Friday, 15 June 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 234 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Mizuki Hashima
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 24: Sang Raja Sibuk Dalam
Berbagai Hal

Chapter 234: Sang Profesordan Bumi




Apa kau bilang… gadis ini Professor Babylon?(Touya)

Yes. Dalam terminologi orang awam, spesimen ini memiliki tubuh olahan baru ditambah dengan otak yang diambil dari tubuh lama profesor yang dilakukan dengan sihir. Tubuh baru dan otak itu kemudian digabungkan secara optimal, dan juga memiliki kekuatan sihir. Walaupun proses itu memakan waktu yang sangat lama, ia tetaplah profesor.(Tica)

Ugh. Baru saja kupikir ia adalah klon manusia, tapi ternyata berbeda. Apa ia barusan berkata kalau mereka mengambil otaknya begitu saja?!

Akan tetapi, dengan penampilan ini, ia terlihat seperti gadis 10 tahun-an…(Touya)

Seharusnya ia ada di pertengahan umur 20, kalau dilihat dari penampilan yang kulihat di video yang diberikan Shesca. Seperti yang kutakutkan. Pengembalian masa muda mungkin memang impian setiap wanita. Walaupun hal itu masih tidak mengubah kenyataan kalau tubuh barunya terlalu muda, yah?

Kalaua tubuh barunya dibuat lebih besar daripada yang saat ini, optimalisasi kekuatan sihir akan menjadi sulit dan ditakutkan hal itu akan mengaburkan ingatan profesor.(Tica)

…apa kau menaruh otak orang dewasa ke kepala anak kecil?(Touya)

Otaknya ada di sana, dengan artian ditekan sihir.(Tica)

Tica pun membuat gerakan tangan sedang memegang onigiri. …itulah yang kudapat karena bertanya. Aku merasa jijik. Aku sebenarnya sudah paham berdasarkan pengalaman hidup kalau akal sehat sains tidak berlaku saat kau menggunakan teknik sihir. Memikirkan hal itu tidak ada gunanya.

Aku terus mendengarkan ceritanya, dan ternyata otak profesor tidak benar-benar diambil setelah ia meninggal karena umurnya. Akan tetapi, ia berniat melakukannya saat ia masih hidup.

Berdasarkan apa yang kudengar dari Fam, tubuh manager Babylon bernomer lebih kuat jika dibandingkan dengan tubuh manusia biasa, ia sendiri telah beroperasi selama sekitar 5000 tahun. Bukankah itu yang namanya masa muda abadi? Profesor itu mungkin menggunakan sel spesies berumur panjang seperti elf.

Jadi, apa yang harus kulakukan?(Touya)

Saya ingin anda mengalirkan kekuatan sihir untuk membangunkannya. Master memiliki gelombang biologis yang sama dengan Profesor Babylon, jadi anda pasti bisa membangunkannya. Tidak ada keraguan atas hal itu(Tica)

Gunuuu. Aku penasaran, akan tetapi, bukankah lebih baik untuk tidak membangunkannya? Karena orang ini termasuk orang yang sangat merepotkan sekali.

Menurut apa yang kudengar tentangnya, ia adalah orang yang tidak bagus walaupun seorang jenius. Apa yang harus kulakukan ~? Kurasa setelah ini aku lah yang akan terseret pada berbagai masalah. Apakah tidak boleh untuk, contohnya, membiarkan dirinya tidur seperti yang ia lakukan sekarang? Uu~mu.

Maafkan saya karena meminta anda melakukannya, tapi sudah tidak ada waktu lagi. Jadi, bisakah anda melakukannya sekarang juga?(Tica)

Eh?!(Touya)

Tica memanggilku dari samping sementara aku merana karena situasi saat ini.

Apa maksudmu dengan “sudah tidak ada waktu lagi”?(Touya)

Sebuah alat akan menghentikan sistem pembantu kelangsungan hidup kapsul ini setelah Master dipindahkan ke sini. Jika terus seperti ini, profesor akan mati dalam 5 menit lagi.(Tica)

Ap…! Apa-apaan ini?! Kenapa alat seperti itu dipasang padanya?!(Touya)

Itu keputusan Profesor sendiri. Ia berkata kalau terus hidup tidak akan ada artinya kalau ia tidak dibangunkan dari kapsul ini.(Tica)
(Ramune: Sasuga profesor bejat, benar-benar jenius)

Ia benar-benar melakukannya! Ia benar-benar telah mengantisipasi kalau aku tidak mau melakukannya, dan akhirnya membuat sebuah rencana!

Unununu… Seperti yang diharapkan. Aku tidak bisa membiarkannya mati… Kuu, bahkan isi pikiranku bisa dibacanya. Ini membuat orang ingin berkata [Sialan kau, Kongming!] secara reflek. Akan tetapi, aku tidak akan mengatakannya!

(Ramune: https://en.wikipedia.org/wiki/Zhuge_Liang)


…ke bagian mana aku harus menyalurkan kekuatan sihir?(Touya)

Letakkan tangan anda di batu sihir kapsul dan salurkan kekuatan sihir anda selama beberapa saat.(Tica)

Aku meletakkan tangan pada batu sihir yang terlihat seperti kristal yang ditunjuk Tica, lalu menyalurkan kekuatan sihir padanya. Tak lama kemudian, mesin-mesin di sekeliling kapsul itu berkelip-kelip dan mulai mengeluarkan uap. Kapsul yang ditaruh secara horizontal itu pun mulai bergerak secara otomatis dan bergeser secara vertical.

Air yang bercahaya di dalam kapsul itu dikosongkan. Lalu aku mendengar sesuatu berhenti bergerak.

Gelombang biologis ada di level normal. Tidak ada masalah dengan optimalisasi kekuatan sihir. Fungsi tubuh berfungsi dengan normal.(Tica)

Aku melihat Tica mengoperasukan tuas di panel yang ada di sebelah kapsul tersebut. Ia menekan tombol besar, dan aku mendengar suara udara keluar dari penutup kapsul dan bergeser.

Seorang gadis 10 tahun-an yang telanjang bulat pun keluar darinya. Rambut emasnya panjang sampai ke pinggang. Anehnya, aku tidak bernafsu. Itu karena ia anak kecil. Daripada membahasku…

…kenapa nafasmu jadi berat seperti itu?(Touya)

HaaHaa… Abaikan saya! Tolong jangan hiraukan saya!(Tica)

(Ramune: Lolicon confirmed)

Gadis berkepang 3 yang ada di sampingku mulai mimisan sementara nafasnya semakin liar saat ia melihat gadis muda yang telanjang bulat itu. Ya iyalah, aku akan menghiraukan itu! Seperti yang kutakutkan. Gadis yang satu ini juga bejat!



Gadis muda itu membuka mata hijaunya. Ia menggosok-gosok matanya dan mulai melihat sekitar. Tak lama kemudian, ia melihatku yang ada di depannya, ia pun menunjukkan senyuman penuh kepuasan dan melompat dari kapsul ke bawah.

Yaa-Yaa, Mochizuki Touya-kun. Senang bertemu denganmu. Aku penasaran, apa sambutan ini sudah benar? Soalnya aku tidak merasa ini pertemuan pertama kali karena sering mengintip kalian melalui [Permata penglihatan masa depan].(Regina)

Apa kau benar-benar… Profesor Babylon?(Touya)

Gadis kecil itu pun membalasku sambil menyeringai.

Ya iyalah! Aku lah Regina Babylon. Sarjana ilmu persihiran dan seorang insinyur sihir Kerajaan Suci Paruteno, dan kekasih abadimu────(Professor Regina)

Tidak terima kasih. Istriku saja sudah cukup. Dan juga, cepatlah pakai sesuatu.(Touya)

Huh!? Kenapa responmu sangat dingin?!(Professor Regina)

Aku pun sadar kalau kesehatan mentalku tidak akan memburuk kalau aku terus bereaksi pada apa yang ia lakukan.

Profesor pun mendekati dinding laboratorium, menarik jubah putih yang ada di sana dan memakainya. Jubah itu tidak memiliki kancing depan, jadi jubah itu tidak menutupi apapun. Bagian depannya terbuka lebar.



Walaupun aku pernah mendengar tujuan dari suatu hal seperti apron telanjang ataupun kaos telanjang, tapi jubah telanjang yang tidak menutupi apa-apa sama sekali hanya menjadikanmu sebagai orang mesum… Setidaknya pakai lah celana dalam.

Memakai jubah itu sama saja lho…(Touya)

Akan tetapi, itu mantap!(Tica)

Melihat Tica menaikkan jempol sambil mimisan, sejujurnya membuatku ingin meninggalkannya. Kemana perginya gadis tekun yang kutemui barusan?

Oi profesor, tidakkah ia aneh?(Touya)

Ah, itu karena Atlantica menyukai gadis kecil.(Regina)

Jangan katakan hal seperti itu dengan normal.(Touya)

Apa ini alasan kenapa ia tidak menciumku seperti yang lainnya?

Omong-omong, aku tidak membencinya kok.(Regina)

Cih, seharusnya aku sudah menebaknya!(Touya)

Karena setelah semua yang terjadi, perempuan ini lah dasar dari semua manager Babylon. Ia lah sumber segala kebejatan.

Ini masalah. Bisa sih, tapi aku tidak punya baju seukuran anak kecil. Aku tidak menduga situasi ini.(Professor Regina)

Haruskah aku kembali ke istana dan meminjam dari Rene atau Sue?
… tak dapat dihindari kalau aku akan dimarahi jika meminjamnya secara langsung… Aku tidak bisa meminta mereka untuk meminjamkan pakaian dalam mereka. Haruskah aku mengatakan situasinya pada Yumina dan yang lain……


Daripada membahas itu, jangan katakan kalau ini jubah dari 5000 tahun yang lalu, atau memang iya?(Touya)

Benar kok. Apa ada masalah? Ah, ini selalu bersih karena aku memberinya sihir perlindungan. Jubah ini tidak akan hancur.(Regina)

Pantas saja terlihat seperti baru. Jubahku juga telah diberi [Protection], jadinya jubah ini tidak perlu dicuci.

Pokoknya, masalah tentang bagian depan jubah ini masih tetap ada. Aku pun melepas sabuk jubahku…
(Ramune: Jangan berpikiran yang enggak-enggak lho yah)

…lalu memasangnya pada pinggangnya. Entah kenapa jubahnya malah terlihat seperti Yukata, tapi ini sudah cukup.


Hmm, bagaimana kalau untuk sekarang kita memindahkan [Laboratorium] ke Brunhild dulu?

Tica mengoperasikan monolith yang ada di pojok ruangan, dan [Laboratorium] mulai bergerak. Nah, sekarang kau bisa mengelap mimisanmu itu.

Tubuh ini lebih mudah untuk digerakkan daripada yang kuduga. Walaupun patut disayangkan karena pertumbuhanku terhenti sih. Baiklah, apa aku anggap saja ini sebagai kompensasinya, yah?(Regina)

Eh? Kau tidak akan tumbuh?(Touya)

Tubuh ini lain dari tubuh milik manusia. Tubuh ini hanya akan tumbuh di dalam kapsul, dan pertumbuhannya akan terhenti saat dibangunkan. Bahkan Atlantica sendiri tetap seperti itu untuk waktu yang lama, kan?(Regina)

Memang sih. Tica dan yang lain mungkin akan tetap seperti itu sampai mati karena mustahil bagi mereka untuk hidup selamanya. Hal ini mungkin sama dengan elf ataupun dwarf. Mereka mungkin memiliki sedikit kesamaan. Mereka tidak bisa lahir dengan alami karena tidak memiliki kemampuan reproduksi.

Baiklah, aku memang melihatmu ke sana ke mari saat menggunakan [Permata Penglihatan Masa Depan], tapi itu semua hanya potongan. Walaupun aku memang tertarik denganmu, tapi untuk saat ini aku lebih penasaran pada artifak yang kau pegang.(Regina)

Artifak? Apa yang kau katakan?(Touya)

Itu lho. Alat komunikasi hitam tipis. Benda yang kau sebut [Smartphone].(Regina)

Ah, ini?(Touya)

Aku pun mengeluarkan smartphone dari saku dan menunjukkannya pada profesor.

Ya-ya! Yang itu. Aku telah mencoba membuat benda yang sama, tapi aku masih kurang paham dengan fungsinya. Bolehkah aku meminjamnya?(Regina)

Boleh sih, tapi kau tidak akan menghancurkannya, kan?(Touya)

Smartphone itu tidak akan hancur dengan mudah karena aku telah menambahkan banyak sihir [Enchant] padanya, tapi akan merepotkan jadinya jika nanti pengaturannya dirubah.

Ia mungkin akan memahami fungsi umumnya. Kalau tidak, ia tidak akan bisa membuat kabel yang menghubungkan smartphone di Shesca, ataupun sihir tiruan. Apa mungkin ia tertarik pada hal yang bukan berasal dari sihir, yah?

Mu. Apa gambar dan tulisan ini….? Hmm, apa kau mengoperasikannya hanya dengan menyentuhnya….? Dari negara mana asal tulisan ini?(Regina)

Jepang.(Touya)

Jepang? Aku belum pernah mendengarnya. Apa itu negara di era ini? Apa itu tempat lahir Touya-kun?(Regina)

Ha~…  Kurasa kau benar. Bagaimana kalau kita memberitahunya pada yang lain karena sekarang adalah waktu yang tepat? Aku telah berpikir untuk memberitahukan ini pada semuanya untuk waktu yang cukup lama.(Touya)

?(Regina)

Profesor Babylon terus mengecek fungsi smartphone sambil bingung pada apa yang kukatakan.

***

Ha────….jadi gadis ini adalah Profesor Babylon…(Rin)

Rin terkejut pada kehadiran profesor persis denganku. Elze dan Yae juga terkejut saat melihat profesor dikelilingi para manger Babylon.

Yah, kita sudah sering melihat berbagai hal, sih…(Elzie)

Aku sampai berpikir kalau itu bisa saja terjadi.(Yae)

Linzie, Hilda, dan Rue mengangguk pada ucapan Yae.

Profesor itu sendiri, saat ini berbicara pada Shesca, Rosetta, dan Flora mengenai sesuatu. Baju yang ia pakai adalah baju yang dipinjam dari Sue. Dengan baju model seperti itu membuatnyaa terlihat seperti gadis normal.

Monica saat ini berjuang melepaskan diri dari pelukan Tica yang ada di belakangnya. Tisu yang ada di hidung Tica sudah berwarna merah pekat.

Lepaskan aku! Menjijikkan!(Monica)

Ufufufufufufufu(Tica)

Aku paham betul pada apa yang Monica maksud saat ia berkata ia tidak begitu akrab dengan manajer [Laboratorium]. Sampai saat ini, Monica lah yang paling si Lolicon, Tica, sukai. Omong-omong… Sue, yang tadi dipeluk secara tiba-tiba, merasa sangat ketakutan sampai-sampai tidak mau pergi dari sisiku.

Aku menyuruh semua tunanganku dan semua orang Babylon untuk berkumpul di salah satu ruangan istana, tapi hanya Noel dari [Menara] lah satu-satunya yang tidur sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Liora dari [Benteng].
Apa perlu untuk membawanya kemari…?


Fran Shesca dari [Taman Langit].

High Rosetta dari [Lokakarya].

Bell Flora dari [Bangunan Alkemi].

Fred Monica dari [Hanggar].

Pure Liora dari [Benteng].

Pamela Noel dari [Menara].

Iris Fam dari [Perpustakaan].

Lilulu Palashie dari [Gudang].

Atlantica dari [Laboratorium].

Dan Profesor Babylon sendiri.

Kita sudah menjadi keluarga besar, yah… walaupun Fam, Noel, dan Liora jarang turun ke bawah.

Apakah Monica dan Rosetta jarang turun ke bawah karena terlalu semangat terhadap pengembangan berbagai hal?

Aku juga menyuruh Palshie untuk tidak sering-sering turun ke bawah karena aku ingin menghindari kerusakan karena kesalahannya.
(Ramune: Dari semua ini, kurasa Palshie yang paling mengenaskan, karena sampai disuruh untuk tidak turun)

Saat melihat Monica yang meronta-ronta dari pelukan Tica, aku pun berpikir kalau akan lebih baik bagi Tica untuk tidak turun juga. Aku akan merasa bersalah kalau ia melakukan sesuatu terhadap Rene dan akhirnya Rene trauma karena obsesinya.

Baiklah, Touya-san. Untuk apa kau mengumpulkan semuanya di sini?(Yumina)

Yumina, yang duduk di sisiku, menjejalkan dirinya di antara Sue dan aku dan bertanya akan hal itu.

Yah. Awalnya aku ditanyai Profesor, tapi kurasa aku juga akan memberitahu semuanya. Ini mengenai sesuatu yang terus kurahasiakan sampai sekarang.(Touya)

Pandangan semua orang pun tertuju padaku. Aku berdiri dan menyiapkan mental sambil melihat semuanya.

Alasan kenapa aku tidak memberitahunya adalah aku takut kalian tidak akan percaya, dan juga karena aku berpikir apakah perlu memberitahunya. Akan tetapi, aku akan hidup bersama kalian semua, jadi aku memutuskan untuk memberitahunya.(Touya)

Aku mengoperasikan smartphone dan memproyeksikan gambar besar di dinding. Aku menunjukkan berbagai jalan dengan mempercepat video dari situs video tertentu. London, Paris, Washington, New York, Jakarta, Bangkok, New Delhi, Beijing, Moscow, dan yang terakhir Tokyo.
(Shiro7D : Berbanggalah wahai anak bangsa, Ibukota kita masuk Isekai XD)

Semuanya pun kehilangan kata-kata saat melihat berbagai macam kota metropolis yang kutunjukkan.

Apa yang diproyeksikan saat ini adalah duniaku sebelumnya. Kami menyebutnya [Bumi], dan aku adalah orang yang datang dari dunia itu. (Touya)







Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

8 comments: