mulau gemetar. Bulunya yang bisa disebut dengan rambut badan langsung berdiri.


Nya-Nya-Nya kenapa, [White Emperor] bisa ada di…!(Cait Sidhe)

Tuan. Siapa kucing ini?(Kohaku)

Ia hewan panggilan Sakura. Aku mau menamainya barusan, tapi sepertinya ia tidak puas dengan itu.(Touya)

Kohaku pun melototi ksatria kucing itu yang mengakibatkannya bersujud dan menggesek-gesekkan kepalanya di tanah.

Apa itu artinya kau keberatan dinamai tuanku?(Kohaku)

Ti-tidak mungkin saya melakukannya! Nya, nya saya akan menurutinya! ~Nya!(Cait Sidhe)

Sikapnya langsung berubah. Baiklah, nama apa yang akan kuberikan, yah?

Nyantarou(Touya)

Sangat lucu melihat betapa putus asanya wajahnya saat aku mengatakannya.
Untuk seukuran kucing, ternyata ia bisa berekspresi, yah.


dan, d’Artagnan. Mau milih yang mana?(Touya)

Yang d’Artagnan, ~Nya!!(Cait Sidhe)
(Ramune: Kalau kalian penasaran, nama itu dibaca dar-TAN-yan, dar-TAN-yun, atau dar-TAN-nian)

Ksatria kucing yang barusan bersujud-sujud pun keluar dari formasi sihir, terlihat lega saat Sakura menamainya. Entah kenapa ia agak menjauhiku dan Kohaku, kurasa itu sudah pasti.

Omong-omong Sakura, berapa banyak kekuatan sihir yang digunakan Nyantaro?(Touya)

Hm. Kalau seperti ini. Kurasa ia tidak akan bertahan walaupun 1 jam saja.(Sakura)

Itu berbeda ~nya! Bukan Nyantaro, tapi d’Artagnan ~nya!(Nyantaro)

Aku mengatakannya karena paham betul bagaimana perasaanmu. Namamu adalah d’Artagnan, dan nama panggilanmu adalah Nyantaro.

Aku pun mengeluarkan cincin yang kuberikan pada yang lainnya dari sakuku dan memberikan cincin tersebut pada Sakura. Ia menerimanya dengan malu.

Di dalamnya ada kekuatan sihir, jadi kau bisa mengambilnya dan memberikannya pada Nyantaro. Kurasa kekuatan sihir itu akan bertahan selama ½ tahun. Aku akan mengisinya lagi kalau kekuatan sihirnya habis, jadi datanglah padaku kalau itu terjadi.(Touya)

Hm. Terima kasih.(Sakura)

d’Artagnan ~nya!(Nyantaro)

Oh, masih seperti itu yah. Ia cukup lucu, jadi mari biarkan ia disini secara permanen. Kalau bisa, jadikan ia sebagai pengawal semua orang. Aku akan menyerahkannya pada Moroha-neesan, dan ia akan dilatih tak peduli walaupun ia seekor kucing. Siapa tahu? Mungkin nantinya ia akan menjadi Cait Sidhe super.

Saat ksatria kucing itu protes akan panggilan namanya “Nyantaro”, Pola menepuk pundaknya seakan-akan berkata “Mohon bersabar, ini ujian!!”.

Tidakkah mereka berdua akan menjadi pasangan yang serasi?

Aku berpikir seperti itu saat Kougyoku datang dan mendarat di tanganku.

Eeeeh! Flame Emperor pun juga ada di sini! Apa ~nya yang sebenarnya sedang terjadi ~nya?!(Nyantaro)

Setelah melihat Nyantaro yang sudah tidak bisa berdiri, Kougyoku berkata seolah tak peduli dengannya.

Tuan. Tempat yang sama sepert reruntuhan sebelumnya telah ditemukan.(Kougyoku)

Sungguh!?(Touya)

Kalau itu memang reruntuhan Babylon, aku akan dapat menemukan yang terakhir, yakni [Laboratorium].

Entah kenapa motivasiku hilang setelah menemukan [Gudang], tapi seperti yang diduga, akan lebih baik untuk mengambil semuanya.

Kalau tidak salah, [Laboratorium] itu adalah tempat kelahiran Shizuka dan lainnya, dan itu juga merupakan tempat tipe medis dan berbagai fasilitas percobaan, kan?

Kalau dipikir-pikir, Monika bilang kalau ia tidak begitu akrab dengan manager [Laboratorium]. Apa ada yang salah dengan sifatnya?

…Dan juga, setelah dipikir-pikir tidak ada satupun dari mereka yang waras. Bukankah sudah terlambat memikirkannya saat ini?

Biarlah. Jadi, haruskah aku pergi dan melengkapkan koleksi istana langitku?







Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

1 comment: