Saturday, 18 August 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 246 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Eden
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 25: Penganut Angan-angan

Chapter 246: Orang Mencurigakan, dan Umpan Balik




Secara mengejutkan, performa pasukan patrol kucing yang Nyantaro buat sangat menakjubkan.

Saat ada masalah tertentu di kota, mereka langsung berlari ke post ksatria dan memperingati mereka. Saat melihat orang mencurigakan, secara tidak langsung mereka mengikuti dan memperhatikan apa yang orang itu perbuat. Mereka juga meminta para orang tua untuk memperhatikan anaknya saat mereka mencoba memainkan sesuatu yang berbahaya.

Walau tak bisa bicara, mereka bisa melakukannya dengan sangat baik. Rakyat pun sangat menghargai keberadaan para kucing itu sampai-sampai kami bisa melihat kucing di setiap sudut kota.

Seharusnya, jumlah mereka yang banyak akan memperbanyak kasus pencurian ikan dan lainnya, tapi sampai saat ini aku tidak pernah mendengar adanya kasus seperti itu. Usut punya usut, ternyata Nyantaro lah yang mengurus mereka dengan sangat baik.

Sebagai tambahan info, ada beberapa adventurer yang mengganggu kucing-kucing ramah itu, akan tetapi di lain waktu, mereka ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan di sekitar gang belakang. Orang-orang mengatakan bahwa di tubuh mereka terdapat luka cakar, yang membuat kami berpikir kalau mereka diserang secara berkelompok. Setelah kejadian itu, jumlah adventurer yang mengganggu para kucing ramah itu pun menurun drastis. Walaupun kucing itu hewan, mereka punya perasaan dan bisa marah. Sepertinya, mereka yang diserang mendapat trauma dan akhirnya phobia akan kucing, yang membuat mereka meninggalkan kota kami.

(Ramune: Huahahahahahaha~ adventurer kok kalah sama kucing.)
(Eden: Pfftt~)

Dengan semua yang telah disebutkan barusan, para kucing pun resmi menjadi rakyat Brunhild.

Jadi, maksudmu di kota ada orang mencurigakan?(Touya)

Nya…(Nyantaro)

Nyantaro dan aku sedang memperhatikan gerak-gerik orang mencurigakan itu di bar yang ada di sebelah guild. Fiana-san sedang cuti dan menghabiskan waktunya bersama Sakura di istana, jadi Nyantaro bebas dari tugas melindunginya.

Saat ini, orang mencurigakan yang ditemukan para kucing itu sedang minum sake di tempat duduk terjauh. Aku tidak bisa melihat wajahnya karena ia menggunakan jubah bertudung yang agak kotor, tapi entah kenapa aku merasa ia adalah seorang wanita daripada pria. Yah, walau cuma intuisiku sih.

Tangan dan kakinya ditutupi sarung tangan dan pelindung kaki tempur. Apa mungkin ia seorang ksatria, ya?

Yah. Kalau kau berkata ia mencurigakan, ya memang, tapi tidak sampai di titik di mana kami harus berhati-hati seperti ini. Aku juga tidak mau mengetahui identitasnya dan selain itu, ia mungkin punya masalah tersendiri.

Ia benar-benar mencurigakan, tapi hal yang paling menggangguku adalah ia tidak punya bau sama sekali ~nya(Nyantaro)

Ia tidak punya bau sama sekali? (Touya)

Setiap makhluk punya bau tersendiri ~nya, dan setidaknya pasti punya bau badan ~nya. Tentu saja, orang itu bisa menggunakan parfum untuk menutupinya ~nya, tapi tidak punya bau sama sekali itu sangat abnormal ~nya.(Nyantaro)

Begitu ya. Walaupun indra penciuman kucing tidak sehebat anjing, mereka masih ribuan kali lebih sensitif daripada milik manusia. Rumor mengatakan kalau para kucing bisa menilai kualitas makanan berdasarkan indra penciumannya dan  mereka juga bisa menandai pemiliknya dengan menaruh bau mereka sendiri dengan menggosok-gosokkan badannya pada kaki si pemilik.

Kucing ini sampai berkata abnormal, jadi pasti ada yang salah dengan orang ini.

Ada 3 kemungkinan ~nya.(Nyantaro)

Ucap Nyantaro sambil mengacungkan 3 jari pendeknya. 
Oioioi, tidakkah kau terlalu cekatan?

Pertama, baunya dihapus sihir. Hal ini mungkin disebabkan artifak ~nya. Kedua, ia undead. Akan tetapi, sungguh aneh karena ia tidak punya bau kematian ~nya. 
Kurasa ia adalah roh yang berwujud ~nya. Ketiga, ia adalah golem atau makhluk sihir. Akan tetapi, aku tidak pernah melihat golem sekecil dia ~nya. 
Dari ketiga itu, pilihan pertama lah yang paling masuk akal ~nya.(Nyantaro)

Omong-omong tentang golem, ada beberapa yang mirip dengan monster buatan Frankenstein yang bisa disebut “golem hidup”, tapi itu sama saja dengan undead. Walaupun sepertinya yang itu punya bau kematian sih.

Kalau aku berasumsi baunya dihapus oleh sihir, maka hal itu akan menimbulkan pertanyaan kenapa ia melakukannya. Dan juga, apa sihir seperti itu ada? 
Mungkin memang ada kalau itu sihir non-atribut sih.

Kalau dipikir secara normal, sihir penghilang bau digunakan jika bau itu terlalu busuk. Tapi kota ini punya tempat mandi umum yang bisa digunakan untuk menghilangkannya. Kalau ia bisa membeli sake, seharusnya ia juga bisa membayar uang masuk tempat mandi umum itu.

Kurasa ia benar-benar mencurigakan kalau kau sampai berkata begitu, tapi bukan berarti ia melakukan sesuatu yang berbahaya, bukan?(Touya)

Baginda terlalu optimis ~nya. Kalau sampai sesuatu terjadi, maka semuanya sudah terlambat ~nya. Pepatah mengatakan sedia payung sebelum hujan ~nya. (Nyantaro)

Ah masak sih? dari tadi ia cuma minum sake lho. Jadi walaupun kita membiarkannya... ha?

2 adventurer mabuk tiba-tiba mengajaknya bertarung. Dilihat dari manapun, Ia memang mencurigakan, jadi kurasa sudah wajar kalau orang seperti mereka tiba-tiba muncul.

Mungkin aku harus menghentikan mereka…

Sambil memikirkannya, aku bersembunyi di tempat masuk bar dan melihat situasinya. Salah satu adventurer mabuk itu tiba-tiba terhempaskan di depan mataku. Eeh!?

Ia, yang dihempaskan sampai keluar bar, jatuh ke tanah dengan kondisi kepala menghantam tanah.

Adventurer barusan itu tinggi dan terlihat kuat. Aku penasaran seberapa kuat gadis itu sampai-sampai bisa menghempaskannya.

Saat aku mau melihat situasi di dalam lagi, 1 adventurer lainnya juga dihempaskan keluar bar.

Bahaya, oi!

Aku pun menarik leherku layaknya kura-kura saat orang ke-2 terhempaskan ke luar dan jatuh layaknya orang pertama tadi.

Saat memberanikan diri dan melihat ke dalam lagi, aku melihat gadis itu meminum sake tadi seolah-olah kejadian barusan tidak pernah terjadi. Kesimpulannya, ia gadis yang cukup berani.

Bajing! (Adventurer A)

(Ramune: Adventurer adalah orang yang datang dari berbagai Negara, jadi aku menggunakan berbagai bahasa lain selain sialan, bajingan, bangsat, dll.)
(Eden: Menurut gw dipaksain gaul lebih baik deh, kayak “bazenk” tapi ya sudahlah)

Jangan remehkan kami! (Adventurer B)

2 adventurer itu pun menarik pedangnya dan mencoba untuk menyerangnya. Bukannya kalian mabuk, yah? Sepeti yang kuduga. Aku harus menghentikan mereka.

Maaf mengganggu kesenangan kalian, tapi hentikan semua ini. 
Lebih dari ini dan kalian akan kucap berlebihan. Semuanya adalah perkelahian biasa selama kalian tidak menggunakan pedang, tapi jika pedang sudah dicabut, maka nyawa seseorang akan melayang. Sudah jelas kalau ini bukan sesuatu yang bisa diabaikan.(Touya)

Apa-apaan dengan bajing ini!? Sam! Apa kau temannya!? (Adventurer A)

Jangan ganggu kami bocah! Apa kau juga ingin menderita!? (Adventurer B)

Jadi aku dianggap bocah, yah? Umurku sudah lebih dari 17, tapi entah kenapa penampilanku tidak berubah. Sampai sekarang pun aku masih sering mendapat perlakuan bocah. Aku yakin perlambatan penuaan ini adalah efek dari Dewa-nisasi … Daripada disebut perlambatan penuaan, ini mungkin keabadiaan, tapi aku tidak berani menebaknya.

Ada apa ini kok ribut-ribut?

Apa ada adventurer mabuk mengamuk lagi?

Oioioi, bukankah itu Baginda Penguasa?

Sebelum kusadari, ada banyak orang berkumpul melihati kami. Bahkan ada beberapa bocah yang melambai-lambaikan tangannya padaku.

Heiii~ heiii~ Baginda~! Berjuanglah~!(Loli rakyat jelata A)

(Ramune: Anone anone Baginda~! Berjuanglah~!)
(Eden: (-_-))

Hajar mereka~!(Bocah A)

Enggak enggak, aku bukan mau menghajar mereka lho.

Aku pun tersenyum kecut sambil melambai pada mereka. Apa aksi bocah-bocah itu menyakiti perasaan adventurer itu, yah? Salah satu dari mereka mencoba menebasku.

UUaasuuu!!!

Aku menghindari serangannya yang tak stabil. Kakinya juga tidak stabil. 
Apa ini karena ia mabuk, ya?

Ah biarlah, karena sudah jelas ia sangat berbahaya.

Aku bisa saja mengalahkannya dengan peluru paralis Brynhildr, tapi aku khawatir akan dicap jelek oleh rakyatku sendiri — seperti Baginda telah membunuh seseorang! — terlebih lagi mereka semua ada di sini.

Aku menghindari serangannya lagi, menyentuh badannya dan mengaktifkan [Paralysis]. Saat melihat rekannya jatuh layaknya boneka tali yang diputus talinya, adventurer itu juga ikut menyerangku, tapi aku menahan pedangnya dengan 2 jariku dan menghancurkannya dengan [Power Rise]. 
Senjata murahan.

Haa?!(Adventurer B)

Dan akhirnya, aku mengaktifkan [Paralysis] yang membuatnya tersungkur.

Fyuuh..(Touya)

Saat aku mengalahkan mereka berdua, Rerisha-san si master guild keluar dari guild dan langsung menuju ke sini.

Baginda? Apa yang terjadi?(Rerisha)

Oh, tidak ada apa apa kok, aku cuma mengalahkan 2 orang mabuk ini karena barusan mereka mengamuk. Sepertinya mereka adventurer, jadi tolong beri mereka peringatan.(Touya)

Sebenarnya, guild tidak punya hak apapun untuk mengurusi adventurer, tapi aksi barusan merusak citra para adventurer. Kalau sampai ada kasus parah yang sampai mempengaruhi performa guild, akan ada hukuman seperti pengurangan hadiah permintaan dan penyitaan kartu guild. Ada rumor yang mengatakankalau guild punya suatu grup yang akan membunuh si pembuat masalah, tapi aku tidak tahu kebenarannya.

Baiklah. Biasanya saya akan memberi mereka peringatan, tanpa hukuman. Tapi sepertinya kejadian seperti ini tidak akan pernah berakhir jika adventurer yang lain juga terus melakukan hal seperti ini lagi. Akan tetapi yang satu ini sangat parah, menghunuskan pedang pada pemimpin suatu Negara itu sama saja dengan meminta hukum mati, dan hukuman itu tidak bisa diganti dengan yang lain.(Rerisha)

Yah, kali ini aku mengampuni mereka kok. (Touya)

Staf guild pun menarik 2 orang itu ke dalam bangunan guild. Walaupun mereka telah terparalis, mereka masih bisa mendengar dan melihat semuanya, jadi seharusnya mereka mendengar ucapan Rerisha-san barusan. Wajah mereka sangat pucat. Apa mereka menyesal dan mau bertaubat, ya?

(Eden: Insyaflah wahai manusia~)

Ada yang ingin saya bicarakan.

Uuuoooouo!?(Touya)

Ada yang memanggilku dari belakang secara tiba-tiba, jadi aku mengeluarkan suara aneh. Orang yang memanggilku adalah gadis yang tadi minum sake, yakni si orang mencurigakan. Aku tidak merasakan hawa kehadirannya sama sekali!? Siapa dia? Dari suara yang kudengar barusan, ia memang terdengar seperti seorang gadis sih, tapi…

…Baginda. Karena barusan kamu dipanggil seperti itu, kamu pasti [Raja] Negara ini, bukan?(Gadis mencurigakan)

Iya, benar, ada urusan apa ya?(Touya)

Jadi kamu itu Mo-chi-zu-ki To-u-ya, bukan?(Gadis mencurigakan)

Sambil menelan ludah, aku menjawab dan mengangguk padanya. Ada apa lagi, sih? Jangan katakan kalau ia pembunuh bayaran Negara lain. Walau kupikir tidak ada Negara yang berani melakukannya kecuali Yuuron sih.

Bisa kah kita berbincang-bincang di tempat sepi? Tidak akan lama kok.(Gadis mencurigakan)

…Aku mengerti(Touya)

Sebenarnya aku enggan diajak orang mencurigakan seperti dia ini, tapi akhirnya aku mau karena tidak merasakan hawa kejahatan darinya. Aku juga penasaran dengan apa yang ingin ia katakan.

Mengikuti gadis mencurigakan dari belakang seperti ini… gimana cara menjelaskannya, ya? Aku tidak merasakan hawa apapun darinya. Rasanya seperti mengikuti boneka atau robot.

Untuk berjaga-jaga, aku meninggalkan Nyantaro di sana. Ia terus berjalan sampai ke hutan yang ada di sebelah timur.

Setelah merasa tidak ada orang sama sekali, ia membuka tudung kepalanya, yang membuat wajahnya bisa dilihat dengan jelas.

!!(Touya)

Aku langsung melompat ke belakang sambil menarik Brynhildr, dan menyiapkan kuda-kuda bertarung. Wajahnya cukup rapi dan bisa dibilang cantik.

Akan tetapi, apa yang mengagetkanku seperti ini adalah mata merah dan rambut kerasnya. Rambut yang bersinar seperti kristal, aku pernah melihat hal yang sama 2x. Yang pertama di Rodomea, dan yang kedua di Zenoasu.

Kelas-Penguasa!(Touya)

Sial! Kenapa Kelas-Penguasa bisa lolos ke Brunhild!? Sampai sekarang tidak ada info dari papan radar, kan!?

Tunggu. Saya tidak punya niatan untuk bertarung.(Kelas-Penguasa)

……?!(Touya)

Ia tidak berniat bertarung!? Apa maksudnya?

Nama saya Rize. Kalau kamu memang Mochizuki Touya, kamu pasti tahu Endemuon, bukan?(Rize)

Endemuon…? End?(Touya)

Orang itu, apa namanya memang aneh seperti itu?

Sampai sekarang Endemuon masih belum kembali dari celah dimensi. Walaupun tidak jauh, tapi sepertinya akan memakan waktu yang sangat lama baginya untuk kembali. Oleh karena itu, saya ingin kamu menyelamatkannya.(Rize)

Menyelamatkan?(Touya)

Aku tidak paham dan memasang wajah penuh ketidaktahuan, jadi Kelas-Penguasa, Rize melemparkan sesuatu dari jubahnya. Secara reflek, aku pun menerimanya. Ini adalah kristal berbentuk prisma segitiga yang panjangnya sekitar 10 cm.

Coba alirkan kekuatan sihirmu ke benda itu. Kalau kekuatan sihirnya sudah pas, Endemuon akan segera kembali…katanya.(Rize)

Katanya?(Touya)

Kata Endemuon. Sayangnya, saya tidak punya kekuatan sihir itu. Endemuon berkata saya harus pergi menemui Mochizuki Touya, Sang [Raja] Negara ini saat berada dalam masalah.(Rize)

Aku tak paham. Walaupun yang di depanku adalah seorang Kelas-Penguasa, kenapa ia membantu End? Bukankah End bermusuhan dengan Fraze?

Apa ini jebakan?

Aku meliriknya, tapi wajahnya tidak punya emosi sama sekali. Akan tetapi, aku merasa ia sedikit berbeda dari 2 Kelas-Penguasa sebelumnya.

Aku mengalirkan sedikit kekuatan sihir pada benda ini, tapi tidak ada perubahan sama sekali. Apa ini aman?

Aku pun terus mengalirkannya sedikit demi sedikit. Tak lama kemudian, saat aku telah mengalirkan 1/10 kekuatan sihirku, benda itu hancur berantakan.

Uwaaa!!!(Touya)

Aku pun melepaskannya dari tanganku. Pecahan kristal kecil itu berubah menjadi lingkaran besar. Dan End tiba-tiba keluar situ.



Ah. Sudah kuduga ternyata Touya. Terima kasih karena menyelamatkanku, yah~ Kalau aku tetap berada di sana, aku pasti tidak akan bisa pulang selama ½ tahun. Woops, aku kembali. Rize.(End)

Kau pulang dengan selamat, yah… Endemuon(Rize)

Seperti biasa, dengan syal putih dan senyuman khasnya, End telah kembali ke dunia ini.

(Eden: Dafuq? Gantung bet oi!!!)



4 comments: