Saturday, 7 July 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 238 Bahasa Indonesia


TranslatorKagami
Editor
Erixsu
Proof Reader
Shiro7D


Arc 25: Penganut Angan-angan

Chapter 238: Ibukota Heirondan Sebuah Reuni




Wilayah ibukota Kekaisaran Yuuron, Shenghai, telah berubah menjadi reruntuhan. Tanahnya yang sangat dikeramatkan itu, kini sudah tidak tersisa sama sekali.


Aku sedikit tidak menyangka kalau dalam satu serang itu dapat mengancurkan tempat ini sampai menjadi seperti ini. Sekarang aku mengerti betapa mengerikannya kekuatan tersebut hanya dengan berdiri lagi di daerah ini.

Saat kami berpindah dari Brunhild, dan memandangi keadaan sekitar. Kohaku mengeluarkan geraman mirip dengan tanda... peringatan.

Dari arah yang ditunjukkan Kohaku, beberapa gelandangan yang berpenampilan lusuh muncul dari suatu tempat dan mulai mendekati kami. Masing-masing dari mereka memegang senjata di tangan mereka.

Oi, Kau di sana. Jika kau masih menghargai nyawamu, tinggalkan semua barang berhargamu dan juga wanita itu secepatnya.(Tukang Palak)

Salah satu pria memanggilku sambil tertawa vulgar. Wanita yang dibicarakannya mungkin adalah Tsubaki-san yang berdiri di sampingku.

Siapa mereka? (Touya)

Aku rasa mereka adalah sekelompok perampok yang menggali benda berharga yang terkubur di daerah sini. (Tsubaki)

Jadi, mereka mirip dengan hyena, ya? Baiklah. Mereka sepertinya hanya orang-orang dengan pikiran jahat bagiku.

Oy bajingan, apa kau tidak dengar apa yang barusan aku katakan, hah!? (Tukang Palak)

Aku dengar kok. Telingaku ini tidak tuli.(Touya)

Apakah mereka mengira kalau aku adalah orang yang sombong? Mereka mulai mengepung kami dan menyiapkan senjatanya. Hah… merepotkan!

Oh api datanglah, ledakan merah tua, Explosion (Touya)

Aku mengarahkan sihirku kearah tumpukan reruntuhan. Suara keras bergema di sekelilingnya. Hmm? Rupanya, kekuatan sihirku sudah meningkat. Apakah ini juga pengaruh dari perubahanku yang mendekati dewa?

Pada saat-saat seperti ini, aku terkadang bertanya-tanya apakah nantinya aku akan bergabung dengan barisan dewa karena hal ini. Memiliki masa hidup di mana seseorang tidak akan mati adalah sesuatu yang mungkin aku syukuri.

Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!?(Tukang Palak 1)

Dia adalah penyihir! LARII! (Tukang Palak 2)

Para perampok yang menyergapku tadi, mulai melarikan diri dan menyebar ke segala arah dengan langkah seribu.

Seperti yang kuduga, tempat ini telah menjadi tempat yang brutal. Mungkin lebih baik kita cepat pergi ke ibukota tempat kaisar surgawi baru itu tinggal?

Aku menampilkan peta di udara dan memperbesarnya untuk menunjukkan daerah di sekitarnya.

Umm, mari kita lihat. Ibukota baru telah diberi nama "Heiron", kan? (Touya)

Iya. Tempatnya berada disini. Ini terletak di arah barat laut dari posisi kita sekarang. (Tsubaki)

Umm, baiklah. Mari kita pergi sekarang? (Touya)

Tunggu sebentar, Tuanku. Apakah kita akan terbang kesana? (Kohaku)

Iya, memangnya kenapa? (Touya)

Saat aku mengatakan itu, Tsubaki-san dan Kohaku pun membuat wajah putus asa. Sepertinya mereka juga tidak suka terbang di udara.

Sebenarnya kita bisa juga menggunakanTeleport, tapi aku belum terbiasa menggunakannya untuk jarak jauh. Karena memalukan jika kita tiba-tiba berpindah di atas sungai atau sejenisnya. Baiklah, kurasa apa boleh buat.
… Ya sudah, kalau begitu aku pergi terlebih dahulu ke Heiron, dan membuka [Gate] disana. (Touya)

Kalau begitu, mohon bantuannya.(Tsubaki)

begitu juga denganku. (Kohaku)

Kalau begitu, kurasa lebih baik kami pergi menggunakanGungnirsaja tadi. Akan tetapi, masih lebih cepat aku terbang ke sana secara langsung dari pada menggunkan itu.

Setelah terbang selama 3 menit dengan kekuatan penuh, aku sampai pada tempat tujuan. Terlihat sebuah kota besar tidak jauh di depanku.  Apakah itu kota Heiron?

Aku bertanya-tanya, mengapa mereka tidak dapat bertahan walaupun hanya selama tiga menit. Aku kemudian turun ke hutan terpencil yang berada agak jauh dari ibukota dan membuka [Gate] ke Shenghai.

Kohaku dan Tsubaki-san pun datang ke tempat ini melalui [Gate].

Haruskah kita pergi? Ups, kurasa aku harus menyamarkan diriku sendiri. (Touya)

Kemudian, aku menggunakan [Mosaic] di sekitarku sebagai pengganti tirai, dan mengganti pakaianku. Ini adalah sihir yang membuat orang dari dunia asliku akan bertanya-tanya apakah aku telanjang bulat atau tidak jika aku telah dilihat oleh mereka.

Itu sangat mencolok ~ nee .... (Tsubaki)

Itulah kesan pertama dari Tsubaki-san saat melihat Pendekar Oni Perak. Serius? Aku bertanya-tanya, apakah itu karena topengnya? karena Hakama berwarna hitam dan Jinbaori ini terlihat biasa saja.

Ini bukan tentang warna, tapi penampilannya seperti seorang penjahat. Meskipun Anda mengatakan kita akan mencuri, jika harus aku katakan.... Ini jelas merupakan tanda yang gagal untuk seorang ninja. (Tsubaki)

Muuu~ Inspeksi ninja itu kejam. Baiklah, tidak apa-apa. Bukan berarti kami akan mencuri mesin itu segera.

Aku memimpin Tsubaki-san dan Kohaku untuk saat ini, dan kami memasuki ibukota Heiron. Aku mengalami masalah saat di pintu masuk, tetapi aku bisa melewatinya setelah menyuap para penjaga. Kemudian aku menyadari bahwa penjaga ibukota buruk sekali!

Ibukota Heiron adalah kota bergaya Cina, dengan deretan rumah-rumah yang memiliki pilar merah untuk menyangga atap.

Kios-kios yang dibariskan, memiliki sesuatu yang mirip seperti lentera kertas juga.

Dari kejahuhan, aku bisa melihat bagunan besar yang terlihat seperti kastil. Tapi, karena itu dikelilingi oleh dinding yang tinggi, jadi aku tidak melihatnya dengan baik.

Kota ini tempat berkumpulnya banyak hal yah. Aku juga bisa melihat beberapa orang lalu-lalang dengan ekspresi suram. Apakah itu hanya imajinasiku saja?

Entah perasaanku saja atau memang semua orang melihat ke arah sini.... (Touya)

Semua orang melihatmu, Tuanku. (Kohaku)

Bukankah tadi saya sudah mengatakan bahwa Anda terlihat seperti seorang penjahat dengan pakaian itu, bukan? (Tsubaki)

Umuu. Baiklah, tidak ada gunanya membicarakannya sekarang. Aku akan memikirkannya ketika terjadi sesuatu.

Lalu, apa yang akan kita lakukan? (Tsubaki)

Aku ingin Tsubaki-san mengumpulkan informasi mengenai [Prajurit besi]. Kohaku akan menjadi penjaga Tsubaki-san. Tolong kumpulkan informasi mengenai keberadaan [Prajurit besi] dan orang yang membuatnya, oke? Kau tidak perlu mengejar mereka terlalu jauh, jadi hanya kumpulkan informasi sampai malam ini. Panggil aku jika terjadi sesuatu!(Touya)

Aku mengerti. (Tsubaki)

Serahkan padaku. (Kohaku)

Tsubaki-san dan Kohaku menghilang di tengah hiruk pikuk lalu-lintas kota.

Kemudian, aku memutuskan untuk mendengarkan cerita warga kota untuk mendapatkan informasi seperti desas-desus tentang kaisar surgawi yang baru.

Hmmm… biasanya untuk mengumpulkan informasi semacam ini, kau harus datang ke bar kan? (Touya)

Akan tetapi, matahari masih tinggi. Haruskah aku mendapatkan informasi dengan bertanya di toko atau sejenisnya? Kalau dipikir-pikir, aku masih belum makan siang.

Umm, mari kita lihat.... Aah. Kurasa tempat itu tidak masalah. (Touya)

Aku menuju ke sebuah warung terbuka di pinggir jalan, dan duduk di kursi. Daftar menu ditempatkan di atas meja, tetapi semua memiliki nama masakan yang belum pernah aku dengar sebelumnya. jadi, aku tidak makanan apa itu. [Meat Ramein]? Mungkin ada daging di dalamnya, tapi itu daging apa?

… Pesanan Anda? (Penjaga toko)

Suara penjaga toko yang ada di dalam kios memanggilku. Dia tampak seperti sedang menatapku dengan curiga. Apakah itu karena efek topengnya?

Ah ~, satu meet ramein. (Touya)

Oke. Satu meet ramein, kan? (Penjaga toko)

Ketika aku sedang menunggu hidanganku, aku melihat jalanan di depan. Tiba-tiba aku menyadari ada sesuatu yang aneh. Setelah di amati sekali lagi, ternyata di kota ini hanya ada sedikit wanita dan anak-anak yang terlihat.

Sebagai gantinya, aku melihat banyak prajurit muda dengan bantalan bahu khusus yang meniru kepala naga. Apakah mereka adalah prajurit dari kota ini?

Apakah terjadi kecelakaan di suatu tempat dan para penjaga sedang mengatasinya?

Ini dia, satu meet rameinnya.(penjaga toko)

…Chashuu-men? (Touya)

Setelah melihat mie donburi yang di antarkan ke mejaku, aku tidak sengaja bergumang seperti itu. Apakah ramien itu sebenarnya adalah ramen? Tidak, mereka berbeda. Mienya tipis dan pendek. Jika aku harus mengatakannya, kurasa itu seperti somen.

Bagaimanapun, aku menyesap sup dengan sendok, tapi terlalu hambar. Dan Mienya juga memiliki ‘perasaan’ yang membosankan. Apakah ini makanan rumah sakit? Dan Chashu*-nya juga sangat keras jadi terasa seperti dendeng sapi.

Ah! Apakah Chashu-nya akan melunak jika aku mencelupkannya ke dalam sup? Celupkan celup.... masih saja keras!

Ini sudah tidak bisa disebut dengan dendeng, rasa ini sudah seperti makan… karet.

Yang lebih penting ini terbuat dari daging apa?

Pak, ini terbuat dari daging apa? (Touya)

Daging betis troll. (Pemilik Toko)

Ambil saja kembaliannya (Touya)

Aku meletakan koin tembaga di atas meja dan berdiri dari kursiku.

Sebenarnya, makanan apa yang mereka berikan padaku ...? Apaan itu…?

Sepertinya aku meneriakkan kata-kata jijik itu secara tidak sengaja dan dalam arti yang berbeda.

Tempat ini dekat dengan Kerajaan Iblis Zenoasu, jadi kurasa budaya masakan mereka juga bercampur. Walaupun bagi bangsawan dengan pangkat tertentu seperti Sakura atau Spika-san tidak akan memakan daging dari binatang sihir seperti itu. Kemungkinan besar karena itu tidak enak.

Namun, kami makan daging naga juga. Akan tetapi, kelezatan dagingnya tidak bisa dibandingkan dengan betis troll. Aku ingin tahu apakah naga menjadi kuat sehingga mereka tidak akan diburu sampai punah.

Kusara aku ingin minum sesuatu untuk membersihkan tenggorokan, tapi aku tidak ingin memasuki toko dan minum sesuatu yang aneh lagi. Jadi aku memutusakan duduk di sebuah batu di taman depan toko, lalu mengambil termos dari [Storage], dan minum air biasa. Tapi entah kenapa air ini sangat enak sekali. Hmm?

Dimana mereka!? Seharusnya mereka masih berada tidak jauh dari sini! Terus cari mereka! (Tentara)

Untuk beberapa alasan, para prajurit berlari kesana kemari mengelilingi kota. Apakah mereka sedang mencari seseorang? Apakah telah terjadi sesuatu.

Oi, kamu di sana! Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya! Topeng apa itu? (Soldier)

Salah satu dari mereka memanggilku. Ah benar, aku memakai ini jadi gambaranku yang muncul di pikiran orang lain sudah berbeda. Dengan kata lain, aku mencurigakan.

Aku adalah seorang adventurer keliling. Aku memakai topeng ini karena wajahku rusak karena terbakar.(Touya)

Sungguh? Lepaskan dan perlihatkan padaku! (Prajurit)

Aku diam-diam menyamaran wajah dengan  [Mirage] dan mengubah wajah asliku dengan ilusi sambil mengikuti perintah tentara arogan itu. Aku memakai ilusi luka bakar terburuk yang bisa aku bayangkan dan kemudian melepas topengku.

Uu ... baiklah. Sudah cukup.(Prajurit)

Prajurit itu tersentak setelah diperlihatkan wajahku yang menjijikkan. Setelah aku merasa sedikit lega, aku mencoba bertanyaan kepada prajurit itu sambil mengenakan topeng lagi.

Apa yang sedang terjadi? Sepertinya suasananya agak berisik. (Touya)

Kami mengejar beberapa orang yang telah mengincar nyawa Yang Mulia Kaisar Surgawi. Mereka terdiri dari 3 orang, dua pria dan seorang wanita. Mereka mungkin bawahan dari salah satu kaisar surgawi palsu lainnya.(Prajurit)

Arara. Apakah ini sudah menjadi kebiasaan Yuuron, untuk mengirim seorang pembunuh?

Aku mendengar bahwa dia diserang di halaman istana. Jika sudah bisa membuat para penusup dengan mudahnya masuk ke kastil itu, kurasa berarti penjaga di sini sudah tidak tertolong lagi. Akan tetapi, Kaisar berhasil diselamatkan oleh orang-orang yang mengawalnya, dan para pennyusup itu sepertinya telah melarikan diri.

Di antara mereka bertiga yang telah menyerang, ada seorang pengguna boujutsu laki-laki terluka di bahu kanannya. Beritahu kami segera jika kamu melihat seseorang yang mencurigakan!(Penjaga)

Tentara itu berkata begitu dan pergi dengan cepat. Negara ini berbahaya seperti biasa.

Jika kau mengatakan itu tidak ada hubungannya denganku, itu sudah pasti. Tetapi ada yang mengatakan bahwa musuh dari musuhku adalah teman, jadi mungkin aku dapat memperoleh beberapa informasi dari mereka.

Sepertinya aku akan membantu mereka untuk mencari penjahat tersebut (Touya)

Aku membuka peta di  smartphoneku tanpa memproyeksikannya di udara karena mungkin akan menarik perhatian (Aku pikir mungkin sudah terlambat untuk itu sekarang) dan mengurangi skala ke ibukota Heiron.

Pencarian. Seseorang dengan bahu kanan yang terluka.(Touya)

Pencarian selesai. Satu orang ditemukan

Oh, aku menemukannya. Aku tidak akan tahu penampilannya hanya karena cederanya, tetapi apakah orang ini penjahatnya? Tapi kemungkinan besar luka yang diterimanya itu cukup dalam atau sejenisnya, sehingga aku dapat menemukannya dengan mudah.

Aku pikir mereka mungkin telah menyembuhkan cedera bahunya dengan sihir pemulihan, tetapi sepertinya mereka tidak memiliki siapa pun yang bisa menggunakan sihir atribut cahaya. Dan kurasa mereka juga tidak memiliki sebuah ramuan.

Haruskah aku pergi ke sana dan mencarinya? Tapi aku tidak mau merasakan bom bunuh diri seperti pembunuh sebelumnya.

Apakah dia di sini? (Touya)

Setelah keluar dari jalan, aku bergerak maju melalui lorong gelap dan pergi ke jalan dengan hutan bambu lebat menyebar di mana tidak ada seorangpun yang melintas.

Akan menarik jika ada panda di sini. Tidak, kurasa tidak ada panda normal di dunia ini. Jadi kemungkinan besar, itu akan menjadi makhluk yang aneh dengan empat tangan dan menggunakan kung fu.

Aku berjalan di jalan sambil memikirkan hal itu, tetapi kemudian aku berhenti.

Mereka ada di sini. Meraka ada dua orang, dan mereka sudah sadar akan keberadanku. Salah satunya berada di depanku sedangkan yang satunya.... Eh, dari atas?

Haaaaaaaa!! (???)

Ooops...! (Touya)

Aku menghindari serangan itu setipis kertas, dan meminggirkan pukulan si penyerang yang terbang dari arah belukar bambu.

Setelah mendarat dan berbalik ke arahku, dia meluncurkan pukulan dengan agresif yang kemudian kuhindari ke kiri dan ke kanan dengan mudah. Dia sekali lagi mengirimkan tendangan terbang berputar yang aku hindari dengan mengambil jarak dengan langkah mundur.

Aku tidak memperhatikanya dengan baik karena dia mengenakan jubah hitam legam dengan tudung, tetapi penyerang itu entah bagaimana terlihat seperti wanita, menilai dari suaranya.

Aku mengambil jarak dan kami saling berhadapan. Wanita itu menarik telapak tangannya dari posisi setengah naik. Eh !?

Haaaa!! (Penyerang)

Aku menangkis serangan kejutan yang datang ke arahku dengan menyiangkan lenganku. apakah itu... Hakkei !?

Seperti menekan untuk jawaban, tinjunya mendekatiku dan menyerang lenganku seperti badai dengan menggunakan celah ini.

Aku membungkuk ke samping untuk menghindari tinju dan menhadang kaki si penyerang dengan salah satu kakiku.

Setelah kehilangan keseimbangannya, hampir terjatuh tapi dia berhasil melakukan backflip dan membuat kuda-kuda sekali lagi. Karena berlompat, tudungnya jatuh ke belakang dan memperlihatkan wajahnya.

Ah! Sudah kuduga!! (Touya)

?! (Penyerang)

Wanita dari klan naga itu mundur sedikit, terkejut padaku yang tiba-tiba menunjuk ke arahnya dan mengatakan kalimat itu dengan suara keras.

Dia adalah wanita yang bertarung sengit dengan Elzie di [Upacara Pemangkasan] di Hutan Besar, Sonia Paralem.

Apa yang sedang kamu lakukan di tempat seperti ini !? Ah, apakah Rengetsu-san adalah pengguna boujutsu yang terluka itu!? (Touya)

... Siapa kamu? (Sonia)

Eh? Ah itu benar. kamu tidak akan tahu siapa aku dengan ini, kan? (Touya)

Aku masih menyembunyikan wajahku dengan topeng jadi aku membuka ikatan tali di belakang dan melepas topengku.

Lihat, ini aku! (Touya)

Siapa kamu?! (Sonia)

Huh?! (Touya)

Sonia-san terkejut melihat wajahku. Ah, aku lupa membatalkan [Mirage]!

Aku dengan cepat membatalkan ilusi yang menempel di wajahku. Meskipun Sonia-san memiliki mata sihir yang bisa melihat melalui ilusi, dia tidak bisa mengetahuinya tanpa harus melafalkan mata sihirnya?

Ah, dia sama seperti Yumina dan Paus.

Ini aku. Mochizuki Touya (Touya)

Touya-dono?! (Sonia)

Sepertinya dia sudah bisa memahami situasinya. Namun demikian, aku bertanya-tanya mengapa Sonia-san di Yuuron?







Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

13 comments:

  1. Akhirnya up juga😭😭😭

    ReplyDelete
  2. Kata "barang" malah jadi "bawang" 😅

    Senyum2 sendiri gw jadi nya :v

    Thanks 4 this Chapter. 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf feadry satriora, kamu itu admin kah?

      Delete
    2. fix, kalau nemu kesalahan penulisan lagi, silakan laporkan supaya bisa segera diperbaiki

      UDesu

      Delete
  3. AKHIRNYA UPDATE JUGA

    THX YA MIN

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. ^
      ^saya bukan admin. Saya cuma pembaca langganan disini :v

      Kenapa memang nya?

      Delete
  6. Setelah lebih dari 2 event terlewatkan dan di akhir event ke 3, akhirnya up juga...

    -Eden

    ReplyDelete
  7. Mantap min, lanjut lgi min

    ReplyDelete
  8. Lanjutkan min, thanks udah update

    ReplyDelete