Saturday, 25 August 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 249 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
UDesu


Arc 26: Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Esok Hari
Chapter 249: Benda-Suci dan Perlengkapan Senjata Berat



Barier dunia, ya ~nou……(Kami-sama)

Apakah ada cara untuk memperbaikinya?(Touya)

Kami-sama berpikir sejenak sambil memakan keripik beras yang kubawa.
Kami berada di ruangan berukuran 4 ½ tatami yang mengapung di lautan awan tak berujung.
Saat ini, aku sedang berada di Dunia Para Dewa.
(Ramune: Mana geludnya oi!!!
Perasaan di chp sebelumnya udah siap-siap mau gelud
Lah… pembaca kecewa..)

Sebenarnya, aku bisa bertanya melalui smartphone, tapi setelah dipikir-pikir, lebih baik aku mengunjunginya sambil membawa bingkisan dan menanyakannya secara langsung seperti ini.

Bukannya tidak ada sih. Mungkin aku harus mengatakan kalau masalah seperti ini sangat mudah bagi Dewa Senior ~jana. Akan tetapi, para Dewa dilarang ikut campur urusan dunia bawah ~no. Tetapi, kalau yang menghancurkannya adalah Dewa-Iblis atau sejenisnya, maka kami akan membantu kalian.(Kami-sama)

Kami-sama meminum teh, lalu menghembuskan nafas panjang.

Tapi kenapa 5000 tahun yang lalu barier dunia pernah diperbaiki?(Touya)

Satu-satunya kemungkinan akan hal itu adalah seseorang dari dunia bawah lah yang memperbaikinya. Aku tidak pernah bilang kalau tidak ada makhluk yang punya kemampuan seperti itu, kan.(Kami-sama)

Lantas makhluk apa itu?
Apa yang Anda ucapkan barusan terasa samar, Kami-sama.

Bagaimana kalau saya mencoba memperbaikinya dengan “Kekuatan Surgawi”…?(Touya)

Sebaiknya jangan ~no. Bisakah kau memperbaiki rumah laba-laba dengan tanganmu sendiri? Aku tidak menganjurkan menggunakan kekuatan besar untuk melakukan sesuatu yang butuh ketelitian.(Kami-sama)

Kurasa tidak masalah bagiku untuk ikut campur urusan dunia bawah karena aku belum diangkat menjadi Dewa.
Yah, apa boleh buat.
Kurasa situasi semakin parah jika aku malah menghancurkan barier itu saat ingin memperbaikinya.

Kesampingkan hal ini, Kami-sama, apa yang namanya Dewa-Iblis itu memang ada?(Touya)

Ada kok~ Yah. Walaupun dipanggil Dewa, mereka berbeda dengan kami karena lahir di dunia bawah. Mereka mengumpulkan perasaan negatif seperti dendam dan sebagainya. Setelah itu, mereka menyatu dengan Benda Suci kami. Mereka sama dengan apa yang dunia lamamu sebut dengan “Cerita-Rakyat”.(kami-sama)

Kalau sampai itu terjadi, apakah Kami-sama akan menolong kami?(Touya)

Tentu saja tapi secara tidak langsung karena adanya aturan Dewa~ja.
Bantuanku hanya sampai memberi Benda-Suci seperti Pedang-Suci pada pahlawan terpilih, mengingat kekuatan Dewa-Iblis ada di bawah kekuatan Dewa bawahan.(Kami-sama)

Jadi itu artinya mereka lebih lemah dari Dewa bawahan, yah?
Yah.
Memang sih, karena kalau dipikir-pikir, mereka hanya Dewa plagiat.

Tapi bagaimana kalau pahlawan pemegang Pedang-Suci itu terbunuh?(Touya)

Aku tidak akan melakukan apa-apa. Kalau sampai itu terjadi, maka itu lah akhir dunia itu ~ja. Apa kau pikir para Dewa akan terus membantu? Dalam skenario terburuknya, dunia itu akan dibiarkan begitu saja. Secara perlahan-lahan, dunia itu akan kiamat karena sudah tidak diurus seorang Dewa. Yah, walaupun aku sudah melakukan berbagai cara agar hal itu tidak terjadi.(Kami-sama)

Setelah mengatakannya, Kami-sama tertawa seakan-akan mengejek dirinya sendiri.

Aku jadi penasaran sudah berapa banyak dunia yang hancur karena tidak bisa diselamatkan oleh pahlawan-nya..

Saat aku sedang memikirkannya, Kami-sama berkata “ah” seakan-akan mengingat sesuatu.

Oh iya! Touya-kun, aku lupa mengatakan ini, benda yang kau pegang itu. Kalau tidak salah namanya smartphone, ya? Itu termasuk Benda-Suci lho.(Kami-sama)

Eh!? Smartphone saya ini termasuk Benda Suci!!?(Touya)

Akupun mengeluarkan smartphone-ku dan melihatnya.
Rupanya ini termasuk Benda-Suci, yah!?

Saat kau mati, aku juga membawanya kemari, sama seperti dirimu, aku memberinya sedikit perubahan ~nou. Tak salah lagi, benda itu dikategorikan sebagai Benda-Suci yang berisi Kekuatan Surgawi. Kalau tidak, maka smartphone itu tidak akan bisa mengakses informasi bumi dan juga alam para Dewa.(Kami-sama)

Masuk akal juga kalau Kami-sama sendiri yang mengatakannya, yah.
Begitu ya.
Jadi smartphone ini telah menjadi Benda-Suci, yah?

Saya jadi penasaran, Kami-sama. Apa saya juga bias membuatnya?(Touya)

Itu bukan hal yang mustahil. Kau hanya perlu mengalirkan kuatan Surgawi-mu pada suatu benda. Tapi, aku tidak terlalu merekomendasikannya, lho ya? Karena seperti yang kukatakan barusan, Dewa-Iblis bisa saja terlahir karenanya.(Kami-sama)

Begitu, ya...(Touya)

Benda-Suci diberikan pada pahlawan untuk mengalahkan Dewa-Iblis.
Jadi, bagaimana kalau Dewa-Iblis itu mendapatkannya?

Pertanyaan itu terlintas di pikiranku.
Menurut cerita Kami-sama, biasanya ia akan menghancurkan Benda-Suci itu saat Dewa-Iblis telah mati.

Sepertinya ia mengambilnya secara diam-diam dan menggantinya dengan yang palsu.
Nah, saat ia lupa melakukannya, Dewa-Iblis lain akan terlahir dalam beberapa ratus tahun kemudian. 


Dengan kata lain, kebangkitan dari Dewa-iblis itu sendiri.
Dan juga, semua orang mungkin baru akan tahu setelah Dewa-Iblis itu membuat masalah.
Itu adalah hal yang gawat….

Kalau dipikir-pikir, walau dianggap sempurna, Dewa tidaklah sempurna.

Yah... di Bumi sendiri ada banyak cerita dimana Dewa meniru wujud manusia, lalu membuat anak atau membuat berbagai kesalahan.

Selain itu, ada juga berberapa Dewa yang merepotkan.

Hei, Touya-kun. Ini sesuatu yang wajib kau pertimbangkan ~ja… Apa kau mau mengurus dunia yang saat ini kau tinggali?(Kami-sama)

Eh?(Touya)

Cepat atau lambat… yah, sudah ditetapkan kalau persyaratan menjadi Dewa Senior adalah mengurus setidaknya satu dunia. Oleh karena itu, dunia yang familiar akan lebih mudah, kan.?(Kami-sama)

Tidak, tidak, tidak. Dewa Senior?
Bukankah itu akan membuat rank-ku lebih tinggi dari Nee-san dan lainnya?
Tidak... punya rank yang lebih tinggi dari mereka mungkin tidak aneh karena kalau dipikir-pikir, aku adalah dependan Kami-sama yang mengurusi berbagai dunia, ya kan?


…Jadi pada akhirnya, saya harus naik menjadi Dewa, ya, Kami-sama?(Touya)

Begitulah, walau seumpama kau tidak menginginkannya. Akan tetapi kalau kau menerimanya, Dewa lainnya pasti akan senang. Soalnya sudah beberapa puluh ribu tahun sejak pengangkatan Dewa terakhir ~ja. Dewa Senior sangat menginginkan hal ini, lho.(Kami-sama)

Aku bersyukur kalau mereka senang, tapi ya…sejujurnya sih, perasaanku agak gimana gitu.

Kalau seumpama saya naik menjadi Dewa, apa saya boleh memiliki anak, Kami-sama? Tahun depan saya akan menikah lho….(Touya)

Ada banyak anak yang lahir dari Dewa dan makhluk lain ~ja. Jadi tidak masalah. Yah, mereka mungkin akan memiliki kemampuan di atas rata-rata, tapi tidak sampai sekuat para Dewa kok~nou(Kami-sama)

Sudah kuduga, jadi memang boleh, ya.
Seperti Heracles, Perseus, Achilles, Cรบ Chulainn dan beberapa orang lainnya.
Sangat menarik karena kebanyakan dari mereka diceritakan di berbagai legenda.

Tapi menurut si profesor, istri-istriku akan melahirkan 1 putra dan 8 putri… kalau mereka semua lahir dengan kekuatan seperti Dewa, maka akan sangat sulit sekali untuk merawat mereka.

Uhm… saya ingin bertanya, Kami-sama. Apa ada Dewa yang bertugas merawat anak?(Touya)

Ada sih, tapi…. Kurasa akan jauh lebih baik untuk merawat anak sendiri.(Kami-sama)

Benar juga, ya….(Touya)

Ini seumpama lho ya.
Aku tidak punya niatan untuk tidak merawat anakku nanti. Lagipula, kenapa aku kerepotan sampai seperti ini hanya gara-gara anak yang bahkan belum lahir?
Ya ampun.
Anak-anakku tidak akan lahir dalam waktu singkat setelah menikah… itu tidak akan terjadi, iya kan?
(Ramune: Dengan adanya
Power Raise, Accel, Boost untuk memperkuat
dan Heal, Mega Heal, Refresh untuk mengembalikan stamina
dan Gate, paralis, dll seumpama mereka kabur,
dan juga Kekuatan Surgawi,
aku tidak akan kaget kalau dalam 1 malam, istrimu akan langsung hamil, Touya…)
(UDesu : jangan lupa artifak legendaris dari kerajaan elfrau
[Spoiler Alert])

Untuk saat ini, jangan terlalu sering menggunakan Kekuatan Surgawi-mu dan lakukanlah semuanya dengan kekuatanmu sendiri. Anggap saja kedatanganmu di dunia ini dan semua hal yang terjadi sampai hari ini adalah sebuah takdir. Tak peduli apapun yang akan terjadi, lakukanlah dengan sekuat tenaga ~ya(Kami-sama)

Baik, Kami-sama.(Touya)

Aku paham kalau aku tidak akan bisa melakukan apa yang tidak bisa kulakukan. “Takdir memang akan terjadi”, yah?

Setelah mendapat motivasi dari Kami-sama sendiri, aku pun meninggalkan alam para Dewa.

***


Dengan kata lain, menambah anggota Orde Ksatria, ya?(Touya)

Begitulah. Saya rasa akan lebih baik bagi kita untuk menambah jumlah ksatria. Saat ini, Brunhild kekurangan orang. Tak seperti sebelumnya, yakni saat Brunhild baru dibuat, saat ini kita bisa melakukannya.(Kousaka-san)

Kousaka-san si Perdana Menteri Brunhild menjelaskannya padaku, yang kurespon dengan berpikir sejenak.
Memang sih, anggota Orde Ksatria kami bahkan tidak mencapai 100 orang.
Terlebih lagi, 40 diantaranya bukanlah petarung (pengguna Framegear).
Beberapa orang merupakan anak buah* Tsubaki-san, yang bekerja sebagai divisi informasi.
(Ramune: disingkat Anbu)

Sebagian lain menjadi bawahan Naito-ossan, yang bekerja dalam perkantoran atau diutus keluar dan lain sebagainya.

Semua orang yang kusebutkan barusan memang memiliki kemampuan bertarung sampai titik tertentu, tapi mereka dibebaskan dari latihan pagi dan sore layaknya ksatria lain.

Negara kami tidak terlalu besar, jadi kami tidak perlu memiliki banyak pasukan seperti negara lain. Tapi, tidak ada salahnya menambar beberapa orang lagi.

Menurutmu, kita butuh berapa orang?(Touya)

Mhmm…. Kalau kita mau menambah jumlah mereka, 100 orang saja, tapi saya berharap perekrutan kali ini kita akan menambah sekitar 150-an. Itu sudah termasuk tambahan untuk yang berpatroli, penjaga istana, dan pekerja kantor.(Kousaka-san)

Dari 150 orang itu, sekitar berapa orang yang akan kita jadikan pengguna Framegear?(Touya)

Bagaimana kalau termasuk dengan 60 orang yang kemarin, kita menambah jumlahnya sampai 100? Bagaimana menurut Anda?(Kousaka-san)

Jadi dari 150 orang, kita hanya mengambil 40, yah?
Sisanya akan dialihan ke penjaga istana, ksatria yang berpatroli, dan juga pekerja kantor.

Pekerjaan itu juga merupakan pekerjaan penting bagi Orde Ksatria kami.
Yah, oleh karena itu, mereka yang tidak mau melakukannya kemungkinan akan dikeluarkan.

Kalau begitu, akan lebih baik untuk merekrut mereka berdasarkan kemampuan masing-masing….(Touya)

Kurasa orang yang tidak berbakat dalam bertarung tetap berguna kalau memiliki kemampuan berkantor yang baik.

Walaupun begitu, aku tidak akan merendahkan standar kemampuan yang kami gunakan di perekrutan sebelummnya.

Kemampuan bertarung mereka setidaknya harus sama dengan mereka yang bergabung sebelumnya.

Yah, kalaupun kemampuan bertarung mereka meragukan, mereka akan mendapatkan kemampuan minimum jika mereka kulempar ke tempat Moroha-neesan yang merupakan pelatih ksatria dan juga Dewi Pedang.

Kalau begitu, untuk saat ini tolong kumpulkan orang yang akan menjadi panitia perekrutan ini. Dan undanglah orang yang ingin kau rekomendasikan.(Touya)

Baik.(Kousaka-san)

Sayangnya, aku sendiri tidak tahu siapa saja yang bisa direkomendasikan.

Kurasa aku bisa memaksa Sonia-san, Rengetsu-san dan juga kelompok Ropp untuk bergabung, tapi kalau dipikir-pikir mereka kan bisa menghasilkan uang lebih banyak kalau bekerja sebagai adventurer.

Haruskah aku menempelkan selebaran perekrutan di guild sama seperti sebelumnya?
Walaupun nantinya para pendaftar akan terlalu banyak, sih.

Dalam interview sebelumnya, aku meminta tolong pada Yumina dan Yang Terhormat Paus, untuk interview kali ini, haruskah aku meminta profesor untuk membuat
Polygraph Keeler, yakni alat pendeteksi kebohongan?

Setelah memikirkannya, aku berpindah ke Babylon.

Di dalam [Hangar], aku hanya bisa melihat Monica dan para robot-mini yang sedang melakukan pembaharuan pada Gerhilde.

Loh… mana Professor?(Touya)

Kalau kau mencarinya, ia sedang mengadakan pertemuan bersama Rosetta di bangunan lab nomor 2 di [Laboratorium]. Mereka sedang membahas apa yang akan mereka perbuat dengan Framegear selanjutnya.(Monica)

Pertemuan?(Touya)

Aku tak begitu paham dengan ucapannya, jadi aku langsung berpindah ke bangunan lab nomor 2 [Laboratorium] sesuai arahannya.

Di atas meja, terlihat banyak Blueprint dan miniatur Framegear.
Gambar dengan bagian dalam Framegear yang sepertinya merupakan suku cadang Frame juga ditempelkan di dinding.
Dan di depan semua itu, terlihat dua gadis kecil sedang termenung dan mengeluarkan suara “Unnn” tanpa henti.

Ada apa? Kok kalian sampai seperti ini.(Touya)

Ah, master. Ini… itu lho… pengembangan Framegear…. Kami telah sepakat kalau Framegear Lindzie-dono adalah tipe yang bisa berubah dan bisa bergabung dengan Frame Elzie-dono. Tapi ya….(Rosetta)

Sambil mengatakannya, Rosetta memegang miniatur Frame yang ada di atas meja, menekuk tangan dan kakinya, melebarkan sayapnya dan mengubahnya ke mode pesawat. 

Hee.
Proses transformasinya mulus sekali, ya.

Frame itu adalah Frame yang kelihatannya bisa mentolerasi kekuatan atmosfir sama seperti pesawat luar angkasa.

Kalau Frame itu memang dibuat menjadi tipe terbang, maka penggunanya akan terbang saat menggunakannya.
Daripada membahas itu, kalau miniatur ini kujual, sepertinya akan laris manis ….

Masalahnya adalah Framegear Rin. Yakni, model apa yang harus kami kembangkan. Secara pribadi, aku ingin membuatnya menjadi model penghancur, Frame dengan peralatan senjata tingkat berat di seluruh tubuhnya, tapi seperti yang kau tahu, Fraze tidak bisa dilawan dengan sihir. Kalau seperti itu, tidak ada pilihan lain selain menggunakan ledakan yang dihasilkan sihir, dengan roket, atau menghancurkannya dengan peluru asli. Aku pun berpikir, “Kenapa tidak dibuatkan Vulcan atau Gatling Gun saja, ya?..yang persis dengan yang ada di anime.”. Tapi ya….(Regina)

Kalau dipikir-pikir, ide seperti itu tidak bersahabat dengan dana kami karena kalau membahas roket yang bisa menghancurkan Fraze, kami harus menggunakan material yang lebih baik dari mithril.

Kalau tidak seperti itu, mensenjatainya dengan material kristal yang diimbuhi kekuatan sihir, mungkin?

Akan sulit untuk membuat ribuan… salah.. .puluhan ribu peluru seperti itu.
Mustahil bagiku menggunakan [Lokakarya] hanya untuk membuat benda seperti itu.

Kesampingkan material kristal, membuatnya dari mithril sama saja dengan menghamburkan uang ke mana-mana.

Selain itu, kurasa ada batasan jumlah peluru yang bisa dibawa setiap Frame.

Yah, kami mungkin bisa mensiasatinya dengan membuat Frame yang membawa peluru yang sangat banyak, tapi hal itu akan membuat sebuah pertanyaan konyol “Apa Frame seperti itu memang perlu dibuat?”.

Kalaupun Framegear seperti itu berhasil dibuat, berapa lama ia bisa menembakkan peluru-peluru itu tanpa henti?(Touya)

Mungkin ya.. .sekitar 1 menit-an.(Regina)

Bentar amat!(Touya)

Hal ini mengingatkanku.
Di anime, kekuatan bertarung unit akan menurun drastis kalau kehabisan peluru.

Kupikir waktunya akan lebih lama karena dalam 1 menit itu, kita tidak menembak seenak jidat. 

Meskipun begitu, kesampingkan waktunya yang terlalu sebentar, bukankah akan ada peluru yang tidak terkena target?

Setelah menghabiskan seluruh peluru, apa memang tidak ada cara lain selain berganti ke mode serangan jarak dekat seperti menggunakan pedang dan semacamnya?

Kalau seperti ini malah akan menghilangkan tujuan memasang Gatling Gun ke Frame itu sendiri….

Daripada dikasih Gatling Gun, bagaimana kalau… sniper yang bisa menembus core Fraze dalam 1x tembakan…? Bukankah tipe sniper akan lebih efisien?(Touya)

Memang iya sih, tapi… romansa tipe ini adalah benteng bergerak dengan kemampuan menembak yang tidak membiarkan musuh untuk mendekat lho!!!! Ayolah kumohon!!(Rosetta)

Rosetta pun bersujud di atas meja sambil memohon.
Sampai segitunya, yah?

Kalau saja musuhnya bukan Fraze, maka kita bisa menggunakan “Fire Arrow”, “Thunder Arrow” atau lainnya, walaupun peluru sihir dari Gatling Gun juga tidak masalah sih.(Regina)

Profesor pun tersenyum pahit.
Iya juga sih, kalau seperti itu kita memang tidak perlu khawatir akan kehabisan peluru, tapi malah mengkhawatirakan masalah jumlah kekuatan sihir Rin.

…oh. Kalau dipikir-pikir, di mana master menyimpan peluru Brynhildr?(Rosetta)

Aku? Di sini, di dalam kantung pinggang. Ada beberapa jenis peluru yang punya kegunaan masing-masing.(Touya)

Aku pun menunjukkan kantung yang di dalamnya sudah dibagi untuk 3 macam peluru.

Di dalamnya, ada sekitar 20 peluru untuk setiap tipe.

Apa itu artinya kau mengisi ulang Brynhildr saat bertarung?(Regina)

Mustahil. Brynhildr sudah kuatur agar mengisi ulang peluru secara otomatis. Aku menggunakan “Program” untuk mengisi ulang peluru menggunakan “Aport” setelah Brynhildr membuang peluru yang sudah ditembakka-(Touya)

「「ITU DIA!!!」」(Regina, Rosetta)

Saat aku mau menyelesaikan kalimat barusan, mereka berdua berdiri dan menunjukku.

Kita tidak perlu membuat Frame membawa peluru-peluru itu! Daripada membawanya, peluru-peluru dapat ditaruh di Babylon, yang nantinya bisa dipindahkan ke senapan Frame menggunakan, “Gate” ataupun “Teleport”!(Rosetta)

Hmmm. Pengaturan seperti itu akan membuat waktu lag-nya sedikit. Selain itu, unit itu juga tidak akan menembakkannya secara terus-terusan selama beberapa menit. Keuntungannya sudah cukup menutupi ketidak-efisiennya. Walaupun masalahnya akan berganti menjadi bagaimana cara membuat pelurunya sih….(Regina)

Aku tak tahu alasannya, tapi suasana tegang diantara mereka berdua meningkat.
Rasanya aku seperti sedang diabaikan.

Omong-omong Touya-kun, ada berapa banyak material Kristal yang kau punya?(Regina)

Ada banyak kok. Secara teknis, aku hanya menghabiskannya dalam jumlah banyak saat ingin membuat Framegear baru.(Touya)

Dalam insiden Yuuron dan Rodomea, aku mengambil semua sisa-sisa Fraze.
Jumlahnya sudah cukup untuk menjatuhkan harga pasar kalau aku memang ingin menjualnya.

Dengan kata lain “materialnya cukup”. Mengingat [Lokakarya] lah yang akan digunakan untuk memproduksi peluru-peluru itu.… Haruskah aku membuatnya?(Regina)

Membuatnya? Apa yang akan kau buat?(Touya)

[Lokakarya] yang lain. Dari awal, aku sudah berencana untuk membuat [Lokakarya] nomor 2. Membuatnya tidak akan susah karena ukurannya hanya sebesar satu bangunan. Kalau begitu, haruskah kunamakan dengan [Lokakarya Mini] ?(Regina)

Apa kau berniat membuat [Lokakarya] khusus untuk produksi peluru!?
Sampai segitunya yah!? 

Tidak tidak, ini tidak sia-sia mengingat [Lokakarya] itu akan digunakan untuk membuat peralatan Framegear, kan?

Akan tetapi, akan sangat sulit membuatnya , bukan? Walaupun ukurannya kecil, tapi tetap saja [Lokakarya], kan?

Hn? Kita akan menggunakan [Lokakarya] untuk membuat [Lokakarya] lain.(Rosetta)

Apa katamu!!?
Membuat [Lokakarya] dengan [Lokakarya]!!!????

Aku pun terkejut mendengar ucapan Rosetta barusan.

[Lokakarya] adalah pabrik serba-guna. Tidak mustahil untuk membuat [Lokakarya] lain kalau ukurannya cuma sebesar satu bangunan!(Rosetta)

Rosetta membusungkan dadanya dengan penuh bangga.

Konstruksinya akan memakan waktu 2 minggu, mungkin? Yah, nanti kita harus melakukan proses program sihirnya, itu adalah langkah terakhir yang tidak akan berjalan mulus kecuali kita menggunakan [Gate] milik Touya-kun. Tak seperti Framegear, [Lokakarya] tidak bisa bergerak sendiri.(Regina)

Tidak, tidak masalah sih, tapi….(Touya)

Dari semua hal yang pernah kulihat, menggunakan [Lokakarya] untuk membuat [Lokakarya]….

Itu curang!

[Lokakarya] ke-2 mungkin memang tidak bisa membuat Framegear karena ukurannya yang kecil, tapi itu sudah cukup untuk membuat berbagai benda kecil.

Baiklah! Akhirnya tujuan kita sudah jelas! Ayo mulai sekarang juga!(Regina)

Oke bos!!(Rosetta)

Kedua loli itu pun berlari meninggalkan lab.


Bagaimana ya…?
Apa ini sudah biasa terjadi?

Aku pun melihat miniatur Frame Lindzie yang sedang berada dalam mode pesawatnya, dan juga miniatur Frame Rin yang bersenjata berat lengkap dengan Gatling Gun di tangan kanan dan badan yang ditutupi Meriam Vulcan.

Desainnya sangat bagus.
Frame tipe-pesawat dan tipe-bombardir, yah?
Untuk suatu alasan, aku mengangkat dan memperhatikannya dengan jeli.
Yap.
Kalau dilihat-lihat, bagus juga.

Apa kujual di pasar saja, ya?
Aku akan membicarakan hal ini dengan Alba-san nanti.

Mungkin akan laku kalau dibungkus dengan kapsul.
Lalu ditaruh di dalam kotak yang bersuara “gacha gacha”.

Seharusnya miniatur ini bisa dibeli dengan uang jajan anak-anak.
Walaupun aku tidak 100% yakin.
Saat memikirkannya, aku pun meninggalkan lab sambil membawa kedua miniatur Framegear itu.
(UDesu : Tradisi gacha pun akhirnya dimulai di dunia itu ‘3’)




Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

23 comments:

  1. Mkasih min, dan akhirnya arc 24 keluar pdf nya, semangat trus min

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. gacha pun hadir di isekai... tolong jangan banyak zonk nya, kalau tidak bisa dituntut pasukan anak anak kau touya hahaha

    ReplyDelete
  4. dari dulu w penasaran teh hp nya si touya kuotanya unlimited yak XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang unlimited dan juga dia bisa beli konten berbayar semaunya tanpa uang..
      enak banget ya, Asu ๐Ÿ˜‚

      Delete
  5. Disini Touya yang ditawarin jadi Dewa, di Death March si Satou ada persyaratan tertentu yang... [Cek aja gih Volume 14 Novelnya]

    Seandainya hidup saya seperti Touya, enak. Ga perlu ngapa2in ea.

    ReplyDelete
  6. Semangat lanjut terus min

    Artifak elfrau hahaha berhasil bikin ponakan untuk touya spoiler dikit

    ReplyDelete
  7. Artifak Dari elfrau?
    Yg kalung atau gelang ya wkwk
    Inget sih tapi lupa sama bentuknya doank ahaha :'v

    ReplyDelete
  8. Semangat min.
    Thanks udah up๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  9. Up trus min sampe artifact suci wkwkw

    ReplyDelete
  10. Saya setia menunggu TL anda min.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Min kok ch250 ga di upload ????

    ReplyDelete