Sunday, 5 August 2018

Evil God Chapter 53


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 53 :
Epilog




Pangeran pertama Kerajaan Scottyard, Vincent, masih berada di kediamannya di Rhodan.Vincent sedang melihat keributan yang sedang terjadi dengan wajah penuh kemenangan.
Namun, ekspresinya berubah menjadi bingung setelah melihat jumlah kerumunan mulai berkurang.

[Hei, apa yang terjadi? Kenapa jumlah mereka berkurang?]

Para pelayannya tidak tahu harus menjawab apa dan hanya bisa saling memandang satu sama lain.

Mereka mengetahui alasannya beberapa jam kemudian.
Surat kabar telah diedarkan dan di sana tertulis penyebabnya.

Ada sebuah pidato di Bank Briton.
Pidato itu menyebabkan semua orang menjadi tenang.
Hal itu tertulis secara rinci di surat kabar itu.

[Itu tidak mungkin terjadi! Tak mungkin sebuah bank di Briton bisa memiliki mata uang Scottyard sebanyak itu!]

Vincent langsung mengerti.
Bahwa tas yang berada di dalam bank tidak berisi koin emas.

[Dasar bodoh! Kenapa kalian tidak bisa melihatnya?]
[Mereka tidak berpendidikan seperti Anda, Vincent-sama.]

Pelayannya mencoba menenangkannya.

Setelah memaki orang-orang dari Briton untuk beberapa saat. Vincent lalu lanjut membaca surat kabar tersebut..
Di sana dijelaskan bahwa mata-mata dari Scottyard telah tertangkap.
Ada isu terbentuk bahwa Scottyard berada di balik semua kekacauan kali ini.

[Ini kesalahan besar. Untungnya, dia telah mati sehingga Briton tidak mendapatkan informasi apapun.]
[Dia adalah mata-mata yang luar biasa.]
[Aku harus melaporkan hal ini pada Ayahanda dan mengatur ulang jaringan mata-mata kita.]

Anak buahnya telah tertangkap, tapi dia tidak memberikan banyak informasi
Namun, ada baiknya bagi mereka yang mengenal wajahnya agar segera pergi dari negara ini.
Tidak ada jalan lain selain menugaskan mereka di negara lain.
Seseorang menatap wajahnya setelah mendengar perkataan Vincent.

[Kalau begitu, rencana ini akan…]
[Meskipun keributannya telah padam, namun masalah utamanya masih belum terselesaikan. Nilai tukar tak akan kembali normal dalam seketika. Aku ragu mereka bisa membayar utang mereka.]
[Meski begitu, itu akan memakan waktu yang lebih lama dari yang aku perkirakan… apa boleh buat.]

Vincent mengayunkan kakinya dengan kesal.

Sejak kemarin, situasinya telah berubah drastis dan orang-orang yang ribut telah berhasi dibuat tenang.

Apa dia harus menyiksa budaknya?
Vincent sempat berpikir seperti itu.

Beberapa saat kemudian, seseorang mendatangi kediamannya.
Dia adalah Roger Bream dari Perusahaan Bream.

[Aku sedang tidak mood saat ini.]
[Ini soal barang langka yang Anda bicarakan sebelumnya….]
[Kalau soal itu, bukannya kau sudah mendapatkanna. Apalagi dalam jumlah yang besar.]

Meskipun berkata demikian, Vincent tetap mengizinkan Roger untuk masuk ke kediamannya.
Dia tertarik dengan barang yang membuat presiden dari salah satu perusahaan terbesar di Briton selalu membicarakannya.

[Terima kasih karena telah mengizinkanku masuk.]
[Jangan banyak basa-basi. Cepat katakan apa maumu.]

[Ya… soal itu… ada seorang petualang yang datang untuk menjual sebuah item sihir pagi ini. Itu adalah item yang belum pernah ditemukan sebelumnya.]

Tentu saja, para pedagang pasti akan mendatangi Scottyard terlebih dahulu untuk menjualnya.
Soalnya ada kemungkinan besar mereka akan bisa menjuanya dengan harga tinggi jika mereka menawarkannya pada orang yang memiliki banyak uang.
Jika ditolak, mereka hanya perlu menjualnya ke tempat lain.
Apalagi pada saat dimana nilai mata uang Briton telah ambruk seperti saat ini.

[Barang tersebut adalah cincin ini.]

Itu adalah sebuah cincin berlian.
Tapi karena itu adalah item sihir, maka nilai sebenarnya terletak pada efek sihir yang diberikan padanya.

[item yang luar biasa ini memberikan penambahan semua status hingga 15%, karena pendahulunya hanya sebesar 10%, bukankah ini item yang sangat luar biasa?]

Mendengar perkataan Roger, Vincent terkejut lalu segera berdiri.
Roger menyangka bahwa itu adalah respon yang positif.
Dia menyangka bahwa dia telah berhasil menawarkan benda tersebut.
Namun, bukan itu yang terjadi.

Vincent memakai cincin itu dan memastikan efeknya. Lalu ia mendekati Roger dengan kesal.

[Sialan! Dari mana kau mendapatkan benda ini?]

Roger pun panik setelah melihat reaksi yang tak terduga olehnya.

[Se-Seperti yang saya katakan, ada seorang petualang yang membawanya]
[Edgar!]

Saat dipanggil oleh Vincent, Edgar mendekat dan melepas kalung yang sedang dipakainya.
Ia lalu menyerahkannya pada Vincent.

[Ini adalah item sihir yang dijual di Graggo kemarin.Benda ini meningkatkan seluruh status hingga 12%]

Roger pun paham setelah mendengar penjelasan itu.

[Sa-Saya tidak bermaksud seperti itu!]

Item sihir yang bisa meningkatkan status hingga 12% dan 15% akan menghancurkan harga pasar item sihir.
Dengan kata lain, itu akan menyebabkan kerugian bagi pihak Scottyard yang telah membelinya.

[Aku mengerti. Ada orang lain yang bermaksud mempermainkan kita.]

Dia adalah orang yang menjual item tersebut.
Atau mungkin orang yang menyuruh mereka menjualnya.

Kemudia Roger menjelaskan pada Vincent bagaimana dia mendapatkannya.

[Kurasa kau akan kesulitan mendapatkan informasi tentang hal ini, tapi, segera lakukan penyelidikan.]

Kemudian sang pelayan keluar dari ruangan setelah mendengar perintah dari Vincent.

[Aku akan membalas dendam karena kau telah membuat Scottyard terlihat seperti orang bodoh!]

Vincent menjadi murka dan melempar cincin itu ke lantai


***

Saat aku berjalan keluar dari Bank Briton, seseorang memanggilku dari kejauhan.

[Ashtal!]

Saat aku berbalk, quartet yang biasa berlari ke arahku.
Mereka mendekatiku lalu berhen--- mereka tidak berhenti.

Tunggu dulu!
Kemudian mereka melompat dan menabrakku.
Terutama oleh pendekar yang memiliki kekuatan seperti hewan liar, Jiemi.

[Ada apa?]
[Orang yang berpidato di sini adalah kamu, kan? Aku mendengar kabarnya dan kamu muncul di waktu yang sama.]

Jiemi merespon dengan perkataan yang agak sulit kumengerti.

[Berkat dirimu, tekad kami jadi sia-sia.]

Tiraiza memakai bersenjata lengkap. Tidak, lebih tepatnya mereka semua.
Sepertinya mereka berniat untuk segera menantang Kuil Kegelapan.
Rencana mereka gegabah sekali.

Mereka pasti mendengar kabar bahwa keributan telah reda sesaat sebelum mereka pergi.
Lalu mereka segera berhenti dan menuju ke sini.

[Bagaimana caramu melakukannya?]

Yufilia bertanya dengan penasaran.
Kemudian aku melihat ke sekitar.

Tidak ada banyak orang di sekitar, tapi aku tidak tahu siapa yang mungkin akan bisa mendengarnya.
Ada beberapa hal yang tidak mungkin aku bicarakan di depan umum.

[Sudah kuduga, aku tak mungkin memberitahukannya di sini. Aku akan menjelaskannya pada kalian di lain waktu.]

Yufilia pun setuju dan tersenyum.

[Yang terpenting, terima kasih banyak.]
[Sudah kubilang, kan? Aku akan melakukan apa yang kuinginkan. Oleh sebab itu, kau tidak perlu berte----]

Yufilia memelukku dan menyela perkataanku.

[Tidak, aku hanya ingin mengatakannya. Terima kasih banyak.]

Mungkin dia memang benar-benar sudah terdesak.
Berarti, yang harus kukatakan padanya, adalah…

[sEmaI-SEmAi] (TLNote : Sama-sama)

Kemudian dia melepaskanku setelah mendengar jawabanku.
Sepertinya aku menjadi lebih panik dari yang kuduga.

[Kalau begitu saja sudah membuatmu seperti itu, sepertinya kau masih perlu banyak latihan.]

Tiraiza mengangkat kedua tangannya lalu menghela nafas.
Tapi wajahnya terlihat menyeringai.
Jiemi dan Iris juga terlihat tersenyum.

Masalah negara ini belum sepenuhnya selesai.
Namun, kurasa tak masalah untuk tersenyum untuk saat ini.











Sebelumnya || Daftar Chapter  ||  Selanjutnya

7 comments: