Monday, 10 September 2018

Isekai wa Smartphone to Tomo ni Chapter 256 Bahasa Indonesia


TranslatorRamune
Editor
Erixsu
Proof Reader
Mizuki Hashima


Arc 26: Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Esok Hari

Chapter 256: Frasa Rahasia dan Serigala Salju


Aku tidak pernah melihatnya.(Faam)

Saat ini, aku sedang menanyakan tentang bahasa ukiran-ukiran itu pada Faam yang selalu “mengisolasi” dirinya dengan membaca buku di perpustakaan istana, namun dia tidak mengetahuinya.

Bahasa ini terlihat berbeda untuk berbagai alasan, cukup mirip dengan Bahasa-Rahasia Artema. Bahasa ini juga bukan Bahasa Paruteno….
Aku yakin bahasa ini belum ada sebelum keruntuhan peradaban Paruteno… Itu lah yang master katakan.
(Faam)

Dengan kata lain, bahasa ini ada setelah keruntuhan peradaban kuno dan sudah tidak digunakan lagi, yah?(Touya)

Tidak hanya itu. Apa yang membuatku heran adalah bahasa ini tetap tidak diketahui selama kurang lebih 1000 tahun. Menurutku, bahasa ini hanya digunakan oleh suku kecil.(Faam)

Kami menemukannya di lokasi ibukota Belfast yang sebelumnya.

Akan tetapi, bahasa itu tidak berasal dari Belfast.

Apakah ini memang berasal dari suku kecil yang membuat ruangan bawah tanah di bawah daerah ibukota sebelumnya, yang dihancurkan Fraze, ya?

Tapi untuk apa?

Bisakah kau membaca “Bahasa-Rahasia Artema” yang katamu mirip dengan bahasa ini?(Touya)

Tidak. Dan juga, suku yang menggunakan bahasa Artema itu tidak meninggalkan buku sebagai referensi sama sekali, dan yang pernah kulihat hanyalah sebagian huruf-hurufnya saja.(Faam)

Hhmm.

Mungkin bahasa Artema itu digunakan keturunan suku yang membuat reruntuhan yang ada di ibukota sebelumnya.

Untuk berjaga-jaga, mari dibaca dengan [Reading] dulu….

Reading, Bahasa-Rahasia Artema.(Touya)

Huruf-huruf ukiran itu pun diterjemahkan saat aku mengaktifkannya, membuatku bisa membaca sebagiannya.

Perasaan ini sama dengan perasaan kala kau paham bahasa Mandarin karena pengetahuanmu akan Kanji.

Walau kemungkinan arti huruf yang sama bisa berbeda kalau penggunanya berbeda sih.

Contohnya, kata [Manis] di bahasa Jepang punya arti bervariasi mulai dari [Manis] sampai [Anak Manis], tapi di bahasa Mandarin, huruf yang sama itu bisa diartikan [Kasihan] atau [Mengenaskan].

Bahasa ukiran ini mungkin punya perbedaan intuitif dengan Bahasa-Rahasia Artema.

Gimana ya?

Aku ada di titik di mana aku paham arti per-huruf daripada arti per-kalimat.  

Iblis bersinar e~to, kecil?…kami …merahpun mengorbankan …kota…? Ksatria dan… hitam? Oooo...  Ksatria hitam, ya? Memperbaiki… waktu dan tempat… kembali, bukan, kurasa meninggalkan. Mari coba lagi… mayat-mayat… dihanyutkan…?(Touya)

Mumuu. Tak ada faedahnya. Kurasa “iblis bersinar” itu adalah “Fraze” dan “kota” itu “Daerah Ibukota sebelumnya”. “Ksatria Hitam” itu..mungkin… Night Baron, ya?

Tapi, maksud dari “kecil” itu apa?

“Kami” yang di sini sudah jelas-jelas menunjukkan orang yang membuatnya, tapi karena yang tertulis adalah “kami”, yang artinya banyak, mungkin ukiran ini menunjukkan suku kecil tersebut.

Aku tak paham maksud “merah” setelah “kami”, tapi mungkin itu menunjukkan arti “Suku berkepala merah kami”.

Mungkin menunjukkan nama suku mereka, yah?

Lalu “memperbaiki”…apa itu artinya mereka “memperbaiki” barir dunia, yah?

Kalau seperti itu, maka suku “berkepala merah” ini mungkin punya kemampuan atau suatu teknik.

Mungkin dalam bentuk barang seperti artefak.

Aku tidak menemukan apa-apa.(Touya)

Kelihatannya memang begitu.(Faam)

1000 tahun yang lalu, Fraze muncul lagi dan menghancurkan daerah sekitar ibukota sebelumnya.

Dari itu, aku menarik kesimpulan kalau… seseorang telah mengalahkan atau memukul mundur mereka lalu memperbaiki barir dunia.

Aku ingin tahu siapa yang melakukannya.

Yah, tapi mau bagaimana lagi.

Karena aku sendirian, aku tidak punya pilihan lain selain melakukan apa yang kubisa.

Walaupun aku berkata melakukannya sendiri, aku memasrahkan urusan Framegear pada rombongan Profesor, lalu Orde Ksatria pada Rain-san dan Moroha-nee-san.

Kalau aku berkata tentang apa yang bisa kulakukan, itu adalah memperbanyak kas negara dengan meminta Alba-san untuk membuat komoditas baru.

Di kala aku memikirkannya, smartphone di sakuku mulai bergetar, yang menandakan kalau ada panggilan masuk.

Ternyata dari Rerisha-san si master guild.

Moshi-moshi, ya, dengan Touya di sini.(Touya)

Maaf mengganggu di sela-sela kesibukan Anda, tapi ini darurat!(Rerisha)

Memangnya ada apa sih kok sampai bilang darurat?(Touya)

Ada Behemoth!!!(Rerisha)

Behemoth, mereka disebut dengan “spesies yang bermutasi”.

Yakni makhluk sihir langka, yang membesar sampai ke ukuran abnormal.

Dulu, aku pernah melawan seekor Behemoth yang dipanggil dengan “Scorpinas Ekor 2”, yang kulawan menggunakan FrameGear.

Lokasinya ada di daerah bersalju Sunora, Kerajaan Elfrau. Untuk spesiesnya, kemungkinan besar spesies “Serigala Sunora”(Rerisha)

Omong-omong, ada banyak Behemoth yang punya kemampuan spesial.

Aku tidak tahu apakah mereka mendapatkannya setelah membesar atau malah karena kemampuan itu mereka membesar.

Behemoth yang dulu kulawan bisa menembakkkan racun kuat dari ekornya.

Setelah kutelusuri, ternyata scorpinas normal hanya bisa menembakkan racun biasa.

Sepertinya Behemoth kali ini yang disebut “Serigala Sunora” juga punya kemampuan tersendiri….

Baginda Ratu Kerajaan Elfrau sendiri lah yang membuat permintaan untuk mengalahkan Serigala Sunora ini, tapi Behemoth itu terlalu kuat. Behemoth itu telah membuat Ksatria Elfrau menderita kerusakan yang besar. Guild juga mengalami kehilangan puluhan adventurer rank-merah dan juga 1 adventurer rank-silver. 2 hari yang lalu, serigala itu telah menghancurkan desa kecil, dan kerusakannya semakin bertambah.(Rerisha)

Apa!? Adventurer rank-silver kalah…?(Touya)

Di dunia ini, hanya ada beberapa adventurer rank-silver.

Aku termasuk dalam beberapa orang itu.

Rank-ku dinaikkan setelah mendapat 3 tittle, yakni:
[Dragon Slayer], [Golem Buster] dan [Demon Killer].

Rank-ku naik menjadi emas saat mengalahkan scorpinas berekor 2, tapi saat itu, aku mengalahkannya menggunakan FrameGear.

Mungkin adventurer rank-silver yang tewas itu berambisi menjadi pemegang rank-emas ke-3.

Melihat situasi ini, Baginda Ratu pun mengirim permintaan mengalahkan Serigala Sunora itu pada Baginda Raja Penguasa Brunhild. Bagaimana saya harus meresponnya?(Rerisha)

Permintaan itu dikirim padaku sebagai adventurer rank-emas, ya kan?(Touya)

Begitulah. Di kertas permintaan, disebutkan bahwa semua orang boleh mengerjakannya selama ia rank-emas. Hadiahnya berupa 100 koin Emas-Raja, dan sebuah harta pusaka kerajaan yang disukai.(Rerisha)

Muu.
Memang sih, ia tidak perlu mengirimnya secara pribadi.

Aku tidak punya hubungan apapun dengan Elfrau, dan bicara mengenai rank-emas, ada seorang lagi selainku.

Yakni kakek mesum yang sudah pensiun itu.
Akan tetapi, kalau aku membiarkan hal ini, rakyat Elfrat akan menderita.
(Ramune: Ingatlah wahai pembaca budiman… orang baik adalah orang yang peduli....)

Mhmm... walaupun aku membiarkannya, bukankah 2 atau 3 ksatria dengan FrameGear bisa mengalahkannya?

Kalau begitu, bukan “Aku yang adventurer rank-emas” akan mengalahkannya, tapi “Aku Sang Raja Penguasa Brunhild”

Tunggu, kalau begitu, aku akan diinterpretasikan kalau menyuruh para ksatria untuk mengalahkannya.

Bagi Elfrau yang saat ini sedang kesusahan, yang mana pun tidak masalah, tapi kurasa aku akan melakukannya sendiri karena ada sesuatu yang ingin kucoba.

Terlebih lagi, sungguh menjengkelkan kalau orang-orang menganggapku sebagai “orang yang mencapai rank-emas karena FrameGear”.

Oleh karena itu, sepertinya aku harus melawannya dengan tubuhku sendiri.

Baiklah. Aku akan melakukannya. Tolong kirimi email tentang lokasinya.(Touya)

Baik. Terima kasih banyak.(Rerisha)

Saat aku menutupnya, aku langsung memanggil Kousaaka-san dan memberitahunya tentang hal ini.

Walaupun seharusnya ia sudah terbiasa, ia tetap terkejut seperti biasanya.

Entah kenapa hal ini mengingatkanku pada acara sejarah di TV yang menceritakan tentang seorang kakek legendaris si pelayan Raja Feudal.

Kakek itu selalu menghela nafasnya setiap kali Raja itu menyelinap keluar istana, yang membuatku tersenyum karena situasi kami cukup sama dengannya.

Sebuah ringtone tanda email masuk pun terdengar, yang menandakan datangnya email mengenai lokasi serigala itu.

Ternyata, Ksatria Elfrau lah yang mengobservasinya.

Sepertinya mereka menjaga jarak karena penciuman serigala tersebut sangat tajam.

Aku pun berpindah ke lokasi Elfrau yang dulu pernah kami kunjungi saat mencari reruntuhan Babylon.

Kurasa aku harus berpindah dengan [Gate] lalu pergi ke lokasi itu dengan [Fly].

Gate!(Touya)

Setelah berpamitan pada Faam, aku pun berpindah ke Elfrau….

D-I-N-G-I-N   OIII!!!

Seperti yang diharapkan dari tanah musim dingin.
Dinginnya bukan main.
Aku lupa akan hal ini!

W-wahai elemen api… Bu..buat…buatlah barir keha..kehangatan sejati! Warming!(Touya)

Setelah mengaktifkan sihir itu, terciptalah sebuah barir yang menghalangiku dari cuaca tak mengenakkan barusan.

Fyuuh~… kupikir aku akan mati.

Aku pun membuka map, dan mengkonfirmasi lokasi beserta destinasiku.

Kurasa untuk pertama-tama, aku harus mencari Ksatria Elfrau.(Touya)

Aku memang tidak pernah melihat penampilan Ksatria Elfrau sebelumnya, tapi seharusnya aku bisa melakukannya karena seharusnya penampilan mereka bisa kuketahui… dan bingo.

Mereka pasti para observator itu.

Saat terbang dengan [Fly], aku bisa melihat beberapa orang di dekat es.

Aku pun mendarat di dekat mereka.

?!

Para Ksatria Elfrau, yang memakai baju dan topi bulu tebal yang persis dengan topi “Ushanka” Rusia yang digunakan untuk menangkal rasa dingin, menyiagakan senjata masing-masing pada ku yang turun dari langit.

Namaku Mochizuki Touya, Raja Penguasa Brunhild. Aku datang atas permintaan Baginda Ratu Elfrau padaku untuk mengalahkan Serigala Sunora. Siapa ketua kalian?(Touya)

Apa kau benar-benar “Raja Penguasa Brunhild”?!(Ksatria Elfrau) 

Karena kakiku tertimbun salju, aku mengeluh dan berpikir seharusnya memakai sepatu boot atau sejenisnya sambil mengeluarkan kartu guild dari saku.

Kartu rank-emas guild… memang sih, tapi.…(???)

Kalau kau tidak percaya, haruskah kukeluarkan FrameGear ke sini?(Touya)

Ti-tidak perlu, saya telah tahu permintaan Baginda Ratu. Saya Aleksei, ketua unit ini.(Aleksei)

Dari 10 ksatria itu, seorang “raksasa” berbadan kekar memperkenalkan dirinya.

Tadi aku sempat ragu apakah mereka benar-benar mau mempercayai ucapanku, tapi sepertinya mereka benar-benar percaya.

Setelah kejadian ini, aku mendengar kalau ayah Aleksei yang merupakan anggota guild, dia sering membahasku karena mencapai rank-emas.

Ternyata, para anggota guild sangat memperhatikanku.

Untuk berjaga-jaga, ia tetap memeriksa keaslian kartuku.

Baiklah, Serigala Sunora ada di sana, iya kan?(Touya)

Iya. Ia telah memakan beberapa Brudboar, jadi untuk semetara ini, saya rasa ia tidak akan bergerak.(Aleksei)

Brudboar…?

Aah, pasti spesies babi putih besar yang hidup di tempat dingin.

Aku sendiri berpendapat kalau aslinya serigala itu tidak menyerang manusia, karena ia akan memakan apapun yang bisa dimakan.

Tapi kalau aku membiarkannya, korban akan semakin berjatuhan, jadi sebaiknya kubunuh saja.

Ka-kapten! Serigala itu sedang menuju ke mari!(Ksatria Elfrau)

Apaaa!?(Aleksei)

Seorang ksatria yang mengobservasi pergerakannya dengan teropong menunjuk ke depan.

Serigala putih raksasa, yang panjangnya kira-kira 20 meter, sedang berlari ke mari sambil diiringi salju yang terhempas karena gerakannya.

Mari kita lihat. Sepertinya memang aku sendiri yang harus melawannya.(Touya)

Aku pun melompat ke depan para Ksatria Elfrau dan menaikkan 1 tangan ke arah serigala itu.

Wahai elemen angin! Buatlah badai penusuk raga genting! Air Impact!(Touya)

Aku pun langsung mengaktifkan sihir angin kuno, yang membuat badan serigala itu terlempar.

Fumu, ini penggunaanku yang pertama kalinya, dan rasanya seperti menabrakkan angin ke lawan.

Setelah terjatuh barusan, Serigala Putih pun menyeimbangkan posisinya dan akhirnya menunjukkan taring besar disertai raungan kecil saat melihatku dengan pupil mata emasnya.

Gogaaaaaaaaa!!(Sunora Wolf)

Bersamaan dengan auman itu, gumpalan es terkumpul di mulutnya.

Gumpalan itu pun dihempaskan ke arahku dengan auman dahsyat.

Muu.
Ini buruk!
Mustahil bagiku untuk menghindarinya karena di belakangku ada unit Ksatria Elfrau.

Wahai elemen api dan angin! Buatlah sebuah tornado api yang berputar semilir! Ignis Hurricane!(Touya)

Sebuah tornado api pun terbentuk, dan menghancurkan gumpalan es tadi.

Walaupun sihir ini persis dengan [Firestorm], tapi yang ini lebih kuat.

Sihir itu memang termasuk sihir kuno, tapi bedanya adalah yang ini termasuk dalam “sihir campuran” yang menggabungkan atribut api dan angin.

Aku berpendapat kalau saat ini, sihir tersebut hilang dan menjadi [Firestorm] ber-atribut api seiring berjalannya waktu.

Aku berpendapat seperti itu karena kalau pengunanya tidak memiliki 2 atribut barusan, ia tidak akan bisa menggunakannya.

Selain itu, ia juga akan terbatasi dengan jumlah penggunaannya.

Wahai elemen halilintar dan es! Bentuklah kabut berhalilintarkan petir es!
Vortex Mist!
(Touya)

Gaaa!!(Sunora Wolf) 

Kabut berisi halilintar itupun terbentuk di sekitarnya.

Sentuh kabut itu, dan badannya akan tersetrum, jadi seharusnya ia tidak akan bisa bergerak.

Sihir ini juga termasuk sihir campuran.
Kalau aku menyerangnya dengan sihir ber-atribut api, harga material mentahnya akan menurun drastis…

Aku punya sihir yang ingin dicoba, karena sihir itu tidak efektif kecuali aku menyentuh target, sepertinya aku harus menghilangkan kabut barusan.

Para ksatria di belakangku akan berada dalam masalah besar kalau serigala itu sampai ke sini, jadi aku pun menteleportasi mereka ke sisi lain hutan dan akhirnya menghilangkan sihir kabut itu.

Merasa badannya bisa bergerak bebas, serigala Sunora itu pun langsung melompat ke arahku.

Kecepatannya memang mengagumkan, tapi aku bisa melihat gerakannya dengan jelas.

Aku berpindah ke sisinya menggunakan [Teleport] dan menendang perutnya setelah mengaktifkan [Power Rise].
(Ramune: Apa bedanya [Power Rise] dan [Boost], yah?)

Gogaaa, gaaa!(Sunora Wolf)

Badannya yang 20 meter itu pun mengeluarkan suara “kratak”.

Apa tulangnya patah, yah?
Kusentuh badannya yang jatuh sambil mengaktifkan sihir kegelapan.

Wahai elemen kegelapan! Rampas, dan berikan nyawanya padaku! Energy Drain!(Touya)

Gurugaaa?!(Sunora Wolf)

Energi kehidupannya pun mengalir deras padaku.

Rasanya sama dengan [Recovery] sih, tapi bedanya adalah sihir ini memakan waktu agak lama.

Kalau kujelaskan secara rinci ya, aku tidak bisa menyerap energinya sekaligus karena ukurannya yang terlalu besar.

Gaaa!!(Sunora Wolf)

O~to.(Touya)

Kuhindari serangannya dengan melompat ke belakang.
Ia mencoba berdiri, tapi kakinya bergetar kencang.
Berakhir sudah.

Selamat tinggal.(Touya)

Kutarik Brynhildr dari pinggang dan menembakkan sebuah peluru + kekuatan surgawi pada jantungnya.

Gaaaaaaa…(Sunora Wolf)

Sambil mengeluarkan aungan kecil untuk yang terakhir kalinya, serigala yang ditakuti semua orang itu pun takluk di tempat.

Aku mendekatinya untuk mengkonfimasi kematiannya, tak salah lagi, ia sudah mati.

Tapi… apa-apaan dengan kelembutan ini!?

Bulunya nyaman dipegang!

Tidakkah ini membuatnya lebih baik daripada kulit semahal cerpelai?!

Yah… aku tidak pernah memegang bulu cerpelai sih, tapi tetap saja!!!

Pasti harganya mahal.

Ba-baginda Raja… apakah Serigala Sunora-nya sudah…(Aleksei)

Aah. Sudah mati kok, jadi tenang saja.(Touya)

Aku menenangkan Aleksei dan semuanya, yang mendekatiku dengan penuh kehati-hatian. 

Setelah melihatnya sendiri, beberapa dari mereka bertekuk lutut ke tanah.

Respon mereka ini bisa dimaklumi.
Baiklah.

Kutaruh mayatnya ke [Storage] lalu mengambil ingatan salah satu ksatria tentang ibukota Elfrau, yakni Sulanien menggunakan [Recall].

Setelah membuka [Gate], kami langsung pergi ke Ibukota.

Lho… kok Sulanien…

Mustahil! Kembali secepat ini…

Aku meminta salah satu ksatria untuk memanduku ke istana saat kami melewati gerbang ibukota.

Istana Elfrau memberi kesan istana bergaya gothic yang ukurannya tidak terlalu besar.

Walaupun masih lebih besar daripada milik Brunhild, sih.

Saat memasuki istana, kami pergi ke halaman dan mengeluarkan mayat serigala itu dari [Storage] sebagai bukti penyelesaian permintaan Ratu.

Semua mata para ksatria yang ada di sini pun menjadi bundar saat melihat tubuh besarnya, yang sepertinya membuat mereka terkesan.

Untuk berjaga-jaga, sebaiknya kuberitahu saja Rerisha-san akan selesainya permintaan Ratu, tapi kemudian, terdengar suara yang memanggilku saat aku mau mengambil smartphone.

Baginda Raja Penguasa Brunhild… bukan?

Saat aku menoleh, terlihat seorang wanita berambut blond panjang yang ditemani ksatria di kedua sisinya.

Ia memakai baju bulu elegan, dan juga benda putih serta permata hijau di dahinya.

Benda di kepalanya, yang terlalu indah untuk disebut mutiara dan terlalu kecil untuk disebut makhkota terlihat bersinar karena permata.

Umurnya kira-kira di pertengahan pertama 20-an, dan mata hijaunya sedang memperhatikanku.

…betul sekali. Perkenalkan, nama saya adalah Mochizuki Touya, Raja Penguasa Brunhild. Anda pasti Yang Mulia Ratu Elfrau, bukan?(Touya)

Iya. Nama saya Foltona Teiera Elfrau, Ratu Kerajaan Elfrau. Terima kasih karena telah menyelesaikan permintaan saya.(Foltona)

Saat Ratu Elfrau berterima kasih padaku, mataku tertuju pada suatu tempat di antara kepalanya.

Telinganya panjang dan lancip.

Sama seperti milik Rerisha-san.

Ternyata Ratu Elfrau adalah seorang elf.

Lah… bukannya elf itu penghuni hutan, yah?

Dalam pengetahuan fantasi bumiku pasti seperti itu…

Hmm?
Apa nama Kerajaan Elfrau itu sendiri berasal dari kata “elf” yah?
Dan juga, bukankah jumlah elf di kota ini sedikit?

Tidak, aku belum berjalan-jalan di kota jadi aku tidak bisa mengatakannya.

Untuk sementara ini, tolong ikuti saya. Kami telah mempersiapkan teh untuk Anda.


Ah, baiklah.(Touya)








Sebelumnya || Daftar Chapter  || Selanjutnya

5 comments:

  1. Boost menambah kemampuan fisik
    Power rise menambah power/kekuatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Simpel nya, [Power Rise] meningkatkan STR, sedangkan [Boost] meningkatkan AGI,

      Kalo di One Piece [Power Rise] itu seperti HAKI, sedangkan [Boost] seperti Gear Second Luffy

      Delete
  2. Untuk kata "Rank" mungkin lebih baik menggunakan kata "Peringkat",

    Dan juga seharus nya jangan pakai "Silver" tapi "Perak"
    Soalnya yg lainnya pake bahasa Indonesia seperti "Merah" dan "Emas", biar rapi gitu.

    Dan lebih enak baca nya "Adventure Peringkat Perak" dari pada "Adventure Rank-Silver"

    ReplyDelete