Saturday, 21 July 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 241 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
-
Proof Reader
Shiro7D


Arc 25: Penganut Angan-angan

Chapter 241: Tanda Seorang Penguasadan Prajurit-besi




Ya ampun, kenapa malah jadi seperti ini?(Touya)

Aku mengatakannya bersamaan dengan keluhan di kala mengalahkan prajurit yang mau menyerang kami.

Yah, bagaimana aku mengataknya? Pada akhirnya kami ditemukan, dan sekarang kami sedang dikepung.

Walaupun kami bersama Tsubaki-san yang ahli dalam menyusup, tapi apa boleh buat karena ia dihambat oleh 4 orang lainnya, termasuk diriku.

Para prajurit bersama pedang-pedangnya maju satu persatu dari dalam istana. Satu-satunya hal yang melegakanku adalah tidak adanya penyihir dengan serangan jarak jauhnya, walaupun masih ada pemanah sih. Kebanyakan dari mereka dikalahkan oleh peluruku dan shockwave Kohaku. Rengetsu-san dan Sonia-san juga ikut membantu mengalahkan mereka.

Setelah itu, kami terus maju, maju lagi, maju sedikit lagi, lalu maju sedikit lebih jauh dari yang sedikit tadi. Entah kenapa ini malah mirip dengan lagu yang biasa dinyanyikan kakek. Walaupun tidak ada tebaran bunga sih.

Bukankah tadi kau berkata kalau Kaisar itu ada di aula istana?(Touya)

Begitulah. Akan tetapi, kita telah ditemukan, jadi jika kita tidak cepat-cepat menemukan dan menangkapnya……(Tsubaki)

Ia akan kabur, kan?(Touya)

Persis dengan ucapan Tsubaki-san. Ia akan kabur jika kita terlalu banyak membuang-buang waktu di sini. Dan tujuan Jesty-san dan lainnya juga tidak akan tercapai jika seperti itu. Baiklah. Ayo maju sekuat tenaga!

Kohaku! Hempaskan semua prajurit yang ada di depan!(Touya)

Baik!(Kohaku)

Kohaku yang dalam ukuran aslinya, mengeluarkan shockwave bersamaan dengan auman yang hebat. Para prajurit yang ada di depan kami pun langsung pingsan di tempat.

Oke, ayo ke aula istana sebelum terlambat!(Touya)

Kami berlari melewati para prajurit yang pingsan dan terus berlari tanpa henti dari 1 koridor ke koridor lain yang dialasi karpet merah. Vas-vas yang terlihat mahal ditata di samping jalan. Aku bisa memberi komentar kalau selera pemiliknya pasti buruk, karena warna vas-vas itu terlalu mencolok.
(Ramune: Di kala bertempur, ia malah melihat vas dan memberi komentar…)

Setelah keluar dari jalan yang diberi tiang merah, kami berada di depan pintu besar yang diukir dengan seekor naga berdiri. Kami pun menendang pintu itu sekuat tenaga.

Di balik pintu itu, yakni ruangan luas dengan atap yang tinggi, terlihat seorang lelaki sedang duduk di singgasana menyolok.

Ia laki-laki berjanggut berumur sekitar 30 tahunan yang memakai 1 set baju kuning yang terlihat sulit untuk bergerak di dalamnya dan juga sebuah pedang dibalut sarung emas di pinggangnya. Ia juga memakai sesuatu yang Kaisar Qin pernah pakai, yaitu sebuah topi dengan tali bergoyang-goyang di depan dan belakangnya.
(Ramune: Aku tak tahu siapa Kaisar Qin itu, kalau penasaran dengan topi itu, silahkan di-Google)

Di sampingnya, berdiri 2 lelaki seolah-olah penjaganya.

Lelaki pertama, terlihat diatas 30 tahun, memakai pelindung dan helm merah gelap. Ia memegang perisai besar di tangan kirinya, dan pedang aneh, yang bentuknya malah mirip kapak daripada pedang di tangan kanannya.

Dan 1 orangnya lagi memakai jubah hitam dan memegang tongkat besi yang bentuknya seperti tanda tanya (?). Apa ia penyihir? Ia sedikit lebih muda dari si lelaki pertama. Apa mungkin ada di pertengahan awal 30 tahun, ya? Ia berambut pirang dan bermata biru, ia tinggi, kurus, dan berkulit mapan. Akan tetapi, matanya memberi gambaran niat jahat yang jelas.

Mereka berdua memakai kalung besar di leher masing-masing. Di dalam bundaran kalung itu, ada sebuah pentagon (segi lima), yang merupakan symbol dari [Asosiaso Emas]. Mereka berdua pasti Gad dan Sol yang prajurit tadi sebut.

Kurasa.. lelaki berpelindung adalah Sol, sedangkan lelaki berkulit mapan berjubah adalah Gad…

Kau datang lagi tanpa belajar dari kesalahanmu yang sebelumnya? Sampai segitunya kah kau menginginkan [Tanda Seorang Penguasa] ini?(Jaofar)

Lelaki yang duduk di singgasana, yakni Jaofar si Kaisar Surgawi jadi-jadian, tertawa terbahak-bahak sambil memegang kubus emas bercorak naga di tangannya.

Apa itu yang namanya [Tanda Seorang Penguasa]? Ukurannya lumayan besar juga, ya. Kira-kira seukuran buah apel.

Diamlah! Aku tak betuh benda seperti itu! Tujuanku adalah lehermu! Demi ayahku persiapkan dirimu!(Jesty)

Saat Jesty-san menarik pedangnya. Rengetsu-san dan Sonia-san juga mengambil kuda-kuda bertarung.

Kemudian, 1 tembakan senapan terdengar di tengah-tengah suasana yang mencekam ini.

Ap…!(Jaofar)

Aku menembak [Tanda Seorang Penguasa] di tangannya, membuatnya hancur berkeping-keping. Kaisar Surgawi jadi-jadian itupun terkejut melihatnya.

Tentu saja, aku lah yang menghancurkannya. Sejujurnya tidak masalah bagiku untuk menembak Kaisar itu juga, tapi itu bukan kewajibanku.

Ba-bangsat! Apa yang kau lakukan! Itu adalah [Tanda Seorang Penguasa] yang telah diturunkan selama 7000 tahun! Sebuah tanda kalau pemiliknya adalah Kaisar Surgawi!(Jaofar)

Apa kau pikir aku peduli akan hal itu? Dan juga, Negara ini masih belum terbentuk 7000 tahun yang lalu.(Touya)

Sejujurnya, penerus Kaisar Surgawi sudah menghilang dari dunia ini, jadi benda seperti itu sudah tidak ada artinya lagi. Cih, bagaimana cara mengatakannya, ya, soalnya aku benar-benar tidak mempedulikannya?

Selain itu, dari awal Negara ini sudah merupakan masalah, jadi apa seharusnya aku menginvasinya (sebagai Pendekar Iblis Perak), lalu membagikan daerahnya ke Zenoasu, Ferzen, dan Hanock, ya?

Kemudian, Sol, yang berdiri di depan Kaisar sambil menggertakkan giginya, berlari ke arahku dengan pedangnya.

Aku pun menembaknya, tapi tembakanku ditahan perisai besarnya. Dan ia terus berlari ke mari.

Hiiyaaat!!(Sol)

Ia mengayunkan pedang itu dengan tangan kanannya sekuat tenaga, tapi aku menghindarinya dan menembak kepalanya berkali-kali. Perluru-peluru itu memantul setelah menabrak helmnya. Keras juga ya. Jadi peluru ini tidak mempan, ya?
(Ramune: Kenapa gak ditembak pakai peluru asli, toulol! Ngapain pakai peluru karet?!)

Kohaku!(Touya)

Baik!(Kohaku)

Shockwave Kohaku menghempaskan Sol sehingga ia menghantam lantai. Aku pun menggunakan kesempatan ini untuk [Reload] dan membuatnya merasakan tembakanPeluru Explosion. Peluru yang ditambahkan sihir [Explosion] itu akan meledak saat menabrak lawan, tapi kekuatannya melemah karena adanya obstruction barrier. Tapi tetap saja, peluru itu cukup kuat untuk menghempaskannya.

AAAAaaaaa!!!(Sol)

Aku pun menarget kepala Sol yang masih terhempas.

Ya elemen cahaya! Buatlah panah cahaya yang bersinar terang! Light Arrow!!!!!(Gad)

Tiba-tiba, aku mendengar rapalan sihir, jadi aku langsung melompat ke samping.

Beberapa panah cahaya melesat di tempatku barusan. Hampir saja.

Aku menoleh ke arahnya dan melihat kalau Gad berdiri di depan singgasana sambil memegang tongkatnya. Oi-oi, tidakkah ini curang?

Oi! Bukannya sihir dihalangi barir istana ini?(Touya)

Apa kau tidak tahu kalau akulah yang membuatnya? Apa kata dunia kalau seumpama aku tidak menyiapkan hal seperti ini?(Gad)

Apa-apaan ini? Apa ini artinya hanya kau yang tidak terkena efek barir ini? Aku mencium bau-bau pengecut. Yah~ apa boleh buat. Ini kan wilayah lawan. Jadi kalau lawan orang itu berkata ini curang, ya memang seperti itu, bukan?

Haruskah aku berkata seperti yang diharapkan dari penyihir [Asosiaso Emas]?(Touya)

…!? Sialan…… Siapa kau?(Sol)

Wajah Gad dan Sol pun berubah saat mendengar ucapanku.

……apa kau antek-antek Ferzen?(Sol)

Entahlah. Daripada membahasnya, tak bisakah kau melakukan sesuatu dengan barir ini? Kalau kau melakukannya, aku akan menunjukkan sihir yang menarik.(Touya)

Sayang sekali, tapi barir ini merupakan tipe instal-an. Barir ini tidak akan menghilang selama kekuatan sihirku tidak habis ataupun selama artifak penahannya tidak hancur.(Gad)

Gad pun menyeringai. Oh, begitu ya?

Apa ini artinya aku boleh menghancurkan alat sihir penahannya, ya? Sepertinya  aku akan segera menemukannya karena barir ini berskala besar, yang membuatnya tidak bisa disembunyikan.(Touya)

Tidakkah kau seharusnya lebih mengkhawatirkan nyawamu? [Ya elemen kegelapan! Buatlah Skeleton warrior yang kuinginkan! Skeleton warrior!](Gad)

Formasi sihir tiba-tiba terbentuk saat Gad merapalkan sihirnya. Beberapa Skeleton warrior pun muncul membawa pedang dan perisai tua di tangannya.

Sial! Ini merepotkan. Skeleton warrior adalah makhluk panggilan yang merupakan salah satu klan-undead. Kemampuan bertarungnya tidak tinggi sih, tapi mereka punya kemampuan regenerasi setelah beberapa waktu bahkan saat sudah dikalahkan. Untuk mengalahkannya, dibutuhkan sihir cahaya ataupun senjata berimbuhan elemen cahaya.

Apa yang paling merepotkan adalah sihir kami diganggu barir, jadi kami tidak punya sihir yang bisa mengalahkan mereka. Salah, bukannya tidak punya sih, tapi merepotkan karena aku harus menggunakannya saat dekat dengan lawan.

…Kau melakukan sesuatu yang cukup menyenangkan, ya.(Touya)

Karena kau tahu bahwa kami anggota [Asosiasi Emas], maka kau harus mati di sini.(Gad)

Aku menembakkan Brynhildr dan berhasil menghancurkan 1 skeleton warrior yang menyerangku. Ia hancur sambil mengeluarkan suara bising, tapi sepertinya ia akan beregenerasi 1 menit lagi.

Tsubaki-san, Sonia-san, Rengetsu-san mengalahkan mereka dengan mudah, Jesty-san pun juga bisa menandingi mereka, akan tetapi situasinya akan memburuk kalau terus-terusan seperti ini. Sol yang ikut menyerang kami juga menjadi masalah tersendiri.

Menyebalkan, aku tidak tahu apakah cara ini akan brehasil. Tapi mau bagaimana lagi, kucoba dulu ah~?

Aku mengimbuhkan kekuatan surgawi pada Brynhildr, dan juga pada peluru-peluruku. Aku menembak salah satu kepala skeleton warrior dan Duar! Semua badannya menjadi debu dalam sekejap.

Apa!?(Gad)

Sambil mengabaikan keterkejutan Gad, aku mulai mengalahkan mereka satu persatu. Kekuatan surgawi adalah sebuah kekuatan yang lebih kuat dari kekuatan sihir, aku sendiri percaya bahwa karena kekuatan surgawi lah aku bisa menggunakan semua elemen sihir.

Sampai-sampai terkadang aku sempat berpikir [Apakah kalau aku mengekstrak kekuatan surgawi hasilnya adalah semua elemen kekuatan sihir, ya?]. Kekuatan surgawi tidak terkena efek barir karena tidak termasuk kekuatan sihir. Hanya kekuatan seorang Dewa lah yang bisa mengganggu kekuatan surgawi.

Setelah menghabisi semua skeleton warrior, aku melesat ke arah singgasana dan menempelkan Brynhildr di leher Kaisar.

Hii!!!(Jaofar)

Buang senjatamu. Kalau tidak, lehernya akan melayang.(Touya)

Aku mengancam Sol dan Gad. Yah, walaupun sepertinya nyawanya tetap akan melayang karena aku akan menyerahkannya pada Jesty-san sih. Aku harus membuat 2 orang itu memberikan informasi mengenai [Asosiasi Emas].

Gad mendekat ke Sol dan mengarahkan tongkatnya padaku.

Ya api! Buatlah sebuah bola api suci! Fireball!(Gad)

Sebuah bola api pun ditembakkan dari tongkat besinya. Oi-oi, tunggu sebentar.

Hiiiiiiiii!?(Jaofar)

Sial!(Touya)

Aku menebas bola api itu dengan Brynhildr yang diimbuhi kekuatan surgawi.

Bola api yang tertebas menjadi 2 itu, terlempar ke kiri dan kanan, lalu sebuah ledakan terdengar di belakangku.

Kau… apa kau memang berniat meledakkan kepala Kaisar ini?(Touya)

Begitulah karena kami sudah tidak punya alasan untuk melindunginya. Jadwal kami hanya menjadi sedikit lebih dini.(Gad)

Apa kau berniat mengkhianatiku?!(Jaofar)

Si Kaisar jadi-jadian berteriak pada Gad dan Sol.

Apanya yang berkhianat? Bukankah dari awal kau memang bukan rekan kami? Kami hanya meminjamkan Prajurit-Besi, dan kau membayarnya dengan sumber daya manusia. Walaupun kami berterima kasih padamu karena bisa mengetes performa Prajurit-Besi. Bantuan kami hanya akan berlangsung sampai saat ini saja. Kami, [Asosiasi Emas], akan melakukan kegiatan selanjutnya.(Gad)

Kegiatan selanjutnya?(Touya)

Kamia akan menginvasi Ferzen dengan Prajurit-Besi.(Gad)

Aku sedikit terkejut mendengarnya karena kupikir mereka mau menginvasi Hanock menggunakannya.

Tak peduli seberapa banyak Prajurit-Besi yang akan kalian gunakan, mengalahkan Satuan-Penyihir Ferzen tidak akan mudah. Walau kerusakannya akan sama-sama besar sih, tapi apakah mereka sudah siap akan hal itu, ya?

Apa ini untuk membalas dendam pemimpin Asosiasi Emas yang dulu? Kalau iya, maka ini semua tidak ada artinya.(Touya)

Ini bukan untuk membalas dendam ayahku. Ini adalah langkah awal untuk membuat dunia di mana Asosiasi Emas menjadi yang nomer 1. Dunia baru di mana hanya penyihir lah yang bisa menggunakan sihir, dunia di mana semuanya bergantung pada sihir. Kekaisaran Sihir Magia Imperium》」(Gad)

Ayah……? Begitu ya. Jadi kau anak pemimpin sebelumnya, ya?(Touya)

Memang! Aku lah anak Garland Gouldi, Galzeld Gouldi!(Gad)

Gad… tidak, Galzeld menghantam lantai dengan tongkat lalu memperkenalkan diri. Ia lah pemimpin [Asosiasi Emas] yang sekarang.

Aku akan menghabisi orang-orang bodoh yang tidak bisa menggunakan sihir menggunakan sihir terlarang, [Sanctuary] yang gagal dihasilkan ayahku, maka dunia suci baru akan terlahir!(Galzeld)
(Shiro7D : Sihir Asthal? Jadi sihir Ashtal itu termasuk sihir terlarang yah…)

Sihir terlarang Sanctuary? Apa itu sihir yang ayahnya coba dulu?
Dari ucapannya, sepertinya sihir itu adalah sihir yang akan menghabisi manusia yang tidak bisa menggunakan sihir…

(Shiro7D : Gw baru tau sihir pelindung Asthal bisa buat orang lain enggak bisa pakai sihir…)

Akan tetapi, apa hubungannya ini dengan menginvasi Ferzen? Apa di sana ada alat sihir yang dibutuhkan untuk merapalkannya?

Ada banyak hal yang masih belum kupahami sih, tapi kalau memang kau lah ketua [Asosiasi Emas], maka aku tidak akan membiarkanmu.(Touya)

Apa kau bisa melakukannya?(Gazeld)

Gad pun tertawa. Setelah itu, dinding di belakangnya hancur, dan tangan mesin besar memasuki ke tempat ini.

Dari dinding yang hancur lebur ini, terlihat bayangan dari sebuah robot pendek tak berkepala yang membawa benda seperti tongkat. Jadi ini yang namanya Prajurit-Besi ya!?









Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

12 comments:

  1. Toulol... Bakal gw jadiin Note kek gini sebagai referensi gw...

    -Eden

    ReplyDelete
  2. Walaupun agak lama...
    Tapi tetep semangat min...

    ReplyDelete
  3. Semangat min, semoga ada fitur aubscribe juga nanti, biar membernya dpt notif😁

    ReplyDelete
  4. Tankyu min, ditunggu update selanjutnya. Btw min, Tsukkomi lu lawak dah wkwkw

    ReplyDelete
  5. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ’–

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. Hmm, kurang lebih malam minggu kami update isesuma...

      Delete