Saturday, 25 August 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 249 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
UDesu


Arc 26: Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Esok Hari
Chapter 249: Benda-Suci dan Perlengkapan Senjata Berat



Barier dunia, ya ~nou……(Kami-sama)

Apakah ada cara untuk memperbaikinya?(Touya)

Kami-sama berpikir sejenak sambil memakan keripik beras yang kubawa.
Kami berada di ruangan berukuran 4 ½ tatami yang mengapung di lautan awan tak berujung.
Saat ini, aku sedang berada di Dunia Para Dewa.
(Ramune: Mana geludnya oi!!!
Perasaan di chp sebelumnya udah siap-siap mau gelud
Lah… pembaca kecewa..)

Sebenarnya, aku bisa bertanya melalui smartphone, tapi setelah dipikir-pikir, lebih baik aku mengunjunginya sambil membawa bingkisan dan menanyakannya secara langsung seperti ini.

Bukannya tidak ada sih. Mungkin aku harus mengatakan kalau masalah seperti ini sangat mudah bagi Dewa Senior ~jana. Akan tetapi, para Dewa dilarang ikut campur urusan dunia bawah ~no. Tetapi, kalau yang menghancurkannya adalah Dewa-Iblis atau sejenisnya, maka kami akan membantu kalian.(Kami-sama)

Kami-sama meminum teh, lalu menghembuskan nafas panjang.

Tapi kenapa 5000 tahun yang lalu barier dunia pernah diperbaiki?(Touya)

Satu-satunya kemungkinan akan hal itu adalah seseorang dari dunia bawah lah yang memperbaikinya. Aku tidak pernah bilang kalau tidak ada makhluk yang punya kemampuan seperti itu, kan.(Kami-sama)

Lantas makhluk apa itu?
Apa yang Anda ucapkan barusan terasa samar, Kami-sama.

Bagaimana kalau saya mencoba memperbaikinya dengan “Kekuatan Surgawi”…?(Touya)

Sebaiknya jangan ~no. Bisakah kau memperbaiki rumah laba-laba dengan tanganmu sendiri? Aku tidak menganjurkan menggunakan kekuatan besar untuk melakukan sesuatu yang butuh ketelitian.(Kami-sama)

Kurasa tidak masalah bagiku untuk ikut campur urusan dunia bawah karena aku belum diangkat menjadi Dewa.
Yah, apa boleh buat.
Kurasa situasi semakin parah jika aku malah menghancurkan barier itu saat ingin memperbaikinya.

Kesampingkan hal ini, Kami-sama, apa yang namanya Dewa-Iblis itu memang ada?(Touya)

Ada kok~ Yah. Walaupun dipanggil Dewa, mereka berbeda dengan kami karena lahir di dunia bawah. Mereka mengumpulkan perasaan negatif seperti dendam dan sebagainya. Setelah itu, mereka menyatu dengan Benda Suci kami. Mereka sama dengan apa yang dunia lamamu sebut dengan “Cerita-Rakyat”.(kami-sama)

Kalau sampai itu terjadi, apakah Kami-sama akan menolong kami?(Touya)

Tentu saja tapi secara tidak langsung karena adanya aturan Dewa~ja.
Bantuanku hanya sampai memberi Benda-Suci seperti Pedang-Suci pada pahlawan terpilih, mengingat kekuatan Dewa-Iblis ada di bawah kekuatan Dewa bawahan.(Kami-sama)

Jadi itu artinya mereka lebih lemah dari Dewa bawahan, yah?
Yah.
Memang sih, karena kalau dipikir-pikir, mereka hanya Dewa plagiat.

Tapi bagaimana kalau pahlawan pemegang Pedang-Suci itu terbunuh?(Touya)

Aku tidak akan melakukan apa-apa. Kalau sampai itu terjadi, maka itu lah akhir dunia itu ~ja. Apa kau pikir para Dewa akan terus membantu? Dalam skenario terburuknya, dunia itu akan dibiarkan begitu saja. Secara perlahan-lahan, dunia itu akan kiamat karena sudah tidak diurus seorang Dewa. Yah, walaupun aku sudah melakukan berbagai cara agar hal itu tidak terjadi.(Kami-sama)

Setelah mengatakannya, Kami-sama tertawa seakan-akan mengejek dirinya sendiri.

Aku jadi penasaran sudah berapa banyak dunia yang hancur karena tidak bisa diselamatkan oleh pahlawan-nya..

Saat aku sedang memikirkannya, Kami-sama berkata “ah” seakan-akan mengingat sesuatu.

Oh iya! Touya-kun, aku lupa mengatakan ini, benda yang kau pegang itu. Kalau tidak salah namanya smartphone, ya? Itu termasuk Benda-Suci lho.(Kami-sama)

Eh!? Smartphone saya ini termasuk Benda Suci!!?(Touya)

Akupun mengeluarkan smartphone-ku dan melihatnya.
Rupanya ini termasuk Benda-Suci, yah!?

Saat kau mati, aku juga membawanya kemari, sama seperti dirimu, aku memberinya sedikit perubahan ~nou. Tak salah lagi, benda itu dikategorikan sebagai Benda-Suci yang berisi Kekuatan Surgawi. Kalau tidak, maka smartphone itu tidak akan bisa mengakses informasi bumi dan juga alam para Dewa.(Kami-sama)

Masuk akal juga kalau Kami-sama sendiri yang mengatakannya, yah.
Begitu ya.
Jadi smartphone ini telah menjadi Benda-Suci, yah?

Saya jadi penasaran, Kami-sama. Apa saya juga bias membuatnya?(Touya)

Itu bukan hal yang mustahil. Kau hanya perlu mengalirkan kuatan Surgawi-mu pada suatu benda. Tapi, aku tidak terlalu merekomendasikannya, lho ya? Karena seperti yang kukatakan barusan, Dewa-Iblis bisa saja terlahir karenanya.(Kami-sama)

Begitu, ya...(Touya)

Benda-Suci diberikan pada pahlawan untuk mengalahkan Dewa-Iblis.
Jadi, bagaimana kalau Dewa-Iblis itu mendapatkannya?

Pertanyaan itu terlintas di pikiranku.
Menurut cerita Kami-sama, biasanya ia akan menghancurkan Benda-Suci itu saat Dewa-Iblis telah mati.

Sepertinya ia mengambilnya secara diam-diam dan menggantinya dengan yang palsu.
Nah, saat ia lupa melakukannya, Dewa-Iblis lain akan terlahir dalam beberapa ratus tahun kemudian. 


Dengan kata lain, kebangkitan dari Dewa-iblis itu sendiri.
Dan juga, semua orang mungkin baru akan tahu setelah Dewa-Iblis itu membuat masalah.
Itu adalah hal yang gawat….

Kalau dipikir-pikir, walau dianggap sempurna, Dewa tidaklah sempurna.

Yah... di Bumi sendiri ada banyak cerita dimana Dewa meniru wujud manusia, lalu membuat anak atau membuat berbagai kesalahan.

Selain itu, ada juga berberapa Dewa yang merepotkan.

Hei, Touya-kun. Ini sesuatu yang wajib kau pertimbangkan ~ja… Apa kau mau mengurus dunia yang saat ini kau tinggali?(Kami-sama)

Eh?(Touya)

Cepat atau lambat… yah, sudah ditetapkan kalau persyaratan menjadi Dewa Senior adalah mengurus setidaknya satu dunia. Oleh karena itu, dunia yang familiar akan lebih mudah, kan.?(Kami-sama)

Tidak, tidak, tidak. Dewa Senior?
Bukankah itu akan membuat rank-ku lebih tinggi dari Nee-san dan lainnya?
Tidak... punya rank yang lebih tinggi dari mereka mungkin tidak aneh karena kalau dipikir-pikir, aku adalah dependan Kami-sama yang mengurusi berbagai dunia, ya kan?


…Jadi pada akhirnya, saya harus naik menjadi Dewa, ya, Kami-sama?(Touya)

Begitulah, walau seumpama kau tidak menginginkannya. Akan tetapi kalau kau menerimanya, Dewa lainnya pasti akan senang. Soalnya sudah beberapa puluh ribu tahun sejak pengangkatan Dewa terakhir ~ja. Dewa Senior sangat menginginkan hal ini, lho.(Kami-sama)

Aku bersyukur kalau mereka senang, tapi ya…sejujurnya sih, perasaanku agak gimana gitu.

Kalau seumpama saya naik menjadi Dewa, apa saya boleh memiliki anak, Kami-sama? Tahun depan saya akan menikah lho….(Touya)

Ada banyak anak yang lahir dari Dewa dan makhluk lain ~ja. Jadi tidak masalah. Yah, mereka mungkin akan memiliki kemampuan di atas rata-rata, tapi tidak sampai sekuat para Dewa kok~nou(Kami-sama)

Sudah kuduga, jadi memang boleh, ya.
Seperti Heracles, Perseus, Achilles, CĂș Chulainn dan beberapa orang lainnya.
Sangat menarik karena kebanyakan dari mereka diceritakan di berbagai legenda.

Tapi menurut si profesor, istri-istriku akan melahirkan 1 putra dan 8 putri… kalau mereka semua lahir dengan kekuatan seperti Dewa, maka akan sangat sulit sekali untuk merawat mereka.

Uhm… saya ingin bertanya, Kami-sama. Apa ada Dewa yang bertugas merawat anak?(Touya)

Ada sih, tapi…. Kurasa akan jauh lebih baik untuk merawat anak sendiri.(Kami-sama)

Benar juga, ya….(Touya)

Ini seumpama lho ya.
Aku tidak punya niatan untuk tidak merawat anakku nanti. Lagipula, kenapa aku kerepotan sampai seperti ini hanya gara-gara anak yang bahkan belum lahir?
Ya ampun.
Anak-anakku tidak akan lahir dalam waktu singkat setelah menikah… itu tidak akan terjadi, iya kan?
(Ramune: Dengan adanya
Power Raise, Accel, Boost untuk memperkuat
dan Heal, Mega Heal, Refresh untuk mengembalikan stamina
dan Gate, paralis, dll seumpama mereka kabur,
dan juga Kekuatan Surgawi,
aku tidak akan kaget kalau dalam 1 malam, istrimu akan langsung hamil, Touya…)
(UDesu : jangan lupa artifak legendaris dari kerajaan elfrau
[Spoiler Alert])

Untuk saat ini, jangan terlalu sering menggunakan Kekuatan Surgawi-mu dan lakukanlah semuanya dengan kekuatanmu sendiri. Anggap saja kedatanganmu di dunia ini dan semua hal yang terjadi sampai hari ini adalah sebuah takdir. Tak peduli apapun yang akan terjadi, lakukanlah dengan sekuat tenaga ~ya(Kami-sama)

Baik, Kami-sama.(Touya)

Aku paham kalau aku tidak akan bisa melakukan apa yang tidak bisa kulakukan. “Takdir memang akan terjadi”, yah?

Setelah mendapat motivasi dari Kami-sama sendiri, aku pun meninggalkan alam para Dewa.

***


Dengan kata lain, menambah anggota Orde Ksatria, ya?(Touya)

Begitulah. Saya rasa akan lebih baik bagi kita untuk menambah jumlah ksatria. Saat ini, Brunhild kekurangan orang. Tak seperti sebelumnya, yakni saat Brunhild baru dibuat, saat ini kita bisa melakukannya.(Kousaka-san)

Kousaka-san si Perdana Menteri Brunhild menjelaskannya padaku, yang kurespon dengan berpikir sejenak.
Memang sih, anggota Orde Ksatria kami bahkan tidak mencapai 100 orang.
Terlebih lagi, 40 diantaranya bukanlah petarung (pengguna Framegear).
Beberapa orang merupakan anak buah* Tsubaki-san, yang bekerja sebagai divisi informasi.
(Ramune: disingkat Anbu)

Sebagian lain menjadi bawahan Naito-ossan, yang bekerja dalam perkantoran atau diutus keluar dan lain sebagainya.

Semua orang yang kusebutkan barusan memang memiliki kemampuan bertarung sampai titik tertentu, tapi mereka dibebaskan dari latihan pagi dan sore layaknya ksatria lain.

Negara kami tidak terlalu besar, jadi kami tidak perlu memiliki banyak pasukan seperti negara lain. Tapi, tidak ada salahnya menambar beberapa orang lagi.

Menurutmu, kita butuh berapa orang?(Touya)

Mhmm…. Kalau kita mau menambah jumlah mereka, 100 orang saja, tapi saya berharap perekrutan kali ini kita akan menambah sekitar 150-an. Itu sudah termasuk tambahan untuk yang berpatroli, penjaga istana, dan pekerja kantor.(Kousaka-san)

Dari 150 orang itu, sekitar berapa orang yang akan kita jadikan pengguna Framegear?(Touya)

Bagaimana kalau termasuk dengan 60 orang yang kemarin, kita menambah jumlahnya sampai 100? Bagaimana menurut Anda?(Kousaka-san)

Jadi dari 150 orang, kita hanya mengambil 40, yah?
Sisanya akan dialihan ke penjaga istana, ksatria yang berpatroli, dan juga pekerja kantor.

Pekerjaan itu juga merupakan pekerjaan penting bagi Orde Ksatria kami.
Yah, oleh karena itu, mereka yang tidak mau melakukannya kemungkinan akan dikeluarkan.

Kalau begitu, akan lebih baik untuk merekrut mereka berdasarkan kemampuan masing-masing….(Touya)

Kurasa orang yang tidak berbakat dalam bertarung tetap berguna kalau memiliki kemampuan berkantor yang baik.

Walaupun begitu, aku tidak akan merendahkan standar kemampuan yang kami gunakan di perekrutan sebelummnya.

Kemampuan bertarung mereka setidaknya harus sama dengan mereka yang bergabung sebelumnya.

Yah, kalaupun kemampuan bertarung mereka meragukan, mereka akan mendapatkan kemampuan minimum jika mereka kulempar ke tempat Moroha-neesan yang merupakan pelatih ksatria dan juga Dewi Pedang.

Kalau begitu, untuk saat ini tolong kumpulkan orang yang akan menjadi panitia perekrutan ini. Dan undanglah orang yang ingin kau rekomendasikan.(Touya)

Baik.(Kousaka-san)

Sayangnya, aku sendiri tidak tahu siapa saja yang bisa direkomendasikan.

Kurasa aku bisa memaksa Sonia-san, Rengetsu-san dan juga kelompok Ropp untuk bergabung, tapi kalau dipikir-pikir mereka kan bisa menghasilkan uang lebih banyak kalau bekerja sebagai adventurer.

Haruskah aku menempelkan selebaran perekrutan di guild sama seperti sebelumnya?
Walaupun nantinya para pendaftar akan terlalu banyak, sih.

Dalam interview sebelumnya, aku meminta tolong pada Yumina dan Yang Terhormat Paus, untuk interview kali ini, haruskah aku meminta profesor untuk membuat
Polygraph Keeler, yakni alat pendeteksi kebohongan?

Setelah memikirkannya, aku berpindah ke Babylon.

Di dalam [Hangar], aku hanya bisa melihat Monica dan para robot-mini yang sedang melakukan pembaharuan pada Gerhilde.

Loh… mana Professor?(Touya)

Kalau kau mencarinya, ia sedang mengadakan pertemuan bersama Rosetta di bangunan lab nomor 2 di [Laboratorium]. Mereka sedang membahas apa yang akan mereka perbuat dengan Framegear selanjutnya.(Monica)

Pertemuan?(Touya)

Aku tak begitu paham dengan ucapannya, jadi aku langsung berpindah ke bangunan lab nomor 2 [Laboratorium] sesuai arahannya.

Di atas meja, terlihat banyak Blueprint dan miniatur Framegear.
Gambar dengan bagian dalam Framegear yang sepertinya merupakan suku cadang Frame juga ditempelkan di dinding.
Dan di depan semua itu, terlihat dua gadis kecil sedang termenung dan mengeluarkan suara “Unnn” tanpa henti.

Ada apa? Kok kalian sampai seperti ini.(Touya)

Ah, master. Ini… itu lho… pengembangan Framegear…. Kami telah sepakat kalau Framegear Lindzie-dono adalah tipe yang bisa berubah dan bisa bergabung dengan Frame Elzie-dono. Tapi ya….(Rosetta)

Sambil mengatakannya, Rosetta memegang miniatur Frame yang ada di atas meja, menekuk tangan dan kakinya, melebarkan sayapnya dan mengubahnya ke mode pesawat. 

Hee.
Proses transformasinya mulus sekali, ya.

Frame itu adalah Frame yang kelihatannya bisa mentolerasi kekuatan atmosfir sama seperti pesawat luar angkasa.

Kalau Frame itu memang dibuat menjadi tipe terbang, maka penggunanya akan terbang saat menggunakannya.
Daripada membahas itu, kalau miniatur ini kujual, sepertinya akan laris manis ….

Masalahnya adalah Framegear Rin. Yakni, model apa yang harus kami kembangkan. Secara pribadi, aku ingin membuatnya menjadi model penghancur, Frame dengan peralatan senjata tingkat berat di seluruh tubuhnya, tapi seperti yang kau tahu, Fraze tidak bisa dilawan dengan sihir. Kalau seperti itu, tidak ada pilihan lain selain menggunakan ledakan yang dihasilkan sihir, dengan roket, atau menghancurkannya dengan peluru asli. Aku pun berpikir, “Kenapa tidak dibuatkan Vulcan atau Gatling Gun saja, ya?..yang persis dengan yang ada di anime.”. Tapi ya….(Regina)

Kalau dipikir-pikir, ide seperti itu tidak bersahabat dengan dana kami karena kalau membahas roket yang bisa menghancurkan Fraze, kami harus menggunakan material yang lebih baik dari mithril.

Kalau tidak seperti itu, mensenjatainya dengan material kristal yang diimbuhi kekuatan sihir, mungkin?

Akan sulit untuk membuat ribuan… salah.. .puluhan ribu peluru seperti itu.
Mustahil bagiku menggunakan [Lokakarya] hanya untuk membuat benda seperti itu.

Kesampingkan material kristal, membuatnya dari mithril sama saja dengan menghamburkan uang ke mana-mana.

Selain itu, kurasa ada batasan jumlah peluru yang bisa dibawa setiap Frame.

Yah, kami mungkin bisa mensiasatinya dengan membuat Frame yang membawa peluru yang sangat banyak, tapi hal itu akan membuat sebuah pertanyaan konyol “Apa Frame seperti itu memang perlu dibuat?”.

Kalaupun Framegear seperti itu berhasil dibuat, berapa lama ia bisa menembakkan peluru-peluru itu tanpa henti?(Touya)

Mungkin ya.. .sekitar 1 menit-an.(Regina)

Bentar amat!(Touya)

Hal ini mengingatkanku.
Di anime, kekuatan bertarung unit akan menurun drastis kalau kehabisan peluru.

Kupikir waktunya akan lebih lama karena dalam 1 menit itu, kita tidak menembak seenak jidat. 

Meskipun begitu, kesampingkan waktunya yang terlalu sebentar, bukankah akan ada peluru yang tidak terkena target?

Setelah menghabiskan seluruh peluru, apa memang tidak ada cara lain selain berganti ke mode serangan jarak dekat seperti menggunakan pedang dan semacamnya?

Kalau seperti ini malah akan menghilangkan tujuan memasang Gatling Gun ke Frame itu sendiri….

Daripada dikasih Gatling Gun, bagaimana kalau… sniper yang bisa menembus core Fraze dalam 1x tembakan…? Bukankah tipe sniper akan lebih efisien?(Touya)

Memang iya sih, tapi… romansa tipe ini adalah benteng bergerak dengan kemampuan menembak yang tidak membiarkan musuh untuk mendekat lho!!!! Ayolah kumohon!!(Rosetta)

Rosetta pun bersujud di atas meja sambil memohon.
Sampai segitunya, yah?

Kalau saja musuhnya bukan Fraze, maka kita bisa menggunakan “Fire Arrow”, “Thunder Arrow” atau lainnya, walaupun peluru sihir dari Gatling Gun juga tidak masalah sih.(Regina)

Profesor pun tersenyum pahit.
Iya juga sih, kalau seperti itu kita memang tidak perlu khawatir akan kehabisan peluru, tapi malah mengkhawatirakan masalah jumlah kekuatan sihir Rin.

…oh. Kalau dipikir-pikir, di mana master menyimpan peluru Brynhildr?(Rosetta)

Aku? Di sini, di dalam kantung pinggang. Ada beberapa jenis peluru yang punya kegunaan masing-masing.(Touya)

Aku pun menunjukkan kantung yang di dalamnya sudah dibagi untuk 3 macam peluru.

Di dalamnya, ada sekitar 20 peluru untuk setiap tipe.

Apa itu artinya kau mengisi ulang Brynhildr saat bertarung?(Regina)

Mustahil. Brynhildr sudah kuatur agar mengisi ulang peluru secara otomatis. Aku menggunakan “Program” untuk mengisi ulang peluru menggunakan “Aport” setelah Brynhildr membuang peluru yang sudah ditembakka-(Touya)

「「ITU DIA!!!」」(Regina, Rosetta)

Saat aku mau menyelesaikan kalimat barusan, mereka berdua berdiri dan menunjukku.

Kita tidak perlu membuat Frame membawa peluru-peluru itu! Daripada membawanya, peluru-peluru dapat ditaruh di Babylon, yang nantinya bisa dipindahkan ke senapan Frame menggunakan, “Gate” ataupun “Teleport”!(Rosetta)

Hmmm. Pengaturan seperti itu akan membuat waktu lag-nya sedikit. Selain itu, unit itu juga tidak akan menembakkannya secara terus-terusan selama beberapa menit. Keuntungannya sudah cukup menutupi ketidak-efisiennya. Walaupun masalahnya akan berganti menjadi bagaimana cara membuat pelurunya sih….(Regina)

Aku tak tahu alasannya, tapi suasana tegang diantara mereka berdua meningkat.
Rasanya aku seperti sedang diabaikan.

Omong-omong Touya-kun, ada berapa banyak material Kristal yang kau punya?(Regina)

Ada banyak kok. Secara teknis, aku hanya menghabiskannya dalam jumlah banyak saat ingin membuat Framegear baru.(Touya)

Dalam insiden Yuuron dan Rodomea, aku mengambil semua sisa-sisa Fraze.
Jumlahnya sudah cukup untuk menjatuhkan harga pasar kalau aku memang ingin menjualnya.

Dengan kata lain “materialnya cukup”. Mengingat [Lokakarya] lah yang akan digunakan untuk memproduksi peluru-peluru itu.… Haruskah aku membuatnya?(Regina)

Membuatnya? Apa yang akan kau buat?(Touya)

[Lokakarya] yang lain. Dari awal, aku sudah berencana untuk membuat [Lokakarya] nomor 2. Membuatnya tidak akan susah karena ukurannya hanya sebesar satu bangunan. Kalau begitu, haruskah kunamakan dengan [Lokakarya Mini] ?(Regina)

Apa kau berniat membuat [Lokakarya] khusus untuk produksi peluru!?
Sampai segitunya yah!? 

Tidak tidak, ini tidak sia-sia mengingat [Lokakarya] itu akan digunakan untuk membuat peralatan Framegear, kan?

Akan tetapi, akan sangat sulit membuatnya , bukan? Walaupun ukurannya kecil, tapi tetap saja [Lokakarya], kan?

Hn? Kita akan menggunakan [Lokakarya] untuk membuat [Lokakarya] lain.(Rosetta)

Apa katamu!!?
Membuat [Lokakarya] dengan [Lokakarya]!!!????

Aku pun terkejut mendengar ucapan Rosetta barusan.

[Lokakarya] adalah pabrik serba-guna. Tidak mustahil untuk membuat [Lokakarya] lain kalau ukurannya cuma sebesar satu bangunan!(Rosetta)

Rosetta membusungkan dadanya dengan penuh bangga.

Konstruksinya akan memakan waktu 2 minggu, mungkin? Yah, nanti kita harus melakukan proses program sihirnya, itu adalah langkah terakhir yang tidak akan berjalan mulus kecuali kita menggunakan [Gate] milik Touya-kun. Tak seperti Framegear, [Lokakarya] tidak bisa bergerak sendiri.(Regina)

Tidak, tidak masalah sih, tapi….(Touya)

Dari semua hal yang pernah kulihat, menggunakan [Lokakarya] untuk membuat [Lokakarya]….

Itu curang!

[Lokakarya] ke-2 mungkin memang tidak bisa membuat Framegear karena ukurannya yang kecil, tapi itu sudah cukup untuk membuat berbagai benda kecil.

Baiklah! Akhirnya tujuan kita sudah jelas! Ayo mulai sekarang juga!(Regina)

Oke bos!!(Rosetta)

Kedua loli itu pun berlari meninggalkan lab.


Bagaimana ya…?
Apa ini sudah biasa terjadi?

Aku pun melihat miniatur Frame Lindzie yang sedang berada dalam mode pesawatnya, dan juga miniatur Frame Rin yang bersenjata berat lengkap dengan Gatling Gun di tangan kanan dan badan yang ditutupi Meriam Vulcan.

Desainnya sangat bagus.
Frame tipe-pesawat dan tipe-bombardir, yah?
Untuk suatu alasan, aku mengangkat dan memperhatikannya dengan jeli.
Yap.
Kalau dilihat-lihat, bagus juga.

Apa kujual di pasar saja, ya?
Aku akan membicarakan hal ini dengan Alba-san nanti.

Mungkin akan laku kalau dibungkus dengan kapsul.
Lalu ditaruh di dalam kotak yang bersuara “gacha gacha”.

Seharusnya miniatur ini bisa dibeli dengan uang jajan anak-anak.
Walaupun aku tidak 100% yakin.
Saat memikirkannya, aku pun meninggalkan lab sambil membawa kedua miniatur Framegear itu.
(UDesu : Tradisi gacha pun akhirnya dimulai di dunia itu ‘3’)




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 248 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
UDesu


Arc 25: Penganut Angan-angan
Chapter 248: Semua Hal yang Terjadi [Sampai-Saat-Ini] dan [Mulai-Saat-Ini]





Sepertinya [Raja] Fraze sedang berada dalam kondisi mati suri.

[Dia], yang bahkan namanya tidak kuketahui, mungkin tidak mengetahui berbagai hal yang terjadi saat ini.

Aku berkesimpulan bahwa fraze yang mencari dan tidak mau mengikhlaskan kekuatannya adalah stalker yang tak punya malu.

Entah kenapa, aku punya firasat kalau semua ini tidak akan berubah bahkan jika ia mau mengorbankan diri untuk menyelamatkan dunia.

Seharusnya ia mendiskusikan permasalahan itu dengan para Kelas-Penguasa daripada meninggalkan mereka begitu saja.

Dikarenakan saran End, [Dia] akhirnya memilih penerus [Raja] sebelum meninggalkan dunia fraze.

Sayangnya, karena kekuatannya terlalu besar, para fraze terbagi menjadi dua kubu saat [Ia] menghilang: mereka yang mengakui penerus itu dan yang tidak.

Mereka yang tidak akhirnya menemukan
[Metode untuk pergi ke dunia lain] yang [Dia] temukan dan akhirnya mengejarnya.


Sepertinya diantara para Kelas-Penguasa ada beberapa fraze jenius, namun tak ada yang bisa menyamainya.

Sepertinya Kelas-Penguasa tidak berpikiran sama dan memiliki kubu masing-masing.


Untuk Rize sendiri, aku yakin kalau dia tidak memihak kedua kubu itu.

Dia memang bersama End, tapi dia juga tidak membantu End apalagi membantu Kelas-Penguasa lainnya.

Ironisnya, beberapa Kelas-Penguasa menganggapnya sebagai seorang [Pengkhianat].

Kurang ajar sekali mereka yang bahkan tidak mau patuh pada penerus [Raja]-nya sendiri, berani mengatakan hal yang tidak tahu malu itu. Sebenarnya siapa yang pengkhianat?

Entah kenapa aku merasa kalau fraze itu seperti anak TK yang tidak bisa lepas dari orangtuanya.

Kalau mereka terus bergantung pada seseorang….

Oh...begitu rupanya, ya.

Jadi ini ya yang pernah disinggung Kousaka-san dulu?

Kalau rakyat Brunhild terlalu bergantung padaku, mereka mungkin akan melakukan apa yang saat ini para fraze lakukan.

Ini tidak hanya berlaku di negaraku, tetapi di setiap negara lainnya.

Aku pun bersumpah tidak akan pernah melupakan hal ini.

***

Framegear Dragoon yang sekarang berada jauh dari pemukiman kota, terlihat mengkilat karena dijemur di bawah sinar matahari.

Aku mau mengembalikannya kepada End.

Omong-omong, alasan kenapa papan persepsi tidak mendeteksi Rize adalah “papan itu memang tidak diatur untuk mendeteksi Kelas-Penguasa”.

Aku pun berniat untuk memasukkan data gelombang dan tanda-tanda Kelas-Penguasa pada papan itu, tapi sepertinya Kelas-Penguasa bisa menghapus gelombang yang biasanya dipancarkan para fraze sesuka hati mereka.

Terlebih lagi, biasanya mereka memang menghapusnya agar tidak mempengaruhi kinerja rekan dan sesama Kelas-Penguasa.

Jadi mereka bisa bergerak secara sembunyi-sembunyi.…

Pokoknya, Rize tidak akan bisa terdeteksi papan persepsi karena ia bergerak secara independen.

Pada awalnya, aku berniat merekam gelombang fraze milik Rize agar papan itu bisa mendeteksi Kelas-Penguasa, tapi dia menolak. Sial.

Aku pun memanggil End yang dari tadi terus memandangi Framegear itu.

Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?(Touya)

Untuk saat ini, aku akan terus memburu fraze yang bermunculan seperti biasanya. Setidaknya sampai [Dia] meninggalkan dunia ini.(End)

Kapan terjadinya?

Akan tetapi, walaupun seumpama dunia ini selamat, ada kemungkinan kalau invasi fraze juga akan terjadi di dunia selanjutnya.


Tak ada yang tahu ke dunia manakah Sang [Raja] akan pergi.

Menurutku, [Dia] sendiri juga tidak tahu.

End mungkin akan terus mengejarnya bahkan sampai ke dunia selanjutnya agar bisa terus melindunginya.

Secara pribadi, aku ingin membunuh semua fraze di sini — karena kalau dipikir-pikir, ada kemungkinan kalau dunia selanjutnya adalah Bumi, yakni dunia lamaku.

Bukannya aku tidak paham perasaan End lho ya!!

Kalau aku yang dulu disuruh memilih dunia atau mereka yang kusayangi, aku mungkin tidak tahu mana yang akan kupilih.

Tapi aku yang sekarang percaya kalau aku akan memilih orang yang kusayangi, tak peduli berapa banyak pengorbanan yang harus kubuat maupun orang yang mungkin bisa terseret masalah itu.

Aku mungkin tidak akan ragu.
(Ramune: nyanyikan dengan lagu pengamen yang pernah terkenal…
Touya yang dulu bukanlah yang sekarang~
Dulu ia bimbang sekarang mau berkorban~
Dulu dulu dulu dulu ia bimbang~
Sekarang ia berkeyakinan~

Hidupnya sangat hampa penyesalan~
Pulang malam, tangan penuh darah orang~
Tapi cinta itu sifatnya buta~
Tak peduli apa pun pengorbanannya~)


Kalau ada orang berkata “semua orang yang kusayangi akan mati jika aku tidak menghancurkan core [Raja]”, maka aku akan menghancurkannya tak peduli apa yang akan End katakan nanti.

Aku sendiri mungkin akan melakukan hal yang sama sepertinya jika posisi kami ditukar.

Kami memang sangat mirip.

End pun memasuki kokpit sementara Rize yang tetap memakai jubah lusuhnya, berada di tangan kanan Framegear itu.

End menurunkan roda di kakinya, yang berarti mengganti mode Dragoon ke mode mobilitas.

Okelah kalau begitu, sampai jumpa.(End)

Ya.…(Touya)

Framegear itu pun bergerak seperti berselancar di atas tanah dan membuat debu sekitar beterbangan.

Dalam sekejap, Frame itu semakin menjauh dan mengecil hingga tidak bisa dilihat lagi.

Rupanya ada di sini, ya...(Yumina)

Eh? Aah, ada apa Yumina?(Touya)

Saat aku menoleh, terlihat Yumina dan Kohaku di belakangku.

Kemarin, aku memberitahu semuanya mengenai End dan Rize.

Semuanya sangat terkejut, tapi tujuan kami di masa depan tetap tidak berubah.

Kami akan mengalahkan para fraze jika mereka menyerang.

Yumina pun datang ke sisiku dan memandangi Dragoon yang semakin mengecil di kejauhan.

Kalau seumpama… Touya-san kembali ke dunianya, maka….(Yumina)

Ada apa sih? Kenapa tiba-tiba bicara seperti itu.(Touya)

Aku sudah memikirkan hal ini. Kalau aku tidak bisa hidup berdampingan dengan Touya-san, hidupku tak akan berarti. Dan kalau bisa, aku pasti akan memilih untuk pergi bersama Touya-san tanpa ragu.(Yumina)

Aku penasaran, apakah ia seperti ini karena kisah End dan [Raja], ya?

Mereka telah berjanji untuk hidup bersama dan akhirnya memutuskan pergi ke dunia lain.

Sialnya, apa yang mereka lakukan malah membawa bencana, tapi kalau seumpama aku kembali ke Bumi, maka aku akan mencari cara untuk bisa pergi ke dunia lain untuk bertemu Yumina dan yang lainnya lagi.

Kalau aku berkata [Aku sedang mencari cara untuk pergi ke dunia lain] di Bumi, orang-orang pasti akan menganggapku gila.

Tapi aku tak peduli.

Walaupun yang punya cara itu adalah organisasi ataupun sekte yang mencurigakan, aku akan mengikuti mereka jika ada kemungkinan berhasil.

Hidupku tak akan ada artinya jika tak bisa berdampingan bersama Yumina dan lainnya.

(Ramune:Gentlemen/ya ayyuhal wibu/no-life sekalian… jika kalian menemukan pasangan hidup, apa yang akan kalian lakukan?)

Aku pun memegang bahu Yumina dan menariknya dengan lembut.

Tenang saja. Aku tidak akan pergi kemanapun. Walau seumpama aku terlempar ke dunia lain, aku pasti akan kembali pada kalian semua. Aku akan meminta pada Kami-sama jika itu demi bertemu dengan kalian.(Touya)

Kami-sama? Akan sangat mengagumkan jika beliau mengabulkan permohonanmu.(Yumina)

Apa ia pikir aku sedang bercanda?

Yumina pun tersenyum.


Aku ingin melindungi senyuman ini.

Aku ingin mereka berada di sisiku selamanya.

Aku ingin menjalani masa depan bersama-sama.

Agar hal itu terjadi, aku akan berusaha sekuat tenaga.

(Ramune: Lindungi senyuman itu, Touya~!!!)

Itu lah perasaan dari lubuk hati terdalamku saat memeluknya.

***

Ah, ada Touya-sama.(Rue)

Secara kebetulan, kami bertemu Rue yang sedang duduk di depan tempat latihan, ia melihat kami dan melambaikan tangan.

Ia memakai baju biasa untuk latihan, ia juga membawa dua pedang kayu.

Elzie yang juga duduk di sana menyeka wajah berkeringatnya dengan handuk di bahunya.


Selain itu, terlihat Yae dan Hilda yang sedang latihan.

Kemampuan mereka berdua berkembang pesat setelah diajari Moroha-neesan.

Level mereka sudah hampir bisa dikatakan ahli.

Di sekitarnya, terlihat semua ksatria orde kami yang memperhatikan mereka latihan.

Saat kami mendekati mereka, Elzie melirik padaku dan mulai berbicara, yang entah kenapa nadanya terdengar kesal.


Hah?! Dari tadi pagi kalian berduaan?(Elzie)

Memang, dari tadi. Lho? Kenapa kau cemberut begitu?(Touya)

E-Enggak kok! A-A-Aku enggak cemberut kok!(Elzie)


Elzie pun menyeka ulang wajahnya yang memerah dengan handuknya.

Seperti biasa, ia mudah dipahami.

Kurasa ini termasuk sisi manisnya.

(Ramune: barang siapa yang memahami tsundere, ia tidak akan dijotos-jotos lagi.)


Yang lain dimana?(Touya)

Lindzie dan Rin tadi diseret oleh profesor. Ada di Babylon, mungkin? Profesor mengatakan sesuatu mengenai Framegear pribadi. Ah, Rosetta juga berkata ia akan menambah beberapa hal kecil pada kinerja Gerhilde-ku.(Elzie)

Gerhilde? Apa lagi yang mau mereka rencanakan?(Touya)

Aku juga tidak tahu. Pokoknya, mereka berkata ingin menggabungkan Frame merah dan biru.(Elzie)


Oi oi oi.

Apa mereka ingin melakukan penggabungan Frame?

Seperti yang diharapkan dari mereka.

Yah, walau kupikir hal itu mustahil sih, tapi aku juga merasa kalau penggabungannya akan berbeda dengan yang biasanya.



Aku juga ingin segera dibuatkan Framegear pribadi...(Rue)

Iya... iya... tenang saja. Sepertinya mereka akan membuat Framegear dengan performa mutakhir, jadi nantikan saja Framegear-mu, yah.(Touya)

Sambil tersenyum masam, aku menenangkan Rue yang sedikit cemberut.

Aku juga belum punya Framegear pribadi.

Daripada mengatakan belum, Frame-ku mungkin akan menjadi yang paling terakhir, karena kalau dipikir-pikir aku bisa melawan musuh kuat seperti Kelas-Penguasa tanpa menggunakannya. 

(UDesu : Jangan spoiler dong touya!!)

Yah~ pemeran utama selalu muncul belakangan sih.

Aku berkata begitu pada mereka bertiga saat Sakura, Spika-san, dan Sue terlihat keluar dari istana.


Toouuya!(Sue)

Sue. Kali ini kamu datang pagi, ya?(Touya)

Aku menangkap Sue yang berlari sekuat tenaga untuk memelukku.


Sue datang dari kamarnya, yakni kamar di rumah orangtuanya di Belfast, kemari dengan menggunakan kamar teleportasi istana.

Walau biasanya datangnya saat sore sih.


Iya~. Sebagai istri Touya, aku tidak bisa mengabaikan latihan menjadi seorang pengantin ~nou. Khusus hari ini, aku akan tinggal seharian lho!
Aku juga sudah ijin ke ayah untuk menginap kok ~na.
Toouuya~ tidur sama aku yuk!(Sue)
(Ramune: Wahai pembaca setia Nightfall, di saat-saat seperti ini lah mata Shiro7D, UDesu, dan staf lainnya mengeluarkan sinar merah terang.)
(UDesu : gak usah nuduh-nuduh deh, kita semua juga tau kalau cuma elu satu-satunya lolicon di sini)


Eeeeee!!!!? Ogah!(Touya)

Mendengar ucapan itu, semua tunanganku terkejut dan tiba-tiba menunjukkan tatapan penuh penghinaan.

Sampai saat ini, di kala Sue bermain ke sini, ia tidur di kamar Yumina.

Kenapa bocah ini mengatakan hal tersebut?

Kok ogah~ja? Apa Touya tidak mau tidur bersamaku~?(Sue)

Enggak, bukannya tidak mau Sue, tapi ini masih terlalu dini bagimu.
Daripada itu, gimana yah... Reputasiku bisa hancur…(Touya)

Reputasi? Kita cuma mau tidur bersama, iya kan?(Suu)
(Ramune: Kalau kalian teliti, reputasi Touya pernah dibahas di chp tertentu..
tittle Touya saat ini adalah: Raja muda nafsuan yang masih tidak puas dengan adanya 9 istri.)

Sue pun memiringkan kepalanya sambil menunjukkan mata polos, yang jelas-jelas menunjukkan ketidakpahamannya akan apa yang ia ucapkan barusan.

Enggak enggak! Aku paham—

Apa yang ada di pikiranku dan Sue sangatlah berbeda.

Tapi bukan berarti aku akan melakukan sesuatu padanya!?
(Ramune: Press X to doubt.)

Wajahku pun berkeringat deras, kemudian aku melirik Yumina untuk meminta bantuan
(UDesu : Touya menggunakan bantuan “call a friend”)

Apa ia menyadarinya?

Yumina pun tersenyum manis dan akhirnya berbicara seperti ini pada Sue.

Jadi begini, Sue. Berbagi kasur antara orang yang belum menikah itu bisa memperburuk reputasi mereka.(Yumina)

Apa itu benar, Yumina-ane-sama?(Suu)

Iya~oleh karena itu, bagaimana kalau kita semua tidur bersamanya? Kalau yang seperti itu sih tidak akan ada masalah.(Yumina)

Aaaapaaaa kataaamu!!!!!!!!???????(Touya)

Apa yang kau pikirkan sampai berkata seperti itu, Yumina-san!?
Tak peduli dari manapun orang melihatnya, sudah pasti akan ada masalah besar!!!!

Tunggu dulu! Apa yang kau katakan!? Kalau begini masalahnya akan tambah besar!(Touya)

Kenapa? Bukannya kita cuma akan tidur di kasur yang sama, ya? Tidak akan ada masalah, bukan? Atau~…apa kau memang ingin melakukan
[S E S U A T U]…?(Yumina)

Ughh…(Touya)

Aku tak bisa menyangkal Yumina yang menyerangku sambil tersenyum.

Memang sih, kalau dipikir-pikir, tidak akan ada masalah kalau cuma tidur…

iya kan?

Tu-tu-tunggu sebentar, Yumina! Maksudmu semuanya itu, apa kami juga termasuk?!(Elzie)

Tentu saja Elzie-san. Atau kau mau menjadi satu-satunya yang tidur di kamar lain?(Yumina)

Mugugu…. Kalau begitu sih, aku terkesan seperti orang yang kalah… Tapi ya…uuu…(Elzie)

Kalau aku sih tidak keberatan.(Sakura)


Ia mengatakannya dengan wajah yang mengatakan “apa tidak masalah?”.

Walaupun ia berkata seolah-olah tak peduli, wajahnya sangat merah, dan pupil matanya juga bergerak ke mana-mana.

Spika-san yang berada di sebelahnya pun mengerutkan jidat seolah merasa kesusahan.

Sa-saya juga tidak ke-keberatan kok! Touya-samaa! Ayo tidur bersama-sama dengan semuanya!!!!!! Muguuu!(Luu)

Suaramu terlalu keras Rue!!!!!!!!!!!(Touya)

Aku pun cepat-cepat menutup mulutnya yang berbicara dengan keras.

Apa-apaan dengan alur pembicaraan ini!? Dan juga, kenapa hal seperti ini bisa terjadi sih!? Siapapun itu, tolong aku! Tolong aku!

Apa doaku dikabulkan? Sebuah lagu bisa didengar dari smartphone yang ada di saku.

Aku cepat-cepat mengambil kesempatan ini agar terhindar dari semua ini.

Rupanya panggilan dari Rerisha-san si ketua guild.

Moshi-moshi? Touya di sini…(Touya)

Maaf mengganggu waktu Anda. Sebenarnya, cabang guild Kerajaan Lail mengatakan bahwa ribuan fraze akan muncul. Sepertinya Kelas-Atas juga akan terlibat, tapi jumlahnya diperkirakan lebih dari satu. Saya juga mendengar bahwa perkiraan kemunculan mereka adalah 3 jam dari sekarang.(Rerisha)

3 jam!? Mendadak sekali!(Touya)

Sampai sekarang, pasti ada waktu untuk bersiap-siap tak peduli seberapa cepat kemunculan mereka, tapi… apa ini juga efek dari kerusakan barier dunia, yah?

Dengan kata lain, ini adalah situasi dimana mereka tidak bisa mengungsi apalagi membantu perang, jadi kami hanya bisa meminta pada Baginda, Raja Penguasa… Tentu saja, saya sudah menerima izin dari Raja Lail.(Relisha)

Baiklah. Segera kirim e-mail mengenai posisi dimana mereka akan muncul. Aku akan segera mengirim Orde Ksatria Brunhild.(Touya)

Terima kasih banyak!(Rerisha)

Aku pun mengakhiri panggilan.

Semuanya, yang tadi ribut membahas tidur bersama langsung terdiam karena melihat wajahku yang gelisah dan akhirnya mereka menatapku.

Sepertinya hasil pembahasan tadi telah diputuskan.

Sungguh ironis karena hal yang mengakhiri semua ini adalah fraze.

Aku pun segera mengumpulkan semua ksatria yang sedang berlatih dan menjelaskan situasinya.

Kerajaan Lail telah memprediksi kemunculan ribuan fraze di daerah perbatasannya. Mereka akan muncul dalam 3 jam. Kita, Orde Ksatria Brunhild harus segera membantu Kerajaan Lail dalam mengalahkannya. Beritahu semua yang tidak sibuk. Persiapkan semuanya dalam 1 jam dan jika sudah selesai, berkumpullah di depan asrama kalian!(Touya)

Baik!!!

Mereka semua pun berlari ke berbagai arah.

Mereka membuka armor masing-masing agar bisa memberitahu rekan-rekannya yang berada di luar dengan cepat.

Sedangkan aku sendiri, aku akan memberitahu Komandan dan para Wakil Komandan, Rain-san, Nicola-san dan Norun-san dengan smartphone.

Setelah itu, Aku harus meminta Baba-jiisan dan Yamagata-ossan untuk menjaga istana. 

Aku harus cepat-cepat memberitahu mereka.

Situasi kali ini parah sekali...(Touya)


Ya ampun ~. Tidak apa-apa. Ini kan juga demi melindungi dunia.
Mari lakukan ini bersama-sama, Touya-san.(Yumina)

Yumina mengatakan sesuatu yang tidak pas dengan sifatnya lalu menatap langit.

Ada banyak hal yang terjadi setelah kedatanganku ke dunia ini.

Sejujurnya, kurasa dunia ini lebih berbahaya dari Bumi.

Tapi tetap saja, aku mencintai dunia ini di mana semua orang yang kusayangi berada.
Oleh karena itu, aku harus tetap berjuang demi melindungi mereka.
Sesimpel itu.

Baiklah. Mau berangkat sekarang?(Touya)

Semuanya mengangguk.

Satu-satunya hal yang kupunya saat sampai di dunia ini adalah smartphone-ku. Tapi saat ini, aku punya beberapa rekan yang bisa kupercaya.

Setelah ini selesai pun pasti akan ada banyak hal lain yang akan terjadi.
Akan tetapi, kalau bersama-sama, aku yakin pasti bisa melakukannya.
Aku yakin itu!!


Saat meyakini hal itu, aku mengaktifkan [Gate] untuk pergi ke Babylon.




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya