Saturday, 25 August 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 248 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
UDesu


Arc 25: Penganut Angan-angan
Chapter 248: Semua Hal yang Terjadi [Sampai-Saat-Ini] dan [Mulai-Saat-Ini]





Sepertinya [Raja] Fraze sedang berada dalam kondisi mati suri.

[Dia], yang bahkan namanya tidak kuketahui, mungkin tidak mengetahui berbagai hal yang terjadi saat ini.

Aku berkesimpulan bahwa fraze yang mencari dan tidak mau mengikhlaskan kekuatannya adalah stalker yang tak punya malu.

Entah kenapa, aku punya firasat kalau semua ini tidak akan berubah bahkan jika ia mau mengorbankan diri untuk menyelamatkan dunia.

Seharusnya ia mendiskusikan permasalahan itu dengan para Kelas-Penguasa daripada meninggalkan mereka begitu saja.

Dikarenakan saran End, [Dia] akhirnya memilih penerus [Raja] sebelum meninggalkan dunia fraze.

Sayangnya, karena kekuatannya terlalu besar, para fraze terbagi menjadi dua kubu saat [Ia] menghilang: mereka yang mengakui penerus itu dan yang tidak.

Mereka yang tidak akhirnya menemukan
[Metode untuk pergi ke dunia lain] yang [Dia] temukan dan akhirnya mengejarnya.


Sepertinya diantara para Kelas-Penguasa ada beberapa fraze jenius, namun tak ada yang bisa menyamainya.

Sepertinya Kelas-Penguasa tidak berpikiran sama dan memiliki kubu masing-masing.


Untuk Rize sendiri, aku yakin kalau dia tidak memihak kedua kubu itu.

Dia memang bersama End, tapi dia juga tidak membantu End apalagi membantu Kelas-Penguasa lainnya.

Ironisnya, beberapa Kelas-Penguasa menganggapnya sebagai seorang [Pengkhianat].

Kurang ajar sekali mereka yang bahkan tidak mau patuh pada penerus [Raja]-nya sendiri, berani mengatakan hal yang tidak tahu malu itu. Sebenarnya siapa yang pengkhianat?

Entah kenapa aku merasa kalau fraze itu seperti anak TK yang tidak bisa lepas dari orangtuanya.

Kalau mereka terus bergantung pada seseorang….

Oh...begitu rupanya, ya.

Jadi ini ya yang pernah disinggung Kousaka-san dulu?

Kalau rakyat Brunhild terlalu bergantung padaku, mereka mungkin akan melakukan apa yang saat ini para fraze lakukan.

Ini tidak hanya berlaku di negaraku, tetapi di setiap negara lainnya.

Aku pun bersumpah tidak akan pernah melupakan hal ini.

***

Framegear Dragoon yang sekarang berada jauh dari pemukiman kota, terlihat mengkilat karena dijemur di bawah sinar matahari.

Aku mau mengembalikannya kepada End.

Omong-omong, alasan kenapa papan persepsi tidak mendeteksi Rize adalah “papan itu memang tidak diatur untuk mendeteksi Kelas-Penguasa”.

Aku pun berniat untuk memasukkan data gelombang dan tanda-tanda Kelas-Penguasa pada papan itu, tapi sepertinya Kelas-Penguasa bisa menghapus gelombang yang biasanya dipancarkan para fraze sesuka hati mereka.

Terlebih lagi, biasanya mereka memang menghapusnya agar tidak mempengaruhi kinerja rekan dan sesama Kelas-Penguasa.

Jadi mereka bisa bergerak secara sembunyi-sembunyi.…

Pokoknya, Rize tidak akan bisa terdeteksi papan persepsi karena ia bergerak secara independen.

Pada awalnya, aku berniat merekam gelombang fraze milik Rize agar papan itu bisa mendeteksi Kelas-Penguasa, tapi dia menolak. Sial.

Aku pun memanggil End yang dari tadi terus memandangi Framegear itu.

Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?(Touya)

Untuk saat ini, aku akan terus memburu fraze yang bermunculan seperti biasanya. Setidaknya sampai [Dia] meninggalkan dunia ini.(End)

Kapan terjadinya?

Akan tetapi, walaupun seumpama dunia ini selamat, ada kemungkinan kalau invasi fraze juga akan terjadi di dunia selanjutnya.


Tak ada yang tahu ke dunia manakah Sang [Raja] akan pergi.

Menurutku, [Dia] sendiri juga tidak tahu.

End mungkin akan terus mengejarnya bahkan sampai ke dunia selanjutnya agar bisa terus melindunginya.

Secara pribadi, aku ingin membunuh semua fraze di sini — karena kalau dipikir-pikir, ada kemungkinan kalau dunia selanjutnya adalah Bumi, yakni dunia lamaku.

Bukannya aku tidak paham perasaan End lho ya!!

Kalau aku yang dulu disuruh memilih dunia atau mereka yang kusayangi, aku mungkin tidak tahu mana yang akan kupilih.

Tapi aku yang sekarang percaya kalau aku akan memilih orang yang kusayangi, tak peduli berapa banyak pengorbanan yang harus kubuat maupun orang yang mungkin bisa terseret masalah itu.

Aku mungkin tidak akan ragu.
(Ramune: nyanyikan dengan lagu pengamen yang pernah terkenal…
Touya yang dulu bukanlah yang sekarang~
Dulu ia bimbang sekarang mau berkorban~
Dulu dulu dulu dulu ia bimbang~
Sekarang ia berkeyakinan~

Hidupnya sangat hampa penyesalan~
Pulang malam, tangan penuh darah orang~
Tapi cinta itu sifatnya buta~
Tak peduli apa pun pengorbanannya~)


Kalau ada orang berkata “semua orang yang kusayangi akan mati jika aku tidak menghancurkan core [Raja]”, maka aku akan menghancurkannya tak peduli apa yang akan End katakan nanti.

Aku sendiri mungkin akan melakukan hal yang sama sepertinya jika posisi kami ditukar.

Kami memang sangat mirip.

End pun memasuki kokpit sementara Rize yang tetap memakai jubah lusuhnya, berada di tangan kanan Framegear itu.

End menurunkan roda di kakinya, yang berarti mengganti mode Dragoon ke mode mobilitas.

Okelah kalau begitu, sampai jumpa.(End)

Ya.…(Touya)

Framegear itu pun bergerak seperti berselancar di atas tanah dan membuat debu sekitar beterbangan.

Dalam sekejap, Frame itu semakin menjauh dan mengecil hingga tidak bisa dilihat lagi.

Rupanya ada di sini, ya...(Yumina)

Eh? Aah, ada apa Yumina?(Touya)

Saat aku menoleh, terlihat Yumina dan Kohaku di belakangku.

Kemarin, aku memberitahu semuanya mengenai End dan Rize.

Semuanya sangat terkejut, tapi tujuan kami di masa depan tetap tidak berubah.

Kami akan mengalahkan para fraze jika mereka menyerang.

Yumina pun datang ke sisiku dan memandangi Dragoon yang semakin mengecil di kejauhan.

Kalau seumpama… Touya-san kembali ke dunianya, maka….(Yumina)

Ada apa sih? Kenapa tiba-tiba bicara seperti itu.(Touya)

Aku sudah memikirkan hal ini. Kalau aku tidak bisa hidup berdampingan dengan Touya-san, hidupku tak akan berarti. Dan kalau bisa, aku pasti akan memilih untuk pergi bersama Touya-san tanpa ragu.(Yumina)

Aku penasaran, apakah ia seperti ini karena kisah End dan [Raja], ya?

Mereka telah berjanji untuk hidup bersama dan akhirnya memutuskan pergi ke dunia lain.

Sialnya, apa yang mereka lakukan malah membawa bencana, tapi kalau seumpama aku kembali ke Bumi, maka aku akan mencari cara untuk bisa pergi ke dunia lain untuk bertemu Yumina dan yang lainnya lagi.

Kalau aku berkata [Aku sedang mencari cara untuk pergi ke dunia lain] di Bumi, orang-orang pasti akan menganggapku gila.

Tapi aku tak peduli.

Walaupun yang punya cara itu adalah organisasi ataupun sekte yang mencurigakan, aku akan mengikuti mereka jika ada kemungkinan berhasil.

Hidupku tak akan ada artinya jika tak bisa berdampingan bersama Yumina dan lainnya.

(Ramune:Gentlemen/ya ayyuhal wibu/no-life sekalian… jika kalian menemukan pasangan hidup, apa yang akan kalian lakukan?)

Aku pun memegang bahu Yumina dan menariknya dengan lembut.

Tenang saja. Aku tidak akan pergi kemanapun. Walau seumpama aku terlempar ke dunia lain, aku pasti akan kembali pada kalian semua. Aku akan meminta pada Kami-sama jika itu demi bertemu dengan kalian.(Touya)

Kami-sama? Akan sangat mengagumkan jika beliau mengabulkan permohonanmu.(Yumina)

Apa ia pikir aku sedang bercanda?

Yumina pun tersenyum.


Aku ingin melindungi senyuman ini.

Aku ingin mereka berada di sisiku selamanya.

Aku ingin menjalani masa depan bersama-sama.

Agar hal itu terjadi, aku akan berusaha sekuat tenaga.

(Ramune: Lindungi senyuman itu, Touya~!!!)

Itu lah perasaan dari lubuk hati terdalamku saat memeluknya.

***

Ah, ada Touya-sama.(Rue)

Secara kebetulan, kami bertemu Rue yang sedang duduk di depan tempat latihan, ia melihat kami dan melambaikan tangan.

Ia memakai baju biasa untuk latihan, ia juga membawa dua pedang kayu.

Elzie yang juga duduk di sana menyeka wajah berkeringatnya dengan handuk di bahunya.


Selain itu, terlihat Yae dan Hilda yang sedang latihan.

Kemampuan mereka berdua berkembang pesat setelah diajari Moroha-neesan.

Level mereka sudah hampir bisa dikatakan ahli.

Di sekitarnya, terlihat semua ksatria orde kami yang memperhatikan mereka latihan.

Saat kami mendekati mereka, Elzie melirik padaku dan mulai berbicara, yang entah kenapa nadanya terdengar kesal.


Hah?! Dari tadi pagi kalian berduaan?(Elzie)

Memang, dari tadi. Lho? Kenapa kau cemberut begitu?(Touya)

E-Enggak kok! A-A-Aku enggak cemberut kok!(Elzie)


Elzie pun menyeka ulang wajahnya yang memerah dengan handuknya.

Seperti biasa, ia mudah dipahami.

Kurasa ini termasuk sisi manisnya.

(Ramune: barang siapa yang memahami tsundere, ia tidak akan dijotos-jotos lagi.)


Yang lain dimana?(Touya)

Lindzie dan Rin tadi diseret oleh profesor. Ada di Babylon, mungkin? Profesor mengatakan sesuatu mengenai Framegear pribadi. Ah, Rosetta juga berkata ia akan menambah beberapa hal kecil pada kinerja Gerhilde-ku.(Elzie)

Gerhilde? Apa lagi yang mau mereka rencanakan?(Touya)

Aku juga tidak tahu. Pokoknya, mereka berkata ingin menggabungkan Frame merah dan biru.(Elzie)


Oi oi oi.

Apa mereka ingin melakukan penggabungan Frame?

Seperti yang diharapkan dari mereka.

Yah, walau kupikir hal itu mustahil sih, tapi aku juga merasa kalau penggabungannya akan berbeda dengan yang biasanya.



Aku juga ingin segera dibuatkan Framegear pribadi...(Rue)

Iya... iya... tenang saja. Sepertinya mereka akan membuat Framegear dengan performa mutakhir, jadi nantikan saja Framegear-mu, yah.(Touya)

Sambil tersenyum masam, aku menenangkan Rue yang sedikit cemberut.

Aku juga belum punya Framegear pribadi.

Daripada mengatakan belum, Frame-ku mungkin akan menjadi yang paling terakhir, karena kalau dipikir-pikir aku bisa melawan musuh kuat seperti Kelas-Penguasa tanpa menggunakannya. 

(UDesu : Jangan spoiler dong touya!!)

Yah~ pemeran utama selalu muncul belakangan sih.

Aku berkata begitu pada mereka bertiga saat Sakura, Spika-san, dan Sue terlihat keluar dari istana.


Toouuya!(Sue)

Sue. Kali ini kamu datang pagi, ya?(Touya)

Aku menangkap Sue yang berlari sekuat tenaga untuk memelukku.


Sue datang dari kamarnya, yakni kamar di rumah orangtuanya di Belfast, kemari dengan menggunakan kamar teleportasi istana.

Walau biasanya datangnya saat sore sih.


Iya~. Sebagai istri Touya, aku tidak bisa mengabaikan latihan menjadi seorang pengantin ~nou. Khusus hari ini, aku akan tinggal seharian lho!
Aku juga sudah ijin ke ayah untuk menginap kok ~na.
Toouuya~ tidur sama aku yuk!(Sue)
(Ramune: Wahai pembaca setia Nightfall, di saat-saat seperti ini lah mata Shiro7D, UDesu, dan staf lainnya mengeluarkan sinar merah terang.)
(UDesu : gak usah nuduh-nuduh deh, kita semua juga tau kalau cuma elu satu-satunya lolicon di sini)


Eeeeee!!!!? Ogah!(Touya)

Mendengar ucapan itu, semua tunanganku terkejut dan tiba-tiba menunjukkan tatapan penuh penghinaan.

Sampai saat ini, di kala Sue bermain ke sini, ia tidur di kamar Yumina.

Kenapa bocah ini mengatakan hal tersebut?

Kok ogah~ja? Apa Touya tidak mau tidur bersamaku~?(Sue)

Enggak, bukannya tidak mau Sue, tapi ini masih terlalu dini bagimu.
Daripada itu, gimana yah... Reputasiku bisa hancur…(Touya)

Reputasi? Kita cuma mau tidur bersama, iya kan?(Suu)
(Ramune: Kalau kalian teliti, reputasi Touya pernah dibahas di chp tertentu..
tittle Touya saat ini adalah: Raja muda nafsuan yang masih tidak puas dengan adanya 9 istri.)

Sue pun memiringkan kepalanya sambil menunjukkan mata polos, yang jelas-jelas menunjukkan ketidakpahamannya akan apa yang ia ucapkan barusan.

Enggak enggak! Aku paham—

Apa yang ada di pikiranku dan Sue sangatlah berbeda.

Tapi bukan berarti aku akan melakukan sesuatu padanya!?
(Ramune: Press X to doubt.)

Wajahku pun berkeringat deras, kemudian aku melirik Yumina untuk meminta bantuan
(UDesu : Touya menggunakan bantuan “call a friend”)

Apa ia menyadarinya?

Yumina pun tersenyum manis dan akhirnya berbicara seperti ini pada Sue.

Jadi begini, Sue. Berbagi kasur antara orang yang belum menikah itu bisa memperburuk reputasi mereka.(Yumina)

Apa itu benar, Yumina-ane-sama?(Suu)

Iya~oleh karena itu, bagaimana kalau kita semua tidur bersamanya? Kalau yang seperti itu sih tidak akan ada masalah.(Yumina)

Aaaapaaaa kataaamu!!!!!!!!???????(Touya)

Apa yang kau pikirkan sampai berkata seperti itu, Yumina-san!?
Tak peduli dari manapun orang melihatnya, sudah pasti akan ada masalah besar!!!!

Tunggu dulu! Apa yang kau katakan!? Kalau begini masalahnya akan tambah besar!(Touya)

Kenapa? Bukannya kita cuma akan tidur di kasur yang sama, ya? Tidak akan ada masalah, bukan? Atau~…apa kau memang ingin melakukan
[S E S U A T U]…?(Yumina)

Ughh…(Touya)

Aku tak bisa menyangkal Yumina yang menyerangku sambil tersenyum.

Memang sih, kalau dipikir-pikir, tidak akan ada masalah kalau cuma tidur…

iya kan?

Tu-tu-tunggu sebentar, Yumina! Maksudmu semuanya itu, apa kami juga termasuk?!(Elzie)

Tentu saja Elzie-san. Atau kau mau menjadi satu-satunya yang tidur di kamar lain?(Yumina)

Mugugu…. Kalau begitu sih, aku terkesan seperti orang yang kalah… Tapi ya…uuu…(Elzie)

Kalau aku sih tidak keberatan.(Sakura)


Ia mengatakannya dengan wajah yang mengatakan “apa tidak masalah?”.

Walaupun ia berkata seolah-olah tak peduli, wajahnya sangat merah, dan pupil matanya juga bergerak ke mana-mana.

Spika-san yang berada di sebelahnya pun mengerutkan jidat seolah merasa kesusahan.

Sa-saya juga tidak ke-keberatan kok! Touya-samaa! Ayo tidur bersama-sama dengan semuanya!!!!!! Muguuu!(Luu)

Suaramu terlalu keras Rue!!!!!!!!!!!(Touya)

Aku pun cepat-cepat menutup mulutnya yang berbicara dengan keras.

Apa-apaan dengan alur pembicaraan ini!? Dan juga, kenapa hal seperti ini bisa terjadi sih!? Siapapun itu, tolong aku! Tolong aku!

Apa doaku dikabulkan? Sebuah lagu bisa didengar dari smartphone yang ada di saku.

Aku cepat-cepat mengambil kesempatan ini agar terhindar dari semua ini.

Rupanya panggilan dari Rerisha-san si ketua guild.

Moshi-moshi? Touya di sini…(Touya)

Maaf mengganggu waktu Anda. Sebenarnya, cabang guild Kerajaan Lail mengatakan bahwa ribuan fraze akan muncul. Sepertinya Kelas-Atas juga akan terlibat, tapi jumlahnya diperkirakan lebih dari satu. Saya juga mendengar bahwa perkiraan kemunculan mereka adalah 3 jam dari sekarang.(Rerisha)

3 jam!? Mendadak sekali!(Touya)

Sampai sekarang, pasti ada waktu untuk bersiap-siap tak peduli seberapa cepat kemunculan mereka, tapi… apa ini juga efek dari kerusakan barier dunia, yah?

Dengan kata lain, ini adalah situasi dimana mereka tidak bisa mengungsi apalagi membantu perang, jadi kami hanya bisa meminta pada Baginda, Raja Penguasa… Tentu saja, saya sudah menerima izin dari Raja Lail.(Relisha)

Baiklah. Segera kirim e-mail mengenai posisi dimana mereka akan muncul. Aku akan segera mengirim Orde Ksatria Brunhild.(Touya)

Terima kasih banyak!(Rerisha)

Aku pun mengakhiri panggilan.

Semuanya, yang tadi ribut membahas tidur bersama langsung terdiam karena melihat wajahku yang gelisah dan akhirnya mereka menatapku.

Sepertinya hasil pembahasan tadi telah diputuskan.

Sungguh ironis karena hal yang mengakhiri semua ini adalah fraze.

Aku pun segera mengumpulkan semua ksatria yang sedang berlatih dan menjelaskan situasinya.

Kerajaan Lail telah memprediksi kemunculan ribuan fraze di daerah perbatasannya. Mereka akan muncul dalam 3 jam. Kita, Orde Ksatria Brunhild harus segera membantu Kerajaan Lail dalam mengalahkannya. Beritahu semua yang tidak sibuk. Persiapkan semuanya dalam 1 jam dan jika sudah selesai, berkumpullah di depan asrama kalian!(Touya)

Baik!!!

Mereka semua pun berlari ke berbagai arah.

Mereka membuka armor masing-masing agar bisa memberitahu rekan-rekannya yang berada di luar dengan cepat.

Sedangkan aku sendiri, aku akan memberitahu Komandan dan para Wakil Komandan, Rain-san, Nicola-san dan Norun-san dengan smartphone.

Setelah itu, Aku harus meminta Baba-jiisan dan Yamagata-ossan untuk menjaga istana. 

Aku harus cepat-cepat memberitahu mereka.

Situasi kali ini parah sekali...(Touya)


Ya ampun ~. Tidak apa-apa. Ini kan juga demi melindungi dunia.
Mari lakukan ini bersama-sama, Touya-san.(Yumina)

Yumina mengatakan sesuatu yang tidak pas dengan sifatnya lalu menatap langit.

Ada banyak hal yang terjadi setelah kedatanganku ke dunia ini.

Sejujurnya, kurasa dunia ini lebih berbahaya dari Bumi.

Tapi tetap saja, aku mencintai dunia ini di mana semua orang yang kusayangi berada.
Oleh karena itu, aku harus tetap berjuang demi melindungi mereka.
Sesimpel itu.

Baiklah. Mau berangkat sekarang?(Touya)

Semuanya mengangguk.

Satu-satunya hal yang kupunya saat sampai di dunia ini adalah smartphone-ku. Tapi saat ini, aku punya beberapa rekan yang bisa kupercaya.

Setelah ini selesai pun pasti akan ada banyak hal lain yang akan terjadi.
Akan tetapi, kalau bersama-sama, aku yakin pasti bisa melakukannya.
Aku yakin itu!!


Saat meyakini hal itu, aku mengaktifkan [Gate] untuk pergi ke Babylon.




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

3 comments: