Friday, 21 September 2018

Evil God Chapter 56


TranslatorUDesu
Editor
UDesu
Proof Reader
UDesu

Chapter 56 :
Diskusi


Kami memasuki sebuah ruangan.

[Apa kau baik-baik saja?]

Aku memberi sapu tangan kepada Ben.
Bagian yang dipukul oleh putra Duke Coldwell telah membengkak dan berubah merah.

[Owowow. Aku tidak apa-apa.]

Ben menyeka darahnya.

[Maafkan aku.]
[Kau tak perlu meminta maaf.]
[Karena akulah yang dihina olehnya, kau tak perlu ikut campur dan melakukan hal seperti tadi.]
[Wawawawa… aku tadi hilang kesabaran.]

Sebelumnya dia juga seperti ini.
(ingat saat dia ikut campur dengan memberi kantung uangnya saat pidato ashtal.)
Sepertinya memang beginilah sifatnya.

Pada saat itu, pintu ruangan diketuk.
Saat aku berkata “silakan masuk”, seorang gadis memasuki ruangan.

[Eh? Yufilia?]

Dia tidak mengenakan seragam sekolahnya atau pakaian tempurnya.
Yufilia mengenakan gaun berwarna putih.

[Ada apa?]
[Saat aku kembali ke istana, aku dengar bahwa kau datang ke sini, jadi aku datang. Tunggu dulu, pria itu terluka!]

Yufilia mendatangi Ben.
Dia lalu merapal sihir Heal  dan mengobati lukanya.

[Terima kasih banyak. Maaf telah membuatmu repor, Tuan Puteri.]

Ben berterima kasih.

[Apa yang terjadi?]

Karena Yufilia bertanya, akupun menjelaskan apa yang terjadi padanya.

[Dia melakukan itu, ya… kebanyakan bangsawan muda memang seperti itu…]

Yufilia terlihat malu.
Briton adalah sebuah negara yang berdiri dengan membangun tanah yang telah hangus saat bencana iblis ke-6.
Negara ini telah berdiri sekitar 40 tahun yang lalu.

Mereka yang menjadi bangsawan di negara ini adalah mereka yang berjasa dan berhasil bertahan hidup.
Setelah itu, mereka berhasil memperbaiki tanah negeri ini dengan usaha yang sangat keras.
Generasi saat itu, dan juga generasi setelahnya sangat miskin meskipun mereka adalah bangsawan.
Namun saat generasi ketiga, mereka menjadi generasi yang tak tahu apa itu kerja keras.

Anak-anak mereka telah dididik dengan keras, namun cucu-cucu mereka dimanjakan dan itu telah mengakibatkan sifat mereka menjadi semakin buruk.
Itulah sebabnya anak-- maksudku, cucu dengan sifat seperti itu tercipta.

[dalam 10 atau 20 tahun ke depan, melihat situasi politik di Briton pasti akan sangat menyenangkan.]
[Tolong jangan memprediksi masa depan yang buruk seperti itu. Kau pikir siapa yang akan mengurusi mereka pada masa itu?]

Yufilia memegang kepalanya.

Dia adalah putri kedua yang telah mengalahkan Raja Iblis dan menjadi pahlawan.
Dari sudut pandang yang biasa, dia pasti akan terlibat dalam politik di masa depan.
Oleh karena itu, dia pasti akan menjalani hari-harinya dengan celaan dari bangsawan yang berasal dari satu generasi dengannya.

[Jadi, kenapa kau ada di sini?]
[Karena kudengar kau akan menghadiri pertemuan, aku mencoba mempersiapkan diriku, tapi akhirnya aku tidak bisa datang tepat waktu.]

Yufilia berpose setelah berputar sekali.
Gaunnya memiliki pola bunga yang indah.

[Fufu… bagaimana menurutmu?]

Saat Yufilia bertanya, aku memiringkan kepalaku.

[Apa maksudmu?]

Yufilia terlihat kecewa setelah mendengar jawabanku.

[Beliau bertanya soal pakaiannya. Harusnya kau memujinya.]

Ben berbisik di telingaku.

[A, Ah… gaunmu sangat indah.]
[Anda terlihat cantik sekali.]

Ben mencoba membantuku.

[Ha… bodohnya aku bertanya padamu.]

Yufilia bergumam dan terlihat murung.

[Sudahlah… yang lebih penting, soal kasus kali ini…]

Ini soal apa yang telah kulakukan beberapa hari yang lalu.
Aku telah berjanji untuk menjelaskan padanya suatu hari nanti.

[Aku juga harus menjelaskannya pada Yang Mulia Raja, jadi ayo ikut denganku.]

Lebih baik menjelaskan pada mereka di saat yang bersamaan.
Yufilia pun mengangguk.

[Akan memakan waktu lama jika kita menunggu pertemuan yang lainnya selesai, jadi, apa kau mau melihat-lihat sekeliling istana bersamaku?]

Yufilia mengusulkan hal itu padaku, tapi sepertinya itu tidak perlu.
Saat kami sedang berbicara, beberapa orang yang terlihat seperti penjaga istana datang.
Kami pun dibawa ke ruang lain.

[Oh, terima kasih karena telah datang. Ayo silakan masuk.]

Penjaga istana terlihat sangat ramah saat mengizinkan kami masuk.

Sepertinya ruangan ini khusus digunakan untuk digunakan dalam pertemuan dengan orang yang jumlahnya sedikit.
Di ruangan tersebut terdapat meja dan kursi yang bagus.
Ada beberapa lukisan yang digantung di dinding.

[Hmm? Yufilia, kenapa kau bersama mereka?]

Ayahnya, Richard II terlihat kebingungan.

[Bukankah sudah kubilang sebelumnya kalau kelompokku telah mendapatkan anggota baru. Yang baru bergabung bersama kami itu adalah Ashtal.]

Richard II pun terlihat kaget setelah mendengarnya.

[A-Apa?]

Richard pun segera memanggil beberapa orang.
Dan yang datang memenuhi panggilannya adalah komandan pasukan ksatria, Godref.

[Apa itu sampai membuatmu memanggil Godref-san? Yah, prajurit di sana memang tak mungkin bisa melawannya sih.]

Aku pun mengerti setelah mendengar perkataan Yufilia.
Dengan kata lain, dia waspada terhadapku.

Tidak mungkin dia bisa mempercayai orang yang baru pertama kali ditemuinya.
Tak akan ada habisnya jika dia terus memikirkan masalah ini.
Tapi, setelah mengetahui bahwa aku memiliki kekuatan, dia pun memutuskan untuk lebih waspada.

Yah, menurutku sih itu percuma saja.
Lagipula, aku tak berniat melakukan apapun.
Dan meski aku ingin, penjagaan setingkat ini tidak ada gunanya.

Di dalam ruangan ini telah hadir Raja Richard II dan sekertaris bendahara, Eldred.
Ada juga beberapa pengawal.

Mereka terlalu banyak.

[Kurasa kau sudah mengetahui soal ini, tapi…]

Richard II mulai berbicara.

[Tapi sebelum itu, aku ingin minta tolong tentang sesuatu…]

Aku menyelanya dan mengajukan sebuah proposal.

[Apa itu?]

[Aku ingin memberitahu sesuatu yang sangat rahasia, jadi bisakah Anda meminta beberapa orang keluar dari ruangan ini?]
[Orang-orang di sini adalah tokoh utama di negeri ini. Mereka pasti bisa menjaga rahasia.]

Aku tak tahu apakah perkataannya itu benar atau tidak.
Tapi aku ingin mengambil resiko..

[Kalau bisa, aku hanya ingin berbicara dengan Yang Mulia saja.]
[Apa kau ingin mengusir kami?]

Sepertinya suasana hati sekertaris bendahara Eldred mulai memburuk.

[Kami adalah orang yang paling mengerti soal keuangan negara ini. Kami akan ikut dalam negosiasi.]

Seluruh pejabat pemerintah mengangguk setelah mendengar Eldred.

[Apa yang ingin kubicarakan ini tidak ada hubungannya dengan itu. Kalau memang ada hubungannya, Yang Mulia pasti akan memberitahu kalian.]

Mereka pikir aku akan bernegosiasi tentang pinjaman besar dengan mereka.
Agar mereka bisa meminjamnya, mereka perlu menjelaskan soal situasi keuangan negara. Itu menyangkut apakah mereka bisa membayar utang mereka atau tidak dan juga berbagai hal lainnya.

Tapi bukan itu masalahnya.

[Apa boleh buat. Kalian semua, segera tinggalkan ruangan ini.]

Richard II memberi mereka perintah.
Kalau sudah begini, mau tak mau mereka harus patuh.


Pada akhirnya, yang tersisa di ruangan ini hanya 5 orang : Aku, Ben, Yufilia, Richard II, dan Godref.







4 comments: