Saturday, 21 July 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 240 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Zero
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 25: Penganut Angan-angan

Chapter 240: Barir Penghalangdan Invasi Istana




Begitu rupanya. Jadi semua Prajurit-Besi disimpan di bawah Istana, ya?(Touya)


Iya. Walaupun tidak sempat menyelinap ke istana, saya yakin jumlah mereka sekitar 1000.(Tsubaki)

Segitu banyaknya?(Touya)

Aku sedikit terkejut mendengar informasi yang kuterima dari Tsubaki-san via smarthpone. Berkata “sektiar 1000” itu menandakan jumlah mereka cukup banyak. Total FrameGear di Negara kami saja lho cuma ada 400 unit.

Apakah perbedaan jumlah ini disebabkan kuantitas material mentah atau kapasitas produksi, yah? Atau mungkin disebabkan hal lain? Mereka mungkin punya fasilitas seperti [Lokakarya].

Jika material itu dibawa ke istana, maka seharusnya pabriknya juga ada di sana. Maka, jika aku menghancurkan istana itu, mereka tidak akan bisa memproduksi Prajurit-Besi lagi.

Apa aku akan menhancurkannya dengan alasan untuk menghilangkan kegelisahan yang mungkin bisa terjadi di masa depan, yah?

1 hal lagi, sepertinya istana itu dipasangi barir yang cukup kuat. Barir itu bisa menghilangkan efek sihir.(Tsubaki)

Menyusahkan…(Touya)

Apa ini artinya aku tidak bisa memindahkan para Prajurit-Besi untuk “menerima” nya? Ini artinya aku harus pergi ke sana dan mengambilnya.

Barir itu mungkin tipe pengganggu sihir daripada tipe penghalang sihir.

Ada berbagai tipe barir yang ada di dunia ini.

Evasion Barrier, barir yang mencegah penargetan lawan.
Obstruction Barrier, mengganggu rapalan sihir.
Bestowal Barrier, memberi efek pada pengguna.
Protection Barrier, mencegah seseorang melewati suatu wilayah.
Terakhir, Sealing Barrier, mencegah seseorang kabur.

Tipe barir yang kutahu hanya itu. Jumlahnya sepertinya ada banyak, tapi diantara itu semua, talisman, amulet dan benda yang sama ada di dalam tipe Evasion sementara barir yang ada di dunia ini dan mencegah Fraze untuk melewatinya ada di tipe Protection.

Tentu saja, kekuatan barir juga berbeda-beda. Untuk membuat barir yang kuat, dibutuhkan kekuatan sihir yang banyak, orang-orang berkata hal itu sangat menyusahkan.

Cara tercepat menghilangkan sebuah barir adalah menghancurkan artifak atau formula sihir yang mengaktifkannya, tapi ada kemungkinan besar orang-orang akan memberi barir lain padanya. Mereka mungkin tidak akan bisa dilacak dengan sihir pencarian.

Salah, cara termudah adalah [Menghancurkannya bersama dengan ibukota]. Yah, ini tidak masuk akal. Karena Prajurit-Besi yang seharusnya kucuri juga akan menghilang bersamanya.

Pokoknya sekarang, aku memutuskan untuk bertemu Tsubaki-san.

Baiklah, sisanya adalah kelompok Sonia-san, tapi …

Bisakah kau mengajak kami jika tujuanmu menyelinap ke istana? Mustahil bagi kami untuk meninggalkan Jaofar setelah berjuang sejauh ini.(Sonia)

Tolong ijinkan kami bergabung!(Jesty)

Tidak hanya Sonia-san, tapi Jesty-san juga membungkukkan kepalanya.
Yah, aku sendiri tidak keberatan mengajak mereka kok.


Apa tidak masalah bagi kalian untuk kembali ke ibukota? Tidakkah wajah kalian sudah ketahuan?(Touya)

Mungkin, iya. Kami sudah terlanjur membocorkan nama kami untuk membawa Jesty ke sana.(Sonia)

Ini semua untuk membalas dendam ayahku, jadi mau bagaimana lagi.(Jesty)

Uuu…(Touya)

Kalau begitu, kemungkinan mereka akan ditemukan sangat tinggi. Yang memperparahnya lagi adalah, kenyataan kalau Jesty datang bersama seorang perempuan klan-naga dan seorang laki-laki botak sudah diketahui lawan. Ini adalah cara paling menggelikan untuk terlihat mencolok.

Sudah tak tertolong... Mari ganti penampilan kalian dengan sihir ilusi.(Touya)

Yah, mungkin sihir ini akan terlepas saat kami memasuki istana.

Obstruction barrier adalah barir yang mengganggu rapalan sihir. Jika kami memasuki areanya, sihir dengan efek terus menerus juga akan terganggu.

Yah, kurasa tidak akan ada masalah selama kami berada di kota.

Aku pun mengganti penampilan mereka bertiga dengan [Mirage] menjadi masyarakt biasa, dan kami berpindah ke lokasi sebelumnya menggunakan [Gate].

Ada banyak prajurit di sekitar istana saat aku pergi ke tempat pertemuan dengan Tsubaki-san. Karena [Mirage], tidak ada yang mencurigai 3 orang itu, tapi aku diinterogasi berkali-kali karena topengku.

***

Setelah itu, malam tiba, dan semuanya menjadi gelap.

Agar bisa beraksi, kami memilih jalan sepi menuju istana. Aku berjalan dan akhirnya sadar kalau istana itu dikelilingi dinding yang sangat tinggi.

Baiklah, bagaimana kita akan menyelinap?(Touya)

Setelah berjalan ke dekat dinding, aku mencoba menggunakan [Light]. Cahayanya memang hidup, tapi langsung menghilang. Ini artinya kami sudah berada di area barir.

Sepertinya sihir tidak bisa digunakan di sini.(Touya)

Penjagaan gerbang depan sangat ketat. Apa yang harus kita lakukan?

Rengetsu-san, Sonia-san, dan Jesty-san yang memikirkannya sudah kehilangan efek penampilan [Mirage] masing-masing.

Awalnya, aku berencana menjadi tak terlihat dengan [Invisible] dan menyelinap ke dalam, tapi sekarang sihir sudah tidak bisa digunakan…

Ummm. Ini memang menyusahkan sih. Akankah kita melupakannya dan masuk dari depan?(Touya)

「「「「Eh?」」」

Toh lawan kita juga tidak bisa menggunakan sihir sama sekali, selain itu, kita punya senapan. Panah memang menakutkan, tapi anak panah bisa dihindari. Itu semua tidak ada apa-apanya jika aku sendirian.

Tu-tunggu sebentar. Jaofar mungkin akan kabur jika kita melakukannya. Aku akan kesusahan kalau itu terjadi.(Jesty)

Kata Jesty-san yang panik. Ah, benar juga. Aku lupa. Walaupun aku punya firasat kalau aku bisa menguasai seluruh istana walau tanpa bisa menggunakan sihir sih. Hmm, kalau begitu…

Tiba-tiba telinga Kohaku bergerak, dan melihat ke arah kegelapan.

Tuan. Ada orang berjalan ke mari. Sepertinya seorang patrol.(Kohaku)

Ini buruk. Semuanya, bersembunyi lah ke semak-semak!(Touya)

Mereka pun bersembunyi setelah beraksi pada ucapanku.

Sambil fokus dan melihat ke depan, aku bisa melihat 2 prajurit melewati tempat kami barusan. Rupanya mereka tidak menyadari keberadaan kami.

Saat mereka sudah jauh, kami keluar dai semak-semak dan mulai memikirkan metode untuk masuk ke istana.

Seperti yang diduga, kita tidak bisa melompatinya, kan? Tingginya saja 10 meter. Walaupun aku bisa melompat sekitar 5-6 meter tanpa menggunakan sihir sih.
(Ramune: Ini cuma aku atau Touya emang suka pamer, ya?)

Tuan, saya bisa melakukannya.(Kohaku)

Apa kau bisa melakukannya sambil membawaku?(Touya)

Tidak masalah.(Kohaku)

Baiklah, akankah kita melakukannya? Melakukannya dengan lambat itu tidak baik.

Saat Kohaku kembali ke ukuran aslinya, 3 orang kecuali Tsubaki-san sendiri kaget tapi aku mengabaikan mereka.
Aku mencoba menggunakan [Storage] untuk mengambil tali, tapi efeknya hanya bekerja sebentar saja. Apa ini semua gara-gara barir itu, ya?
(Ramune: Padahal kau sudah melakukannya tadi, Touya...)

Karena efeknya bekerja saat aku menjauh dari dinding istana, aku mengambil tali panjang.

Itu benar, karena nantinya aku tidak akan bisa menggunakan sihir, haruskah aku mempersiapkannya sekarang?

Setelah membuat sesuatu untuk berjaga-jaga, aku kembali ke semuanya, dan memberikan ujung tali ke Tsubaki-san lalu menaiki Kohaku.

Kohaku merendahkan diri dan melompat. Lompatan Kohaku lebih dari 10 meter, dan mendarat di dalam tanpa membuat suara apapun.

Untungnya, tidak ada orang. Ada semak belukar dan pepohonan di sini, yang membuatnya terlihat seperti taman. Aku langsung mengikatnya di pohon terdekat dan menariknya, memberi tanda pada Tsubaki-san.

Aku memperhatikan sekitar, dan bersiap-siap untuk menarik Brynhildr.

Kalau dipikir-pikir… Mari tes ini karena aku masih punya keraguan.

Blade Mode!

Pedang Brynhildr memanjang sedikit demi sedikit. Begitu ya. Jadi ini bukan tidak bisa digunakan sama sekali.

Blade Mode!

Blade Mode!

Blade Mode!

Blade Mode!

Setelah mengulang-ulangnya, pedangnya pun berhasil memanjang. Tak bisakah aku menggunakan sihir, walau cuma sesaat?

1 detik [Slip] sudah lebih dari cukup. Sepertinya tidak masalah untuk menggunakan [Boost] atau [Accel] untuk sebentar saja. Aku yakin [Aport] bisa digunakan. Karena reload Gunmode itu instan, tidak ada masalah.
Sesuatu seperti [Fireball] mungkin akan menghilang jika tidak digunakan di jarak dekat, namun kalau aku mendekati lawan, ada kemungkinan kalau aku akan terkena ledakannya juga.

Karena [Multiple] langsung menghilang, sangat menyakitkan bagiku karena tidak bisa menarget lawan dengan smartphone. [Paralysis] juga tidak bisa digunakan kalau tidak menyentuh lawan, kan?

Aah! Bukankah aku tidak perlu melompati dinding kalau bisa menggunakan [Teleport]?! Karena berpikir tidak akan ada gangguan kalau sihirnya instan, aku pun mencobanya, tapi aku malah berpindah ke tempat lain. Sepertinya pergerakannya juga terganggu. Ini berbahaya jadi aku tidak akan mencobanya lagi.

Saat aku selesai mencobanya, Sonia-san muncul. Karena tubuh Sonia-san dan Rengetsu-san ringan, mereka melakukannya dengan baik, tapi sepertinya Jesty-san cukup kesusahan melakukannya.

Setelah itu, aku menarik tali yang kami gunakan, menyangkutkannya ke tonjolan dinding istana dan menggantung sisi satunya ke sisi lainnya untuk masuk ke istana.

Setelah semuanya berhasil masuk, Tsubaki-san menarik dan menyimpan tali itu. Kami menyembunyikannya ke semak belukar, tapi karena kami akan kabur menggunakan Prajurit-Besi setelah mendapatkannya, kurasa itu sia-siahmm, tunggu dulu.

Apa setelah mendapatkan Prajurit-Besi itu aku bisa menggunakannya, ya? Tadinya aku yakin bisa karena Prajurit-Besi ini meniru FrameGear, tapi sekarang aku ragu.

Pertama-tama, kurasa kita harus membebaskan diri dari efek barir ini.(Touya)

Tuan. Ada orang berpatroli lagi.(Kohaku)

Kata Kohaku, yang telah berubah menjadi macan kecil.

Rupanya, ini adalah halaman belakang istana. Aku melihat sekitar dari belakang pohon dan melihat 2 prajurit patroli memegang obor.

Baiklah. Mari kumpulkan informasi mengenai istana ini dengan meninterogasi mereka.(Touya)

Apa yang harus kita lakukan? Haruskah aku melakukannya?(Rengetsu)

Tidak, aku saja. Aku akan membuatnya tidak bisa bergerak dan menginterogasi 1 orang lainnya.(Touya)

Aku berjalan maju sambil menolak usulan Rengetsu-san. Aku pun mengkatifkan [Accel] sebentar setelah menghitung waktu yang pas dan berlari ke arah mereka berdua. [Accel] membuatku bergerak cepat, dan itu sudah cukup untuk berada di belakang mereka.

Akhirnya, aku memegang pundak salah satu dari mereka dan mengaktifkan [Paralysis], yang menghentikan gerakannya. Kemudian, aku menghunuskan Brynhildr ke leher 1 orang lainnya.

Jangan berteriak.(Touya)

Hi…!(Guard)

Apa ia pikir aku membunuh temannya? Prajurit yang kuancam langsung menurut.

Kelompok Sonia-san muncul dari teduhan pohon, dan memadamkan obor prajurit yang kuparalis.

Apa yang harus kulakukan agar barir istana ini menghilang?(Touya)

A-aku tidak tahu. Gad-sama lah yang memasang barir ini. Aku benar-benar tidak tahu.(Guard)

Gad? Siapa dia?(Touya)

I-ia adalah ajudan dekat Kaisar Surgawi. Ia selalu melakukan sesuatu bersama Sol-sama(Guard)

Aku mendengar penampilan mereka secara rinci dan akhirnya sadar kalau Gad adalah penyihir yang merupakan rekan Sol si pengguna pedang yang telah melawan kelompok Sonia-san dan berhasil melukai Rengetsu-san.

Sepertinya, Gad si penyihir ini lah yang mengaktifkan barir. Tidak salah lagi.
Rupanya, 2 orang bernama Gad dan Sol ini adalah anggota [Gordian].


Sepertinya barir ini menggunakan alat sihir tertentu, tapi prajurit ini tidak paham sejauh itu.

Sepertinya ia memang tidak tahu, jadi aku pun juga membuatnya tidak bisa bergerak dengan [Paralysis].

Rengetsu-san menyeret 2 prajurit ter-paralis itu ke semak-semak dan menyembunyikan mereka.

Pertama-tama, apa kami harus menangkap penyihir bernama Gad atau apalah itu untuk menonaktifkan barir ini, ya? Prajurit tadi berkata ia adalah ajudan dekat Kaisar Surgawi. Selain itu, ada juga masalah balas dendam Jesty-san, jadi rencana pencurian Prajurit-Besi harus kutunda dulu.

Tujuanku sekarang adalah istana Kaisar Surgawi dan aku mungkin akan tiba lebih cepat jika aku mengintrogasi pada para prajurit seperti yang kulakukan barusan.

Baiklah, berangkat~?(Touya)


Kami pun mulai menginvasi istana itu.








Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

3 comments: