Saturday, 28 July 2018

Evil God Chapter 49


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 49 :
Dewa Iblis Menjadi Presiden Bank Selama Satu Hari (1)



Kerusuhan di ibukota Kerajaan Britonia, Rhodan juga berlanjut hari ini.
Aku berdiri di atas atap sebuah gedung bersama pemimpin pasukan dewa iblis divisi pertama, Adrigori.

Bank Briton, disingkat BanBri.
Salah satu bank terkemuka di Briton.
Kurasa nama mereka tidak cocok selain jika mereka memang berada di posisi pertama, tapi kurasa posisi mereka berada pada posisi keempat atau kelima.

[Apa tidak masalah melakukannya di sini?]

Adrigori bertanya padaku.

[Bank besar manapun tak masalah. Tapi aku menyukai namanya, jadi di sini saja.]

Aku melihat ke bawah.

Ada banyak orang yang mengerubungi kantor pusat Bank Briton.
Bangunan bank ini diperkuat dengan sihir, jadi rakyat biasa tak akan bisa menghancurkannya.
Tentu saja pintu bangunan ini tertutup rapat.
Bangunan ini berdiri setinggi empat lantai.

Aku menghancurkan kaca jendela ruang presiden lalu masuk.
Ruangan ini berada di lantai empat. Tapi bukan masalah bagiku karena aku menggunakan sihir untuk terbang.

[Si-Siapa kau?]

Presiden bank ini, Ben Springfield bertanya dengan suara panik karena terkejut.
Dia adalah pria gendut yang sudah cukup berumur.
Aku memukul petugas keamanan yang segera datang setelah mendengar suara Ben.

[Hiii!!!!]

Ben terduduk saat melihatku memukul petugas keamanan.

[A-Apa kau ingin mengambil uang? Apa boleh buat. Ini adalah keadaan khusus.]
[Bukan itu keperluanku ke sini.]
[La-Lalu ada apa? Kau ke sini bukan untuk merampok bank, kan?]
[Yang kuinginkan adalah kursi itu.]

Daritadi Ben terus mengatakan hal yang salah.
Aku merasa kesal lalu menunjuk ke arahnya.

[Apa kau ingin aku memberimu jabatan sebagai pimpinan?]
[Benar sekali.]

Aku akan menghajarnya jika dia memberiku kursi miliknya.

[Bank ini adalah warisan dari kakekku yang telah dibangunnya bersama raja pendiri Richard I. Aku tak akan menyerahkannya pada pemula sepertimu.]

Ben terlihat gemetar, tapi dia tetap menunjukkan penolakannya.
Dia lebih keras kepala dari yang kubayangkan.

[Bank yang luar biasa ini sedang dilanda krisis saat ini. Lihatlah ke luar.]
[Semua itu adalah ulah pemerintah! Bukan kami!]
[Keseluruhan masalah ini adalah salah negeri ini. Kita harus melakukan sesuatu pada orang yang ada di depan sana. Mereka adalah nasabah bank ini, bukan?]

Yah, mereka adalah nasabah menyebalkan yang akan mulai membuat kerusuhan.

[Orang biasa tak akan bisa mendobrak gedung ini. Jika kita menunggu, pemerintah pasti akan melakukan sesuatu.]
[Jika kita menunggu, mereka akan memulai kerusuhan.]
[Mengatasinya adalah tugas pemerintah. Bank ini tak akan mengalami kerusakan.]

Hingga akhir, Ben terus saja mengatakan bahwa semua ini tanggung jawab orang lain.

[Aku tak yakin soal itu… Lihat saja jendela itu. Pasti ada sesuatu yang bisa menghancurkan pintu itu.]

Aku berniat sedikit mengancamnya.
Tapi sepertinya Ben tidak paham maksudku.

[Apa yang kau katakan….?]
[Menurutmu apa yang akan terjadi jika pintu bank ini rusak? Aku tak yakin brankas juga akan bisa ditembus.]
[Tentu saja. Bukan hanya keras, tapi brankas itu juga dilapisi oleh berbagai jenis sihir.]
[Jika itu terjadi, mereka pasti akan mencoba cara lain untuk membukanya. Contohnya saja, menyiksa orang yang tahu PIN brankas itu.]

Aku menatap Ben.

[Aaaaah…..]

Ben langsung pucat saat membayangkannya.

[Sepertinya kau sudah paham. Jadi, berapa harga jabatan itu?]
[Tak mungkin aku bisa menjual bank yang telah menjadi warisan secara turun temurun ini-]

Aku menyela Ben dengan mengangkat tubuh gendutnya ke udara.
Lalu aku menggantungkannya di luar jendela yang telah rusak.
Tentu saja aku memegangnya agar tidak jatuh.

[Hiii! Apa yang kau lakukan?]
[Sepertinya kau masih belum melihat pada kenyataan. Coba lihat ke bawah.]
[Berhenti! Jangan lepaskan aku!]

Ben berusaha memberontak.
Jika aku tidak cukup kuat, pasti akan berbahaya jika dia terus melakukannya, tapi sepertinya dia bahkan tak bisa memikirkan kemungkinan itu.

[Jangan khawatir. Saat aku menurunkanmu, aku akan menggunakan sihir pengendali gravitasi agar kau bisa turun secara perlahan.]
[Hasilnya akan sama saja. Aku pasti akan disiksa sampai mati oleh kerumunan itu!]
[Eh? Ternyata kau sudah sadar akan kenyataan ini, ya?]
[Baiklah. Aku akan menjualnya. Akan kujual! Jadi tolong bawa aku masuk kembali ke dalam bank.]

Akhirnya aku mengembalikan Ben ke ruangannya.

[Berapa harga yang kau inginkan?]
[Sepuluh juta.]
[Kau terlalu tamak.]
[Dan juga, tolong bayar dengan mata uang Scottyard. Aku tak bisa mempercayai mata uang negara ini lagi.]

Nilai mata uang dijamin oleh pemerintah, Bank Sentral, dan sebagainya.
Di kehidupanku sebelumnya, sepertinya uang 10.000 yen bisa dibuat dengan biaya 20 yen saja.
Dengan kata lain, jika mereka mau, Bank Sentral dan Bank Jepang bisa saja membuat uang sebanyak yang mereka mau.
Tapi tentu saja, mereka tak akan melakukan hal itu.
Bank jepang bertujuan untuk menjaga kestabilan harga.
Dengan kata lain, membuat agar nilai uang tersebut tidak tiba-tiba naik atau turun.

Setiap orang percaya terhadap pemerintah mereka.
Itulah sebabnya uang 10.000 yen bernilai 10.000 yen meskipun bahan pembuatnya seharga 20 yen.

Terus bagaimana dengan pemerintah Briton?
Mereka telah kehilangan kepercayaan rakyat.

Jika mata uang Briton sama seperti Jepang, maka masalah ini akan menjadi semakin parah.
Namun, ekonomi kapitalis masih belum berkembang sepesat di kehidupanku yang sebelumnya. Mata uang negara ini masih berupa koin logam.

koin emas terbuat dari emas, dan hal itu memberi sebuah nilai dalam batas tertentu.
Namun, jumlah koin emas yang dianggap seharga 1000 pound sebenarnya tidak seharga 1000 pound.

Nilai tukar emas naik dan turun, dan terkadang koin-koin tersebut dibuat dengan kandungan emas yang lebih sedikit.
jumlahnya menjadi sedikit kurang dari 1000 poin
Itulah sebabnya Ben meminta mata uang Scottyard yang sudah jelas bernilai 1000 pound.
(TL : ingat nilai tukar 2:1, dengan kata lain 1000 pound scottyard seharga 2000 pound briton, jelas nilainya lebih besar dari nilai koin itu sendiri yang hampir seharga 1000 pound)

Dengan kata lain, bahkan presiden sebuah bank besar telah mengakui bahwa nilai uang Briton tidak bisa dipercaya.

[Adrigori.]

Aku memanggil Adrigori, yang berdiri diam di pojok ruangan.
Adrigori membawa sebuah tas kain besar bersamanya.
Lalu dia meletakkannya di depan Ben.

Di dalamnya terdapat koin emas dan emas putih Scottyard dalam jumlah besar.

[Ini 10 juta pound Scottyard seperti yang kau minta.]
[Tidak mungkin! Kenapa kau bisa mempunyai koin emas Scottyard sebanyak ini?]

Ben membuka tas itu, dan terkejut saat dia melihat sesuatu yang tak bisa dipercayainya.
Sejak pemberitahuan beberapa hari yang lalu, mata uang Scottyard sangat sulit diperoleh.

Tentu saja, dalam keadaan seperti ini, mana ada orang yang mau menukarkan mata uang Scottyard miliknya menjadi mata uang Briton.
Ben mungkin meminta mata uang Scottyard untuk mempermalukanku.
Jika aku tak memilikinya, dia mungkin akan menambah permintaannya.

[Dengan begini, negosiasi kita telah selesai.]

Setelah menyadari bahwa dia telah kalah dariku, Ben pun hanya bisa terdiam.

[Tunggu dulu. Jika aku dikeluarkan dalam keadaan seperti ini…]
[Aku tak pernah bilang kalau akan memecat siapapun. Kalau kau mau, kau boleh menjadi wakil presiden atau semacamnya.]
[Eh? Apa boleh?]

Aku dengan murah hati tersenyum pada Ben yang berteriak histeris.

[kalau begitu, ayo kita beritahu para staf terlebih dahulu bahwa atasan mereka telah berubah.]
[Ah, ya. Tapi, bagaimana kita akan melakukannya?]
[Kita akan memberitahukannya di depan semua orang.]

Ada banyak orang yang berada di koridor di depan kantor presiden akibat keributan tadi.

[P-Presiden, apa kau baik-baik saja?]

Salah seorang karyawan bertanya pada Ben.

[Ah, semuanya, aku punya suatu hal yang ingin kuberitahu pada kalian. Baru saja, jabatan presiden telah diganti. Presiden yang baru adalah orang ini.]

Ben menunjuk ke arahku.

“Siapa dia?”, “kenapa pada seorang anak muda seperti dia?”, “Apa yang terjadi?”
Semua orang terlihat terkejut dan mengutarakan keraguan mereka.

[Aku baru saja menjadi presiden di sini, namaku adalah Ashtal. Aku yakin kalian memiliki banyak pertanyaan, tapi simpan dulu, Aku ingin kalian semua bersiap-siap untuk melakukan apa yang harus kalian lakukan setelah ini.]
[Bersiap-siap untuk apa?]

Salah satu pegawai bank bertanya.

Akupun tersenyum lalu menjawab,

[Tentu saja. Kita akan bersiap-siap untuk membuka bank, soalnya kita adalah pegawai bank.]







Sebelumnya || Daftar Chapter  ||  Selanjutnya

0 comments:

Post a Comment